[Sinopsis K-Drama] I Do I Do Episode 13

6 comments
*^^* Sinopsis I Do I Do Episode 13*^^*
Hari yang di tunggu pun tiba, Ji An dan Tae Kang masuk ruangan dengan penuh percaya diri. Mereka duduk di tempat yang telah disediakan.

Segera setelah acara di buka, Jake presentasi karyanya: ‘lemari Countess’, countess=wanita bangsawan di Era Baroque, di Eropa sana. Pesona mewah dan glamor, kombinasi pola bunga dan desain klasik.

Di lanjutkan presentasi Ji An; Inspirasi dari kupu-kupu sebuah simbol dari cinta yang diimpikan dan cinta yang murni, walau pada kenyataannya cinta tak selalunya romantis. Sepatu adalah fantasi. “Namun, fantasi itulah yang dipakai oleh kami (para wanita) dan berjuang keras dalam pertempuran kehidupan…. “ Wanita perlu sayap untuk terbang bebas seperti kupu-kupu sebagai tamengnya dalam menghadapi kerasnya kehidupan..

Para tamu yang hadir memberikan suara mereka, acara rehat sejenak untuk penghitungan suara. Ny. Jang melirik suara di belakangnya yang memuji desain Ji An.

Saat menanti itu, Tae Kang uring-uringan melihat senyuman Jake. Ia yakin senyuman itu palsu. Sebaliknya Ji An santai, ia sudah siap meskipun kalah, karena setidaknya ia sudah memaksimalkan semua yang ia bisa.

Ji An lalu keluar, dimana tetamu yang lain juga memilih bergerombol dengan koleganya masing-masing. Ji An mendekati Ny. Jang yang berdiri bersama Na Ri.
Ny. Jang berterima kasih atas bunga yang Ji An kirim, menurutnya karangan bunga itu kuat sekuat Ji An. “Aku harus membayarmu kembali sebanyak yang aku terima”, tutup Ny. Jang.
Ji An lega karena Ny. Jang menyukai kiriman bunganya, Ji An juga tak berharap balasan apapun dari Ny. Jang, baginya Ny, Jang menyerah untuk menjadikannya CEO itu sudah cukup.

Ayah di temani Seol gelisah menunggu kabar. Begitu juga Pak Dokter di ruang prakteknya cemas memeriksa jam.

Pengumumanpun di laksanakan; Tim Ji An lah pemenangnya. Tae Kang bersorak, ia sempet-sempetnya melet ke arah Jake, wkwkwk.

Ji An maju, ia memanggil Tae Kang untuk ikut ke depan. Ia memperkenalkan Tae Kang sebagai desainer yang juga ikut mengerjakan desain sepatu itu.

Tak cukup sampai situ, Ji An yang berkesempatan berbincang dengan Hilda juga kembali memanggil Tae Kang dan mengenalkannya pada Hilda. Hilda juga memuji Tae Kang, tapi tiba-tiba Jake muncul memeluk Tae Kang.
“Jangan serakah di sini, Mrs Hilda… Yang satu ini adalah milikku, right?”
“Yes” Sahut Tae Kang bingung. Bingung karena ia belum mengatakan apapun pada Jn.
Ji An juga bingung, tapi ia teralihkan oleh pertanyaan Hilda.

Ji An dan Tae Kang masuk ruangan Ji An dengan santai, tapi di dalam mereka bersorak tanpa suara atas kemenangan mereka. Tae Kang bahkan memeluk dan mengangkat Ji An. Mereka langsung saling melepaskan tangan saat Na Ri masuk.

Ji An langsung berakting, ia minta Tae Kang segera kembali ke mejanya jika sudah selesai memberi laporan. Tae Kang mengiyakan, ia segera keluar.
Di luar dugaan Na Ri datang untuk minta maaf. Ia mengaku kalau dia lah orang yang mencoba mengacaukan sample desain Ji An. Ia mengaku salah dan menyesal karena menggunakan segala cara untuk menang.

Ji An bingung, bisa saja Na Ri tak mengakuinya dan membiarkan saja kejadian itu. Na Ri dengan tegas mengaku kalau ia kalah dan desain Ji An memang keren. Tapi penyesalan Na Ri itu bukan berarti Na Ri akan berhenti menjegal Ji An, pokoknya demi bertahan hidup, Na Ri akan melakukan beragam cara. Jadi ia minta Ji An hati-hati.

Seol dan ayah bersorak setelah mendapat kabar timnya Ji An dan Tae Kang menang 23: 16!

