[Sinopsis J-Drama] Kurosagi Episode 10

2 comments

Di dunia ini ada 3 macam penipu..Pertama orang yang menipu uang korbannya bernama Shirosagi (white swindler), kedua menipu dengan kecantikannya (memanipulasi perasaan si korban) yaitu Akasagi (red swindler), terakhir adalah penipu yang menjadikan shirosagi dan akasagi sebagai ‘sumber makanannya’, penipunya para penipu dalam sejarah namanya adalah Kurosagi (black swindler).

== KUROSAGI Episode 10 ==
“Hentikan”, Kurosagi terengah-engah berlari menaiki tangga berusaha menghentikan ayahnya ketika hendak memberikan stempel pada surat perjanjian franchise, “Hentikan”, teriak Kurosagi tapi terlambat. Kurosagi pun membuka matanya, ohh ia mengalami mimpi buruk.
Di Kantor kepolisian di mana Kashima bekerja menerima banyak laporan tentang penipuan kerjasama usaha franchise, di mana kasus yang dilaporkan itu bermodus serupa dengan kasus yang menimpa ayahnya Kurosagi 6 tahun yang lalu dibawah Mikimoto Group, tersangkanya bernama Kasuga Kimiyoshi, Momoyama bertanya, “karena ini berhubungan dengan Kurosagi maka ia akan mengambil tindakan, kan?” Kashima yang mendengar itu menampakkan wajah penuh antisipasi.
Kucing hitam Kurosagi tak sengaja menjatuhkan piring-piring di atas nampan milik Tsurara, Kurosagi pun menghampiri kucingnya itu dan ternyata di antara piring-piring tersebut ada yang belah, Kurosagi mengangkat piring itu terlihat kesal.

