Kumpulan Review Drama dan Movie
Kumpulan review drama, movie, dan variethy show mulai dari Korea, Jepang, Thailand... More
Sinopsis Drama Korea
Kumpulan sinopsis drama dan movie Korea... More
Sinopsis Drama Jepang
Kumpulan sinopsis drama dan movie Jepang... More
Sinopsis Drama Taiwan dan Cina
Kumpulan sinopsis drama dan movie Taiwan dan Cina... More
[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 9
Categories :
[Recaps C-Drama] The Bride with White Hair Episode 5-9
Categories :
Ni hao readers PD, tidak terasa sudah lama berlalu sejak sinop episode ke 4 bride white hair ini, ada yang sudah gregetan dengan lanjutan kisah Yi Hang dan Ni Chang ???? :D, yup kalo begitu ga berpanjang lebar tinggi lagi, ayo.... 1…2…3… go !
Pertarungan istana semakin ketat, apalagi setelah kaisar memerintahkan untuk mencari Qin Nan yang telah menghilang sejak lama. Bahkan kaisar sendiri mengatakan, barang siapa yang menemukan Qin Nan maka dialah yang pantas memimpin dunia. Maka Jin Yi Wei, Dong Chang, dan Wudang pun kembali berlomba, mencari tahu jejak Qin Nan. Wudang kembali memerintahkan Yi Hang untuk turun gunung mencari tahu jejak Qin Nan. Gurunya tersebutpun tidak lupa mengingatkan Yi Hang akan pentingnya Qin Nan bagi keselamatan dunia. Tidak ingin kalah dari Wudang, pimpinan Jin Yi Wei pun segera memerintahkan Yue Ming Ke untuk mencari jejak Qin Nan.
Sementara itu, Ni Chang yang terkena racun Dong Chang, akhirnya bertemu dengan Tie Fei Long di kediamannya. Rencana awal Ni Chang untuk berobat, tanpa disangka ternyata menjadi pembuka tabir tentang keberadaan gurunya, Ling Mu Hua, sang Yu Luo Cha. Dimulai dari surat rahasia Tie San Hu yang membuat Ni Chang penasaran
“Jika ingin mencari tahu mengenai Yu Luo Cha, segeralah ke taman bambu”Maka tanpa pikir panjang lagi, Ni Changpun melangkah menuju tempat rahasia Tie Fei Long di taman bambu. Betapa terkejutnya ia ketika menemukan seseorang yang mirip sekali dengan Tie Fei Long, sedang terikat di dalam. Ni Chang berusaha menolongnya, akan tetapi tidak berhasil memutuskan rantai pengikatnya. Saat ia keluar akan mencari bantuan, ia bertemu Tie Fei Long yang kemudian berusaha meyakinkan Ni Chang bahwa apa yang dilihatnya hanyalah halusinasi, pengaruh dari efek racun yang sedang dilatihnya di kamar rahasia tersebut. Marah karena kelakuan Ni Chang, Tie Fei Long akhirnya dengan terpaksa meminta Ni Chang meninggalkan kediamannya.
Apakah yang dilihat Ni Chang hanyalah halusinasi ?, sepanjang perjalanan ia memikirkannya. Sesampainya ia dan Baimi di sebuah tempat penginapan, pikirannya teralih ketika seorang penjual bingtang hulu lewat di depannya. Tiba – tiba dari arah belakang, terdengar sebuah suara memanggil namanya. Betapa terkejutnya ia, ketika ia berbalik, melihat Yi Hang dengan tersenyum, berdiri tepat didepannya sambil mengulurkan sebatang permen bingtang hulu untuknya. Nichang tersenyum balik kepadanya, akan tetapi tiba – tiba teringat lagi bingtang hulunya yang malam itu diambil oleh Er Hua, membuat senyum Ni Chang menghilang. Ia memukul tangan Yi Hang, membuat bingtang hulu yang disodorkan Yi Hang akhirnya jatuh ke tanah
“Aku tidak perlu kepura – puraanmu”.Yi Hang yang kaget, akan tetapi segera menahan tangan Ni Chang yang akan pergi. Dengan suara memohon, ia meminta maaf dan menjelaskan kejadian malam itu, sehingga ia terlambat, dan betapa ia mengkhawatirkan Ni Chang.
