[Sinopsis K-Drama] Wild Romance Episode 11

5 comments
~Sinopsis Wild Romance episode 11~

Sinopsis Wild Romance Episode 11
Muyeol meminta Eunjae untuk menjadi pengawal Jonghee. Eunjae keberatan, kenapa harus dia, masih banyak pengawal-pengawal yang lain, direktur Jang juga bisa. Muyeol tidak mau pengawal yang lain, karena satu-satunya pengawal yang dia percaya hanya Eunjae.
Muyeol menelpon manager Kim untuk membatalkan latihannya, karena Eunjae tidak mau menjaga Jonghee. Manager Kim tidak megijinkan Muyeol absen.
Di kamarnya Jonghee, melukis sepasang mata kucing dengan lipstik. Sooyoung melihatnya dengan kaget. Sooyoung akhirnya menghentikan Jonghee dan menyuruhnya makan. Jonghee tetap mogok makan dan terus diam.
Eunjae datang menggantikan Sooyoung menjaga Jonghee. Akhirnya Eunjae mau juga menjaga Jonghee. Sooyoung pergi karena ada kelas.
Eunjae diam saja melihat Jonghee yang juga hanya diam saja.
Sinopsis Wild Romance Episode 11
Muyeol akhirnya berangkat ke pusat latihan, Dongsu juga ikut.
Muyeol terus saja smsan denga Eunjae menanyakan Jonghee. Eunjae hanya membalas semua pertanyaan Muyeol dengan 'Ya!'. Hahaha..
Karena kesel dengan Muyeol yang terus terusan mengirim sms, akhirnya Eunjae gak bales sms nya Muyeol, lalu Muyeol sms lagi 'Idiot, ada masalah apa? Jawab aku!' belum sempet Eunjae beres menghela nafas, Muyeol sms lagi, 'Hey, idiot!'.
Muyeol dan tin Red Dreamers sedang mengikuti kelas yoga. Suasananya tenang, sepi. Muyeol gak bisa diam seperti itu, akhirnya dia ambil ponsel nya lalu mau mengirim sms ke Eunjae. Tapi Eunjae keburu menelpon Muyeol. "Hei, sekarang aku sedang.." belum sempat Muyeol ngomong, di seberang sana Eunjae teriak-teriak, "Yaa..bukannya kau bilang kau percaya padaku? Kalau kau tidak percaya padaku kau saja yang kerja. Awas saja kalau kirim sms lagi, aku akan tutup pintu dan pulang ke rumahku. Mengerti! TUTUP!!!". Terdengarlah suara Eunjae ke seluruh penjuru ruang latihan yoga Muyeol. Padahal di ruangan itu sudah tertulis dilarang menggunakan ponsel. Jeng jeng, semua mata tertuju pada Muyeol. Hwahahaha..
Sinopsis Wild Romance Episode 11
Eunjae masih kesal setelah menutup ponselnya. "Hooh, benar-benar bikin orang naik darah! Belum sempat aku menarik nafas sudah ding dong ding dong (bunyi ponselnya Eunjae). Memangnya cuma dia saja yang pacaran?". Jonghee memandang Eunjae, takjub kali ya, kok ada orang kaya gini.