Sebelum pergi, Kurosagi mengembalikkan nampan piring-piring milik Tsurara dengan menggunakan gagang sapu, digeser, hingga di depan pintu kamar sewa Tsurara. Tsurara yang melihat hal itu, bingung. Tapi ketika ia melihat isi piring-piring tersebut kosong, ia pun tersenyum. tapi senyumnya hilang ketika Kurosagi mengatakan bahwa rasa masakan Tsurara tidak enak.
Kurosagi melanjutkan sambil menutup pintunya, “rasanya sangat tak enak, kau salah memasukkan gula dengan garam, kan?”. Tsurara yang mendengar itu kaget dan meminta maaf. “Bohong, aku bahkan tidak memakannya, aku tidak menyukai masakan buatan rumah, ingin mendapatkan perhatian seorang pria dengan cara seperti itu sangatlah kuno.”ucap Kurosagi lagi dan berlalu pergi.
“Aku tidak ingin mendapat perhatianmu.”ucap Tsurara kesal sembari membawa nampan berisi piring-piringnya.
“Dan juga, untuk jaga-jaga, sweater rajutan buatan tangan, kue buatan sendiri, jangan mengganguku dengan hal semacam itu,”katanya dan ia pun pergi.
Tsurara terlihat kesal dengan perkataan Kurosagi, ketika hendak menutup pintunya, salah satu piringnya ada yang belah tadi yang ditempelkan Kurosagi menggunakan selotip. Tsurara menjadi tambah kesal ia pun berteriak pada Kurosagi mengatakan mengapa piringnya terbelah seperti itu, dan ia ingin Kurosagi untuk menggantinya, tapi Kurosagi terus saja melangkah pergi tanpa menghiraukan perkataan Tsurara.
Di restoran Katsuragi, Hayasa menanyakan maksud dari pernyatan Katsuragi tentang memulai tantangan ini, tapi Katsuragi malah memberi isyarat untuk diam karena Kurosagi baru saja datang.
Kurosagi dengan cuek masuk ke restoran VIP Katsuragi ketika ia melihat apa yang sedang dilakukan Katsuragi ia pun berkomentar, “acar timun lagi?” dan ia pun mengatakan ingin membeli informasi.
Hayasa mengambil sebuah amplop dari saku Katsuragi memberikannya pada Kurosagi, kali ini Shirosagi buruannya bernama Emori Kimiko, seorang manajer perusahaan belanja melalui telepon (shopping tv), dan biaya untuk informasi kali ini sebesar 10 juta. Ketika Kurosagi menanyakan teknik yang digunakannya, Katsuragi menyarankan untuk langsung saja menemui si korban. Kurosagi yang mendengar itu heran dan melihat ke arah Hayasa yang langsung mengalihkan pandangannya.
Kurosagi menunggu kliennya yang datang terlambat, ia pun menghabiskan waktunya dengan bermain dan mendapatkan hadiah berupa mainan pistol-pistolan bertipe revolver berwarna perak.
“Maaf telah membuatmu menunggu.”ucap seorang wanita paruh baya.
Mereka kini duduk di bangku sebuah taman, “Lalu? Bagaimana kau bisa tertipu?”tanya Kurosagi.
Kliennya menjelaskan bahwa awalnya ia ingin mendapatkan penghasilan tambahan karena untuk membesarkan dua anak dari satu penghasilan saja tidak mencukupi, ia pun bergabung dengan perusahaan itu, pekerjaannya pun sangat mudah hanya mengirimkan surat pada alamat-alamat yang diberikan perusahaan. “Aku percaya pada perusahaan tersebut, karena perusahaan tersebut muncul di majalah dan iklan televisi”.
Flash back
Saat Mizuno Kanako klien Kurosagi kali ini, menemui Mori Kimiko, manajer perusahaan tersebut. Kimiko mulai menunjukkan katalog barang-barang yang dijualnya dan menjelaskan alat promosi yang digunakan dalam pekerjaan ini, yang terdiri dari amplop profesional, katalog, daftar nama calon pembeli. Kimiko menjelaskan seluruh alat promosi ini seharga 200 ribu yen, memang mahal, tapi ketika mulai menjalankannya, maka uang akan kembali dengan cepat. Kanako-san terlihat bimbang, tapi terus saja diyakinkan oleh Kimiko-san dengan muka ‘manisnya’. “Pelanggan yang diberikan surat oleh Kanako-san pasti akan membeli barang-barang yang dijual,kan? Maka, kami akan mengembalikan margin 5% dari uang tersebut,” Kimiko-san memberi penjelasan menggunakan bagan. Kanako-san masih terlihat bimbang, Tapi Kimiko terus saja meyakinkan, “Ini terlihat di formulir pemesanan, dari sini, kita bisa melihat dari katalog mana barang tersebut dibeli, dari uang pembelian sebesar 10 ribu yen, kau akan mendapat 500 yen.” ia melanjutkan, “Kau, jangan menganggap remeh uang sebesar 500 yen, seorang ibu rumah tangga harus menghargai jumlah uang tersebut walaupun besarannya kecil, dan menabung sedikit demi sedikit.”
Flashback End
“Tapi aku bahkan tidak mendapatkan margin sepeser pun, para calon pembeli yang telah aku kirimkan katalog, tak seorang pun yang memesan barang. Setelah itu aku datang kembali untuk mendiskusikannya lagi, mereka menyuruhku untuk membeli daftar nama lain yang lebih menjanjikan. Mereka mengatakan, itu adalah nama dari pembeli yang akan langsung memesan barangnya. Harga dari nama-nama tersebut sebesar 200 ribu lagi. Aku meminjam uang pada ibuku, 200 ribu yang pertama juga merupakan uang yang terkumpul dengan susah payah. Jadi, kupikir, aku tak bisa berhenti hingga aku mendapatkan uangku kembali.” Kanako-san menjelaskan panjang lebar. Kurosagi memberi tanggapan jika formulir pemesanannya telah habis, ini tidak akan memberikan keuntungan, kan. Tapi, mau ada untung atau tidak, pihak lain tidak akan ada yang tahu, kan.
