[Sinopsis K-Drama] Faith Episode 3

0 comments
~Sinopsis Faith Episode 3~

Sinopsis Faith Episode 3
Jang Bin menghentikan tangan Eun-soo yang memegang pisau bedah. “Apa yang kau lakukan?” tanya Jang Bin dengan curiga.
“Aku melakukan laparotomi. Aku harus membuat irisan di perutnya.”
Jang Bin tidak mempercayai Eun-soo karena dia menganggap Eun-soo lah yang membuat luka di perut Choi Young.
Sinopsis Faith Episode 3
Dol-bae yang sedang mengintip ke ruang operasi mundur saat Choong-sik membuka pintu. Para pengawal langsung mencecar Choong-sik dengan pertanyaan kondisi Choi Young.
“Mereka sedang berdebat sekarang,” kata Choong-sik sambil menghembuskan nafas.
Sinopsis Faith Episode 3
“Kau bilang kau akan menyelamatkan orang yang kau coba bunuh, bisakah aku mempercayaimu?” tanya Jang Bin.
“Percayalah padaku,” kata Eun-soo mantap.
“Bagaimana caranya?”
“Karena aku adalah orang yang disebut-sebut dari Surga. Jadi, percayalah padaku.”
Jang Bin akhirnya melepas pegangan tangannya. Eun-soo memulai operasi, dibantu oleh Jang Bin.
Seorang pria berkuda dengan kecepatan tinggi  masuk ke sebuah rumah megah.
Sinopsis Faith Episode 3
Eum-ja mendatangi kakaknya, Ki-cheol. Ki-cheol kesal karena Putri Nogog ternyata masih hidup.
Dia marah-marah pada orang yang diperintahkan untuk membunuh Putri Nogog. Yang Sa, penasehat Ki-cheol sekaligus orang yang diperintahkan membunuh Putri Nogog, berjanji akan segera membereskan permasalahan Putri Nogoog. Ki-cheol yang kecewa berkata bahwa dia sudah menunggu lama namun Yang Sa hanya bisa berjanji tanpa hasil. Yang Sa yang ketakutan berlutut sambil meminta maaf.
Ki-cheol memastikan soal kabar Putri Nogoog masih hidup ke Eum-ja dan bagaimana mungkin Putri Nogog masih hidup. Eum-ja menjawab bahwa Samhoe sedang diperintahkan untuk membunuh Putri Nogoog lagi dan dia tidak mungkin gagal.
Ki-cheol masih tidak yakin. Eum-ja mengatakan bahwa Ki-cheol tahu kehebatan Samhoe. Samhoe yang disebut ternyata adalah Hwa Soo-in, saudara perempuan mereka.
Ki-cheol mulai yakin. “Putri dari Yuan itu harus mati. Wanita itu tidak boleh hidup saat masuk perbatasan.”
Eum-ja berkata bahwa dia memahami keinginan Ki-cheol.
Ki-cheol merasa puas. Dia kemudian berkata bahwa pria itu sudah mendengar terlalu banyak.
“Ya,” jawab Eum-ja. Ki-cheol kemudian pergi.
Yang Sa keluar, diikuti oleh Eum-ja. Di bawah ada seorang pria pengantar pesan yang bersujud hingga kepalanya menyentuh tanah.
Sinopsis Faith Episode 3
Di luar, Eum-ja memainkan serulingnya.
Pria pengantar pesan itu merasa kesakitan, kemudian jantungnya berhenti dan dia meninggal.
Sinopsis Faith Episode 3
Jang Bin dan Eun-soo bahu-membahu mengoperasi Choi Young.
Saat Eun-soo berkeringat, Jang Bin mengelapnya.
Sinopsis Faith Episode 3
Keesokan harinya, Eun-soo yang kelelahan tertidur di bawah sambil duduk. Choi Young terbangun. Dia berusaha bangun sambil menahan sakit di perutnya. Dia menoleh dan melihat Eun-soo yang tertidur di bawah. Dia kemudian berdiri meskipun kesakitan dan mendatangi pedangnya yang disandarkan di sudut ruangan. Karena kesakitan, Choi Young menjadi tidak stabil dan menabrak dinding.
Bunyi itu membuat Eun-soo terbangun. Eun-soo yang melihat Choi Young memegang pedang langsung mengambil pisau bedah dan mengacungkannya ke Choi Young. (kagak imbang hahaha) “Jangan bergerak se-inci-pun!
“Kau menusukku lalu semalaman merawatku. Sekarang kau mau menusukku lagi. Dan kemudian merawatku lagi?” Eun-soo tidak bisa menjawab.
Tiba-tiba Dae-man masuk dan mendatangi Choi Young. Karena buru-buru, dia menabrak Eun-soo.
Choi Young bertanya berapa lama dia tidak sadar dan apakah Raja sudah pergi.
Saat mendengar bahwa Raja belum pergi, Choi Young membetak Dae-man namun dia langsung kesakitan.
Eun-soo merasa khawatir dengan luka Choi Young. Dae-man berkata bahwa Raja akan menunggu karena dia ingin pergi bersama Choi Young. Choi Young lalu meminta Dae-man mengambilkan bajunya. Dia tidak menggubris pertanyaan Eun-soo.
Sinopsis Faith Episode 3
Choi Young menuruni tangga dengan pelan-pelan dibantu Dae-man. Sesampainya di bawah, Choong-sik mendatanginya. Dengan kesakitan, Choi Young bertanya di mana Raja.
Para pengawal yang melihat Choi Young langsung mengerumuninya. Mereka sangat gembira karena sebelumnya mereka khawatir Choi Young akan meninggal. Eun-soo muncul di tangga sambil marah-marah. “Apa kau tidak mendengarku? Kau membutuhkan istirahat total!”
Eun-soo mendatangi Choi Young. Dia akan dihalangi Dae-man, namun kali ini ganti Eun-soo yang mendorong Dae-man. Eun-soo khawatir usahanya untuk menjahit luka Choi Young akan sia-sia bila luka itu terbuka lagi. Choi Young masih saja tidak menggubris Eun-soo. Dia justru menyuruh Deok-man dan Dol-bae agar mempersiapkan kapal karena mereka akan sesegera mungkin pergi.