“Kamu tidak tahu, betapa inginnya aku bertemu denganmu. Aku fikir kita sudah ….. sudah menjadi teman baik”.Jawaban yang benar – benar tidak terduga dari Ni Chang, bahwa ia hanya menganggap mereka bertemu sesaat, dan Yi Hang sudah salah paham padanya. Ini membuat Yi Hang dengan wajah sedih akhirnya melepaskan tangan Ni Chang dan berjanji tidak akan mengganggunya lagi.
Malam hari, Yi Hang dengan perasaan galau bertanya – tanya pada dirinya, kenapa ia tidak bisa melupakan Ni Chang, mengapa ia tidak bisa menutup hatinya pada Ni Chang ?. Saat ia mengangkat kepalanya, ia terkejut, ternyata Ni Chang yang berada tidak jauh darinya sedang memandangnya. Ni Chang yang melihat loncengnya berada di tangan Yi Hang segera mendatangi Yi Hang, meminta loncengnya kembali, tapi Yi Hang malah menolak memberikannya, dengan marah ia meluapkan perasaannya saat Ni Chang hanya menganggap mereka hanya bertemu sesaat, bahkan tidak bisa dianggap sebagai teman. Ni Chang pun tidak mau kalah, masih juga keras kepala.
“Bukankah aku sudah bilang kita hanya kebetulan bertemu ?, Mulai sekarang tidak seharusnya kamu menyimpan aku di hatimu”Dalam kesendiriannya setelah kembali ke penginapannya, Ni Chang merenung, yang dilakukannya tidaklah salah, karena ia dari perguruan Ming Yue Xia, maka semakin jauh dirinya dari Yi Hang itu semakin baik. Akal sehatnyapun kembali. Dengan langkah bergegas ia kembali ke kediaman Tie Fei Long, dan dengan diam – diam berhasil menyusup masuk ke taman bambu. Kecurigaannya benar, orang yang terikat di dalam sana ternyata bukan halusinasinya. Ternyata orang yang terikat itu tidak lain adalah Tie Fei Hu, saudara kembar Tie Fei long, yang juga merupakan adik seperguruan gurunya, Ling Mu Hua.
“Kalau begitu sejak awal, kamu seharusnya tidak membuka pintu hatiku. Begitu pintu ini terbuka, tidak bisa tertutup lagi”
“Waktu bisa menghapus segalanya, lama, pintu hatimu akan tertutup lagi”.
“Kalau begitu tunggu sampai pintu hatiku tertutup, baru aku kembalikan lonceng ini kepadamu”.
“Gurumu, mungkin sudah mati.”Betapa sedihnya Ni Chang, apalagi setelah mendengar bahwa Tie Fei Long lah yang mendorong jatuh Ling Mu Hua ke jurang, setelah terlebih dahulu meracuninya untuk mendapatkan kitab pedang Tian Lang milik Ling Mu Hua. Berita ini membuat Ni Chang gelap mata, dan menantang Tie Fe Long. Tapi kekuatannya belum bisa menandingi Tie Fei Long, sehingga akhirnya ia terdesak. Beruntung, Yi Hang yang sejak awal mengikuti Ni Chang tanpa sepengetahuan Ni Chang, akhirnya keluar menolongnya. Mereka bersatu, sehingga membuat Tie Fei Long berhasil kabur. Ni Chang yang mengejarnya tidak berhasil menemukannya.
Akhirnya Ni Chang hanya bisa melampiaskan kemarahannya di tepi sungai. Dengan menangis, ia menceritakan tentang kematian gurunya kepada Yi Hang, dan keinginannya untuk membalas dendam kepada Tie Fei Long. Yi Hang yang terus menemaninya, hanya bisa menasehatinya.
“Jangan biarkan dendam menghapus kebijaksanaanmu, dendam tidak seharusnya menjadi keseluruhan hidupmu”.Bagaimana nasib Tie Fei Hu ?, setelah diberikan kunci oleh Ni Chang, Tie Fei Hu segera kabur, Tie San Hu kemudian tidak menyia – nyiakan ini. Ia bahkan berhasil menipu Tie Fei Hu dan ayahnya sendiri, Tie Fei Long, dan membawa kabur kitab pedang Tian Lang yang sebelumnya disembunyikan oleh Tie Fei Hu atas perintah Ling Mu Hua.
