[Sinopsis K-Drama] Wild Romance Episode 15

10 comments
Sinopsis Wild Romance Episode 15 °\(^o^)/°

Episode ini diawali dengan suasana mencekam. Backsound yang mendukung, terlihat aktor aktris memerankan dengan baik.
Sooyoung berbaring menidurkan Wooyoung, terlihat memikirkan sesuatu. Dongah hanya tiduran di kamarnya. Jonghee yang bermain dengan kucingnya dan termenung saat menemukan bingkai foto kucingnya yang telah tiada. Ahjumma Yangson pun termenung di kamar gelap tempat dia menempelkan gambar Muyeol memenuhi dinding kamar.
Sementara itu, wartawan Koh tergeletak pingsan di sebuah toilet/gudang setelah dipukul Dongsu. Dia mulai tersadar dan perlahan mencoba berdiri bertahan dari rasa pusing yang menderanya.
Dengan mengendarai mobilnya, manajer Kim melaju mobilnya dengan kencang. Eunjae pun berlari kencang dari rumahnya.
Kini terlihat jelas siapa yang membawa pemukul dan memukul Muyeol. Yup, meski kecewa sudah dapat diduga, Dongsu.
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Muyeol kaget dengan apa yang dilakukan Dongsu padanya. dia masih mempertanyakan perihal sebab Dongsu melakukan hal itu padanya. Dongsu yang telah dianggap kakak baginya. Dongsu yang telah menyelamatkan karirnya. Dongsu yang banyak membantunya hingga saat ini.
Dongsu memintanya berdiri di posisinya agar mengerti, dia beralasan bahwa selama ini dia sudah cukup merasa tertekan dengan perolehan besar yang ada pada Muyeol sementara dia tidak memiliki apapun. Hal itulah yang menyebabkannya melakukan pemukulan ini.
Muyeol mengkonfirmasi semua kejadian buruk yang pernah menimpanya. Dongsu mengatakan kebenaran bahwa dialah pelakunya selama ini. Kucing Jonghee yang mati, dan menaruh methanol dalam botol air minumnya.
Muyeol terkejut, “Hyung, kenapa?”
Dongsu : “Makanya cobalah berdiri di posisiku untuk sekali saja dan pikirkan tentang itu!”
Lanjutnya, “Park Muyeol, kaulah penyebab kegagalanku. Kau tahu itu?”
Dia menceritakan awal permainannya dalam tim nasional, saat dia terdaftar sebagai pemain profesional pada putaran pertama, sedangkan Muyeol saat itu masih berumur tujuh-delapan tahun yang belum bisa apa-apa, bahkan tidak diperhitungkan. Sedangkan saat ini dia merasa semua itu tidak adil. Saat ini dia hanya merasa sebagai seorang pria 34 tahun yang telah mengakhiri karir bisbolnya. Dongsu menegaskan dia menganggap Muyeol selama ini sebagai plak yang mengusiknya.
Muyeol masih tidak percaya, “Tidak, Hyung, ini bukan kau.” Dia sangat tertekan. Sementara Dongsu tersenyum. Dia menarik kerah Muyeol dan menegaskan, “Kenapa aku tidak bisa melakukan itu? Kenapa aku tidak bisa membencimu?”
“Karena kau bukan orang yang seperti itu!” Muyeol berteriak. Tanpa daya dia kembali dipukul Dongsu yang sedang dilanda emosi. Muyeol tidak melawan sedikit pun. Atau bahkan tak mampu menggerakkan badannya karena tekanan rasa percaya tidak percaya yang saat ini dideritanya (mental sangat berpengaruh pada fisik. Aku juga tak bisa membayangkan bila suatu saat salah satu sahabatku akan mengatakan hal itu).
Dongsu terus memukul dan menendang Muyeol. Muyeol hanya terbaring tanpa daya melawan. Dongsu mengambil tongkat bisbol dan hendak memukul Muyeol dengan tongkat itu.
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Tepat di saat yang kritis, muncul Eunjae menarik Dongsu dan mendorongnya terjatuh. Terjadi perkelahian antara Eunjae dan Dongsu, Muyeol hanya melihatnya dengan lemas. Apa daya tenaga Eunjae hanya seorang wanita yang lebih lemah dari Dongsu. Hingga saat Eunjae sangat terdesak, dia tercekik dan pandangan Dongsu yang langsung menatap kejam pada Muyeol, Muyeol akhirnya bangkit dan balas memukul Dongsu. Dongsu tidak melawan. Muyeol akhirnya tak sanggup memukul Dongsu, dia hanya dapat menangis merebahkan kepalanya di dada Dongsu, “Ini tak seharusnya begini. Kumohon.”
Lampu di lapangan menyala. Meski terbaring tak berdaya, Dongsu teersenyum puas. Sementara Muyeol masih bersedih dan Eunjae masih terbaring.
Beberapa orang masuk ke lapangan, diantaranya manajer Kim, polisi dan beberapa petugas. Mereka menarik Dongsu dan menahannya.
Di jalan arah keluar, mereka berpapasan dengan wartawan Koh yang sudah siap dengan kemeranya, namun melihat ekspresi Dongsu yang menyedihkan, dia tidak jadi mengabadikan gambar itu.
Muyeol mengejar dan memanggil, “Hyung.” Dongsu berhenti sejenak dan segera berlalu tanpa melihat ke arah Muyeol sedikit pun.
Di rumahnya, Sooyoung ditanyai ibunya yang merasa aneh Sooyoung mengenakan mantelnya seakan mau keluar. Sooyoung mengatakan akan ke rumah dan ibunya menghalanginya. Meskipun Sooyoung berniat pulang untuk menemui suaminya, ibunya dapat memastikan bahwa Sooyoung tidak akan bisa bertemu dengannya, “Dia saat ini berada di kantor polisi. Dia mengambil kesalahan yang seharusnya kau akui.”
Sooyoung tidak mengerti, “Apa yang kau katakan? Kejahatan apa yang telah kulakukan?” Sepertinya Sooyoung sendiri tidak menyadari saat melakukannya. Ibunya mengatakan, “Kaulah yang telah menghancurkan lukisan-lukisan Jonghee.” Sooyoung kaget mendengarnya.
“Aku?”.
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Sementara di kantor polisi, Dongsu mengakui segala yang dituduhkan padanya, dia mengakuinya atas dasar rasa kecemburuan pada keberhasilan Muyeol sehingga menimbulkan teror pada kehidupan Muyeol dan orang-orang di sekitarnya, Jonghee. Dia pun di penjara. Dia melihat cincin di jemarinya dengan penuh makna.
Musiknya sendu banget, membuat merinding, sedih.
Muyeol duduk sendirian di kamarnya yang gelap, dia mengingat kisah mereka di awal persahabatan. Kisah yang pernah diceritakan wartawan Koh. Muyeol yang sulit didekati selalu memukul teman-temannya. Akhirnya, Dongsu yang memukul Muyeol habis-habisan. Dongsu yang disegani banyak pemain, memukulnya untuk membalaskan kekesalan pemain lainnya pada Muyeol. Akibat kejadian itu Muyeol akhirnya diterima oleh teman satu timnya dan dapat terus berlatih bisbol di tim itu hingga berhasil seperti sekarang.
Muyeol menangis mengingat kejadian itu, kebaikan Dongsu padanya, tidak seperti apa yang baru saja dirasakan saat ini.
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Eunjae datang ke apartemen Muyeol, ahjumma Sunhee membuka pintu dan mengatakan bahwa Muyeol sedang tidak bisa ditemui. Dia meyakinkan Eunjae bahwa Muyeol sedang tidak ingin dilihat siapapun sehingga Eunjae pun dengan kecewa beranjak pulang. Tanpa rasa bersalah ahjumma justru merasa senang mengetahui Muyeol yang masih terpuruk tidak mau makan.
Wartawan Koh melihat hasil jepretannya. Di sana sekilas terlihat Dongsu yang melihat loker dan meletakkan sesuatu di dalamnya. Manajer Kim menemuinya yang sedang duduk di salah satu ruang di Red Dreamers, “Terimakasih.”
Wartawan Koh melihat ke arah manajer Kim, “Untuk apa?”
Manajer Kim : “Untuk menahan wartawan lain tidak menulis beritanya.”
Wartawan Koh tidak merasa membantu apapun. Dia hanya menganggap Dongsu memang sudah memiliki reputasi yang bagus. Dia masih sulit percaya apa yang baru saja diketahuinya.
Beberapa wartawan lain membicarakan kasus ini. Salah satu wartawan menyimpulkan bahwa seorang penguntit, biasanya berjenis kelamin beda, bagaimana mungkin Jin Dongsu melakukannya?
Di tempat yang sama, pemuda café yang pernah dipukul Muyeol, Seo Yunyeok mendengar pembicaraan mereka.
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Di tempat berbeda, Jonghee ditemani Eunjae menemui seorang wanita. Jonghee menandatangani lembar hasil pemeriksaan pengrusakan lukisan-lukisannya yang akan digunakan sebagai bahan pameran. Dia sempat menanyakan mengenai Direktur Yin (Ibunda Sooyoung) yang merancang awal pameran lukisan itu sebelumnya. Wanita yang mereka temui mengatakan Direktur Yin sudah mengundurkan diri karena merasa bertanggungjawab pada kejadian itu. Jonghee terhenyak mendengarnya.

