[Sinopsis K-Drama] I Do I Do Episode 10

7 comments
*Sinopsis I Do I Do Episode 10*
pelangidrama.net
Pak Dokter dengan tenang minta di lepaskan atau Tae Kang akan menyesalinya. Tae Kang yakin dengan apa yang dilakukannya, ia takkan menyesal. Tapi pikiran Tae Kang berubah saat tiba-tiba Ji An muncul, dan ia ternyata kenal dengan wanita yang bersama Pak Dokter. Tae Kang segera melepas cengkramannya.
“Kau pasti sedang merasa menyesal sekarang ini, bukan?” Sindir Pak Dokter.
Ji An menanyakan apa yang terjadi, ia juga menanyakan apa Pak Dokter baik-baik saja. Ji An lalu mengajak Tae Kang bicara berdua.

Ji An tak habis pikir dengan apa yang di lakukan Tae Kang, walau pun misal memang benar Pak Dokter selingkuh, apa urusannya Tae Kang? Ia minta Tae Kang minta maaf pada Pak Dokter. Tae Kang menolak, kenapa ia harus minta maaf pada orang yang bahkan tidak dapat bertanggung jawab untuk wanitanya….
“Mengapa aku harus jadi wanita seseorang? Apa aku barang milik pribadi? Apa aku hewan peliharaan?” Ji An menegaskan kalau Ji An bertanggungjawab atas hidupnya sendiri.

Tae Kang akhirnya terpaksa minta maaf, tapi dengan gaya yang orang akan tahu kalau Tae Kang tak tulus. Tae Kang kembali mengulang, tapi malah makin parah.
Pak Dokter tahu percuma menunggu Tae Kang minta maaf dengan tulus, ia mau singkatnya saja; BIAYA PENGOBATAN. Biaya perawatan untuk memar dan gigi yang sedikit ‘otek’ $1000. Jun Hee malah memanasi, setidaknya untuk biaya perasaan Pak Dokter mesti minta 200 (ribu dollar?). Walau di ancam mesti ganti rugi, Tae Kang tetap ogah minta maaf.

Ji An berdiri, ia menyatakan ia yang akan membayarnya. Bagaimanapun kesalahpahaman itu terjadi karena Ji An. Tae Kang terpancing, ia yang harus membayarnya. Itu tetaplah kesalahannya dan ia harus bertanggung jawab. Ji An heran, memangnya Tae Kang punya uang?

Tae Kang ke Bank, kartu kreditnya kosong, Bb juga tak mau meminjamkan. Bb malah memarahinya yang terlalu besar mulut. “Kau harus belajar pelajaranmu!” (=belajarlah dari pengalaman).

Sementara itu, Ji An mengaku pada Jun Hee kalau Tae Kang lah ayah si bayi. Jun Hee bingung, jadi Tae Kang ayah kandung si bayi, tapi malah berpikir kalau Pak Dokterlah si ayah?. Jun Hee pun menyarankan agar Ji An mengambil kesempatan itu (kesalahan Tae Kang yang memukul sembarangan) untuk memecat Tae Kang.

Ji An ragu, sementara Jun Hee berusaha membuat sahabatnya itu berfikir rasional. Ia minta Ji An melihat lagi Tae Kang baik-baik, apa ia tipe yang akan membantu Ji An untuk biaya membesarkan anak? Atau setidaknya membantu merawat si bayi? Atau bisa jadi Tae Kang lah nanti yang merongrong minta uang pada Ji An.

“Dia bukan tipe seperti itu…” Bela Ji An
“bukan?.. Sementara bicara tentang $1.000 saja, dia terkejut”
“Apa $1.000 itu kecil?” Ji An lalu minta Jun Hee membayangkan dirinya saat berumur 27, penghasilan Jun Hee menjadi pegawai paruh waktu di cafe hanya $2 per jam.
Jun Hee menyerah, ia tahu Ji An akan membela Tae Kang, karena ia adalah ayah anak Ji An. Sebaliknya Ji An tak merasa membela Tae Kang, ia tahu Tae Kang sudah bekerja sangat keras. Di tambah ada beberapa masalah di keluarganya dan juga punya utang, plus tak mudah mencari pekerjaan di tempat lain.

Jun Hee yakin kalau Ji An sudah dalam tingkat berbahaya dimana ia hampir menyukai Tae Kang, jadi ia minta Ji An segera menikah dengan Pak Dokter. Dua sahabat mulia bertengkar, Ji An minta Jun Hee pulang…

Malamnya, Pak Dokter galau. Ia kini telah tahu siapa ayah bayi Ji An, dan itu membuatnya gelisah. Pak Dokterpun memilih jogging di malam hari untuk mengusir kegalauannya. Tapi ingatannya tentang Tae Kang yang serius menyukai Ji An (ingat saat pertemuan pertama Pak Dokter dengan Tae Kang, ia melihat Tae Kang menunggu Ji An sambil membawa cincin?), makin membuat Pak Dokter gelisah.

Sementara itu Ji An juga galau. Ia duduk di ruang sepatu melihat buku sketsanya. Wew, di buku sketsa itu ternyata ada sketsa kaki Ji An yang berdampingan dengan kaki Tae Kang, juga sketsa wajah Tae Kang yang sedang tertidur!!.
“Ankle, apa yang harus kulakukan dengan ayahmu ...?”

Esoknya Ji An datang ke kelas khusus ibu hamil atas undangan pka Dokter. Saat di ruang tunggu, seorang calon ibu membaca buku autobiografinya. Ji An pun mengkeret, ia tak mau ada yang mengenalinya, dan berniat kabur. Sayangnya kepergok Pak Dokter. Pak Dokter mengerti ketakutan Ji An, ia pun minta bantuan seorang suster untuk meminjamkan baju (?).
“Siapa ini?... Wow, kecantikanmu selama ini ternyata karena pakaianmu… Aku telah benar-benar tertipu” Goda Pak Dokter melihat Ji An yang kalem dalam pakaian yang biasa. Ia juga memberikan jepit rambut, “kata ‘ibu’ku, kecantikan seorang wanita berasal dari dahinya."”

Ji An dengan serius ikut pelatihan. Setelah senam, kini belajar memakaikan popok pada boneka yang dianggap sebagai bayi. Sementara yang lain melakukannya dengan hati-hati, boneka Ji An malah mencelat kemana-mana, wkwk.

Sesi selanjutnya adalah bincang antar ibu hamil. Yang lain memberikan panggilan cantik untuk calon anaknya, misal Happiness atau Smarty. Giliran Ji An yang memberitahu nama anaknya ‘Ankle’, tak urung membuat yang lain menahan senyum.

Sesi lalu berlanjut ke metode membayangkan sesuatu untuk membantu relaksasi, peserta di minta memejamkan mata untuk mengingat saat paling bahagia dalam hidup mereka. Bisa kejadiannya atau wajah seseorang. Ji An kaget saat yang ia bayangkan adalah saat berduaan dengan Tae Kang di taman.
Di kantor yang notabene hari libur, Na Ri datang memakai sepatu yang diperbaiki Tae Kang. Ia mendekati Tae Kang yang nampak serius di mejanya, sendirian.
Tae Kang mengenali sepatu Na Ri. “Di mana kau mendapatkannya?”

Na Ri tak menjawab pertanyaan Tae Kang, ia naik ke ruangannya dan minta Tae Kang ikut. Na Ri memberikan sepasang sepatu mahal sebagai hadiah. Seorang designer sepatu harus memakai sepatu yang mencerminkan pekerjaannya kan?
Ternyata Na Ri minta imbalan atas hadiahnya…

Setelah selesai kelas, Pak Dokter menemui Ji An. Ji An ingin tahu kapan ia tahu jenis kelamin si bayi. Pak Dokter menjawab nanti kalau Ji An bisa menambah berat badannya 5kg lagi.
“Apa kau ingin menjadikanku gajah?” respon Ji An, ia jelas tak mau berat badannya bertambah. Pak Dokter meyakinkan kalau berat Ji An di bawah rata-rata, jadi Ji An mesti menambahnya kalau tidak, si bayi terancam lahir dengan bobot rendah.

Pak Dokter mengajak Ji An makan siang. Ji An mengajak Pak Dokter ke resto Cholbak. Sayangnya resto tutup.

Tak hanya Ji An yang datang ke tempat itu, Tae Kang juga, ternyata untuk bayaran hadiah sepatunya ia mengajak Na Ri ke resto Cholbak. Resto langganan Ji An tempat ia measakan Cholbak pertama kali. Ji An melirik sepatu mahal yang di pakai Tae Kang.

Dua pasangan akhirnya makan di sebuah resto mahal. Na Ri terlihat antusias melihat pasangan Ji An. Ia menanyakan kenapa pipi Pak Dokter. Pak Dokter menjawab kalau seekor anjing gila, tepatnya chihuahua membuat masalah. Dalam diamnya Tae Kang menahan marah di samakan dengan anjing.

Ji An ingin tahu sepatu yang dipakai Tae Kang, karena ia kira itu sepatu palsu. Tae Kang menjawab sepatu itu dari Wakil presiden sebagai hadiah. Na Ri memberitahu ia dan Tae Kang dekat, jadi mudah saja membelikan Tae Kang hadiah itu.

Sambil menunggu pesanan datang, kedua gadis membenahi dandanan di Toilet. Ji An melirik sepatu Na Ri, ia memuji sepatu itu dan menebak itu karya Jake. Na Ri mejawab bukan jake, ada seorang desainer punya cita rasa yang baik, passion, dan juga tampan. Jika ia konsisten, Na Ri yakin orang itu dapat menjadi seorang desainer bintang.
“Siapa?” Tanya Ji An penasaran.
“Park Tae Kang-ssi” Lalu Na Ri dengan serius menanyakan tentang potensi Tae Kang, secara kan Tae Kang timnya Ji An.
“Yah, dia masih kekurangan banyak hal ... Tapi dia bisa mengikuti dengan baik” jawab Ji An standart.
Na Ri minta Ji An menghargai Tae Kang, karena bisa jadi Tae Kang adalah ‘batu permata tersembunyi’.Ji An minta Na Ri mengurus timnya sendiri, apa Na Ri meninjau desain rancangan mereka secara menyeluruh?

Na Ri tak mau membahas Timnya, apalagi ia sudah tahu rencana Jake. Ia mengalihkan pembicaraan dengan mengomentari perut Ji An yang terlihat makin membesar.

Ujung-ujungnya dua gadis saling menyindir. Ji An di sindir tak muda, Na Ri disindir berwajah lebih tua dari usianya.

Sementara dua gadis di Toilet, dua pria juga mengobrol. Pak Dokter menyatakan hanya ingin menakut-nakuti Tae Kang, jadi soal biaya pengobatan tak perlu dianggap serius. Tae Kang mulai lagi membahas kehamilan Ji An, apa Pak Dokter takkan menikahi Ji An padahal Ji An sudah hamil.
Apapun jawaban Pak Dokter, Tae Kang selalu mencelanya, ia yakin Pak Dokter memang tak ada niatan untuk bertanggung jawab. Tae Kang sadar terlalu ikut campur, ia lalu menyatakan hanya ingin Direktur Hwan bahagia…

Dua gadis datang mereka duduk kembali di meja mereka.
“Teman ini ingin tahu kapan kita menikah” Kata Pak Dokter pada Ji An.
Na Ri memberi ucapan selamat. Tapi Pak Dokter masih ingin terus menyindir Tae Kang, “Tampaknya ia akan memberi kita hadiah uang besar untuk pernikahan kita… Sekitar $ 1.000?”
Pak Dokter juga mengajak Ji An pergi, karena ia tak mau mengganggu kencannya Tae Kang dengan Na Ri.

Di luar, Ji An mempertanyakan apa yang dilakukan Pak Dokter. Ji An minta itu cukup, sekarang Tae Kang kan sudah tertipu…
Pak Dokter menyindir Ji An yang seperti kebakaran jenggot karena ketahuan selingkuh. Kenapa? Karena Tae Kang ayah si bayi? Ji An membenarkan kalau Tae Kang memang ayah si bayi,. Kalau Pak Dokter tahu, kenapa Pak Dokter tetap bersikap seperti itu. Pak Dokter ingin tahu arti Tae Kang bagi Ji An.

“Apa dia bagiku?... Ini seperti .. hubungan biologis. Sama dengan mendapatkan sperma dari bank sperma. Bukan manusia, melainkan makhluk. Ia tidak memiliki makna, atau nilai-nilai. Dia seperti debu…. Apa itu oke?”
Pak Dokter kaget melihat Tae Kang, Ji An ikutan melihat apa yang dilihat pak dokter, ia pun ikut kaget.