Eun-soo mulai ceramah panjang lebar soal cara dia merawat Choi Young. Dia menyuruh Choi Young diam di ranjang sampai besok dan dia akan mengambil jahitan Choi Young satu minggu lagi.
Selama Eun-soo mengoceh, wajah Choi Young semakin pucat dan akhirnya dia oleng. Sambil menahan sakit, Choi Young mengatakan bahwa bila mereka tidak segerpa pergi, mereka semua akan mati.
Eun-soo kaget dengan perkataan Choi Young dan bertanya mengapa mereka akan mati.
Choi Young tidak menjawab dan berjalan. Eun-soo yang kesal menarik tangan Choi Young, namun Choi Young menghentikan Eun-soo dan memegang pundak Eun-soo. “Karena mereka langsung memperhatikan dan menculikmu, itu berarti mereka tahu siapa kau. Aku tidak tahu seberapa banyak yang mereka ketahui, tapi sebelum mereka datang lagi, kita harus segera pergi.”
Eun-soo masih kebingungan dan terus bertanya mengapa dia yang diincar.
“Jawablah saja dengan ‘ya’...,” kata Choi Young putus asa. “Aku rasa kau tidak pernah melakukannya ya?”
“Bukan begitu, aku...”
“Janjiku untuk mengembalikanmu.. Untuk memenuhi janjiku, kau harus hidup kan? Sampai saat itu, aku akan melindungimu. Jadi tetaplah di sampingku.” Eun-soo tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Choi Young lalu pergi sambil memberikan perintah-perintah.
“Pergi ke mana?!” tanya Eun-soo. “Pintu yang aku lewati, lubangnya di dekat sini. Bagaimana mungkin aku bisa pergi?”
 Sinopsis Faith Episode 3
Eun-soo akan mendekati Choi Young namun dihalangi Dae-man.
Choi Young tidak menjawab apa-apa, dia justru menyuruh Dae-man agar mengurusi soal Eun-soo. Choi Young kemudian pergi bersama dengan Choong-sik.
Sementara itu Dae-man menghalangi upaya Eun-soo mengejar Choi Young. Eun-soo bahkan sampai menendang Dae-man, namun tidak berhasil.
Sinopsis Faith Episode 3
Raja dan para pengikutnya memulai perjalanan lagi.
Seperti biasa, Choi Young naik kuda sambil terkantuk-kantuk.
Di dalam kereta, Eun-soo berusaha tidur namun tidak bisa karena kursinya sangat keras. Dia satu kereta dengan Ratu. Eun-soo lalu duduk di samping Ratu yang memejamkan mata dan mengecek detak jantung Ratu per menitnya. Setelah mengecek kondisi Ratu, Eun-soo mengomel lagi tentang Choi Young.
Ratu membuka mata mendengar omelan-omelan Eun-soo.
Sinopsis Faith Episode 3
Hwa Soo-in tiba di penginapan, namun dia menerima laporan bahwa Raja sudah pergi naik kapal meskipun pihak Soo-in sudah mengikat semua kapal.
Bawahan Soo-in mengatakan bahwa seandainya Soo-in langsung datang setelah menerima laporan dan dia tiba saat subuh tentu mereka bisa menangkap grup Raja.
Soo-in memandang tajam bawahannya.
Bawahannya menyadari bahwa dia salah bicara, kemudian menyarankan agar mereka segera berangkat untuk mengejar Raja.
Soo-in mendekati bawahannya dan duduk di pangkuannya. Dia menuduh bawahannya berkhianat dan membocorkan informasi tentang dia sehingga Raja segera pergi. Api muncul di tangannya dan menghentikan jantung bawahnnya. Muncul luka bakar di kulit pipi bawahnya. Soo-in berjalan pergi sambil memasangkan sarung tangannya kembali.
Sinopsis Faith Episode 3
Eun-soo berusaha mengajak bicara Ratu. Dia bertanya siapa nama Ratu.
“Borsigin Botashri. Aku putri Raja Wui dari Negara Yuan.”
Eun-soo pura-pura mengerti, tapi kemudian dengan nelangsa berkata, “Mimpi macam apa ini...”
Eun-soo bertanya-tanya lagi dan mulai menghitung dia sekarang di tahun berapa. Dia masih tidak yakin bahwa dia melampaui sekian ribu tahun. Ratu meminta maaf karena Eun-soo harus dibawa paksa oleh Choi Young demi dirinya.Eun-soo berpindah tempat duduk dan mengacak-acak rambutnya dengan bingung. “Mimpi macam apa ini??”
Ki-won (adik Ki-cheol) dan Gu Yang-sa (penasehat Ki-cheol) memberi laporan bahwa grup Raja sudah sampai Byeok Ran Do.
Raja bertanya-tanya seberapa setia rakyat Goryeo dengan Raja baru mereka. Dia sepertinya iri dengan para bangsawan yang menerima hak mereka seperti tanah dan budak tanpa perlu berusaha keras.
Yang-sa bertanya pada Ki-won soal ulang tahun pertama anaknya, tapi Ki-won kebingungan.
Ki-cheol lalu berkata bahwa mereka harus membagi berita bahagia itu. Ki-cheol dan Yang-sa tertawa bersama, sedangkan Ki-won masih kebingungan.
Ratu menerima laporan dari Choong-sik bahwa mereka akan segera sampai di Hwang Seong (Kastil Kuning). Para pejabat sudah diberi kabar jadi mereka sekarang pasti sudah menanti kedatangan Raja dan Ratu. Choong-sik kemudian menyampaikan pesan Raja untuk Ratu, “’Aku tahu ini mungkin tidak nyaman, tapi bertahanlah sebentar dan terimalah penghormatan pejabat pemerintahan.’”
