[Sinopsis K-Drama] History of The Salaryman Episode 17

1 comments
[Salaryman Episode 17]
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Mo Ga Bi menemui orang yang menuduhnya sebagai pembunuh Presdir Jin melalui fax. Ia pun pergi ke hotel Seoul ruang 1405 tempat pengirim itu berada. Dengan sikap tenang Ga Bi mengetuk pintu kamar 1405, dan seseorang membukanya orang itu tak lain adalah Yoo Bang!!!, yang menatapnya tajam. Ga Bi menyuruh Yoo Bang menjelaskan isi faxnya. “Insulin apa ?.. pembunuh apa ?”tanyanya. Tapi Yoo Bang malah balik bertanya apakah Ga Bi hanya menerima setengah dari fak itu karena di sana tertulis bahwa Ga Bi adalah pembunuh!. “Sudahi omong kosongmu ! Insulin. Jelaskan tentang itu”tegas Ga Bi tak gentar. “Bagaimana kau membunuh Presiden ?”tanya Yoo Bang to the point namun Ga Bi tetap tenang.
“Yang harus menjelaskan itu kau, bukan aku ! Apakah kau membunuhnya dengan insulin?”lanjut Yoo Bang yang terus menyudutkan Ga Bi, tiba-tiba ponsel Ga Bi berbunyi ia pun mengangkatnya. Ia mengatakan agar jangan mengirim polisi dulu karena ia belum yakin siapa pelaku pembunuhan Presdir Jin. “Jadi kau bawa-bawa polisi juga ?”tanya Yoo Bang.
“Dengan begitu kau bisa jaga bicaramu”jawab Ga Bi. “Kalau tidak kau akan diseret dari sini sebagai pembunuh”, Ga Bi malah balas menuduh Yoo Bang. “Kau ternyata tidak bodoh”, Yoo Bang menanggapi..
“Aku takkan memaafkan, siapapun yang telah membunuh presiden”ungkap Ga Bi, lalu bertanya apa hubungan kematian Presdir Jin dan insulin?.
“Aku mendapat bisikan. Bahwa kau yang membunuh Presiden Jin”jawab Yoo Bang. Ga Bi langsung bertanya siapa yang menyebarkan gosip itu.
“Identitasnya belum terungkap, tapi pasti orangnya tidak jauh darimu, bukan ? Seseorang yang melayanimu, atau seseorang yang mau melawanmu, dan ingin melihatmu masuk penjara”beber Yoo Bang. “Ini adalah sebuah penghianatan. Kau mau kubantu carikan ?”tawarnya. Ga Bi tak bergeming sedikit pun dengan tenangnya dia malah merobek-robek fax yang dikirim Yoo Bang.
“Kalau kau kirim fax seperti ini lagi, aku akan mengirimmu ke penjara”ancamnya lalu bergegas pergi.
Begitu Ga Bi keluar ruangan, Jang Ryang yang mendengarkan dari dalam kamar keluar. “Apa ku bilang...Mo Ga Bi tidak akan terkejut dengan perangkap ini”ujarnya.
“Dengan sikap seolah-olah tak bersalah, apakah kita tidak salah tuduh ?”pikir Yoo Bang. Jang Ryang mengatakan bahwa menurut dokter Choi Ga Bi lah hyang selalu mengurus insulin Presdir Jin.
“Tanpa bukti kuat, akan sulit mengungkapkannya”guman Yoo Bang.
“Kau tahu pepatah ‘honsumoeo’ ?”tanya Jang Ryang, Yoo Bang mencoba mengingatnya.
“Maksudmu, ’mengail di air keruh’ ?”.
“Kalau benar Mo Ga Bi yang membunuh presiden, dia akan mulai meng-kambing hitam-kan
orang-orang disekitarnya. Lalu kita masuk ke sana !”jelas Jang Ryang.
Dalam perjalanan pulang, Ga Bi terus berpikir siapa yang membisikkan desas-desus bahwa dia pembunuh Presdir Jin dan mencoba menghianatinya. Ga Bi melirik ke arah asistennya. “Tidak, dia tidak punya nyali. Kalau begitu...”pikirnya. Lalu tiba-tiba teringat pembicaraannya dengan Beom Jeung saat ia mengatakan bahwa ia akan menjadi wali Yeo Chi. “Beom Jeung bisa saja menghianatiku. Dia orang yang oportunitis”batin Ga Bi. “Siapa lagi ?. Seseorang yang lebih kuat daripada Beom Jeung dan bisa melindungiku. Waktunya untuk mengubah strategi”pikirnya. Lalu ia menyuruh asistennya mengantar ke tempat yang biasa dikunjungi Hang Woo setiap minggu.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Hang Woo berziarah menemui almarhum pamannya, Choi Hang Ryang. Hang Woo menngatakan bahwa Presdir Jin telah wafat. “Aku sedang memikirkan suatu keputusan yang serius. Kuharap kau bisa mengerti”ucapnya, tiba-tiba saat ia akan mengelap figura foto pamannya Hang Woo melihat setangkai bunga krisan, Hang Woo mengambilnya dan dibawahnya ada sebuah cincin yang bertuliskan ‘love forever’. Hang Woo lalu bertanya pada penjaga makam, siapa yang menaruh bunga itu.
Penjaga makam mengatakan bahwa ada seorang wanita datang beberapa kali. Hang Woo bertanya apakah ia tahu siapa wanita itu. Penjaga menjawab tidak tahu dan mengatakan bahwa wanita itu selalu menangis sambil memegang foto almarhum. Hang Woo memberikan kartu namanya agar penjaga dapat mengubunginya kalau wanita itu datang lagi. Di balik tempok tak jauh dari mereka terlihat Ga Bi melihatnya dan tersenyum penuh ambisi, Hang Woo masuk perangkap!!!.
Para karyawan di bagian strategis berbisik-bisik mengenai Yeo Chi yang sampai berlutut dan memohon agar diijinkan bekerja di Chun Ha. Tiba-tiba Yeo Chi datang, otomatis mengejutkan mereka namun Yeo Chi malah langsung menuju meja kerjanya.
“Dia merendahkan orang lain karena dia cucu Presiden. Perlakukan dia sepantasnya !”ujar salah satu karyawan wanita.
“Kalau surat wasiat Presiden Jin menunjuk Baek Yeo Chi sebagai presiden, pasti kita semua sudah dipecat”sahut yang lain, diiyakan yang lainnya.
“Bayangkan bagaimana perasaan presiden Jin menjadikan sekretarisnya sebagai Presiden”balas yang lain. Yeo Chi tak mengubris bisik-bisik teman kerjanya ia malah minum alcohol yang dibawa dibotolnya.
Yeo Chi menawarkan ke teman-temannya, tapi teman-temannya tak mengurusinya mereka kembali ke meja kerja masing-masing. Beom Jeung memperhatikan tingkah Yeo Chi dari ruangannya.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Di ruangannya Ga Bi terlihat memilih-milih aksesories yang akan dia kenakan. “Bagaimana Yeo Chi?”tanyanya pada Beom Jeung.