Tae Kang menyusul Ji An untuk mengembalikan ponsel Ji An yang tertinggal di resto, ia kembali masuk dalam diamnya.

“Dia .... berapa banyak yang ia dengar?” Tanya Ji An khawatir
“Pergi dan tanyakan sendiri” Saran Pak Dokter…

‘Ini seperti .. hubungan biologis. Sama dengan mendapatkan sperma dari bank sperma. Bukan manusia, melainkan makhluk. Ia tidak memiliki makna, atau nilai-nilai. Dia seperti debu…. Apa itu oke?’ terus mengiang-ngiang dalam pikiran Tae Kang.
Na Ri sepertinya menebak kalau Tae Kang menyukai Ji An, “Bukankah keduanya cocok?”
“Cocok apanya” Tae Kang ngedumel.
“Direktur Hwang pasti punya sisi menarik yang kita tidak tahu” Na Ri yakin kalau Pak Dokter sangat menyukai Ji An. Ia mengomentari Ji An tampak sangat cantik, “Seorang wanita terlihat lebih cantik ketika dia sedang dicintai daripada ketika dia mencintai… Itu sebabnya kadang-kadang kita tertarik pada seseorang yang terikat dalam sebuah hubungan” hoooo, Na Ri berusaha memahami perasaan Tae Kang.

Ayah dan Tae Kang bersantai sambil menonton TV. Ayah memuji kualitas kulit dari sepatu yang Tae Kang hadiahkan padanya. Wew, sepatu dari Na Ri di berikan ke ayah.
Tae Kang mengomentari acara di TV tentang pasangan beda negara. Ia menanyakan dimana batas mencintai itu. Kalau ia menikah dengan orang asing?
“Jika kau menyukai nya… tak apa-apa”
“Lalu ... bagaimana jika nenek tua, berumur 60? “
“60? Seumur ayah? Hei!! Paling tidak bayangkan sesuatu yang lebih baik!... Fine, 60 juga tak apa-apa “
“Lalu ... Bagaimana jika wanita itu hamil dengan bayi orang lain?”
“kau gila!!... Bajingan ini! Apa kau mau aku mendapatkan anak menantu yang punya bayi orang lain?” Ayah menghentikan jika-jikaannya Tae Kang dengan menelikungnya…

Esoknya Ji An menerima laporan harian Tae Kang (= sketsa 100 lembar) juga minuman di mejanya, ada notes dari Tae Kang. ‘Aku akan menyerahkan laporan tentang mengapa wanita memakai sepatu hak setelah aku memakainya sendiri dan mengobservasinya.
Ji An merasa Tae Kang telah bekerja keras..
Sementara itu Tae Kang sudah menata makanan dan minuman untuk rapat. Tim Desainpun lengkap dengan Jake, Na Ri dan Ji An mulai rapat.

Ji An yang sensitif merasa mencium bau bahan kulit, tak lama ia mual-mual. Tae Kang menyelamatkan situasi dengan ikutan mual, ia menyalahkan makanan.
Yang lain karena tersugesti bahwa makanan yang mereka busuk langsung ikutan mual. Ujungnya Tae Kang pun dimarahi Ketua Ma, Ji An melihatnya dengan perasaan bersalah.

“Kau jadi sasaran tanpa alasan” begitu komentar Ji An atas kejadian tadi. Ia memberikan buku baru untuk Tae Kang dan minta Tae Kang menghafalkannya. Ia heran melihat Tae Kang pake sepatu biasa lagi. Tae Kang mengaku memberikannya pada ayah. Sebelum pergi Tae Kang menyodorkan sepasang miniatur sepatu dari penghapus. Sepatu yang sama dengan sepatu anak di ruang sepatu Ji An.
“Siapa yang menyuruhmu membuatnya? Jika kau punya waktu untuk di sia-siakan, hafalkan buku lainnya dan berlatih menggambar lebih banyak…”
Tae Kang mengambil kembali miniatur sepatunya dan membuangnya di tempat smapah.

Istri Presdir menelpon Ji An, ia memberutahu kalau sebuah stasiun TV sudah bersedia membuat film dokumenter tentang Ji An. Ji An merasa hal itu sulit, sebuah penolakan halus. Ia akan menemui Istri Presdir untuk penjelasannya as soon as possible.

Jake kembali menanyakan perancang sepatu berpita. Na Ri mengaku sudah menemukannya tapi belum berani mengatakannya pada si perancang. Ia masih bingung menjelaskan darimana ia dapat sepatu itu.
Jake minta ijin untuk membawa perancang itu untuk ia didik. Ia suka dengan gaya si perancang yang menurutnya bebas, berani dan memasukkan gaya orisinil. Ia merasa seperti melihat dirinya dulu…

Tae Kang yang di panggil parasut oleh teman-temannya mengerjakan semua tugas dengan baik. Walau pada dasarnya ia di suruh ini dan itu, seperti mendata stok. Seol nongol dipintu memanggil Tae Kang.

Seol memberitahu info mengenai perusahaan yang akan menyewa seorang desainer pola baru. Seol menyarankan ayah Tae Kang yang masuk. Tae Kang tak yakin, Direktur Hwang taakkan membiarkan ayah masuk.
“Direktur Hwang tak perlu tahu ‘segala’ yang berlangsung di dalam perusahaan”
“Jika ayah ketahuan, aku akan dikeluarkan juga!” Tae Kang khawatir.

Walau Tae Kang menolak, Seol mendatangi ayah Tae Kang langsung. Ia menyarankan Tae Kang tak perlu tahu yang dilakukan ayahnya, kan? Jadilah Ayah Tae Kang masuk perusahaan dengan menyamar memakai wig juga tahi lalat palsu. Seol mengiming-imingi gaji yang pasti besar.

Seol menemani ayah ke perusahaan, mereka berpapasan dengan Na Ri yang mengenali sepatu yang dipakai Ayah.
Tapi Na Ri yang masih heran mempersilahkan keduanya pergi…

Tim Desain mulai merasa kalau Jake sebetulnya tak peduli pada mereka. Ketua Ma sudah tahu dari awal.
Yang lain bingung, kalau ketua Ma sudah tahu, kenapa masih ikut Jake?
“Karena Direktur Hwang, bukan orang yang akan menyalahkan kita apakah kita menang atau kalah…. Tapi kita tidak tahu tentang wakil presiden” wew pwmikiran yang praktis…

Istri Presdir datang, ia menanyakan Ji An dan di jawab Ji An sedang keluar. Istri presdirpun langsung masuk ruangan Ji An. Ia heran saat melihat wajah wanita lukisan hadiah darinya telah di tutupi kertas putih, ia lebih heran lagi melihat banyak obat dan vitamin di meja Ji An, Istri Presdir tampak berpikir..

Sementara Ji An di temani Tae Kang berbelanja bahan kain untuk sepatu di pasar tradisional. Dimana ramai dan banyak kuli pengangkut dengan gulungan besar-besar. Tae Kang berusaha semampunya melindungi Ji An.

Ji An pun kcapaian ia terduduk disebuah kursi. Tae Kang menyaranakan mereka istirahat 10 menit, tapi Ji An menolak, ia khawatir pasara keburu tutup.

Istri Presdir mendapat laporan kalau Ji An memang hamil dan telah mengunjungi dokter kandungan. Sebelum si asisten pergi, Istri Presdir minta informasi itu di rahasiakan…

Pak Dokter mengantar Seven (si bayi prematur) pulang. Seven alias Joon Suh di sambut orang tua yang menunggunya dengan rindu.

Setelah kepulangan Seven yang otomatis membuat Pak Dokter ingat Ji An (Ji An mulai tersentuh pada bayi setelah jarinya di genggam Seven yang waktu itu ada di ruang inkubator). Pak Dokter pun ingat pertengkarannya dengan Ji An di depan resto, ia lalu bermaksud minta maaf juga merayakan pulangnya Seven.

Pak Dokter hampir membuka pintu saat ia lihat mobil Ji An lewat. Dimana Tae Kang yang mengemudi. Ia pun tetap diam di mobilnya mengamati.
Ji An terbangun, ia kaget mereka sudah di parkiran apartemennya, ia pikir mereka akan kembali ke kantor. Tae Kang minta Ji An istirahat, hari ini Ji An pasti capek jadi istirahat saja. Ji An minta Tae Kang pulang duluan, ia masih mau leyeh-leyeh di mobilnya.

Tae Kang membuka pintu Ji An dan bersiap mennggendongnya. Ji An kaget, ia mengkeret. Tae Kang meyakinkan ia membantu Ji An bukan karena Ji Annya, tapi karena si bayi.

Jadilah Tae Kang menggendong Ji An masuk ke apartemennya. Diiringi tatapan Pak Dokter yang kini hatinya pasti telah hancur berkeping-keping.

Tae Kang meletakkan Ji An di tempat tidur. Ia menawarkan untuk memanggil Pak Dokter datang, selain sebagai ayah Pak Dokter kan juga dokter kandungan. Ji An menolak, ia hanya butuh istirahat. Ia juga menolak tawaran Tae Kang yang ingin membantunya bersih-bersih atau memasak.
Tae Kang minta ijin memoto beberapa sepatu dari ruang sepatu Ji An sebelum pulang, untuk membantunya berlatih menggambar. Jan membolehkan.

Tae Kang tersenyum ternyata miniatur septu dari penghapus yang dibuatnya ada di jejeran sepatu di ruang itu. Ia melihat buku sketsa Ji An, ia berteriak minta ijin dulu untuk melihatnya.

Ji An dari kamarnya menjawab membolehkan… tapi, ia ingat sesuatu. Ia segera berlari ke Ruang sepatu…

Terlambat, Tae Kang sudah melihat semua sketsa Ji An, ada beberapa gambar wajah Tae Kang yang tertidur. “Mengapa kau menggambarnya?”
“Ah, itu bukan apa-apa…. Kembalikan”.
“Bisakah kita ... jujur satu sama lain sebentar saja? Mengapa kau menggambar itu?” Tae Kang mendekati Ji An merengkuh wajahnya lalu menciumnya. Ji An tak menolak.
Setelah yakin atas perasan Ji An, Tae Kangpun pamit. Sementara Ji An masih mematung di tempatnya.

“ku pikir jantungku akan meledak!!” teriak Tae Kang gembira saat sampai di luar. Ia pergi dengan hati riang.

Bb, ayah juga Seol berkumpul untuk merayakan masuknya ayah ke perusahaan. Seol minta ayah membelikannya hadiah segera setelah mendapatkan gajinya nanti.
Ayah memikirkan bagaimana jika Tae Kang tahu, tapi ayah kan masuk perusahaan dengan kemampuannya sendiri…
Mereka kaget ketika saat membicarakan Tae Kang, Tae Kangnya malah muncul langsung memeluk ayah. Ia gembira, “Aku mencintaimu, Ayah…. Aku sangat mencintaimu, Ayah. Aku mencintaimu….”

Ada tamu datang, Na Ri datang ke bar Bb bersama Jake. Setelah melihat kompetensi Tae Kang, Jake berminat untuk mendidiknya. Sekolah di New York sekaligus magang di perusahaan Jake di Amerika. Biaya kuliah maupun biaya hidup, akan di tanggung perusahaan. Sebenarnya tak mudah untuk masuk kantornya Jake, gajinya juga 5 x lipat dari gajinya Tae Kang sekarang. Jake menyatakan telah melihat sepatu yang membuat Tae Kang menang lomba, sederhana tapi cantik…

Tae Kang bengong. Jake menggoda Tae Kang, mestinya kan ekspresi Tae Kang menangis dengan sukacita atau tertawa senang (?). Ia berpikir apa Tae Kang tak mau ikut dengannya.
Bukan, Tae Kang minta waktu ke toilet…

Sendirian di depan cermin toilet, Tae Kang mengekspresikan kegembiraannya....

Istri Presdir datang berkunjung membawa sashimi untuk Ji An. Ia kini tahu Ji An sedang hamil, tapi tak tahu kalau Ji An tak mau menikah.
Istri Presdir bingung, apa Ji An lupa kalau perusahaan mereka itu menjual fantasi. Ji An menjadi terkenal seperti sekarang karena Ji An bagian dari fantasi itu, Si successful gold miss. Apa jadinya kalau Ji An jadi ibu tunggal? Mungkinkah Ji An jadi Presdir dengan unlucky coinnya?

