Preview . .
Episode 8
Setelah berfikir sejenak akhirnya Petugas Seo memberitahu Sun Woo bahwa Petugas Jung Mi Won (rekan Sun Woo yang menjadi mata-mata di Choi Hui Gon) juga dibunuh Chang Gil. Sun Woo sangat terkejut mendengarnya.
Petugas Seo pun dibawa pergi, tetapi sebelum masuk mobil Petugas Seo meminta maaf kepada Jung Ryul dan meminta Jung Ryul untuk memberikan perlindungan terhadap keluarganya.
Sun Woo langsung mebuka laptop dan memutar CD rekaman tersebut.
Daripada sebuah makam lebih baik menanam pohon yang tertera nama ayahnya. Ibu Soo Yoon pun setuju untuk menanam pohon. Soo Yoon sangat senang mendengar ibunya setuju untuk menanam pohon.
Popeye tertawa menyeringai dan berkata kalau dirinya sudah membantu Sun Woo menangkap mata-mata dalam kesatuan penjaga pantai tetapi Sun Woo sampai sekarang belum mempercayainya.
Sun Woo mengambil sebuah perekam dan memperdengarkan suara Popeye dan seseorang yang sedang berbicara. Inti dari pembicaraan itu adalah percobaan pembunuhan yang pernah dilakukan Popeye kepada orang tersebut hingga 3 kali dan orang tersebut meminta kepada Popeye untuk meminta maaf.
Selama rekaman percakapan tersebut diputar, Popeye dengan tenang mendengarkannya sambil sesekali meneyringai dan menatap Sun Woo. Sun Woo yang ditatap hanya tersenyum tipis.
“kamu menangkapku kali ini, jadi kamu dan aku sekarang 2-1” ucap Popeye
“tidak 3-1” ucap Sun Woo penuh kemenangan
Sun Woo mengeluarkan sebuah sketsa gambar wajah seseorang dan membuat wajah Popeye menjadi pucat pasi “jika Kang Joo Min juga tertangkap maka skor akan menjadi 4-1. Aku sudah mengatakan sebelumnya padamu kan, aku tidak tertarik untuk berkompetisi denganmu dan kamu tidak akan mengalahkanku…. Agar aku percaya padamu kamu perlu memberikanku informasi lebih lanjut, jika kamu menipuku sekali lagi maka aku akan…menyerahkanmu pada Choi Hui Gon dengan catatan di dahimu yang bertuliskan “pengkhianat”” ancam Sun Woo
Popeye berusaha tertawa dan kemudian memandang langit-langit “baiklah aku kalah, aku mengakui itu Kim Sun Woo tapi dengarkan baik-baik perkataanku ini, jangan sampai kamu menangkap Kang Joo Min untuk saat ini, jika tidak kenyataan bahwa kita berdua bekerjasama akan diketahui oleh orang lain dan kamu akan kehilangan kesempatan untuk menangkap Choi Hui Gon selamanya…. Apa artinya itu kamu pasti sudah tahu” pesan Popeye. Popeye kemudian menuliskan sesuatu di balik sketsa wajah yang diberikan Sun Woo
“Pembangunan Kota Kunsan, Misundong, Organisasi Penyelundupan terbesar kedua… sekarang kamu mulai percaya padaku kan? Aku ulangi sekali lagi, jika kamu menangkap Kang Joo Min sekarang… sejauh itulah yang bisa kamu dapatkan saat ini dan hanya ada penyesalan yang akan kamu terima, apa kamu mengerti?” ucap Popeye mengingatkan sekali lagi
“apa alasanmu melakukan semua ini?” Tanya Sun Woo yang masih belum bisa mempercayai makhluk di depannya. Popeye hanya tertawa menyeringai dan Sun Woo berusaha menemukan jawaban dari seringai Popeye.