“Dia benar-benar terpuruk. Dia tak perlu dikhawatirkan lagi”.
“Bisa saja dia pura-pura. Semakin kau dekat dengannya,semakin mudah kau dibohonginya”ungkap Ga Bi. “Tidak semua orang sepertimu”balas Beom Jeung. Sontak Ga Bi bertanya apa maksud Beom Jeung
“Kau sudah jauh berubah”jawab Beom Jeung. Ga Bi mulai merayu Beom Jeung, “apa aku telah berbuat salah kepadamu ?”tanyanya.
“Mana mungkin aku bisa menyalahkanmu ?”jawab Beom Jeung. Ga Bi memeluk Beom Jeun, ia meminta maaf karena sibuk jadi lama ia tak memperhatikan Beom Jeung. Ga Bi juga mengajak Beom Jeung makan malam untuk meredakan kekesalan Beom Jeung.
“Baek Yeo Chi datang ke kantor...Tidak ada untungnya bagiku”ujar Ga Bi lalu menyuruh Beom Jeung melakukan sesuatu agar Yeo Chi mengundurkan diri.
“Dia takkan jadi pengganggu buatmu”jawab Beom Jeung.
“Orang yang bisa kupercaya...Hanyalah kau. Mengerti ?”pesan Ga Bi, Beom Jeung melepaskan diri dari pelukan Ga Bi dan keluar ruangan, ia sempat menghentikan langkahnya melihat Ga Bi sibuk memilih-milih baju melihat wanita yang disukainya sudah berubah 360 derajat.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Ba Sa Yeol, direktur Taeyang group datang ke kantor Chun Ha membawakan Woo Hee bunga.
Lama tidak muncul. Sontak Woo Hee terkejut diberi bunga hehehe.
“Kenapa terkejut ini bukan yang pertama kalinya, bukan ?”ujar Sa Yeol.
“Kalau begitu...Rangkaian bunga-bunga itu...”tebak Woo Hee.
“Aku sering mengirimkan bunga kepadamu”jawab Sa Yeol. “Tapi ada tikus yang merampasnya ditengah jalan. Jadi aku bawa sendiri kepadamu”lanjutnya begitu Hang Woo keluar ruangannya. Jelas Hang Woo terlihat kesal ditambah Sa Yeol mengajak Woo Hee makan malam.
“Hey. Kau sudah datang ?”sapa Hang Woo cepat. “Kenapa tidak langsung masuk ?”.
Bukannya menjawab Sa Yeol malah memastikan apakah Woo Hee mau makan malam bersamanya. Woo Hee melirik ke arah Hang Woo.
“Apa ? Kau mau ikut dia ?”tanya Hang Woo, Woo Hee mengangguk lalu pergi bersama Sa Yeol hahaha.
Lalu Hang Woo memasukkan bunga pemberian Sa Yeo ke tempat sampah.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Tapi ternyata Hang Woo malah ikut makan bersama wkwkwk, Sa Yeol dan Hang Woo saling menawarkan tempat duduk di samping masing-masing, Woo Hee sempat bingung akhirnya ia berniat duduk di samping Sa Yeol namun Hang Woo menyindirnya. “Kau senang jadi sekretaris di sini, Cha Woo Hee ?”, terpaksa Woo Hee duduk di samping Hang Woo. “Hidung belang”umpat Hang Woo.
Lalu Sa Yeol menawarkan apakah Woo Hee mau pindah kerja ke Taeyang Group?. Sontak Hang Woo kaget. “Daripada di Chun Ha Group...Akan kunaikkan pangkat dan gajimu”ujar Sa Yeol.
“Cha Woo Hee. Kau pernah dengar kan, kalau aku akan memberikanmu bonus ?”bisik Hang Woo. “Hari ini akan kuberikan !”. Sa Yeol tak kalah akal ia menanyakan besar bonus dan akan memberikannya 2x lipat dan jika ia bekerja di Taeyang ia tak perlu jadi sekretaris Sa Yeol.
“Sudah cukup, Bok Sa Yeol”potong Hang Woo.
“Pilih saja departemen mana yang kau suka”cerocos Sa Yeol tak mengubris Hang Woo.
“Hey, Bok Sa Yeol! Kau mau tetap mengejekku seperti ini ?”seru Hang Woo.
“Memangnya kenapa ?”jawan Sa Yeol santai. “Aku memberikan peluang besar kepada Woo Hee”.
“Kau ! Tawaranmu tidak masuk akal”ujar Hang Woo lalu mengancamnya Sa Yeol dengan pisau makan.
Sa Yeol membalasnya, Woo Hee dan pelayan tak percaya dengan tingkah keduanya yang kekanak-kanakan. “Kau mau semua pegawaimu kubajak ?”ancam Hang Woo.
“Silakan bajak saja ! Biarkan saja aku dan Nona Woo Hee”.
“Kau tetap memanggilnya ‘Woo Hee’? Memangnya Woo Hee nama kucingmu ?”tukas Hang Woo.
“Brengsek ! Jangan bandingkan dia dengan kucing”balas Sa Yeol, sampai pelayan minta keduanya tenang wkwkwk dasar WooWoo couple.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Selesai makan Sa Yeol membawa Woo Hee ke mall. Sa Yeol ingin memberikan hadiah apa saja yang Woo Hee mau jadi woo Hee pilih sendiri saja. Tapi Woo Hee mengatakan tak perlu, Sa Yeol pun memilihkan tas wanita berwarna biru, Woo Hee senang namun Hang Woo mengatakan itu bukan selera Woo Hee.
Lalu Hang Woo mengambilkan tas wanita warna orange tapi Sa Yeol mengatakan itu tak cocok dengan Woo Hee. Woo Hee sudah jengah dengan tingkah keduanya, tapi keduanya malah menyuruh Woo Hee memilih tas pilihan Hang Woo apa Sa Yeol?.
“Dari tadi kusaksikan kalian berdua. Apa sih yang kalian inginkan dariku ?”tanya Woo Hee sedikit kesal. Lalu ia pamit pulang.
“Dia tambah cantik kalau sedang marah”guman Sa Yeol.
“Jangan coba-coba mendekati dia. Awas kau !”ancam Hang Woo.
“Hey, Choi Hang Woo! Jadi kau...suka padanya ?”tebak Sa Yeol.

Hang Woo mengendap-ngendap menaruh tas belanjaan di kait pintu rumah Woo Hee.
“Semua pria itu gombal, Cha Woo Hee. Jangan mau dibodohi oleh Bo Sa Yeol”ucap Hang Woo lirih, berarti Hang Woo juga donk?.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Keesokan paginya saat Woo Hee keluar rumah ia melihat isi tas belanjaan yang dikaitkan di pintu, tentu saja ia ingat itu pilihan Hang Woo kemari.
“Darimana dia tahu seleraku !”gumannya lalu Woo Hee memeriksa isi tas siapa tahu ada notenya, tapi Hang Woo tak meninggalkan catatan apapun tapi sudah dimantrain kwkwkw..
