[Sinopsis K-Drama] Tree With Deep Roots Episode 4

6 comments
Maaf telat teteh sibuk terus, draft sempat hilang ya..semoga tetep menghibur...

Preview TWDR episode 4
Pada episode ini perlahan-lahan Pemeran tokoh muda berganti dengan pemeran dewasa. Lee Do muda berganti.
Ddol Bok, berganti jadi Ddol Bok remaja lalu ddol Bok dewasa..yang diperankan oleh Jang Hyuk. Dan menjadi So Yi.
Mulailah pemerintahan penuh dari Raja Sejong (peran Joong Ki mulai digantikan).
Buat yang nungguin Kim Kibum, Oppa udah maen di episode ini sebagai pelajar/cendekiawan bernama Pak Paeng Nyeon.


check it out..selengkapnya

Tree With Deep Roots (Deep Rooted Tree) Ep. 4

Jong Do Gwan dibantu pengawalnya berjalan tertatih-tatih berusaha mencari lagi naskah Milbon yang terbawa di kuda Ddol Bok. Dol bok juga berlari sambil membawa pedang ingin mendapatkan kembali surat wasiat ayahnya.
Di lain pihak Mu Hyul mendengar peluit tanda bahaya, dia bermaksud bergerak menolong Jong Do Gwan. Nmaun tiba-tiba dia ditabrak seseorang dari belakang. Orang itu adalah Ddol Bok.
Ddol bok dengan pedangnya menyerang Mu Hyul dengan marah. tentu saja Mu Hyul menghadang dengan mudah, Pedang Ddol Bok patah dan Ddol Bok terkena sabetan pedang di lengannya. Mu Hyul mengenali Ddol Bok, dia terpana melihat tatapan mata marah dan tekad membunuh dari Ddol Bok. Dia sempat terpikir membunuh Ddol Bok tapi tugasnya saat ini lebih penting.
ia hanya memberi pesan pada Ddol Bol “Kau tinggalkanlah tempat ini, di sini berbahaya!”

Di sisi lain Jong Do Gwan us dikejar pasukan istana. Dia terkena panah di lengannya. Pengawalnya begitu khawatir karena lukanya cukup serius.

Lalu Joeng Do gwan berkata pada pengawalnya
“Kau kali ini harus mempertaruhkan nyawamu untuk tugas penting”, Jeong Do Gwan menyerahkan kantung Ddol Bok “Kau harus serahkan ini dan sampaikan pesan pada anakku Jeong Gi Jun”.
Perintah itu mengandung arti bahwa Jong Do Gwan meminta pengawalnya meninggalkannya dan lari menyampaikan pesan untuk anaknya.
“Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk tugas itu”, kata pengawalnya menangis.

Jeon Do Gwan lalu memancing para pengejarnya dengan memperlihatkan diri dan tak lama kemudian Jeong Do Gwan rubuh dihujani panah.
Mu Hyul datang terlambat!
Ddol Bok bertemu lagi dengan kudanya. Dia melihat bungkusan milik Jong Do Gwan,naskah milbon pun ada padanya. Dia lalu mengikat rapi bungkusan itu.

Di sisi hutan lainnya, pengawal Jeong Do Gwan berusaha terus lari dari kejaran pasukan istana. Pinggung dan kakinya sudah terkena beberapa panah. Akhirnya dia tiba juga di sebuah pondok. Jeong Gi Jun keluar.
Pengawal itu meminta maaf karena ayahnya telah tiada. Dengan sisa-sisa tenaga dia memberikan kantung Ddol Bok pada Jeong Gi Jun.
Dengan terbata-bata dia menyebutkan pesan terakhir “Anak ini membawa naskah...Mil..Bon..Mil Bon”

Mu Hyul melapor pada Lee Do bahwa dia gagal Jeong Do Gwan telah tewas. Lee Do bertanya apa ditemukan juga jenazah jeong Gi Jun? Mu Hyul menyatakan tidak.
“Bisa dikatakan Jeong Gi Jun masih hidup!”, Lee Do sedikit lega.