“Aku akan menyerah dari jabatan Presdir…”
“Apa?”
*^^*
kayaknya banyak Typo, udah di cek ada aja yang ketinggalan.. hihi harap di maklumi....
Di buat tetap penuh vinta oleh Ai Rf
*^^*

* Akhirnya ada kemajuan, dua peran utama sudah tahu saling menyukai. Poor pak Dokter dan Na Ri
* Apa Istri presdir akan minta Ji An menggugurkan kandungannya? Apa akan jadi pilihan sulit bagi Ji An dimana ia harus memlih bayinya atau karir?
* Bagaimana kalau tebakan aku (dan beberapapembaca) kalau Tae kang ternyata anak Istri Presdir, apa ia akan merestui hubungan keduanya? 
Kalo ya, makin muluslah langkah Ji An jadi Presdir baru...
* Ayah tiba-tiba masuk ke perusahaan, menyamar pula... pasti bakal jadi masalah nanti-nantinya...
* Aku bayangin Jn dan Ayah juga Tae Kang kalo berkolaborasi pasti bakal jadi produsen sepatu hebat...
 *Sorry, banyak typo

Read more...

[Sinopsis K-Drama] Time Slip Dr. Jin Episode 6

9 comments

[Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 6]
Satu bulan setelah Jin Hyuk menangani wabah Gwejil (Kolera), Jin Hyuk mengajari para tabib yang bertugas di Hwal In Seo (balai pengobatan). Young Rae datang, Jin Hyuk melihatnya keduanya pun tersenyum. Jin Hyuk menjelaskan kinerja bagian-bagian organ tubuh manusia. “Pembuluh darah yang membawa darah dari jantung disebut arteri. Dan yang membawa darah ke jantung disebut vena.”jelas Jin Hyuk, para tabib sibuk mencatatnya. Young Rae yang melihat tabib Heo duduk terpisah tersenyum, tabib Heo jadi salting ia pun makin menjauh hahaha. Young Rae tersenyum melihat tingkahnya.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Young Rae menyiapkan bekal yang dibawanya untuk Jin Hyuk di sebuah pendopo.
“Setiap kali aku mendengarnya, ada banyak sekali hal yang harus dipelajari.”ujar Young Rae. Jin Hyuk menyarakan daripada Young Rae hanya selalu mendengarkan dari belakang, kenapa ia tak ikut duduk?. Young Rae tak menjawab ia malah menyuruh Jin Hyuk makan. Jin Hyuk menikmati masakan yang dimasakkan Young Rae. Ia pun teringat kenangan saat ia makan masakan buatan Mi Na.
Jin Hyuk memuji masakan Young Rae, Young Rae pun tersenyum dengan pujian Jin Hyuk. Ia pun memberanikan diri bertanya tentang Mi Na. “Jadi...nama gadis itu Mi Na?”. Jin Hyuk terhenyak mendengarnya, Young Rae menjelaskan ia mendengar nama itu saat Jin Hyuk tak sadarkan diri menyebut nama Mi Na. Young Rae bertanya apakah Mi Na orang yang mirip dengannya dan kekasih Jin Hyuk?. Jin Hyuk terdiam, Young Rae jadi serba salah ia pun menjelaskan kalau ia hanya ingin tahu bagaimana seseorang yang sedang hilang ingatan bisa mengingatnya.
“Dia adalah wanita yang tidak ada di dunia ini. Meskipun aku ingin bertemu dengannya, aku tidak bisa.”jawab Jin Hyuk. Young Rae meminta maaf sudah menanyakan hal itu dan mempersilahkan Jin Hyuk melanjutkan makannya.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Ha Eung tersenyum lebar mendatangi Pal Yi. Melihat Hae Eung tersenyum Pal Yi menebak hal itu dikarenakan Ha Eung mendapatkan uang dan akan membayar hutang atau hanya menginginkan makanan gratis. “Kau,apa kau tidak ingin mendapatkan uang yang banyak?”selidik Ha Eung, tentu saja Pal Yi tak mempercayai kata-kata Ha Eung. Ia malah menyuruh anak buahnya mengusir Ha Eung. Ha Eung minta waktu untuk menjelaskannya. Ia mencoba meyakinkan Pal Yi, melihat perumpaan yang disebutkan Ha Eung akhirnya Pal Yi pun tertarik dan meminta Ha Eung mengatakannya dengan bahasa yang bisa ia mengerti.
“Di pelabuhan, ada banyak kapal yang masuk dan keluar setiap hari. Kau akan melihat tulisan-tulisan berharga, pembayaran dari pemilik kapal,barang-barang yang dibawa para kuli pemikul barang mintalah uang dari mereka.”jelas Ha Eung, jika hal itu dilakukan berapa banyak yang bisa Pal Yi kumpulkan dalam sehari?.
“Lalu, kau ingin kami meminta bayaran dari kuli-kuli pelabuhan? Tempat di mana para pejabat pemerintahan dan pedagang berkuasa?”tanya Pal Yi. Ha Eung membenarkan, karena hal itu tak terlalu susah baginya. “Para pejabat itu biar aku yang memberi pelajaran, sedang para pedagang yang membandel, kau yang hajar mereka”. Mendengar penjelasan Ha Eung, Pal Yi berguman apa Ha Eung sedang membual. Tetap saja Pal Yi tak percaya dengan kata-kata Ha Eung. Pal Yi malah menyarankan Ha Eung pergi ke tempat perjudian daripada bicara omong kosong jika kesulitan uang.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Ha Eung tak menyerah membujuk Pal Yi, “jika seseorang ingin berinvestasi dalam bisnis besar, bukankah dibutuhkan modal yang cukup besar?”. Mendengar “bisnis besar” tentu saja insting Pal Yi segera bekerja, ia pun menanyakan apa maksud Ha Eung?.
“Kita akan membicarakan soal detailnya nanti. Petama, kau butuh uang untuk memulainya”jawab Ha Eung. Ia hanya butuh persetujuan Pal Yi, tapi Pal Yi malah membuang muka. Ha Eung menebak apakah Pal Yi takut dengan pejabat pemerintahan?. Pal Yi menegaskan kalau ia tak takut dengan para pejabat pemerintahan. “Tentu saja aku tahu kemampuanmu!”puji Ha Eung, tiba-tiba anak buah Pal Yi (Gye Bak) datang saat Ha Eung ingin menjelaskan rencananya. Gye Bak membisikkan informasi yag diperolehnya. Mendengar itu Pal Yi tak tertarik dengan renncana Ha Eung lagi. Ia meminta Ha Eung tak membual lagi dan menyuruh memikirkan cara membayar hutangnya. Pal Yi bergegas pergi bersama Gye Bak dan tak lupa mengingatkan batas pembayaran hutang Ha Eung.
Ha Eung mengikuti kemana Pal Yi pergi. Kedua anak buah yang bersamanya berjaga di luar,ternyata Pal Yi menemui Young Hwi sembari membawa sekotak uang. Tak disangka informasi yang diberikan Gye Bak tadi mengenai kelompok Mo Myoung Gae, dari hal ini Pal Yi tahu kalau Young Hwi ketua kelompok tersebut. Young Hwi memandang tajam ke arah Pal Yi.
“Aku tidak tertarik dengan Mo Myoung Gae atau Yo Myoung Gae, jadi tidak usah khawatir.” Pal Yi menenangkan, ia pun memperkenalkan diri siapa dirinya. Tak ingin berlama-lama Young Hwi menyuruh Pal Yi berbicara soal bisnis. Untuk meyakinkan Pal Yi, Young Hwi membuka kotak penyimpanan barang curiannya, Pal Yi pun terhenyak melihat isinya.
Di luar Ha Eung masih memikirkan siapa yang ditemui Pal Yi, tak disangka seseorang sudah menodongkan pedang ke lehernya. Pal Yi keluar bersama Young Hwi, kedua anak buahnya menggotong kotak barang curian. “Bertemu seperti ini adalah takdir, ayo kita pergi minum ke suatu tempat. Akan kutraktir.”ajak Pal Yi. Tapi Young Hwi hanya diam saja. Tetiba Ha Eung sudah diseret salah satu anak buah Young Hwi dengan pedang dileher. Young Hwi segera memalingkan wajahnya begitu tahu siapa yang datang. Ha Eung meminta pertolongan Pal Yi, kalau mereka teman.
“Kau tak punya pekerjaan lain sampai mengikuti kemari?”hardik Pal Yi. Belum sempat Ha Eung menjelaskan, Young Hwi segera memotong apakah Pal Yi tak tahu kalau ia diikuti. Pal Yi mengatakan kalau ia tak ada hubungan dengan Ha Eung, jadi mereka bisa melakukan apa saja pada Ha Eung.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Ha Eung tak terima dengan ucapan Pal Yi, tapi ia tak bisa memberontak karena pedang makin menekan lehernya, Ha Eung pun sadar siapa yang ditemui Pal Yi. “Sarjana Hong? Bagaimana bisa…”
Kepalang basah Young Hwi pun menoleh ke arah Ha Eung hingga nampak jelas wajahnya. Pal Yi bertanya apakah mereka saling mengenal?. Young Hwi mendekat ke arah Ha Eung.
“Tuan. Anda tak pernah bertemu denganku di tempat ini.”ucap Young Hwi, ia mengacam Ha Eung secara halus kalau hidupnya ada di ujung lidahnya. Maksudnya jika ingin selamat Ha EUng tidak boleh membocorkan rahasia kalau Young Hwi ketua bandit. Young Hwi pun bergegas pergi bersama anak buahnya. Walau lehernya sudah terlepas dari pedang, namun Ha Eung masih syok mengetahui kenyataan pimpinan kelompok bandit adalah Young Hwi.
Young Hwi pulang ke rumah, ia segera merajuk meminta makan begitu melihat ibunya di luar.
Ibunya bertanya apa yang dilakukannya hingga ia langsung minta makan. Young Hwi menjawab walaupun ia sudah makan pasti ia lapar lagi karena ada sesuatu dalam perutnya, ia pun memukul-mukul perutnya. Ibunya segera memanggil Young Rae menyiapkan makanan untuk kakaknya. “Kau sudah pulang, Kak.”sapa Young Rae. Young Hwi pun meminta Young Rae membawakan makanan untuknya. Young Rae yang keluar rumah menghampiri ibu dan kakaknya berguman Jin Hyuk sebentar lagi pulang. Bo Nim, pelayan keluarga Hong datang mengatakan kalau Jin Hyuk akan makan di luar.
“Apa maksudmu?”tanya Young Rae.
“Tadi aku bertemu dengannya di jalan. Dia dan Pangeran Heung Seon akan pergi ke gibang.”jawab Bo Nim. Young Rae terhenyak mendengar kata gibang. Bo Nim menjelaskan begitu para tabib mendengar mereka akan ke gibang mereka semua tersenyum.
“Aku tidak suka apapun yang dia lakukan belakangan ini.”sahut Nyonya Hong.
“Gibang”batin Young Rae resah.
“Pangeran Heung Seon”batin Young Hwi.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Ha Eung membawa para tabib Hwal In Seo sampai di gibang. Para gisaeng menyambutnya, namun Ha Eung mencari-cari Choon Hong yang tak terlihat padahal ia sudah membawa pengunjung yang diinginkannya.
Tetiba Lady Jang, eh maksudnya Choon Hong (turun pangkat dia dari ratu di Dong Yi jadi gisaeng di sini :LOL) datang menyapa, tabib Heo terpana dengan kecantikan Choon Hong. Choon Hong menyapa Jin Hyuk secara khusus. “Anda sudah datang. Harusnya saya membawa Anda ke sini lebih cepat, tapi saya terlambat.”ucap Choon Hong.
Para tabib Hwal In Seo dijamu para gisaeng, tabib Heo bercengkrama dengan salah satu gisaeng yang bernama Yeon Shim. Tabib Heo mencoba memeriksa Yeo Shim.
“Ya ampun, Yeon Shim, lenganmu dingin sekali. Bagaimana bisa? Jangan dibiarkan, kenapa besok kau tidak ke balai pengobatan?”tanya tabib Heo. Ia akan membuatkan obat herbal yang telah diturunkan dari generasi ke generasi.
“Benarkah?”tanya Yeon Shim.
“Di balai pengobatan, kata-kataku selalu menjadi sayuran”jawab tabib Heo, semua teman2 dan gisaeng lain yang mendengarnya tertawa. Tahu tadi ia salah ucap tabib Heo meralatnya kalau yang dia maksud tadi aturan.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Di ruangan lain, Jin Hyuk dan Ha Eung dijamu Choon Hong secara khusus. Choon Hong menuangkan arak ke dalam cawan Jin Hyuk. Ia pun menceritakan saat Jin Hyuk sakit, ia datang ke To Mak untuk merawatnya. Jin Hyuk agak terkejut, Choon Hong pun bertanya apakah Young Rae tak mengatakannya. Jin Hyuk menjawab tidak, Choon Hong sudah bisa menduga hal itu. “Gadis itu punya seorang kakak laki-laki. Dia biasa dipanggil Sarjana Hong.”ujar Ha Eung tiba-tiba. Jin Hyuk mengiyakan, Ha Eung bertanya apakah kakak Young Rae masih sekolah?
“Sepertinya begitu.”jawab Jin Hyuk, Ha Eung nampak berpikir. Melihat hal itu Choon Hong bertanya apa Ha Eung meminjam uang untuk berjudi dari seorang pelajar.
“Tentu saja tidak! Bukan seperti itu…”
“Apapun itu. Gadis itu sangat cantik. Ekspresi wajah dan gerak tubuhnya selalu menampilkan selayaknya wanita bangsawan.”puji Choon Hong. Jin Hyuk berniat pamit pulang karena sudah larut malam. Choon Hong menahan Jin Hyuk.
“Jika Anda pergi seperti ini, saya akan sangat kecewa. Alasan saya ingin bertemu anda hari ini, adalah untuk berterima kasih pada anda karena sudah menyelamatkan saya hari itu”. Tapi Choon Hong juga punya permohonan lain. Choon Hong meminta Jin Hyuk melihat seorang pasien.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Choon Hong mengantar Jin Hyuk menemui pasien tersebut. Choon Hong membangunkan pasien yang tak lain salah seorang gisaeng. Wajah gisaeng itu penuh luka, ia pun menutupi wajahnya dengan kipas. Ha Eung yang ikut masuk seperti mengenali gisaeng tersebut. “Bukankah kau ini Gae Yang?”tanyanya.
Sontak gisaeng itu menoleh ke arah Ha Eung, Ha Eung pun yakin gisaeng itu Gae Yang. Ha Eung mendekati Gae Yang dan menanyakan apa yang terjadi padanya namun Gae Yang menghindar. Ia meminta Ha Eung jangan mendekat. Choon Hong memperkenalkan Jin Hyuk sebagai tabib terhebat di Joseon. Jin Hyuk mencoba memeriksa Gae Yang, tapi Gae Yang mencoba menghidar. Jin Hyuk menenangkannya. Jin Hyuk bertanya mulai kapan Gae Yang menderita sakit itu?. Choon Hong mengatakan kalau Gae Yang sakit mulai musim semi lalu dan ia menjadi seperti itu kurang lebih satu bulan. Awalnya Choon Hong mengira itu hanya semacam bintik merah atau ruam namun perlahan-lahan mulai menyebar dan bahkan bagian dalam mulutnya ikut melepuh. Dan sekarang sekujur tubuhnya membusuk. “Kenapa kau tidak menceritakannya sejak awal?”seru Ha Eung. Choon Hong ingin menjelaskan namun Gae Yang memotongnya, ia mengatakan kalau ia sendiri yang memintanya. “Gae Yang, yang pergi dari tempat ini untuk menjadi selir terkena penyakit yang membuat badannya membusuk, saya tidak ingin mendengar omongan seperti itu.”
Ha Eung mencoba memeluk Gae Yang namun Jin Hyuk melarangnya. Gae Yang menyuruh semua pergi meninggalkannya. Jin Hyuk bertanya apa ia ingat tamu terakhir yang ia layani. Mendengar pertanyaan Jin Hyuk, Gae Yang kesal ia membanting mangkuk disampingnya dan menyuruh semuanya keluar. Choon Hong mengajak Jin Hyuk dan Ha Eung keluar.
“Meskipun kami memeluk satu pria dengan pria lainnya demi uang, Anda pikir wanita seperti
kami tidak punya rasa malu?”seru Choon Hong. Jin Hyuk meminta maaf ia tak bermaksud seperti itu. “Lalu, kenapa kau menanyakan hal seperti itu? Apa ada hubungannya dengan penyakit itu?”tanya Ha Eung. Jin Hyuk mengatakan kalau penyakit itu sipilis (penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual). “Sipilis?”tanya Ha Eung tak mengerti. (Jyah ni dokter Ahn lupa ato gimana? Kan dulu pernah ketusuk jarum pasien yang kena sipilis, langsung panik apalagi Dal Hee tahu bwahahaha#gelundungan)
“Racunnya sangat kuat, hingga bisa mempengaruhi sistem pencernaan bahkan tulang, otot….maupun menyebabkan otak membusuk. Itu adalah penyakit yang sangat menyeramkan.”jelas Jin Hyuk. Dan penyakit itu menular saat seorang pria dan wanita tidur bersama. “Lalu apa hanya wanita seperti kami yang bisa tertular penyakit ini?”tanya Choon Hong. “Bukan itu maksudku.”jawab Jin Hyuk serba salah.
Ya, saat ini Joseon belum modern. Penyakit seperti Sipilis masih belum banyak tersebar.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Choon Hong mengatakan berbagai macam obat sudah mereka gunakan namun tak ada gunanya, karena Jin Hyuk sudah tahu penyakit ini, pasti ia tahu cara mengobatinya. Choon Hong dan Ha Eung mohon bantuan Jin Hyuk. “Aku juga belum menemukan cara yang tepat. Maafkan aku.”jawab Jin Hyuk. Di dalam kamar Gae Yang mencoba bertahan dari rasa dakit yang dideranya.
Di jaman modern, aku tidak pernah melihat penyakit ini berkembang sampai tahap itu. Kalau saja ada antibiotik seperti penisilin, pengobatan pasti bisa dilakukan.Tapi, penisilin belum ditemukan sampai 68 tahun ke depan. Meskipun melihat pasien menderita seperti itu,sekarang ini aku tidak bisa melakukan apa-apa.” Eh kok beda banget ya, nggak ngenalin banget kalau itu Park Ha Sun yang juga jadi ratu di Dong Yi :P, mantan Ratu2 di Dong Yi turun pangkat semua :LOL.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Jin Hyuk pulang bersama Ha Eung, “aku tidak pernah tahu kalau ada penyakit mengerikan seperti itu. Aku tidak pernah dengar yang seperti itu.”kata Ha Eung. Ha Eung memastikan apakah benar penyakit itu menular saat seorang pria dan wanita tidur bersama?. Jin Hyuk mengiyakan. “Pasti ada seseorang yang menularkan penyakit itu padanya, tapi aku tak bisa mencari tahu”ucap Jin Hyuk.
“Gae Yang berbeda dari gisaeng lainnya. Dia bukan tipe wanita yang tidur dengan sembarang pria.”ujar Ha Eung. Mendengar itu Jin Hyuk bertanya apa hubungan Ha Eung dengan Gae Yang.
Flashback==
Gae Yang menghibur para pejabat dengan tarian. Diantara pejabat itu ada Kim Dae Gun anak menteri Kim dan juga Ha Eung. Dae Gun mencoba merayu Gae Yang, namun Gae Yang terlihat tak suka,melihat itu Ha Eung mencoba membantu Gae Yang dengan muncul diantara keduanya. Dae Gun yang tak terima mendorong Ha Eung hingga terjatuh.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Gae Yang mengkompres kaki Ha Eung yang terluka karena jatuh tadi. Ha Eung berkata kalau seharusnya ia tak begitu saja menerima perlakuan Dae Gun, dan harus mencontoh Choon Hong.
Gae Yang mengatakan kalau Choon Hong bukan gisaeng biasa dan mungkin ia tak cocok jadi gisaeng. “Lalu,kau ingin keluar dari sini dan menjadi seorang selir?”tanya Ha Eung.
“Apa seorang wanita butuh banyak hal untuk bahagia? Kami tidak perlu bermain-main dengan bangsawan kaya, kami hanya butuh cinta sejati seorang pria. Itulah yang kami butuhkan”jawab Gae Yang.
“Jadi begitu. Sekarang aku tahu perasaanmu yang sesungguhnya, Gae Yang! Mulai sekarang aku berjanji padamu. Akan kukatakan bahwa kau ingin menjadi selir!”, Gae Yang yang tadinya berseri-seri menjadi cemberut mendengar kata-kata Ha Eung, ia meminta Ha Eung pergi membiarkannya sendiri.
Flashback End==