Saat makan, Dongsu berkata kalau dia pikir Muyeol itu seperti anak kecil, tapi sekarang saat Jonghee sakit, Muyeol setengah mati memikirkan Jonghee. Muyeol berkata kalau sekarang dia punya Eunjae, jika terjadi sesuatu si idiot itu tahu bagaimana menanggulanginya.
Makanan Eunjae datang, Eunjae makan dengan lahap dengan sesekali mengatakan kalau makannya enak sekali. Tapi Jonghee tetap diam dengan wajah sedih dan pandangan lurus ke depan.
Wartawan Koh menemui manager Kim, bertanya apa ada perkembangan baru tentang kasus mereka? Manager Kim membuat sebuah catatan siapa-siapa saja yang mungkin jadi tersangka. Park Muyeol, Yoo Eunjae, Jin Dongsu, istri Jin Dongsu, Kim Taehan (manager Kim), bibi. Kejadian terakhir TKP-nya di rumah Kang Jonghee, dan tidak banyak yang tahu kalau dia sudah kembali ke Korea, jadi tersangkanya adalah orang-orang yang tahu kalau Jonghee ada di Korea. Tapi mereka tidak punya bukti apapun. Wartawan Koh menunjuk satu nama sebagai orang yang patut dicurigai, Kim Taehan . "Motif, manager humas Park Muyeol, dengan kata lain orang yang tahu segala gerak-gerik Park Muyeol.". "Jika ini bisa dikatakan motif, buat apa membuatnya jadi serumit ini? Aku bisa saja mengumumkan semua rahasia Park Muyeol."jawab Manager Kim. Dia yang nulis nama dia sendiri, trus dibantah sendiri. hadeeh..
Wartawan Koh menambahkan, kalau soal motif, ada orang yang mempunyai motif paling kuat, Jin Dongsu. Apa ada motif yang lebih besar dari rasa iri. Dari SMP sampai kuliah dia adalah yang paling hebat, dia juga yang pertama main di timnas, dia yang pertama mendapat nilai kontrak tertinggi. Saat kuliah tidak ada yang kenal Park Muyeol, para pencari bakat juga tidak tertarik padanya. Tapi sekarang...? Manager Kim diam saja memikirkan kata-kata wartawan Koh.
Muyeol dan Dongsu sedang jalan menuju tempat latihan. Muyeol berhenti sebentar untuk mengirim sms pada Eunjae. Tiba-tiba dari belakang ada mobil yang melaju tepat ke arah Muyeol. Dongsu melihatnya, dia cepat-cepat berlari ke arah Muyeol dan menarik Muyeol ke pinggir. Mereka berdua terjatuh, tangan Dongsu terluka.
Sinopsis Wild Romance Episode 11
Jonghee masih mogok makan, Eunjae sampai terkantuk-kantuk menjaga Jonghee yang masih seperti patung. Bibi datang membawakan makanan. Bibi menyuruhnya makan, bagaimana nanti kalau dia pingsan. Bibi juga terlihat kesal dengan tingkah Jonghee.
Sinopsis Wild Romance Episode 11
Eunjae sudah habis kesabarannya, benar-benar kesal dengan kelakuan Jonghee. Mogok makan, sedih terus. "Untuk apa? agar orang-orang menjadi sibuk gara-gara kau? Kalau kau adikku, sudah kuhajar kau dari tadi."kata Eunjae. Eunjae berkata kalau di dunia ini ada yang lebih menderita dari Jonghee, ada yang lebih sedih, ada yang lebih ingin mati. "Lalu, kucingmu mati kenapa? Kalau memang kau begitu sedih, sekalian saja ikut mati.". Eunjae sudah hilang kesabaran.
Jonghee ngamuk mendengar kata-kata Eunjae, Eunjae menahannya, menindihnya di atas sofa. Jonghee meronta-ronta minta dilepaskan. Eunjae yang terlanjur kesal berkata kalau gara-gara Jonghee, Muyeol hampir hancur. Tidak gampang baginya untuk bangkit kembali. Dan kau bertingkah seperti ini? lebih baik kau tidak usah kembali ke sini. Jonghee kesal sekali dengan Eunjae.
Sinopsis Wild Romance Episode 11
Manager Kim datang karena mendengar Dongsu terluka. Manager Kim, Dongsu dan Muyeol akhirnya membicarakan tentang peneroran Muyeol dan orang yang mungkin memberikan foto itu.
Jonghee akhirnya mau makan, meskipun makannya seperti 'Eunjae, nih liat, aku makan!' Muyeol kaget melihatnya. Eunjae hanya berkata, makannya wanita itu tidak boleh terlalu dimanjakan. Melayanglah sendok Jonghee ke Eunjae. Yah, ngambek lagi tuh Jonghee. Muyeol minta maaf atas kelakuan Jonghee. Muyeol memuji Eunjae karena telah berusaha. Eunjae juga minta maaf sudah berbuat sedikit kesalahan, "Aku memiting dia sedikit.". Muyeol ngambek, "Kenapa kau piting dia? Dia sudah kurus. Kenapa kau berbuat seperti itu?". Eunjae mengancam Muyeol kalau dia terus marah-marah, Eunjae tidak mau jadi pengawal lagi. Muyeol nyerah diancam seperti itu. Hahaha, good job Eunjae.

Muyeol membelikan makanan untuk Eunjae. Eunjae bercerita tentang Dongah yang membuntuti Yunyeok. Muyeol berpesan agar Dongah berhati-hati, karena Yunyeok sangat berbahaya.
Dongah masih terus mengikuti Yunyeok. Yunyeok menyadari Dongah yang terus mengawasinya. Dongah pun tertangkap basah. Dongah berhasil mencari alasan, akhirnya mereka berdua bisa berbincang-bincang sambil jalan-jalan.
Dongah dan Yunyeok akhirnya sampai di puncak bukit, dimana mereka bisa melihat kota Seoul. Yunyeok bercerita tentang masa kecilnya yang suram. Dongah merasa tidak enak mereka hanya berdua di atas situ, dia berlari untuk turun. Yunyeok menghalanginya. Dia langsung bertanya kenapa Dongah selalu menguntitnya. Dongah beralasan kalau dia menyukai Yunyeok.
Dongah tak tahu lagi bagaimana cara dia pergi dari tempat itu, akhirnya Dongah menjerit. Tapi tempat itu jauh dari pemukiman. Sekali lagi Yunyeok bertanya apa yang dia dan manager tim Read Dreamers cari tentang dirinya. Saking ketakutannya Dongah tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Yunyeok lalu memukul perut Dongah. Dongah roboh. Akhirnya Dongah mengaku kalau mereka mencari siapa pengirim foto Muyeol yang matanya dirusak.
Dengan menggunakan sisa tenaga, Dongah lari dari tempat itu sambil berteriak minta tolong. Tapi Yunyeok berhasil menangkapnya lagi. Lalu tiba-tiba ada suara sirine. Yunyeok yang mengira itu sirine polisi dan kabur.
Ternyata yang membunyikan sirine itu adalah seorang ibu-ibu. Dan ibu-ibu itu adalah bibi pengurus rumah Muyeol. Bibi kasihan dengan kondisi Dongah, lalu membantunya. Bibi menawarkan telponnya agar Dongah bisa menelpon seseorang untuk menjemputnya. Dongah menelpon manager Kim.

