Kumpulan Review Drama dan Movie
Kumpulan review drama, movie, dan variethy show mulai dari Korea, Jepang, Thailand... More
Sinopsis Drama Korea
Kumpulan sinopsis drama dan movie Korea... More
Sinopsis Drama Jepang
Kumpulan sinopsis drama dan movie Jepang... More
Sinopsis Drama Taiwan dan Cina
Kumpulan sinopsis drama dan movie Taiwan dan Cina... More
[Attention] Athena Akan Segera Hadir di Pelangi Drama
Categories :
[Sinopsis] Down With Love Episode 6 Part 2
Categories :

"Yang Guo"teriak Yu Ping. Tapi Yang Guo tak menggubrisnya, ia pergi meninggalkan Yu Ping sambil memukul kepalanya.
Sementara itu, Tuan Yang tengah mengobrol dengan Yang Duo. Mereka tengah membahas memilih perabot rumah. Mereka sengaja berlama-lama di toko dengan harapan mendapat diskon besar saat menjelang tutup toko.
Yang Duo : "Ini sangat menyenangkan, tapi aku rasa desain sofa ini terlalu sederhana. kamu dapat melihat sofa ini di mana saja."
Penjaga Toko : "Sofa kulit ini dibuat dengan tangan dan di import dari Italy. kami berani jamin sofa ini hanya ada satu di seluruh Taiwan".
Yang Duo : "Tapi, aku tidak suka Italy!".
Tiba-tiba Yang Guo muncul. Yang Guo : "Ayah, kakak, kita tidak perlu beli rumah, kenapa melihat perabotan segala. Ngomong-ngomong, jam berapa ini?"
Yang Duo mendesah, " Kau sangat bodoh! ini waktu yang baik untuk tawar-menawar soal harga. Tidakkah kau suka melakukan yoga di sofa? Kemari! coba dan lihat, sofa ini menyenangkan."
Penjaga Toko kesal bukan main. Hehehe
"Nona, maaf! tapi kami harus tutup sekarang. Kami dapat melayani anda dalam waktu dua atau tiga jam lagi."
Yang Duo : "Nona, saya akan ambil dua sofa ini, ditambah kursi princess dan table set dan lampu kristal. Aku ingin itu semua. Berapa semua harganya?"
Penjaga Toko : "Kami akan memberikan diskon. Nona tolong ikut denganku."
Setelah Yang Duo pergi meninggalkan mereka berdua, Yang Guo akhirnya memutuskan untuk bertanya pada ayahnya tentang masalah itu.
Yang Guo :"Ayah, aku ingin menanyakan sesuatu padamu."
Tuan Yang : "Apapun yang kau inginkan. kau boleh ambil, ok?"
Yang Guo : "Ayah, aku tidak ingin apapun. Aku hanya ingin kau menceritakan padaku yang sebenarnya."
Tuan Yang : "Apa maksudmu?"
Yang Guo : "Disamping menolong orang melihat Feng Shui, apakah kau juga meminta klienmu untuk membuat investasi pada orang asing?
Tuan Yang terkejut, tapi dia berusaha menyembunyikannya.
"Aiyoo, apa yang aku tahu tentang investasi. Beberapa tahun yang lalu aku sudah memutuskan kalau aku tidak begitu pandai menjadi pebisnis. Itu hanya antara aku dan klienku, hanya sebatas memberikan nasehat saja."
Yang Guo : "Ayah, kau tidak bisa menyembunyikannya dariku. Apakah kau kenal dengan Xiang Da Ge, yang menuntutmu atas kasus penggelapan. Tepatnya berapa banyak uang yang kau ambil dari mereka. Ceritakan padaku yang sebenarnya."
Tuan Yang mulai gelisah. "Siapa yang memberitahukan padamu semua omong kosong ini. Mengatakan aku terlibat dalam kasus penggelapan. Siapa namanya? Bukti apa yang dia punya? Jangan dengarkan semua omong kosong ini!"
Pembicaraan mereka terputus karena kedatangan Yang Duo.
Yang Duo : "Ayah, semuanya $ 21.400 USD. Aku sudah minta diskon menjadi $ 16.400 USD. Berarti hemat $5.000 USD." hahaha, Yang Duo ini.
Tuan Yang : "Kau benar-benar putriku, bagus sekali."
Yang Duo : "Yang Guo, sini. Ini masih sempat. Kita akan pergi ke jalan Wen Chang, di sana kita bisa menemukan barang-barang yang murah. ayo cepat!" ditariknya Yang Guo.
Sementara itu Tuan Yang masih berpikir sejenak. Sampai akhirnya ia beranjak pergi setelah didengarnya teriakan Yang Duo, "Ayah, cepat!"
"Halo ayah, tunggu sebentar. Jangan katakan sesuatu. Aku akan berbicara padamu diluar, tahan sebentar" bisik yang Guo, agar tidak terdengar oleh kakaknya.
"Tidak. Kakak tidak tahu. Ayah, jika situasi ini hanya kesalahpahaman saja, kau harus menjelaskan semuanya dengan benar ke Xiang Da Ge, oke! Jika kau berbicara dengan Xiang Da Ge besok, aku pikir dia akan menolongmu, okay. Ayah, kau harus hati-hati. Selamat malam."
Yang Duo menatap manekin di balik kaca, ia berkhayal pasangan manekin itu adalah dirinya dan Ke Zhong!
Ke Zhong : "Yang Duo, kau terlihat berbeda sekarang."
Yang Duo : "Aku sudah menjadi wanita kaya sekarang. Tentu saja aku terlihat berbeda setiap hari"
Ke Zhong : "Aku sadar, kau ternyata sangat cantik. Kita berdua benar-benar sangat serasi." ngakak abis saya liat ini, hehehe. Selesai.
Yang Duo : "Benar. Aku benar-benar sangat serasi denganmu. Akhirnya, aku akan menemukan kebahagiaan di sini."

Yang Duo mendengarnya, "Ayah apa yang kau lakukan disana?"
Setibanya dirumah mereka, Tuan Yang diadili oleh Yang Duo dan Yang Guo. Tapi keliatan, kalau yang paling marah si Yang Duo. Kalau Yang Guo kan udah tahu duluan. hehehe
Yang Duo : "Jadi, uang yang selama ini kau punya adalah milik orang lain?"
Tuan Yang: " Yang kau katakan itu sedikit berlebihan. Kenyataannya Feng Shui itu bekerja untuk hidup mereka dan kepercayaan."
Yang Duo : "Aku tidak peduli bagaimana cara kerja Jiang Hu itu. Aku hanya ingin tanya padamu. Uang yang kau dapat selama ini dari orang dengan alasan investasi. Untuk apa kau lakukan itu?
