[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 9

0 comments
=Sinopsis Full House Take 2 Episode 9=

=Part 1=
~Terungkapnya Rahasia~

Tatapan mereka bertemu… tatapan mata Man Ok dan Tae Ik, entah apa yang ada di pikiran ke dua orang tersebut. 
Man Ok menyadari rasa canggung yang terjadi diantara mereka. Man Ok bergegas pergi dengan alasan hendak mengambil pakaian yang dijemur di luar karena sebentar lagi akan hujan. 
Selepas kepergian Man Ok, Tae Ik melepaskan diri dari pelukan Se Ryeong
“jangan salah paham, aku hanya tak ingin terjerat denganmu lagi. Daripada bersamamu lagi lebih baik aku terlibat scandal dengan Kang Hwi” ucap Tae Ik tegas
“aku tahu kamu dan Jang Man Ok hanya berpura-pura. Aku Jin Se Ryeong bintang dunia, jika aku menginginkan sesuatu aku akan mendapatkannya. Jika aku ingin membuangnya maka aku akan membuangnya! Tak perduli apapun itu!” balas Se Ryeong tak kalah tegasnya.
Sementara itu di halaman depan, Man Ok sedaritadi hanya memainkan sekop berkebun dengan menancapkannya ke tanah berulang kali. Ingatannya melayang ke beberapa menit sebelumnya dimana Se Ryeong dan Tae Ik terlibat perdebatan. Apakah saat ini dirinya cemburu?
“apa kamu bodoh Jang Man Ok? Kenapa kamu keluar seperti itu? Aku merasa kedinginan” keluh Man Ok dan menundukkan kepalanya sambil memeluk erat tubuhnya berusaha menciptakan kehangatan tersendiri. 
Tiba-tiba seseorang menyampirkan jaket ke tubuhnya dan membuat Man Ok mendongakkan kepala dan melihat sosok tersebut.
“apa kamu bodoh? Apa kamu sedang berolahraga di bawah sinar bulan? Kenapa kamu berkebun di tengah malam?” Teriak Tae Ik namun Man Ok tak menjawab dan merapatkan jaket yang diberikan Tae Ik padanya “ayo masuk di luar dingin” ajak Tae Ik
“bagaimana dengan Jin Se Ryeong?” Tanya Man Ok
“aku tak perduli” ucap Tae Ik “kamu tak mau masuk?” Tanya Tae Ik sekali lagi berusaha mengalihkan pembicaraan yang saat ini menjurus kepada Se Ryeong
“aku akan masuk” jawab Man Ok sambil tersenyum dan mengikuti Tae Ik dari belakang.
Dari jendela kamarnya Se Ryeong merasa kesal dan sedih melihat pemandangan tersebut. Foto kebersamaannya dengan Tae Ik dan Kang Hwi diremasnya.
“aku tidak akan tinggal diam” ucap Se Ryeong kesal.
Keesokan harinya
Se Ryeong menjalani sesi wawancara dari sebuah stasiun tv tentang kehidupan pribadi dan alasannya kembali ke Korea. Dari kejauhan seorang pria berkacamata telah memperhatikannya dan menunggunya untuk melakukan pekerjaan yang sama, mewawancara Se Ryeong.
Pasca diwawancarai wartawan Tv, Se Ryeong meminta kepada Manager Hwang yang sedaritadi menemaninya di lokasi syuting untuk segera membelikannya stocking dan memanggil pria berkacamata yang diketahui bernama Direktur Nam untuk segera memulai wawancaranya.
Se Ryeong tersenyum licik saat memberikan foto Tae Ik dan Man Ok (foto bukti pertunangan mereka kepada media) yang tertera tanggal kapan foto tersebut dibuat. OMG!!!
Di kantor U Entertainment
Direktur Lee dan Se Ryeong tengah duduk bersama. Berselang beberapa menit kemudian Tae Ik muncul dan ikut bergabung. Tapi hal tersebut tak berlangsung lama, Tae Ik bergegas pergi karena tujuan dipanggilnya dirinya oleh Direktur Lee adalah ajakan untuk makan siang bersama.
Tak terima dengan kata penolakan, Se Ryeong mengejar Tae Ik hingga ke mobil dan dengan kasar mendorong Man Ok yang baru saja mau masuk ke dalam mobil.
“apa yang kamu lakukan?” Tanya Tae Ik, kesabarannya sudah di ambang batas “keluar”
“ayo pergi makan, aku belum pernah makan denganmu sejak aku kembali ke Korea. Apa kamu harus bertindak sejauh ini?” teriak Se Ryeong
“aku benar-benar lelah dan muak padamu” teriak Tae Ik kesal dan memutuskan keluar dari mobil. Tae Ik menutup pintu mobil dengan kasar dan menepis tangan Go Dong yang berusaha menahannya.
Sementara di dalam mobil, Se Ryeong menelepon seseorang dan meminta untuk mengungkapkan segalanya secepat mungkin… Eottoke???

Tae Ik menghentikan salah satu taksi yang lewat dan bergegas masuk ke dalamnya, Man Ok yang sedaritadi mengikuti Tae Ik tak kalah cepat dan ikut menerobos masuk ke dalam taksi. Pikiran Tae Ik sekarang sedang kalut dan Tae Ik pastinya membutuhkan seseorang untuk menghiburnya.
Di dalam taxi
Man Ok meminta kepada supir taxi untuk membawa mereka ke Full House tapi Tae Ik segera menyela dan mengatakan jika dirinya saat ini tidak ingin pulang ke Full House (sudah jelas alasannya)… Terus kemana?

Tae Ik terlihat ngos-ngosan saat mendaki gunung… Tae Ik yang awalnya dengan percaya diri meminta Man Ok menaiki gunung seperti foto virtual mereka akhirnya menyerah dan mengatakan hendak turun… dirinya sudah tidak sanggup mendaki lebih jauh lagi. 
Sisa-sisa tenaga yang dimilikinya akhirnya berhasil membawa Tae Ik ke puncak… Man Ok tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan mengajak Tae Ik berfoto bersama. Terasa menyenangkan setelah berada di puncak.
Man Ok meminta Tae Ik untuk berteriak. Tae Ik awalnya menolak tetapi setelah dibujuk akhirnya Tae Ik menuruti perkataan Man Ok. “dengan berteriak perasaanmu menjadi terasa lebih lega” ucap Man Ok.
Setelah Hiking yang melelahkan Man Ok mengajak Tae Ik untuk bersepeda… kali ini semuanya terasa lebih nyata dan bukan virtual seperti dalam foto. Kegiatan bersepeda yang mereka lakukan menarik perhatian khalayak ramai terlebih yang melakukannya adalah artis terkenal. Man Ok menghentikan sepedanya dan mengajak Tae Ik untuk membeli topi tapi Tae Ik menolak dengan tegas, lagipula apa yang harus mereka tutupi… semua orang mengetahui jika Tae Ik dan Man Ok sekarang sudah bertunangan.

Di sebuah ruangan
Ga Ryun diminta Ji Seung untuk menuliskan segala hal tentang Man Ok baik itu kebiasaan buruknya ataupun hal yang berkaitan tentangnya. Ji Seung meminta khusus kepada Ga Ryun karena Ga Ryun adalah salah satu orang terdekat dan mengenal Man Ok dengan sangat baik. Dengan serta merta Ga Ryun menolak karena biar bagaimanapun Man Ok adalah sahabatnya… sayang semuanya hanya berlangsung sementara. Teriakan dan pingsannya No Ra secara tiba-tiba setelah melihat berita yang beredar di internet
Cinta Murni Lee Tae Ik ternyata sebuah kontrak

Membuat Ga Ryun meradang dan merasa dikhianati untuk yang ke dua kalinya. Dengan semangat 45 Ga Ryun mengetik sesuatu di layar komputer

Informasi pribadi Nona Jang terungkap. Nama Jang Man Ok, usia 24 tahun angkatan 2006 di SMU Sang Sang, ahli Hapikdo dan dijuluki Dewi Perang di Dohwadong…..