Manager Kim lari pontang panting untuk menjemput Dongah.
Bibi melewati rumah Yunyeok, lalu dia memutuskan untuk masuk ke dalam. Bibi berbincang dengan nenek Yunyeok. Dia meminta pada nenek kalau ada yang bertanya pada nenek soal dia, jawab saja nenek tidak tahu. Bibi juga memastikan kalau Yunyeok tidak kenal dengan dirinya.
Sinopsis Wild Romance Episode 11
Muyeol ngobrol dengan Eunjae soal pendapat manager Kim yang berkata kalau pelakunya kemungkinan orang yang dekat dengannya. Muyeol heran apa ada orang dekat yang ingin dia mati? Muyeol bertanya pada Eunjae, apa ada orang di dekatnya yang ingin dia mati? "Ada,"kata Eunjae. "Yang pasti, aku tidak dekat denganmu."jawab Muyeol, tahu maksud Eunjae. "Oh, kalau begitu, tidak ada.". (Aku ketawa ngakak liat percakapan ini.)
Eunjae menyuruh Muyeol pulang, tapi Muyeol tidak mau, dia ingin menjaga Jonghee. Sekali lagi Eunjae harus melihat rasa sayangnya Muyeol terhadap Jonghee.
Manager Kim tiba di tempat Dongah. Dongah baru keluar dari supermarket. Manager Kim bertanya apa yang terjadi, dengan santainya Dongah berkata kalau dia hampir saja mati, lalu masuk ke mobil manager Kim. Di mobil Dongah terus aja ngomong, cerita dengan santai gimana Yunyeok tadi memperlakukannya. Manager Kim emosi tngkat tinggi. Manager Kim marah ke Dongah, dia berpikir Dongah menganggap situasi ini lucu, "Apa kau benar-benar tidak merasa apa-apa? Mendengar ceritamu saja aku marah dan tidak tahu harus berbuat apa. Apa kau sangat senang? kau pikir ini petualangan? Kau pikir ini lelucon? kau punya pikiran tidak?". Dongah sedikit senang ketika manager Kim marah, berarti dia khawatir. Tapi manager Kim kali ini benar-benar, dan benar marah. (Aku ngerti perasaan manager Kim, dia khawatir banget dengan Dongah. Tapi ternyata Dongah dengan santai terus nyerocos ngomong dan ngomong lagi, seolah-olah gak terjadi apa-apa.)
Sinopsis Wild Romance Episode 11
Malam itu Dongah tidur bersama Eunjae. Dongah ingin bercerita kalau dia sedih dan ketakutan melihat manager Kim yang marah.
Muyeol terus menjaga Jonghee. Saat Jonghee akhirnya bangun, dia melihat Muyeol tidur di sofa. Muyeol terbangun melihat Jonghee. Jonghee kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Muyeol. Dan tepat saat itu, Eunjae datang melihat mereka berdua.

Muyeol melakukan kerja sosialnya lagi. Manager Kim ikut mengawasi, tapi dia marah-marah terus dengan asisten-asistennya. Moodnya manager Kim masih jelek banget.
Sinopsis Wild Romance Episode 11
Eunjae menemani Jonghee makan. Bibi melihat mereka berdua, ralat, bibi melihat Jonghee dengan pandangan misterius. Jonghee mau balapan banyak-banyakan makan dengan Eunjae, tapi akhirnya Jonghee malah muntah-muntah gara-gara kebanyakan makan.
Jonghee terus berjalan menyusuri trotoar. Eunjae terus mengikutinya dari belakang. Jonghee menemukan seekor kucing liar, dia terus mencarinya. Eunjae bertanya apa yang dia cari, Jonghee tidak menjawab.
Manager Kim mencoba menelpon Dongah. Tapi Dongah sakit, dia sama sekali tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Sampai malam Eunjae terus mengikuti Jonghee. Eunjae sedang ditelpon Muyeol ketika segerombolan anak badung nyari gara-gara dengan Jonghee. Jonghee tidak sengaja menabrak salah satu anak itu, Eunjae sudah meminta maaf tapi anak-anak badung itu gak mau, mereka minta ganti rugi. Jonghee memukulkan tasnya ke salah satu anak yang mencoba memegang tasnya. Anak-anak itu tambah ngamuk.

Bibi sedang memikirkan Yunyeok saat dia sedang menuangkan sayur panas. Lalu tanpa sengaja bibi menjatuhkan mangkuk, dan kuah panas mengenai kakinya. Muyeol merawat sedikit kaki bibi. Diam-diam bibi merasa senang dengan perhatian Muyeol ini.
Kembali ke Eunjae dan Jonghee yang dikeroyok anak-anak badung. Anak-anak itu mencoba memukul mereka berdua tapi Eunjae berhasil menangkisnya. Karena Eunjae dan Jonghee kalah jumlah akhirnya mereka memutuskan buat lari.
Eunjae lari sambil menggandeng tangan Jonghee. tapi karena Jonghee sakit, jadi mereka tidak bisa lari jauh. Anak-anak itu berhasil menyusul. Eunjae menyuruh Jonghee lari duluan sementara Eunjae memblokir mereka. Sekarang Eunjae benar-benar dikeroyok oleh preman-preman itu.
Muyeol bertamu sebentar di rumah bibi. Kode sandi rumah bibi sama dengan kode sandi di rumah Muyeol. Bibi menyuruh Muyeol menunggu sementara dia masuk ke kamar. Bibi dandan. (Dandan? Bibi dandan buat siapa? Muyeol?)
Eunjae babak belur dikeroyok, lalu Jonghee datang bersama polisi yang membubarkan mereka.
Sinopsis Wild Romance Episode 11
Muyeol menemukan foto bibi di masa muda. Bibi cantik sekali di masa mudanya. Muyeol berbincang dengan bibi, lalu Jonghee menelponnya. Bibi gak suka Muyeol pergi karena Jonghee.
Sinopsis Wild Romance Episode 11
Muyeol datang, melihat Jonghee yang mukanya tergores membuat dia marah pada Eunjae. Muyeol marah besar dan menyalahkan Eunjae yang membiarkan Jonghee terluka. Jonghee memberitahu kalau Eunaje juga terluka, Muyeol tidak percaya. "Mana yang luka? Buktinya dia baik-baik saja."kata Muyeol. Eunjae diam saja. Dia langsung berdiri dan pergi.