Esoknya, Ni Chang yang bermimpi dirinya sedang kumat dan melukai Yi Hang, akhirnya terbangun dan mendapati dirinya masih berada di tepi sungai. Yi Hang yang melihat Ni Chang sudah sadar segera membawa air untuknya. Melihat perhatian Yi Hang padanya, membuat Ni Chang kembali tergugah, apalagi setelah menyadari bahwa Yi Hang terluka karena menyelamatkannya
“Kamu itu bodoh ya, aku seperti ini padamu, tapi kamu tetap melindungiku”.Kata – kata Ni Chang ini membuat Yi Hang tesenyum, dengan berani ia menggenggam tangan Ni Chang dan meminta Ni Chang berjanji padanya untuk tidak mencari bahaya dengan membalas dendam kepada Tie Fei Long. Dari kejauhan ternyata Yue Ming Ke menyaksikan mereka berdua. Ni Chang yang menyadari hal ini kemudian meminta Yi Hang untuk mencari buah untuknya. Setelah Yi Hang pergi, barulah Yue Ming Ke keluar dari persembunyiannya, dan berbicara dengannya.
“Aku bertanya – tanya mengapa nona Lian bersama dengan Zhuo Yi Hang. Aku takut nona Lian dimanfaatkan. Aku mengkhawatirkan penyakit nona Lian. Aku takut penyakitmu kambuh, dan juga aku ingin tahu apa ada yang bisa aku bantu ?”.Mendengar ucapan tulus dari Yue Ming Ke ini membuat Ni Chang justru semakin emosi, tetapi ia segera mengingat perjanjian Ming Yue Xia dan Jin Yi Wei dan meminta Yue Ming Ke bersiap menunggu kabar darinya. Ia pun meninggalkan Yue Ming Ke, berjalan menjauh.
Yi Hang dengan perasaan gembira membawa banyak buah untuk Ni Chang. Tanpa disangka, ia bertemu dengan Er Hua yang lagi-lagi ingin mengambil buah yang dipegang Yi Hang. Emosi Ni Chang kumat melihat hal itu. Tetapi Yi Hang yang rupanya tidak mengerti perasaan Ni Chang saat itu malah mendekati Ni Chang dan berusaha memberikan buah yang dipegangnya. Terang saja, hal itu membuat Ni Chang bukannya menerima buah tersebut, malah langsung menampik tangan Yi Hang. Buah – buah tersebut berjatuhan, Ni Changpun berbalik pergi. Yi Hang yang kaget, kemudian menyusulnya, meninggalkan Er Hua di belakang mereka, bertanya – tanya
“Rupanya dia pemilik lonceng yang disimpan oleh kakak seperguruan Zhuo ?”.Yi Hang kembali ke penginapan, tetapi terlambat, karena Ni Chang dan Baimi sudah pergi. Maka dengan wajah sedih, iapun keluar dari penginapan. Melihat Yi Hang yang tampak sedih, Xi Long Zi pun menghampirinya. Menyadari bahwa Yi Hang kali ini benar – benar sedang jatuh cinta, Xi Long Zi akhirnya tidak bisa menahan diri dan menceritakan perasaan Er Hua padanya. Yi Hang hanya bisa menanggapinya dengan diam seribu bahasa. Tetapi kemudian ia memilih menjelaskan perasaannya kepada Er Hua.
“Kami menganggap dirimu sebagai adik kandung, perasaan persaudaraan ini tidak akan berubah selamanya”.Mendengar hal itu, Er Hua pun mengerti, bahwa di hati saudara seperguruannya memang hanya ada Ni Chang.
Dengan perasaan gundah Yi Hang kembali ke kamarnya, akan tetapi seseorang memancingnya keluar. Rupanya orang itu adalah Yue Ming Ke yang ingin mengajaknya bertarung. Yi Hang menerima ajakan bertarung Yue Ming Ke, tapi kekuatan Yue Ming Ke memang tidak bisa ia tandingi, apalagi tangannya tengah terluka. Untung saja saat Yi Hang terdesak, Ni Chang datang menolongnya. Ni Chang tahu persis Yue Ming Ke tidak berani melukainya. Maka iapun mengancam Yue Ming Ke untuk melepaskan Yi Hang. Ini membuat Yi Hang terheran – heran, apalagi setelah mendengar bahwa ternyata ada perjanjian di antara Ni Chang dan Yue Ming Ke.