“Okasaann.” kedua anak Kanako datang menghampiri ibunya. Kanako-san menyambutnya dengan mengucapkan, “Okaeri” dan Kanako-san memberikan kedua anaknya makanan untuk disantap sebagai makan malam. Anaknya lalu bertanya, “Kapan Otousan akan pulang?”, Kanako-san menjelaskan dengan sedih sebentar lagi, setelah pekerjaannya selesai.
Anaknya berbisik pada Kanako-san, “Uang sekolah,, harus segera dibayar.” Kanako-san menjawab akan segera membayarnya dan menyuruh kedua anaknya untuk pulang, sedangkan Kurosagi bermain-main dengan anaknya yang satu lagi lalu memberikan pistol mainan padanya, dan anak-anaknya pun pergi pulang.
“Jika uangmu kembali, kau mampu untuk membayar sekolah. Aku akan menipu uang itu dan mengembalikannya padamu. Aku tahu manisnya dari pekerjaan ‘part-time’, Kau ingin melakukannya?”tanyanya penuh percaya diri.
“Eh?”, Kanako-san masih terlihat bingung. Kurosagi membisikkan sesuatu pada Kanako-san dan ia berlalu pergi.
Hayasa bertanya pada Katsuragi, “Aku pikir kau kan membiarkan Kurosagi untuk menghancurkan Kasuga. Lalu mengapa kau memberikan Shirosagi bernama Emori yang tidak ada hubungannya dengan hal itu?”
“Berburu harta karun.”jawabnya enteng sembari memberikan secarik kertas, ia pun melanjutkan, “Ketika semua kotaknya terisi, maka ia akan mendapatkan harta karun.” Kertas itu berisi target pertama dimulai dari Emori selanjutnya Mizuno dan ada empat kotak lagi yang masih kosong sedangkan kotak terakhir bertuliskan ‘Goal’.
Kimiko sedang mengawasi para pegawainya yang terlihat sibuk menerima telepon. Tapi kemudian, ia terlihat kesal ketika melihat ada seorang pria disitu yang terlihat santai. ohh itu ternyata Kurosagi, yang kali ini ia berperan sebagai Oozaki.
“Ini adalah daftar nama yang aku bicarakan sebelumnya ditelepon. Nama-nama yang selalu membeli barang melalui pemesanan via surat.”ucap Kurosagi sembari menunjukkan buku-buku daftar nama tersebut.
“Bagaimana?!? Daftar nama itu aku beli dari seorang yang profesional, ini akan memudahkan untuk bertransaksi.”ucap Kurosagi ketika Kimiko melihat nama-nama yang ada dalam daftar itu.
“Berapa harganya?”tanya Kimiko tertarik, Kurosagi hanya memberikan tanda lima melalui jari tangannya, dan ditebak 50 ribu oleh Kimiko-san yang menganggap bahwa harga itu terlalu murah. Dan Kurosagi menjelaskan dengan satu syarat, karena Kimiko memerlukan nama-nama itu untuk bisnisnya, dan yang ia inginkan keuntungan dari margin. Jika orang-orang dalam daftar tersebut memesan barang, maka Kurosagi menginginkan keuntungan dari pembelian dari barang tersebut. Tapi Kimiko menolaknya, Kurosagi tak kalah strategi, ia menyebutkan bahwa harga daftar nama itu di pasaran seharga 300 ribu, jika ia menjual padanya hanya dengan 50 ribu itu terlalu murah. Kimiko tak mau kalah, ia akan mencoba untuk mengkonfirmasi nama-nama tersebut secara acak. Kurosagi pun terus meyakinkan, bahwa daftar itu asli, karena jika palsu ia tidak akan menawarkan keuntungan margin dari awal.
Dan Kimiko pun melakukan konfirmasi dengan menelepon salah satu orang dalam daftar tersebut, dan akhirnya diterima oleh seorang wanita yang ternyata itu adalah Kanako-san. Kimiko pun akhirnya percaya akan segala ucapan meyakinkan Kurosagi dan membeli daftar nama-nama tersebut.
Tsurara mendapatkan kiriman barang dan juga ada sebuah surat dari ibunya. Tsurara lalu meletakkan barang-barang kiriman ibunya di sebuah rak, tapi kemudian tempelan paku rak itu sehingga menyebabkan rak tersebut “roboh”.
Tsurara terlihat kesal tapi bercampur menjadi kaget ketika ia melihat polisi Kashima terlihat menunggu seseorang di bawah tangga. Kashima menyapa Tsurara dan bertanya apakah Kurosagi ada di kamarnya. Tapi Tsurara tidak menjawabnya, ia hanya menganggukan kepalanya dan berlalu pergi.
“Seseorang yang bercita-cita ingin menjadi seorang jaksa, Mengapa kau memiliki perasaan istimewa pada seorang penipu?”tanya Kashima.
“Alasan ia menjadi seperti itu, karena tanggung jawab masyarakat juga,” Tsurara membela diri.
“Apa kau menyetujui tindakan yang diperbuatnya?”tanya Kashima lagi
“Tidak, Menurutku Kejahatan adalah tetap sebuah kejahatan.”jawab Tsurara.
“Bagaimana jika, aku membantumu untuk menangkap orang itu?”tanya Kashima tiba-tiba.