Ratu menjawab dengan kesal bahwa dia ingin mandi dan berganti baju sebelum menerima salam dari pejabat pemerintahan. Choong-sik kemudian pergi.
Sinopsis Faith Episode 3
Eun-soo mengambil tasnya dan duduk di samping Ratu. Dia kemudian mengambil cermin Hello Kitty-nya dan memberikan pada Ratu. Eun-soo lalu mengambil bedak dan memakaikannya pada Ratu yang berusaha menghindar karena kaget.
Ratu melihat cermin lagi dan merasa senang karena wajahnya mulai tampak segar.
Sambil berbicara sendiri, Eun-soo mencari-cari lipstick yang pas untuk Ratu dan mengoleskan ke bibir Ratu.
Ratu berkaca lagi dan semakin puas. (lucu melihat mereka berinteraksi.. ^^)
Rombongan Raja tiba di Seon In Jeon (istana tempat Raja mengerjakan persoalan politik).
Raja merasa tegang. Eun-soo melihat ke sekeliling dengan penasaran dan takjub.
Sinopsis Faith Episode 3
Choi Young yang berjalan di samping Raja menghentikan Raja.
Dia melihat ke sekeliling, tidak ada satu pun pejabat yang menyambut mereka. Yang ada hanyalah beberapa penjaga istana.
Il-shin mulai marah-marah karena perlakuan semacam ini tidak pernah terjadi pada Raja mana pun.
Tidak ada yang menggubris Il-shin, semua berjalan masuk mengikuti Raja. (hahahahaha...)
Ternyata semua pejabat berada di pesta ulang tahun anak Ki-won.
Rombongan Raja masuk ke dalam istana, Il-shin masih saja terus mengomel.
Raja sampai di ruang perjamuan yang kosong melompong. Raja mengangkat tangannya, tanda berhenti. Dia kemudian berjalan sendirian menuju kursinya.
Sinopsis Faith Episode 3
Sesampainya di dekat kursi, dia menoleh dan melihat ke arah rombongannya. Semua merasa sedih melihat perlakuan pejabat ke Raja.
Sinopsis Faith Episode 3
Choi Young keluar dan menanyai salah seorang pengawal mengapa tidak ada yang datang padahal dia sudah mengirim pesan dua kali untuk mengabarkan kedatangan Raja. Pengawal menundukkan kepala, tidak berani menjawab.
Sinopsis Faith Episode 3
Para dayang muncul, dipimpin oleh Dayang Choi (Kim Min-kyung). Dayang Choi bertanya pada Raja apakah Raja mengingatnya. Dulu saat Raja berusia 10 tahun dan akan dibawa keluar istana, Raja memegang erat tangannya.
“Dayang Choi?” Raja memastikan.
“Ya, Raja. Saya, Dayang Choi, masih bekerja dengan baik di sini,” jawab Dayang Choi dengan hormat.
Dayang Choi kemudian meminta Raja mengijinkannya berdiri karena masih banyak yang harus dia kerjakan.
“Aku masih ingat kelakuanmu dan ternyata masih sama,” kata Raja dengan hangat. Raja lalu menyuruhnya berdiri. Dayang Choi menyuruh para dayang pria mengantarkan Raja ke kamarnya. Raja pergi sambil tersenyum. Dayang Choi mendatangi Ratu. Eun-soo melambaikan tangan pada Dayang Choi. Dayang Choi tersenyum kecil.
Dua dayang wanita berjalan ke belakang Ratu. Dayang Choi berkata bahwa mereka akan melayani Ratu dengan baik. Mereka mendengar kabar bahwa Ratu terkena sabetan pedang dan melihat Ratu sekarang sehat terasa seperti Surga menolong mereka. Ratu kemudian pergi ditemani dua dayang.
Sinopsis Faith Episode 3
Dayang Choi mendekati Choi Young dan berkata bahwa Wu Dal Chi seharusnya melindungi Raja, namun dia justru mengabaikan tubuhnya. Eun-soo berdiri di belakang Dayang Choi dan melihat Choi Young dengan wajah penasaran. Dayang Choi mundur dan hampir menabrak Eun-soo. Dia kemudian berlalu pergi.
Choi Young akan pergi juga, namun Eun-soo menghentikannya karena Choi Young terkena demam, efek dari septicemia. Dia akan memeriksa Choi Young namun tangannya dihentikan Choi Young.
Choi Young meminta Jang Bin mengurus Eun-soo. Jang Bin juga akan memeriksa Choi Young, namun Choi Young lagi-lagi menolak.
Sinopsis Faith Episode 3
Choi Young berjalan keluar dengan gagah. Namun sesampainya di luar dia oleng. Dia kemudian bersandar di dinding dengan wajah pucat.
Sinopsis Faith Episode 3 
Eun-soo menjelaskan septicaemia ke Jang Bin. Septicaemia adalah bakteri dalam tubuh yang masuk ke darah dan berkembang biak. Saat septicaemia berkembang biak, dia akan menghasilkan racun. Tubuh akan keracunan atau bisa juga akan meracuni beberapa organ tubuh. Jang Bin masih belum mengerti.
Eun-soo melihat ke sekeliling pusat pengobatan kerajaan. Eun-soo menganggap itu adalah rumah sakit dan Jang Bin adalah pemiliknya. Jang Bin menjelaskan bahwa itu adalah Jeon Eui Si dan itu milik Raja bukan miliknya. Jang Bin membahas lagi soal septicaemia yang diderita Choi Young.
Eun-soo berkata bahwa dia belum bisa memastikan soal septicaemia pada Choi Young karena dia harus memeriksa Choi Young dulu. Dia mengomel bahwa dia tidak pernah mendapat pasien seperti Choi Young yang tidak peduli sama sekali dengan nasihat dokter.
Choi Young duduk di suatu tempat tertutup. Dari tubuhnya beberapa kali keluar cahaya merah. Dia kemudian menghembuskan nafas lelah.