Ddol Bok mencari Dan, dari informasi yang dia dapat semua budak Sim On sudah terbunuh. Ddol Bok dengan sedih mencari ke pembuangan mayat di hutan. Dia tidak menemukan jenazah Dan, tapi dia menemukan kotak lipstik yang dia berikan untuk Dan. Ddol Bok berteriak dan menangis.


Pagi harinya dengan tekad dan dendam membara Ddol Bok telah memantapkan hatinya (untuk rencana balas dendam suatu saat nanti sptnya red)
“Aku pasti akan kembali ke sini!”, kata Ddol Bok mantap. Dia pun lalu pergi jauh memacu kudanya.

Beberapa tahun berlalu, Ddol bok remaja kini berada di wilayah perbatasan utara (dekat kampung halaman ayahnya). Dia bersikeras untuk bergabung dengan tentara (atau gerombolan gank?) perbatasan.

Ddol bok kini tumbuh mengerikan! untuk membuktikan dirinya layak diterima. dia pun sampai mengantarkan kepala gank penjahat.

Di Istana Lee Do tampak bergegas pergi ke istana ayahandanya Lee Bang Won (Lee Do aka Joong Ki sudah berkumis sekarang sampe kaget liatnya hehe). Lee Bang Won rupanya sedang sakit parah.
Di penghujung hidupnya beliau masih mengkhawatirkan prinsip anaknya.

“Apa kau masih tetap menganut prinsipmu Untuk tidak membunuh rakyat, untuk tidak
menggunakan kekerasan tapi menggunakan perkataan untuk meyakinkan orang-orang?”
Lee Do membenarkan.
Ayahnya tampak kecewa. “betapa malangnya kamu, Mempunyai racun kekuasaan, tapi hanya akan bersabar dan bertahan?!”
Lee bang Won merasa cara itu tidak akan berhasil, tapi Lee DO berkata pendapat ayahnya belum tentu juga benar.
Lee berkata “ Suatu saat nanti kamu pasti akan berlutut di depan makamku,menangis dan berkata betapa naifnya dirimu.”


“Kurasa itu tidak akan terjadi”, kata Lee Do mantap.
Ayahnya tampak jengkel dengan sikap Lee Do dia mencengkram baju Lee Do, tapi Lee Do tetap pada pendiriannya. Tak lama kemudian Lee bang Won pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Semua dayang, kasim dan pejabat yang mengetahuinya langsung menangis, Lee Do lemas dia mencoba berdiri dan melangkah keluar dari ruangan. Istana berkabung, semua orang menangis.
Lee Do melangkah gontai denga tatapan kosong berjalan sekeliling istana.
Stelah pikiriannya lebih tenang, akhirnya dia sadar “Sekarang ini, dunia tanpa Lee Bang Won”

Di perbatasan utara, Ddol Bok remaja sudah bergabung dengan kelompok gerombolan (bandit apa tentara nih). Hari itu mereka bertempur melawan musuh. Ddol Bok remaja tak kenal takut, dia siap menyerang.
Dalam hati dia berkata “Ayah, Dan, lihatlah aku, raja atau siapun juga tidak ada yang aku takuti”

Di Istana, Lee Do sedang termenung menatap kolam Istana. Dia mulai tenang saat ini.

Dan tak disadari waktu demi waktu pun berlalu.
Lee Do masih suka berdiri menatap kolam namun dirinya kini sudah menjadi Raja Sejong senior (Joong Ki sudah diganti oleh pemeran senior Han Suk Kyu).