Tsurara terlihat kaget bercampur bingung memikirkan pertanyaan Kashima, kemudian ia berkata, “Aku tak bisa melakukannya.”
“Alasannya?”tanya Kashima lagi.
“Aku masih seorang manusia biasa, bukan seorang jaksa,” Tsurara mengganggukan kepalanya lagi meminta izin untuk pamit.
“Sebagai seorang mahasiswa yang bercita-cita untuk menjadi seorang jaksa, aku harap kau bisa memikirkan tentang tindakanmu lagi,”ucap Kashima setengah berteriak.
“Kau harus menabung sedikit demi sedikit dalam hidup.”ucap Kimiko yang diucap ulang oleh seluruh pegawainya. Kimiko lalu menyuruh pegawainya untuk segera memulai berkerja.
“Emori-san, ada seseorang yang ingin membeli daftar nama lagi.”ucap salah satu pegawainya.
Ketika Kimiko bertanya siapa, pegawainya menjawab Mizuno Kanako, orang yang membeli daftar nama sebelumnya. Kimiko lalu memberikan daftar nama yang dibeli dari Kurosagi pada pegawainya untuk diserahkan pada Kanako. Kimiko dengan senang menjelaskan ia akan untung sebesar 150 ribu yen, ketika pegawainya bertanya, “Apakah kau akan membayarkan margin pada pria itu?”. Kimiko menjawab, “tentu saja tidak, aku tidak akan membayarnya sepeser yen pun, aku hanya tinggal bilang padanya bahwa tidak ada yang memesan.”
Kurosagi berada di rumah Kanako-san membahas strategi berikutnya, Kurosagi menjelaskan setelah Kanako mendapat daftar nama tersebut, pastikan bahwa itu merupakan daftar nama yang Kimiko beli darinya, jika tidak maka itu tidak ada gunanya sama sekali. Kurosagi pun pamit dan membawa katalog barang yang dimiliki Kanako-san. Ketika ia berbalik, ia melihat foto keluarga Kanako-san yang terlihat bahagia, mengingatkannya pada foto keluarganya.
“Tolong kumpulkan orang-orang untuk satu hari,”ucap Kurosagi pada seseorang melalui telepon. Ketika Kurosagi mengakhiri pembicaraannya, Yukari yang sengaja menunggu Kurosagi menghampirinya untuk meminta maaf karena telah menyebarkan pamflet tanpa seizinnya. Kurosagi terlihat kesal ia mengatakan pada Yukari untuk berhenti mengikutinya, karena itu membuatnya kesal dan ia pun melangkah meninggalkan Yukari sendiri. Yukari terlihat sedih ia mengatakan dengan mata yang mulai memerah, “Aku selalu merasa kesepian, keluargaku memiliki semua yang mereka inginkan, tak ada yang peduli padaku, oleh karena itu, sewaktu Kurosagi-san mengatakan padaku untuk mencoba menghargai sesuatu selain uang, aku sangat bahagia, aku pikir hanya Kurosagi-san saja yang mengerti bagaimana perasaanku, jika untuk Kurosagi-san, aku bisa melakukan apapun. Jadi, jangan membenciku.” Kurosagi terdiam mendengar penjelasan Yukari, dan ketika berbalik hendak menghampiri Yukari, Yukari tersenyum dan mengatakan bahwa ia akan menemuinya lagi dan berlari meninggalkan Kurosagi. Dan Kurosagi melihat ada kantong belanja di ujung terowongan jalan, ketika ia melihat melalui cermin jalan, ternyata itu adalah Tsurara yang mencoba untuk bersembunyi.
Kurosagi mempelajari katalog barang milik Shirosagi buruannya kali ini untuk memikirkan strategi selanjutnya, tapi ia tak bisa berkonsentrasi karena Tsurara, di kamar sebelah sedang memaku raknya yang tadi roboh. Ketika Kurosagi mendengar ketukan palu tersebut, terdengar suara sesuatu yang roboh lagi, sepertinya Tsurara tidak berhasil memperbaikinya. Kurosagi yang mendengar hal itu terlihat kesal dan mengatakan, “Tolong beri aku ruang.” Tsurara terdiam seperti memikirkan sesuatu begitupun Kurosagi.
Kashima menemui seseorang di penjara, ia meminta pada orang yang ditemuinya untuk menuntut Kurosagi. Kashima menjelaskan maksud kedatangannya, “Kau orang yang pernah ditipu oleh Kurosagi, kan? Untuk bisa menangkapnya, aku memerlukan korban penipuannya untuk menuntutnya sehingga memungkinkanku untuk mengumpulkan cukup bukti. Bisakah kau berkerjasama denganku?”. Orang itu hanya menundukkan kepalanya, Kashima menyimpulkan bahwa orang itu takut pada Katsuragi.
Kashima secara kebetulan bertemu dengan Hayasa yang sedang membeli bunga mawar merah. Kashima mengatakan pada Hayasa bahwa misteri mawar merah telah terpecahkan, ia menjelaskan bahwa ayahnya suka menanam bunga mawar merah, oleh karena itu ibumu setiap tanggal kematian suaminya selalu meletakkan bunga mawar merah itu diatas batu nisannya. setelah ibumu tak ada, lalu dilanjutkan oleh Katsuragi. Kashima juga menjelaskan bahwa Katsuragi itu merupakan pria yang sulit dipahami. Wanita yang pernah dicintainya adalah ibumu. Ibumu meninggalkan Katsuragi dan menikah dengan seorang chef di restoran di mana Katsuragi selalu datang. dan selanjutnya kau lahir. Hayasa terkejut mendengar cerita dari Kashima, ia melangkah dengan gontai. Ketika tiba di restoran Katsuragi, ia sangat terkejut karena Katsuragi pingsan di lantai.