Pak Dokter yang juga mendengar kabar itu dari Ji An memberi ucapan selamat, ia minta traktiran makan malam sebagai syukurannya. Ji An menjawab ia sudah punya janji lain. Ia memberitahu kalau malam nanti ia berencana memberitahu Tae Kang mengenai Ankle ...
Tae Kang mengecek kembali cincin di sakunya, ia sangat excited menanti acaranya bersama Ji An. Ia bahkan tak menggubris ayah yang marah-marah di telpon.

Tae Kang membawa Ji An kencan dengan mobil pinjaman dari Seol. Pokokmen Tae Kang ingin merasa jadi pria yang menjemput wanitanya.

Di mobil, Ji An menanyakan soal perkataan Jake yang menyatakan Tae Kang itu miliknya. Tae Kang bingung, ia menjawab asal kalau Jake itu kemungkinan seorang gay yang menyukainya. Ji An tak percaya, tapi Tae Kang minta Ji An tak perlu khawatir soal itu. Tae Kang malah mengalihkan pembicaraan dengan pertanyaan soal sepatu yang Tae Kang berikan untuk Ji An, “aku merubahnya dengan baik, kan?”
“Yah, katakan saja bahwa kau melakukan pekerjaan yang baik.”
Tae Kang kembali sumringah mendengar jawaban Ji An.

Pak Dokter galau, ia gelisah teringat perkataan Ji An yang katanya mau mengaku pada Tae Kang. Ia memilih menelpon dr. Yang untuk menemaninya minum….

Ji An takjub di bawa ke tempat ia bisa menikmati langit malam yang berbintang. Lengkap dengan payung besar (sebagai simbol = payung yang dipakai Tae Kang untuk menaunginya yang sedang menangis), juga gerobak berbunga (=gerobak yang mengantar Ji An ke WC umum). “Ini ... kapan kau mempersiapkan ini?... Apa yang akan terjadi jika kita kalah?”
“Aku tahu kita pasti akan menang!”. Tae Kang lalu membantu Ji An duduk di tempatnya. Mereka minum susu dalam gelas wine lalu meniup lilin.

Setelah meneguk susunya, Tae Kang mengambil cincin di saku. Keduanya bicara hampir berbarengan. Ji An di persilahkan duluan, tapi ia menyerah, ia minta Tae Kang saja yang duluan. Tae Kang lalu mendekati Ji An, memutar Ji An lalu berlutut didepan Ji An. Lalu menyanyi soal Wanita tak terlupakan yang ia lihat di malam berhujan’= kisahnya dengan Ji An. “Aku mencintaimu, Hwang Ji An” Tae Kang lalu menyematkan cincin warisan dari nenek dan menggenggam tangan Ji An. Ia mengajak Ji An menikah. Tae Kang dengan yakin menyatakan kalau dirinya akan menjadi ayahnya Ankle.

Ji An pun merespon dengan jawaban yang tak disangka Tae Kang; Pengakuan kalau Tae Kanglah ayah kandung Ankle!! Tae Kang terkejut. Ji An minta maaf baru memberitahu Tae Kang malam itu.

Tae Kang bingung, ia menumpulkan pecahan puzzle memorinya. Ia sadar pembicaraan mengenai bank sperma itu adalah mengenai dirinya. Banyak pertanyaan berkecamuk, ia ingin tahu sejak kapan Ji An tahu (bahwa Tae Kang lah ayh Ankle), tapi ia juga ingin tahu mengapa Ji An menyembunyikannya sampai sekarang? Tae Kang menuduh Ji An menganggapnya rendah, hanya lulusan SMA, tak punya keahlian apapun kecuali beberesih, pecundang, dan pasti Ji An malu jika orang lain tahu. “Ha ... Itu mengapa namanya adalah Ankle… Karena aku, pergelangan kakimu dirantai” Tae Kang makin merasa ia tak dianggap.

“Yeah.. . Hidupku telah dirantai karenamu, karena kesalahan yang kau dan aku buat malam itu.” Ji An mengaku tak bisa menjalani hubungan dengan pria yang akhirnya ia suka (Pak Dokter) dan bahkan kehilangan kesempatan jadi CEO. Tidakkah Tae Kang mengerti, takkan mudah mengakui ‘Aku hamil anakmu’ saat tiba-tiba hidup berubah dan dunia terbalik. “Aku begitu takut dengan apa yang akan terjadi berikutnya!”