Berbeda dengan raja terdahulu Raja Sejong selama memerintah terlihat ramah dan juga senang bercanda. Seorang Kasim mendatangi Raja Sejong senior dan berkata bahwa dirinya ditunggu mengikuti upacara.
“Upacara apa saja yang harus diikuti olehku, aku bahkan tidak punya waktu untuk membaca buku dan urusan lainnya, bukankah aku telah mengangkat putra mahkota untuk mewakiliku?”
Tiba-tiba raja sejong mengucapkan kata “Sialan!”, kata yang tidak pernah terdengar di istana bahkan tidak pernah diucapkan oleh seorang kelaurga kerajaan.
Dayang senior kaget mendengarnya. Dia mememinta Raja memilih kata-katanya.
“kata-kata itu bisa mengekspesikan perasaanku”, bantah Sejong
Lalu kasim berkata lagi bahwa para menteri/pejabat berkeberatan iktu acara Gyeueon (semacam diskusi) alasannya mengkhatirkan kondisi raja. Lee Do kesal dia kembali mengumpat kasar (lucu liatnya).
Ketika akan pergi dia bertanya pada seorang dayang muda “apa tadi kata “sialan” itu benar?”
hehe Lee Do rupanya belajar banyak hal dari sekitarnya.

Para pejabat berkumpul di kantor perdana mentri, mereka khawatir akan karena akan ada sesi diskusi dengan raja di Jipyoenjeon.
Diskusi itu bisa dibilang diskusi antara penajbat dan raja yang dibantu oleh para cendekiawan atau kaum terpelajar. Para cendekiawan itu adalah para pelajar pilihan yang belajar bersama raja di Jipyeon. Kenyataan yang sudah-sudah para pejabat selalu kalah telak dari para cendekiawan/intelektual muda itu.
Mereka berpikir tadinya balai Jipyeon hanya tepat belajar untuk raja dibantu dengan para cendekiawan
“Tapi nyatanya tidak demikian mereka seperti “backing” bagi Raja. Sejak jipyeonjeon didirikan ini sudah sesi yang ke 1800 kalinya”, kata mereka berkeluh kesah (hehe). “Apalagi sesi diskusi nanti temanya tidah mudah”
Tiba-tiba seorang pejabat muda berdiri

“kali ini Seong Sam Mung, biar aku yang tangani”, kata dia dengan yakin sambil menunjukkan seteumpuk buku tebal.
“terakhir kali kau juga kalah telak darinya”, komentar pejabat lain. “lalu bagaimana dengan Pak Paeng Nyeon?”
“Aku akan menanganinya juga”, kata pejabat muda itu (ga apal namanya)

Para pejabat dan para intelektual sudah berkumpul di Jipyueonjeon. Tak ketinggalan Seong Sam Mun dan Pak Paeng Nyeon (Kim Kim Bum). Mereka berdua adalah pelajar muda brillian dari jipyeon.


Di lain pihak setelah beberapa tahun berlalu, Kini Mu Hyul mejabat sebagai Kepala Pengawal Kerajaan (menggantikan Jo Mal Saeng yang naik jabatan juga).

Dia mendapat informasi dari anakbuahnya bahwa telah datang utusan dari perbatasan utara yang membawa surat dari dari Jendral Kim Jeong So.

Di Jipyeonjeon mulai terjadi diskusi yang seru antara para cendekiawan dari jepyeon jeon yang mewakili raja dan para pejabat yang diketuai perdana mentri. Tema kali ini adalah bagaimana kerajaan berpihak pada pengaduan rakyat kecil terhadap kejahatan yagn dilakukan pejabat atau majikannya. Para pejabat pemerintah bersikukuh bahwa itu tidak boleh berdasarkan tatanan dan status sosial yang ada, dan juga pengalaman dari kekaisaran Cina.

Namun raja dan para pelajar bersikukuh bahwa hal itu salah dan tidak sesuai dengan filosofi ajaran Konfosius dan kasus Cina tidak seperti yang diduga orang dan bisa digeneralisasi begitu saja.
dalam sesi ini raja mengajukan 2 pertanyaan kepada para pejabat.
Tiba-tiba Seong Sam Mun berdiri, “Baginda, Anda melupakan satu pertanyaan yang paling penting”
Pejabat yang tidak suka menuduh Seong Sam Mun tidak patuh dan lancang.
Namun Raja membela pelajar kesayangannya itu..