Jang Bin dan Eun-soo masih berdiskusi soal luka Choi Young.
Eun-soo berkata bahwa Choi Young harus segera ditangani kalau tidak akan sulit menangani bila sudah parah. Bila sudah parah, untuk mengobati Choi Young dibutuhkan Penicillin, Ampicillin, Cephalothine, dan Tetracycline, namun tidak satu pun yang ada di era Goryeo.
“Untuk lebih pasti, kita harus melakukan tes darah. Tapi aku rasa, tidak ada cara untuk mengetes darah kan?” tanya Eun-soo. Jang Bin tampak berpikir.

Dayang Choi mengantar Ratu ke kamar. Dia bertanya pada Ratu tapi Ratu tidak menjawab. Dia mengira Ratu tidak bisa bahasa Korea. Dayang Choi menyuruh Jang Hee dipanggil untuk mengartikan pertanyaannya. Sambil menuangkan minuman, Dayang Choi berkata bahwa Ratu sepertinya memiliki kepribadian buruk tapi sangat cantik. Jang Hee tiba. Dayang Choi menyuruhnya bertanya pada Ratu apa dia akan makan atau mandi dulu. Belum sempat Jang Hee mengartikan, Ratu menjawab bahwa dia akan mandi dulu dalam bahasa Korea. Dayang Choi dan Jang Hee terperanjat.
Sinopsis Faith Episode 3
=Flashback=
Dua tahun lalu di Yuan,. Raja, saat itu masih Pangeran, bersembunyi di kamar Ratu. Pelayan Raja berusaha mencari-cari Raja. Raja meminta maaf karena sudah mengganggu Putri Nogoog dalam bahasa Yuan. Saat akan pergi, Putri Nogoog memanggil Raja.
“Apa kau Pangeran Kang Reung?” tanya Putri Nogoog dalam bahasa Korea.
Pangeran terkejut karena Putri Nogoog sangat fasih. Pangeran lalu mendatangi Putri dan bertanya apa dia gadis dari Goryeo. Pangeran duduk di depan Putri. “Karena pakaianmu, aku mengira kau putri bangsawan Yuan.” Pangeran mengira Putri Nogoog adalah gadis Goryeo yang diberikan ke Yuan.
Pangeran kemudian bercerita bahwa orang-orang yang duduk di kursi kekuasaan kelihatan lemah, jadi rakyat pasti menderita. Pangeran menanyai Putri Nogoog apa dia ingin kembali ke Negara Goryeo.
Putri tidak segera menjawab, Pangeran lalu berdiri dan menarik tangan Putri, mengajaknya pergi.
Putri menahan tangan Pangeran. Pangeran mengira bahwa Putri takut. Dia lalu berkata bahwa ada beberapa pejabat Negara Goryeo yang akan kembali ke Goryeo segera dan dia bisa membantu Putri.
Pangeran lalu menarik tangan Putri lagi.
=Flashback End=

Ratu berjalan dikawal dayang-dayang. Dia mengingat lagi masa lalu.
Sinopsis Faith Episode 3
=Flashback=
Pangeran mengajak Putri pergi. Saat berhenti, Putri bertanya siapa yang Pangeran hindari. Pangeran yang tidak menyadari siapa Putri, berkata bahwa dia menghindari Putri Yuan karena dia dipaksa menikah dengan Putri. Pangeran bercerita bahwa saat berusia 12 tahun dia dipaksa ke Yuan dan dia direndahkan dengan disuruh melayani Putra Mahkota Yuan, sekarang Yuan menginginkan dia menjadi menantu.
“Apa kau benci Yuan?” tanya Putri.
“Apakah aku membenci Yuan? Dengan sesuka hati, mereka menunjuk atau menurunkan Raja Goryeo. Raja sebelumnya, saudara laki-lakiku, diturunkan oleh mereka dan dikirim ke pengasingan. Apa kau tahu apa yang terjadi padanya?” Pangeran berkata dengan emosi. Putri tidak berkata apa-apa.
“Aku, menjadi menantu Yuan dan menundukkan kepalaku ke mereka. Kalau mereka memanggilku, aku datang merangkak ke mereka. Kalau aku kabur dan tertangkap, aku akan dipukul ―,” omongan Pangeran terhenti karena Putri memegang tangannya.
Putri menarik tangannya kemudian berkata bahwa bila Pangeran menikahi Putri Yuan maka dia bisa mewarisi tahta Goryeo. Pangeran bertanya dari mana dia tahu. Putri dengan terbata-bata menjawab bahwa dia menguping diskusi orang dewasa.
“Jadi kau berkata bahwa aku sebaiknya menikahi Putri Yuan?” tanya Pangeran sambil berdiri.
“Aku minta maaf...,” kata Putri Nogoog namun Raja memotong.
“Menikah dengan wanita yang tidak pernah aku temui, wanita Yuan yang membuat aku menggertakkan gigi ketika mendengar namanya disebut. Kau ingin aku menerimanya?”
Putri bertanya apa Pangeran pernah bertemu dengan Putri dari Yuan sebelumnya, yang dijawab Pangeran dengan jawaban tidak.
“Anda tidak pernah bertemu dengannya..,” Putri akan bicara namun lagi-lagi dipotong Pangeran.
“Sekalipun aku pernah bertemu dengannya, aku tidak ingin mengingat-ingat gadis Yuan,” kata Pangeran dengan kasar. Dia kemudian pergi. Putri terpaku mendengar jawaban Pangeran.
=Flashback End=

Raja berjalan bersama Choong-sik dan tiga orang lainnya. Rombongan Raja dan Ratu berpapasan, namun Raja hanya melirik sambil terus berjalan.