Dalam perjalanan pulang, Eunjae menanyakan kemungkinan Jonghee datang mengunjungi Direktur Yin namun Jonghee merasa tidak tahu harus bagaimana di hadapannya dan dia pun yakin mereka juga tidak tahu harus bagaimana.

Di tempat lain, Sooyoung berusaha keras ingin melukiskan sesuatu di depan kanvasnya namun tak ada yang bisa dia lakukan. Dia hanya diam menatap cermin yang ada di hadapannya.

Di apartemen Jonghee, Eunjae membantu mengepak barang Jonghee. Jonghee memberikannya hadiah sebuah lukisan. Eunjae yang tidak mengerti lukisan berpura-pura senang menerimanya. Jonghee kecewa dan mengatakan mereka tidak akan bertemu lagi, Eunjae pun mengiyakan. Jonghee menunjukkan rasa senangnya akan persahabatan mereka dengan memberikan sebuah gigitan di lengan Eunjae.
Eunjae bertanya, “Kau tidak mau menemui Park Muyeol? Kudengar beberapa hari ini dia tidak mau keluar kamar.”
Jonghee hanya tersenyum dan menyarankan Eunjae yang datang mengunjungi Muyeol. Eunjae beralasan Muyeol sebelumnya mengatakan tidak ingin bertemu dengannya. Jonghee menyalahkan Eunjae yang egois hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia menilai Eunjae takut merasa sakit karena penolakan Muyeol namun tidak peduli dengan kondisi Muyeol.
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Muyeol masih saja berdiam diri di kamarnya dalam kondisi gelap gulita. Ahjumma Sunhee membawakannya makanan dan menyampaikan maksud kedatangan manajer Kim yang baru saja berharap Muyeol dapat mengikuti latihan musim semi dalam waktu dekat. Ahjumma merasa Muyeol tidak dapat melakukannya dalam waktu dekat ini. Dia menenangkan Muyeol dan menyemangatinya. Dia mengatakan tahu dan mengerti segala sesuatu tentang Muyeol yang tak seorang pun dapat melakukannya, jadi Muyeol jangan pernah merasa sendirian. Muyeol pun mengangguk, masih dengan tampang kakunya. Ahjumma pamitan dan mengatakan bahwa besok dia akan datang lagi. Muyeol mengatakan terimakasih padanya, dan terlihat raut wajah senang di mimik ahjumma itu.