”Apa karena dia muda, apa karena status sosial dia tidak boleh bicara? Jika demikian bagaimana cara aku mendengar suara dari rakyat kecil?!”

Isi surat yang diterima Mu Hyul dari utara rupanya hal yang cukup mendesak. Mu Hyul lalu melapor kepada Raja. ternyata salah satu cendekiawan JipyeonJeon utusan raja tewas saat melaksanakan tugas rahasia. Bahkan diyakinkan bahwa kematiannya itu akibat pembunuhan. Pembunuhan yang disamarkan supaya terlihat sebagai kematian yang wajar, yang dilakukan seorang profesional.
Raja Sejong kesal karena seseorang berarti mengetahui rencana rahasianya sehubungan sengan buku sutra Budha.

Dengan ijin raja, Mu Hyul lalu berniat menemui utusan dari utara itu. Sang utusan itu rupanya dengan rekomendasi Jendral Kim Jeong So diminta menjadi pengawal kerajaan di istana. Namun pengawal itu ternyata tidak seperti yang diduga. Dia pengawal yang “cengengesan” , penakut dan banyak tingkah.
Baru saja datang bertugas dia sudah dihukum pukul oleh atasannya. Pengawal bandel itu bernama Gang Chae Yung yang diperankan oleh Jang Hyuk. Gang Chae Yun dihukum karena diketahui memberikan sogokan kepada rekan-rekan sesama prajurit padahal dia baru saja datang.
Gang Chae Yun terlihat meringis kesakitan karena dipukul. Dia berkali kali dengan tengil berusaha memperlambat dan ingin memperingan hukuman yang sudah ditentukan kepadanya.


Mu Hyul datang ke markas para pengawal kerajaan. Saat mencari Gang Chae Yun dia heran karena mendapat laporan bahwa utusan yang baru itu dihukum karena kasus sogokan.
Chae Yun lalu dibawa menemui Mu Hyul di kantor. Begitu Muh Hyul datang dia langsung menghormat, memuja dan memuji Mu Hyul yang punya nama besar.
Mu Hyul menyindir apa Gang Chae Yun orang yang ketahuan menyogok di mana-mana. Namun bang Chae Yun berkilah bawa seperti kebiasaan orang utara mereka memberkan barang yang orang lain butuhkan. dan untuk perkenalan itu disebut “hadiah sambutan”
“Jadi itu hanya hadiah sambutan kecil”, kilah Gang Chae Yun tengil. dia lalu malah ingin memberikan juga hadiah untuk Mu Hyul.(dasar ini orang hehe)
Hadiah sogokan yagn diberikan oleh Gang Chae Yun adalah ounulje (semacam obat kuat). Dia berkilah bahwa dia mempunya beberapa dan dia hanya mmberkan untuk ketenangan dan teman-temannyanya sesama prajurit.
“Jika saya menyerahkanl barang yang tidak kubutuhkan, dan membagikannya pada mereka yang membutuhkan,maka itu adalah suatu kebaikan, bukan?”, kilah gang chae yun
Gang Chae yun kembali hendak menyerahkan hadiah pada Mu Hyul
Mu hyul kesal
“Jika kau berani mengeluarkannya, kau bisa kupenggal!”
Gang Chae Yun, memohon mohon ampun tapi dia dalam hati berkata “ Orang ini adalah ahli pedang terbaik Joseon, Mu Hyul.Orang yang paling dipercaya Lee Do

Akhirnya Gang Chae Yun, keluar dari kantor pengawal kerajaan. Dia menyeringai kesakitan sambil terpincang-pincang. Tiba-tiba saat di tempat sepi Gang Chae Yun terlihat “berubah”.

Dia melangkah tegap dan mantap dengan pandangan mata yang tajam. Selama ini dia ternayta berpura-pura menjadi pengawal yang lemah dan cengengesan. Dia lalu merapat ke tembok, mengambil buku catatannya dan menggambar denah istana di sekitarnya.