Karena dikeroyok tadi, jalan Eunjae jadi terpincang-pincang. Muyeol menyadari dia salah. Jonghee dan Muyeol menyusul Eunjae. "Kau terluka? Bilang saja kalau terluka. Apa susahnya?"kata Muyeol. Eunjae diam saja terus berjalan. (Aku emosi lihat Muyeol. Gak tahu kejadiannya seperti apa udah nyalah-nyalahin orang. Ini kan sebenernya salahnya Jonghee, tapi Eunjae yang harus kena keroyok. Gitu juga masih dikata-katain sama Muyeol. Haish... Oke tenang, tarik nafaass...hembuskan..)
Muyeol merasa bersalah, dia akan mengantarkan Eunjae pulang. Eunjae menghempaskan tangan Muyeol, "Lepaskan!". Sambil berjalan pergi, Eunjae berkata, "Jangan menangis..jangan menangis Yoo Eunjae..", sambil menangis.
Tanpa bicara lagi Muyeol menggendong Eunjae yang sedang menangis ke dalam mobil. Jonghee melihatnya, rasa khawatir dan menyesal terlihat di matanya.
Bibi memasuki sebuah ruangan di rumahnya. Ruangan itu penuh berisikan foto Muyeol. Ruangan ini adalah ruangan yang biasa dipakai pelaku buat merusak foto Muyeol. Jadi bibi adalah si pelaku??

-Bersambung-
Nggak kebayang ya kalau orang yang kita suka meminta kita buat menjaga orang yang dia sayang. Cemburu? pasti. Tapi yang paling sakit adalah melihat orang yang kita sayang itu lebih memperhatikan orang lain, dan memperlihatkan rasa sayangnya kepada orang itu dengan jelas. Dan kita melihatnya, dan harus menelannya dengan mentah-mentah. Tapi di sini Eunjae mengajari kita gimana berbesar hati menerima itu semua, karena itu memang tuganya sebagai boodyguard.
Terus, untuk misteri yang jadi plot utama cerita (menurut aku) sudah mulai terungkap. Kaya manager Kim, dari awal aku juga udah ngira kalau pelakunya pasti orang terdekat dengan Muyeol. Tapi apa bener semua kejadian-kejadian itu dia yang melakukan? Kita lihat di episode selanjutnya. ^^
Thanks to MediumQuality
Written and picture by ika@pelangidrama
Posted only on PelangiDrama.net
DON'T REPOST TO OTHER SITE!!!

Read more...