Di sebuah restoran
Terlihat seorang pria yang sedang menunggu seseorang. Berselang beberapa menit kemudian yang ditunggu akhirnya tiba. Hye Jung duduk di kursi tepat di hadapan Jung Ryul dan menanyakan apa Jung Ryul sudah makan? Jung Ryul tersenyum dan mengatakan kalau dirinya sudah makan.
Hye Jung mengeluarkan sebuah Hp dan menyerahkannya pada Jung Ryul sesuai permintaan Jung Ryul. Jung Ryul bertanya apa Hye Jung yakin Handphone ini bisa melakukannya dan Hye Jung menjelaskan jika Hp tersebut bahkan jika seseorang berada dalam laut yang dalam dia bisa mengirimkan data setiap saat. Hye Jung balik bertanya dimana Jung Ryul akan menggunakannya namun Jung Ryul hanya menjawab agar mempersiapkannya juga untuk ruang control. Hye Jung mengangguk dan mengingatkan Jung Ryul sebelum pergi untuk menghubungi Nana dan Ibu Mertuanya karena mereka berdua sangat khawatir pada keadaan Jung Ryul.
Jung Ryul kemudian mendatangi sebuah lokasi tepatnya di sebuah dermaga. Jung Ryul berjalan mondar mandir dan terlihat sedang menunggu seseorang. Seorang pria setengah baya tiba-tiba muncul, pandangannya tetap awas dan sesekali berbalik ke kanan dan ke kiri memeriksa sekeliling. Pria tersebut sekarang berdiri tepat di hadapan Jung Ryul. Tatapan mereka saling bertemu, Jung Ryul mengeluarkan Hp yang diberikan Hye Jung kepadanya dan memberikannya kepada pria tersebut. Dengan sekali anggukan, Jung Ryul berusaha meyakinkan pria tersebut jika semuanya akan baik-baik saja.
Di tempat lain, Soo Yoon, Ibu serta Bibinya sedang memperhatikan dua orang pria yang sedang membantu mereka menanam sebuah pohon cemara. Dengan tatapan sedih Soo Yoon menabur tanah terakhir di atas pohon cemara tersebut.
Soo Yoon kemudian menggantung sebuah papan nama yang bertuliskan “Suami yang baik, Ayah yang penyayang, Lee Jung Woong, 2011.10.11”.
“Ibu hari ini adalah hari Ayah pergi pertama kali, Ibu tahu kan?” ucap Soo Yoon pada Ibunya yang tak henti-hentinya menatap pohon cemara dengan sedih
“ya” jawab Ibu Soo Yoon sedih berusaha menahan sesak di dadanya karena harus benar-benar merelakan orang yang sangat dicintainya pergi meninggalkannya
“Kakak Ipar pasti pergi ke tempat yang lebih baik, jadi kita harus mengiringnya pergi dengan senyuman” ucap Bibi Soo Yoon berusaha menenangkan Kakak dan keponakannya “Kakak Ipar, berhentilah membuat Unnie menunggu begitu lama dan pergilah ke tempat yang lebih baik, hiduplah dengan bahagia. Kakak Ipar aku mencintaimu” tambah Bibi Soo Yoon dan menyiram Pohon cemara dengan sebotol soju
Ibu Soo Yoon mendekati Pohon cemara dan membelainya seolah-olah itu adalah suaminya “Kamu sudah menderita selama ini, mulai sekarang istirahatlah dalam damai Soo Yoon Appa”. Tangisan Ibu Soo Yoon semakin keras, ia rasanya tak ingin meyakinkan dirinya kalau suaminya benar-benar sudah tidak ada
Bibi Soo Yoon berusaha menguatkan kakaknya dan segera membawanya pergi dari tempat tersebut sebelum kondisinya semakin memburuk karena dirundung kesedihan. Sementara Soo Yoon memutuskan untuk tinggal lebih lama “Ayah sekarang suasana hatiku tidak begitu baik. Aku mengira jika kasus Ayah sudah diselesaikan aku akan merasa lega tapi itu tidak terjadi. Sebelumnya aku hanya merasa sakit tetapi sekarang aku merasa sangat tertekan. Aku putri Ayah, Lee Soo Yoon” (asli scene ini sedih banget, aku sampai menangis. T_T)
Seorang pria terlihat sedang berbelanja di pasar. Seseorang tiba-tiba menegurnya dan memujinya karena dia datang berbelanja sendirian ke pasar. Pria tersebut tersenyum pada pria yang ada di hadapannya yang tak lain adalah Sun Woo.