Gang Chae Yun itu adalah Ddol Bok. Dia kembali ke istana untuk menjalankan rencana balas dendamnya!

Suatu malam di istana, kapten pengawal dan anak buahnya sedang berpatroli di istana.

Mereka pun membaicarakan pengawal baru yang menyogok dengan onoulje. anak buahnya menyindir jangan-jangan kaptennya juga mendapatkan onoulje itu hehe. Tiba-tiba mereka merasakan keanehan di sekitar mereka. terdengar suara berkelebat dan bunyi suara burung hantu yang menakutkan. Suara burung hantu terasa menyeramkan di istana, dan ditakuit oleh raja terdahulu karena mengingatkan mereka pada kematian Jeong Do Jeon.

Pada saat itu gang Chae Yun atau Ddol bok diam-diam berkeliaran istana. Ddol Bok sedang menyelidiki gambaran istana. dia menggambar dan menghitung jarak dengan langkah kaki. (Adegannya mirip preview di episode 1).

Di istana raja, Lee Do mengkhawatirkan tentang buku sutra budha penting. Kasim menenangkan raja bahwa belum tentu mereka mengincar buku itu. “Bagaimanapun, itu sudah sampai ke tangan Heo Dam.Baginda tak perlu khawatir.”
“Di mana Heo Dam sekrang, aku ingin menemuinya”, kata Lee Do
Heo Dam dikabarkan berada di Jipyeonjeon, walau itu sudah hampir tengah malam, raja bersikeras menemui Heo Dam di sana.

Saat Chae Yun berjalan hendak pulang tiba-tiba dia melihat raja jalan berserta rombongan.

Kebenciannya muncul “Lee Do!”
Tanpa disadari dia ditegur pengawal raja karena tak menghormat saat raja datang.
Chae Yun berjongkok minta ampun. tapi didalam pikirannya dia berpikir untuk menggunakan kesempatan dalam kesempitan ini.

“Hanya ada 6 pengawal dan tidak ada Mu Hyul di sini”, Ddol Bok mulai berniat membunuh raja.
Tiba-tiba dia sadar dia tidak membawa belatinya. Dan malangnya Mu Hyul pun tak lama kemudian tiba.
Gang Chae Yun beralasan dia orang baru dan salah jalan ketika akan pulang
Gang Chae Yun berpikir keras, karena kemungkinan dia berhasil kali ini di bawah 70%. Ddol Bok mengurungkan niatnya, dia menunggu untuk kesempatan yang lebih besar.
Raja tampak penasaran dengan pengawal itu. Saat akan pergi Raja bertanya pada Ddol Bok
“Siapa namamu?” (preview episode. 1 sampai di sini)
Gang Chae Yun yang berpikir ke mana-mana awalnya tidak mendengar. tapi dia lalu menjawab“Saya, Gang Chae Yun”
Gang Chae Yun masih ada di istana, dia merasa ada yang mencurigakan.

dia sempet merasa aneh dengan gerakan berkelebat di dekatnya dan juga suara burung hantu!.

Raja tiba di Jipyeonjeon menemui Heo Dam. namun Heo Dam tampak tak bergerak saat dipanggil. Mereka berpikir Heo Dam sudah tertidur.
Raja tak mau pengawal membangunkan Heo dan, Lee Do mendekati Heo Dam dan mnyentuhnya dengan lembut. Namun Raja terkejut karena Heo Dam lanngsung jatuh terkulai. Mu Hyul langsung maju dan memastikan bahwa Heo Dam telah tewas!

Pagi hari Jipyeonjeon ditutup untuk umum dan dijaga oleh pengawal kerajaan. Para pelajar/cendekiawan muda Seong Sam mun, Pak Paeng Nyeon, dkk. yang datang ingin belajar ke sana terpaksa kecewa.

Mereka diminta belajar di tempat lain. Seong sam mun terlihat pura-pura pergi, tapi sahabatnya, Pak Paeng Nyeon mendekatinya.