“Karena itu kau harusnya mengatakannya padaku!”
“Pada awalnya, aku sangat kesal dan marah karena aku berpikir, ‘kesalahan ini dilakukan bersama, tapi mengapa perempuan harus menderita saja?’ Tapi takkan ada yang akan berubah jika aku memberitahumu…”
“Apa kau juga akan menyembunyikannya jika itu bayi Pak Dokter?” Tae Kang yakin Jika Pak Dokter yang ada dalam posisi Tae Kang sekarang, Ji An pasti segera menikahi Pak Dokter dengan bahagia.
Ji An tahu Tae Kang takkan pernah mengerti, baginya bukan masalah siapa ayah sibayi, karena memutuskan untuk mempertahankan ankle saja sudah pilihan yang sulit…
Ji An melepaskan cincin di jarinya, keduanya berpisah malam itu dengan air mata dan kesedihan masing-masing…

Ji An pulang dan nggelosor di pintu sambil menangis.

Sementara itu dr. Yang akhirnya tahu pasti kisah cinta Pak Dokter dan Ji An. Ia akhirnya ngeh soal kenapa tempo hari Pak Dokter bertanya soal adopsi. Teman Pak Dokter menyindir apa pernikahan itu bagian dari UNICEF atau Palang Merah? Hingga Pak Dokter harus menikahi wanita dengan bayinya orang lain. “Hei…. Pernikahan adalah kuburan, dan anak-anak itu penjaga kuburan…. hiduplah sendiri, hidup sendiri!”.
Ujung-ujungnya, bukan Pak Dokter yang galau yang mabuk berat, malah dr. Yang, ckckck. Belum selesai mengurus dr. Yang pulang, ponsel Pak Dokter berbunyi, telpon dari Tae Kang.
Dari orang mabuk satu ke yang lain, Pak Dokter segera menemui Tae Kang.
“Halo yang mulia Pak Dokter….” Dalam mabuknya Tae Kang mengaku ia di tolak oleh pacarnya Pak Dokter (Ji An). Ia juga mengaku akhirnya sadar arti di balik kata-kata ‘idiot yang tidak tahu tempatnya’. Apalagi perkataan ia yang hanya donor sperma, membuat Tae Kang merasa makin terpuruk dan bersiap minum lagi.

Pak Dokter menahan tangan Tae Kang, “Kau bilang kau tidak peduli siapa ayah bayinya Ji An. Katamu yang paling penting adalah perasaanmu…. Lalu apa ini?.. bagaimana aku harus memahamimu?”
“Jangan coba untuk memahami aku, karena aku juga tak memahami kalian…” Sahut Tae Kang dingin.

Pak Dokter terpaksa membawa Tae Kang pulang ke rumahnya, ia menelpon Ji An karena khawatir. Dalam deraian airmata Ji An mencoba menyembunyikan kesedihannya, ia menjawab semuanya baik dan ia akan fokus pada Bayi Anklenya…
Setelah menutup telponnya Pak Dokter bingung, kalau Ji An baik-baik saja kenapa Tae Kang mesti mabuk berat da kini terbaring tidur di sofa ruang tamunya?

Ji An masih termenung dalam kesihan di ruang lemari sepatunya. Ia teringat kata-kata kasar merendahkan yang selalu ia tujukan pada Tae Kang. Tapi kenapa Tae Kang mesti menyukainya bahkan bersedia menjadi ayah Ankle yang saat itu ia tahu anak orang lain? Apa Tae Kang itu bodoh atau tak ingat sering di perlakukan kasar?
Mata Ji An menelusuri rak sepatu, matanya berhenti di sepatu anak berwarna pink, “My Baby Ankle, dimana aku keluar dari jalur? Dimana? Mengapa ibu menjadi seperti ini? Aku tak ingin menjalani hidupku dengan cara ini” mungkinkah keluar dari jalur=menyukai Tae Kang juga??

Paginya Tae Kang bangun di rumah Pak Dokter yang kosong. Ia mendapat memo, tak ada makanan atau sup untuk pereda mabuk, hanya minuman, karena Pak Dokter mengaku tak bisa masak setelah semalaman membersihkan muntahannya Tae Kang.

Tae Kang dalam perjalanan ke kantor tanpa mengganti pakaiannya, ia sekilas menatap dirinya di cermin. Berkelebat bayangan Ji An yang dulu pernah marah menuduh semua kekacauan karena Tae Kang (saat Ji An kesiangan untuk meeting).