“Dia rapuh dan lugu. Bagaimana bisa dia mendapat penyakit mengerikan seperti itu? Kasihan Gae Yang.”guman Ha Eung.
Young Rae mencoba menyalakan api seraya menunggu Jin Hyuk harap-harap cemas, begitu tahu Jin Hyuk datang Young Rae berkonsentrasi dengan api yang dibuatnya padahal mah tadi lihat jalanan masuk terus hahaha. “Kau pasti tadi habis minum arak”tanya Young Rae. Jin Hyuk mengiyakan tapi sedikit. Lalu Yung Rae mengatakan kalau ia tak menyiapkan makan malam karena sudah pasti Jin Hyuk makan di gibang. “Aku lelah. Aku mau istirahat dulu.”ucap Jin Hyuk. Nampak kesal di raut wajah Young Rae.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Keesokannya di balai pengobatan Jin Hyuk menceritakan kondisi yang dialami Gae Yang pada tabib Heo. Tabib Heo menyebutnya sebagai pemphigus. “Pemphigus?”tanya Jin Hyuk. Tabib Heo menjelaskan itu disebut pemphigus (kelainan kulit melepuh autoimun yang dapat membahayakan nyawa), yang tercatat di buku medis Asia penyakit itu berasal dari Cina dan mulai menyebar. Jin Hyuk bertanya apa ada cara untuk menyembuhkannya di masa itu. Tabib Heo mengatakan menurut buku pengobatan Dong Eui ada obat untuk mengobati segala macam ruam tulang, darah maupun urat dengan mencampurkan tepung mutiara dengan Bi Bak Sam lalu merebusnya dengan air dan meminumnya. Namun kemanjuran resep tersebut tergantung seberapa parah penyakitnya, jika sudah sangat parah tak akan ada gunanya. Hal itu yang dibaca tabib Heo di buku namun ia belum pernah melihat sendiri pasien dengan penyakit semacam itu.
“Jadi ada juga penyakit yang tidak kau ketahui?”ledek Ik Joo.
“Aku tahu Gwejil. Aku bahkan mengalaminya sendiri.”jawab tabib Heo sedikit gusar. Sebelum kemarahan tabib Heo meledak Ik Joo bergegas pergi. Terlihat Young Rae tiba di balai pengobatan mendengar pembicaraan tadi.