[Sinopsis J-Drama] Suugaku♥Joshi Gakuen Lesson 9

3 comments
Setelah kemarin Nina melawan kelompok elit untuk menyelamatkan Sayu. Siapakah lawan kali ini?.
Pagi hari sebelum masuk ke kelas Nina duduk termenung di taman. Ia teringat melihat seseorang dari belakang yang mirip kakaknya. “Apa kemarin... Benar-benar kakak?”pikir Nina. “Tidak. Kalau betul kakak pasti dia sudah menyapaku”. Semakin memikirkanya Nina malah semakin bingung dan tambah pusing.
“Lebih baik aku lupakan”guman Nina. Tiba-tiba terdengar suara Mami.
Mami mengejar-ngejar Kazuki dan Sayu memperlihatkan novel yang dibacanya. Tapi Kazuki dan Sayu terus berlari hingga mereka akhirnya terkejar.
“Kalian harus baca sampai habis! Ini benar-benar bagus loh!”ungkap Mami, Sayu yang melihat Nina segera memanggil Nina. “Tolong kami~”rengek Sayu yang sudah bersembunyi dibalik Nina. Nina bertanya ada apa. “Nina juga harus dengar!”ujar Mami, memperihatkan novel yang dibacanya.
“Sangat romantis! Kisah seorang pencuri kelas dunia...Dan putri yang dilindungi”cerocos Mami terus menceritakan isi novel tersebut. Mami mengatakan bahwa kata terakhir sang dektektif benar-benar menyentuh! ‘Dia mencuri sesuatu yang tak kasat mata darimu..Itu...adalah hatimu!’.
“Ya tapi, Mami mudah menyukai sesuatu yang aneh seperti itu”sahut Sayu tak suka. Mami bertanya apa maksud Sayu. “Jelas, yang kamu baca selalu novel misteri, jadi kamu tidak mengerti sama sekali tentang roman, kan?”ungkap Sayu. Mami menjawab bahwa ia tahu tentang cinta dan lainnya tapi Sayu tak begitu saja percaya. “Kamu sendiri juga sama saja”balas Mami. “Sepanjang yang aku tahu, kamu belum pernah punya pacar, ya kan?”. Sayu gelagapan menjawabnya. “Bukannya aku tidak mau... Tapi aku tidak bisa dapat pacar! Ah! Salah! Bukan begitu”.
“Tuh! Benar kan”ledek Mami. Nina dak Kazuki hanya memperhatikan pertengkaran kedua sahabat ini.
“Kamu salah! Mami sendiri kan yang belajar tentang cinta dari buku!”hardik Sayu.
“Aku... Kalau aku mau, aku bisa dapat pacar kapan saja”elak Mami. Sayu tak yakin, tapi Mami meyakinkan hal itu. Nina pun segera melerai sebelum peperangan pecah.
“Ah, sudahlah kalian berdua!”lerai Nina, Sayu dan Mami saling memalingkan muka.
“Memang anak perempuan itu luar biasa”guman Kazuki.
Saat jam istirahat di kelas Mami membacakan ceritanya untuk Kazuki dan Sayu , namun Kazuki dan Sayu malah tertidur. “Siap? Aku akan membacakan bagian terbaik selanjutnya”ujar Mami bersemangat bercerita tanpa melihat Kazuki dan Sayu yang tertidur.
Belum sempat menyelesaikan ceritanya, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan pak guru bersama seorang guru baru. Murid-murid perempuan memuji ketampanan guru baru tersebut, bahkan Mami tak mendengarkan saat Nina bertanya padanya, matanya tertuju pada guru baru sampai dimatanya keluar doki-doki hahaha.
Sayu menebak Mami sedang fall in love.Pak guru mulai memperkenalkan guru baru tersebut.
“Baik, mulai sekarang dia akan mengajar di kelas kita. Imawaka-sensei”terang pak guru.
Imawaka sensei menyapa murid-murid dan memperkenalkan diri, lalu menyuruh murid-murid memanggilnya Waka-sama saja. Mami segera melepaskan ikatan rambutnya dan membiarkannya tergerai, kasus terbesar sedang dihadapinya yaitu ‘hatinya…sudah tercuri’. Jika kalian membaca sinopsis ini bukan di pelangidrama maka sinop ini dicopas alias dicuri!.
Waka-sama mulai mengajar di kelas, jam pelajaran usai ia bersiap melangkah keluar kelas namun Mami segera memanggil Waka-sama. “Imawaka-sensei”panggilnya lalu menghampiri Waka-sama.
Dengan malu-malu Mami memperkenalkan dirinya.
“Mami-san ya”ucap Waka-sama, Mami mengangguk. Sayu melihat keberanian Mami menyapa sensei baru mereka.“Aku akan mendukungmu! Semoga sukses mengajar di sini”ungkap Mami. Waka-sama mengucapkan terima kasih dan meninggalkan kelas.
Sayu dan Nina segera menghampiri Mami. “Wuah aku melakukannya”ucap Mami lega.
“Kenapa tidak bilang saja perasaanmu?”tanya Nina. Mami menjawab itu tidak mungkin.
“Bukan tidak mungkin. Kamu bisa”ucap Sayu memberi semangat. “Aku akan mendukung Mami!”
“Aku tidak percaya.Mereka bertingkah layaknya gadis normal”guman Kazuki melihat tingkah ketiga sahabatnya ini.