Ahjumma keluar namun dia terlupa dengan sarung tangannya.
Terlihat Eunjae memasuki lift. Meski awalnya ragu, dia akhirnya memilih mengunjungi Muyeol di lantai 25 gedung yang sama dengan Jonghee.
Eunjae membunyikan bel beberapa kali namun tidak ada jawaban. Dia pun masuk dan melihat sekilas ruangan yang sebelumnya sangat akrab dengannya. Di depan pintu kamar Muyeol, dia mengatakan kedatangannya namun tidak juga ada jawaban dan dia pun memutuskan masuk ke dalam kamar Muyeol.

Dia menemukan Muyeol masih saja terduduk diam di kamarnya yang gelap. Eunjae mengatakan dia akan segera pergi bila Muyeol tidak tidak menginginkan kedatangannya. Dia hanya berniat duduk di sebelah Muyeol. Dengan diamnya Muyeol, Eunjae duduk dan mendekat di sebelah Muyeol. Muyeol masih saja diam.
Tidak begitu lama, Muyeol merebahkan kepalanya di pundak Eunjae, dia mengatakan, “Mengapa begitu lama?” (Ohh, sepertinya Muyeol sudah sangat mengharapkan kedatangan Eunjae sejak lama.)
Eunjae justru mengucapkan terimakasih karena Muyeol mau bersandar padanya.

Terlihat di lobi, ahjumma menyadari sarung tangannya tertinggal. Dia pun kembali berbalik.
Saat mengambil sarung tangannya yang tertinggal, dia menemukan lukisan tergeletak di dekat pintu dan menyadari ada sepasang sepatu olahraga wanita, pertanda ada seseorang yang datang menemui Muyeol. Dia pun mengintip ke kamar Muyeol dan terdengar suara Muyeol yang dengan semangatnya menceritakan kisah lamanya bersama Dongsu saat awal bergabungnya di tim bisbol. Dongsu sang bintang lapangan yang dihormatinya.
Begitu tiba di rumahnya, dengan kesalnya ahjumma langsung menuju kamar yang berisi tempelan foto Muyeol dan merobek beberapa foto yang ditempel. Dia terlihat begitu kesal.

Muyeol juga menceritakan kisah pemukulan yang dilakukan Dongsu padanya yang akhirnya mengawali persahabatan diantara mereka. Dia mengatakan tak ada satu hal pun yang mampu memisahkan mereka dari bisbol, bahkan sekeras apapun upaya yang pernah dilakukan Muyeol saat tahu karir Dongsu sebagai pemain bisbol tidak dapat dilanjutkan. Muyeol menyadari, “Bukan dia yang melakukannya.” Dengan yakin Muyeol menyimpulkan hal itu. Dongsu yang sangat mencintai bisbol tidak mungkin melakukan hal yang diakuinya saat ini. Pasti ada penjelasannya.

Di rumahnya ahjumma mendapat kunjungan dari orang yang mengetahui perbuatannya selama ini. Awalnya orang tersebut menyelipkan foto dengan tusukan-tusukan di bagian mata Muyeol sebagaimana yang sering dilakukan ahjumma pada foto-foto Muyeol. Orang tersebut mengetahui ahjumma yang tak lain seorang penguntit Muyeol.

Ahjumma segera membuka pintu dan menemukan Yunyeok di sana. Awalnya ahjumma tidak mengijinkan Yunyeok masuk, namun Yunyeok mengatakan bila ahjumma merasa terganggu, ahjumma bisa menghubungi polisi, dan mendengar kata-kata ‘polisi’ ahjumma terhenyak dan membiarkan Yunyeok memasuki rumahnya.
Yunyeok memutuskan akan duduk dan setelah duduk dia mulai menyinggung pemberitaan yang mengatakan bahwa penguntit Muyeol telah ditangkap, dan dia menanyakan bagaimana pendapat ahjumma mengenai hal itu.
Yunyeok menanyakan sebab ahjumma melakukan hal itu (menguntit) Muyeol. Apa karena Muyeol pernah melakukan kejahatan padanya. Atau karena uang? Ahjumma tersenyum yang dapat diartikan tidak.
Yunyeok : “Kalau begitu..apa karena cinta?” Dia tertawa saat mengatakan hal itu. Menurutnya hal itu sangat sulit dibayangkan kebenarannya. Mungkin hal ini yang menyebabkan ahjumma tersinggung padanya.
Ahjumma memutuskan akan mengatakan semuanya pada Yunyeok dan sebelumnya dia akan membuatkan teh untuk Yunyeok. Saat membuatnya, ahjumma memasukkan suatu cairan dalam teh Yunyeok.