“Aku ingin tahu bagaimana sebenarnya perasaannya”gumannya.
Paginya di kantor Yeo Chi menyapa teman-teman seruangannya dengan ceria.
“Hey, Baek Yeo Chi!”panggil salah seorang karyawan.
“Oh? Jadi kau mau bicara denganku sekarang ?”, ternyata orang itu meminta diambilkan kopi. Dengan terpaksa Yeo Chi mematuhinya.
Karyawan lain juga menyuruh Yeo Chi membawakan coklat panas dan the hijau. Yeo Chi pun mencatat pesanannya. “Ada lagi yang mau pesan ?”tanyanya. Lalu karyawan yang lainnya meminta Yeo Chi mengcopykan dokumen dan menghancurkan dokumen.
Yeo Chi pun mengantarkan minuman pesanan managernya, dan karyawan lain yang memesan namun yang dibawa Yeo Chi itu salah semua kopi hitam dibawakan kopi susu, Yeo Chi pun mengambil penggantinya, Hang Woo merasa simpati melihat Yeo Chi begitupula Woo Hee yang tampaknya sedikit cemburu melihat perhatian Hang Woo pada Yeo Chi.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Bukan Yeo Chi kalau tidak membuat seluruh ruangannya gempar, salah satu manager kehilangan file presentasi di PCnya. Dan dokumen yang seharusnya Yeo Chi copy malah dihancurkan sedangkan dokumen yang seharusnya dihancurkan malah Yeo Chi copy mana softcopy file di PC manager hilang pula hahaha.
“Tenang, tenang. Belum kubuang, kok. Semua ada di sini”tukas Yeo Chi menenangkan memperlihatkan tempat penghancur yang isinya belum dibuang. “Tinggal di satukan saja lagi”lanjutnya.
Dan akhirnya Yeo Chi menyatukan kembali robekan-robekan kertas yang telah dihancurkan tadi.
“Itu lembaran presentasiku buat besok pagi”ujar manager melihat lembaran yang sudah disatukan Yeo Chi.
“Ini kan baru halaman pertama...”jawab Yeo Chi. Manager itu merebut kertasnya dan membuangnya.
“Kau mau aku dimarahi oleh Direktur ? Sekarang, cepat kembalikan semua ke keadaan semula”serunya marah. “Kalau besok pagi tidak siap, kau kupecat. Kau tahu artinya, kan?”teriaknya. “You fired!”balas Yeo Chi berteriak.
“Ya, fired! You fired! Hobimu itu ! Dasar otak udang !”maki managernya, Yeo Chi tak mengerti.
“Lalu, kalau bukan otak udang...Ini hasil kerjamu dari otakmu. Apa ini bukan pekerjaan otak udang?!”ujar manager seraya menoyor kepala Yeo Chi. Managernya tampak frustasi.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Yeo Chi kembali minum alcohol di botolnya, Beom Jeung menegurnya.
“Tak seharipun tanpa kau berbuat ulah”ucapnya.
“Ya, aku tahu. Otak udang”jawab Yeo Chi menyalahkan diri sendiri.
“Kalau presentasi besok gagal gara-garamu. Aku kupecat kau”ancam Beom Jeung.
“Jadi begini rasanya mau dipecat”guman Yeo Chi lirih, Beom Jeung melangkah pergi. Begitu Beom Jeung mulai beraksi bahwa selama ini dia dalam keadaan sadar. Yeo Chi mengeprint file presentasi dari emailnya, ia teringat saat sebelum menghapus filenya dikomputer manager saat jam istirahat ia mengirim ke emailnya dulu.
Setelah itu Yeo Chi masuk ke ruangan Beom Jeung mengcopy suatu file, ia dikagetkan dengan bunyi ponselnya. Ternyata Yoo Bang yang meneleponnya. “Kenapa telepon sekarang !”bisik Yeo Chi.
“Kenapa kau marah tanpa alasan ? Sedang apa ?”tanya Yoo Bang, Yoo Bang mengira Yeo hi sedang nongkrong namun Yeo Chi mengatakan bahwa ia sibuk. Keren euy ahjusi pakai jas begini, seARATA ya kan Sakurai? Wkwkkw. “Sibuk apa ? Kau tidak sedang minum alkohol, kan ?”selidik Yoo Bang.
“Tidak. Aku ada di kantor. OK ?”jawab Yeo Chi, Yoo Bang mengatakan ia akan menjemput Yeo Chi yang dijawab Yeo Chi dengan terserah. Selesai mengcopy data Yeo Chi keluar ruangan.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Yoo Bang dan Yeo Chi makan bersama, Yoo Bang menyuapkan makanan ke Yeo Chi, daging yang dibungkus selada itu apa ya namanya? Momen ini jadi ingat saat Bong Dal Hee mengupaskan kepiting untuk dokter Ahn wkkwkw. “Bagaimana ? Enak, kan ?”tanya Yoo Bang yang dijawab Yeo Chi dengan gurih dan mantap. “Daging Korea memang yang paling top !”tambah Yoo Bang. “Kenapa kau kembali ke Chun Ha Group?”.
“Kau mau aku terus jadi pengangguran ?”, Yeo Chi balik bertanya.
“Maksudku, kalau kau butuh pekerjaan, kau tinggal datang saja ke kantorku”jawab Yoo Bang. Tapi Yeo Chi malah mengatai Yoo Bang gila, karena mengajak kerja di tempat seperti bengkel hahaha.
“Jadi kau masih belum berpikir jernih. Kau serius kerja di tempat itu dimana orang-orang mencemoohkanmu ?”tanya Yoo Bang memastikan, yang diiyakan Yeo Chi. Yoo Bang bernya kenapa?.
“Itu perusahaan yang dibangun oleh kakekku. Kalau kutinggalkan begitu saja, maka sama
saja aku mengabaikan warisan dari kakekku. Sejujurnya, aku takut”ungkap Yeo Chi.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
“Akan kukembalikan Chun Ha Group kepadamu !”janji Yoo Bang.
“Kau pikir perusahaan itu permen di toko ? Bisa kau ambil sesuka hatimu ?”ucap Yeo Chi.
“Kau meremehkanku ? Mau lihat angka penjualan pabrikku ?”tantang Yoo Bang. Yeo Chi mengerti Yoo Bang sibuk oleh sebab itu ia tak ingin jadi beban untuk Yoo Bang.
“Keadaanmu seperti ini sudah menjadi beban buatku. Saking khawatirnya aku padamu sampai tak ada kerjaanku yang beres”ungkap Yoo Bang.
“Jangan khawatir, aku bisa melakukan ini”ujar Yeo Chi.
“Kenapa aku jadi repot mengkhawatirkanmu ? Memangnya aku siapa ?. Kenapa aku harus memperhatikanmu ?”beber Yoo Bang, karena kau sudah cinta dengan Yeo Chi ahjusi Yoo Bang wkwk. Lalu Yoo Bang mengambil soju untuk diminum namun Yeo Chi menahannya. “Hey! Kau bilang kau takkan minum lagi”ucapnya. “Ini mulutku sendiri”jawab Yoo Bang tak mengubris perkataan Yeo Chi.