“Kamu sebenarnya siapa ?, mengapa selalu begitu rahasia ?, Mengapa bisa berhubungan dengan Yue Ming Ke ?Esok harinya, saat Er Hua dan Xi Long Zi menjemput Shao Nan dan guru mereka, mereka berdua tanpa sengaja melihat prajurit Ming Yue Xia. Er Hua membuntuti mereka, sedangkan Xi Long Zi pergi memberitahu Yi Hang. Begitu banyak orang – orang Ming Yue Xia yang berkumpul membuat Er Hua bertanya – tanya. Keheranannya bertambah saat ia melihat Yu Luo Cha (Ni Chang yang sedang menyamar) mengumumkan di depan pasukannya, agar menangkap Tie Fei Long hidup ataupun mati. Yu Luo Cha pun menyampaikan syarat kepada Yue Ming Ke, Ming Yue Xia akan bekerja sama dengan Jin Yi Wei jika Jin Yi Wei berhasil membunuh Tie Fei Long. Er Hua cukup puas mendengar hal ini, akan tetapi saat akan pergi, prajurit Ming Yue Xia menyadari kehadirannya. Kecerobohan Er Hua ini harus dibayar dengan mahal. Ia hampir saja terbunuh, tetapi untung saja Yi Hang segera muncul. Yi Hang pun berusaha agar dirinyalah yang ditahan dan dibunuh, asalkan Er Hua dibebaskan. Keadaan semakin sulit saat tiba – tiba Shao Nan muncul dengan menyandera Jiu Niang. Maka Yu Luo Cha terpaksa menyetujui pertukaran. Akan tetapi, kecelakaan terjadi, Shao Nan tanpa sengaja membunuh Jiu Niang.
Dalam keadaan sekarat, Jiu Niang meminta Ni Chang untuk bersungguh – sungguh mencari Yu Luo Cha. Ini membuat air mata Ni Chang tumpah, ia tidak bisa lagi menahan dirinya dan menceritakan segalanya kepada Jiu Niang bahwa gurunya kemungkinan besar telah mati terbunuh oleh Tie Fei Long.
“Bagaimanapun, dengan cara apapun, kamu harus menemukan kitab pedang Tian Lang. Jika tidak, begitu sampai bulan purnama, kamu akan mengalami penderitaan besar. Jangan memaksa dirimu, jika kamu membunuh Gen Shao Nan, maka kamu pasti akan menyesal”.Setelah mengatakan itu, Jiu Niang akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya.
Kematian Jiu Niang merupakan pukulan terbesar bagi Ni Chang, setelah gurunya, sekarang ia juga harus kehilangan Jiu Niang yang selama ini merawatnya. Kini ia harus seorang diri mengurus Ming Yue Xia. Dendamnya pada Wudang dan Gen Shao Nan begitu besar, hingga di depan pasukannya ia memerintahkan agar membunuh Shao Nan sebagai pembalasan terhadap Jiu Niang.
Sementara itu di penginapan, Yi Hang memikirkan kembali kejadian ini, memikirkan kembali sewaktu Yu Luo Cha datang menyelamatkan mereka ketika mereka sedang ditahan oleh Jin Yi Wei, mengingat Ni Chang yang ingin membunuh Tie Fei Long, dan kemudian teringat ucapan Er Hua sesaat setelah mereka selamat, bahwa dalam rapat Ming Yue Xia tersebut, Yu Luo Cha memerintahkan pasukannya untuk membunuh Tie Fei Long. Hal ini semakin menambah kecurigaannya, iapun berfikir, apakah Ni Chang yang sebenarnya meminta kepada Yu Luo Cha ?.