Tae Kang berpapasan dengan Ji An di pintu gedung, keduanya menatap dengan canggung. Kecanggungan berlanjut di lift kantor.
“Kemarin ... “ Ji An membuka percakapan.
“Apa aku. .. Masih punya pekerjaan di perusahaan ini?”
“Apa maksudmu?”
“Tidakkah kau merasa canggung bertemu denganku di tempat kerja?”
“aku OK…”
“Pasti menyenangkan bisa memisahkan antara bisnis dan urusan pribadi. Sementara aku? Rasa canggung ini hampir membunuhku..”
“Apa kau ingin aku memindahkanmu ke kantor lain?”
“Tidak, terima kasih…. Ini karirku, aku akan mengurusnya” Sepertinya Tae Kang tegar, tapi tidak… ia segera terlihat loyo begitu Ji An keluar dari lift.

Tae Kang bertemu ayah, ayah menariknya ke ruang rapat. Ayah menuduh Tae Kang menghabiskan malam dengan Ji An. Tae Kang menjawab tidak. Ia bahkan menyatakan takkan menikahi Ji An.
“Apa ia menolak?”
“Bukankah itu yang ayah inginkan?... Aku. .. akan ke Amerika”. Tae Kang memastikan ia akan belajar mati-matian agar bisa kembali dan menjadi desainer yang lebih terkenal dari Hwang Ji An.
“Perhatikan aku… Kapan aku memintamu untuk menjadi terkenal?”
Bagi Tae Kang terkenal atau sukses itu berarti menghasilkan uang banyak, itulah satu-satunya kesempatan yang ia punya. Pokoknya pilihan sukses itu kini bagai pilihan hidup dan mati.
Ayah terheran-heran, apa yang terjadi sebenarnya semalam?

Rapat di perusahaan memutuskan walau desain Ji An yang menang, Na Ri lah yang akan bertanggung jawab. Ternyata semua karena image. Image Ji An yang hamil di luar nikah tak baik untuk promosi produk. Ji An memilih ia keluar dari kolaborasi, jadi perusahaan tinggal memakai Jake. Ia tidak datang ke perusahaan untuk menjadi sukarelawan. Tapi Presdir keukeuh tetap akan memakai desain Ji An, kan tidak hanya Ji An yang mendesain sepatu kemarin, ada Tae Kang juga. Ji An memilih keluar dengan menahan marah.

Na Ri mengejar Ji An, “Direktur Hwang!... Ini bukan masalah yang tidak kau prediksi… sudah ku katakan sebelumnya, bahwa itu kenyataan……”

Ji An masuk ruangannya. Ketua Ma masuk.
“Ketua Ma… pernahkah aku membuatmu marah ketika kau sedang hamil?” Ji An minta maaf, ia baru mengerti perasaan itu sekarang.
“Aku sudah melupakan tentang hal itu… Kau membimbingku jadi seorang desainer itu hal yang paling utama.” Ma lalu mencoba memberi nasihat untuk Ji An. “Aku tahu bahwa kau akan melalui masa sulit sekarang. Tapi ketika kau melahirkan, itu akan jauh lebih sulit…. Bagiku akan lebih mudah melepaskan dan menyerah untuk satu hal di banding menjadi lebih kuat dan ganas. Dan juga mengandalkan orang di sekitarku…”

Na Ri menerima jawaban Tae Kang yang bersedia menerima tawaran Jake. Na Ri bingung kenapa sepertinya Tae Kang tiba-tiba berubah pikiran, apa Direktur Hwang yang meminta atau memaksa? Atau Tae Kang ingin pergi karena ditolak?
Tae Kang tutup mulut, ia tetap memberitahu kalau ia ingin pergi karena ingin cepat sukses.

Tak lama Tae Kang turun dari ruangan Na Ri, departemen editorial perusahaan mendatanginya dan mewawancarainya. Ji An mendengar saat mereka membahas soal tawaran Jake dan tanggungan biaya untuk studi Tae Kang di luar negeri.