Kimiko terlihat senang karena pada hari itu banyak pemesanan melalui layanan teleponnya. Pegawainya menjelaskan bahwa kebanyakan barang yang di pesan merupakan barang yang mahal, juga para pembelinya kebanyakan nama-nama dari daftar nama yang dibeli dari Oozaki.
Di tempat lain juga terlihat sama sibuknya, Kurosagi memberi perintah, “Silahkan kalian semua memesan dalam jumlah besar.”

Pegawai Kimiko berkata, “jika ini sukses, maka ia akan menghasilkan uang sebesar 3 juta, kan? tak heran ia menginginkan margin dari awal.” Tapi Kimiko menjelaskan dengan tenang, tapi mereka tak tahu bahwa mereka tak akan mendapatkannya.

Kurosagi masih sibuk mengawasi orang-orangnya yang melakukan pemesanan dan kemudian ada seseorang yang bertanya padanya tentang apa pekerjaan dari suami Kanako-san, karena setiap ditanya tentang hal itu, ia sepertinya menjadi pendiam. Kurosagi juga sepertinya penasaran, tapi ia menyuruh orang yang bertanya padanya untuk melanjutkan pekerjaannya, memesan barang.
Tsurara masih memperbaiki raknya yang roboh, tapi kali ini ia berhasil memakunya dengan baik sehingga tak roboh lagi. Tsurara terlihat senang, untuk meluapkan keberhasilannya, ia bermain kembang api sendirian. Kurosagi pulang dan melihat Tsurara yang bermain kembang api sendirian yang terlihat tidak menghiraukan Tsurara tapi kemudian terdengar suara, “Yoshida, tolong pindah, onegaishimashu.”ucapnya menghampiri Tsurara, ia melanjutkan, “Kau benar-benar C.I.K, ‘Chotto Itai Ko’ (anak yang menyakiti orang-orang).” Tsurara masih terdiam dan Kurosagi pun mengatakan bahwa Tsurara merupakan mahasiswi yang kesepian, karena setelah menjadi teman acarnya seorang pria tua, ia juga bermain kembang api sendirian. Dan Kurosagi menyalakan kembang api yang lain (mercon?!?).
Tsurara dengan kesal, ia pun mengatakan pada Kurosagi bahwa piring yang dikembalikannya pagi tadi ada yang belah. Kurosagi malahan bertanya pada Tsurara, “Apa ada yang salah dengan kalian, bermain permainan cinta di sekolah, tapi jangan menyeretku di antaranya.” Tsurara kemudian menjawab bahwa dirinya dan Yukari hanya menginginkan Kurosagi untuk bahagia. Kurosagi dengan dingin menanggapi bahwa bahagia bukanlah hal yang dibutuhkannya. Mereka berdua berbicara cukup serius sehingga tak sadar bahwa kembang api (baca: mercon) yang dinyalakan Kurosagi tadi terjatuh dan percikan apinya mengenai berbagai macam kembang api yang berada di sekitarnya. Ketika Tsurara berbalik semua kembang api itu menyala, Tsurara dan Kurosagi kaget melihat kejadian itu. Dan Kurosagi malah berlindung dibalik badan Tsurara. Tsurara yang ketakutan bertanya mengapa ia di depan, Kurosagi hanya menjawab karena ia adalah seorang pemilik sewanya (baca: Bapak kost?!?). Mereka menghindari dari ‘amukan’ kembang api yang menyala tadi dengan bergerak ke kiri dan ke kanan. Akhirnya, Tsurara mengambil ember yang berisi air untuk disiram ke para kembang api itu. Dan akhirnya padam. Tsurara tertawa setelah kejadian itu ia mengatakan itu cukup berbahaya. Kurosagi pun terlihat bahagia karena ia juga tertawa bersama Tsurara. Tapi ketika mereka saling memandang, mereka terdiam, Kurosagi akhirnya berkata, “Tolong jauhi aku, “ dan pergi meninggalkan Tsurara.
Katsuragi kini telah berada di kursi nya, berbaring. Hayasa meminta maaf karena ia adalah anak dari seorang wanita yang pernah mengkhianatinya. Ketika Hayasa hendak pergi, Katsuragi berkata, “Jika aku adalah wanita itu, aku juga akan melarikan diri.” ia melanjutkan, “Ibumu adalah orang yang paling lembut dibandingkan wanita lainnya, ayahmu adalah orang yang baik di antara pria lainnya. Dia adalah teman lamaku. Jangan memikirkan hal-hal yang aneh lagi.” Hayasa tersenyum dan bilang haikk..
Kurosagi terkejut melihat selembar kertas yang hanya ada tiga orang yang memesan dari daftar nama kepunyaannya. Ketika Kurosagi bertanya tentang marginnya, Kimiko menjawab semuanya berjumlah 9400 yen. Kurosagi masih melihat selembar kertas itu dan mengatakan bahwa ia telah tertipu oleh orang itu yang mengatakan tentang daftar nama yang potensial. Kimiko terlihat senang dan pamit meninggalkan Kurosagi. ketika Kurosagi hendak pergi meninggalkan perusahaan itu, ia berpapasan dengan seseorang yang ternyata adalah Kanako-san. Kurosagi dan Kanako saling memandang dan Kurosagi menganggukkan kepala untuk memberi semangat.
Kanako datang menemui Kimiko yang dikiranya akan membeli daftar nama lagi. Kanako menanggapinya dengan dingin mengatakan bahwa, dalam kontrak ada penjelasan dimana jika ada pemesanan maka ia akan mendapatkan margin. Kimiko menjelaskan bahwa tak ada yang memesan. Kanako menanyakan lagi untuk memastikan bahwa dari sekian banyak surat yang ia kirim tak satupun ada yang memesan. Kimiko menenangkan bahwa jika ada yang memesan, tentu ia akan segera membayarkan margin padanya, ia pun menawarkan daftar nama baru. Kanako tak mau kalah, ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan mengatakan pada Kimiko apakah ia akan tetap mengatakan hal yang sama jika melihat ini. Ternyata itu adalah surat balasan yang dikirim oleh orang-orang yang melakukan pemesanan setelah menerima surat-surat yang pernah dikirim Kanako sebelumnya. Kanako terus saja memaksa Kimiko untuk melihat surat balasan tersebut, dan tiba-tiba ada yang mengambil surat-surat itu yang ternyata adalah Kurosagi.
“Kachiin, Emori-san, bukankan ini adalah nama-nama dari daftar nama kepunyaanku. Nama-nama itu merupakan nama yang cukup familiar bagiku.”ucap Kurosagi yang masih melihat surat-surat balasan itu.
Kimiko terlihat tegang bercampur khawatir, ia mengatakan bahwa ia akan memeriksanya lagi. Tapi Kurosagi kemudian berkata, “Bagaimana ini, ini bisa dijadikan bukti, jika kita membawanya ke pengadilan, bahwa orang ini merupakan penipu yang telah melanggar hukum.” itu pun disetujui oleh Kanako-san bahwa ia juga akan menuntutnya. Kimiko berusaha mencegahnya, dan Kurosagi mengatakan 20 juta dan ia tidak akan menuntutnya. Tapi Kimiko kaget dengan jumlah uang tersebut, ia pun berkata, “Apa kau tahu uang sebanyak itu, aku kumpulkan sedikit demi sedikit? dan kau berkata bahwa kau akan mengambil semuanya dariku?” Kurosagi menjawabnya dengan enteng, “Kalo begitu maaf, maka aku akan membawa urusan ini ke pengadilan, tapi jika aku melakukannya, kaupun tidak akan bisa melindungi uang yang kau cinta itu.” Kimiko berteriak histeris terduduk, menyadari maksud perkataan Kurosagi.