Tabib Heo bertanya kenapa Jin Hyuk menanyakan hal itu. Jin Hyuk menjawab kalau ia melihat pasien dengan penyakit seperti itu di rumah gibang. Young Rae terhenyak mendengarnya.
“Ah, jadi karena itu kami tidak melihatmu?”selidik tabib Heo, ia pun hampir keceplosan dengan apa yang dilakukannya di rumah gibang, untuk mengalihkan pembicaraan tabib Heo menanyakan keadaan pasien itu. “Tidak bagus. Penyakitnya sudah menyebar”jawab Jin Hyuk.
“Oh, kalau penyakitnya separah itu, meskipun tabib Huh Joon bangkit dari kuburnya, tidak mungkin bisa kita mengobatinya.”ujar tabib Heo, tabib Heo juga bertanya apa Jin Hyuk tak tahu cara mengobatinya. Jin Hyuk mengatakan perlu ke sana lagi, tabib Heo bertanya untuk apa jika pasien sudah dalam keadaan buruk. Jin Hyuk mengatakan kalau ia harus mencegah penyebaran penyakit itu dan memeriksa apa ada gisaeng lainnya yang terkena penyakit itu. Tabib Heo tersadar dengan gisaeng yang disukainya, ia menyebutkan nama Yeon Shim dan mengatakan kalau ia sendiri yang harus memeriksanya. Ia bergegas pergi mengajak Jin Hyuk ke gibang. Saat Jin Hyuk menoleh dan melihat Young Rae ,ia terlihat canggung.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Young Rae memanggil Jin Hyuk yang sudah bersiap berangkat dengan tabib Heo. Young Rae mengatakan kalau ia ingin ikut pergi ke gibang.
“Tapi gibang….bukanlah tempat yang seharusnya didatangi oleh wanita dari keluarga bangsawan.”ujar tabib Heo menolak secara halus. “Kalau mau memeriksa wanita, bukankah akan lebih baik kalau aku yang melakukannya?”tanya Young Rae. Tabib Heo mengatakan benar juga yang dikatakan Young Rae, ia pun bergegas mengajak pergi. “Apa sungguh tak apa-apa?”tanya Jin Hyuk, Young Rae mengangguk meyakinkan.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Jin Hyuk beserta tabib Heo dan Young Rae tiba di gibang, para gisaeng memandang aneh Young Rae, mana ada wanita datang ke gibang hehehe. Yeon Shim menghalangi jalan Young Rae, Young Rae memintanya minggir. “Kenapa seorang wanita dari keluarga bangsawan datang ke tempat golongan rendah seperti ini dan menjejakkan kaki berharganya di sini?”tanya Yeo Shim, Jin Hyuk segera menengahi kalau Young Rae datang bersamanya. Tabib Heo membenarkan dan menambahkan kalau ia datang karena ia khawatir dengan Yeon Shim.
“Ini adalah tempat di mana hanya pria yang bisa masuk. Seperti adanya peraturan di rumah keluarga bangsawan, kami juga punya aturan di rumah gisaeng. Wanita yang bukan gisaeng tidak boleh masuk.”jelas Yeon Shim. Young Rae mengatakan kalau ia datang bukan sebagai seorang wanita,tapi untuk membantu tabib Jin. Yeon Shim bersikukuh kalau Young Rae adalah perempuan walau bagaimana pun jadi ia tak boleh masuk kecuali Young Rae bisa membuktikan kalau ia laki-laki. Sebelum Young Rae makin dipermalukan tiba Choon Hong menginterupsi, mempersilahkan rombongan Jin Hyuk masuk.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Jin Hyuk menceritakan alasan kedatangannya pada Choon Hoon yaitu memeriksa para gisaeng,untuk pencegahan sipilis menular. Choon Hong mengatakan kalau mereka baik2 saja dan sehat kenapa harus diperiksa?. Jin Hyuk menjelaskan kalau gejala awanya tidak terlihat secara fisik jadi mungkin mereka tak akan menyadarinya jadi dibutuhkan pemeriksaan lebih dalam.
“Kau ke sini bukan untuk mengintip bagian dalam tubuh kami, kan?”selidik Yeon Shim.
“Meskipun kami terkena penyakit itu, kau bilang tidak ada obatnya, kan?”tambah gisaeng lain. Jika rumor penyakit itu menyebar bisnis mereka bisa hancur. Yeo Shim dkk mulai tidak setuju. Jin Hyuk mencoba memberi pengertian kalau penyakit itu hanya berakibat pada mereka tapi juga bisa menular pada orang lain. Para gisaeng berbisik-bisik mereka tak mau melakukan tapi Choon Hoon mengatakan kalau ia bersedia diperiksa.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Choon Hong diperiksa oleh Young Rae dengan petunjuk yang diberikan oleh Jin Hyuk dari balik ruangan dengan pembatas tirai, paling suka lihat drama saeguk ornamennya itu lho artistic, kalau di jaman edo desain tataminya hahaha#gubraks. Young Rae meminta maaf karena harus melakukan pemeriksaan, karena itu dilakukan untuk mengetahui apakah Choon Hong mengidap penyakit sipilis atau tidak. “Nona. Kau pasti senang karena tidak perlu melakukan pemeriksaan seperti ini.”ujar Choon Hong menyembunyikan ketakutannya, sebenarnya Choon Hong sendiri takut, takut ia juga tertular. Pemeriksaan selesai, Choon Hong dinyatakan bersih dari penyakit sipilis, giliran yang lain mereka terlihat menghindar. Choon Hong mengatakan mereka bersikap seperti itu karena mereka takut melangkah karena tidak ada obatnya. Jin Hyuk mencoba memberi pengertian, namun terhenti ketika datang seorang gisaeng mengatakan kalau Choon Hong harus pergi ke ruang lain.
Choon Hong diikuti Jin Hyuk dan lainnya datang ke ruangan Gae Yang, di sana terlihat tabib Yoo memeriksa Gae Yang. Tabib Heo menyapa tabib Yoo dan menanyakan alasan tabib Agung berada di sana. Tabib Yoo malah balik bertanya apa kerja tabib Heo di balai pengobatan, seharusnya jika ditemukan penyakit yang langka harus dilaporkan padanya. Choon Hong merasa terhormat atas kedatangan tabib kerajaan memeriksa mereka. Tabib Yoo beralasan gibang adalah tempat di mana para bangsawan dan pejabat pemerintahan datang untuk beristirahat dari kerja keras mereka,kalau penyakit itu menyebar pada mereka, maka akan jadi bahaya yang akan menggoncangkan dasar negara. Lebay amat ni tabib Yoo hahaha.
Choon Hong membenarkan tapi tabib Jin sudah memeriksa mereka semua. Tak ingin kehilangan wibawa, tabib Yoo mengatakan kalau ia sendiri yang akan merawat Gae Yang dan menyuruh Jin Hyuk dkk pergi. Tabib Heo pamit undur diri dan mengajak Jin Hyuk pergi namun Jin Hyuk malah mendekat ke cawan tempat tabib Yoo menuangkan suatu cairan yang akan diberikan pada Gae Yang.
“Bukankah ini air raksa?”tanya Jin Hyuk memperhatikan air tersebut. “Apa kau memberinya air raksa?”tanyanya lagi. Tabib Yoo beralasan penyakit yang diderita Gae Yang sudah parah jadi tidak ada gunanya jika menggunakan obat yang biasa. Jadi ia harus mengobati penyakit beracun dengan racun. “Mungkin ini akan bekerja sementara, tapi nanti, akan menimbulkan sakit lain! Apa kau tidak tahu?”ujar Jin Hyuk. Tabib Heo meminta pada Jin Hyuk agar tak berbicara sembarangan karena tabib Yoo tabib kerajaan ia tahu apa yang dia lakukan.
“Kalau tahu, harusnya dia tidak menggunakannya! Ini akan membunuh pasien!”seru Jin Hyuk.
Tak ingin adu mulut tabib Yoo bertanya obat apa yang akan digunakan Jin Hyuk untuk mengobati penyakit seperti itu, sehingga ia berkata begitu. Jin Hyuk hanya diam,tabib Yoo menebak kalau Jin Hyuk tak punya solusinya. “Bukankah kau seperti itu juga saat Gwejil sedang merebak? Mereka sudah memuji kemampuan medismu terlalu tinggi. Tapi hasilnya hanya sebuah kegagalan!”sindir tabib Heo.

Tak ingin menjadi beban Gae Yang berniat meminum air raksa, namun segera dihalau Jin Hyuk.
“Lebih baik aku mati! Apa untungnya aku hidup seperti ini? Setiap hari aku hanya akan semakin memburuk! Lebih baik aku mati!”. Semua miris mendengar perkataan Gae Yang tentu saja terkecuali tabib Yoo.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Tabib Yoo mendatangi kroni-kroninya yang sudah menunggunya siapa lagi kalau bukan Dae Gun putra menteri Kim dan Beok Yi anteknya. Tabib Yoo melaporkan kalau hidup Gae Yang tak akan hidup lama, kondisinya pun memburuk hanya tinggal menunggu waktu kematian. Jadi Dae Gun tak perlu mengkhawatirkannya. Dae Gun lega mendengarnya. Beok Yi mengingatkan untuk jangan cepat terlena, bisa saja Gae Yang sadar ada yang tidak wajar dan ia membocorkannya.
“Apa yang diketahui seorang gadis sepertinya?! Kalau dia membocorkannya, itu akan jadi salahnya.”elak Dae Gun, Beok Yi kembali bertanya apakah ayahnya tahu mengenai masalah ini.
Dae Gung mengatakan apakah ayahnya perlu tahu penyakit seorang gisaeng?. Tabib Yoo mengatakan penyakitnya sudah tak mungkin bisa diobati dan umurnya tak lebih dari sebulan jadi Dae Gun tak perlu cemas. Karena tabib kerajaan mengatakan seperti itu Dae Gun percaya. Dae Gun berniat memberi sogokan namun tabib Yoo menolak, karena suatu saat ia pasti peru bantuan Dae Gun jadi ia bisa membalasnya saat itu.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Jin Hyuk dan tabib Heo tiba di Hwal In Seo, dan ternyata Kyung Tak telah menunggunya.
Jin Hyuk menghampiri Kyung Tak dan menanyakan alasan kedatangannya. Ternyata alasan Kyung Tak datang, ia tak terima Young Rae yang dari golongan bangsawan dan perempuan dibawa ke sana. “Kami memeriksa pada gisaeng untuk melihat apakah mereka mengidap penyakit atau tidak. Lebih baik perempuan yang memeriksanya daripada laki-laki yang memeriksa mereka.”jelas Jin Hyuk. Kyung Tak tahu hal itu, Young Rae melakukannya karena hatinya sungguh baik. Kyung Tak tak ingin terlalu banyak bicara dengan Jin Hyuk, ia pun berpesan walaupun Young Rae memohon padanya Jin Hyuk tak boleh membiarkannya masuk ke tempat seperti itu dan mengingatkan kenyataan bahwa Young Rae adalah tunangan Kyung Tak. “Aku tahu kalau dia adalah tunanganmu, tapi aku tidak bisa menghentikannya untuk datang ke sana.”kata Jin Hyuk tak takut dengan ancaman Kyung Tak.
Jin Hyuk menambahkan kalau Young Rae memiliki bakat dalam bidang medis dan ia sangat peduli pada pasiennya, jadi Kyung Tak tidak boleh menghalanginya. Kyung Tak bertanya apakah Jin Hyuk ingin menggoda tunangannya dengan kemampuan medisnya. Jin Hyuk memberi saran kalau Kyung Tak tunangannya, ia juga harus memikirkan apa yang diinginkan Young Rae.
“Apapun yang kuinginkan juga menjadi keinginan tunanganku. Kalau kau ingin tetap hidup, maka kau tidak boleh mengabaikan kata-kataku.”pesan Kyung Tak lalu pergi meninggalkan Hwal In Seo.
Sepeninggalan Kyung Tak tabib Heo mengumpat kalau ia ingin mengakupuntur Kyung Tak dengan jarum yang besar padahal mah tadi ketakutan hahaha. Tetiba Ik Joo datang memakan jeruk yang dibawanya padahal sudah berjamur, tabib Heo mengingatkan hal itu. Melihat jeruk yang berjamur Jin Hyuk mengingat sesuatu. Ia teringat saat menghadiri seminar mengenai pembuatan penisilin dari jamur bersama Mi Na. “Kenapa kau seperti ini? Apa kau baru kali ini melihat jamur?”tanya tabib Heo melihat perubahan di wajah Jin Hyuk. Tabib Heo ingin membuangnya karena jeruk itu sudah tidak bisa dimakan namun Jin Hyuk menahannya. Jin Hyuk membawa jeruk berjamur itu ke ruangannya.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Jamur hijau ...Saat pertama kali Fleming menemukan penisilin, itu ada di jamur hijau ini.
Dan saat kuliah itu, pasti… Jin Hyuk mencoba mengingat-ngingat kegiatan seminar yang dikutinya, ia teringat saat Mi Na membangunkannya, Jin Hyuk tertidur saat menghadiri seminar hahaha. Mi Na memperlihatkan penelitian penisilin bisa dibuat dari bahan alami walaupun jumlahnya sedikit.