Ji An masuk ruangannya, ia ingat perkataan Na Ri yang mengatakan telah menemukan Tae Kang sebagai calon desainer hebat juga saat Jake merangkul Tae Kang di depan Hilda.
Tae Kang masuk untuk melaporkan soal kolaborasi.
“Ku dengar kau mendapat tawaran dari Jake. Kenapa kau tidak memberitahuku?”
Tae Kang menjawab dingin bahwa mereka tidak dalam hubungan sedekat itu untuk membicarakan banyak hal bersama. Tae Kang mengaku akan pergi secepatnya minggu depan atau selambat-lambatnya dalam bulan ini.
“Itu kabar baik…. Ku harap kau akan menjadi seorang desainer besar setelah kau belajar keras” Ji An menambahkan ia tidak tahu apa mereka akan bertemu saat Tae Kang pulang nanti.
Tae Kang mememotong, “Aku akan mengirim biaya untuk membesarkan anak.” Walau tak banyak, Tae Kang yakin ia bisa.

Na Ri terlihat cerah, Jake menyindir apa Na Ri sesenang itu soal kepergian Jake? Akhirnya Jake tahu Na Ri senang karena Tae Kang. “Kau menyukainya, bukan?” tedeng Jake.
Na Ri menyangkal, ia mengaku kalau ia hanya ingin menjadikan Tae Kang seorang desainer. Jake menggoda, berarti tak apa kalau Tae Kang di kenalkan pada gadis-gadis cantik di Amerika?
“Jangan lakukan itu…” Cegah Na Ri.

Na Ri makan siang bersama ayah dan Ny. Jang. Ia memberitahu rencana menjadikan seorang desainer yang akan dididik lewat Jake. Dan orang yang akan menjadi percobaan adalah Park Tae Kang.
“Bukankah ia hanya lulusan SMA ...?” tanya Ny. Jang.
“Dia lulusan SMA, dan memiliki masalah keuangan dalam keluarganya. Dan ayahnya adalah seseorang pembuat sepatu imitasi di Itaewon. Bukankah ia sesuatu yang dramatis? Seperti seorang Cinderella lelaki?” jawab Na Ri.
Presdir memuji langkah Na Ri, pembicaraan terinterupsi karena Presdir kedatangan tamu.

“Kau tampaknya sangat bahagia….” Sindir Ny . Jang. Entah Na Ri sadar atau tidak tengah di sindir.
“Ini pertama kalinya aku bertemu ayah secara resmi di Korea”
Pembicaraan beralih ke soal Ji An, Ny. Jang menyindir kalau Ji An itu mirip seseorang yang juga hidupnya hancur karena menjadi single mom (=ibu Na Ri). Di ujung pembicaraan, Ny. Jang minta Na Ri ‘memecat’ Ji An, dengan cara halus dimana image perusahaan tak rusak karena memecat orang yang baru saja mengaku menjadi single mom.

Sesuai janjinya, Ji An kini tengah menunggu Pak Dokter untuk traktiran makan malam yang tertunda. Sambil menunggu Pak Dokter Ji An sempat mengingat nyanyian Tae Kang untuk dirinya, ‘Wanita Tak Terlupakan dalam hujan’.

Pak Dokter datang dan melihat Ji An tengah serius, ia menggoda Ji An yang kelihatan lingkar hitam di matanya. Karena Ji An tak mau di beri resep obat pereda depresi, Pak Dokter menawarkan diri untuk menemani Ji An bersenang-senang. Menonton film? Taman? Konser? Museum?
“Mengapa kau menatapku seperti itu?” Tanya Pak Dokter pada JI An yang sepertinya mengagumi Pak Dokter, “Aku benar-benar hebat, kan?” Pak Dokter memuji dirinya sendiri. Ia tahu ia sudah di tolak lebih dari dua kali oleh Ji An, ia masih punya harga diri, jadi kebaikannya saat ini murni sebagai teman.

Bb antusias mendengar rencana Tae Kang ke Amerika. Semenntara Tae Kangnya sendiri malah banyak melamun.

Kembali ke Ji An dan Pak Dokter.
“btw, apa yang terjadi dengan kalian berdua?” tanya Pak Dokter penasaran.
“Dia akan ke Amerika… ada tawaran untuknya…” Ji An menjawab seolah mereka baik-baik saja, dan mereka akan kembali bertemu setelah Tae Kang sukses.

“Apa kau tahu mengapa aku menyukaimu?” Tanya Pak Dokter. Pak Dokter mengaku Ji An itu seperti rudal yang selalu lurus dan tidak pernah berhenti. Orang yang sederhana yang menjawab sms hanya dengan kata ‘ya’. Tapi sebenarnya Ji An itu punya sesuatu yang di sembunyikan di hatinya. Ji An yang nampak baik-baik saja dan cool padahal hatinya berkata sebaliknya. Jadi Pak Dokter minta Ji An jujur untuk sekarang ini, jujur mengenai isi hatinya…
“Itu tidak seperti orang dewasa.” Sahut Ji An
“Kapan kita menjadi dewasa? Meskipun kita di usia ini, kita masih panik, belum matang, tidak tahu banyak hal dan membuat banyak kesalahan….. Tidak ada orang dewasa di dunia ini, yang ada hayanyalah anak-anak dengan keriput.” Jadi Pak Dokter bertanya lagi, “Bocah Hwang Ji An, apa perasaanmu?”
“Aku merasa ... seperti omong kosong.”