Adanya persoalan dendam di antara Ming Yue Xia dan Wudang membuat guru Wudang memutuskan agar mereka kembali dulu ke Wudang untuk berkonsultasi dengan sang pimpinan Wudang. Tetapi Yi Hang dan Xi Long Zi mengabaikan perintah itu. Dengan rasa penasaran yang tinggi, Yi Hang malah mengikuti Tie Fei Long sehingga akhirnya ia berhasil bertemu dengan Ni Chang yang ketika itu juga tengah mengejar jejak Tie Fei Long. Saat itu, Yi Hang akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang selama ini dipendamnya,
“Kamu mau membunuh Tie Fei Long, Yu Luo Cha juga mau membunuh Tie Fei Long. Apa sebenarnya hubungan antara kamu dengan Ming Yue Xia?, Apa hubungan masalah ini denganmu ?. Kamu tidak ingin mengatakannya atau tidak berani mengatakannya ?. Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan ?”.Serangkaian pertanyaan ini membuat Ni Chang hanya bisa terdiam, sambil melepaskan tangannya yang dipegang oleh Yi Hang, iapun pergi, membuat Yi Hang mendesa.
“Sebenarnya, aku berharap kamu tidak ada hubungan dengan Yu Luo Cha”.Perburuan Tie Fei Long makin sulit, karena sulitnya dibedakan antara ia dan saudara kembarnya Tie Fei Hu, sampai – sampai Ni Chang beberapa kali berhasil dikelabui oleh Tie Fei Long. Suatu hari, ia menangkap Tie Fei Hu dan mengira dia adalah Tie Fei Long. Untung saja Ni Chang melihat bekas luka di tangan Tie Fei Hu yang membuatnya yakin bahwa yang ditangkapnya benar – benar Tie Fei Hu. Dari Tie Fei Hu, Ni Chang akhirnya tahu bahwa kitab pedang Tian Lang yang ditinggalkan gurunya untuknya ternyata dicuri oleh Tie San Hu. Maka dengan tergesa – gesa, Ni Chang segera kembali ke kota tempat Yue Ming Ke yang sebelumnya sudah menangkap Tie San Hu. Tapi saat ia mendesak Tie San Hu untuk mengembalikan kitab tersebut, Tie San Hu malah mengeluarkan racunnnya dan melarikan diri.
Ni Chang hampir saja terkena racun Tie San Hu tapi untung saja Yue Ming Ke segera menolongnya, dan dengan wajah penuh perhatian ia meminta Ni Chang untuk tidak mencari bahaya dengan mengejar Tie Fei Long, biarlah ia saja yang mengejar Tie Fei Long untuknya (wow… perasaan Yue Ming Ke makin mendalam kayaknya nih sama Ni Chang :D ).
Di Wudang, ketua Wudang setelah mendengar berita tentang Jin Yi Wei yang bersekutu dengan Ming Yue Xia akhirnya berfikir keras, apalagi setelah mendengar berita bahwa Gen Shao Nan sudah membunuh Jiu Niang. Maka iapun meminta pendapat Tuan Wang yang merupakan salah satu pembesar istana mengenai masalah ini, karena secara otomatis dengan bersatunya Jin Yie Wei dan Ming Yue Xia berarti menambah satu musuh lagi bagi mereka, dan akan makin membuat putra mahkota makin sulit untuk naik tahta. Tetapi, saat sedang berfikir apa yang harus dilakukan, tuan Wang tiba – tiba ingat jika anaknya Wang Zhao Xi dalam perjalanan menuju Ming Yue Xia untuk mencari tunangannya sejak kecil, Meng Qiu Xia.
Rupanya, jodoh memang mempertemukan Wang Zhao Xi dengan Meng Qiu Xia. Saat ia sedang menginap di sebuah penginapan, ia bertemu dengan Meng Qiu Xia dan pasukan Ming Yue Xia yang akan membawa Tie San Hu kembali ke Ming Yue Xia. Maka, tanpa sungkan, Wang Zhao Xi pun mengutarakan maksudnya untuk ikut bersama mereka ke Ming Yue Xia untuk menemui Meng Qiu Xia. Rupanya Wang Zhao Xi belum mengetahui nasib Meng Qiu Xia yang sebenarnya sudah mati, dan orang yang berada dihadapannya adalah Meng Qiu Xia palsu.
Tie Fei Long yang berada dalam kondisi terdesak akhirnya meminta tolong pada Jin Du Yi dari Dong Chang dan Hong Hua Gui Mu. Ia membocorkan kepada mereka rahasia bahwa Yu Luo Cha sudah meninggal, dan yang saat ini memimpin di Ming Yue Xia adalah Ni Chang, murid dari Yu Luo Cha. Hal ini membuat Jin Du Yi dan Hong Hua Gui Mu keheranan. Tetapi begitu mendengar tentang kitab pedang Tian Lang milik Yu Luo Cha, membuat mereka berdua tertarik dan bersedia bekerja sama dan melindungi Tie Fei Long asalkan Tie Fei Long bersedia mengajari mereka mengenai ilmu pedang Tian Lang.