Keesokannya di perpustakaan Mi Na memperlihatkan pada Jin Hyuk penemuan penisilin tanpa ilmu pengetahuan abad 21 dan tanpa zat kimia.
“Iya. Pasti ada cara untuk melakukannya.” Jin Hyuk bertekad membuat penisilin di era Joseon, ia mulai mengingat-ngingat dan menggambar alat apa saja yang dibutuhkannya. Tak puas dengan hasil gambar yang dibuatnya Jin Hyuk membuat ulang sampai kertas-kertas berserakan di ruangannya.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Ha Eung menemui Gae Yang di kamarnya, Gae Yang segera menyembunyikan wajahnya dengan kipas. Gae Yang bertanya untuk apa Ha Eung datang lagi.
“Pada kehidupan ini, kupikir aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi. Meskipun kau terkena
penyakit kejam ini, bisa menemuimu lagi benar-benar seperti mimpi.”
“Kalau ini mimpi, ini pasti mimpi buruk yang menjijikan.”
Ha Eung mengatakan kalau apa yang menimpa Gae Yang membuat hatinya terluka.
“Kenapa? Apa kau mau pergi ke pesta bangsawan untuk membuat pesta lebih meriah demi makanan? Bercerita tentang Gae Yan, si wanita malang….yang mengalami sebuah penyakit yang aneh?”
“Dasar bodoh. Kau bodoh. Begitu juga aku.”
Sebagai permintaan terakhirnya Gae Yang ingin Ha Eung pergi dan jangan mencarinya lagi.
Ha Eung melangkah pergi di depan pintu ia berhenti dan berkata,”sepanjang hidupku ini, ada satu hal yang sangat kusesali. Hari itu, saat aku berpura-pura tak tahu perasaanmu. Dan saat kau pergi, aku tidak bisa menghentikanmu. Meskipun aku menghentikanmu, aku tidak bisa memberimu tempat sebagai selir, atau bahkan memberimu kebahagiaan. Meskipun begitu, melihatmu pergi seperti itu, adalah salah satu penyesalan terbesarku. Maafkan aku. Maafkan aku, Gae Yang.” Gae Yang tak kuasa menteskan air matanya, langkah Ha Eung kembali terhenti mendengar kata2 Gae Yang. Gae Yang mengatakan kejadian yang membuatnya terkena penyakit yang saat ini dideritanya, ia menghibur orang barat karena diiming-imingi akan dijadikan selir dan dihapus dari daftar gisaeng, namun janjinya tak ditepati ia hanya mendapatkan uang sedikit dan tak pernah menjadi selir tapi malah mendapatkan penyakit sipilis.
Ha Eung bertanya apakah orang barat, apakah Gae Yang benar2 bertemu dengan orang barat.
Gae Yang mengiyakan dan orang itu seorang saudagar Cina, janjinya menjadikan selir hanya omong kosong belaka, Gae Yang hanya diberinya uang. Ha Eung pun memeluk Gae Yang untuk menenangkannya.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Pagi2 sekali Young Rae sudah datang ke balai pengobatan disambut tabib Heo. Young Rae mengatakan kalau ia khawatir karena Jin Hyuk tak pulang semalaman. Tabib Heo mengatakan Jin Hyuk mengurung dirinya di ruangan dan begadang semalaman. Tabib Heo juga mengatakan kalau sebelumnya ada pejabat pemerintah yang datang mengancam Jin Hyuk, nampaknya Young Rae tahu siapa orangnya, tetiba Jin Hyuk keluar ruangan dengan semangat 48 dan segera meminta disiapkan jamur hijau yang banyak. “Apa itu? Kenapa kau butuh jamur?”tanya Young Rae. Jin Hyuk mengatakan kalau ia berhasil, ia bisa membuat beberapa obat. “Membuat obat dengan jamur?!”tanya tabib Heo, Jin Hyuk mengiyakan. Walaupun sulit tapi itu tak mustahil, Jin Hyuk memperlihatkan rancangan penyulingan yang dibuatnya. Tabib Heo bertugas membuat peralatan seperti yang digambar Jin Hyuk, Young Rae mencari jamur dan Jin Hyuk sendiri akan kembali ke gibang.
Jin Hyuk bertemu Ha Eung yang sudah menunggunya di luar Hwal In Seo. Ha Eung bertanya mengenai penyakit Gae Yang. Ia memastikan apakah penyakit yang diderita Gae Yang karena Gae Yang tidur bersama orang berkulit putih. “Apa maksudmu orang barat?”tanya Jin Hyuk. Ha Eung mengangguk, ia mengatakan Gae Yang mengatakan kalau ia tidur dengan orang seperti itu.
“Jika memang begitu, maka kemungkinannya sangat besar karena penyakit ini belum tersebar di Joseon.” Jin Hyuk juga menambahkan kalau kemungkinan mereka bisa membuat obatnya.
Ha Eung memohon pada Jin Hyuk untuk menyelamatkan Gae Yang.
“Tolong selamatkan Gae Yang! Aku pasti akan menemukan si brengsek yang melakukan ini padanya.”ujar Ha Eung berapi-api.
Sesampainya di rumah Young Rae membuka-buka tempat perkakas dapur, Bo Nim pelayannya datang menanyakan apa yang dilakukan Young Rae. Young Rae pun menemukan nasi (?) yang telah berjamur, ia pun segera membungkusnya. Bo Nim mengatakan kalau Young Rae tak boleh memakannya.
“Mau itu nasi atau dumpling, kalau ada jamurnya, bawa ke sini!”pesan Young Rae, yang tentu saja membuat Bo Nim tak mengerti.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Jin Hyuk mengambil beberapa sample luka Gae Yang. Choon Hong bertanya kenapa Jin Hyuk menggambil luka Gae Yang. Jin Hyuk mengatakan kalau ia akan menguji obatnya dengan kuman milik pasien. Choon Hong kembali bertanya apakah Gae Yang bisa sembuh.
“Pertama, kita lihat apakah obat itu bisa dibuat. Kalau berhasil, maka dia bisa disembuhkan.”jawab Jin Hyuk. “Apa ada yang dapat saya lakukan untuk membantu?”tanya Choon Hong.
Jin Hyuk mengatakan dengan memberikan semangat pada pasien agar tak putus asa, itu sudah sangat membantu. Choon Hong terharu mendengarnya, Gae Yang bertanya apakah ia bisa kembali seperti sedia kala. Jin Hyuk berpesan agar Gae Yang bertekad keras dan ia akan berusaha yang terbaik.
Choon Hong mengantar Jin Hyuk keluar gibang, mereka bertemu dengan rombongan menteri Kim. Choon Hong menyapa menteri Kim, sebaiknya mereka memberi kabar sebelum datang.
“Aku datang karena aku ingin dengar suara gayagemmu.”jawab menteri Kim, menteri Kim juga menyapa Jin Hyuk. Tak ingin ada salah paham Jin Hyuk mengatakan kalau ia datang karena ada pekerjaan. "Memangnya selain untuk minum arak, apalagi yang bisa dilakukan di gibang?”tanya menteri Kim. Choon Hong mengatakan kalau ada gisaeng yang sakit dan Jin Hyuk sedang merawatnya. Mendengar itu Dae Gun nampak was2, menteri Kim bertanya siapa yang sakit.
Choon Hong menjelaskan kalau ada seorang gisaeng yang terkena penyakit mematikan, tapi Jin Hyuk bisa membuatkan obatnya.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Ha Eung dan Pal Yi the genk sedang mengawasi seseorang, mereka berniat menangkap orang itu. Tentu saja Pal Yi enggan karena tak aka mendapat bayaran, ia pun mengajak anak buahnya pergi. Namun bukan Ha Eung kalau tak punya cara, ia pun menggunakan barang terlarang (curian) yang disembunyikan Pal Yi untuk membujuk agar Pal Yi membantunya menangkap orang tadi.
“Aku melihatmu dengan jelas, aku penasaran bagaimana kau bisa mendapatkannya.”
Pal Yi menyuruh Ha Eung diam takut ada yang mendengar.
“Dan ini bukan barang yang biasanya kau beli. Kalau barang itu merupakan barang curian Mo Myoung Gae, maka polisi akan mencarimu sekarang.” Pal Yi mendekati Ha Eung kembali dan berkata,”ada pepatah ‘orang mati tak bisa bicara’.” “Apakah anda pernah mendengarnya?”tanyanya. Ha Eung malah mengartikan peribahasa itu dengan tepat sembari mengelus-elus janggutnya# duileh gayamu ahjusi wkwkkw.
Hal itu membuat Pal Yi geram namun tak bisa berbuat apa-apa.
Di Hwal In Seo, para tabib sibuk mempersiapkan pembuatan penisilin. Tabib Heo memastikan apakah jika mereka melakukan seperti yang digambar Jin Hyuk akan berhasil.
Jin Hyuk mengiyakan, obat itu akan menghentikan perkembangan dan membunuh kuman penyakit. Dan jika obat itu berhasil bukan hanya penyakit pada gisaeng saja, tapi penyakit lainnya yang susah disembuhkan pun akan sembuh. “Benar-benar mengagumkan. Kalau benar apa katamu, maka pasti akan ada obat yang bisa menyembuhkan apa saja!”kata tabib Heo. Mendengar kata-kata tabib Heo bahwa penemuan mereka bisa mengubah dunia, Jin Hyuk terhenyak menyadari sesuatu.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Terlihat Young Rae bersemangat menuju Hwal In Seo, Jin Hyuk ke kamarnya ia menyalakan ponselnya dan ajaib ponsel tersebut menyala Jin Hyuk bahagia melihatnya, btw itu kok baterainya bisa hidup ya wkkwkw #abaikan :LOL
Walaupun retak namun terlihat jelas foto dirinya dan Mi Na, namun kebahagian Jin Hyuk hanya sesaat ponselnya kembali mati hehehe. Saat dicoba kembali dinyalakan tak mau hidup.
Benda yang semestinya tak ada di masa ini…Meski begitu, aku…enggan ceroboh mencoba membuatnya. Obat yang dapat mengubah dunia. Jin Hyuk mengemasi kembali barang2 abad 21nya dan melihat gambar penyulingan yang dibuatnya.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Young Rae memanggil Jin Hyuk yang baru saja keluar ruangan.
“Dokter Jin! Aku membawakan jamur! Satu dari rumahku dan dari rumah tetanggaku, dan beberapa ada yang dari pemilik toko. Saat aku bilang jamur ini akan dibuat menjadi obat, mereka semua terkejut!”papar Young Rae. Namun Jin Hyuk nampak tak bersemangat, Young rae menanyakan ada apa. “Ini,tidak benar”jawab Jin Hyuk. Young Rae bertanya apa yang tidak benar dan maksud Jin Hyuk. “Ini akan gagal. Tidak akan berhasil.”
“Tapi, katanya kalau kami mengikuti yang ditunjukkan di kertas ...”, Jin Hyuk makin gamang dengan pikirannya ia pun meremas-remas gambar yang telah dibuatnya. Jin Hyuk bergegas pergi, Young Rae mengejarnya dan bertanya apa maksud Jin Hyuk tak bisa membuat obat penisilin?.
“Aku terlalu terburu-buru. Kita harus mengakhirinya di sini.”
Young Rae bertanya apakah mereka akan membiarkan Gae Yang meninggal. Jin Hyuk meminta maaf, karena ia tak yakin akan berhasil. Young Rae kesal bagaimana Jin Hyuk menyerah tanpa mencobanya dulu.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Tabib Yoo menemui Dae Gun, melaporkan kalau Jin Hyuk akan membuat obat penisilin.
Tabib Yoo mengatakan Dae Gun tak perlu khawatir, karenja tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit sipilis saat itu. Tabib Yoo juga yakin obat bukanlah sesuatu yang bisa dibuat dengan mudah. Dae Gun khawatir dengan kemampuan medis Jin Hyuk. Mendengar itu tabib Yoo tak suka, seharusnya sejak awal ia meminta bantuan Jin Hyuk saja. Dae Gun segera menahan tabib Yoo yang beranjak pergi. Dae Gun tak tenang selama sumber kekacauan yang dibuatnya masih hidup, tabib Yoo malah menyarankan agar membunuh Gae Yang, dibunuh atau tidak ada keputusan ada di tangan Dae Gun.
Dae Gun dan antek2nya datang ke gibang menemui Gae Yang, namun kamarnya sudah kosong.
“Bukankah kubilang padamu kalau dia menghilang?!”seru Choon Hong. Dae Gun bertanya di mana Gae Yang. “Kalau aku tahu, maka aku sudah menemukannya. Dia membawa barang-barangnya. Jika saja dia tahu bahwa tabib kerajaan akan merawatnya…Gae Yang pasti tak akan pergi”. Choon Hong menambahkan kalau Gae Yang ingin bunuh diri. Dae Gun dan antek2nya bergegas pergi dengan kesal, sementara Choon Hong menangisi kepergian Gae Yang. Dan ternyata itu hanya sandiwara Choon Hong saja, Yeo Shim memberitahukan kalau mereka sudah pergi. “Jika kita terlambat satu detik saja, sesuatu yang mengerikan bisa terjadi”kata Choon Hong.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Jin Hyuk menemui Ha Eung yang sudah bersama Gae Yang, Ha Eung menenangkan Gae Yang kalau ia akan aman di sana. Ha Eung menarik Jin Hyuk keluar, Ha Eung mengatakan kalau ia sudah tahu siapa yang membuat Gae Yang seperti itu. Dan pelakunya adalah putra menteri Kim Byung Hee yang tak lain Kim Dae Gun. “Kim Dae Gyun yang mengatur semuanya.”kata Ha Eung, Jin Hyuk tak mengerti.
“Kalau itu dia, kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan pada Gae Yang. Jadi, sampai dia sembuh biarkan dia tinggal di sini. Selain itu, tidak ada yang boleh tahu kalau dia ada di sini, siapapun itu.”
Ha Eung juga menanyakan perkembangan obatnya. Tapi Jin Hyuk malah mengatakan kalau obat itu tak pernah ada. “Apa maksudmu? Bukankah kau bilang kalau kau bisa membuat obat?”tanya Ha Eung. Tentu saja pembicaraan keduanya ini di dengar Gae Yang yang berada di dalam rumah. Jin Hyuk meminta maaf, ia tak bisa membuat obatnya.
Sinopsis  Time Slip Dr. Jin Episode 6
Ha Eung menarik Jin Hyuk menjauh, “Kenapa tidak bisa? Apa kau butuh banyak bahan?”tanyanya. “Katakan saja! Akan kuberikan apapun yang kau minta!”
“Obat itu adalah obat yang seharusnya TIDAK dibuat!”seru Jin Hyuk. Ha Eung bertanya apa maksud kata2 Jin Hyuk. “Terlalu banyak hal yang akan berubah terlalu cepat. Kalau obat itu dibuat, dunia, sejarah, bisa berubah.”jelas Jin Hyuk.
“Sejarah? Sejarah apa?! Bukankah kita yang membuat sejarah itu?! Kalau kau tidak suka, kau
bisa merubahnya semaumu! Apa yang kau takuti?!!?”seru Ha Eung bersemangat.