Trio gadis manis kelas satu membicarakan guru baru (Waka-sama), mereka berharap mengajar kelas satu karena mereka mendengar ketampanan guru baru tersebut hehehe.
Grup polisi junior Shibuya (fans Shibuya) melaporkan keadaan sekolah bagian barat dan timur yang sudah aman pada komandan mereka yaitu Shibuya Mami :P. Tapi Mami malah terpesona dengan Waka-san yang lewat. Grup polisi junior Shibuya memberi hormat pada Mami untuk perasaan cinta komandan mereka.
Guru kesehatan mengobrol dengan Nina di kantin sekolah.
“Guru pengajar ya. Sama seperti saat aku masih murid. Dia tidak menarik tapi gadis-gadis mengaguminya”ungkap guru kesehatan.
“Waka-sama terlihat cukup tampan”ucap Nina.
“Ya kalau begitu sudah pasti gadis-gadis bertingkah seperti itu padanya”tukas guru kesehatan.
Nina pun mengungkapkan bahwa kemarin ia melihat kakaknya di sekolah.
“Kakakmu?”tanya guru kesehatan.
“Tapi sepertinya aku salah. Kalau benar itu kakak, dia seharusnya mengatakan sesuatu padaku...”terang Nina sedih. Guru kesehatan membenarkan.
“Aku salah lihat...”pikir Nina, lalu Nina pamit pergi mau makan tonkotsu dulu.
Kazuki berjalan pulang mengeluhkan pelajaran tambahannya yang sulit. Tiba-tiba ia melihat Waka-sama berdiri di sebelah seorang gadis sedang menelepon di halte menunggu bus.
“Oh. Waka-sama..Terlihat keren seperti biasa”guman Kazuki. Tiba-tiba terlihat Waka-sama jongkok berpura-pura membenarkan tali sepatunya namun ia mengeluarkan sebuah cermin kecil dari pergelangan tangannya dan mendekatkannya ke kaki gadis berada di sebelahnya.
“Apa yang dia lakukan?”tanya Kazuki, melihat pantulan cermin Kazuki tersadar ia berseru kaget, Waka-sama pun segera menghentikan aktivitasnya.
“Barusan dia mengintip rok wanita itu kan?”pikir Kazuki.
Kazuki menuju kelasnya dengan pikiran berkecamuk di kepalanya. “Mereka mungkin tidak akan percaya kalau aku katakan...Waka-sama adalah seorang tukang intip”pikir Kazuki. Terutama Mami yang sedang jatuh cinta padanya tapi kazuki juga tidak bisa hanya diam saja. Kazuki pun memutuskan akan memberitahukan hal sebenarnya. “Baiklah! Aku harus punya keberanian!”ucap Kazuki penuh tekad.
Sayu mengajari Mami cara mengungkapkan perasaannya pada Waka-sama.
“Pak guru! Gunakan kalkulus untuk menghitung cintaku-pa-da-mu”
ungkap Sayu, jyah pake kalkulus sehala kenapa nggak sekalian kalkulator ya wkwkwk.
“Hyaaa..Imutnya~”seru Nina dan Mami, giliran Nina memberikan contoh. Tiba-tiba datang Kazuki ingin memberitahukan kebenaran tentang Waka-sama.
“Aku ingin mengatakan sesuatu kepada kalian”ungkap Kazuki. Mereka mengatakan sedang sibuk jadi mendorong Kazuki menjauh dan menyuruhnya pergi. Nina pun memberikan contoh cara mengungkapkan perasaan. “Persamaan paling mendasar antara aku dan pak guru adalah...CINTA!”ungkap Nina. Sayu memuji ungkapan Nina, namun Mami mengatakan kalau ia tak bisa mengungkapkan seperti yang Sayu dan Nina ajarkan.
“Pasti kamu bisa Mami”, Sayu dan Nina memberi semangat. Sayu pun mencoba berlatih cara mengungkapkan perasaannya. “Perasaan pak guru... Akan kutangkap!”ungkapnya.
Sayu mengatakan itu terlalu kuno, lha bagaimana lagi lha wong itu andalan Mami menangkap penjahat bisa juga buat mengungkapkan perasaan wkwkw.
“Aku tidak bisa melakukannya!”rajuk Mami. Nina pun menyuruh Sayu memberi contoh lagi.
“Aku tidak mengerti ini, mereka sepertinya sedang bersenang-senang. Aku tidak bisa bilang. Tidak mungkin aku bisa bilang...”batin Kazuki melihat kegembiraan ketiga temannya. Namun dari hatinya terdalam ia juga tak rela sahabatnya di sakiti, pikiran Kazuki terus berkecamuk ia pun membulatkan tekadnya.
“Dengar!!!”teriak Kazuki di tengah ketiganya. Nina mengatakan Kazuki menganggangu saja.
“Tolong dengar aku sebentar...”pinta Kazuki.