Kimiko masih terlihat shock ia pun bergumam, “Uang yang telah aku kumpulkan sedikit demi sedikit.” Lalu salah satu pegawainya ada yang memanggilnya, bahwa ia telah mencoba menghubungi orang yang melakukan pemesanan sebelumnya tapi nomer-nomer telepon yang dituju tidak bisa dihubungi. Kimiko bertanya pada pegawainya barang apa yang dibeli para pemesan itu, dan pegawainya menjawab perlengkapan dapur yang mahal, satu set tempat tidur mahal seharga 300 ribu, tas dan sepeda yang mahal. Para pegawainya terlihat panik, ketika mereka melihat nama-nama tersebut ternyata, itu merupakan nama-nama dari daftar nama yang dibeli dari Oozaki alias Kurosagi. Di tempat lain para ‘orang suruhan’ Kurosagi merayakan kemenangannya. Sedangkan, Kimiko yang mendengar hal itu terlihat tambah shock.
“Emori Kimiko, kami memiliki surat penahananmu atas dakwaan melakukan penipuan.”ucap Momoyama sembari menunjukkan surat perintah penangkapan. Kimiko pun ditangkap oleh Momoyama beserta regunya. Di luar Kurosagi melihat jamnya, ia berkata, “Waktu antara laporannya hanya 5 menit, orang tua bernama Momoyama ini cukup bagus.” Ia pun berlalu pergi diikuti oleh Kanako-san. Kurosagi menatap kaca spionnya sembari berkata, “Terima kasih, seperti biasa”.
“Aku akan menghancurkan Kurosagi. Membiarkan seseorang hidup menderita. Hanya dia, orang yang tak bisa kumaafkan. Aku akan mengirimnya ke penjara. Apa yang harus kukatakan? Akan kulakukan apapun.”ucap seorang wanita dari balik kaca pembatas penjara pada Kashima yang menganggukan kepalanya. “Siapkan surat penahanan untuk Kurosagi.”ucap Kashima pada seseorang di telepon.
Kurosagi menemui Katsuragi untuk membayar uang informasi Shirosagi, Emori Kimiko. Katsuragi menanyakan siapa nama korban kali ini yang dijawab Mizuno Kanako oleh Kurosagi. Katsuragi berkata pada Kurosagi sambil menghisap rokoknya, “Sampaikan salamku pada Mizuno,,,lalu akankah kau menemukan harta karun?”
Kurosagi bertanya pada Kanako mengenai kemana perginya suaminya, apakah liburan, perjalanan dinas, jika seperti itu, maka ia seharusnya bisa memberikan uang pada Kanako-san. Kanako yang mendengar pertanyaan Kurosagi terdiam, lalu berkata, “Suamiku, ditahan oleh polisi.” ia pun melanjutkan, “Suamiku, dicurangi uangnya oleh seorang penipu, ia tak bisa melakukan apapun, tapi ketika ia hendak menusukkan sebilah pisau ke penipu itu, ia ditangkap. Dari awal aku tidak menyetujui rencananya untuk berhenti bekerja dan membuka usaha sebuah toko dengan sukses. Meskipun begitu, ia hanya mendengarkan kata-kata manis orang itu tentang bisnis franchise.” Kurosagi cukup terkejut mendengar hal itu, ia berkata, “Bisnis franchise?? Kasturagi, berpura-pura tidak tahu apapun.”