Dia takut Seong Sam Mun berpikiran dan bertindak yang bukan-bukan.( Hehe di sini Oppa kim kim bum jadi 'penjaga' Seong Sam Mun.)



Lee Do mendapat laporan, bahwa Heo Dam tewas dibunuh. Dia sungguh kecewa, bahkan buku sutra Budha pun ikut hilang.

Gang Chae Yun pun ikut menjaga di pintu gerbang. Dia lalu berkenalan dengan seorang pengawal lain.
Gang Chae Yun rupanya mudah mendapatkan teman (atau pengikut atau informan hehe) berkat ketenarannya mempunyai banyak stok olneulje hehe...
Dari temannya itu dia mendapat bocoran bahwa semalam tempat ini dijaga karena semalam ada cendekiawan yang tewas di dalam Jipyeonjeon. Gang Chae Yun kaget mendengarnya
“Mungkin beliau terlalu lelah menggunakan otaknya.”, komentar pengawal itu. “Itu benar. Tidak makan atau tidur selama berapa hari siang dan malam. Tidak meninggal itu aneh”
Dia lalu minta chae yun menjaga rahasia...(hihi tukang penyebar rahasia ujung2 sellau bilang jgn bilang ke siapa-siapa tapi dia sendiri bilang juga).

Gang Chae Yun tiba-tiba punya ide, bahwa Jipyeonjeon pasti kosong. ini kesempatannya menyelidiki Jipyeonjeon, tempat yang kerap dikunjungi Lee Do.
Dengan alasan sakit perut dia bicara kepada temannya ingin pergi untuk mencari kamar kecil. tentu saja dengan iming-iming elnoulje hehe.



Gang Chae Yun masuk dam membuat sketsa / denah ruang dalam Jipyeonjeon beserta ukurannya. Dia lalu masuk ke ruang dimana Heo Dam ditemukan tewas. Tempat kematiannya tampak dibatasi tali pembatas.
Gang Chae Yun curiga, jika kematian karena kelelahan mana mungkin tempat ini diamankan seperti TKP.
Malangnya Gang Chae Yun dia kepergok oleh Mu Hyul dan anak buahnya. Mu Hyul curiga, Gang Chae Yun langsung ditahan dan digelandang ke Biro Investigasi Kerajaan.
Mu Hyul langsung mengiterogasi Gang Chae Yun, yang masuk ke tempat terlarang dan beralasan yagn tak masuk akal.
Gang Chae Yon membela diri “Aigoo, Tuan, saya salah! Ingin pergi ke kamar kecil seharusnya bukan kejahatan, bukan?
Muhyul tak percaya begitu saja. “Apa Jiphyeonjeon punya kamar kecil? Bangunan apa di dunia ini yang punya kamar kecil di dalamnya?” (sekrang ga pak Mu Hyul justru semua bangunan harus ada toilet hehe)



Kejadian ini dilaporkan kepada Raja. Kasim berkata bahwa Gang Chae Yun beralasan bahwa dia ingin mencari kamar kecil.
“Apa kamar kecil?:. Lee Do merasa aneh “Jadi, menurutmu dia pergi ke Jiphyeonjeon untuk berak?” (hehe bukan mau ngomong kasar tapi di sini ceritanya raja Sejong klo kesal suka cuwek pake bahasa kasar)



Mu Hyul terus menginterogasi Gang Chae Yun. Dia curiga karena gang Chae Yun juga terlihat malam-malam dekat Jipyeonjeon waktu itu.
“Semalam itulah kamu, yang membunuh cendekiawanr Heo Dam di Jiphyeonjeon”, kata Mu Hyul. “ Maka hari ini kamu ingin membersihkan TKP, itulah mengapa kamu masuk.”
Gang Chae yun tiba-tiba menyimpulkan bahwa kejadian kemarin ternyata benar pembunuhan. Dan yang meninggal adalah Heo Dam.
Dia ingat sehari sebelumnya mengantarkan paket dari utara pada Heo Dam.