Tuan Yang :"Tentu saja uang itu aku pergunakan untuk investasi"belanya.
Yang Duo : "Ceritakan padaku yang sebenarnya."
Tuan Yang : "Penanaman modal ini hanya untuk diriku saja"
Yang Guo : "Aiyaa,ayah! bagaimana bisa kau lakukan ini."
Tuan Yang : "Aku harus membuat mereka percaya kalau aku adalah master. Aku hanya ingin terlihat seperti kenyataanya. Jika kau melihatku duduk di dalam bis, bagaimana bisa mereka mempercayaiku kalau aku ini seorang master Feng Shui. Siapa yang akan percaya pada ceritku. Bukan kah itu benar?"
Yang Duo : "Lalu kenapa kau tidak jadi tukang sihir saja".
Yang Guo : "Oke, kak, ayah, jadi semuanya sudah jelas sekarang. Uang itu harus dikembalikan pada mereka. Tidak masalah asal kau mengembalikan kepada mereka."
Tuan Yang : "Aku sudah memakai semua uangnya, bagaimana bisa aku mengembalikannya".
Yang Duo dan Yang Guo sangat terkejut.
Yang Duo : "Ayah, bagaimana bisa kau lakukan ini semua. Semua orang bekerja keras untuk mendapatkan uang."
Tuan Yang : "Aku tahu itu. Aku hanya ingin kalian berdua hidup enak. Aku lakukan itu semua untuk kalian berdua."
Yang Guo : "Kak, apa yang harus kita lakukan? Ini sudah lumayan lama, apakah persediaan uangmu lumayan banyak? Bagaimana kalau kita ambil agar bisa menolong ayah?"
Yang Duo : "Apa yang kau katakan? Apa kau lupa? Kita bekerja bertahun-tahun untuk mengumpulkan uang itu. Bangun pagi-pagi buta dan tidur pada malam yang sudah larut. Makan lebih jelek dari seekor babi, bekerja lebih keras dari seekor sapi. Bagaimana kita menyimpan uang itu dengan keras. Aku tidak ingin membantunya"teriak Yang Duo dan beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.
Yang Guo : "Kak..."
Tuan Yang : "Ini semua salahku"

Yang Guo : "Selamat pagi, kau belum menyiapkan sarapan pagi bukan? Ayo kita makan bersama"ungkapnya sambil memperlihatkan bawaannya.
Ternyata sarapan yang dimaksud Yang Guo adalah sandwich. Yummy! kayaknya enak tuh. Tapi Yu Ping tetap tidak bergeming sedikit pun. Dia diam aja tuh, kasian Yang Guo. Trus, Yang Guo juga membuatkan kopi untuk bosnya, sesuai dengan selera Yu ping. Tapi dia juga gak merespon. Pas Yang Guo mau nawari yang lain, baru deh Yu Ping angkat bicara.
Yu Ping : "Jangan buang-buang waktumu. Jika ada yang ingin kau katakan, cepat katakan"tegas Yu Ping.
Yang Guo pun mengutarakan maksud kedatangannya, "Aku, sebenarnya aku tidak punya sesuatu yang ingin aku bicarakan. Aku hanya ingin memohon padamu, bisakah kau berbicara pada klienmu dan tanyakan padanya jika ayahku melunasi semua uang yang diambilnya dengan cara mencicil?"
Yu Ping : "Dengan mencicil? Kau ingin membiarkan ayahmu pergi beberapa bulan dan menutupinya dari orang lain?
Yang Guo : "Tidak. Ayahku dapat pergi dan menolong orang melihat Feng Shui. Cara ini benar-benar tergantung kepada pengharapan mereka."
Yu Ping : "Jadi sudah bisa dipastikan ini nyata atau palsu. Ini sesuatu yang benar-benar tidak ingin aku dengar. Tidakkah kau tahu, ayahmu pergi dan lari dari orang-orang dan mengambil jumlah uang yang sangat besar. Bagaimana caramu untuk mengembalikannya?"
Yang Guo terkejut. Tapi dia tetap tidak menyerah begitu saja. "Aku akan mencari pekerjaan"katanya sambil berlutut di depan Yu Ping.
"Tidakkah kau melihat aku memohon padamu untuk menyelamatkan hidupku. Tolong bantu aku menyelesaikan masalah ini, oke?".
"Oke, jika aku membantumu kali ini, bagaimana dengan lain waktu? Bagaimana kau menyelesaikannya? Kau hanya seorang wanita, bagaimana caramu dapat menolongnya?"
"Jangan khawatir, ayahku sudah menjamin, soal perkara ini hanya terlibat pada orang itu saja. Tidak akan terjadi lagi di lain waktu."
"Kau tahu ada banyak klien di firma itu yang ingin menuntut ayahmu? Aku tahu kau ingin mencoba menolong ayahmu. Tapi membantu ayahmu melunasi hutangnya tidak akan menyelesaikan masalah ini. Jika kau benar-benar sayang pada ayahmu, metode yang tepat adalah memberikan nasehat padanya untuk menceritakan yang sebenarnya"
Yang Guo bangkit berdiri, "Dia bukan ayahmu. Tentu saja kau dapat berbicara seperti itu dengan nada tinggi. Aku tidak perduli tentang prinsip ini. Aku hanya ingin tahu, jika kau menolongku"mohon Yang Guo.
"Aku tidak akan menolongmu"ucap Yu Ping.
"Kenapa? Aku sudah katakan semuanya. Aku berjanji. Ini adalah pertama kalinya aku memohon padamu dan aku pastikan ini juga yang terakhir. Tolong bantu aku."
"Dapatkah kau berbicara dengan menggunakan akalmu sedikit? Aku melakukan ini karena aku takut kau akan terluka kalau aku membantumu, tetapi aku tidak bisa membantumu!"
"Bagaimana bisa aku terluka? Dia adalah ayahku. Jika kau peduli pada perasaanku, kau harus memikirkannya."
Yu Ping langsung emosi , "Itu karena aku peduli pada perasaanmu, aku membutuhkan waktu." ungkap Yu ping yang sudah tidak tahan menyimpannya.
"Yang Guo, aku sungguh tidak ingin kau melunasi semua hutang ayahmu sendiri. Tidak bisa kah kau belajar dari kakakmu? Ini terakhir kalinya aku memohon padamu."
"Aku tidak ingin orang-orang mengatakan kalau aku memiliki kesalahan"kata Yu Ping akhirnya. Yang Guo sangat terkejut atas perkataan Yu Ping yang menolak untuk membantunya.