Ratu memandang Raja sepintas kemudian berjalan lagi dengan kepala ditegakkan.
Sinopsis Faith Episode 3
=Flashback=
Pangeran yang belum menyadari identitas Putri Nogoog meminta Putri menikah dengannya untuk menghindari pernikahan dengan Putri dari Yuan. Dia merasa Putri Nogoog bisa membuatnya tenang saat menghadapi masalah dengan Yuan.
Dia menjanjikan bahwa Putri dari Yuan tidak akan menggeser posisinya sebagai istri pertama Pangeran.
Putri Nogoog meneteskan air matanya, namun tersembunyi penutup mulutnya.
=Flashback End=

Saat rombongan Ratu lewat di belakang rombongan Raja, Raja menoleh. Namun Ratu terus berjalan.
Raja berjalan lagi menuju ruang kerjanya.
Choong-sik menunjukkan ruang kerja Raja dan berkata bahwa para pengawal Raja akan selalu berjaga di dekat Raja. Choong-sik dan dayang lalu keluar ruangan. Raja melihat-lihat ke sekeliling.
Sinopsis Faith Episode 3
Jang Bin dan Eun-soo menuju taman obat-obatan. Jang Bin mengambil beberapa tanaman obat.
Dia lalu meminta Eun-soo menunggu karena dia akan membuat obat. Eun-soo menghentikan Jang Bin dan bertanya soal makan siang. Dia tidak sarapan sampai selesai karena diburu waktu. “Apa di rumah sakit kerajaan ada kantin?”
Jang Bin menatap Eun-soo dan bertanya apa dokter dari Surga semua sepertinya.
“Apa?” Eun-soo tidak mengerti.
“Persoalan hidup dan mati, apa itu seperti percobaan bagimu? Dokter-dokter bumi tidak bisa seperti itu. ‘Karena tidak ada obat yang dibutuhkan, kita tidak bisa melakukan apa-apa’. Kami tidak menyerah semudah itu. Kalau satu obat tidak bekerja, kami akan mencoba yang lain. Kalau obat masih tidak bekerja, kami melakukan akupuntur. Mereka gagal dan mencoba lagi,” kritik Jang Bin. “Apa ini terlihat menyedihkan bagimu?” Eun-soo merasa tersentil dan tidak bisa menjawab apa-apa.
Jang Bin lalu berkata bahwa dia akan menyuruh pelayan menyiapkan makanan untuk Eun-soo, kemudian dia masuk ke sebuah ruangan.
Eun-soo memanggil-manggil Jang Bin tapi tidak digubris. Eun-soo bingung harus berbuat apa saat tiba-tiba dia merasakan ada orang di dekatnya. Dia melihat bayangan yang bergerak cepat.
Eun-soo mengambil alat seperti cangkul dan memegang erat sambil melihat ke sekeliling. Karena tidak hati-hati, lututnya terbentur dinding batu dan berdarah.
Sinopsis Faith Episode 3
Choi Young berpapasan dengan seorang wanita yang baru saja keluar dari sebuah ruangan.
“Apa dia di dalam?” tanya Choi Young.
Wanita itu menjawab dengan bahasa isyarat dan dengan muka masam.
“Berarti dia ada di dalam, melihat kau begitu marah,” kata Choi Young dengan tersenyum.
Wanita itu berlalu pergi. Choi Young mengintip ke dalam saat Eun-soo melinting celana panjangnya.
Choi Young langsung memalingkan wajah.
Eun-soo berteriak-teriak bertanya apa ada orang di sana, tapi tidak ada jawaban.
Choi Young mengintip lagi. Wanita yang menggunakan bahasa isyarat sudah kembali sambil dengan kasar meletakkan piring berisi kue beras.
Eun-soo tidak tahu bahwa wanita itu bisu. Dia lalu bertanya apa dia bisa meminta air karena akan buruk bagi pencernaan bila makan kue beras tanpa air. Ocehan Eun-soo terpotong tatapan tajam wanita itu.
Wanita itu menunjuk ke suatu arah dengan muka masam, lalu keluar. Eun-soo mencari-cari sendiri air.

Di luar, Choi Young meminta wanita itu melindungi Eun-soo sampai beberapa Wu Dal Chi dia kirim.
Wanita itu akan menolak namun Choi Young meminta lagi karena dia sudah berjanji akan melindungi Eun-soo. Akhirnya wanita itu setuju meskipun dengan berat hati.
Choi Young mengintip lagi ke dalam. Dia tersenyum melihat Eun-soo yang mencari-cari air sambil berteriak-teriak.
Choi Young berada di kamar sambil melihat lukanya yang berdarah lagi. Dia langsung menutup bajunya saat Dae-man memanggilnya karena Raja memanggil Choi Young. Choi Young berlalu pergi sambil memukul kepala Dae-man.