Sementara itu Tae Kang yang masih memikirkan Tae Kang ingat soal sisi lain Ji An yang selalu merendahkannya. Ji An beberapa kali menunjukkan rasa ‘sayang’ padanya. Buktinya Ji An membuat sketsa wajahnya, menerima ciumannya, juga Ji An pernah menyiapkan sarapan untuknya juga memberi kecupan semangat sebelum masuk ruang acara kolaborasi.”

Ji An menerima sms dari Tae Kang yang sedang menuju rumahnya. Ji An segera berdandan….

Jn sudah nampak cantik saat Tae Kang datang.
“Mengapa kau mengatakannya? Mengapa kau memutuskan untuk memberitahuku?” Dan juga apa Ji An berencana menikah dengan Tae Kang. Tae Kang memberondong Ji An dengan pertanyaan-pertanyaan.
Ji An mengaku tak tahu. Sebenarnya ia merasa Tae Kang itu tidak dapat memberi GARANSI masa depan baik. Masih kekanakan, sembrono, belum dewasa ... bertindak tanpa berpikir. dan mengambil risiko dalam segala hal. tidak memiliki sisi serius ….. “Tapi ... “

Tae Kang memotong, ia sepertinya tahu alasan Ji An….
Tae Kang mencium Ji An. Yang juga mendapat balasan dari Ji An…
*^^*
Akhirnya di 4 episode terakhir, Tae Kang baru tahu kalau ia lah ayah Ankle. Saat ia marah soal ayah Ankle, sepertinya Tae Kang merasa di -under-estimate-kan oleh Ji An. Perasaan ini lebih menguasai Tae Kang di banding kebahagiaannya kalau Ankle itu adalah anaknya. Tapi untungnya gak perlu nunggu satu episode kelar untuk melihat Tae Kang sadar dan melihat dengan cara pandang lain.......

Kayaknya tebakan kalau Ny. Jang itu ibunya Tae Kang kemungkinan salah, wkwkwk..... soale tak sedikitpun indikasi ke arah sana. let's see aja dah...
*^^*
Di buat dengan penuh cinta oleh Ai Rf

6 Responses so far.

  1. Akhirnya ayah ankle tahu juga.. Ai.. semangat ya buat sinop nya...

  2. huahahaa, senangnyaaa.. akhirnya Tae Kang tau kl itu anaknya dan gak berlama2 marahan sama Ji An.. yeay!!
    soal ibu nya Tae Kang, tenang Ai.. masi ada 2 episode tersisa, mungkin itu konflik yg bakal diangkat krn setelahnya kan masalah Ji An - Tae Kang udah beres dan mereka jadi semakin dekat & romantis ^^
    minggu ini nih episode terakhirnya, jadi gak sabaarr.. walaupun sbnr nya aku udah nonton video nya, tp tetep aja baca sinopsis nya disini hehehee

  3. ahh seru, tapi kesel liat ny Jang yang pengen banget ngejatohin Ji An :( padahal kemaren mah meuni ngedukung pisan ^^ tinggal 3 ep teh ai semangat ....

  4. woro says:

    yeeessss.... akhirnya tae kang tau juga.. semakin semangat dia mo nikahin ji an ...

    Ny. jang orgnya plin plan ya... dia ngedukung sm org yg bermanfaat sm dia ajah.. bukan dr hati..

    semangat mba ai.. nerusin sisa sinopsis berikutnya..

  5. Anonim says:

    akhirnya tae kang tau jg,klo jian hamil anak dia.....huuh sebel deh sm na ri yang ngerusak sample sepatu rancngan ji an sm tea kang... untung akhirnya bisa d benerin sm ayah'nya tae kang,dan akhirnya jadi pemenang juga deeehhh..... aq penasaran kira2 tae kang jd pergi k amerika ga ya....???? _amy_

  6. lihat vidionya dimana.....aku cob lihat di viki.com..ngga bisa ..trouble x....

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here