Maksud kedatangan Sun Woo adalah ingin meminta tolong kepada temannya untuk mencari tahu informasi tentang pembangunan Kota Kunson, Minsundong karena hanya dia satu-satunya yang bisa dipercayai Sun Woo.
Teman Sun Woo tersenyum dan mengatakan akan membantu Sun Woo. Sun Woo mengingatkan temannya agar berhati-hati dan jangan sampai terlihat.
Di perjalanan pulang, Sun Woo mendapat telepon dari Jung Ryul dan meminta untuk bertemu.
Sun Woo memberikan secarik kertas yang bertuliskan “pembangunan kota, kota Kunsan, Misundong”.
“Jung Duk Soo?” tanya Jung Ryul dan Sun Woo mengiyakan “dia memberitahukan kepada kita info mengenai Kapten Seo dan organisasi penyelundupan yang lain, apa dia berencana ingin menghancurkan seluruh Triad hitam?” gumam Jung Ryul tidak percaya
“dia juga memberitahukan informasi tentang Chang Gil dan semuanya sama seperti apa yang Kim Joo Yeong dan Kapten Seo katakan. Sebagian besar hal-hal yang disampaikan dan dilakukan melalui Chang Gil (ucapan Sun Woo terhenti sesaat dan Jung Ryul ikut terdiam dan mencoba mendengarkan perkataan selanjutnya dari Jung Ryul) dan Jung Mi Won juga tewas oleh dia” ucap Sun Woo
“apa perkatannya bisa dipercaya?” tanya Jung Ryul ragu
“aku mempunyai saudara disana dan aku sudah meminta bantuannya” jawab Sun Woo
Hal selanjutnya yang bisa mereka lakukan adalah hanya menunggu informasi dari teman Sun Woo. Sun Woo meminta kepada Jung Ryul jika informasi tentang organisasi penyelundupan di Kunsan telah diketahui, Sun Woo ingin jika bantuan yang datang nanti dari pasukan khusus Kunsan dan bukan dari departemen tempat mereka bertugas.
“aku akan menjelaskannya nanti” jawab Sun Woo saat Jung Ryul ingin mencari tahu alasannya dan meminta Jung Ryul untuk mempercayainya sekali saja.
Sun Woo bertemu dengan temannya dan mendapatkan beberapa lembar foto hasil penyelidikan temannya beberapa hari terakhir. Teman Sun Woo menjelaskan jika tempat yang diminta Sun Woo untuk diselidiki adalah sebuah perusahaan makanan laut dari China yang memiliki beberapa kapal kargo. Bosnya bernama Jo Jin Guk yang menghabiskan sebagian besar waktunya di Cina dan setelah melakukan transaksi besok,dia akan langsung menuju kembali ke China. Sun Woo tak hentinya memandangi foto yang berada ditangannya sementara telinganya tetap mendengar apa yang dikatakan temannya.
Muncul sebuah pertanyaan dari Sun Woo mengenai kargo yang dimaksudkan temannya namun teman Sun Woo belum mengetahui pasti dan akan memberitahukan Sun Woo jika waktu perjanjian transaksi telah tiba.
Sun Woo kembali ke markas coast guard. Sebuah senyum dilemparkan Sun Woo ketika memasuki ruang kerja Kepala Han. Kepala Han terlihat senang dan memeluk Sun Woo dan mengatakan kantor terasa sepi semenjak Sun Woo tidak ada. Sun Woo meminta tolong kepada Kepala Han untuk mempersiapkan Pasukan Khusus Kunsan besok subuh. Kepala Han terlihat sedikit terkejut dan bertanya apa kali ini mereka akan menangkap ikan besar? Karena kasus Ahn Dong Chul yang terakhir kali mereka tangani adalah berkat Sun Woo. Sun Woo mengiyakan dan meminta kepada Kepala Han untuk merahasiakan semuanya hingga misi dijalankan.