Lelah bersepeda membuat Man Ok dan Tae Ik memutuskan minum kopi di sebuah kafe. Mereka belum mengetahui informasi yang beredar di Internet tentang terbongkarnya rahasia yang mereka ciptakan dan jaga selama ini.
“Tae Ik bukankah ini terasa seperti kencan rahasia?” Tanya Man Ok dan kembali menyesap kopinya. Tae Ik yang duduk di belakang Man Ok (duduk saling membelakangi) tersenyum malu.
“taruh tanganmu di belakang” ucap Tae Ik. Tae Ik mengaitkan jari jemarinya dengan jari jemari Man Ok dan membuat gadis di sampingnya diam, terkejut dan merasa shock dengan perlakuan manis Tae Ik.
“jika kita melakukan ini, rasanya seperti kencan rahasia kan?” ucap Tae Ik. Kegiatan tersebut berlangsung selama beberapa menit hingga akhirnya Tae Ik memutuskan untuk menarik tangannya terlebih dahulu “tak bagus jika terus melakukan postur ini” gumam Tae Ik.
Man Ok merasa malu dan mencoba mengatasinya dengan berdehem. Man Ok mengangkat cangkirnya dan berpindah duduk di hadapan Tae Ik (Man Ok merasa tidak nyaman dengan posisi mereka sekarang). Tae Ik kembali menggoda Man Ok dengan mengatakan jika wajah Man Ok sekarang memerah, tak hanya itu Tae Ik berdiri dari bangkunya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Man Ok dan memandangi wajah Man Ok dengan lekat.
Semakin salah tingkah, itulah yang sekarang dialami Man Ok. Beberapa orang yang berada di dekat mereka mencoba mengabadikan moment tersebut. Tae Ik kemudian menjauhkan dirinya dari Man Ok beranjak ke toilet,perasaannya sekarang sangat senang dan plong karena telah berhasil menggoda gadis di hadapannya. Sedangkan Man Ok sendiri masih belum bisa meredakan groginya akibat tindakan Tae Ik yang tak terduga.

“Lee Tae Ik dan tunangan palsunya berada di cafĂ© W Sinsadong”

Informasi keberadaan Tae Ik dan Man Ok menyebar luas di internet dan hal tersebut disebarkan salah satu pengunjung kafe yang mengabadikan moment Tae Ik dan Man Ok tadi.
“kamu harus mati… beraninya kamu melakukan ini pada Tae Ik, kamu harus mati hari ini” teriak salah satu siswi SMA. Tak cukup sampai disitu, bersama dengan ke dua rekannya mereka menarik Man Ok dan menjorokkannya ke tanah.
Sedangkan Tae Ik sendiri sibuk melayani fansnya yang ingin meminta tanda tangannya dan tak menyadari hal apa yang sedang terjadi pada Man Ok di luar sana. Hp Tae Ik tiba-tiba berbunyi. Go Dong memberitahunya jika berita pertunangan palsunya bersama dengan Man Ok telah diketahui…
Tae Ik berlari secepat kilat mencoba menghentikan tindakan brutal fansnya pada Man Ok. Amarah dan teriakan dilontarkan Tae Ik pada Man Ok karena Man Ok tak berusaha membalas dan membiarkan dirinya menjadi bulan-bulanan padahal dirinya adalah ahli Hapkido.
Di Rumah sakit
Man Ok dan Tae Ik duduk di salah satu kursi… mereka bukan datang untuk mengobati luka Man Ok tetapi mengantarkan salah satu fans yang terluka akibat dorongan Tae Ik. Omg, satu masalah belum selesai masalah lain kembali berdatangan.
Atas saran Go Dong, Man Ok dan Tae Ik kembali ke Full House… hari ini hari yang sangat berat untuk Tae Ik dan tentu saja Man Ok. Dimulai dari Se Ryeong dan berakhir pada fans Tae Ik yang terluka….
Tak cukup sampai disitu, kedatangan Direktur Lee dengan amarah yang meledak-ledak dan mempersalahkan Man Ok atas semua kejadian yang terjadi membuat Tae Ik yang awalnya pasrah atas kemarahan Direktur Lee berusaha melawan.
“dia sengaja mendekatimu dan memulai semua ini” ucap Direktur Lee
“apa yang kamu katakan?” Tanya Tae Ik
“apa kepalamu sama sekali tidak berfungsi.. satu-satunya cara agar kamu bisa bertahan adalah itu. Seorang bintang yang dilecehkan oleh seorang penguntit dan akhinya terpaksa bertunangan”
“apa kamu gila? Siapa yang mengusulkan kontrak pertunangan dengan Stylist Jang?” teriak Tae Ik
“situasi telah berbeda sekarang… setelah banyak uang dan waktu yang kuhabiskan mengurus kekacauanmu, aku akan membuat Stylist Jang menjadi kambing hitam dan mengatasi semua ini”
“aku, bagaimana jika aku tak mengikuti perkataanmu? Apa yang akan kamu lakukan?” ucap Tae Ik tiba-tiba…
“kamu, karena stylist Jang? Kamu tak berpikir kamu bisa menghentikanku kan? Jangan lakukan hal bodoh. Jika kamu melupakan wanita itu dan tetap tenang, semua ini akan segera teratasi. Besok jam 2 siang kita akan tetap mengadakan konferensi pers perilisan albummu. Masalah ini kita akan menutupinya dan kita mulai dari awal lagi” ucap Direktur Lee

Di kamarnya Man Ok merasa menjadi seseorang yang tak berguna. Pembicaraan Direktur Lee dan Tae Ik tak sengaja didengarkannya… setelah menjadi stylist Take One, tunangan palsu Tae Ik sekarang Man Ok akan dijadikan kambing hitam. Telpon dari kakeknya membuyarkan lamunan Man Ok.
Dimana ada jalan disitu ada kemauan

Entah kenapa setiap Man Ok dirundung kesedihan dan masalah, Kakeknya selalu meneleponnya dan memberinya semangat.
“Maafkan aku, maafkan aku Kakek” isak Man Ok pasca menelepon kakeknya.
Keesokan harinya
Kang Hwi memanggil nama Man Ok berulang kali. Hari ini adalah hari dimana perban di kakinya dilepas. Tidak ada jawaban dan yang bersuara justru Se Ryeong yang berucap apa Kang Hwi tak mengetahui masalah yang sedang terjadi… Se Ryeong menceritakan semua kekacauan yang dialami Tae Ik dimulai dari pertunangan palsunya hingga pemukulan yang dilakukannya pada fans.

Kang Hwi bergegas ke kamar Tae Ik dan mencecar Tae Ik dengan pertanyaan “apa yang akan dilakukan Tae Ik sekarang? Tae Ik telah melibatkan orang tak bersalah dan menjadikannya tunangan, apa Tae Ik akan menimpakan semua kesalahan pada Man Ok? Apakah itu yang akan dilakukan Tae Ik?”. Tae Ik enggan menatap lawan bicaranya dan berkata akan mengurus semuanya namun Kang Hwi meragukannya.
Bagi Direktur Lee, Tae Ik adalah boneka LJ dan tak bisa melakukan apa-apa. Tae Ik hanya akan membuat Man Ok terluka sama seperti yang dialami Kang Hwi sekarang. Perkataan Kang Hwi membuat Tae Ik geram.
“dengar baik-baik Lee Tae Ik, apapun yang terjadi… jika terjadi sesuatu pada Man Ok aku takkan melepaskanmu” ucap Kang Hwi.
Di halaman
Man Ok hanya menggaruk-garuk tanah dengan sekop. Senandung terdengar dari bibirnya, bukan karena senang tetapi karena Man Ok berusaha menghilangkan kesedihannya. Seseorang muncul dan mengajak Man Ok pergi, ya dia adalah Kang Hwi.
Kang Hwi sekarang bisa bernafas lega. Kakinya sudah sepenuhnya pulih tetapi Kang Hwi tetap harus berhati-hati… sebagai ungkapan rasa senangnya Kang Hwi ingin mengajak Man Ok makan tetapi Man Ok menolak dengan alasan keberadaan Kang Hwi akan diketahui khalayak ramai.
Telepon dari Go Dong menghentikan percakapan mereka. Go Dong mengabarkan jika Tae Ik menghilang.