"Jadi ini pendapatmu. Pada akhirnya, kau tidak ingin reputasimu hancur. Jika kau menjelaskannya padaku dari awal, aku tidak akan membuang-buang waktumu minta tolong selama ini. Maaf telah menganggumu." Yang Guo beranjak pergi, tapi dihentikannya langkahnya,
"Ini kesalahanku. Aku benar-benar tidak akan datang melihatmu lagi. Aku tidak bisa menjamin orang yang tidak bersalah. Ini semua memang benar-benar kesalahanku." Yang Guo pun pergi meninggalkan rumah Yu Ping. Di satu sisi Yu Ping terlihat sedih, kecewa dan bingung.

Ia membayangkan semua kenangannya bersama Yu Ping dulu. Karena tidak konsentrasi mengendarai motornya, Yang Guo pun terjatuh.Tangan kanannya terluka. Tanpa berusaha berdiri, Yang Guo malah menangis di pinggir jalan.
Setting pindah ke Perusahaan Ke Zhong. Setibanya di kantor itu, Yang Guo berhenti sejenak. Menepuk wajahnya, berusaha melupakan kejadian tadi.
"Aku kembali"seru Yang Guo.
"Oke, aku tahu. Dia sudah datang. Aku akan berbicara padanya. oke bye"ungkap Ke Zhong di telepon.
"Mencariku? Apa ada masalah?"tanya Yang Guo
"Yu Ping ingin aku menceritakannya padamu, ayahmu ada bersama Yu Ping sekarang. Kliennya sudah bersiap untuk menuntut ayahmu"jelas Ke Zhong.
Yang Guo terkejut mendengar perkataan Ke Zhong.
"Bagaimana bisa kalian melakukan ini padaku. Apa maksudmu dengan mengatakan kalau aku berbohong padamu?"ungkap Tuan Yang.
Ternyata Yang Guo dan Ke Zhong langsung datang menemui mereka. Dan di sana sudah ada Yu Ping, kliennya, Tuan Yang, dan juga Yang Duo.
"Kau juga datang melihat. Aiyoo, aku katakan ini hanya kesalah pahaman saja."
"Apa maksudmu hanya kesalah pahaman saja. semua orang sudah memberitahukan kepadaku. Aku tidak dengan mudah percaya, kau benar-benar merubah kontrak perjanjian pemerintah US. Aku bersedia memberi penjelasan."
Tuan Yang sudah tidak bisa mengelak lagi. "Ini rahasia. Aku benar-benar tidak ingin orang lain menceritakannya. Presiden Amerika Obama, memberiku upah berupa uang untuk mengatur kesempatan yang baik sebagai ucapan rasa terima kasihnya padaku setelah memberinya sebuah petunjuk untuk bisa menjadi presiden"ungkap tuan Yang antusias.
"Ayah, berhenti"ucap Yang Guo.
"Tuan Yang, izinkan aku untuk mengingatkanmu, ada ruangan untuk merundingkan masalah ini. Tapi lupakan tentang kontrak itu. ini bukan kejahatan yang kecil. Jika kau tidak meluruskan kedatanganmu dan keputusan tentang masalah ini. Kami akan menyerahkanmu pada polisi".
Mendengar penjelasan Yu Ping,Tuan Yang pun terkejut, Yang Guo juga tak kalah kaget.
Yang Guo, "Maaf. Ayahku akan mengembalikan semua uangmu, bisakah kau memberikan kami sedikit waktu?"
Yu Ping, "Tuan Liu..."
"Tidak"tegas Tuan Liu. "Aku tidak dapat mempercayai orang ini. Hari ini, jika kita tidak bisa mendapatkan tiga juta dolar, kami tertipu pengacara Xiang, aku akan menuntutnya."
Yang Guo menghampiri ayahnya, "Ayah berapa banyak uang yang tersisa?"
"Aku masih punya dua juta di rumah. Di kotak koper".
"Berarti harus cari satu juta lagi." Yang Guo langsung beralih ke Yang Duo. "Kak, bagaimana denganmu?" Yang Guo sudah optimis tidak akan membantu ayahnya. Jadi dia tidak meladeni ucapan adiknya.
"Boss, sebaiknya kau telepon saja mobil polisi, agar ayahku dibawa ke kantor polisi. Aku akan bayar biaya taksinya."
"Kak, jangan lakukan ini"ucap Yang Guo
"Masalah ini harus diselesaikan. Jangan bicara. Aku tidak ingin mendengarkannya"tandas Yang Duo.
"Aiyaa, ayah.."keluh Yang Guo
Yu Ping ingin membantu Yang Guo, tapi sudah keduluan sama Xi Da Ge a.k.a Ke Zhong.
"Qi Da Ge, aku akan pergi bersama mu. Maaf, kami akan segera kembali."
Mereka pun langsung pergi. Dan Yu Ping terlihat lunglai. *bahasa ku ini, wkwkwk*
"Yang Guo"Panggil Ke Zhong
"Qi Da Ge"
"Ini ambillah"
"Terima Kasih"
"Jangan menjadi sopan begitu padaku"
"Qi Da Ge, kenapa kau tidak bertanya sesuatu padaku"
"Tentang apa?"
"Tentang kapan aku harus mengembalikan uangmu?"
"Terus terang, aku hanya berpikir bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini. Tentang uang itu, aku tidak terlalu membatasinya."
"Itu karena gajiku sedikit. Aku tidak tahu sampai kapan aku akan bisa melunasinya".
"Aku tidak suka ini. Kau dapat belajar dengan baik untuk bisa menjadi sukses".
"Siapa yang tahu uang ini asli atau palsu. Aku harus mengeceknya dengan hati-hati."
"Kau ini...."Tuan Yang beranjak pergi, tapi ternyata tangannya diikat oleh Yang Duo. wakaka
"Ayah mau kemana?"
"Ke kamar mandi!""kau tidak bisa langsung pergi."
"Bisakah aku pergi sekarang?"
Yang Duo masih belum bisa mempercayai ayahnya, jadi dia menyuruh pegawai laki-laki untuk mengantar ayahnya. hehehe
"Semua ini aku lakukan karena pengacara Xiang."
Ke Zhong dan Yang Guo muncul. "Kami membawa uangnya". Yu Ping melihat ke arah Yang Guo, tapi Yang Guo tak mau melihat Yu Ping.
Yang Guo terkejut begitu melihat isi koper. Ternyata isinya pakaian dalam. hahaha
"Apa yang kau berikan padaku ini?"
"Jangan katakan kalau aku tidak peduli padamu. Aku berikan itu padamu, aku harap kau bisa sukses"
Temannya Yang Guo ini ngajarin yang aneh-aneh. Masa disuruh genit dan pake baju seksi kalo sama Xi Da Ge, ada-ada aja. Trus ada baju belang-belang gitu (animal print lengkap dengan cambuknya). ngakak abis liat ini, soalnya gayanya Yang Guo kayak kucing garong.