Di tempat lain, Muyeol dan Eunjae memutuskan akan mengumpulkan bukti Dongsu tidak bersalah. Namun Muyeol sempat bingung bagaimana melakukannya, dia menyimpulkan untuk menemukan pelaku yang sebenarnya, dan kemudian dia kembali bingung bagaimana caranya. Dia menyimpulkan kebuntuan otaknya karena dia sudah lama tidak makan, sehingga dia memutuskan untuk makan sebelum lanjut berpikir.
Kembali di rumah ahjumma, ahjumma menyajikan teh dan Yunyeok meminumnya sesaat sebelum ahjumma mulai menceritakan kisah pertemuannya dengan Muyeol.
Mereka bertemu 12 tahun yang lalu saat Muyeol kelas 2 SMA. Saat itu Muyeol sudah berada dalam keluarga yang berantakan, dia tidak lagi bicara dengan ibunya sedangkan ayahnya berselingkuh. Saat Muyeol masuk kuliah, ayahnya menikah lagi dan Muyeol memutuskan keluar dari rumahnya. Sejak itu, ahjumma-lah satu-satunya keluarga terdekat dengannya. Entah sebagai Ibu atau bibi?
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Cairan yang dibubuhkan di teh itu mulai bereaksi, Yunyeok mulai pusing dan terjatuh terbaring dan mulai tidak sadarkan diri, sementara ahjumma masih meneruskan ceritanya tanpa peduli kondisi Yunyeok.
Dia menceritakan dimana suatu hari Muyeol pernah demam tinggi, suhu tubuh bahkan sampai 40 derajat celsius, hingga ke kamar mandi pun Muyeol tidak mampu. Saat itulah dia menyimpulkan Muyeol membutuhkannya. Dia senang karenanya dan menyadari bahwa dia juga membutuhkan Muyeol.
Ahjumma : “Kalau bukan cinta, apalagi?”
Dia menanyakannya dengan Yunyeok seolah Yunyeok yang sekarat masih bisa diajak berkomunikasi.
Ahjumma melanjutkan, “Kau boleh bilang aku gila atau menjijikkan. Kau boleh menyimpulkan ini bukan cinta.”
Tatapan ahjumma mengerikan, melihat ke arah Yunyeok yang diam dalam masa kritisnya.
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Muyeol : “Seo Yunyeok!”
Dia senang karena setelah makan dia dapat berpikir jernih. Eunjae kesal karena menurutnya hal itu belum dapat menyimpulkan apapun.
Muyeol melanjutkan penjelasannya, dia mengatakan bahwa manajer Kim pernah menyampaikan mengenai penguntit yang sebelumnya sudah lama mengincar Seo Yunyeok untuk mengatakan sesuatu tentang Jonghee dan menyebabkan terjadinya pemukulan itu.
Jadi, Muyeol menyimpulkan langkah awal yang dapat mereka lakukan adalah menyelidiki keterkaitan Dongsu dengan Seo Yunyeok. Dia pun menghubungi Yunyeok.

Saat itu tubuh Yunyeok yang sudah sekarat diseret ahjumma ke dalam kamarnya. Dering HP yang dihubungi Muyeol tidak mampu dijawab Yunyeok. Yunyeok hanya mampu mengenang masa kecilnya yang suram. Yunyeok kecil sering kali menatap gemerlap lampu kota di malam hari dari gedung dan rumah mewah. Kenangan itu sejenak menguatkan dirinya sebelum dia akhirnya tak mampu melawan racun dalam tubuhnya dan menutupkan mata tidak bergerak.

Manajer Kim bersama Dongah, Eunjae dan Muyeol, mereka berempat membicarakan permasalahan yang saat ini menimpa Dongsu. Manajer Kim mengutarakan banyak hal yang sudah menjadi bukti dan memberatkan Dongsu, keberadaan Dongsu di tempat kejadian hingga pengakuan Dongsu. Selain itu, tak ada benang merah yang menjadi petunjuk siap penguntit yang sebenarnya. Namun Muyeol bersikeras Dongsu bukan pelakunya. Dia yakin Dongsu tidak bersalah. Eunjae pun mendukungnya.

Namun Dongah berpendapat berbeda. Menurutnya, banyak hal yang dapat menjadikan seseorang menjadi penguntit, iri adalah salah satunya. Manajer Kim setuju dengannya.
Eunjae kesal mendengarnya, dan menanyakan bagaimana penjelasanan sikap Dongsu yang selama ini selalu menolong Muyeol bahkan di saat terkritisnya.
Karena berbeda pendapat, Muyeol memutuskan untuk menentukan langkah mereka dengan undian gunting-batu-kertas. Pasangan Muyeol-Eunjae memang kekanakan. Haha.
Manajer Kim menyinggung masalah Yunyeok yang masih sulit dihubungi. Muyeol pun membenarkan. Ahjumma baru saja datang dan mengangguk menyapa ke empatnya. Manajer Kim mengusulkan untuk mencari Yunyeok langsung di rumahnya, dia tahu alamat rumah Yunyeok.
Tiba-tiba Dongah teringat, dia berteriak dari kejauhan pada ahjumma, dia yakin pernah bertemu ahjumma di sekitar rumah Yunyeok. Ahjumma pernah menolongnya dengan bunyi peluit saat dia terdesak oleh Yunyeok di daerah Bungchundong. Dia sangat berterimakasih padanya. Namun ahjumma menyangkalnya, dia mengatakan kemungkinan Dongah salah mengenalinya. Dongah tidak yakin dengan ucapan ahjumma, dia sangat yakin tidak salah mengenalinya.