=Part 2=
~Where are you Tae Ik?~
Tae Ik melangkahkan kakinya menunju sebuah tempat. Makam sang Ayah yang telah tiada beberapa tahun silam.

=flashback=
“saat Ayah berkata 1,2,3 kamu harus membuka matamu. Hana, Dul, Set”
Tae Ik kecil terperangah melihat bangunan megah di hadapannya. Sebuah rumah dengan tampilan minimalis dengan halaman yang sangat luas. Rumah yang dihadiahkan ke dua orang tuanya kepada Tae Ik.

=flashback end=
Tae Ik tak sanggup menahan air mata yang sedaritadi ingin jatuh. Isak tangis terdengar dan kata “Ayah maafkan aku” terlontar dari bibir Tae Ik. Entah kesalahan apa yang sudah dilakukannya sehingga dirinya meminta maaf kepada mendiang Ayahnya.

Tae Ik kembali ke mobil. Bayangan Man Ok yang disakiti fansnya, Direktur Lee yang berdebat dengannya kemarin dan ucapan Kang Hwi tadi siang menari-nari di kepalanya. Tae Ik menatap layar ponselnya, 32 panggilan tak terjawab.
Menghilangnya Tae Ik secara mendadak membuat semuanya panik tak terkecuali Man Ok yang sedang menemani Kang Hwi ke rumah sakit. Direktur Lee meradang, konferensi pers untuk album terbaru Tae Ik akan segera digelar.
Para wartawan mulai gelisah, sudah 1 jam mereka menunggu tapi Tae Ik sama sekali belum muncul dan dengan terpaksa Direktur Lee harus membatalkan pertemuan hari ini… tapi tunggu dulu, pintu terbuka dan muncullah sosok yang sedaritadi dinantikan.
Tae Ik memberi hormat kepada seluruh wartawan yang hadir dan mengambil posisi di samping Direktur Lee.

“Pertama ijinkan aku meminta maaf karena telah membuat kalian menunggu begitu lama. Hari ini aku datang bukan untuk memperkenalkan album soloku (semua mata tertuju pada Tae Ik tak terkecuali Direktur Lee), aku datang kesini untuk mengungkap kebenaran. Artikel yang menyatakan pertunangan palsuku aku yakin kalian semua telah melihatnya. Artikel itu adalah yang sebenarnya, aku telah menipu semua orang”.

Jepretan kamera semakin banyak terdengar, semua wartawan yang hadir terkejut dengan pengakuan mendadak Tae Ik.
Sementara itu di sebuah taxi terlihat Man Ok dan Kang Hwi. Kang Hwi berusaha menenangkan Man Ok yang sedaritadi terus saja gelisah memikirkan keberadaan Tae Ik… Tiba-tiba Hp Man Ok berdering. Go Dong mengabarkan jika Tae Ik sudah berada di ruang pertemuan dan melarang Man Ok untuk datang karena masalah besar sedang terjadi sekarang.

Kembali ke Tae Ik

“Jang Man Ok tak bertanggung jawab atas semua kekacauan ini, semuanya dimulai karena tindakanku sendiri, aku bertanggung jawab atas semuanya. Jadi, aku akan bertanggung jawab atas semua ini dan meninggalkan U Entertainment” ucap Tae Ik mengakhiri pembicaraannya. 
Direktur Lee yang duduk tepat disamping Tae Ik menunjukkan wajah murka.. Tae Ik telah berani melanggarnya, membantahnya dan mengundurkan diri dari agensinya…
“kamu gila, apa yang kamu lakukan sekarang?” teriak Direktur Lee saat dirinya dan Tae Ik berada jauh dalam jangkauan wartawan
“aku takkan melakukannya lagi, menjadi bonekamu!!!” teriak balik Tae Ik dan menepis ke dua tangan Direktur Lee yang menggenggam erat lengannya dan seolah ingin menelannya hidup-hidup
“beraninya kamu mengkhianatiku? Kamu tak ingin kontrakmu? Kamu tahu jika kamu melakukan ini kamu melanggar kontrak, bertanggung jawab atas semua ini apa kamu yakin?”
“masalah kontrak, semuanya akan cukup dengan biaya pembatalan kan?”
“kamu akan pergi dan menyerahkan Full House?”
“siapa bilang aku menyerah? Tanpamu aku akan mulai dari awal dan meraih kembali posisiku, aku akan mendapatkan semuanya kembali” jawab Tae Ik

Man Ok dan Kang Hwi tiba di ruang konferensi sayang konferensi pers telah selesai dan yang terlihat hanya beberapa wartawan yang berseliweran menghubungi rekan mereka untuk segera mengumumkan berita tentang mundurnya Tae Ik secara sukarela. Man Ok bergegas menyusul Tae Ik karena Man Ok yakin Tae Ik sekarang kembali ke Full House.
Direktur Lee mengenali sosok yang berdiri tak jauh darinya dan mengajaknya bicara empat mata. Satu mangsa lepas, masih ada sasaran lainnya. Tatapan tak percaya ditunjukkan Kang Hwi. Setelah mengusirnya, mencampakkannya dan memfitnahnya sekarang Direktur Lee memintanya kembali…
“matamu sedang sakit kan? Tak lama lagi kamu akan buta dalam satu tahun” ucap Direktur Lee saat Kang Hwi beranjak pergi meninggalkannya
“apa yang kamu rencanakan?” Tanya Kang Hwi sedikit terkejut. Kang Hwi sudah bisa menebak apa yang berada di pikiran Direktur Lee… pria yang selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan.
Di Full House
Tae Ik melemparkan pandangan ke setiap sudut Full House. Tempat yang sekarang dipijaknya adalah tempat pertama kali dimana Tae Ik melihat Full House sebagai hadiah dari ke dua orang tuanya da di tempat ini pulalah Tae Ik akan melihatnya untuk terakhir kalinya.
Sebuah taxi berhenti di depan Full House. Man Ok turun dan berlari tergesa-gesa memasuki Full House. Nama Tae Ik terus diteriakkannya tetapi tidak ada jawaban, kamarnya pun kosong tak berpenghuni. Begitupun dengan seluruh pakaiannya telah dikosongkan… Tae Ik benar-benar pergi!!!

Kepergian Tae Ik dan keputusannya meninggalkan perusahaan sampai juga di telinga Manager Hwang. Apa yang sudah dilakukan Direktur Lee sampai Tae Ik pergi seperti ini bahkan tanpa sempat mengucapkan say good bye pada dirinya.
Kemarahan tergambar jelas di wajah Manager Hwang… kali ini Direktur Lee sudah keterlaluan, memaksa mereka bekerja seperti robot dan tidak pernah memperlakukan Tae Ik dan yang lainnya sebagaimana mestinya… Manager Hwang memperingatkan Direktur Lee untuk tak berbuat seperti ini lagi untuk mendapatkan kesuksesan dengan cara menghancurkan kehidupan orang lain, karena tak selamanya dirinya berada di posisi seperti ini, akan ada masanya roda kehidupan berputar…
Tapi yang menjadi pertanyaan Direktur Lee, siapa yang telah membocorkan rahasia pertunangan Tae Ik dan Man Ok? Mungkinkah itu Se Ryeong?