Yeo Chi menyuruh Yoo Bang kembali ke klinik rehabilitasi !.
“Kau tahu apa yang tertulis di resepku ?”tanya Yoo Bang. Lalu menunjuk-nunjuk kepala Yeo Chi. “Katanya aku harus mengeluarkan kau dari otakku”lanjutnya lalu kembali meminum sojunya, wkwkw berarti epilog di akhir tiap episode drama itu beneran donk?. Dan tanpa mereka sadari asisten Ga Bi mengambil foto keduanya yang sedang berbutan botol soju ckckck.
Yeo Chi membawa Yoo Bang yang sudah mabuk ke kantornya yang sekaligus jadi kamarnya.
Yoo Bang mulai ngelatur tak jelas karena sudah mabuk.
“Kau siapa ? Kau si rambut merah yang membuatku jadi begini”beber Yoo Bang.
“Bingo”ucap Yeo Chi lalu memapah Yoo Bang berbaring di kasur lipatnya.
“Berhenti mengeluh dan pergi tidur”ujar Yeo Chi.
“Kau tak ikut tidur denganku ?”igau Yoo Bang yang langsung dijawab tidak oleh Yeo Chi.
Yoo Bang kembali bangkit dan berkata, “ada yang mau kukatakan padamu”. Dengan sekali sentakan mantra Yeo Chi Yoo Bang kembali tertidur seperti orang di hipnotis hahaha.
“Terimakasih, Yoo Bang. Kalau tak ada kau, bagaimana nasibku ?”ucap Yeo Chi seraya memperhatikan Yoo Bang yang tertidur pulas seraya tersenyum. Lalu Yeo Chi meminjam laptop di meja Yoo Bang untuk membuka file yang dicopynya di ruangan Beom Jeung tadi. “Tidak apa-apa, Yeo Chi. Ini baru permulaan”ucapnya memberi semangat.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Beom Jeung menyodorkan approval tagihan pada Ga Bi yang sedang fitness mengenai tagihan mansion di California senilai $12juta, lalu Ga Bi menanyakan pembelian pesawat pribadinya . Beom Jeung nampak enggan melihat berapa nilai yang sudah Ga Bi habiskan apalagi ditambah pesawat pribadi lagi, tapi Ga Bi tak mau tahu ia ingin apa yang diinginkannya dasar OKB (Orang Kaya Baru).
Tiba-tiba datang Jang Ryang menyapa. “Kau beruntung! Bekerja dengan Presiden tercantik di Korea”puji Jang Ryang pada Beom Jeung.
“Ah, kau bisa saja”elak Ga Bi malu-malu.
“Ini pengakuan jujur. Kau harus terbiasa !”ungkap Jang Ryang. Lalu Ga Bi mempersilahkan Beom Jeung pergi, ia pun mengerti lalu melangkah pergi.
“Presiden, kau mau berlayar dengan yacht?”tawar Jang Ryang mulai melancarkan aksinya menghasurt Ga Bi supaya menghambur-hamburkan uangnya :P. Dan nampaknya Ga Bi tertarik, Beom Jeung nampak curiga kedekatang Jang Ryang dan Ga Bi.
Jang Ryang menjelaskan bahwa ia bergabung dengan komunitas papan atas para pencinta Yacht, kalau Ga B ikut mereka pasti senang menerima Ga Bi.
“Tapi aku tak punya yacht. Memangnya harganya berapa ?”tanya Ga mulai tertarik.
“Hanya sekitar $5 juta untuk selevel penghasilanmu”jawab Jang Ryang. Dan Ga Bi pun setuju membelinya satu.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Beom Jeung yang kembali ke kantor nampaknya kesal, tiba-tiba ia dihampiri direktur So Ha.
“Dalam waktu dekat akan ada reorganisasi lagi dan Bagian Strategis semua akan dihapuskan”ungkap So Ha, Beom Jeung tak mengerti apa maksud So Ha.
“Bagian Strategis akan dilebur ke dalam bagian yang dipimpin Wakil Presiden. Itu artinya sebagian besar kekuasaan ada ditangan Hang Woo”jelas So Ha, Beom Jeung bertanya darima So Ha mendengar berita itu?. So Ha menjawab dari sekretariat jadi isu itu tak mungkin salah.
“Aku heran, apakah kau benar-benar sudah menjinakkan Mo Ga Bi ketika dia masih jadi Sekretaris Presiden ?”tanya So Ha. “Kalau orang lain sih tidak apa-apa, tapi ini adalah nasibmu!”lanjutnya, sontak kata-kata itu benar-benar menohok Beom Jeung.

Di mobilnya Beom Jeung mengambil surat wasiat Presdir Jin yang asli, ia teringat saat supir pribadi Presdir Jin memberikannya padanya. Ternyata Presdir Jin menitipkannya pada supir pribadinya karena Presdir Jin mempercayainya.
Teman seruangan Yeo Chi kasak-kusuk melihat Yeo Chi tertidur di mejanya seraya memegang botol minumannya, Hang Woo yang melihatnya menghampiri dan membangunkannya.
“Bangun, Baek Yeo Chi”ujar Hang Woo.
“Wakil Presiden, dia kelihatannya lelah, kenapa anda tidak...”ucap Woo Hee namun tak digubris Hang Woo. “Kau pikir ini rumahmu ? Bangun sekarang !”seru Hang Woo. Dengan malas-malasan dan enggan Yeo Chi membuka mata dan bertanya siapa yang berteriak itu. Yeo Chi melihat Hang Woo dihadapannya ia pun menyapanya. “Baek Yeo Chi, kau minum alkohol ?”tanya Hang Woo, Yeo Chi menjawab ia hanya minum sedikit. Hang Woo pun menyeret Yeo Chi ke ruangannya.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Hang Woo menghempaskan Yeo Chi ke kursi. “Kenapa kau kerja dengan keadaan begini ? Kau sengaja mempermalukan dirimu sendiri ?”tanya Hang Woo.
“Apa pedulimu ?”jawab Yeo Chi yang bangkit duduk.
“Kau begini karena kau perlu uang ? Atau ada urusanmu yang belum selesai di sini ?”selidik Hang woo.
Yeo Chi bertanya kenapa, apakah Hang woo mau memberinya uang?. Lalu Hang Woo mengeluarkan cek berlembar-lembar dari dompetnya dan menghamburkannya ke arah Yeo Chi seraya berkata,“aku tak mau melihatmu dengan keadaan begitu”. Hang Woo juga menyuruh Yeo Chi pergi cepat dan kalau perlu lagi Hang Woo akan memberikannya lagi. Woo Hee melihatnya dari balik pintu. Yeo Chi yang masih setengah mabuk sepertinya berpura-pura mabuk tak percaya uang yang diberikan Hang Woo berjatuhan, Yeo Chi pun memungutinya.
“Kudapatkan semuanya. Terimakasih, Wakil Presiden”ucap Yeo Chi. Hang Woo tak percaya melihat tingkah Yeo Chi saat ini. “Kupikir kau benar-benar tidak tahu sopan-santun, tapi sekarang pun kau tidak tahu malu”ucapnya. “Mana Baek Yeo Chi yang angkuh itu ?”