Muyeol meminta Dongah untuk kembali fokus. Dia mengatakan agar hal ini dirahasiakan, jangan sampai ketahuan oleh penguntit yang sebenarnya. Ahjumma mendengar apa yang dikatakan Muyeol dan terhenyak.
Muyeol tersenyum tertawa menyadari dirinya yang pintar menyimpulkan hal ini.

Manajer Kim menanyakan mengenai Jonghee, hal ini tentu tidak aman bila meninggalkan Jonghee sendirian tanpa keamanan. Dongah tersenyum memberikan tanda ‘jempol’ yang menunjukkan manajer Kim pun cukup pintar. Manajer Kim bangga dan bersikap seolah membenarkan posisi kacamatanya.
Direktur Jang menunggu di dalam mobil di halaman apartemen. Dari dalam mobil dia memantau CCTV yang telah dipasang Muyeol sebelumnya yang diletakkan di depan pintu apartemen Jonghee sehingga terpantau orang-orang yang datang dan pergi di apartemen Jonghee.

Muyeol dan Eunjae mengunjungi perpustakaan dan mencari-cari keberadaan Yunyeok. Mereka juga bertanya pada beberapa orang teman sekampus Muyeol, namun tak ada yang mengetahui keberadaannya.
Sedangkan pasangan manajer Kim dan Dongah. (Hiks, aku iri dengan Dongah.)
Mereka menemui neneknya Yunyeok dan menunjukkan foto Dongsu. Mereka bertanya apakah nenek itu pernah melihat Dongsu sebelumnya dan nenek justru menanyakan siapa orang yang ada di foto. Manajer Kim pun memperlihatkan foto Sooyoung yang juga tidak dikenali nenek. Manajer Kim menjawab pandangan penasaran Dongah, dia mengatakan bila benar Dongsu tidak bersalah tentu dia menutupi kesalahan orang yang disayangnya, menurutnya Sooyoung-lah orang yang paling disayangi Dongsu. Mereka pun berpamitan. Namun sebelum berpamitan, nenek itu menanyakan keberadaan Yunyeok, dia khawatir karena sejak semalam Yunyeok tidak pulang.

Keduanya keluar dari supermarket yang pernah disinggahi Dongah. Di bangku yang sama, Dongah duduk melamunkan sesuatu. Sikap diam Dongah mengkhawatirkan manajer Kim. Dia menenangkan Dongah dan meyakinkannya bahwa mereka pasti akan menemukan siapa penguntit sebenarnya. Dongah menyela dengan mengatakan keyakinannya pernah bertemu ahjumma itu sebelumnya. Dia merasakan ada yang aneh dengan ahjumma. Dia pun meminta manajer Kim menghubungi nomor telpon yang ada di list nomor yang pernah menghubunginya beberapa hari yang lalu. Saat itu, Dongah meminjam HP ahjumma untuk menghubungi manajer Kim, sesaat setelah ahjumma itu menolongnya dari Yunyeok.
Benar saja, ahjumma itu menerima telponnya dan membenarkan bahwa dia ahjumma di rumah Park Muyeol.
Dongah : “Benar. Dia ahjumma yang pernah menyelamatkanku.”
Manajer Kim : “Lalu, kenapa dia berbohong?” Mereka saling pandang belum memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Ahjumma terdiam di apartemen Muyeol. Dia sudah merasakan beberapa hal yang sudah di luar kendalinya. Ingatan Dongah mengenai dirinya, rencana Muyeol untuk menemukan penguntit sebenarnya, dan telpon dari orang yang tidak dikenal. Dia pun berpikir dan memutuskan sesuatu.
Direktur Jang melihat di layar yang menghubungkannya dengan CCTV depan apartemen Jonghee. Di sana tidak ada seorang pun yang datang dan berarti Jonghee dalam keadaan aman. Tidak berapa lama, Direktur Jang waspada melihat ada seorang pemuda yang datang mendekati pintu untuk menempelkan selebaran, dia pun lega. Sesaat kemudian, datang ahjumma! Oh NO.
Direktur Jang tidak mengkhawatirkannya dan ahjumma masuk ke apartemen Jonghee. Dia keluar mobil dan menggerakkan badannya, melepaskan rasa pegal.
Saat itu Jonghee sedang mengepak barang. Ahjumma menanyakan keberangkatan Jonghee hari ini. Jonghee membenarkannya, sebentar lagi taksinya akan datang. Ahjumma menegaskan, “Begitukah? Berarti waktumu tidak lama lagi?” Dia menarik jemari tangan Jonghee yang masih mengenakan cincin pasangan dari Muyeol.
Ahjumma : “Cincin ini, sekali lagi ada di tanganmu.”
Jonghee merasa aneh dan berusaha melepaskan genggaman ahjumma.
Ahjumma melanjutkan, “Aku sudah bersusah payah mengambilnya darimu.” Jonghee tidak mengerti dengan apa yang dikatakan ahjumma. Ahjumma menarik Jonghee dan seketika itu juga Jonghee tergeletak karena setruman yang dibawa ahjumma. Mengerikan.