Kang Hwi sedang berada dalam kondisi tak baik… keputusannya untuk menemui dokter setelah mendengar perkataan Direktur Lee yang mengatakan dirinya akan mengalami kebutaan akhirnya terbukti… Dokter memvonis Kang Hwi kemungkinan besar akan mengalami kebutaan.
Dalam kondisi mabuk, Kang Hwi berjalan sempoyongan dan berhenti di depan sebuah toko yang saat itu sedang diputar penampilan Take One. Kang Hwi mulai bernyanyi dengan suara yang tidak jelas. Beberapa orang yang lewat berhenti dan ikut menikmati penampilan Take One dari layar kaca… dan beberapa dari mereka menyadari kehadiran Kang Hwi dan beberapa yang lainnya meragukan jika itu Kang Hwi Take One… Maldo Andwae!!!
Go Dong, Manager Hwang dan Man Ok menghabiskan malam dengan minum soju di sebuah kedai.. Go Dong masih tak percaya jika Manager Hwang telah memutuskan untuk berhenti dari U Entertainment mengikuti jejak Tae Ik, ingin rasanya Go Dong mengikuti jejak Sunbaenya.
Sampai sekarang tidak ada kabar dari Tae Ik, jejaknya seolah sengaja dihapusnya. Man Ok meminta Go Dong untuk menghubungi teman-teman terdekat Tae Ik tetapi Tae Ik tak memiliki satu orang teman pun kecuali Kang Hwi.
Kang Hwi berjalan tak tentu arah… langkahnya terhenti di pinggir sebuah jembatan. Air mata menetes membanjiri wajah tampannya, Kang Hwi tak sanggup membendungnya dan menghentikan alirannya, kepercayaan hidupnya perlahan meredup ketika mengetahui kenyataan jika dirinya sebentar lagi tidak akan melihat dunia ini.
Keesokan harinya
Akibat kebanyakan minum bersama Manager Hwang dan Go Dong, Man Ok tertidur pulas. Bunyi Hp membangunkannya dan memaksanya untuk menjawab. Mata Man Ok seketika membulat ketika Manager Hwang memintanya untuk menyiapkan paspor dan mengemasi barang-barangnya serta menyuruhnya sekarang juga ke Bandara. Tae Ik telah ditemukan!!!

Jepang

Seorang pemuda tampan dengan kacamata hitam dan koper berjalan santai… tujuannya adalah taman ritsurin.
Di tempat lain tepatnya sebuah rumah pemandian air panas terlihat seorang wanita tengah menyajikan teh kepada pengunjung yang datang. Wanita tersebut melangkah ke luar rumah dan terkejut saat melihat sosok yang sangat dikenalnya dan dirindukannya selama ini, putra kesayangannya.
Wanita tersebut memeluk pemuda tersebut erat seolah sudah lama mereka tak bersua…. Rasa rindu seketika lenyap dan tergantikan dengan kebahagiaan. Pemuda tersebut merasakan hal yang sama, ya dia adalah Tae Ik yang saat ini berada di Jepang untuk menemui Ibunya.
Tae Ik terlihat sedih sekaligus senang bertemu dengan Ibunya… sedih karena sang Ibu menanyakan kabar Ayahnya dan tak sabar ingin bertemu dengan Ayah Tae Ik… seulas senyum dilemparkan Tae Ik pada Ibunya. Seorang wanita yang ikut duduk di ruangan tersebut meminta Ibu Tae Ik untuk menyediakan teh untuk Tae Ik, bukan untuk menghalanginya bersama dengan anaknya tetapi banyak hal yang ingin dibicarakannya dengan Tae Ik.
“Ibumu sudah jauh lebih baik, dia sudah jauh lebih baik sekarang jadi kamu tidak perlu khawatir”
“maafkan aku karena tak sering menelepon dan meninggalkannya dalam pengawasanmu” ucap Tae Ik
“jangan berkata seperti itu, sebelum dia jadi ibumu dia adalah adikku, kita harus saling membantu” jawab Bibi Tae Ik

Bibi Tae Ik membawa Tae Ik ke sebuah kamar. Bibi meminta Tae Ik untuk istirahat dan menetap beberapa hari di Jepang sebelum kembali ke rutinitas hariannya, menetap untuk menemani Ibunya yang sudah lama ditinggalkannya. Kabar mengundurnya Tae Ik dari U Entertainment telah diketahui Bibinya tetapi sengaja disembunyikannya walaupun pada akhirnya Tae Ik mengetahuinya dari beberapa Koran yang berserakan di atas meja.

Tae Ik memandangi sebuah jembatan.. bayangan kejadian 5 tahun lalu kembali diingatnya
=flashback=

Tae Ik membawa Ibunya bertemu dengan sang Bibi. Tae Ik meminta tolong kepada Bibinya untuk menjaga Ibunya. Kondisi Ibu Tae Ik yang sedang terguncang pasca meninggalnya sang suami dan hilangnya Full House membuat Tae Ik mengambil keputusan berat ini. Ibunya yang seolah menghapus kenyataan jika suaminya telah meninggal membuat Tae Ik semakin sedih…

=flashback end=
Tae Ik kembali ke pemandian air panas… beberapa orang mengenalinya dan seketika menyerbunya dan berusaha mengambil foto Tae Ik. Dari kejauhan terlihat Ibu Tae Ik berteriak histeris dan menyangka jika fans Tae Ik adalah orang-orang yang ingin merebut Full House. Tae Ik berusaha melepaskan diri dari kerumunan fansnya dan meminta mereka untuk tak mengambil foto Ibunya.

Sekarang Tae Ik dan Ibunya berada di pinggir kolam. Mereka memberi makan ikan mas dan kenangan masa kecil Tae Ik kembali diucapkan Ibu Tae Ik. Betapa takutnya Tae Ik dengan kucing dan anjing tetapi tidak takut dengan ikan mas. Tae Ik tersenyum dan berucap jika mereka juga terlihat menakutkan apalagi jika bergerombol.
Tae Ik mengajak Ibunya kembali ke pemandian air panas… suara seorang pria terdengar sangat familiar di telinga Tae Ik begitupun dengan senyuman seorang gadis yang menyambutnya… Manager Hwang dan Man Ok!!!
=BERSAMBUNG=


Written & Image by : DewiRf [Blog]
Posted Only : Pelangidrama.net
DON'T REPOST TO OTHER SITE!!!!
Hargai Kerja Keras Penulis
Read more...

[Recaps C-Drama] The Bride with White Hair Episode 5-9

3 comments
Sinopsis The Bride with White Hair

Ni hao readers PD, tidak terasa sudah lama berlalu sejak sinop episode ke 4 bride white hair ini, ada yang sudah gregetan dengan lanjutan kisah Yi Hang dan Ni Chang ???? :D, yup kalo begitu ga berpanjang lebar tinggi lagi, ayo.... 1…2…3… go !
~The Bride with White Hair~

Dengan berakhirnya kasus uang putra mahkota, maka ke 4 murid Wudang pun akhirnya kembali ke perguruan mereka. Kedatangan mereka disambut oleh ke 3 guru besar Wudang. Yi Hang, yang sebelumnya diperintahkan untuk melakukan penyelidikan rahasia terhadap Ming Yue Xia, akhirnya mengatakan dengan jelas kepada gurunya tentang anggota Ming Yue Xia yang telah membagikan uang dari putra mahkota untuk para korban bencana alam. Akan tetapi, pernyataan gurunya yang tidak mempercayai kebaikan dari Yu luo Cha membuat Yi Hang bertanya – tanya, dendam apa sebenarnya diantara gurunya dan Yu Luo Cha ?.
 
Pertarungan istana semakin ketat, apalagi setelah kaisar memerintahkan untuk mencari Qin Nan yang telah menghilang sejak lama. Bahkan kaisar sendiri mengatakan, barang siapa yang menemukan Qin Nan maka dialah yang pantas memimpin dunia. Maka Jin Yi Wei, Dong Chang, dan Wudang pun kembali berlomba, mencari tahu jejak Qin Nan. Wudang kembali memerintahkan Yi Hang untuk turun gunung mencari tahu jejak Qin Nan. Gurunya tersebutpun tidak lupa mengingatkan Yi Hang akan pentingnya Qin Nan bagi keselamatan dunia. Tidak ingin kalah dari Wudang, pimpinan Jin Yi Wei pun segera memerintahkan Yue Ming Ke untuk mencari jejak Qin Nan.
 