“Oh, Baek Yeo Chi yang itu ! Baek Yeo Chi yang itu...sudah mati, Wakil Presiden”jawab Yeo Chi lirih. Yeo Chi bertingkah seperti orang linglung dan kekanak-kanakkan. “Ya Tuhan berapa banyak uang ini ? Ternyata kau kaya”ucapnya, Woo Hee yang melihat di muka pintu tampak berkaca-kaca entah karena cemburu atau?
Hang Woo pulang kerja duluan karena tidak mood, gara-gara dengan Yeo Chi tadi?. Hang Woo melihat Yeo Chi tertidur di teras depan kantor Chun Ha, ia pun menyenggol kaki Yeo Chi agar bangun.
“Jadi dia sudah tidak peduli dirinya ada di mana”ucapnya berlalu namun tiba-tiba ia menghentikan langkahnya melihat Yeo Chi yang diam saja kedinginan, Hang Woo segera memeriksa kening Yeo Chi yang ternyata demam, Hang Woo mencoba membangunnya namun tak ada jawaban ia pun segera menggendong Yeo Chi dari jauh Woo Hee melihatnya.
Hang Woo ternyata membawa Yeo Chi ke rumah sakit.
“Tubuhnya agak lemah. Mungkin karena trauma atas kematian kakeknya”ucap dokter Choi. Dokter Choi bertanya apakah Yeo Chi belum tahu kalau kematian kakeknya insulin ?.
“Jangan katakan padanya”pinta Hang Woo. “Dengan keadaannya yang seperti ini... dia malah mungkin akan shock mendengarnya”jelasnya. Dokter Choi mengerti jika itu untuk kebaikan Yeo Chi ia tak akan memberitahunya. Hang Woo yang merasa kasian pada Yeo Chi yang terbaring lemah dan tertidur mengelap keringatnya dengan sapu tangannya. Hal itu dilihat Woo Hee yang tentu saja jadi salah paham, ia pun kembali menutup pintunya tak jadi masuk. “Jadi, dia menyukai Baek Yeo Chi.
Kalau begitu kenapa dia membelikanku tas ?”guman Woo Hee tak percaya. “Aku takkan tertipu lagi olehmu, bajingan tengik ! Kau pikir hati orang mudah dipermainkan ?”, Woo Hee nampak berkaca-kaca.

Di ruangan Yeo Chi Hang Woo menelepon seseorang, ia berkata akan menerima tawarannya dan memutuskan kembali ke Amerika. “Lalu bagaiman adengan wanita yang kau bilang akan kau ajak serta?”tanya orang di seberang telepon.
“Aku belum melamarnya. Tapi aku pasti akan melamarnya”jawab Hang Woo yakin. Setelah itu Hang Woo menelepon Woo Hee dan menanyakan di mana Woo Hee sekarang.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Woo Hee sedang minum di sebuah bar, Hang Woo menghampirinya.
“Sepertinya mood kita sama. Hari ini aku juga ingin minum”sapa Hang Woo ceria tanpa tahu keadaan hati Woo Hee. Hang Woo bertanya ada apa dengan mood Woo Hee?.
“Moodku selalu begini. 300 hari dalam setahun ?” jawab Woo Hee ketus.
“Jadi hanya 65 hari dalam setahun moodmu bagus ?”, Woo Hee menjawab ia tak ingat hari itu karena ia mabuk. Hang Woo tersenyum mendengarnya ia pun mulai menanyakan apa Woo Hee tertarik ke Amerika?. “Saat ini, aku ingin ke sana”jawab Woo Hee. Mendengar itu Hang woo segera menanyakan apakah Woo Hee mau ikut bersamanya, tapi Woo Hee malah menatap tajam ke arah Hang Woo.
“Apa arti tatapanmu yang silau itu ?”tanya Hang Woo.
“Kau tahu kenapa aku ingin ke Amerika ? Karena aku tak ingin melihatmu !”jawab Woo Hee kesal lalu menyuruh Hang Woo pergi dan jangan muncul dihadapannya lagi. Woo Hee segera bergegas pergi.
“Kenapa dia ? Katakan apa salahku ! Awalnya setuju tapi kemudian marah padaku ?”gerutu Hang Woo tak mengerti.
Ga Bi melihat foto Yeo Chi yang sedang bersama Yoo Bang jepretan asistennya. “Yoo Bang dekat dengan Yeo Chi...Aku jadi khawatir”ujarnya. Asistennya bertanya apakah Yoo Bang masih mencurigainya.
“Hari itu, dia mengejutkanku...Dia yakin betul bahwa aku adalah pelakunya”. Lalu Ga Bi bertanya pada asistennya apakah ia masih mencari surat wasiat Presdir Jin.
“Aku masih mencari, tapi kelihatannya, surat itu tak pernah ada”.
“Jangan jadi peramal”jawab Ga Bi cepat. “Kalau ada, temukan, dan musnahkan. Kalau tidak ketemu, terus cari sampai kau yakin bahwa memang tidak ada”. Asistennya pun mengerti, tiba-tiba pintu diketuk Hang Woo datang menemui Ga Bi. Ga Bi mempersilahkan asistennya keluar.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
“Ada yang ingin kudiskusikan denganmu. Paeng Seong Enterprise...”ujar Ga Bi namun segera dipotong Hang Woo. “Aku ingin bicara”ungkap Hang Woo lalu menyerahkan surat pengunduran dirinya.
“Kurasa aku sudah tak punya motivasi lagi tetap di sini”terang Hang Woo. Ga Bi langsung bertanya kenapa Hang Woo tiba-tiba mengundurkan diri ?
“Akhir bulan ini aku kembali ke Amerika. Banyak yang harus kudelegasikan,jadi besok pagi aku masih masuk kantor”ungkap Hang Woo yang tentu saja membuat Ga Bi geram, lalu Hang Woo pamit undur diri. “Choi Hang Woo, padahal aku sudah punya rencana terhadapmu. Kau pikir aku akan mudah melepaskanmu ?”guman Ga Bi lalu meremas-remas surat pengunduran diri Hang Woo.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Di mobil Hang Woo tersenyum memperhatikan cincin pertunangan yang dibelinya. Tiba-tiba ia ditelepon dari tempat pemakaman mengabarkan bahwa wanita yang suka mendatangani tempat pamannya datang. Hang Woo pun mengucapkan terimakasih dan bergegas menuju sana.

Perlahan-lahan tapi pasti Hang Woo mendekati wanita yang di depan persemayaman almarhum pamannya. Hang Woo menyapanya, wanita itu menoleh dan wanita itu adalah Ga Bi!!!!!, yang bercucuran air mata palsu ckckckc. Sontak Hang Woo kaget. “Kenapa kau ada di sini ?”tanyanya.
“Tidak, kau sendiri mengapa kau di sini ?”tanya Ga Bi balik.