Kabar bergabungnya Tie Fei Long dengan Dong Chang akhirnya sampai ke telinga Ni Chang. Ni Chang memahami kemungkinan Tie Fei Long telah membocorkan kematian Yu Luo Cha kepada Jin Du Yi, dan kemungkinan Jin Du Yi dan Tie Fei Long telah merencanakan sebuah jebakan untuknya, sehingga ia harus mengambil satu keputusan sulit, ia sendiri yang akan menyerang Jin Du Yi Dong Chang untuk membunuh Tie Fei Long.
Hal yang ditakutkanya ternyata benar – benar terjadi. Tie Fei Long telah merancang sebuah jebakan untuk Ni Chang. Saat Ni Chang menyerbu ke markas besar Dong Chang, Tie Fei Long dan pasukan Dong Chang sudah bersiap. Ni Chang yang seorang diri tidak sanggup mengalahkan Tie Fei Long, makin terdesak oleh Jin Du Yi dan pasukan Dong Chang. Saat Tie Fei Long mengeluarkan jurusnya untuk menghabisi Ni Chang, muncullah Yi Hang yang rupanya juga sudah mengetahui tentang bergabungnya Tie Fei Long ke pihak Dong Chang dan juga sudah membuntuti Tie Fei Long. Yi Hang segera menolong Ni Chang dan membawanya kabur, akan tetapi pisau Tie Fei Long berhasil mengenai punggung Yi Hang, membuatnya terluka. Mereka pun sepakat mundur dulu untuk mengobati luka Yi Hang, sambil menunggu kabar tentang Tie Fei Long dari Xi Long Zi.
Jin Du Yi yang emosi tingkat dewa karena tidak berhasil membunuh Ni Chang akhirnya mengadu kepada istrinya, Hong Hua Gui Mu. Menyadari Yi Hang yang telah beberapa kali menolong Ni Chang membuat Hong Hua Gui Mu berfikir akan kemungkinan Yi Hang menyukai Ni Chang
“Wu Dang dan Ming Yue Xia dari dulu seperti air dan api, kalau saja dia mengetahui bahwa Lian Ni Chang adalah Yu Luo Cha, pasti akan ada pertunjukan yang bagus”.Suaminya kebingungan mendengar pernyataan istrinya ini, apa sebenarnya rencana Hong Hua Gui Mu untuk Ni Chang dan Yi Hang ?.
Tanpa mengetahui rencana jahat Hong Hua Gui Mu kepada mereka berdua, Yi Hang dan Ni Chang saat itu justru masih beristirahat menyembuhkan luka Yi Hang. Saat Yi Hang tersadar, dengan kondisi yang sudah membaik, ia masih berusaha bertanya kepada Ni Chang tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan mengingatkan Ni Chang tentang Dong Chang. Tapi Ni Chang masih juga keras kepala, tidak peduli cara apapun, ia akan tetap berusaha membunuh Tie Fei Long, kata – katanya itu akhirnya membuat Yi Hang hanya bisa menatapnya tak berdaya
“Apakah dendam itu sangat penting ?. Pantaskah kamu mengganti semuanya?”.Tatapan mata tajam dari Ni Chang menjawab pertanyaannya itu, ia memang harus melakukannya.
Saat mereka berdua berjalan – jalan ke air terjun di dekat gua tempat mereka berdua pernah terjebak, rasa cemas Yi Hang terpancar dari wajahnya saat memandang wajah Ni Chang, tetapi ia tidak mengatakan apa – apa. Sebenarnya Ni Chang memahami perasaan hati Yi Hang, tetapi ia tahu, jika saja Yi Hang tahu dirinya adalah Yu Luo Cha, takutnya semuanya tidak akan sama lagi.
Saat kembali ke penginapan, Ni Chang kembali lagi dengan trik jitunya. Dengan alasan ingin sekali makan bingtang hulu, dengan tersenyum manis ia meminta tolong kepada Yi Hang untuk membeli satu untuknya. Hal ini membuat Yi Hang tersenyum. Maka iapun segera berlalu pergi mencari bingtang hulu.