Ada telepon masuk dari Yu Ping, Yang Guo langsung Membuka baterai handphonenya. Males dia liat Yu Ping. Cup cup cup.
Karena hpnya gak aktif, jadi Yu Ping meninggalkan pesan suara.
"Yang Guo, aku hanya ingin memberitahukan padamu kalau klienku sudah setuju jika kau mengembalikan uangnya dia tidak akan menuntut ayahmu. Kau bisa tenang sekarang."
Yu Ping tidak tidur semalaman. Dia memutuskan untuk main basket agar stesnya hilang. Tapi ia juga sambil memikirkan semua pembicaraannya pada Yang Guo tentang masalah tadi.
Paginya ************(kayaknya malem deh, liat gambar)******************, Yang Duo datang ke kantor Ke Zhong.

"Putraku"sambut ibunya. Mereka pun berpelukan. "Aku sangat merindukanmu."
"Maafkan aku ibu, karena aku jarang pulang".
"Sudahlah, jangan bahas itu. Tapi aku juga heran kenapa kau sangat betah disana. Tidak ingin kemari menemani ibu".
"Ibu kenalkan, ini teman ku, namanya Yang Guo. Dia adalah asistenku juga." Maminya Ke Zhong gak suka tuh liat Yang Guo, buktinya ngeliatinnya dari bawah sampe atas. Trus Yang Guo juga gak di gubris.
"Baiklah, kau harus bersiap-siap, karena pamanmu akan mengundangmu makan malam. Kau harus pergi. Baiklah, cepat istirahatlah yang cukup."
"Baik ibu. Ayo Yang Guo"ajaknya.


"Yang Jie, percayalah padaku... aku tahu aku salah"
"Pergilah, apa yang kau lakukan disini?"usir Yang Duo.
"Tolong beri aku waktu..... aku baru saja menyadari dalam hidupku, orang yang sangat ku cintai hanyalah ..."ucapannya terputus, karena mulutnya langsung ditahan sama Yang Duo.
"Apa yang kau bicarakan. Ada apa denganmu?" Yang Duo melihat ke arah lain. Takut ada yang mendengarkan pembicaraan mereka.

Yang Duo membawa Ah De keluar, "Apa yang kau inginkan? Datang ke sini dan membuat masalah."
"Yang Jie, aku benar-benar sudah menyesal sekarang. Dapatkah kau katakan padaku dimana Yang Guo sekarang?" wah feelingku kayaknya ini mantannya si Yang Guo deh (betul Vita Sayang--ai)
"Ada masalah apa?
"Yang Jie, aku benar-benar menyukainya. maafkan aku karena dulu sudah menyakitinya. Tapi aku benar-benar akan berubah."
"Pelankan suaramu. Kuperingatkan padamu aku tidak akan membiarkan kau menemui adikku lagi!" Yang Duo pun berbalik pergi, tapi ternyata Yu Ping ada disitu.
Selamat membaca!
Written: Revita Rf @pelangidrama.net
Picture: Ai Rf @pelangidrama.net
[ScreenCaps] 49 Days Jung Il Woo as Scheduler Seorang Penyanyi?
Categories :



[Sinopsis] Mary Stayed Out All Night/Marry Me, Mary! Episode 11
Categories :
Mae-ri yang kesal tiba-tiba memukul meja dan berkata, “apa yang kalian berdua sedang bicarakan?”. Mae-ri mengejar Mu Gyul begitu mereka keluar dari café. Mae-ri meminta penjelasan dari Mu Gyul tentang apa yang dibicarakannya barusan dengan Jung In. “Aku ingin mengakhiri semua ini, aku tidak ingin melakukan kawin kontrak terus menerus”ucap Mu Gyul.
“Apa kau senang jika aku tinggal bersama dengan Jung In?”tanya Mae-ri.
“Siapa yang suka, aku tidak senang jika kau menghabiskan waktumu dengan Jung In”jawab Mu Gyul.
“Terus kenapa kau membuat perjanjian seperti itu, aku seperti bola saja yang bisa dilempar ke sana kemari?”tanya Mae-ri lagi.
“Aku tidak menyangka jika Jun In akan menyetujui semua ini, aku hanya ingin bersama denganmu”jawab Mu Gyul dan berjalan pergi meninggalkan Mae-ri. Mae-ri terdiam kemudian mengejar Mu Gyul dan berkata, “kenapa kau tidak mengatakan ini sebelumnya”ucap Mae-ri dengan wajah cemberut.
Ayah Mae-ri berbincang-bincang dengan tuan Tuan Jung dan mengatakan kalau Mu Gyul sering melemparkan pesawat kertas ke kamar Mae-ri. “Aku sangat khawatir jika Mae-ri keluar malam lagi dengan pria itu, lihat ada lingkaran dibawah mataku dan berat badanku turun drastis”keluh ayah Mae-ri yang sering begadang setiap malam hanya untuk mengawasi Mae-ri agar tidak pergi berdua dengan Mu Gyul lagi.
“Jadi, Mae-ri masih sering keluar dengannya, Mae-ri hanya terlalu polos”ucap Tuan Jung.
“Mae-ri jatuh cinta dengan pria itu karena penampilannya saja, bagaimana kalau Mae-ri dan Jung In tinggal bersama saja?”saran ayah Mae-ri.
“Ide yang bagus, lagipula kita sudah mendaftarkan pernikahan mereka dan masih ada beberapa hal yang harus Mae-ri pelajari sebelum menikah dan aku akan sering bertemu dengan Mae-ri”ucap Tuan Jung menyetujui usul ayah Mae-ri.
“Aku pulang”teriak Mae-ri begitu masuk ke dalam rumah. Mae-ri heran melihat ayahnya berdiri menunggunya dan ada koper di sampingnya. Mae-ri bertanya kepada ayahnya apa ayahnya akan pergi ke suatu tempat.
“Bukan aku yang pergi tapi kau”jawab ayah Mae-ri. Mae-ri heran dan bertanya lagi kemana ayahnya akan membawanya, “mulai hari ini kau akan tinggal di rumah Jung In, aku khawatir dan tidak bisa tidur setiap malam takut jika kau kabur dengan playboy itu. Jika kau ingin ayah tetap hidup maka pergilah ke rumah Jung In”. Mae-ri berusaha membela diri dan mengatakan jika dia hanya mencintai Mu Gyul. Ayah Mae-ri tidak mau mendengar ucapan Mae-ri dan tetap memaksanya tinggal di rumah Jung In. Mae-ri meminta waktu satu hari untuk memikirkan permintaan ayahnya. Sementara itu Jung In mendapat telepon dari ayahnya yang memintanya untuk menemui ayah Mae-ri.