Keduanya lalu berbicara di lain tempat. “Apa hubunganmu dengannya”tanya Hang Woo to the point.
Ga Bi langsung melepaskan kalung yang berbandul cincin ‘love forever’ dan menyerahkannya pada Hang Woo, melihat cincin itu Hang Woo mengingat sesuatu.
“Hang Ryang...Menyukaiku. Sulit juga menyembunyikan hubungan kami dari rekan-rekan di kantor. Tapi kami menikmati saat-saat itu”ungkap Ga Bi.
“Pamanku itu tidak pernah mengatakan kepadaku kalau dia punya kekasih”ujar Hang Woo tajam.
“Aku juga tidak pernah tahu kalau dia punya keponakan”balas Ga Bi. Hal ini digunakan Ga Bi untuk menekan Hang Woo. “Kalau kau keponakan Hang Ryang, mengapa kau menghindar dari pekerjaanmu ? Hang Ryang meninggal ketika menolongmu. Orang yang mencintaiku ! Kau merenggutnya dariku”cerocos Ga Bi. “Dan sekarang, kau mau menghindar dari tanggung jawabmu. Kau pikir pamanmu akan senang ? Chun Ha Group... kau harus menjaganya”. Ga Bi menggunakan alasan paman Hang Woo sebagai orang yang cintainya untuk mengikat Hang Woo. “Aku tak punya ambisi lagi terhadap perusahaan ini. Karena Jin Shi Hwang sudah meninggal”seru Hang Woo.
“Kalau begitu, janganlah pergi, demi aku. Tolonglah aku, Hang Woo”pinta Ga Bi.
“Kalau aku masih di sini, hanya karena satu alasan. Yoo Bang”jawab Hang Woo.
“Aku juga...Aku tak bisa memaafkan Yoo Bang. Yang menyebabkan kematian pamanmu, adalah Yoo Bang”ucap Ga Bi berkaca-kaca. Yeee, pamannya mati gara-gara bunuh diri masa yang disalahin Yoo Bang. “Kalau Yoo Bang sudah kujatuhkan dan perusahaan sudah stabil, aku tak mau kau bergantung padaku lagi”ujar Hang Woo. Ga Bi pun lega dan mengucapkan terimakasih.
Perusahaan milik Yoo Bang terus menerima banyak pesanan.
“Apakah pesanannya bisa selesai akhir bulan ini ?”tanya Yoo Bang.
“ Kami telah kerja lembur sampai malam,tapi jumlahnya masih jauh”jawab Han Shin.
“Sampai pabrik kedua selesai,kita harus kerjakan ini sampai selesai”ucap Yoo Bang. Bun Kwae menambahkan pihak hina terus meminta agar mereka memenuhi pesanan tambahan.
“Kalau terus begini, apa tidak mungkin kita akan menjadi Konglomerat ?”beber Bun Kwae tak percaya.
“Itu yang aku khawatirkan. Bahwa kita akan menjadi konglomerat !”ucap Yoo Bang yang diikuti tawa ketiganya. Tiba-tiba datang karyawan menyerahkan surat, Han Shin membukanya. Yoo Bang mengira itu pesanan tambahan. “$30 juta ?”pekik Han Shin kaget.
“Pesanan senilai $30 juta ?”tanya Bun Kwae takjub.
“Lihat kan ? Apa aku bilang ? Aku takut kita akan menjadi kaya raya”tambah Yoo Bang, namun sayangnya itu bukan surat pesanan namun surat tuntutan kerugian. Yoo Bang sontak kaget membaca perusahaannya dituntut sebesar $30juta dari Chun Ha atas kasus pelanggaran hak cipta.
Tiba-tiba ponsel Yoo Bang berbunyi, Hang Woo meneleponnya.
“Apa kabar, Yoo Bang?”sapa Hang Woo. “Sudah terima surat tuntutan kami ?”.
“Permainan apa lagi yang kau mainkan sekarang ?”tanya Yoo Bang.
“Seperti yang tertulis di sana. Ganti rugi atas pelanggaran hak cipta”.
“Kami melanggar hak cipta ? Siapa yang melanggar siapa ?”tanya Yoo Bang.
“Aku tak mau berlama-lama. Tapi ingat baik-baik. Lebih dari 99 cara untuk menghancurkan Paeng Seong,
Tapi aku lebih suka cara gentlemen”ungkap Hang Woo. Tenang ahjusi Hang Woo punya 99 cara dikau 100 cara untuk menghadapainya :P.
“Cara gentlemen ? Kau yang menjiplak produk kami. Tapi kau yang menuduh kami menjiplak ? Itu kau bilang Gentlemen ?”balas Yoo Bang.
“Ini adalah deklarasi perang. Camkan dalam otak dungu kalian”ucap Hang Woo lalu menutup teleponnya. “Ini bukan cuma pembalasan biasa. Akan kulumat Paeng Seong Enterprise tanpa sisa!”gumannya.
Ketiga pentolan Paeng Seong (Yoo Bang, Bun Kwae dan Han Shin) nampak gelisah menghadapi tuntutan Chun Ha group. “Hang Woo sepertinya telah menajamkan pedangnya. Apa yang akan kita perbuat ?”ujar Bun Kwae. “Apa maksudmu ? Kita harus menang”ucap Yoo Bang optimis.
“Tuntutan $30 juta, kalau kita kalah...”tambah Han Shin pesimis.
“Kenapa kau belum apa-apa sudah putus asa ?”hardik Bun Kwae.
“Jangan putus asa. Kita hadapi dengan halus. Berpikirlah dengan jernih”ucap Yoo Bang menenangkan.
“Apa yang kita punya di sini ? Kantor kita yang sumpek ini. Beberapa telepon. Dan juga mesin fax”ujar Bun Kwae. “Tepat sekali ! Telepon dan Fax. Kita sebarkan berita tentang tuntutan hak cipta lewat media”ungkap Yoo Bang.
“Kita ini pihak yang dituntut”ujar Han Shin.
“Kenapa malah kita yang menyebarkan beritanya ?”tanya Bun Kwae.
“Jika lawan kita menggunakan kekuatan uang untuk melawan kita, kita menggunakan kekuatan komunikasi massa yang bebas. Kalau kita berdua ter-ekspos, siapa yang paling dirugikan ?”terang Yoo Bang. Bun Kwae paham, “Presiden Yoo benar”ucapnya lalu menyuruh Han Shin menggunakan telepon dan ia sendiri menggunakan fax.

Dan benar saja, berita itu muncul di berita ekonomi dengan headline ‘perang hak cipta antara Chun Ha group dan Paeng Seong Enterprise’ ibarat perang David dan Goliah. Seorang ahli ekonomi yang dihadirkan di berita berpedapat bahwa saat ini Paeng Seong Enterprise mengandalkan Taeyang Group, dan salah sedikit saja perang itu akan menjadi perang Chun Ha Group melawan Taeyang Group.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Hal itu terbukti, Sa Yeol direktur Taeyang mendatangi Hang Woo keduanya saling mencengkram. Woo Hee berusaha menengahi dan menghentikannya.