Dae-man melihat perban yang ada darahnya di ranjang Choi Young.
Dayang membacakan nama-nama pejabat istana yang meninggal secara bersamaan di Sun Hwe Jung. Total 24 pejabat istana yang dibunuh dengan cara diracun.
=Flashback=
Para pejabat istana berusaha keluar saat bom gas meledak dan memenuhi ruangan, namun mereka tidak bisa keluar karena pintu dipalang.
=Flashback End=
Sinopsis Faith Episode 3
Il-shin berkata ke Raja bahwa para pejabat istana yang dibunuh itu adalah orang-orang yang setia pada Negara Goryeo dan menentang Yuan. Il-shin menuduh Ki-cheol adalah dalang di balik pembunuhan itu. Il-shin lalu menyuruh Choi Young memimpin pasukan dan menyerang rumah Ki-cheol. Siapa pun yang melawan boleh Choi Young bunuh. Raja melirik Choi Young yang tidak menjawab sepatah kata pun.
“Kenapa kau tidak menjawab?!” tanya Il-shin. “Apa kau juga bawahan Ki-cheol?”
Raja menengahi. “Apa itu mungkin?” tanya Raja ke Choi Young.
“Tidak mungkin,” jawab Choi Young langsung.
Il-shin akan membantah, namun dihentikan Raja.
“1000 tentara yang mengamankan Istana Hwangong dan 2000 tentara di Istana Yongwoo, semuanya di bawah perintah langsung Panglima Tertinggi. Saya baru saja mendengar kabar bahwa Panglima Tertinggi ada di kediaman Pangeran Ki-cheol. Penasehat Raja mengatakan bahwa semua orang yang menghadiri pesta (ulang tahun anak Ki-won) adalah pengikut Ki-cheol,” lapor Choi Young.
“Kalau para tentara kerajaan tidak ada, maka kau bisa memakai Tentara 6 Sentral!” bantah Il-shin lagi.
“Jumlah tentara pribadi Ki-cheol ada ribuan. Bahkan sebelum Tentara 6 Sentral tiba, sudah jelas para tentara pribadi akan mengelilingi istana. Dan sebelum kita menyerang, dia pasti akan menginginkan kepala Anda, Penasehat Il-shin. Apa aku harus tetap mencoba?” tanya Choi Young.
Raja bertanya pada Choi Young apa ada kemungkinan Ki-cheol yang membunuh orang-orang yang setia pada Raja. Choi Young menjawab bahwa ada kemungkinan, namun dia masih belum yakin Ki-cheol-lah yang membunuh. Il-shin bertanya pada Raja mengapa dia berdiskusi masalah Ki-cheol dengan Choi Young yang hanya tahu bagaimana cara menggunakan pedang. (paling tidak dia lebih berani daripada Anda, Il-shin...)
“Tolong lihatlah aku. Siapa aku? Selama 10 tahun di Yuan, saya melayani Anda dengan tabah dan membawa Anda kembali kemari. Saya adalah pengikut Anda, Il-shin, Yang Mulia,” rengek Il-shin.
“Di bawah surga saat ini, hanya ada satu orang yang bisa aku percayai,” jawab Raja lugas.
Il-shin melirik Choi Young dengan bangga, mengira dialah yang dimaksud Raja.
“Jendral, kaulah satu-satunya yang kupercaya. Kau sudah membuktikan kesetiaanmu dengan pertaruhan nyawamu. Ketika aku memberi perintah, kau menaatinya dengan menyerahkan hidupmu. Mulai saat ini, aku akan memperlakukanmu, Choi Young, sebagai teman yang bisa aku percaya. Bisakah kau memperlakukanmu sebagai teman juga?” Il-shin tidak bisa mempercayai pendengarannya, Choi Young merasa tidak nyaman.
Sinopsis Faith Episode 3
Choi Young maju dan menyerahkan kertas yang dilipat. Itu adalah surat dari Raja terdahulu, Raja Kyung Chang. “Misi terakhir saya adalah menemani Aanda kembali dari Yuan. Kalau saya sudah membawa Raja kembali ke Gae Kyung, saya, Choi Young, diijinkan untuk mengundurkan diri sebagai Wu Dal Chi. Dan meninggalkan istana untuk hidup sebagai rakyat biasa. Di kertas itu, Anda bisa melihat cap kerajaan Raja Kyung Chang.”
Raja melihat cap itu dan sedikit meremas kertas itu. Dia melirik Choi Young.
“Karena Raja sudah memasuki istana, saya sudah menyelesaikan tugas terakhir saya. Tolong berikan saya perintah sehingga saya bisa pergi.” Choi Young lalu menundukkan kepala.
“Di tempat ini dan situasi seperti ini, kau mau aku berjuang sendiri, dan kau pergi? Kau meninggalkanku,” kata Raja tidak percaya. Choi Young masih berkeras mengundurkan diri. Raja meremas-remas surat itu.
Sinopsis Faith Episode 3
Choi Young duduk sementara anak buahnya memeriksa sekeliling ruangan.
Choong-sik memukul kepala Dae-man yang terlihat bermain-main karena dia tidak tahu apa yang dicari.
Choi Young menutup mata dan memutar ulang kejadian sebelumnya.