Soo Yoon memasuki ruang kerja tim investigasi 9. Oh Min Hyuk terlihat sibuk menelepon sementara Lee Choong Suk menyapa Soo Yoon dan menanyakan keberadaan Sun Woo. Jung Ryul dengan raut wajah serius tiba-tiba datang dan menyuruh semuanya bersiap-siap.
Soo Yoon berlari-lari kecil di belakang Jung Ryul sementara yang lainnya mengikuti dibelakang. Soo Yoon bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Jung Ryul menjelaskan jika Sun Woo sudah menerima laporan tentang informasi organisasi penyelundupan dan Sun Woo sudah berada disana karena kapal Kargo yang membawa barang selundupan akan berlabuh di Kunsan besok subuh tambah Jung Ryul ketika Paman Oh bertanya tentang keberadaan Sun Woo.
Jung Ryul, Soo Yoon dan Paman Oh masuk ke dalam mobil sedangkan Min Hyuk dan Choong Shik saling menepukkan ke dua tangan mereka sesaat sebelum masuk ke dalam mobil dengan harapan misi kali ini akan berhasil.
Di tempat lain tepatnya ruang unit control, Hyun Hye Jung tengah serius memperhatikan Ji Ah yang mengirim satu persatu pesan kepada anggota coast guard.
Mobil yang dikemudikan Min Hyuk melaju dengan cepat, di jok belakang terlihat Jung Ryul tengah serius memperhatikan layar Hp-nya yang menunjukkan peta tempat lokasi yang akan mereka datangi. Paman Oh terlihat serius memperhatikan Jung Ryul begitupun dengan Soo Yoon yang duduk di jok paling belakang.
Malam harinya
Di dermaga terlihat sebuah kapal kecil yang ditumpangi beberapa orang pria. Salah satu pria yang mengenakan pakaian loreng-loreng terlihat sedang menelepon seseorang.
Dua buah mobil berhenti di pinggir dermaga. Seorang pria berkacamata turun dan bergegas menuju kapal yang berada di dermaga pelabuhan diikuti anak buahnya. Pria berpakaian loreng segera turun dari kapal dan menyambutnya. Terdengar ucapan yang dibisikkan pria berpakaian loreng terhadap pria dihadapannya dan sang pria mengangguk.
Pria berpakaian loreng mengajak pria berkacamata mengikutinya ke atas kapal dan membuka gembok sebuah ruangan tersembunyi. Salah satu anak buah pria berkacamata mengeluh ketika membuka penutup ruangan tersembunyi dan berteriak “hei, kita sudah sampai keluarlah”.
Beberapa orang pria tiba-tiba muncul dari ruangan tersembunyi. Tiba-tiba terdengar suara sirine polisi yang membuat semuanya terkejut dan panik.
Pasukan khusus Kunsan dan anggota tim investigasi 9 turun dari mobil dan menggerebek kapal dan semua awaknya termasuk pria berkacamata yang telah melepaskan kacamatanya dan bernama Jo Jin Goo.
“Jo Jin Goo, atas nama Biro Administrasi Imigrasi kau ditahan atas penyelundupan illegal, borgol mereka” ucap Jung Ryul pada Jin Goo dan selanjutnya pada Min Hyuk dan Choong Shik. Jin Goo hanya tersenyum tipis melihat tangannya diborgol.
Sun Woo dan Soo Yoon memeriksa ke atas kapal dan menyorotkan senter ke dalam ruangan tersembunyi sementara Min Hyuk dan Choong Shik melanjutkan tugas mereka dengan memeriksa satu persatu punggung pria yang mereka tahan.