Mae-ri menelepon Mu Gyul dan mengabarkan kepadanya jika ayah memintanya untuk tinggal di rumah Jung In. Mu Gyul jelas kaget mendengar wanita yang dicintainya akan tinggal bersama lelaki lain. Mae-ri berusaha meyakinkan Mu Gyul kalau semuanya akan baik-baik saja dan menyuruh Mu Gyul bersabar.
Jung In datang mengunjungi ayah Mae-ri sesuai permintaan ayahnya. Jung In berkata kepada ayah Mae-ri kalau dia akan membuat Mae-ri merasa nyaman tinggal di rumahnya dan Mae-ri boleh bertemu ayahnya kapan saja dia mau. Ayah Mae-ri sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada Jung In. Ayah Mae-ri juga mengatakan jika dia yang akan mengunjungi Mae-ri. Jung In meminta izin untuk pulang dan Mae-ri mengantar Jung In keluar.
“Aku ingin bertanya sesuatu padamu? Kenapa kau menyetujui ide ini?”tanya Mae-ri. “Aku tahu kau sangat mencintai Mu Gyul, dan karena kau telah membantuku untuk mendapatkan kesempatan dari ayah maka aku akan membantumu untuk bersama Mu Gyul”jawab Jung In. Mae-ri terdiam, “baiklah, ayo kita coba, tapi aku ingin menjelaskan satu hal kalau aku hanya mencintai Mu Gyul”ucap Mae-ri. Jung In mengangguk, “aku mengerti, tapi untuk beberapa hari ini kau tinggal di rumahku dulu sampai ayahmu tenang, baru setelah itu kamu ke tempat Mu Gyul. Lebih baik kau masuk sekarang”ucap Jung In dan pergi.
Sementara itu Mu Gyul tidak bisa tenang dan terus berjalan mondar mandir. Mu Gyul memutuskan menelepon Mae-ri. Mu Gyul mengingatkan Mae-ri kalau dia harus hati-hati dengan yang namanya pria. Mae-ri menggoda Mu Gyul dan mengatakan kalau Mu Gyul juga seorang pria. Mu Gyul membela diri dan mengatakan kalau dia berbeda dengan pria yang lain. Mu Gyul memberi nasihat kepada Mae-ri kalau dia tidak boleh mengenakan rok pendek dan harus mengunci kamar jika ingin tidur dan jangan lupa untuk sering meneleponnya. Mae-ri tertawa dan berkata, “aku mengerti, dan kau harus lebih bersabar jika merindukanku”.
Mae-ri sibuk mengatur barang bawaannya ke dalam koper. Ayah Mae-ri tiba-tiba datang dan mengagetkan Mae-ri. “Kenapa barang bawaanmu banyak sekali?”tanya ayah Mae-ri . Mae-ri spontan kaget dan dengan cepatnya memasukkan semua barang ke dalam kopernya. Ayah Mae-ri memeriksa barang bawaan Mae-ri dan heran karena Mae-ri membawa mangkok, “aku tidak bisa makan tanpa ini dan aku ingin memasakkan makanan untuk Jung In”jawab Mae-ri.
Ayah Mae-ri sedih karena membiarkan Mae-ri tinggal di rumah Jung In. Ayah Mae-ri merasa kalau dia bukan ayah yang baik. Mae-ri menggenggam tangan ayahnya dan mengatakan kalau dia akan sering berkunjung setiap minggu. Ayah Mae-ri tersenyum tipis dan mengatakan kalau dia sangat bahagia melihatnya dengan Jung In. “Ayah mungkin kau akan kesepian, sebaiknya kau mencari kekasih”ucap Mae-ri . Ayah Mae-ri menggeleng dan mengatakan jika banyak wanita yang ingin bersamanya namun dia terlalu sibuk mengurus putri kecilnya yang satu ini. Ayah Mae-ri juga mengingatkan agar Mae-ri tidak menemui Mu Gyul lagi. Mae-ri mengangguk setuju dan mengatakan kalau ayah tidak perlu khawatir.
Keesokan harinya Mae-ri berpamitan kepada ayahnya dan tidak lupa memberi hormat kepada ayahnya. “Ayah, aku pergi sekarang. aku meninggalkan banyak makanan yang cukup untuk seminggu ayah makan, ayah harus makan tepat waktu”. Ayah Mae-ri hanya mengangguk dan tidak sanggup berkata apa-apa karena terlalu sedih berpisah dengan putri kecilnya.
Jung In menelepon karyawannya dan mengatakan jika Mu Gyul yang akan melanjutkan untuk menjadi produser musik. Jung In juga meminta kepada karyawannya untuk tetap mencari keberadaan Seo Joon.
Mae-ri sampai di rumah Jung In dan disambut hangat oleh pengurus rumah dan juga Jung In. Jung In mengantar Mae-ri ke kamarnya dan menyuruhnya beristirahat karena sebentar malam mereka akan makan malam bersama dengan ayah Jung In.
Mae-ri melihat koleksi-koleksi buku yang sudah disiapkan Jung In untuknya. Di salah satu buku Mae-ri menemukan sebuah catatan kecil tulisan tangan Jung In.
“Sama seperti dua kekasih Kelvin dan Gemma yang diatur dalam pencarian hal yang paling penting dalam hidup mereka, aku sudah bisa belajar apa kebahagiaan sejati semuanya dari buku ini dan aku harap kamu seperti Gemma bisa melakukan hal yang sama”.
Mae-ri mengambil buku yang lain lagi dan lagi-lagi dia menemukan sebuah catatan kecil tulisan tangan Jung In.
“Setelah gagal untuk memutuskan jalan mana yang harus diambil, pemain utama tidak diberikan pilihan apapun , tapi untuk membuat keputusan baru terserah pada pembaca untuk membayangkan jalan mana yang akan dia pilih.jalan mana yang akan kamu pilih?”.
Mae-ri tersenyum membaca catatan-catatan kecil Jung In dan seakan-akan catatan itu ditujukan untuk dirinya.
Mu Gyul kesal karena Mae-ri tidak menghubungi bahkan mengirimi sms padanya. Mu Gyul berinisiatif mengirim sms duluan pada Mae-ri, “apa yang kau kerjakan sampai-sampai tidak mengirim sms seharian”. Mu Gyul mengapus isi smsnya dan menulis sms yang baru, “apa kau senang bersama laki-laki itu?”. Mu Gyul kesal pada dirinya sendiri dan kembali menghapus sms dan tidak mengirimkan satu smspun kepada Mae-ri. Mu Gyul terus mentapa Hp-nya berharap kalau Mae-ri akan menelepon atau mengirimkannya pesan.