=Flashback=
Raja berkata bahwa dia akan mempertimbangkan permintaan Choi Young bila Choi Young bisa menyelesaikan satu tugas dari Raja.
Choi Young akan membantah bahwa Raja sebelumnya mengijinkan dia pergi.
“Raja sebelumnya dan Raja yang sekarang, perintah siapa yang kau ikuti?” tanya Raja.
Choi Young tidak bisa menjawab.
“Temukan dan bawakan aku bukti itu. Bukti pembunuhan pengikut setiaku di Sun Hwe Jung. Temukan siapa yang melakukannya dan untuk tujuan apa dan bawa ke aku pelakunya. Beritahu aku siapa yang harus aku lawan dan mengapa. Inilah tugas dariku, Raja yang sekarang, perintahkan untuk kau lakukan.”
=Flashback End=

Choong-sik mendatangi Choi Young dan menanyakan keadaan luka Choi Young. Choi Young menjawab dengan acuh tak acuh bahwa dia tidak tahu keadaan lukanya. Choong-sik yang mengkhawatirkan luka Choi Young meminta Choi Young memberi tahu apa yang dia cari dan bawahannya pasti akan menemukannya. “Masuklah ke dalam, Jenderal. Pergilah menemui Dokter Jang atau dokter dari Surga untuk memeriksamu.”
“Tolong jangan,” potong Choi Young.
“Maaf?” Choong-sik tidak mengerti.
“Jangan bicara dengan keras. Kepalaku berdenyut-denyut,” kata Choi Young sambil memegang kepalanya.
Choong-sik menghembuskan nafas.

Tiba-tiba Dae-man berteriak bahwa dia menemukan bukti yang dicari. Dia menunjukkan selembar kertas dengan bercak darah. Choong-sik dengan bersemangat menunjukkan kertas itu ke Choi Young dan berkata bahwa itu adalah bukti yang mereka cari, namun saat Choi Young bertanya bukti kasus apa, Choi Young tidak bisa menjawab. Choi Young mengajak pengawalnya pergi ke pesta ulang tahun anak Ki-won.
Yang-sa melapor pada Ki-cheol soal kedatangan Choi Young dan tim pengawal raja lainnya.Choi Young dan Choong-sik masuk ke dalam namun tidak ada pejabat istana yang memperhatikan mereka.Choong-sik maju selangkah dan berteriak, “Ki-cheol, Lord Duk Sung! Terima perintah raja!”
Semua terdiam. Ki-cheol dengan santai dan nada menghina berkata bahwa Raja sudah mengirimkan ucapan selamat ulang tahun padahal Raja baru sampai dari perjalanan jauh. Semua tertawa terbahak-bahak.
Ki-cheol mengangkat tangan, menyuruh tawa dihentikan. Dia berjalan menuju Choong-sik dan bertanya apa perintah Raja saat ini.
Sinopsis Faith Episode 3
Choong-sik meminggirkan tubuhnya dan Choi Young maju. Pandangan Choi Young memburam, dia mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali. Setelah pandangannya menjadi jelas, dia lalu berkata sambil tersenyum bahwa perintah Raja adalah Ki-cheol harus mematuhi perintah Raja yang kembali ke Goryeo setelah 10 tahun di Yuan.
“Perintah Raja adalah,” Choi Young menghilangkan senyumnya dan berkata tegas dan keras, “kau harus berlutut dan merendahkan kepalamu ke tanah seakan-akan kau berada di hadapan Raja!”
Ki-cheol memandang tajam Choi Young.
“Terimalah perintah ini dengan penuh rasa hormat,” lanjut Choi Young. Semua terperangah melihat Ki-cheol direndahkan. Ki-cheol menahan amarahnya. Choong-sik menyerahkan gulungan berisi perintah Raja yang diterima Ki-cheol dengan kasar.
Choi Young mendekati Ki-cheol dan dengan suara pelan bertanya apa ada tempat sepi untuk menunjukkan perintah Raja yang pasti membuat gusar Ki-cheol.
Ki-cheol tertawa keras. Choi Young balas tersenyum. (aku ga mengerti adegan ini... Bingung.. Tapi salut dengan sikap tegas Choi Young)
Di barak pengawal kerajaan, Choong-sik berkata bahwa umurnya seakan-akan sudah berkurang 10 tahun karena Choi Young dengan berani berbohong bahwa dia menerima perintah Raja untuk menemui Ki-cheol. Choi Young bertanya di mana Choi Young mendapat gulungan itu.

Choi Young yang sedang berbaring melempar gulungan yang mirip dengan yang tadi dia berikan ke Ki-cheol. Semua melihat dengan penasaran.
Gulungan itu berisi nama-nama. “Apa ini?” tanya Choong-sik.
“Daftar orang-orang yang diracun hingga meninggal di Sun Hwe Jeong,” jawab Choi Young santai.
“Ini yang tadi kau tunjukkan ke Ki-cheol?” tanya Choong-sik kaget.
“Bukan, yang aku tunjukkan berbeda. Ini adalah umpan.”

=Flashback=
Choi Young menunjukkan kertas dengan bercak darah ke Ki-cheol. Dengan wajah polos Choi Young berkata bahwa dia bukan orang pintar sehingga meminta pendapat bijak dari Ki-cheol.
“Pendapat bijak?” Ki-cheol curiga.
“Ini adalah perintah Raja. Agar Lord Duk Sung Ki-cheol membantu Jenderal Woo Dal Chi, Choi Young mengungkap segala hal yang berkaitan dengan kematian di Sun Hwe Jeong. Apakah Anda mau mengkopi kata-kata ini? Jadi Anda bisa menganalisanya?” tanya Choi Young dengan sopan.
Ki-cheol menatap Choi Young.
=Flashback End=

Choong-sik bertanya dengan penuh harap apakah Ki-cheol akan menelan umpan itu.
Choi Young menjawab bahwa dia tidak tahu lalu membalikkan badan. Choong-sik masih terus berspekulasi. Choi Young marah dan membentak semua bawahannya agar mereka keluar karena dia mau tidur.
Semua keluar dengan ketakutan.