“Kalian sedang apa sih ?”hardik Sa Yeol.
“Kenapa ? Apa kata-kataku salah ?”balas Hang Woo tak kalah sengit.
“Orang ini mau mati rupanya”seru Sa Yeol bersiap melayangkan tinjunya ke muka Hang Woo.
“Hey, berhenti bajingan !”teriak Woo Hee yang otomatis membuat Sa Yeol dan Hang Woo terkejut hahaha, wanita secantik Woo Hee bisa marah seperti itu.
“Maaf! Keceplosan...”ucap Woo Hee. “Hei ! Kalian itu lulusan Stanford, jangan begini !”
“Hey, Choi Hang Woo. Apa kau tak tahu betapa pentingnya project alat medis itu bagiku?”ungkap Sa Yeol. “Lalu ?”tanya Hang Woo santai. “Aku jadi penerus Taeyang Group atau tidak. Itu bergantung dari keberhasilan alat ini”jawab Sa Yeol. “Lalu kenapa kau ganggu bisnisku?”.
“Lalu kenapa kau tak berpartner denganku dari awal, brengsek !”.
“Bukankah kau sendiri yang bilang, takkan turut campur dalam bisnisku ini ?”tanya Sa Yeol.
“Sekarang ini kau yang mengganggu bisnisku”balas Hang Woo. Sa Yeol berlalu pergi dengan geram.
“Aku heran kenapa penerus Taeyang Group punya otak kecil seperti itu !”gerutu Hang Woo kesal.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
“Jadi ? Kalian sudah bicara baik-baik ?”tanya Yoo Bang pada Sa Yeol yang keluar dari kantor Chun Ha group dengan kesal.
“Dia itu tidak bisa dajak bicara !”jawab Sa Yeol ketus karena masih kesal.
“Aneh sekali”ucap Yoo Bang. “Maksudku telinganya kan tidak tuli, tapi dia tak bisa diajak bicara? Wah, berarti itu masalah”, Yoo Bang menjelaskannya dengan sedikit candaan. “Kalau begitu, apakah itu artinya, produk itu akan ditarik dari pasar...?”tanyanya.
“Apa ? Produknya, harus ditarik dari pasar”tanya Sa Yeol kaget.
“Sebenarnya kita perlu...Seperti Chun Ha Group...Menyewa penasihat hukum juga”jawab Yoo Bang.
Sa Yeol segera memerintahkan Yoo Bang menyewanya segera. “Tapi...Perusahaan kami belum punya uang cukup”ucap Yoo Bang.
“Aku yang tanggung semua biayanya, berapapun nilainya. Cepat cari penasehat hukum sekarang!”perintah Sa Yeol. Yoo Bang mengerti, Sa Yeol berlalu dengan keadaan masih kesal hahaha.

Berita ekonomi di televisi masih membahas seputar peperang Chun Ha group dan Paeng Seong Enterprise. Seorang ahli kembali berpendapat untuk kemenangan Paeng Seong masih ada satu kendala yaitu alat pemantau gula darah di produksi oleh Paeng Seong tapi diciptakan pertama kali di pabrik Chu Ha Group di Incheon yang artinya penemuannya ada di Chun Ha. Dan menurut pasal 10 undang-undang hak cipta, dalam kasus seperti ini hak cipta alat monitor gula darah, sepertinya harus menjadi milik Chun Ha Group.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Yeo Chi menemui trio Paeng Seong di sebuah kedai.
“Kenapa bisa begini ? Kau tak tahu kalau alat itu sebenarnya dianggap diciptakan di Chun Ha?”tanya Yeo Chi. Ternyata strategi komunikasi masaa bebas yang dipilih Yoo Bang malah menjerumuskan dirinya sendiri, salah strategi hehehe.
“Darimana kutahu ? Aku bukan lulusan sekolah hukum”jawab Yoo Bang.
“Lulusan sekolah hukum saja belum tentu tahu”tambah Bun Kwae.
“Apa pendapat Taeyang Group ?”tanya Yeo Chi.
“Boksal atau siapa sih namanya. Mungkin masih marah, dia seharian tak mau menjawab teleponku”jawab Han Shin. “Lalu apa yang akan kau lakukan, Yoo Bang ?”tanya Yeo Chi halus.
“Sepertinya moodnya harus diberi 'siraman'. Bisakan kau bantu pulihkan moodnya ?”tanya Bun Kwae pada Yeo Chi, Yeo Chi mengangguk, lalu Bun Kwae mengajak Han Shin pergi.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Tinggalah Yoo Bang dan Yeo Chi berdua, Yeo Chi pindah duduk ke samping Yoo Bang.
“Sepertinya isunya semakin mengalir”ujar Yeo Chi.
“Aku sudah dengar pendapat konsultan hukum. Alasan Hang Woo cukup kuat”ungkap Yoo Bang.
“Aish, aku jadi tambah pusing”ucap Yeo Chi lalu mengambil soju tapi Yoo Bang menahannya.
“Hey, kenapa mau minum alkohol lagi ? Jangan pernah minum alkohol lagi !”, Yoo Bang melarang Yeo Chi minum-minum lagi. “Dalam kondisi seperti ini, kau memperhatikanku ?”tanya Yeo Chi tak percaya.
“Bagiku, kau wanita tangguh. Bisnisku sedang sekarat, aku pusing, tapi kau malah membuatku mengkhawatirkanmu”beber Yoo Bang, Yeo Chi tertawa kecil mendengarnya. Yoo Bang menghardik kenapa Yeo Chi malah tertawa. “Lalu, kau ingin aku menangis ? Kau ingin aku menangis agar kau merasa lega ?”tanya Yeo Chi, Yoo Bang menghela nafas berat.
“Aku memang harusnya menangis”ucap Yoo Bang, Yeo Chi menyodorkan pundaknya untuk menjadi tumpuan Yoo bang menangis. “Ini empuk dan hangat. Bersandarlah”, Yoo Bang hanya menatap dalam Yeo Chi. “Sejujurnya, yang seharusnya bersandar, adalah kamu. Presiden sudah meninggal. Dan kau menjadi sengsara”ungkap Yoo Bang prihatin.
“Tidak, sekarang aku sudah tidak apa-apa. Aku sudah tak seperti yang dulu. Aku bisa melupakan”ucap Yeo Chi, Yoo Bang malah menyandarkan kepala Yeo Chi ke bahunya.
“Tidak, aku datang untuk menghiburmu”ujar Yeo Chi tapi Yoo Bang malah menyuruh Yeo Chi diam saja.
“Kalau kau melakukan hal yang tidak biasa kau lakukan, kau akan dalam masalah!”ujar Yoo Bang.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Di tempat lain tepatnya di apartemen Hang Woo, Hang Woo yang mengantuk jantuh di pundak Woo Hee karena kecapean memeriksa dokumen. Tapi Woo Hee malah mendorong kepala Hang Woo dengan pulpen hingga terbangun. “Kau marah padaku ?”tanya Hang Woo. “Belakangan ini kau tak pernah menatapku”.