Neneknya Yunyeok kedatangan pasangan manajer Kim-Dongah lagi. Kali ini manajer Kim menunjukkan foto ahjumma dari ponselnya. Dengan ketakutan nenek itu bergegas menghindar. Dongah menghentikannya, “Seo Yunyeok mungkin.. dia mungkin saat ini sedang dalam bahaya besar. Nenek itu pun terkejut.
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Ahjumma keluar masuk lift dengan mendorong sebuah tas besar, bahkan kunilai sangat besar. Awalnya dia ke lantai dasar, namun melihat Direktur Jang yang menunggu di halaman depan apartemen, dia berbalik dan menuju lantai paling atas gedung apartemen dengan susah payah mendorong tas berukuran besar.
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Di sebuah café, manajer Kim dan Dongah sudah duduk menunggu kedatangan Muyeol dan Eunjae yang muncul tidak lama kemudian.
Muyeol bertanya mengenai hasil penyelidikan mereka yang tidak bisa disampaikan melalui telpon, namun manajer Kim memintanya menunggu sejenak karena dia juga masih menunggu kabar barita dari seseorang.
Seseorang itu adalah wartawan Koh yang datang menemui Mi Jin (Yuumi, si wanita penjebak) yang sekarang sudah membuka sebuah butik. Mi Jin terlihat tidak senang mengetahui kedatangan wartawan Koh. Wartawan Koh langsung menunjukkan selembar foto (ahjumma) dan bertanya, “Mi Jin, kau mengenalinya?” Dengan ogah-ogahan Mi Jin melihat sekilas ke lembar foto itu.
Wartawan Koh menegaskan, “Ini penting dan berkaitan dengan Park Muyeol. Kau kenal wajah ini?” Mi Jin melihat dan akhirnya mengenalinya, “Oh, itu ahjumma yang pernah bekerja di rumahku.”
Wartawan Koh pun langsung menghubungi manajer Kim dan menyampaikan hal itu.

Manajer Kim terlebih dahulu meminta Muyeol untuk tidak kaget akan apa yang disampaikannya. Dia mengatakan bahwa ada beberapa bukti yang berhasil mereka kumpulkan.
Agak cukup lama manajer Kim terdiam. Dongah mengawali, “Nenek Seo Yunyeok mengenali ahjumma pembantumu (Muyeol).”
Manajer Kim menambahkan, “Mi Jin pun mengenalinya.”
Muyeol bertanya, “Lalu?”
Eunjae mulai mencari benang merah apa yang disampaikan keduanya. Dia pun terhenyak dengan apa yang terlintas di pikirannya.
Muyeol mencoba menyimpulkan, dengan berat dia mengatakan, “Jadi, penjahatnya bukan Dongsu.. melainkan ahjummaku? Kalian mencurigai semua orang terdekatku?!”
Memang pukulan berat bagi Muyeol.
Semuanya terdiam, bingung bagaimana harus menanggapi pertanyaan Muyeol.
Scene menunjukkan lorong ke arah kolam renang dimana ahjumma sedang berdiri di tepi kolam dan Jonghee tergeletak tidak jauh dari sana.

Muyeol masih tidak percaya, “Apa kalian sudah gila?” Muyeol emosi dengan apa yang disimpulkannya, “Banyak hal kebetulan di dunia ini. Aku pertama bertemu dengannya di kawasan rest area jalan tol. Ini hanya sebuah kebetulan.”
Eunjae terdiam, dan mengutarakan satu nama, “Kang Jonghee.” Dia berpikir, “Bila bibi adalah penguntitnya, maka Jonghee..”
Tanpa harus mendengar lanjutan kalimat Eunjae, Muyeol segera berlari diikuti ketiganya.

Di dalam mobil, Eunjae menghubungi Direktur Jang dan menanyakan keberadaan Jonghee. Direktur Jang meyakini bahwa Jonghee tidak keluar ke mana pun. Eunjae pun dapat bernafas lega saat Direktur Jang mengatakan tidak ada seorang pun yang datang mengunjungi Jonghee. Namun, kelegaan itu berakhir saat Direktur Jang melanjutkan kalimatnya, “Kecuali ahjumma.”
Muyeol semakin panik dan takut saat mengetahuinya. Dia mempercepat laju mobilnya.
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Begitu tiba di depan gedung apartemen, Muyeol dan Eunjae bergegas masuk, tidak mengindahkan Dongah yang masih tertinggal di dalam mobil Muyeol dan Direktur Jang yang mengejar mereka-heran dengan apa yang dikejar keduanya sehingga begitu panik.

Setiba di dalam apartemen, Muyeol semakin panik karena tidak menemukan Jonghee di manapun. Dia frustasi, terduduk dan terisak sedih. Eunjae hanya bisa melihatnya dari kejauhan.

Di kolam renang, HP di sebelah Jonghee berdering. Park Muyeol menghubunginya. Ahjumma hanya melihat dan membiarkan hingga dering itu berhenti.
Tidak berapa lama, Muyeol menghubungi HP ahjumma. Ahjumma hanya melihat dan membiarkan HP berdering. Dering HP itu membangunkan Jonghee. Jonghee pun siuman, “Ahjumma.”
Ahjumma itu menarik lengan Jonghee sehingga Jonghee bisa terduduk. Dia mengatakan, “Namaku bukan ahjumma (immo), bukan..” Jonghee menatap aneh padanya.
Ahjumma menegaskan, “Namaku Yang Sunhee. Semakin aku tua, tak ada lagi yang menyebut namaku. Dulu, aku dipanggil Sunhee, sama sepertimu yang dipanggil Jonghee saat ini. Kau tidak akan tahu bahagianya saat nama panggilanmu disebut.”
Jonghee melihat sekeliling dan baru menyadari dimana dia berada. Dia terlihat ketakutan.
Ahjumma mengelus pipi Jonghee dan mengatakan, “Kau masih begitu muda. Kau takkan melihat sedih saat bercermin. Tak ada wajah tua, keriput, warna yang memudar, namun aku sudah tua sekarang. aku tidak dapat menyatakan rasa cinta pada orang yang kucintai.” Dia memegang pipinya sendiri, “Kenapa aku bisa setua ini?”