“rekam dengan benar” ucap Min Hyuk pada Choong Shik yang memegang handycam. Di salah satu punggung pria yang mereka periksa terdapat tato naga hitam.
Choong Shik melanjutkan merekam ke dalam ruangan tersembunyi.
“ada apa denganmu?” tanya Min Hyuk saat melihat Choong Shik muntah
“lihat saja” jawab Choong Shik
“memangnya ada apa?” Tanya Min Hyuk sambil tertawa ringan
Soo Yoon terus menutup hidungnya dan sesekali terbatuk, sementara Sun Woo mengedarkan senter ke seluruh sudut ruangan dan mendapati tubuh beberapa orang pria yang terlihat sangat mengkhawatirkan. Soo Yoon terlihat sedih dan saling berpandangan dengan Sun Woo.
Pandangan Sun Woo menangkap sosok 2 orang anak kecil yang terduduk lesu di sudut kapal dan saling berpelukan. Disampingnya terbaring sesosok tubuh yang sudah tak bernyawa yang tak lain adalah Ibu kedua anak tersebut.
“tolong selamatkan kami” rintih anak laki-laki dan terus memeluk adik perempuannya. Anak laki-laki tersebut mengulangi ucapannya hingga berulang kali yang membuat hati Sun Woo dan Soo Yoon semakin miris
“gwaencahanae, semuanya sudah berakhir, tidak apa-apa sekarang” ucap Sun Woo dengan mata berkaca-kaca (jujur, aku nangis pas menonton adegan ini T_T)
Satu persatu korban dikeluarkan dari dek bawah kapal. Soo Yoon berusaha menarik tangan anak laki-laki dan adik perempuannya. Sun Woo melepaskan mantelnya dan menyelimutkannya ke tubuh anak laki-laki begitupun dengan Soo Yoon yang menyelimutkan ke tubuh anak perempuan.
Tim Investigasi 9 mengadakan pertemuan dan kembali melihat rekaman yang berhasil diabadikan Choong Shik.
“Demi memberikan kehidupan yang lebih baik untuk anak mereka... mereka mempertaruhkan nyawa mereka dan datang ke sini” ucap Min Hyuk
“Apa anak-anak memiliki tempat untuk pergi?” Tanya Choong Shik
“Sesudah keluar dari rumah sakit mereka akan dikirim ke rumah asuh, tempat di mana para pengungsi dari Korea Utara sedang ditempatkan” jawab Paman Oh
Soo Yoon dan Sun Woo hanya terdiam, pandangan mereka terpaku pada rekaman Choong Shik yang membuat hati keduanya kembali miris.
Hye Jung merasa iba ketika Sun Woo dan Soo Yoon mengobrol bersama dengan dirinya dan mengatakan kepada Soo Yoon sulit bagi kedua anak tersebut untuk beradaptasi apalagi Ibu mereka sudah tidak ada. Sun Woo menambahkan mungkin mereka akan dikembalikan secara paksa ke Korea Utara karena mereka berada disini secara illegal.
Soo Yoon semakin sedih dan merasa hampir gila dengan semua yang terjadi pada kedua anak yang mereka temukan. Hye Jung menyarankan kepada Soo Yoon untuk mengunjungi ke dua anak tersebut jika memang dirinya khawatir.
Soo Yoon mengikuti saran Hye Jung. Ditemani Sun Woo, Soo Yoon mengunjungi ke dua kakak beradik yang bernama Myung Hwa dan Myung Shik.
Samar-samar terdengar suara tangisan ketika Sun Woo dan Soo Yoon sampai di depan ruang perawatan Myung Hwa dan Myung Shik, rupanya Myung Hwa takut disuntik. Soo Yoon dan Sun Woo saling tersenyum dan mendekati Myung Hwa dan Myung Sik. Myung Sik dengan serta merta berdiri di depan adiknya dan berusaha melindunginya ketika Sun Woo dan Soo Yoon duduk di hadapan mereka. Trauma atas kematian Ibunya membuat Myung Sik ingin melakukan segala cara apapun yang dia bias demi melindungi sang adik.