Tak lama kemudian jendral Kim Jeong Seo dari perbatasan utara datang menghadap.
Jendral kemudian mendengar bahwa mantan orangnya Gang Chae Yun skr ditangkap karena dicurigai terlibat pembunuhan Heo Dam. Jendral tak percaya dia berkata bahwa justru Gang Chae Yun lah yang menyelidiki bahwa kematian Go In Seol adalah pembunuhan. Go In Seol adalah teman baik Gang Chae Yun, jadi tidak mungkin Gang Chae Yun terlibat semua pembunuhan ini.
Mendengar kenyataan ini Raja ingin langsung melihat proses interogasi.

Gang Chae Yun mulai berusaha meyakinkan Mu Hyul bahwa dia tak terlibat, dia lalu meminta mu Hyul melihat jurnal hariannya yang dia selipkan di sepatunya.

Jurnal itu berisi catatan penyingkapan bahwa rekannya Geo In Seol itu tewas dibunuh. Gang Chae Yun menyebutkan bahwa kematian Heo Dam dan Geo In Seol ada kemiripan.

Raja tiba di Biro Investigasi
“Lalu, apa kemiripan antara dua hal yang kau sebutkan itu.”
Gang Chae Yun menyebutkan “Pertama, Cendekiawan Heo Dam dan pejabat militer Go In Seol,
masing-masing memiliki paket yang menarik.”. selanjutnya dia mejelaskan lagi “Ke dua, meskipun cara pembunuhan dua kasus itu berbeda, namun smuanya disamarkan sebagai kecelakaan.” dan yang ketiga sama-sama terdengar suara burung hantu.
Tiba-tiba raja mempunyai ide dan memberkan titah pada Gang Chae Yun
“Aku menunjuk Pengawal Kerajaan Gang Chae Yun, menjadi orang yang bertanggung jawab menyelidiki insiden Cendekiawan Heo Dam.”
Namun raja memberikan syarat
“Jika kau tidak dapat menyelesaikan kasus ini, maka kaulah yang akan jadi tersangka!”

Tiba-tiba Ddol Bok mempunyai ide dia lalu lansung memohon suatu pengharapan pada raja.
“Bolehkah saya, orang yang rendah ini, Jika saya...bisa menyelesaikan masalah ini,
Hamba ingin minum secangkir arak yang diberikan Baginda.”
gang Chae Yun lalu menambahkan jika ini terlaksana tentunya mendiang ayahnya sangat berbahagia”

Raja mengijinkan asal Gang Chae Yun bisa menyelesaikannya.


Saat raja berbalik pergi Ddol Bok aka Gang Chae Yun berkata dalam hati


“Bagus, Saya pasti akan membantumu. Namun sebelum cangkirku penuh terisi,
kau akan mati. Lee Do!”


bersambung....

6 Responses so far.

  1. waduh ga boleh ngomong ending di awal dong ga etis..klo yang belum liat dan ga suka dikasih tau enddingnya gimana?!
    aku biasa aja sih liat endingnya

  2. sebel aku teteh,,ahh,,,, aku aja nontonnya langsung ep terakhir,,

    kok si so yi itu heyre ya,sampe ending juga gak sadar tu milbon,,itu apaan teh?

  3. jelasin tepatnya harus nunggu full translation dulu hehe...
    semacam dokumen/buku rahasia...
    tapi ternayta tidak berbentu kertas atau buku

  4. gumawo teh na yang baik hati....
    setidaknya bisa ngobatin kerinduan pada Ki Bum Oppa....

    dewi belum beli dvdnya, untung ada sinop buatan teh na...

  5. Anonim says:

    hehe gapapa teh telat, asal dilanjutin :P
    jenderal kim jong seo? loh, itu ayahnyaseung yoo di princess man bukan?
    gapapa teh dikasih spoiler endingnya-dira juga penasaran >___<
    makasih teh na ^^

  6. liat karakter janghyuk cengengesan mulu ya,,,namun berwibawa kaya dokkojin di greatest love hehehehe

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here