Sementara itu, Ni Chang yang terkena racun Dong Chang, akhirnya bertemu dengan Tie Fei Long di kediamannya. Rencana awal Ni Chang untuk berobat, tanpa disangka ternyata menjadi pembuka tabir tentang keberadaan gurunya, Ling Mu Hua, sang Yu Luo Cha. Dimulai dari surat rahasia Tie San Hu yang membuat Ni Chang penasaran
“Jika ingin mencari tahu mengenai Yu Luo Cha, segeralah ke taman bambu”
 
Maka tanpa pikir panjang lagi, Ni Changpun melangkah menuju tempat rahasia Tie Fei Long di taman bambu. Betapa terkejutnya ia ketika menemukan seseorang yang mirip sekali dengan Tie Fei Long, sedang terikat di dalam. Ni Chang berusaha menolongnya, akan tetapi tidak berhasil memutuskan rantai pengikatnya. Saat ia keluar akan mencari bantuan, ia bertemu Tie Fei Long yang kemudian berusaha meyakinkan Ni Chang bahwa apa yang dilihatnya hanyalah halusinasi, pengaruh dari efek racun yang sedang dilatihnya di kamar rahasia tersebut. Marah karena kelakuan Ni Chang, Tie Fei Long akhirnya dengan terpaksa meminta Ni Chang meninggalkan kediamannya.
Apakah yang dilihat Ni Chang hanyalah halusinasi ?, sepanjang perjalanan ia memikirkannya. Sesampainya ia dan Baimi di sebuah tempat penginapan, pikirannya teralih ketika seorang penjual bingtang hulu lewat di depannya. Tiba – tiba dari arah belakang, terdengar sebuah suara memanggil namanya. Betapa terkejutnya ia, ketika ia berbalik, melihat Yi Hang dengan tersenyum, berdiri tepat didepannya sambil mengulurkan sebatang permen bingtang hulu untuknya. Nichang tersenyum balik kepadanya, akan tetapi tiba – tiba teringat lagi bingtang hulunya yang malam itu diambil oleh Er Hua, membuat senyum Ni Chang menghilang. Ia memukul tangan Yi Hang, membuat bingtang hulu yang disodorkan Yi Hang akhirnya jatuh ke tanah
“Aku tidak perlu kepura – puraanmu”.
 
Yi Hang yang kaget, akan tetapi segera menahan tangan Ni Chang yang akan pergi. Dengan suara memohon, ia meminta maaf  dan menjelaskan kejadian malam itu, sehingga ia terlambat, dan betapa ia mengkhawatirkan Ni Chang.
“Kamu tidak tahu, betapa inginnya aku bertemu denganmu. Aku fikir kita sudah ….. sudah menjadi teman baik”.
Jawaban yang benar – benar tidak terduga dari Ni Chang, bahwa ia hanya menganggap mereka bertemu sesaat, dan Yi Hang sudah salah paham padanya. Ini membuat Yi Hang dengan wajah sedih akhirnya melepaskan tangan Ni Chang dan berjanji tidak akan mengganggunya lagi.
Malam hari, Yi Hang dengan perasaan galau bertanya – tanya pada dirinya, kenapa ia tidak bisa melupakan Ni Chang, mengapa ia tidak bisa menutup hatinya pada Ni Chang ?. Saat ia mengangkat kepalanya, ia terkejut, ternyata Ni Chang yang berada tidak jauh darinya sedang memandangnya. Ni Chang yang melihat loncengnya berada di tangan Yi Hang segera mendatangi Yi Hang, meminta loncengnya kembali, tapi Yi Hang malah menolak memberikannya, dengan marah ia meluapkan perasaannya saat Ni Chang hanya menganggap mereka hanya bertemu sesaat, bahkan tidak bisa dianggap sebagai teman. Ni Chang pun tidak mau kalah, masih juga keras kepala.
“Bukankah aku sudah bilang kita hanya kebetulan bertemu ?, Mulai sekarang tidak seharusnya kamu menyimpan aku di hatimu”
“Kalau begitu sejak awal, kamu seharusnya tidak membuka pintu hatiku. Begitu pintu ini terbuka, tidak bisa tertutup lagi”
“Waktu bisa menghapus segalanya, lama, pintu hatimu akan tertutup lagi”.
“Kalau begitu tunggu sampai pintu hatiku tertutup, baru aku kembalikan lonceng ini kepadamu”.
 
Dalam kesendiriannya setelah kembali ke penginapannya, Ni Chang merenung, yang dilakukannya tidaklah salah, karena ia dari perguruan Ming Yue Xia, maka semakin jauh dirinya dari Yi Hang itu semakin baik. Akal sehatnyapun kembali. Dengan langkah bergegas ia kembali ke kediaman Tie Fei Long, dan dengan diam – diam berhasil menyusup masuk ke taman bambu. Kecurigaannya benar, orang yang terikat di dalam sana ternyata bukan halusinasinya. Ternyata orang yang terikat itu tidak lain adalah Tie Fei Hu, saudara kembar Tie Fei long, yang juga merupakan adik seperguruan gurunya, Ling Mu Hua.
“Gurumu, mungkin sudah mati.”
 
Betapa sedihnya Ni Chang, apalagi setelah mendengar bahwa Tie Fei Long lah yang mendorong jatuh Ling Mu Hua ke jurang, setelah terlebih dahulu meracuninya untuk mendapatkan kitab pedang Tian Lang milik Ling Mu Hua. Berita ini membuat Ni Chang gelap mata, dan menantang Tie Fe Long. Tapi kekuatannya belum bisa menandingi Tie Fei Long, sehingga akhirnya ia terdesak. Beruntung, Yi Hang yang sejak awal mengikuti Ni Chang tanpa sepengetahuan Ni Chang, akhirnya keluar menolongnya. Mereka bersatu, sehingga membuat Tie Fei Long berhasil kabur. Ni Chang yang mengejarnya tidak berhasil menemukannya.
 
Akhirnya Ni Chang hanya bisa melampiaskan kemarahannya di tepi sungai. Dengan menangis, ia menceritakan tentang kematian gurunya kepada Yi Hang, dan keinginannya untuk membalas dendam kepada Tie Fei Long. Yi Hang yang terus menemaninya, hanya bisa menasehatinya.
“Jangan biarkan dendam menghapus kebijaksanaanmu, dendam tidak seharusnya menjadi keseluruhan hidupmu”.
 
Bagaimana nasib Tie Fei Hu ?, setelah diberikan kunci oleh Ni Chang, Tie Fei Hu segera kabur, Tie San Hu kemudian tidak menyia – nyiakan ini. Ia bahkan berhasil menipu Tie Fei Hu dan ayahnya sendiri, Tie Fei Long, dan membawa kabur kitab pedang Tian Lang yang sebelumnya disembunyikan oleh Tie Fei Hu atas perintah Ling Mu Hua.
 
Esoknya, Ni Chang yang bermimpi dirinya sedang kumat dan melukai Yi Hang, akhirnya terbangun dan mendapati dirinya masih berada di tepi sungai. Yi Hang yang melihat Ni Chang sudah sadar segera membawa air untuknya. Melihat perhatian Yi Hang padanya, membuat Ni Chang kembali tergugah, apalagi setelah menyadari bahwa Yi Hang terluka karena menyelamatkannya
“Kamu itu bodoh ya, aku seperti ini padamu, tapi kamu tetap melindungiku”.
Kata – kata Ni Chang ini membuat Yi Hang tesenyum, dengan berani ia menggenggam tangan Ni Chang dan meminta Ni Chang berjanji padanya untuk tidak mencari bahaya dengan membalas dendam kepada Tie Fei Long. Dari kejauhan ternyata Yue Ming Ke menyaksikan mereka berdua. Ni Chang yang menyadari hal ini kemudian meminta Yi Hang untuk mencari buah untuknya. Setelah Yi Hang pergi, barulah Yue Ming Ke keluar dari persembunyiannya, dan berbicara dengannya.
 