“Kenapa tidak bilang dari tadi...”ujar Sayu.
Kazuki seperti sudah mengungkapkan bahwa Waka-sama itu tukang intip, tentu saja Mami tak begitu saja mempercayainya. “Coba bilang sekali lagi!”hardik Mami.
“Ya kan sudah kubilang. Waka-sama itu tukang intip”jelas Kazuki. Mami tetap tak percaya dengan kata-kata Kazuki malah mengatai Kazuki bodoh.
“Ah aku mengerti!”sahut Nina .”Kamu iri kan gara-gara Waka-sama dapat perhatian?”.
“Sudah jelas mereka tidak percaya padaku”guman Kazuki, Mami mengajak Nina dan Sayu pergi meninggalkan Kazuki. “Kalau mereka tidak percaya, mereka akan dimanfaatkan”pikir Kazuki.
“Hei, tunggu sebentar!”seru Kazuki yang menghentikan langkah ketiga temannya.
“Aku jujur! Aku tidak berbohong!”terang Kazuki. Kazuki pun menjelaskan kronologis kejadiannya bahwa kemarin dia melihat di halte bus Waka-sama jongkok, Kazuki mencontohkannya.
“Waka-sama jongkok seperti ini...Ada wanita di sampingnya, dan saat dia berpura-pura membetulkan sepatunya...dia mengeluarkan cermin...”ungkap Kazuki panjang lebar namun ditanggapi dingin oleh Mami. “Berhenti berbohong tentang dia...”teriak Mami.
“Kazuki...Apa itu benar-benar terjadi...”tanya Sayu.
“Tunggu Sayu. Jangan berpikir seperti itu”ujar Mami.
“Tapi...Kazuki memang seorang masochist lemot, luar biasa bodoh...Dan juga dia pengecut yang tidak jelas.Tapi... Dia bukan tipe orang yang suka berbohong”bela Sayu.
“Apa harusnya aku bahagia dengan itu? Aku rasa begitu...”guman Kazuki mendengar dirinya dikatai seperti oleh Sayu namun Sayu juga membelanya#oh Kazuki malangnya nasib dikau wkkwkw. Sayu menanyakan pendapat Nina.
“Hmmm...Aku tidak yakin kalau aku mengerti...Ya tapi memang pesuruhku ini...Dia masochist, penakut, tidak becus dan idiot. Tapi dia tidak suka berbohong”ungkap Nina.
“Kamu tidak perlu bilang itu dua kali”seru Kazuki yang merasa dirinya terus dijelek-jelekkan.
Tapi tetap saja Mami tak percaya malah menuduh Sayu ingin merebut Waka-sama darinya.
“Kamu mencoba mencuri Waka-sama dariku. Itu rencanamu kan?”tebak Mami.
“Hah? Apa maksudmu?”tanya Sayu tak mengerti.
“Munafik...Kamu tidak tahan melihat orang lain bahagia kan?”desak Mami.
“Aku tidak begitu!”tegas Sayu tak terima. Mami menanyakan jika tidak iri dengannya kenapa Sayu tak mendekati Kazuki.
“Hah? Kenapa juga aku harus pergi dengan masochist, pengecut, luar biasa bodoh, dan idiot tidak berguna seperti dia?!?”elak Sayu.
“Tiga kali sudah cukup!”seru Kazuki tak terima, kasian banget Kazuki.
“Ini artinya...karena Sayu membawa-bawa dia di situasi ini, kamu adalah musuhku, dasar pemimpi bodoh!”ejek Mami pada Sayu.
“Pemimpi? Aku gadis paling imut di dunia!”balas Sayu. “Kamu juga sama buruknya! Dasar cewek membosankan!”ejek Sayu.
“Jangan bertengkar gara-gara aku! Kalian berdua, tolong berhenti!”pinta Kazuki. Tapi Mami dan Sayu sudah muak tak mau mendengar kata-kata siapa-siapa lagi dan saling pergi masing-masing.
Waka-sama kembali mengajar di kelas Nina. Sayu dan Mami saling menatap tajam, Nina memandang Kazuki yang terlihat lesu. Waka-sama menghampiri meja Mami, Mami terlihat sibuk membaca buku. Terbesitlah ide cabul Waka-sama *bingung ama bahasanya dah wkwkwk*.
“Sepertinya ini waktu yang tepat...”pikir Waka-sama. Lalu Waka-sama berpura-pura membetulkan sepatunya, namun ia malah mengeluarkan cermin kecilnya dan mencoba menaruhnya di bawah kursi tempat Mami duduk, tapi cermin memantulkan silau ke wajah Nina. Nina memandangi Waka-san, tahu ia diperhatikan Waka-san berdehem dan tersenyum seperti tak terjadi apa-apa, dan memasukkan cermin kecilnya ke sakunya.
“Apa dia baru saja...”pikir Nina tersadar.
“Apa yang kau lihat?”gerutu Waka-san. “Gara-gara kamu...Waktu senang-senangku jadi berantakan..”.