Tuan Jung, Mae-ri dan Jung In makan malam bersama. Tuan Jung sangat senang bahkan memanggil Mae-ri dengan sebutan anak. Mae-ri tersenyum dan berkata kalau dia juga senang karena keadaan Tuan Jung sudah membaik. Jung In menambahkan kalau ini semua berkat Mae-ri.
Tuan Jung memberikan hadiah sebuah cincin kepada Mae-ri sebagai ucapan terima kasih. Mae-ri kaget dan menolak untuk menerimanya. Namun Tuan Jung malah menyuruh Jung In untuk memakaikan cincin tersebut ke tangan Mae-ri. Tuan Jung sangat senang melihat cincin yang diberikannya dipakai oleh Mae-ri.
“Aku tidak bisa menerima ini”ucap Mae-ri begitu mereka selesai makan malam dan melepaskan cincin pemberian ayah Jung In dari tangannya kemudian mengembalikannya kepada Jung In. “Terima saja, lagipula orang-orang tahu kalau kita adalah pasangan”ucap Jung In.
“Aku tahu, tapi……”.
“Ayahku hanya mencoba menunjukkan betapa dia sangat memperdulikanmu, tolong senangkan dia untuk saat ini, kau bisa melakukannya kan?”pinta Jung In. Mae-ri terdiam, Jung In menggenggam tangan Mae-ri dan berniat memakaikan cincin di tangan Mae-ri lagi, namun dia mengurungkan niatnya dan memberikan cincin ke tangan Mae-ri.
Teman-teman Mu Gyul dan Mae-ri minum-minum dan bersulang untuk merayakan malam pertama Mae-ri. “Apa maksudmu dengan malam pertama?”tanya So Ra penasaran.
“Putus,putus”jawab teman Mu Gyul. Mu Gyul datang karena ajakan teman-temannya yang tidak ingin Mu Gyul menghabiskan waktunya sendirian. “Hyung, ayo minum” . Mu Gyul menolak tawaran temannya dengan alasan kalau dia akan bekerja membuat lagu lagi. Teman Mu Gyul mulai memancing-mancing Mu Gyul dengan bertanya apa yang dilakukan Mae-ri saat ini. Mu Gyul hanya menjawab seadanya,”tidur”. Teman Mu Gyul kembali memancing Mu Gyul dengan mengatakan kalau sekarang mungkin Mae-ri pasti sedang bersenang-senang dengan Jung In dan mungkin mereka sekarang sedang makan malam bersama ditemani dengan cahaya lilin yang sangat banyak. Mu Gyul yang semula tidak mempunyai keinginan untuk minum pada akhirnya minum juga karena pusing memikirkan apa yang sedang dilakukan Mae-ri apalagi dia belum menelepon sama sekali. Teman Mu Gyul tidak berhenti di situ saja dan terus memancing-mancing Mu Gyul dengan menyebut nama Jung In terus menerus. Mu Gyul kesal dengan sikap teman-temannya dan memutuskan meninggalkan mereka.
Mu Gyul memutuskan pulang ke rumah daripada harus bersama teman-temannya. Mu Gyul mulai memejamkan matanya namun pikirannya terus membayangkan ucapan teman-temannya kalau Mae-ri dan Jung In yang sedang makan malam bersama.
Mu Gyul tiba-tiba terbangun karena teleponnya berbunyi. “Apa yang kau lakukan, kenapa belum tidur juga?”tanya Mu Gyul yang memberondong Mae-ri dengan pertanyaan.
“Aku ingin melakukan sesuatu”jawab Mae-ri senang.
“Apa?”tanya Mu Gyul penasaran
“Rahasia”jawab Mae-ri
“Kau masih merahasiakan sesuatu kepadaku? Di mana kau”tanya Mu Gyul sedikit kesal
“Di kamarku, Jung In membuatkan perpustakaan di kamar untukku”jawab Mae-ri
“Dan kau menyukainya?”tanya Mu Gyul
“Lebih baik dari yang kubayangkan”jawab Mae-ri
“Begitu, kalau kau senang maka tinggallah di sana selamanya dan jangan pernah ke sini lagi”ucap Mu Gyul kesal dan menutup teleponnya.
Mae-ri tersenyum sambil menatap Hp-nya, “tunggulah sebentar lagi”guman Mae-ri.
Sementara itu Mu Gyul menyesal telah menutup telepon duluan dan memutuskan kembali membuat lagu.
Mae-ri tidak tidur semalaman demi menyelesaikan rajutan sweater untuk diberikan kepada Mu Gyul. Mae-ri senang karena hasil jahitannya selesai tepat waktu dan dapat diberikan kepada Mu Gyul.
Mae-ri keluar dari kamar dan melihat Jung In sedang menyiapkan sarapan pagi dan berlatih cara menyapa Mae-ri. Mae-ri tersenyum melihat tingkah lucu Jung In. Mae-ri menghampiri Jung In dan menyapa Jung In yang sedang minum. Jung In spontan menyemburkan air yang sedang diminumnya dan menyapa Mae-ri dengan perasaan malu.
Mae-ri dan Jung In sarapan pagi bersama. Jung In bertanya apa Mae-ri akan menemui Mu Gyul hari ini. Mae-ri mengangguk. Jung In mengingatkan Mae-ri agar mengaktifkan terus Hp-nya agar Jung In dapat mengirimkan pesan pada Mae-ri jika terjadi sesuatu.
Jung In datang ke studio rekaman Mu Gyul dan mulai menanyakan mengenai aransemen lagu yang sedang dikerjakan Mu Gyul. Mu Gyul mengatakan jika dia akan menghubungi Jung In kalau liriknya sudah selesai. “Oh, kalau begitu mulailah rekaman. Ah, Seo Joon menghilang setelah konferensi pers”ucap Jung In. Mu Gyul terkejut mendengar berita yang disampaikan Jung In dan mulai mengingat perkataan Seo Joon padany,a “aku sudah memberikan semuanya padamu, aku sudah meninggalkan keluarga dan sahabatku agar bisa bersama denganmu”. Jung In mulai bertanya kira-kira kemana Seo Joon pergi. Mu Gyul menjawab jangan menanyakan masalah itu lagi kepadanya karena dia sudah lelah dengan semua yang telah terjadi. “Baiklah, apa kau tidak penasaran dengan malam pertama kami?”tanya Jung In
“Aku tidak penasaran sama sekali”jawab Mu Gyul cuek
“Lebih baik Mae-ri yang menceritakan semuanya padamu”ucap Jung In kemudian pergi.