Katsuragi di restorannya masih menghisap rokoknya, melihat secarik kertas yang pernah ditulisnya berupa kotak-kotak yang kini salah satu kotaknya kembali terisi dengan nama Mizuno (suami).
Kurosagi pergi menemui Mizuno ke penjara, ia bertanya tentang penipuan yang dialami Mizuno tentang penipuan bisnis franchise yang dialaminya. Mizuno pun mulai menjelaskan, “Setahun yang lalu, aku dipecat dari pekerjaanku, itu alasan mengapa aku mencoba untuk melakukan usaha bisnis franchise. Dan berpikir dengan membuka usaha sendiri. Dia hanya membicarakan hal-hal yang manisnya saja. Tapi itu semua hanya kebohongan belaka. Selain itu, aku harus membayar 1,5 juta tiap bulan. Ketika aku ingin membatalkan kontraknya. Tapi ia malah memaksaku untuk memberikan uang 4 juta sebagai uang pelanggaran kontrak. Dan akhirnya aku bangkrut.”
“Siapa nama penipu itu?”tanya Kurosagi
“Kasuga..Kasuga Kimiyoshi.”jawab Mizuno dan Kurosagi seperti mengingat sesuatu, pikirannya menerawang.
(Saat penjelasan Mizuno sebenarnya ada Flashback dimana Mizuno ketika bertemu dengan Kasuga untuk memulai bisnis franchisenya, yaitu berupa alat pembersih. Juga saat Mizuno hendak akan menusukkan sebilah pisau pada Kasuga yang dihalangi oleh para pengawalnya).
Flashback
“Kasuga-san ini putraku.”ucap ayahnya Kurosagi pada Kasuga. Dan mereka pun saling menyapa.
“Mikimoto-san, kau telah menipuku? Aku memiliki keluarga, tolong kembalikan uangnya padaku.”ucap ayahnya Kurosagi yang kali ini memohon di ruangan Mikimoto.
Ia mengingat ketika ayahnya berjalan sembari menghunuskan pisau padanya.
Flashback End