Di tengah jalan, ia bertemu dengan Xi Long Zi yang mengabarkan padanya tentang kakak tertua mereka, Gen Shao Nan yang telah ditangkap oleh Hong Hua Gui Mu, disertai pesan jika mereka ingin menyelamatkan Gen Shao Nan, maka Hong Hua Gui Mu menunggu mereka di Wu Li Po. Yi Hang yang merasa ada yang janggal dengan berita tersebut, makin heran mendapati Ni Chang sudah tidak ada di penginapan. Iapun memutuskan untuk datang ke Wu Li Po mengecek kebenaran berita tersebut.
Sementara itu, Ni Chang pun ternyata mendengar kabar yang sama dari Baimi. Pembalasan dendam untuk kematian Jiu Niang membakarnya. Maka, dengan menyamar menjadi Yu Luo Cha, iapun datang ke Wu Li Po. Rupanya inilah rencana dari Hong Hua Gui Mu dengan menggunakan Gen Shao Nan untuk memancing Yi Hang dan Yu Luo Cha keluar. Adu juruspun terjadi di antara mereka, sampai akhirnya Yu Luo Cha menyadari Gen Shao Nan yang ditawan Hong Hua Gui Mu palsu. Saat itu, tali sudah menjerati leher Yi Hang,
“Lepaskan topengmu, biarkan Yi Hang melihat wajahmu yang sebenarnya”Ni Chang kebingungan, apakah ia harus melepaskan topengnya, membiarkan Yi Hang melihat wajah asli Yu Luo Cha yang sebenarnya adalah dia, ataukah ia akan membiarkan Hong Hua Gui Mu membunuh Yi Hang. Tapi akhirnya ia tak berdaya, di bawah tatapan mengancam dari Hong Hua Gui Mu, dan tatapan kesakitan dari Yi Hang, Ni Chang melepaskan topeng Yu Luo Cha, memperlihatkan wajah aslinya.
Tatapan tidak percaya terpancar dari wajah Yi Hang, Hong Hua Gui Mu sebaliknya justru tertawa gembira. Dengan suara tawanya yang membahana iapun meninggalkan Yi Hang yang masih menatap Ni Chang dengan pandangan kesakitan plus tidak percaya “Mengapa kamu ?” tanyanya. Ni Chang berbalik menghadapi Yi Hang, jika saja ia bisa memilih ia juga tidak berharap menjadi Yu Luo Cha, tapi ini sebuah keharusan untuknya.
“Apakah kamu yang menolongku saat di Jin Yi Wei ?, Jika memang benar, mengapa tidak bisa melepaskan adik seperguruanku dan mengharuskan dia mati ?, Apa karena hubungan di antara kita?, Sebenarnya ada perasaan apa kamu terhadapku ?, Apa tujuan Lian Ni Chang yang sebenarnya ?”Yi Hang tidak bisa lagi menahan emosinya, dengan suara bergetar menahan air mata ia masih mempertanyakan keputusan Ni Chang yang merahasiakan semuanya, seharusnya Ni Chang memberi tahu segalanya agar mereka dapat menyelesaikannya bersama. Kata – kata Yi Hang itu membuat Ni Chang terlonjak, menatap Yi Hang dengan pandangan tidak percaya.
“Aku adalah Lian Ni Chang. Kamu adalah Zhuo Yi Hang. Rumahku adalah Ming Yue Xia, rumahmu adalah Wudang, dua dunia yang berbeda. Hal ini kamu yang lebih mengerti dari aku. Jika dari awal aku memberitahu kepadamu yang sebenarnya, apakah kamu akan tulus kepadaku?. Ming Yue Xia di mata kalian itu seperti apa, masih perlukah aku menjelaskan lebih banyak lagi?. Dari awal aku memang ingin memberitahu kepadamu, tapi pernahkah kamu berfikir mengapa aku tidak memberitahumu ?. Jika kamu dari awal sudah mengetahuinya, jalan kita hanya satu, berakhir”.