“Dokumen dokumen ini...harus dirapikan, bukan, tuan ?”jawab Woo Hee ketus.
“Membuat atasan cemas adalah tanda-tanda sekretaris yang tidak becus”.
“Ini sudah larut malam. Bolehkan dokumen-dokumen ini kurapikan di rumah, tuan ?”jawab Woo Hee ketus lagi. “Memangnya kau tentara ? Kenapa bicara formal terus ?”tanya Hang Woo, tapi Woo Hee tetap menjawab dengan bahasa formal terus.
“Jeez, bikin orang jadi sarap”guman Hang Woo. “Lihat sini, Cha Woo Hee!”, tapi Woo Hee malah pamit pulang. Hang Woo menawarkan akan mengantarnya namun Woo Hee menolak, mau pulang sendiri.
“Pasti dia marah padaku. Apa salahku padanya ?”guman Hang Woo setelah Woo Hee pergi. “Sampai-sampai aku tak berani memberikan ini padanya”lanjutnya seraya melihat cincin yang dibelinya.
Yoo Bang menemu Jang Ryang yang bermain ‘baduk’ kalau di Jepang catur igo, jadi kangen anime Hikaru no go :P. “Kau memanggilku seakan-akan ada yang penting ! Tapi ternyata...mengajak main 'Baduk'?”gerutu Yoo Bang.
“Kau tahu...Strategi apa yang terbaik dalam perang ?”tanya Jang Ryang. Yoo Bang bertanya apa itu?. “Bujeonyiseung (menang tanpa bertempur) kemenangan tanpa peperangan adalah kemenangan terbaik”jelas Jang Ryang. Yoo Bang langsung bertanya apakah Jang Ryang memiliki uang senilai $30juta, sontak Jang Ryang kaget sampai biji baduk yang dipegangnya jatuh. “Kau sedang memancingku ? Aku saja lagi bingung karena tunggakan sewa ruang kantor”jawab Jang Ryang. “Aku hanya bertanya. Karena aku juga lagi bingung”balas Yoo Bang. Jang Ryang mengeluarkan tasnya dan memberikannya ke Yoo Bang, Yoo Bang bertanya apa itu, apakah tas berisi uang?, Jang Ryang menyuruh Yoo Bang membukanya.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
“Ini bukan apa-apa”ucap Yoo Bang yang melihat isinya itu hanya dokumen mesin mobil.
“Waktu aku di Chun Ha Group...Kami pernah mencuri satu teknologi kendaraan dari Taeyang Group. Teknologi curian itu membuat Chunha langsung maju pesat”terang Jang Ryang, namun Yoo Bang masih belum mengerti maksud dengan dokumen tersebut.
“Ini...Dokumen bukti kasus tersebut”ungkap Jang Ryang.
“Kau mau berbuat apa dengan ini ?”tanya Yoo Bang. “Buat mobil lalu menjualnya ?”
“Kau tak dengar apa kataku tadi ? Kemenangan tanpa peperangan. Menang dari musuh tanpa harus berperang”hardik Jang Ryang. Yoo Bang nampak berpikir, sepertinya ia mulai paham maksud kata-kata Jang Ryang. “Jadi…Cara menang dari musuh tanpa berperang...”guman Yoo Bang, akhirnya ia tersadar. Jang Ryang mengajak Yoo Bang main baduk lagi namun ia malah mengaku kalah dan mengambil tas tersebut mengucapkan terimakasih dan bergegas pergi.
“Ternyata otaknya encer juga”puji Jang Ryang.
Hang Woo bersiap-siap ke pengadilan. Woo Hee mempersiapkan tas Hang Woo dengan diam seribu bahasa. “Kau masih mau terus bungkam ?”tanya Hang Woo, tapi Hang Woo malah berlalu tanpa kata kembali ke ruangannya. “Kalau ngambek lama sekali. Apa sih salahku ?”guman Hang Woo. Beom Jeung masuk, Hang Woo pun mengajaknya berangkat namun Beom Jeung mengatakan mereka tak perlu ke pengadilan. “Apa maksudmu ?”tanya Hang Woo.
“Taeyang Group membuat tuntutan kepada kita”jawab Beom Jeung lalu menyerahkan dokumennya. Hang Woo tak mengerti. “Teknologi mobil yang pernah kita curi dari Taeyang Group”ungkap Beom Jeung. Tiba-tiba ponsel Hang Woo berbunyi, Yoo Bang meneleponnya.
“Kau suka dengan surat tuntutan hak cipta itu ? Kalau kau tarik surat tuntutanmu. Mereka juga bersedia membatalkan. Bagaimana ?”ujar Yoo Bang. “Kau mau barter A dengan B?”, Yoo Bang tersenyum ke arah Sa Yeol.

Hang Woo dan Beom Jeung menemui Mo Ga Bi di ruangannya mengatakan bahwa mereka harus menarik kembali tuntutannya pada Paeng Seong enterprise karena kalau tidak mereka harus membayar ganti rugi yang lebih besar kepada Taeyang Group. Beom Jeung mengatakan jika mereka meneruskannya isi teknologi mobil itu bisa menghancurkan mereka. Hang Woo mengatakan dari 99 cara, mereka baru menggunakan satu. Jadi ia akan menggunakan cara yang lebih fatal.
Sinopsis History of The Salaryman Episode 17
Yeo Chi menemui dokter Choi di rumah sakit. Dan akhirnya dokter Choi mengatakan penyebab kematian kakeknya. Selesai dari rumah sakit Yeo Chi langsung ke kantor Chun Ha. Yeo Chi merasa geram dan marah mengetahui seseorang telah memanipulasi insulin kakeknya dan insulin itu diurus oleh Mo Ga Bi.
Yeo Chi yang geram bergegas menghampiri Ga Bi yang bersama rombongannya.
“Ada urusan apa kau denganku ?”tanya Ga Bi melihat Yeo Chi menatapnya tajam. Yeo Chi bersiap melayangkan tinjunya namun dengan segera Yoo Bang membungkam Yeo Chi.
Epilog episode ini kembali WooWoo couple :P,
Hang Woo yang melihat bunga di meja Woo Hee kembali membuang bunga tersebut ke tong sampah, namun Woo Hee datang malah membawa 2 buket bunga hahaha. Woo Hee pun bertanya kenapa Hang Woo membuang bunganya, Hang Woo segera berpura-pura bahwa ia alergi bunga. Hang Woo segera membuang bunga di tangannya dan meminta maaf karena tak tahu Hang Woo alergi bunga. Ia pun segera mencari alat suntik alergi milik Hang Woo, Woo Hee yang menemukan itu di jas Hang Woo segera menyuntikkannya ke Hang Woo saat ia akan berbalik, mana tepat dibokongnya lagi kasian amat ni Hang Woo wkwkwkwk.


Written & Images by Ari Arata
Shared by pelangidrama
Indosub thanks to papario @islandsub
Don't Repost to Other Site!!

One Response so far.

  1. Anonim says:

    Epilog nya lucu banget,hehehe
    eps 18 di tunggu selalu.
    ~sukma~

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here