Manajer Kim mendatangi kantor keamanan dan ingin melihat rekaman CCTV.
Dari apartemennya, Muyeol mengesalkan apa yang baru saja dilihatnya dari CCTV depan apartemen Jonghee. Di sana terlihat ahjumma yang masuk dan keluar apartemen tidak lama kemudian dengan menyeret tas berukuran besar yang entah apa isinya.
Dongah menyimpulkan, “Bila tas itu berisi manusia, dia tidak akan bisa berjalan jauh, kira-kira kemana dia akan pergi?” Baik Muyeol dan Eunjae tidak tahu apa jawabannya.
Muyeol berdiri,”Rumah Ahjumma.”
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Di depan apartemen, Eunjae berhenti sesaat. Dongah menanyakan, “Kenapa?”
Eunjae mengatakan perasaannya yang serba salah, “Kenapa aku merasa cemburu?” Dia pun bergegas. Dongah menanyakan kemana Eunjae akan pergi. Eunjae memilih untuk mencari di sekitar tak jauh dari apartemen.

Wartawan Koh mendatangi kantor polisi dan ingin bertemu dengan Dongsu, namun tidak diijinkan karena waktu berkunjung telah usai. Wartawan Koh bersikeras karena saat ini keadaaan darurat. Dia pun menerobos masuk menemui Dongsu.
Awalnya Dongsu tidak peduli dengan kedatangan wartawan Koh.
Wartawan Koh menyampaikan maksud kedatangannya, “Kau tidak bisa terus begini, Hyung. Penjahat yang sebenarnya telah beraksi.” Dongsu terhenyak. Wartawan Koh melanjutkan, “Jonghee menghilang.”
Wartawan Koh mengatakan, “Kalau ini terus berlanjut, Kang Jonghee dan Park Muyeol akan berada dalam bahaya.”
Dongsu bertanya, “Jonghee menghilang?”
Wartawan Koh : “Itu bukan kau, ‘kan?” Dongsu hanya terdiam.

Eunjae mencari-cari di sekitar taman, dia teringat saat Muyeol akan menciumnya di tempat yang sama, namun lamunannya juga mengingat saat Muyeol jatuh terduduk karena frustasi memikirkan Jonghee. Kecemburuan dan rasa tidak percaya diri membuatnya menghela nafas. Ragu akan pilihan Muyeol padanya.
Dia melihat lampu di lantai paling atas gedung apartemen menyala. Dia pun bergegas melihatnya.
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Di tempat lain, Muyeol dan Direktur Jang berlari masuk ke arah rumah ahjumma. Sementara Eunjae berjalan menyusuri lorong ke arah kolam. Di dinding tertulis, ‘Tutup Selama Liburan.’ Lantas, kenapa lampunya menyala? Eunjae mengitari lorong melewati pintu ruang gym yang juga ditempeli tulisan yang sama.

Di kolam, ahjumma menceritakan kisahnya yang nyaris mati karena sakit meningitis yang pernah dideritanya di usia 17 tahun. Dia merasa lebih baik mati di usia muda dan cantik, sehingga tidak perlu melihat wajah tua seperti saat ini.
Dia mengatakan, “Jonghee seharusnya senang kalau bisa mati di usia muda, agar Muyeol dapat mengenang wajah muda Jonghee.”
Jonghee bertanya, “Kenapa kau ingin membunuhku?”
Ahjumma mengatakan, “Kau telah mencuri tempatku. Muyeol tampak serasi berdampingan denganmu dibandingkan aku. Muyeol bahagia saat bersamamu. Muyeol yang bahagia bukan milikku. Muyeol milikku saat merasa terluka di sudut ruangan, terpojok dan menyendiri, ada tempat untukku dan Muyeol. Lalu, kau mencurinya dariku kemarin.”
Dia pun berniat mendorong Jonghee, Jonghee menegaskan, “Aku tidak bertemu Muyeol kemarin. Aku sudah putus dengan Park Muyeol.”
Ahjumma memastikan, “Lantas siapa yang bersamanya kemarin?” Mereka terhenti saat terdengar suara pintu terbuka pertanda seseorang masuk ke ruang yang sama.

Muyeol menekan bel berkali-kali dan menggedor pintu rumah ahjumma, namun tidak ada jawaban sama sekali. Sesaat Muyeol teringat ucapan ahjumma yang pernah mengatakan bahwa pasword rumahnya sama dengan pasword apartemen Muyeol, dan BENAR SAJA. Pintu dapat dibuka.

Sementara, Eunjae memasuki pintu kolam renang dan berjalan mengitari sisi kolam. Dia kurang waspada, sehingga dia langsung jatuh tergeletak oleh setruman yang dibawa ahjumma. Jonghee hanya dapat melihat tanpa mampu melakukan apapun, tangan terikat dan mulut tertutup rapat. Ahjumma menyadari sepatu yang digunakan Eunjae persis sama dengan sepatu yang kemarin datang mengunjungi Muyeol.