Mu Gyul berjalan pulang dan mulai bergumam sendiri,“apa aku penasaran dengan malam pertama mereka, malam pertama, hak apa yang mereka punya sehingga mengatakan malam pertama mereka. Wi Mae-ri”. Mu Gyul mengambil Hp-nya dan ingin menelepon Mae-ri.
“Ah, tidak, Kang Mu Gyul kamu jangan panik dan harus percaya pada Mae-ri”. Mu Gyul mulai memukul-mukul dadanya untuk menghilangkan rasa khawatirnya pada Mae-ri.
Mae-ri datang ke rumah Mu Gyul. Kebetulan saat itu ibu Mu Gyul sedang berada di rumah Mu Gyul. Ibu Mu Gyul sempat terkejut melihat Mae-ri datang apalagi dengan membawa koper. “Apa Mu Gyul tidak memberitahu anda kalau aku akan tinggal di sini selama 3 hari dalam seminggu?”tanya Mae-ri.
“Tidak. Kalau begitu aku akan pergi meninggalkan rumah ini”ucap Ibu Mae-ri setengah sadar.
“Tidak perlu, apa anda tidak jadi ke Paris?”tanya Mae-ri. Ibu Mu Gyul mulai menangis, “ada sedikit masalah, aku mungkin harus putus dengan pacarku”. Mae-ri mengambil tissue dari dalam tasnya dan memberikan pada Ibu Mu Gyul.
“Terima kasih, kamu sangat perhatian, tapi apa ini?”tanya Ibu Mu Gyul mengambil kotak yang berisi cincin yang jatuh dari dalam tissue. Ibu Mu Gyul terkesima melihat cincin Mae-ri dan mencobanya. “Wah ini sangat indah, apa ini berlian asli?”tanya Ibu Mu Gyul . Mae-ri menjawab kalau dia harus mengembalikan cincin itu kepada pemiliknya dalam waktu sebulan. Mae- ri mengambil sweater yang akan diberikannya dari dalam tas dan mencari tempat yang bagus untuk menaruhnya. Sementara itu Ibu Mu Gyul sibuk melihat cincin Mae-ri ditangannya dan mengatakan kalau dia ingin meminjamnya dan menggadaikannya agar bisa pergi ke Paris.
“Setelah aku mendapatkan uang aku akan mengembalikannya kepadamu”. Mae-ri terkejut mendengar ucapan ibu Mu Gyul dan ingin mengejar ibu Mu Gyul .
Baru saja Mae-ri ingin mengejar ibu Mu Gyul, ayahnya menelepon dan mengatakan kalau dia akan ke rumah Jung In membawakan obat untuk kesehatan untuknya dan Jung In. Mae-ri kaget dan berlari pulang ke rumah Jung In dan melupakan cincin yang dibawa ibu Mu Gyul.
Mae-ri sampai tepat sebelum ayahnya datang. Ayah Mae-ri heran karena Mae-ri terlihat seperti orang habis lari marathon. Mae-ri mengelak dan mengajak ayahnya masuk ke dalam rumah. Ayah Mae-ri terkesima dengan kemewahan rumah Jung In dan mengatakan kalau putrinya sekarang sudah menjadi seorang putri. Mae-ri menyuruh ayahnya pulang karena tidak ada yang menjaga restoran, namun ayah Mae-ri mengatakan kalau dia akan menunggu Jung In dan restoran sudah ada yang menjaga.
Mae-ri menelepon Mu Gyul untuk mengabarkan kalau dirinya terlambat pulang karena ayahnya sedang berada di rumah Jung In. “Aku akan menunggumu”ucap Mu Gyul.
Sementara itu ibu Mu Gyul sedang membereskan barang-barangnya saat Mu Gyul pulang. Mu Gyul heran, “apa yang sedang kau lakukan?”tanya Mu Gyul.
“Aku sedang membereskan barang-barangku karena ingin ke Paris”jawab ibu Mu Gyul
“Bukankah kau harus mengembalikan uangnya dulu?”tanya Mu Gyul
“Aku sudah mengembalikannya dengan memberikan cincin Mae-ri”. Mu Gyul kaget mendengar ucapan ibunya dan membentaknya. Ibu Mu Gyul membela diri dengan mengatakan kalau Mae-ri yang menyuruhnya mengambilnya. Mu Gyul tidak percaya dengan semua yang diucapkan ibunya dan menyuruh ibunya untuk pergi selamanya dari kehidupannya. “Aku bukan anakmu lagi maka pergilah. Kau hanya memerlukan aku saat kau senang, bukankah saat kau senang kau mencampakkanku, kau tidak tahu betapa lelahnya aku dengan semua ini”.
Ayah Mae-ri sangat senang melihat Jung In sudah pulang. Jung In meminta izin untuk mengganti pakaiannya dulu setelah itu mereka akan mengobrol bersama lagi. Ayah Mae-ri menyuruh Mae-ri mengikuti Jung In. “Apa yang terjadi?”tanya Jung In. Mae-ri mulai bercerita kalau tadi dia sedang di rumah Mu Gyul namun tiba-tiba ayah meneleponnya dan mengatakan kalau akan ke sini dan membawakan vitamin. Jung In mengerti dan mengatakan kalau akan membuat ayah Mae-ri cepat pulang. “Tidak perlu, ayah sudah di sini sebaiknya kita makan malam bersama”jawab Mae-ri.
Ayah Mae-ri dan Jung In minum-minum bersama. Ayah Mae-ri mulai mabuk dan menyuruh Mae-ri memanggil Jung In dengan sebutan suami begitupun dengan Jung In yang harus memanggil Mae-ri dengan sebutan istri. Hp Mae-ri berbunyi dan yang menelepon adalah Mu Gyul yang mengabarkan kalau dia sekarang berada di depan rumah Jung In.
Mae-ri bergegas keluar dan menemui Mu Gyul. Mu Gyul mulai bertanya kenapa Mae-ri memberikan cincin kepada ibunya. Mae-ri membela diri dan mengatakan kalau dia tidak pernah memberikan cincin itu. “Aku tidak butuh rasa kasihan, kalau kau melakukan itu lebih baik hubungan kita sampai di sini saja”ucap Mu Gyul
“Kau jangan berbicara seperti itu tanpa berpikir”ucap Mae-ri
“Siapa yang melakukan hal tanpa berpikir?”tanya Mu Gyul marah dan berjalan meninggalkan Mae-ri.
Mae-ri terdiam dan mulai menangis. Jung In melihat hal itu. Mu Gyul pulang ke rumah dan menemukan sebuah kotak yang berisi hadiah sweater dari Mae-ri yang diletakkan dalam kulkas. Mu Gyul mencium sweater hadiah dari Mae-ri dan pergi ke tempat ice skating.