Akankah Jin Hyuk berhasil membuat penisilin di jaman joseon? Nantikan episode selanjutnya ya :P

*Uwahhh akhirnya kembali nyinop, setelah 2 minggu puasa nonton dan 3 minggu nulis gegara yukina sakit, tapi alhamdulilah aoi chan kembali ke pangkuan :LOL#lebay.
Suka dengan akting ahjusi, gayanya itu lho wkwkwk, dan aktingnya Choon Hong sebagai gisaeng mantep deh nggak kalah dengan Nokaze :P,padahal mah di Dong Yi nyebelin ya huehehe.~curcol :P, thanks to ganis dah bantu pikunya ya huehehe.

Thanks to doramax264,islandsubs, MINDS , Ganis
Written by Ari Aruto @PelangiDrama
Image by Ganis @PelangiDrama
Only Posted on pelangidrama.net
DON'T REPOST AT OTHER SITE/FANPAGE FB!
Read more...

[Sinopsis K-Drama] I Do I Do Episode 9

10 comments
*Sinopsis I Do, I Do Episode 9*

Pak dokter tak menyembunyikan kekhawatirannya. Ji An yang saat ia tinggalkan sedang sakit tiba-tiba tak ada di kantornya meninggalkan ponsel juga mobilnya. Ia hampir saja menelpon polisi atau menelpon ayahnya Ji An untuk menanyakan apa Ji An pulang ke Joo Gong rumah ortu Ji An.

Tae kang masuk dalam perbincangan, ia minta maaf karena dirinyalah yang memaksa mengajak Ji An pergi. Ji An merasa tak semestinya Tae kang minta maaf, juga tak semestinya Pak Dokter khawatir.

Pak Dokter dan Ji An pun mulai debat. Yang satu merasa wajar untuk khawatir, yang satu merasa bukan masalah besar hingga semestinya tak perlu di khawatirkan.

“Tidak Berhenti, berhenti…” Tae kang mendekati keduanya, “Kalian berdua saling mencintai” Ia lalu membuat tangan Ji An dan pak Dokter berpegangan…
“Mestinya kalian memikirkan si bayi juga” Tambah Tae kang tanpa basa-basi. Ia lalu pamitan dan pulang.

Tinggal pak dokter dan Ji An yang bingung. Keduanya kini tahu ada orang lain selain mereka, Jun Hee dan orang tua Ji An yang tahu Ji An hamil.Mereka gak tahu kalau Bb juga sudah tahu.
Pak Dokter tertawa, “Dia pikir aku ayahnya?”. Kok kayaknya pak Dokter seneng di anggap ayah si bayi.
Ji An minta maaf, ia yakin Tae kang salah mengerti. Ia memastikan kalau besok ia akan meluruskan kesalahpahaman itu. Sebelum berpisah, pak dokter memberikan semua pil kesehatan dan vitamin yang ia beli di apotek.

Tae kang ternyata belum pulang, ia sengaja menunggu pak Dokter. Tae kang kembali minta maaf, ia lalu menyelidik ingin tahu apa yang pak dokter lakukan di kantor tadi hingga Ji An menangis. Pak dokter menjawab, baginya Tae kang hanyalah orang yang ingin tahu urusan orang lain.
Keduanya lalu berkenalan secara resmi, berjabat tangan… tapi tunggu bukan jabat tangan biasa, melainkan saling meremas (mengukur kekuatan masing-masing).

Malamnya Ji An menghibur dirinya sendiri, ia mengkhawatirkan reaksi Tae kang jika Tae kang tahu bayi yang dikandungnya itu bayi Tae kang.
‘Tae kang antusias begitu tahu punya bayi, ia segera memluk Ji An dengan bahagia. Tae kang tak peduli pada keinginan Ji An untuk sendiri, ia bersama ayahnya malah ‘memaksa’masuk dalam kehidupan juga Apartemen Ji An. Ayah dan Tae kang masuk ke ruang sepatu dan takjub melihat koleksi sepatu Ji An. Keduanya berpikir kalau butuh uang, mereka sepatu-sepatu itu bisa dijual dengan harga mahal’.
Ji An menggelengkan kepala untuk menghilangkan bayangan buruknya…

Sementara itu Tae kang juga tak bisa tidur, ia masih memikirkan remasan pak dokter yang bisa di bilang kuat.
Bb terbangun, ia yang tahu Tae kang memikirkan Ji An memberi nasihat agar Tae kang berpikir waras. Tae kang akan terluka jika terus memupuk rasa suka pada wanita yang mengandung anak pria lain…

Esoknya Tae kang mengaku tahu kehamilan Ji An lewat foto USG yang ada di mobil Ji An. Ia tahu kalau foto itu foto bayi karena sama seperti foto USG bayi kembarnya Asisten Seol. Tapi Tae kang meyakinkan tak ada seorangpun yang tahu kehamilan Ji An bahkan Asisten Seol.Hm, Tae Kang lupa sama Bb.

Tae kang khawatir, bagaimana Ji An akan terus menyembunyikan kehamilannya? perutnya kan akan terus membesar? Ji An memastikan ia akan mengakui kehamilannya setelah acara kolaborasi selesai.

Tae kang mengerti, ia ikut lega karena ayah si bayi kan dokter kandungan. Ji An yang tadinya niat memberitahu mendadak kelu, ia hanya mampu menjawab “benar”.

Urusan pribadi selesai, kini saatnya kerja. Ji An minta Tae kang belajar karena akan ada ujian. Juga Tae kang mesti membuat sketsa seratus halaman setiap harinya. Tak hanya itu, Ji An juga minta Tae kang nelayani keluhan pelanggan.
Walau berkata siap dengan segala perintah Ji An, tak urung Tae kang waswas juga, bagaimana ia bisa menyelesaikan semua perintah Ji An??

Ji An memberi semangat, “Tunjukkan pada orang-orang yang menganggapmu rendah karena hanya lulusan SMA, dan mencapmu sebagai pecundang, juga pada orang yang memperlakukanmu dengan buruk, termasuk aku….. “
“Aku akan melakukannya…….. Tapi kau benar-benar harus membuatku jadi seorang desainer dalam sebulan!” Tekad Tae kang.

Berita bergabungnya Tae kang ke tim Ji An sebaliknya membuat Seol sedih, ia yang sudah menggadang-gadang akan masuk Tim Desain semalam mengatai atasannya elang botak. Ujung-ujungnya ia merasa rugi membeli daging panggang terbaik untuk pesta semalam dan meminta balik uangnya.
Tapi Tae kang optimis, baginya justru itu strategi, ia akan menjadi anak didik Ji An = baca = the next designer. Tae kang minta waktu sebulan. pelangidrama.net

Ji An datang ke RS, ia menemui pak Dokter. Ji An minta ijin untuk membiarkan Tae kang salah faham setidaknya sampai kolaborasi perusahaan selesai. Pak dokter tak menolak, tapi ia minta kompensasi, “Aku ingin mobil… “ Pak dokter ingin punya mobil yang bisa di pakai untuk berkemah (Karavan, seperti mobilnya tempat menginapnya LeeGak selama rumah atap di perbaiki), yang ada barnya juga bak mandi.
Ji An hampir tersedak melihat pak Dokter serius dengan permintaannya.

Ayah merekam suaranya saat menyebutkan komposisi kaki (tulang, ruas, ligamen, otot….), sementara di depannya Tae kang membuat sketsa sepatu.

Esoknya di kantor, Ji An mencoba mencari bahan yang pas untuk desainnya, tapi tak kunjung mendapatkan yang cocok. Ada satu hal yang mengganggu, tatapan nenek tua dalam lukisan. Ji An pun mengambil kertas dan menutupinya, wkwk.
Tae kang masuk ruangan Ji An, ia menyerahkan apa yang diminta Ji An, 100 lembar sketsa sepatu. Sayangnya Ji An yakin kalau sketsa itu sebagian bukan buatan Tae kang, ia minta Tae kang membuat sketsanya lebih banyak lagi. Selain itu ada kuis dadakan. Seperti 3 jenis lengkungan kaki dan jumlah tulang dalam buku-buku jari.. wew..

Walau Tae kang tadi protes, Jn puas karena ternyata hasil kuisnya tak buruk….

Ji An keluar dari ruangannya dan melihat seluruh Tim Desain bersiap-siap dengan pakaian santai. Mereka akan jalan-jalan untuk mencari ide, menerapkan ‘Bekerja seperti bermain’ ala Jake. Na Ri menawarkan Ji An ikut, Ji An menolak. Karena tak ikut, Na Ri minta Ji An yang menunggu telpon.

Tak mau jadi penjaga telpon, Ji An mengajak Tae kang piknik juga, tapi tak jauh, taman dekat kantor. Keduanya duduk di atas tikar. Tae kang heran Ji An kini tak memakai high heels lagi, ia ber-oh ria saat tahu pak Dokter yang minta.

Ngomong soal high heels, Tae kang (dan aku juga) heran kenapa cewek suka memakai higheels. Jika hanya ingin terlihat lebih tinggi, ada sepatu yang membuat pemakainya terlihat lebih tinggi, dan bisa juga memanfaatkan sol sepatu. “Aku ingin tahu mengapa mereka (kaum hawa) menyandarkan tubuh mereka pada tongkat yang tipis seperti sumpit!”
Setidaknya Tae kang mulai memakai ‘otak’nya, “Apa kau pernah mempertanyakannya pada ayahmu?”
“Tidak”

Pertanyaan Tae kang tak lagi di bahas, kini keduanya asyik menggambar…
Tae kang mulai menguap, lalu tertidur dengan earphone terpasang. Ji An ingin tahu apa yang di dengar Tae kang, ia tersenyum mendengar suara ayah Tae kang yang menjadi narator bahan pelajaran anatomi kaki. Tae Kang pekerja keras juga, mungkin itu isi pikiran Ji An.

Ji An mendekatkan selonjoran kakinya dengan kaki Tae kang, “Ankle, kakimu akan mirip siapa?”
Ji An kaget sendiri dengan pertanyaannya.

Kini keduanya nampak tertidur dengan kepala menyender, Tae kang terbangun duluan. Ia menegakkan kepalanya hingga kepala Tae kang tersandar di bahunya. Tae kang tergoda melihat Ji An, ia pun mencoba mencium Ji An. Sayangnya Ji An terbangun. Tae kang yang tergagap berdalih ada serangga di bibir Ji An. Ia seolah mengusir serangga di bibir Ji An dengan jarinya lalu menempelkannya di bibirnya sendiri. (maksudnya ciuman tak langsung gitu?)

Piknik di lanjutkan makan siang. Saat menunggu pesanan, pak dokter menelpon. Ji An tanpa memakan pesanannya membayarnya dan meninggalkan Tae kang, membiarkan Tae kang makan sendirian.
Saat pulang, Tae kang bertanya-tanya situasi darurat apa anatara Ji An dengan pak dokter hingga Ji An tak sempat menyentuh makanannya.