Eun-soo berkeliling mencari asrama pengawal kerajaan. Dia bertemu dengan Dae-man. Dae-man terperangah melihat celana pendek Eun-soo sampai-sampai tidak mendengar pertanyaan Eun-soo.
Saat dia sudah menguasai diri, dia menunjukkan jalan menuju kamar Choi Young. (hahahaha sampai nabrak-nabrak)
Para pengawal akan keluar kamar saat Dae-man membawa Eun-soo. Sama seperti Dae-man, mereka terperangah melihat pakaian Eun-soo. Eun-soo masih tidak merasakan pandangan terperangah orang-orang dan mengeluarkan peralatannya dari tas. Dol-bae akan mengatakan sesuatu pada Eun-soo namun ditarik Deok-man. Eun-soo menyuruh Choi Young berbaring, namun Choi Young justru memalingkan muka. Eun-soo mengira Choi Young membangkang lagi, dia lalu mendekati Choi Young dan menyuruh Choi Young membuka bajunya juga. Semua semakin terperangah.
Eun-soo berkata bahwa dia harus memeriksa kondisi Choi Young sekalipun dia tidak punya stetoskop. Dia akan memeriksa denyut nadi Choi Young, namun tangannya ditepis.
Eun-soo akan memegang tangan Choi Young lagi saat Choi Young bertanya siapa pengawal yang bertugas jaga hari ini.
Para pengawal yang bertugas jaga menundukkan kepala.
“Apa ini tempat di mana semua orang bisa dengan seenaknya datang?” tanya Choi Young.
“Berikan tanganmu,” sela Eun-soo. Choi Young berdiri dan menyuruh anak buahnya mengawal Eun-soo kembali ke Rumah Sakit Kerajaan. Dia lalu berjalan pergi.
Sinopsis Faith Episode 3
Eun-soo yang kesal melempar peralatannya ke arah Choi Young dan sambil menangis berkata bahwa Choi Young-lah yang menculik seseorang yang hidupnya sudah mapan. Dia lalu bercerita bahwa dia sudah membeli sebuah kantor musim dingin dan dia masih harus membayar kredit kantornya. “Aku ingin pulang rumah, mandi, memakai piyamaku, dan tidur di ranjangku. Tapi kau menculikku! Kau bahkan tidak memberiku makan dengan layak. Aku kira ini adalah mimpi, tapi bagaimana pun aku tidur dan bangun tetap saja ini bukan mimpi. Aku menusuk seseorang! Aku sudah bilang aku akan merawatmu! Kau bahkan tidak membiarkanku menyentuhmu. Lalu apa yang kau suruh aku lakukan? Aku minta maaf, minta maaf, jadi... tolonglah terima pengobatanku!” Choi Young terdiam. Dia lalu maju mendekati Eun-soo.
Eun-soo mundur hingga punggungnya menabrak dinding. Choi Young menatap tajam Eun-soo yang ketakutan. Choi Young menoleh ke arah anak buahnya. Anak buahnya mengerti dan keluar ruangan.
Sinopsis Faith Episode 3
Choi Young menoleh ke Eun-soo lagi dan bertanya, “Apa yang sudah kukatakan sebelumnya?” Eun-soo tidak mengerti. “Di pintu surga, saat kau menusukku, aku menyuruhmu meninggalkanku dan pergi kan? Dan apa yang kau lakukan? Karenamu, aku...” Perkataan Choi Young terhenti. Dia lalu membalikkan badan, akan meninggalkan Eun-soo.
“Jadi, kau ingin meninggal? Kau boleh mati. Setelah melihat penampilan pasien, kau bisa terkena septicaemia dan mati,” kata Eun-soo dengan marah.
Choi Young menghadap Eun-soo lagi dan berkata bahwa kalau Eun-soo mengatakan bahwa dia akan terkena penyakit yang bisa membunuhnya lagi, dia akan menutup mulut Eun-soo. Eun-soo tidak berani berkata apa-apa lagi.

Choi Young menasehati Eun-soo agar tidak berkeliaran dengan seenaknya di istana dan jangan pergi ke tempat seperti barak yang penuh dengan pria. Dia akan menyuruh anak buahnya mengawal Eun-soo kembali ke kamar. Eun-soo diminta menunggu di kamar dengan sabar sampai pekerjaannya selesai. “Satu lagi, tolong tutupi bagian bawah tubuhmu.” Eun-soo melihat ke kakinya, tidak mengerti mengapa dia harus menutupi kakinya. Choi Young masih akan memberi nasihat lagi, tapi Eun-soo berjalan terus. Choi Young mengangkat tangannya, menghalangi Eun-soo. Eun-soo yang marah menepis tangan Choi Young, namun menahan tangan Choi Young lagi karena tangannya sangat panas. Choi Young menarik tangannya, namun ditahan Eun-soo. Terjadi tarik-menarik antara Eun-soo dengan Choi Young. Eun-soo berkata bahwa suhu Choi Young paling tidak 38oC. Dia lalu mengambil dari tasnya botol berisi aspirin dan memberikannya ke Choi Young. Choi Young tidak mengambilnya. Eun-soo meneteskan air matanya dan berkata, “Jangan mati...” Choi Young tertegun. “Kau.. mungkin seorang psiko dan gila, tapi kalau kau mati, aku akan sendirian. Apa yang akan kulakukan? Jadi jangan mati..”
Sambil menundukkan kepala, Eun-soo mengambil tangan Choi Young dan meletakkan botol aspirin di tangan Choi Young. Eun-soo lalu keluar sambil mengusap wajahnya. Sepeninggal Eun-soo, Choi Young jatuh terduduk menahan sakit.

Dae-man melihat Choi Young dari atas dengan wajah sedih, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

To be continued...


Thanks to DramaCrazy
written and image by lui@Pelangi Drama 
DO NOT REPOST TO OTHER SITE OR FANPAGE!!!!

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here