Mae-ri berpamitan pada Jung In untuk pergi ke suatu tempat. Jung In menawarkan diri untuk mengantar Mae-ri, namun Mae-ri menolak. Mae-ri berteriak memanggil nama Mu Gyul begitu sampai di rumah Mu Gyul namun tidak ada jawaban. Mae-ri melihat kotak hadiahnya telah kosong dan mengingat perkataan Mu Gyul yang sangat ingin ke area skating memakai sweater buatan Mae-ri.
Mu Gyul terus menunggu Mae-ri dan berharap Mae-ri datang. Mu Gyul mengarahkan pandangannya ke sekeliling dan sangat senang melihat Mae-ri sekarang berada dihadapannya dan melambaikan tangan kepadanya, “Hei, Kang Mu Gyul”. Mu Gyul mengajari Mae-ri cara bermain ice skating dan Mae-ri sangat senang karena bisa bermain ice skating bersama-sama dengan Mu Gyul.
Lee Ahn dan Seo Joon bertemu di sebuah bar. Lee Ahn bertanya kenapa Seo Joon bersembunyi. “Aku ingin orang-orang mencariku tapi bukan kau yang ingin kujumpai”jawab Seo Joon.
“Seo Joon kenapa kau seperti ini? Jika ada seorang pria yang menyukaimu harusnya kau mengajaknya berkencan,kenapa kau selalu menolakku?”ucap Lee Ahn. Manager Bang datang ke meja mereka dan mulai menawarkan kerja sama. Seo Joon menolak dan menyiram air ke wajah Manager Bang karena masih marah soal fotonya bersama Mu Gyul yang disebarkan. “Jangan berpikir karena kau adalah bintang besar bisa melakukan seenaknya”ucap Manager Bang marah.
“Dasar sampah”ucap Seo Joon
“Apa!”teriak Manager dan perkelahian pun tak bisa terhindarkan. Seo Joon mendorong Manager Bang hingga kepalanya terbentur ke tembok dan berdarah. Lee Ahn kaget dan segera menolong Manager Bang.
Mu Gyul dan Mae-ri sampai di rumah. Teman-teman Mu Gyul dan Mae-ri memberi mereka kejutan dan mengajak mereka bermain sebuah permainan. Mu Gyul dan Mae-ri kalah dan teman-temannya menyuruh Mu Gyul mencium pipi Mae-ri. Mu Gyul dengan malu-malu melakukannya dan mengajak Mae-ri keluar. Mu Gyul menyanyikan sebuah lagu yang sengaja dibuatnya hanya untuk Mae-ri tetapi belum ada liriknya. Mae-ri sangat senang. (suara oppa Jang Geun-suk bagus banget). Mu Gyul meminta Mae-ri yang menulis lirik lagunya.
Mu Gyul mengantar Mae-ri ke rumah Jung In. Ayah Mae-ri tiba-tiba keluar dari rumah Jung In dan hal itu membuat Mae-ri dan Mu Gyul kaget. Mu Gyul bersembunyi dan Mae-ri berusaha menahan ayahnya agar tinggal dulu untuk makan. Ayah Mae-ri bertanya dari mana Mae-ri sepagi ini. Mae-ri berusaha meyakinkan ayahnya kalau dia baru saja habis berolahraga untuk menurunkan berat badannya.
Mae-ri asyik mendengarkan lagu ciptaan Mu Gyul untuknya dan mulai menulis lirik lagu yang tepat. Mu Gyul sedang tertidur dan terbangun ketika Hp-nya berbunyi. Seseorang mengabarkan kepadanya bahwa Seo Joon sedang tertidur di club. Hp Mu Gyul kembali berbunyi dan yang menelepon adalah Mae-ri yang menanyakan apakah boleh lirik lagu diulang. Mu Gyul menjawab kalau ini tidak bisa dijelaskan di telepon dan dia harus mengerjakan sesuatu hal yang mendesak. “Oh, aku mengerti”jawab Mae-ri.
Mu Gyul datang ke bar dan bertanya kepada pelayan dengan siapa Seo Joon ke bar. “Dia ke sini dengan Lee Ahn tapi Lee Ahn pulang terlebih dahulu karena menolong seseorang yang terluka”jawab pelayan.
Mu Gyul membawa Seo Joon pulang ke rumahnya. Seo Joon kaget karena melihat Mu Gyul berada di rumahnya. “Hidupmu sangat baik setelah apa yang sudah kau lakukan pada Jung In”ucap Mu Gyul
“Kenapa kau datang?”tanya Seo Joon
“Pelayan yang meneleponku dan mengabarkan kalau kau mabuk dan Lee Ahn sudah mengusir para wartawan, sebaiknya kau meneleponnya jika ingin tahu lebih detail”jawab Mu Gyul dan pergi.
Mae-ri berjalan tergesa-gesa dan meninggalkan pesan kepada Mu Gyul kalau dia sekarang sedang menuju ke studio rekaman begitu juga dengan Mu Gyul yang mengabarkan hal yang sama kepada Mae-ri.
Pada saat yang bersamaan Seo Joon datang ke studio rekaman dan tidak sengaja bertemu dengan Mae-ri, Jung In dan juga Mu Gyul di Lobby. Jung In dan Seo Joon berbincang-bincang di ruangan kerja Jung In. Jung In mengkhawatirkan Seo Joon dan menyuruhnya untuk segera mulai rekaman.
Mu Gyul memperlihatkan kertas yang berisikan lirik lagu dan memberitahu Seo Joon kalau ada beberapa bagian yang harus di edit.
Seo Joon melihat kertas lirik lagu dan melihat nama Mu Gyul sebagai pembuatnya dan Mae-ri yang membuat lirik lagunya. Seo Joon melepaskan perlahan-lahan headseatnya dan berjalan mendekati Mu Gyul. “Lirik lagu ini dibuat oleh Mae-ri kan?Apa kau ingin aku menyanyikan kisah cintamu?”tanya Seo Joon
“Kau harus bersifat professional, yang penting musiknya bukan siapa yang menulisnya”jawab Mu Gyul
“Aku tidak akan menyanyikannya sampai matipun aku tidak akan menyanyikannya”ucap Seo Joon dan melemparkan kertas lirik lagunya ke udara.
Writer : Dewi Rf @pelangidrama.net
Pictures : Apni Rf @pelangidrama.net













































