Di dalam rumah ahjumma, Direktur Jang menemukan jasad Yunyeok yang tergeletak di lantai salah satu kamar. Sedangkan, Muyeol shock saat memasuki sebuah kamar yang dipenuhi dengan gambar dirinya. Dia baru tersadar, ahjumma yang selama ini dikenalinya tak lain adalah seorang maniak, penguntit.
Tak lama kemudian, dia mendapat telpon dari manajer Kim yang menyampaikan bahwa ahjumma masih berada di dalam gedung apartemen karena ahjumma tidak terlihat di CCTV luar apartemen.
Di kolam renang, ahjumma berbicara pada Eunjae dan Jonghee yang telah dipakaikan pakaian yang tertukar, “Sekarang aku tanya pada kalian. Siapa pacar Muyeol?” Tak ada yang menjawab. Dia melanjutkan, “Siapa yang bersama Muyeol tadi malam?” Eunjae yang menjawabnya, “Aku.”
Ahjumma kembali bertanya, “Lalu, kenapa Kang Jonghee masih mengenakan cincinnya?” Keduanya kembali hanya diam.
Sejenak ahjumma melihat ke arah luar, di halaman dia melihat Muyeol telah kembali dengan mobil merahnya dan berlari ke dalam apartemen.

Dari CCTV manajer Kim dan Dongah ditemani operator CCTV melihat ahjumma masuk dan keluar dari lift menuju lantai satu. Namun tidak berapa lama ahjumma kembali masuk lift dan keluar di lantai paling atas apartemen. Mereka pun bergegas dan berpapasan dengan Muyeol, “Lantai empat.”

Di kolam, Jonghee dan Eunjae ditutup mulutnya dengan lakban hijau dan kepala ditutup dengan kain hitam. Tunggu, dengan PAKAIAN TERTUKAR..?!
Ahjumma mengatakan, “Siapa kekasih Park Muyeol akan segera terungkap.”
Keduanya diberdirikan. Tambahan, dengan tangan dan kaki terikat..!
Ahjumma berdiri diantara keduanya, “Sebaiknya kalian berdua diam, kalau tidak aku akan membunuh kalian sebelum Muyeol tiba.

Muyeol tiba lebih dulu dan menyusuri lorong sekitar kolam. HP nya berdering, ahjumma menghubunginya menggunakan HP Jonghee. Ahjumma memintanya tidak menutup telpon dan meminta Muyeol datang ke kolam renang.
Ahjumma : “Aku tidak bisa menyakitimu. Bagaimana bisa aku menyakitimu? Kau begitu berharga sampai aku tidak bisa bebas menemuimu. Aku ingin bertanya satu hal padamu..”
Muyeol terhenyak, “Bibi, bagaimana bisa kau..”
Ahjumma melanjutkan, “Haruskah kuakhiri dis ini?” HP pun dimatikan.
Muyeol segera berlari dan sembari berlari dia menghubungi manajer Kim, “Manajer Kim. Kolam renang.. Kolam renang!”
Setibanya Muyeol di sisi seberang kolam renang, dia shock melihat dari kejauhan dua orang berdiri di sisi ahjumma dengan tangan dan kaki terikat dan kepala ditutup kain hitam.
Ahjumma : “Yang mana kekasihmu?”
Muyeol : “Bibi..”
Ahjumma melanjutkan, “Mulai sekarang seumur hidupku aku akan kesepian. Aku ingin tahu siapa yang akan kubenci.
Muyeol mencoba menghentikan niat ahjumma, “Bibi, jangan..”
Sinopsis Wild Romance Episode 15
Ahjumma mulai tidak sabar, “Katakan padaku, siapa yang kaucintai?” Dia pun mulai mendorong Jonghee yang berpakaian ala Eunjae dan dilanjutkan Eunjae dengan pakaian Jonghee.
Keduanya tenggelam. Muyeol segera terjun mencoba menyelamatkan mereka. Namun siapa yang diselamatkan lebih dulu? Siapa yang akhirnya harus mati? Bagaimana kisah mereka di episode akhir? Kita tunggu saja.

=Bersambung..=


Written & Captured Image by Dina @PelangiDrama
Only posted on PelangiDrama
DON'T REPOST TO OTHER SITE!!!!

10 Responses so far.

  1. ai says:

    ternyata ahjumma 'JATUH CINTA?' ow, wo... cinta memang buta dan membutakan...

  2. sudah kuduga yang ngerusak lukisan Jonghee itu Sooyung tapi dimanfaatin sama bibi Suhee ckckck, itu bibi Suhee penyakit complex apa ya itu wkwkwk, masa suka ama muyeol ampe segitunya ckckc, satu episode lagi mbak dina fighting aja2 :P

  3. Anonim says:

    Ahjumma emang gila, jd penasaran siapa yg akan d selamat kn trlbih dulu oleh muyeol. Lanjutkan
    ~sukma~

  4. Anonim says:

    yang episode 16 ko ge bisa dibuka ya ? aku penasaran banget soalnya min.. mohon bantuannya..

  5. episode 16 (terakhir)kapan keluarnya niih..?? biasanya Wild Romance keluar tiap senin sinopnya.. ditunggu ya miinn..!! ^^

  6. Nany says:

    Iya, tanggung nih tinggal 1 episode lagi. Semangat buat yang nge post sinop Wild Romance.

  7. Anonim says:

    Ajumma maniak,ikhs mngerikan (–˛ — ٥)

  8. cool cool cool its cool keren banget filmnyaaa hihihihi

  9. jadi kenapa si sooyoung ngrusak lukisan jonghee dan belum ngaku sama ibu nya ??

  10. Anonim says:

    Ahjummaaaaaaaaaaaaaa.......!!! Rusakz

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here