“Aku bertanya – tanya mengapa nona Lian bersama dengan Zhuo Yi Hang. Aku takut nona Lian dimanfaatkan. Aku mengkhawatirkan penyakit nona Lian. Aku takut penyakitmu kambuh, dan juga aku ingin tahu apa ada yang bisa aku bantu ?”.
Mendengar ucapan tulus dari Yue Ming Ke ini membuat Ni Chang justru semakin emosi, tetapi ia segera mengingat perjanjian Ming Yue Xia dan Jin Yi Wei dan meminta Yue Ming Ke bersiap menunggu kabar darinya. Ia pun meninggalkan Yue Ming Ke, berjalan menjauh.
Yi Hang dengan perasaan gembira membawa banyak buah untuk Ni Chang. Tanpa disangka, ia bertemu dengan Er Hua yang lagi-lagi ingin mengambil buah yang dipegang Yi Hang. Emosi Ni Chang kumat melihat hal itu. Tetapi Yi Hang yang rupanya tidak mengerti perasaan Ni Chang saat itu malah mendekati Ni Chang dan berusaha memberikan buah yang dipegangnya. Terang saja, hal itu membuat Ni Chang bukannya menerima buah tersebut, malah langsung menampik tangan Yi Hang. Buah – buah tersebut berjatuhan, Ni Changpun berbalik pergi. Yi Hang yang kaget, kemudian menyusulnya, meninggalkan Er Hua di belakang mereka, bertanya – tanya
“Rupanya dia pemilik lonceng yang disimpan oleh kakak seperguruan Zhuo ?”.
 
Yi Hang kembali ke penginapan, tetapi terlambat, karena Ni Chang dan Baimi sudah pergi. Maka dengan wajah sedih, iapun keluar dari penginapan. Melihat Yi Hang yang tampak sedih, Xi Long Zi pun menghampirinya. Menyadari bahwa Yi Hang kali ini benar – benar sedang jatuh cinta, Xi Long Zi akhirnya tidak bisa menahan diri dan menceritakan perasaan Er Hua padanya. Yi Hang hanya bisa menanggapinya dengan diam seribu bahasa. Tetapi kemudian ia memilih menjelaskan perasaannya kepada Er Hua.
 
“Kami menganggap dirimu sebagai adik kandung, perasaan persaudaraan ini tidak akan berubah selamanya”.
Mendengar hal itu, Er Hua pun mengerti, bahwa di hati saudara seperguruannya memang hanya ada Ni Chang.
 
Dengan perasaan gundah Yi Hang kembali ke kamarnya, akan tetapi seseorang memancingnya keluar. Rupanya orang itu adalah Yue Ming Ke yang ingin mengajaknya bertarung. Yi Hang menerima ajakan bertarung Yue Ming Ke, tapi kekuatan Yue Ming Ke memang tidak bisa ia tandingi, apalagi tangannya tengah terluka. Untung saja saat Yi Hang terdesak, Ni Chang datang menolongnya. Ni Chang tahu persis Yue Ming Ke tidak berani melukainya. Maka iapun mengancam Yue Ming Ke untuk melepaskan Yi Hang. Ini membuat Yi Hang terheran – heran, apalagi setelah mendengar bahwa ternyata ada perjanjian di antara Ni Chang dan Yue Ming Ke.
“Kamu sebenarnya siapa ?, mengapa selalu begitu rahasia ?, Mengapa bisa berhubungan dengan Yue Ming Ke ?
Esok harinya, saat Er Hua dan Xi Long Zi menjemput Shao Nan dan guru mereka, mereka berdua tanpa sengaja melihat prajurit Ming Yue Xia. Er Hua membuntuti mereka, sedangkan Xi Long Zi pergi memberitahu Yi Hang. Begitu banyak orang – orang Ming Yue Xia yang berkumpul membuat Er Hua bertanya – tanya. Keheranannya bertambah saat ia melihat Yu Luo Cha (Ni Chang yang sedang menyamar) mengumumkan di depan pasukannya, agar menangkap Tie Fei Long hidup ataupun mati. Yu Luo Cha pun menyampaikan syarat kepada Yue Ming Ke, Ming Yue Xia akan bekerja sama dengan Jin Yi Wei jika Jin Yi Wei berhasil membunuh Tie Fei Long. Er Hua cukup puas mendengar hal ini, akan tetapi saat akan pergi, prajurit Ming Yue Xia menyadari kehadirannya. Kecerobohan Er Hua ini harus dibayar dengan mahal. Ia hampir saja terbunuh, tetapi untung saja Yi Hang segera muncul. Yi Hang pun berusaha agar dirinyalah yang ditahan dan dibunuh, asalkan Er Hua dibebaskan. Keadaan semakin sulit saat tiba – tiba Shao Nan muncul dengan menyandera Jiu Niang. Maka Yu Luo Cha terpaksa menyetujui pertukaran. Akan tetapi, kecelakaan terjadi, Shao Nan tanpa sengaja membunuh Jiu Niang.
 
Dalam keadaan sekarat, Jiu Niang meminta Ni Chang untuk bersungguh – sungguh mencari Yu Luo Cha. Ini membuat air mata Ni Chang tumpah, ia tidak bisa lagi menahan dirinya dan menceritakan segalanya kepada Jiu Niang bahwa gurunya kemungkinan besar telah mati terbunuh oleh Tie Fei Long.
“Bagaimanapun, dengan cara apapun, kamu harus menemukan kitab pedang Tian Lang. Jika tidak, begitu sampai bulan purnama, kamu akan mengalami penderitaan besar. Jangan memaksa dirimu, jika kamu membunuh Gen Shao Nan, maka kamu pasti akan menyesal”.
Setelah mengatakan itu, Jiu Niang akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya.
 
Kematian Jiu Niang merupakan pukulan terbesar bagi Ni Chang, setelah gurunya, sekarang ia juga harus kehilangan Jiu Niang yang selama ini merawatnya. Kini ia harus seorang diri mengurus Ming Yue Xia. Dendamnya pada Wudang dan Gen Shao Nan begitu besar, hingga di depan pasukannya ia memerintahkan agar membunuh Shao Nan sebagai pembalasan terhadap Jiu Niang.
 
Sementara itu di penginapan, Yi Hang memikirkan kembali kejadian ini, memikirkan kembali sewaktu Yu Luo Cha datang menyelamatkan mereka ketika mereka sedang ditahan oleh Jin Yi Wei, mengingat Ni Chang yang ingin membunuh Tie Fei Long, dan kemudian teringat ucapan Er Hua sesaat setelah mereka selamat, bahwa dalam rapat Ming Yue Xia tersebut, Yu Luo Cha memerintahkan pasukannya untuk membunuh Tie Fei Long. Hal ini semakin menambah kecurigaannya, iapun berfikir, apakah Ni Chang yang sebenarnya meminta kepada Yu Luo Cha ?.
 
Adanya persoalan dendam di antara Ming Yue Xia dan Wudang membuat guru Wudang memutuskan agar mereka kembali dulu ke Wudang untuk berkonsultasi dengan sang pimpinan Wudang. Tetapi Yi Hang dan Xi Long Zi mengabaikan perintah itu. Dengan rasa penasaran yang tinggi, Yi Hang malah mengikuti Tie Fei Long sehingga akhirnya ia berhasil bertemu dengan Ni Chang yang ketika itu juga tengah mengejar jejak Tie Fei Long. Saat itu, Yi Hang akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang selama ini dipendamnya,
“Kamu mau membunuh Tie Fei Long, Yu Luo Cha juga mau membunuh Tie Fei Long. Apa sebenarnya hubungan antara kamu dengan Ming Yue Xia?, Apa hubungan masalah ini denganmu ?. Kamu tidak ingin mengatakannya atau tidak berani mengatakannya ?.   Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan ?”.
Serangkaian pertanyaan ini membuat Ni Chang hanya bisa terdiam, sambil melepaskan tangannya yang dipegang oleh Yi Hang, iapun pergi, membuat Yi Hang mendesa.
“Sebenarnya, aku berharap kamu tidak ada hubungan dengan Yu Luo Cha”.
Perburuan Tie Fei Long makin sulit, karena sulitnya dibedakan antara ia dan saudara kembarnya Tie Fei Hu, sampai – sampai Ni Chang beberapa kali berhasil dikelabui oleh Tie Fei Long. Suatu hari, ia menangkap Tie Fei Hu dan mengira dia adalah Tie Fei Long. Untung saja Ni Chang melihat bekas luka di tangan Tie Fei Hu yang membuatnya yakin bahwa yang ditangkapnya benar – benar Tie Fei Hu. Dari Tie Fei Hu, Ni Chang akhirnya tahu bahwa kitab pedang Tian Lang yang ditinggalkan gurunya untuknya ternyata dicuri oleh Tie San Hu. Maka dengan tergesa – gesa, Ni Chang segera kembali ke kota tempat Yue Ming Ke yang sebelumnya sudah menangkap Tie San Hu. Tapi saat ia mendesak Tie San Hu untuk mengembalikan kitab tersebut, Tie San Hu malah mengeluarkan racunnnya dan melarikan diri.
 