“kamu tidak ingat pada Noona, aku yang menyelamatkanmu dari kapal itu” ucap Soo Yoon sementara Sun Woo melambaikan tangannya pada Myung Hwa dan Myung Sik
Myung Sik mengangguk dan membuat Soo Yoon tersenyum
“ini hadiah karena kalian bertahan dalam pelayaran dan tiba dengan selamat disini” ucap Soo Yoon dan memberikan boneka beruang kepada Myung Hwa dan Sun Woo memberikan sebuah permainan kepada Myung Sik “bersenang-senang ya” ucap Sun Woo dan tersenyum manis.
Disebuah mobil terlihat seorang pria berkacamata. Dia tak lain dan tak bukan adalah ketua SSAT, Kang Joo Min. Beberapa detik kemudian seorang pria berpakaian hitam masuk ke dalam mobil. Kepala Kang menanyakan tentang Kapten Seo dan pria berpakaian hitam, Chang Gil menjawab jika Kapten Seo tidak mengetahui keterlibatan Kapten Kang dan Chang Gil juga sendiri tidak mengetahui hubungan antara Kapten Seo dengan triad hitam. Kapten Kang kembali bertanya tentang permintaannya untuk bertemu dengan presdir namun Chang Gil menjawab kalau Kapten Kang akan bertemu dengan presdir sesegera mungkin.
“Dia sudah mengatakan hal yang sama selama beberapa bulan. Dia selalu meremehkan aku, Karena Presdir, aku sudah melakukan banyak hal namun bagaimana bisa dia masih memperlakukan aku seperti ini.” keluh Kepala Kang
“Buatku kedengarannya kamu tidak mempercayaiku. Aku tidak seperti itu, kamu adalah orang yang sangat dibutuhkan oleh Presdir dan aku” ucap Chang Gil
“Jika demikian... atur pertemuanku sesegera mungkin, Jika kamu akan terus menyeret-nyeretnya seperti ini... Aku tidak punya pilihan lain” ucap Kapten Kang tegas yang membuat Chang Gil hanya menjawab dengan anggukan dan segera turun dari mobil dan beranjak pergi
Soo Yoon terlihat senang ketika memasukkan beberapa hadiah yang akan diberikannya kepada Myung Hwa dan Myung Sik ke dalam bagasi. Sun Woo bertanya apa Soo Yoon akan pergi lagi? Soo Yoon yang sibuk memasukkan barang-barang ke bagasi menjawab jika dirinya belum melihat kediaman baru mereka dan membuat Sun Woo mengatakan jika Soo Yoon terlihat seperti tipe orang yang tak menyukai anak-anak. Soo Yoon kesal dan mengatakan kepada Sun Woo apa Sun Woo sudah bosan hidup? Dan mulai mengejar Sun Woo dan berniat membalasnya. Sun Woo menghindari kejaran Soo Yoon dan buru-buru masuk ke dalam mobil.
Soo Yoon dan Sun Woo akhirnya tiba di kediaman baru Myung Hwa dan Myung Sik. Mereka terlihat senang ketika melihat Myung Hwa dan Myung Sik asyik bermain bola dengan seorang kakek tua dan beberapa anak seumuran mereka.
Seorang wanita setengah baya mendekati mereka dan menyapa mereka. Soo Yoon dan Sun Woo memperkenalkan diri kepada Ibu pemilik panti.
“Anak-anak yang datang ke negara kita untuk pertama kalinya dan mereka menggambar menara Namsan untuk pertama kalinya” ucap Ibu Panti
“tapi gambar siapa itu?” Tanya Soo Yoon ketika melihat gambar seorang pria berkacamata
“itu gambar Direktur Lee” jawab Ibu Panti
Orang yang sedang dibicarakan tiba-tiba muncul bersama Myung Hwa dan Myung Sik. Direktur Lee adalah Kakek Tua yang tadi menemani anak-anak kecil bermain bola. Soo Yoon memperkenalkan diri dan kemudian mengajak Myung Hwa dan Myung Sik makan.