“Bersama – sama ?, Benarkah kita bisa bersama ?, Bisakah kamu melepaskan segalanya ?. Kamu mempunyai guru dan adik seperguruan, apakah kamu berani mengatakan kepada mereka kamu ingin mencintai siapapun yang ingin kamu cintai ?. Jika benar bisa, lalu sekarang juga bawa aku pergi. Bawa aku pergi. Sekarang juga bawa aku pergi”.Dengan berapi – api Yi Hang menjawab tantangan Ni Chang. Dengan menggenggam tangan Ni Chang, Yi Hang pun berkata akan membawa Ni Chang pulang kembali ke Wudang bersamanya, menjelaskan kepada gurunya tentang Ming Yue Xia yang sebenarnya.
Tapi tanpa disangka, Ni Chang tak bergerak sedikitpun. Malah tatapannya semakin tajam
“Semua yang dikatakan guruku memang benar, yang kalian cintai adalah diri sendiri, semuanya berfikir untuk kepentingan kalian sendiri. Kamu takut aku akan mempengaruhi masa depanmu dan jalan satu – satunya aku bersama denganmu adalah dengan ikut denganmu kembali ke Wudang. Benar kan?. Aku tidak ingin cinta seperti ini !. Kita pergi, kita berdua pergi sekarang juga. Jika kamu benar tulus kepadaku, jangan meminta aku untuk bergabung denganmu. Kamu bisa melepaskan semuanya, bukannya meminta agar aku ikut denganmu kembali ke Wudang. Aku bertanya kepadamu sekali lagi, bersediakah kamu melepaskan segalanya ?”.Tajamnya tatapan mata Ni Chang yang dipenuhi air mata, menatap ke arah wajah Yi Hang yang dipenuhi keraguan. Ni Chang akhirnya hanya bisa menyeringai, jawaban Yi Hang sudah diketahuinya. Iapun berlalu sambil meneteskan air mata, meninggalkan Yi Hang yang air matanya kali ini tidak bisa lagi ditahannya, dan meninggalkan Yue Ming Ke yang diam – diam mengamati mereka dari kejauhan.
Beberapa hari kemudian, melihat kesedihan Yi Hang, Xi Long Zi tidak bisa menahan dirinya bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Kata – kata Yi Hang yang meminta Xi Long Zi untuk tidak menyebut – nyebut lagi tentang Lian Ni Chang setelah mereka kembali ke Wudang, malah membuat Xi Long Zi lebih bertanya – tanya, sebenarnya kakak seperguruannya kah yang melukai Ni Chang atau Ni Chang yang melukai kakak seperguruanya ?.
Malam bulan purnama, di dalam guanya penyakit Ni Chang kambuh. Jeritan Ni Chang membuat Yue Ming Ke yang berdiri di luar gua kemudian masuk ke dalam. Kesedihannya saat melihat keadaan Ni Chang yang begitu tampak menderita membuatnya tidak bisa menahan diri. Maka esok harinya dalam keadaan mabuk, saat ia melihat Yi Hang, iapun menantang Yi Hang berduel. Di tengah pertarungan, Ni Chang muncul, untuk melerai pertarungan mereka, dan juga mempertegas sikapnya bahwa mulai saat itu ia dan Yi Hang tidak ada hubungan apa – apa lagi.
Malam hari, Yue Ming Ke kembali menemui Ni Chang. Dengan perasaan khawatir ia mengakui bahwa ia juga sudah mengetahui bahwa Ni Changlah yang selama ini menyamar menjadi Yu Luo Cha dan Yu Luo Cha sudah mati. Iapun kembali mengingatkan Ni Chang tentang keadaan sulit mereka, Tie Fei Long yang meminta tolong kepada Dong Chang maka seharusnya Jin Du Yi Dong Chang sudah tahu tentang rahasia kematian Yu Luo Cha, jika berita itu tersebar, maka segala sesuatunya akan semakin sulit karena selama ini Dong Chang memang selalu ingin menghancurkan Ming Yue Xia, apalagi sekarang jika Wudang juga mengetahui tentang kematian Yu Luo Cha. Tetapi Ni Chang tetaplah Ni Chang, keputusannya sudah bulat, ia akan tetap menembus markas Dong Chang untuk membunuh Tie Fei Long.




























































