Ni Chang hampir saja terkena racun Tie San Hu tapi untung saja Yue Ming Ke segera menolongnya, dan dengan wajah penuh perhatian ia meminta Ni Chang untuk tidak mencari bahaya dengan mengejar Tie Fei Long, biarlah ia saja yang mengejar Tie Fei Long untuknya (wow… perasaan Yue Ming Ke makin mendalam kayaknya nih sama Ni Chang :D ).
 
Di Wudang, ketua Wudang setelah mendengar berita tentang Jin Yi Wei yang bersekutu dengan Ming Yue Xia akhirnya berfikir keras, apalagi setelah mendengar berita bahwa Gen Shao Nan sudah membunuh Jiu Niang. Maka iapun meminta pendapat Tuan Wang yang merupakan salah satu pembesar istana mengenai masalah ini, karena secara otomatis dengan bersatunya Jin Yie Wei dan Ming Yue Xia berarti menambah satu musuh lagi bagi mereka, dan akan makin membuat putra mahkota makin sulit untuk naik tahta. Tetapi, saat sedang berfikir apa yang harus dilakukan, tuan Wang tiba – tiba ingat jika anaknya Wang Zhao Xi dalam perjalanan menuju Ming Yue Xia untuk mencari tunangannya sejak kecil, Meng Qiu Xia.
Rupanya, jodoh memang mempertemukan Wang Zhao Xi dengan Meng Qiu Xia. Saat ia sedang menginap di sebuah penginapan, ia bertemu dengan Meng Qiu Xia dan pasukan Ming Yue Xia yang akan membawa Tie San Hu kembali ke Ming Yue Xia. Maka, tanpa sungkan, Wang Zhao Xi pun mengutarakan maksudnya untuk ikut bersama mereka ke Ming Yue Xia untuk menemui Meng Qiu Xia. Rupanya Wang Zhao Xi belum mengetahui nasib Meng Qiu Xia yang sebenarnya sudah mati, dan orang yang berada dihadapannya adalah Meng Qiu Xia palsu.
Tie Fei Long yang berada dalam kondisi terdesak akhirnya meminta tolong pada Jin Du Yi dari Dong Chang dan Hong Hua Gui Mu. Ia membocorkan kepada mereka rahasia bahwa Yu Luo Cha sudah meninggal, dan yang saat ini memimpin di Ming Yue Xia adalah Ni Chang, murid dari Yu Luo Cha. Hal ini membuat Jin Du Yi dan Hong Hua Gui Mu keheranan. Tetapi begitu mendengar tentang kitab pedang Tian Lang milik Yu Luo Cha, membuat mereka berdua tertarik dan bersedia bekerja sama dan melindungi Tie Fei Long asalkan Tie Fei Long bersedia mengajari mereka mengenai ilmu pedang Tian Lang.
Kabar bergabungnya Tie Fei Long dengan Dong Chang akhirnya sampai ke telinga Ni Chang. Ni Chang memahami kemungkinan Tie Fei Long telah membocorkan kematian Yu Luo Cha kepada Jin Du Yi, dan kemungkinan Jin Du Yi dan Tie Fei Long telah merencanakan sebuah jebakan untuknya, sehingga ia harus mengambil satu keputusan sulit, ia sendiri yang akan menyerang Jin Du Yi Dong Chang untuk membunuh Tie Fei Long.

Hal yang ditakutkanya ternyata benar – benar terjadi. Tie Fei Long telah merancang sebuah jebakan untuk Ni Chang. Saat Ni Chang menyerbu ke markas besar Dong Chang, Tie Fei Long dan pasukan Dong Chang sudah bersiap. Ni Chang yang seorang diri tidak sanggup mengalahkan Tie Fei Long, makin terdesak oleh Jin Du Yi dan pasukan Dong Chang. Saat Tie Fei Long mengeluarkan jurusnya untuk menghabisi Ni Chang, muncullah Yi Hang yang rupanya juga sudah mengetahui tentang bergabungnya Tie Fei Long ke pihak Dong Chang dan juga sudah membuntuti Tie Fei Long. Yi Hang segera menolong Ni Chang dan membawanya kabur, akan tetapi pisau Tie Fei Long berhasil mengenai punggung Yi Hang, membuatnya terluka. Mereka pun sepakat mundur dulu untuk mengobati luka Yi Hang, sambil menunggu kabar tentang Tie Fei Long dari  Xi Long Zi.

Jin Du Yi yang emosi tingkat dewa karena tidak berhasil membunuh Ni Chang akhirnya mengadu kepada istrinya, Hong Hua Gui Mu. Menyadari Yi Hang yang telah beberapa kali menolong Ni Chang membuat Hong Hua Gui Mu berfikir akan kemungkinan Yi Hang menyukai Ni Chang
“Wu Dang dan Ming Yue Xia dari dulu seperti air dan api, kalau saja dia mengetahui bahwa Lian Ni Chang adalah Yu Luo Cha, pasti akan ada pertunjukan yang bagus”.
Suaminya kebingungan mendengar pernyataan istrinya ini, apa sebenarnya rencana Hong Hua Gui Mu untuk Ni Chang dan Yi Hang ?.
Tanpa mengetahui rencana jahat Hong Hua Gui Mu kepada mereka berdua, Yi Hang dan Ni Chang saat itu justru masih beristirahat menyembuhkan luka Yi Hang. Saat Yi Hang tersadar, dengan kondisi yang sudah membaik, ia masih berusaha bertanya kepada Ni Chang tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan mengingatkan Ni Chang tentang Dong Chang. Tapi Ni Chang masih juga keras kepala, tidak peduli cara apapun, ia akan tetap berusaha membunuh Tie Fei Long, kata – katanya itu akhirnya membuat Yi Hang hanya bisa menatapnya tak berdaya
“Apakah dendam itu sangat penting ?. Pantaskah kamu mengganti semuanya?”.
Tatapan mata tajam dari Ni Chang menjawab pertanyaannya itu, ia memang harus melakukannya.
 
Saat mereka berdua berjalan – jalan ke air terjun di dekat gua tempat mereka berdua pernah terjebak, rasa cemas Yi Hang terpancar dari wajahnya saat memandang wajah Ni Chang, tetapi ia tidak mengatakan apa – apa. Sebenarnya Ni Chang memahami perasaan hati Yi Hang, tetapi ia tahu, jika saja Yi Hang tahu dirinya adalah  Yu Luo Cha, takutnya semuanya tidak akan sama lagi.

Saat kembali ke penginapan, Ni Chang kembali lagi dengan trik jitunya. Dengan alasan ingin sekali makan bingtang hulu, dengan tersenyum manis ia meminta tolong kepada Yi Hang untuk membeli satu untuknya. Hal ini membuat Yi Hang tersenyum. Maka iapun segera berlalu pergi mencari bingtang hulu.
 