Direktur Lee mengatakan kepada Sun Woo dan Soo Yoon kalau hal yang terpenting untuk para korban adalah memberikan mereka pekerjaan yang layak dan mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi diskriminasi dan penghinaan yang akan mereka dapatkan nanti karena mereka tak lebih dari seorang pengungsi Korea Utara. Soo Yoon hanya terdiam mendengarkan apa yang dikatakan Direktur Lee.
Tiba saatnya untuk Direktur Lee pergi. Sesaat sebelum Direktur Lee pergi, Direktur Lee berpesan kepada Myung Hwa dan Myung Sik untuk menjaga diri dan rukun dengan anak lainnya. Soo Yoon yang mendengar suara Myung Hwa untuk pertama kalinya sedikit terkejut dan tersenyum senang begitupun dengan Sun Woo.
Kembali ke markas Tim Investigasi 9
Soo Yoon masuk ke ruangan dengan wajah senang. Choong Sik dan Min Hyuk langsung menggodanya dengan mengatakan kalau raut wajah Soo Yoon terlihat senang karena habis berkencan dengan Sun Woo. Soo Yoon dengan serta merta menyangkal dan mengatakan jika dirinya baru saja mengunjungi Myung Hwa dan Myung Sik di kediaman baru mereka dan bertemu dengan seseorang yang membuat hatinya merasa hangat. Choong Sik dan Min Hyuk saling berpandangan ketika Soo Yoon tak melanjutkan ucapannya lagi dan membuatnya tergantung….
Sun Woo sedang berada di atap gedung mencoba menenangkan pikiran. Jung Ryul tiba-tiba berdiri disamping Sun Woo dan meminta Sun Woo untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
“Kim Sun Woo, Aku tahu bahwa kau dan aku berbagi tujuan yang sama. Meskipun aku tidak tahu rahasia apayang kau bagi dengan Jung Deok Soo... Namun, melakukan hal ini tidak menguntungkan organisasi. Aku akan mengatakannya lagi padamu... Tim Investigasi Unit 9... jika bukan sebuah tim, keberadaannya tidak ada artinya” ucap Jung Ryul. Sun Woo baru saja ingin menjawab namun Hp Jung Ryul tiba-tiba berdering
“Yang Tae Soo” ucap Jung Ryul kaget
Seorang pria terlihat berlari ketakutan dan sesekali hampir terjatuh. Hp ditangannya digenggam dengan erat sementara pandangannya tetap siaga mengawasi dibelakangnya. Pria tersebut meminta kepada si penerima telepon untuk melacak lokasi tempat dirinya sekarang berada lewat ponsel ini, karena itu satu-satunya cara agar dia tidak ditemukan dan dibunuh dan menangkap Chang Gil.
Jung Ryul bergerak cepat dengan meminta melacak nomor telepon Tae Soo yang sekarang berada dalam bahaya kepada Ketua unit control, Hye Jung.
“Untuk A1400 lakukan proses pelacakan satelit. Sesudah pelacakan dimulai, kemudian kirimkan kepada anggota tim 9” ucap Hye Jung pada anggota ruang control dan selanjutnya kepada Ji Ah.
“sampai sekarang belum ada berita” ucap Jung Ryul
“tetapi kenapa begitu tiba-tiba?” Tanya Soo Yoon penasaran
Jung Ryul menjawab jika dirinya meminta Tae Soo untuk menjadi umpan dan menangkap pria yang sudah membunuh Petugas Jung Mi Won, Kapten Lee Jung Woong dan juga istrinya. Pria tersebut adalah tangan kanan Chui Hoi Gong, Chang Gil.
Created By Aida Rf dan Dwie Rf @PelangiDrama
Picture By iis Rf @PelangiDrama






























