Waka-sama menanyakan soal untuk Mami, yaitu transformasi laplace dari e menuju ax?.
Mami mencoba menjawabnya namun jawabannya salah. “Kubus p ya?”jawab Mami.
“Salah total...”Sahut Sayu. “Jawabannya 1/(p-a)”.
“Dia kan tidak tanya Sayu”elak Mami.
“Waka-sama sudah memberi tahu jawabannya tadi”balas Sayu yang menohok Mami. “Ah, apa aku salah?. Aku hanya mencoba mendengar suaranya yang merdu ya kan?”ledeknya.
“Tunggu! Jangan katakan hal seperti itu!”ujar Mami malu.
“Kamu sedang cinta buta kan?”sindir Sayu. “Orang yang hanya tahu cinta dari novel, si Mami”.
“Sayu, kamu benar-benar ingin bertanding denganku, ya!”hardik Mami.
“Wanita sangat menyeramkan”guman Kazuki. Waka-sama menenangkan agar keduanya tak bertengkar.
“Sepertinya apa yang dibilang pesuruhku benar. Waka-sama adalah tukang intip”pikir Nina, tapi ia teringat kebahagian Mami yang sangat menyukai Waka-sama. “Kalau aku katakan yang terjadi, apakah Mami akan mempercayaiku? Dia sedang dibutakan oleh perasaan, aku tidak yakin dia akan mendengarku”pikir Nina bingung. “Tapi...Kalau aku tidak katakan apa yang terjadi, dia akan dimanfaatkan!”. Nina pus memutuskan mengatakan yang sebenarnya.
“Mami!”seru Nina. “Pesuruhku mengatakan yang sebenarnya! Waka-sama adalah seorang tukang intip!”ungkapnya. Sontak seisi kelas kaget mendengar kata-kata Nina.
“Apa yang kau katakan Nina?”tanya Mami.
“Tunggu sebentar aku tukang intip? Jangan bercanda”ujar Waka-sama.
“Benar! Hentikan lelucon seperti ini!”lanjut Mami.
“Tapi aku baru saja lihat!”tegas Nina. “Yang dilakukan Waka-sama barusan...Dia menaruh cermin di bawah kaki Mami!”. Tentu saja Waka-sama mengelak. “Aku tidak punya cermin. Kamu pasti salah lihat”ujarnya.
“Nina...Kamu tahu aku teman baikmu. Tapi aku tidak percaya dengan yang kau katakan”ujar Mami.
Waka-sama membenarkan ucapan Mami. “Kalau kau terus menuduh Waka-sama...Aku...Terpaksa menangkapmu...”ungkap Mami lalu mengeluarkan borgolnya. ” ‘Menangkap?’ Tapi kamu kan bukan detektif polisi, Sibuya-san!”ujar Kazuki.
Nina menghampiri Mami dan memborgol tangannya sendiri. “Apa yang kau lakukan Nina?”tanya Mami.
Nina menyerahkan dirinya sendiri pada Mami.
“Kalau Nina bohong, kau boleh menangkapku! Silahkan saja antar aku ke kantor polisi. Tapi Nina mau Mami percaya kebenarannya!”papar Nina.
“Dia sungguh-sungguh kali ini”guman Kazuki.
“Aku mengerti...Tolong ceritakan padaku yang sebenarnya”ucap Mami.
“Rencanamu dari awal adalah menaruh cermin di bawah kaki Mami secara diam-diam”terang Nina. Waka-sama kekeuh membela diri bahwa ia tak memiliki cermin. “Meskipun begitu, bagaimana aku bisa melihat celana dalamnya saat dia duduk, walau aku membungkuk?”tantang Waka-sama.
“Tentu kamu tidak bisa”jawab Nina. “Tapi, Waka-sama... anda adalah guru. Saat kau menunjuk murid untuk menjawab pertanyaan, mereka akan berdiri”terang Nina yang menohok Waka-sama.
“Jadi saat Mami menjawab pertanyaan...Kau bisa melihat celana dalamnya sesukamu!”jelas Nina. Sayu mengerti, diikuti murid lainnya. “Tidak mungkin... Tukang intip”bisik-bisik murid2 di kelas.
Waka-sama terdesak tapi ia tak mau mengakuinya, Sayu segera mendorong Waka-sama mencari cerminnya. “Tunjukkan di mana cerminnya! Dasar tukang intip!”seru Sayu menggocang-goncangkan tubuh Waka-sama dan cermin miliknya pun terjatuh. Seisi kelas terkejut melihatnya. Jika kalian membaca sinopsis ini bukan di pelangidrama maka sinop ini dicopas alias dicuri!.
“Ternyata benar...Nina-sama benar!”seru Sayu, tapi tepa saja Waka-sama tak mau mengakuinya.
“Bukan, ini hanya untuk memperbaiki penampilanku...”elak Waka-sama seraya mengambil cerminnya.
“Tadi anda bilang tidak punya cermin...”ungkap Kazuki. Waka-sama yang terpojok berniat melarikan diri namun grup polisi junior Shibuya segera menghadangnya. Mami terlihat syok melihat kenyataan yang ada. “Mami pasti masih terkejut sekarang...Apakah dengan ini, dia akan percaya?”pikir Nina. Mami menghampiri Waka-sama yang sudah terkepung.
“Waka-sama...”panggil Mami.
“Shibuya-san... Kamu masih percaya...”balas Waka-san tersenyum.
“Jadi ini kenyataan pahit menjadi petugas kepolisian...”guman Mami yang masih syok dan membuat Waka-sama bingung. “Saat aku harus bersungguh-sungguh sepenuh hati melakukannya...Tapi aku tidak mampu untuk menangkapnya...”terang Mami.
“Ya, sudah kubilang kau bukan detektif polisi!”sahut Kazuki.
“Menyakitkan, ya kan...”ucap Sayu prihatin.
“Aku tidak mampu dipaksa untuk menahanmu...”ucap Mami lirih namun ia akhirnya memutuskan menahan Waka-sama dan mengeluarkan borgolnya.
“Sebenarnya ada berapa banyak borgol yang kau punya?”guman Kazuki melihat borgol yang dikeluarkan Mami padahal borgol tadi di pake buat memborgol Nina, tapi disakunya ada lagi wkwkwk. Mami pun memborgol Waka-sama.
“Bukan! Kamu salah. Aku hanya.. Tolong percaya padaku!”bela Waka-sama.
“Kamu masih tidak mau mengaku!”seru Mami. “Kalau mau membela, ucapkan itu di kantor kepala sekolah”. Mami pun mengucapkan selamat tinggal pada cinta pertamanya seraya membawa Waka-sama ke kantor kepala sekolah. “Jadi itu cinta pertamanya...”guman Kazuki ikut prihatin. Grup polisi junior Shibuya memberi penghormatan pada komandan mereka yaitu Shibuya untuk cintanya yang hilang.
Mami membalasnya dan mengucapkan terima kasih pada anak buahnya.
Kuartet Suugaku Joshi Gakuen keluar kelas bersama dengan penuh keakraban dan Nina masih dalam keadaan terbogol, tapi sayangnya tidak dengan Kazuki yang harus membawakan ketiga tas temannya hahaha. “Mami itu gak punya selera bagus tentang pria”ujar Nina.
“Aku akan mengenalkanmu beberapa pria tampan”lanjut Sayu.
“Laki-laki seperti itu sangat mengesalkan! sangat menjijikkan kalau membicarakan mengenai kejahatannya”ungkap Mami.
“Untunglah kita bisa melihat siapa dia sebenarnya kan?”ujar Nina.
“Tapi pasti mengejutkan ya kan? Mengetahui seseorang yang kau suka ternyata seperti itu”tambah Sayu. “Ya, sepertinya begitu”ucap Mami.
“Jangan bersedih! Sebentar lagi kita ganti kelas! Kamu tidak perlu laki-laki saat kita bersenang-senang”terang Nina. Yang diiyakan Sayu, ketiganya pun bersenang-senang dengan penuh kegembiraan.
“Wanita itu luar biasa. Kembali semangat setelah hal ini”guman Kazuki. “Tapi bukannya seharusnya dia lepaskan dulu borgol itu?”.
Setelah keempatnya pergi, seorang gadis berdiri di luar pintu kelas mereka. “Sayang sekali mereka tidak menyadarinya...Kalian semua tidak memiliki masa depan”gumannya.
Epilog akhir episode 9 ini,
Memperkenalkan karakter baru yaitu guru pengajar baru, Imawaka, tapi tidak ada yang pantas dipelajari dari orang seperti ini. Dan membahas karakter Mami taf c-ute mengenai kehidupan cintanya.
Saat Mami kelas 3 SD, dia menyatakan rasa sukanya pada anak laki-laki keren bernama Takashi. Tapi sepertinya Takashi adalah seorang yang genit, dia tertangkap sedang mencoba seruling gadis-gadis di ruang musik. Setelah Mami mengetahuinya dia merasa patah hati dan sejak saat itu Mami merasa takut. Oleh karena itu Mami tidak mau mencoba mencari pacar sejak kejadian itu.
Dan setelah kejadian Imawaka kali ini, sepertinya Mami sudah ditakdirkan didekati laki-laki yang aneh hehehe.


Written & Image by Ari Arata @PelangiDrama
Shared by PelangiDrama.Net
Thanks for indosub to gwbiasaaja @indowebster
Arigato ne buat reader yang taat RULES
Don't Repost to Other Site!!!
Read more...
 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here