Di tengah jalan, ia bertemu dengan Xi Long Zi yang mengabarkan padanya tentang kakak tertua mereka, Gen Shao Nan yang telah ditangkap oleh Hong Hua Gui Mu, disertai pesan jika mereka ingin menyelamatkan Gen Shao Nan, maka Hong Hua Gui Mu menunggu mereka di Wu Li Po. Yi Hang yang merasa ada yang janggal dengan berita tersebut, makin heran mendapati Ni Chang sudah tidak ada di penginapan. Iapun memutuskan untuk datang ke Wu Li Po mengecek kebenaran berita tersebut.
Sementara itu, Ni Chang pun ternyata mendengar kabar yang sama dari Baimi. Pembalasan dendam untuk kematian Jiu Niang membakarnya. Maka, dengan menyamar menjadi Yu Luo Cha, iapun datang ke Wu Li Po. Rupanya inilah rencana dari Hong Hua Gui Mu dengan menggunakan Gen Shao Nan untuk memancing Yi Hang dan Yu Luo Cha keluar. Adu juruspun terjadi di antara mereka, sampai akhirnya Yu Luo Cha menyadari Gen Shao Nan yang ditawan Hong Hua Gui Mu palsu. Saat itu, tali sudah menjerati leher Yi Hang,
“Lepaskan topengmu, biarkan Yi Hang melihat wajahmu yang sebenarnya”
Ni Chang kebingungan, apakah ia harus melepaskan topengnya, membiarkan Yi Hang melihat wajah asli Yu Luo Cha yang sebenarnya adalah dia, ataukah ia akan membiarkan Hong Hua Gui Mu membunuh Yi Hang. Tapi akhirnya ia tak berdaya, di bawah tatapan mengancam dari Hong Hua Gui Mu, dan tatapan kesakitan dari Yi Hang, Ni Chang melepaskan topeng Yu Luo Cha, memperlihatkan wajah aslinya.
Tatapan tidak percaya terpancar dari wajah Yi Hang, Hong Hua Gui Mu sebaliknya justru tertawa gembira. Dengan suara tawanya yang membahana iapun meninggalkan Yi Hang yang masih menatap Ni Chang dengan pandangan kesakitan plus tidak percaya “Mengapa kamu ?” tanyanya. Ni Chang berbalik menghadapi Yi Hang, jika saja ia bisa memilih ia juga tidak berharap menjadi Yu Luo Cha, tapi ini sebuah keharusan untuknya.
“Apakah kamu yang menolongku saat di Jin Yi Wei ?, Jika memang benar, mengapa tidak bisa melepaskan adik seperguruanku dan mengharuskan dia mati ?, Apa karena hubungan di antara  kita?, Sebenarnya ada perasaan apa kamu terhadapku ?, Apa tujuan Lian Ni Chang yang sebenarnya ?”
“Aku adalah Lian Ni Chang. Kamu adalah Zhuo Yi Hang. Rumahku adalah Ming Yue Xia, rumahmu adalah Wudang, dua dunia yang berbeda. Hal ini kamu yang lebih mengerti dari aku. Jika dari awal aku memberitahu kepadamu yang sebenarnya, apakah kamu akan tulus kepadaku?. Ming Yue Xia di mata kalian itu seperti apa, masih perlukah aku menjelaskan lebih banyak lagi?. Dari awal aku memang ingin memberitahu kepadamu, tapi pernahkah kamu berfikir mengapa aku tidak memberitahumu ?. Jika kamu dari awal sudah mengetahuinya, jalan kita hanya satu, berakhir”.
Yi Hang tidak bisa lagi menahan emosinya, dengan suara bergetar menahan air mata ia masih mempertanyakan keputusan Ni Chang yang merahasiakan semuanya, seharusnya Ni Chang memberi tahu segalanya agar mereka dapat menyelesaikannya bersama. Kata – kata Yi Hang itu membuat Ni Chang terlonjak, menatap Yi Hang dengan pandangan tidak percaya.
“Bersama – sama ?, Benarkah kita bisa bersama ?, Bisakah kamu melepaskan segalanya ?. Kamu mempunyai guru dan adik seperguruan, apakah kamu berani mengatakan kepada mereka kamu ingin mencintai siapapun yang ingin kamu cintai ?. Jika benar bisa, lalu sekarang juga bawa aku pergi. Bawa aku pergi. Sekarang juga bawa aku pergi”.
Dengan berapi – api Yi Hang menjawab tantangan Ni Chang. Dengan menggenggam tangan Ni Chang,          Yi Hang pun berkata akan membawa Ni Chang pulang kembali ke Wudang bersamanya, menjelaskan kepada gurunya tentang Ming Yue Xia yang sebenarnya.

Tapi tanpa disangka, Ni Chang tak bergerak sedikitpun. Malah tatapannya semakin tajam
“Semua yang dikatakan guruku memang benar, yang kalian cintai adalah diri sendiri, semuanya berfikir untuk kepentingan kalian sendiri. Kamu takut aku akan mempengaruhi masa depanmu dan jalan satu – satunya aku bersama denganmu adalah dengan ikut denganmu kembali ke Wudang. Benar kan?. Aku tidak ingin cinta seperti ini !. Kita pergi, kita berdua pergi sekarang juga. Jika kamu benar tulus kepadaku, jangan meminta aku untuk bergabung denganmu. Kamu bisa melepaskan semuanya, bukannya meminta agar aku ikut denganmu kembali ke Wudang. Aku bertanya kepadamu sekali lagi, bersediakah kamu melepaskan segalanya ?”.
Tajamnya tatapan mata Ni Chang yang dipenuhi air mata, menatap ke arah wajah Yi Hang yang dipenuhi keraguan. Ni Chang akhirnya hanya bisa menyeringai, jawaban Yi Hang sudah diketahuinya. Iapun berlalu sambil meneteskan air mata, meninggalkan Yi Hang yang air matanya kali ini tidak bisa lagi ditahannya, dan meninggalkan Yue Ming Ke yang diam – diam mengamati mereka dari kejauhan.

Beberapa hari kemudian, melihat kesedihan Yi Hang, Xi Long Zi tidak bisa menahan dirinya bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Kata – kata Yi Hang yang meminta Xi Long Zi untuk tidak menyebut – nyebut lagi tentang Lian Ni Chang setelah mereka kembali ke Wudang, malah membuat Xi Long Zi lebih bertanya – tanya, sebenarnya kakak seperguruannya kah yang melukai Ni Chang atau Ni Chang yang melukai kakak seperguruanya ?.
Malam bulan purnama, di dalam guanya penyakit Ni Chang kambuh. Jeritan Ni Chang membuat Yue Ming Ke yang berdiri di luar gua kemudian masuk ke dalam. Kesedihannya saat melihat keadaan Ni Chang yang begitu tampak menderita membuatnya tidak bisa menahan diri. Maka esok harinya dalam keadaan mabuk, saat ia melihat Yi Hang, iapun menantang Yi Hang berduel. Di tengah pertarungan, Ni Chang muncul, untuk melerai pertarungan mereka, dan juga mempertegas sikapnya bahwa mulai saat itu ia dan Yi Hang tidak ada hubungan apa – apa lagi.
Malam hari, Yue Ming Ke kembali menemui Ni Chang. Dengan perasaan khawatir ia mengakui bahwa ia juga sudah mengetahui bahwa Ni Changlah yang selama ini menyamar menjadi Yu Luo Cha dan Yu Luo Cha sudah mati. Iapun kembali mengingatkan Ni Chang tentang keadaan sulit mereka, Tie Fei Long yang meminta tolong kepada Dong Chang maka seharusnya Jin Du Yi Dong Chang sudah tahu tentang rahasia kematian Yu Luo Cha, jika berita itu tersebar, maka segala sesuatunya akan semakin sulit karena selama ini Dong Chang memang selalu ingin menghancurkan Ming Yue Xia, apalagi sekarang jika Wudang juga mengetahui tentang kematian Yu Luo Cha. Tetapi Ni Chang tetaplah Ni Chang, keputusannya sudah bulat, ia akan tetap menembus markas Dong Chang untuk membunuh Tie Fei Long.

~Bersambung~

written and image by Yuki [FB]
Only Posted on pelangidrama.net
Don't Repost to Other Site!!!
Read more...
 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here