“Awalnya jika ia meminta maaf, mungkin aku akan memaafkannya.”ucap Mizuno sembari menangis, “Tapi ia malah menertawakan ketidakberuntunganku.” yang tertunduk dan masih menangis.
“Ayah, hari ini aku bertemu denganmu. Tapi berbeda dari yang pernah kau lakukan bahwa ia tidak membunuh keluarganya.”ucap Kurosagi dalam hati yang matanya mulai memerah.

“Surat penangkapan sudah siap.”ucap Kashima pada anak buahnya. yang dijawab haikk oleh para anak buahnya dan mereka semua pergi meninggalkan ruangan mereka.

Yuuko-senpai memberitahukan pada Tsurara, bahwa ia bertanya pada temannya mengenai penipuan bisnis usaha franchise yang kini mulai marak kembali, tapi untuk membuktikannya hal itu cukup sulit. Tsurara lalu membuka kembali kopian berita mengenai Kurosagi, dan melihat insiden yang dialami keluarga Kurosagi adalah akibat penipuan dari bisnis franchise.

Tsurara berlari, Kashima di dalam mobilnya. Kurosagi berjalan.
“Aku belum bertemu dengan Kasuga selama beberapa tahun ini. Tapi ia sepertinya terlalu menyombongkan diri. Apa tak apa untukku tidak ‘membersihkannya’?”tanya Mikimoto pada Katsuragi yang dijawab tenang bahwa permainan telah dimulai. Ia pun menuliskan nama di salah satu kotak yang ia buat di secarik kertas yaitu Kasuga, dan tersenyum gembira.
“Jika aku berhasil menangkap Kasuga, aku akan berhasil menemukan Mikimoto.”ucap Kurosagi dalam hati sambil berjalan.

Tsurara sampai di rumah sewanya, ia terkejut banyak mobil polisi yang terparkir di rumah sewanya. Di sana Yukari pun melihat hal yang sama.
“Kau pikir kau bisa kabur, Kasuga. Mikimoto.”ucap Kurosagi di dalam hatinya.

Susan says: Wahh makin seru kan kisahnya Kurosagi... Akankah Kurosagi berhasil membalaskan dendamnya dan meraih ‘Harta Karunnya’..Dan..Bagaimana kisah cinta segitiga antara Kurosagi, Tsurara dan Yukari..Siapa yang Kurosagi pilih??? Tunggu jawabannya di episode terakhir Kurosagi..
Yang san infer...kita bisa memilih..karena kita selalu mempunyai pilihan..:)

Written by Susan @pelangidrama.net
Image by Ari @Pelangidrama.net
Shared by PelangiDrama.Net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!

2 Responses so far.

  1. adegan main kembang api nya Yamaki, so cuiiiit bangettt

  2. Fany says:

    Bagamana ya, nasib Korosagi selanjutnya??
    Apa dia tidak akan mendapat cinta atau memblaskan dendam?
    Mnurutku J-Drama ini kisah romantisnya sangat minim.T_T
    Like this post!

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here