Pak Dokter memberitahu kalau dokternya Ji An harus ganti, ia keluar untuk mengenalkannya pada Ji An.Pak dokter kembali masuk, “Senang berkenalan dengan anda. Saya Jo Eun Sung, yang akan bertanggung jawab atas Anda, Nona Hwang Ji An….”. Haha, pak Dokter ini kenapa gak langsung aja sih?
Ji An bingung.
Pak dokter menyatakan kalau ia bersedia ikut perjalanan bisnis, menerima dan mengirim email, melayani pertanyaan melalui telepon, pokoknya dokter plus yang bisa mengikuti irama hidupnya Ji An.

Kenapa mesti pak dokter? Karena tak seorangpun dokter yang mau menangani pasien seperti Ji An. Tak pernah datang, bertanya kenapa ini boleh kenapa itu tidak boleh, minta penjelasan lebih, pokoknya Ji An telah di cap sebagai ‘ibu bermasalah’. pelangidrama.net

Bukannya Ji An menolak, tapi ia kan sungkan melebarkan kakinya di depan pria yang pernah kencan buta dengannya. Pak dokter tak masalah, banyak teman istrinya yang jadi pasiennya, walau awalnya canggung lama-lama akan biasa.
“Itu karena, orang-orang itu aneh” Sanggah Ji An
“Itu bukan karena mereka ‘aneh’, tapi karena mereka ibu…”

Ji An tetap tak mau pak Dokter jadi dokternya, jadi ia menemui Jun Hee untuk minta di carikan kenalan dokter kandungan yang lain. “Seseorang yang dapat ikut perjalanan bisnis, email, dan tidak banyak marah…. Seseorang yang nampak ceroboh, tetapi berlaku hati-hati dan serius. Dan pengalaman kerja harus lebih dari 10 tahun…. dan aku lebih suka perempuan. “. Kriterianya itu pak Dokter banget, kecuali yang bagian perempuan.

Tugas yang sangat sulit, bagi Jun Hee mencarikan Ji An pria yang punya banyak uang, cerdas dan berkepribadian baik juga tampan yang bisa mencintai Ji An selamanya, akan jauuuuh lebiiiih mudah.
Tapi Jun Hee tak bisa menyangkal pesona tas mewah sebagai hadiah untuk Jun Hee jika Jun Hee mendapatkan seorang dokter kandungan. Jun Hee pun langsung menyanggupi.

Ternyata piknik hanya taktik agar Tim Desain makin menyukai Jake, notabene Jake tak butuh orang-orang dari Tim desain untuk membantunya merancang. Ia bisa melakukannya sendiri.
Setelah siangnya menerima telpon dari istri presdir, Na Ri datang ke sebuah resto di hotel mewah. Ia terkejut yang menunggunya bukan ibu tirinya melainkan seorang pria muda. Jelas Ibu tirinya mengatur kencan buta untuknya, tepatnya menjodohkan, karena si pria sudah PD kalau mereka akan menikah.

Na Ri menggoda si pria, ia mengajak si Pria ‘masuk kamar’. Tentu saja si pria tak menolak. Na Ri minta pria itu naik duluan sementar ia akan menyusul. Sementara pria tadi naik, Na Ri pun segera kabur sambil terus menangis.

Sementara itu Tae kang merenung di puncak atap kantor, ia memikirkan Ji An yang punya bayi dengan pria lain. Tae kang berniat pergi, ia kaget saat ada seseorang di belakangngya, Na Ri.

Na Ri mengajak Tae kang minum bersama. Tae kang membawanya ke bar Bb. Akhirnya wajah Na Ri cerah dengan senyuman mendengarkan rayuan-rayuan Bb yang konyol.
Sementara itu Ayah Tae kang mengintip Tae kang yang bersama seorang gadis yang belum pernah di lihatnya.

Ji An pulang kerumahnya dan menemukan ibu yang sedang memasak untuknya. Ibu jelas mengkhawatirkan Ji An, ia bersedia menemani dan membantu Ji An melalui masa sulit kehamilan juga membesarkan anak. Ternyata bukan hanya ibu yang khawatir, ayah juga. Tapi ayah memilih menunggu ibu di luar karena belum siap bertemu Ji An.
Ji An menatap kedua orangtuanya dari jendela,. Ia bicara pada bayinya, “Ankle, saat kau dewasa nanti, jangan menyakiti orang tuamu seperti yang kulakukan. Oke?”

Setelah minum, Na Ri belum mau pulang, ia minta Tae kang menemaninya jalan-jalan. Mereka lalu memandang lampu malam kota.. Lewat obrolan, Na Ri tahu Tae kang tak punya ibu, ia berkelakar Tae kang pasti iri padanya karena ia punya DUA ibu…

Ibu kandung Na ri adalah seorang desainer highheel. Itu sebabnya ia ingin jadi seorang desainer juga. Tapi tak mudah. Tae kang menghibur, setidaknya Na Ri jadi bosnya para desainer…

Saat hendak pergi hak sepatu Na Ri patah. Tae kang menawari untuk membetulkannya, sementara ia mencopot sepatunya untuk di pakai Na Ri. Sepanjang perjalanan, Na Ri tak bosan menatap Tae kang yang sibuk berpikir.

Malamnya Tae kang berusaha memperbaiki sepatu Na Ri, tapi tak mudah. Bahkan ayah pun gagal membantu dan malah membuat bagian belakang sepatu itu robek. Lalu Tae kang yang panik berusaha mengambil septu yang dipegang ayah, makin rusaklah sepatu itu. Tae kang tersedu, itu sepatu milik wakil presiden. Ayah bingung, “jadi gadis yang tadi…..”

Jun Hee menerima tasnya atas jasanya mendapatkan dokter kandungan yang menerima panggilan. Ia meninggalkan Ji An menunggu sendiri dokernya.
Tebak siapa yang datang, PAK DOKTER!!.. wkwkwk. Ujung-ujungnya balik lagi ke pak Dokter.
“Dia akan mati” gumam Ji An yang kesal pada sahabatnya itu.
Ji An tetap menolak pak dokter, ia ingin dokternya adalah dokter perempuan. Pak dokternya cuek aja, mumpung ia bertemu Ji An ia mendata keadaan Ji An. pelangidrama.net

Tidurnya cukup atau tidak, minum obat dan vitaminnya atau tidak, bagaimana dengan air seni dan kotorannya. Saat tahu Ji An sembelit, pak dokter menyarankan Ji An makan makanan dengan banyak serat. Ia juga memberitahu agar Ji An tak menggaruk perutnya, daaaaaaaaaaan ganti BRA!. Pak dokter juga mendemonstrasikan Ji An memijat payudaranya jika merasa ada benjolan.

“Dari luar, ke arah dalam…. Di sini…. Ji An perhatikan ketika aku mengajarimu… Seperti ini, dari luar ke dalam ... “ Pak dokter terus mendemonstrasikan memijat-mijat dadanya sendiri. Yang ada Ji An risih dan KABUUUUUUUR!! Wkwk,

Sementara itu Tae kang terus berusaha membetulkan sepatu Na Ri. Bukannya bagus, ia merasa makin merusaknya. Maka Tae kang memberanikan diri menghadap Na Ri dan memberitahu ia tak bisa memperbaiki sepatu Na Ri. Ia bersedaia mengganti dan Na Ri bisa potong gajinya.
Na Ri dengan santai menjawab tak apa, tapi ia minta Tae kang merelakan sepatu yang dipinjam Na Ri semalam.
Tae kang keluar dari ruangan Na Ri dengan sumringah, ia membuang sepatu Na Ri yang menurutnya gagal diperbaiki.

Hari ini tugas dari Ji An makin berat. Untuk membuat Tae kang mengerti perasaan wanita yang memakai higheels, Ji An minta Tae kang membuat laporan pengalamannya memakai highheel seminggu.

Sebelum pergi Tae kang menanyakan apa Ji An akan segera menikah? Secara kan Ji An hamil.
Ini jawaban Ji An; ”Menikah…. Karena aku sudah tua? Karena orang tuaku menginginkannya? Karena semua orang melakukannya? Karena aku tak punya pilihan lain karena aku hamil?“ Pernikahan yang di landaskan hal-hal itu hanya akan jadi belenggu. Ji An telah mantap menjadi single parent.
Ji An mencoba membuat Tae kang mengerti dengan pilihannya, ia bertanya apa Tae kang tidak bahagia atau kesepian karena hanya punya ayah sebagai orang tuanya?
“Tidak…..” jawab Tae kang
“Itu menjawab pertanyaanmu, kan?”

Pak dokter menghilangkan stress dengan menatap bayi-bayi dalam ruang bayi. Ia sedang mempertimbangkan untuk mengadopsi anak.
“Wow, kau mengejutkanku… akan menikah, dan sekarang kau akan mengadopsi juga? kekuatan rudal yang luar biasa!!” sahut Dr. Yang

Sepatu yang dibuang Tae kang kedalam bak sampah di temukan ahjumma pembersih. Na Ri yang kebetulan lewat tertarik, ia membeli sepasang sepatu itu dari ahjuma.

“Wow, wow, wow…. Ini sangat mengesankan. Perusahaanmu membuat sepatu ini?” tanya Jake takjub.
“Ini bukan sepatu kami…. Seseorang memperbaiki sepatu kami” jawab Na Ri yang mengenali sepatu itu produksi perusahaannya.. Tapi ia teringat soal sepatunya semalam yang katanya tak bisa di perbaiki. “Tunggu sebentar……….”
Na Ri mulai mengenali kalau itu sepatu itu adalah sepatu miliknya.

Memenuhi tugas dari Ji An bukanlah hal yang mudah. Tae kang yang mencoba sepatu tinggi sambil melayani pembeli Bar Bb, berkali-kali hampir jatuh. Ia menarik perhatian para tamunya bar Bb.

Akhirnya Tae kang yang tak mau setengah-setengahpun berdandan, memakai gaun lengkap dengan heelnya dan berhasil menarik perhatian orang banyak. Hihi, Tae kang cantik.

Setelah mencoba bergaya perempuan, Tae kang malah makin bingung, apa yang wanita ingin dapatkan dari memakai sepatu yang menyakitkan??
“Mengapa memakai rok? Mengapa memakai stoking? Mengapa memakai make-up?.... jawab ayah adalah, 'untuk merayu laki-laki'... " .

Tae kang yang bicara dengan Bb di sebuah café, melihat pak dokter dengan seorang wanita. Tae kang mendidih melihat pak dokter akrab dengan wanita itu bakan memegang tangannya.

Padahal mah si wanita itu Jun Hee, ia sedang di demonstrasikan cara memijat ibu hamil lewat tangan. Jun Hee ngedumel, mestinya ayah si bayi yang melakukan itu, bukan dirinya. Ngomong soal ayah bayi, pak dokter ingin tahu apa Ji An masih kontak dengan ayah si bayi. Pak dokter kaget saat tahu ayah si bayi sekantor dengan Ji An. pelangidrama.net
“mungkinkah…” pikir pak dokter curiga…

Tiba-tiba pak dokter di pukul!! Ia melihat Tae kang yang telah memukulnya. Kini keduanya berhadap-hadapan. Sementara itu Ji An (yang baru datang) melihat keduanya…..
*^^*
dari ai Rf, special untuk pelangidrama.net
*^^*

* Sepertinya Na Ri yang tahu bakatnya Tae Kang duluan
* Err, perasaan alurnya kok lambat ya? padahal ini udah episode 9, tersisa 7 episode lagi. Ayahnya Tae Kang aja belum tahu bakal punya cucu. Dan Aku yakin si PEMBOCOR RAHASIA kehamilan Tae Kang ada di Bb!! setuju? dia kan ember, haha.
* Ekspresi perannya Pak dokter nanggung. Di bilang lucu enggak, terlalu serius juga enggak. Dia butuh sedikit sentuhan kharisma biar para penonton terpikat pada second lead man seperti dr. Yoon Pil Joon. Hayo ada yang inget gak dr. Yoon ada dimana???
* Na Ri pada Tae Kang, Tae Kang dan pak Dokter pada Ji An. Na Ri dan pak dokter gada connection ya...
* Tolong panggil kami para Author dengan nama kami, tidak dengan Min... Kebetulan tak ada Mintarjo, Darmin, Mimin atau Ngatimin di sini............. hehe
Read more...
 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here