Melihat daftar obat yang diberikan, Dr. Ahn bertanya siapa yang memberikan vitamin K pada pasien. Min Woo menjawab dirinya yang memberikan obat tersebut pada pasien. Mendengar jawaban Min Woo, Dr. Ahn menjadi marah besar. Min Woo berusaha membela diri sebab pasien saat itu mengalami pt (prothrombine time = waktu yang diperlukan untuk mengetahui berapa lama darah membeku) 5.0. Dr. Ahn marah karena dengan memberikan vitamin K pada pasien tersebut akan mempercepat pembekuan darah. Ia pun mengusir Min Woo keluar. Tiba - tiba kondisi pasien memburuk. Dr. Ahn pun segera memberikan pertolongan. Saat Dr. Ahn berusaha menolong pasiennya, Dal Hee dan Jae Bum mengamati jumlah vitamin K yang digunakan untuk pasien tersebut. Dal Hee lalu teringat bahwa sebelum menjalani operasi, pasien tersebut melakukan perjalanan bisnis dan duduk di pesawat selama 10 jam.
Setelah berhasil menyelamatkan pasien, Dr. Ahn kembali memarahi Min Woo. Ia menanyakan berapa banyak vitamin K yang diberikan pada pasien. Dal Hee menyela dan mengatakan penyebabnya bukan karena vitamin K namun DVT (deep vein thrombosis = pembekuan darah yang terjadi di vena dalam, biasanya di bawah tungkai). Ia pun mempersilahkan Dr. Ahn untuk mengeceknya. (Dal Hee ga takut dimarahi Dr. Ahn nih, keren hehehe).
Dr. Ahn tidak bisa menerima penjelasan Dal Hee namun akhirnya ia mau mengecek pasien sesuai penjelasan Dal Hee (hore, hahaha). Setelah dicek, ternyata diagnosa Dal Hee benar.
Dr. Ahn segera menginstruksikan para asistennya untuk mempersiapkan operasi, namun para asisten dan suster yang membantunya malah diam saja, hahahaha... Dr. Ahn pun kembali marah dan meminta mereka bergegas. Ia pun menanyakan keluarga pasien untuk segera diberitahunya. Setelah Dr. Ahn pergi, para asisten segera mengolok - olok Dr. Ahn.
Dokter yang menangani operasi pasien Jo Ara sedang memberikan penjelasan pada keluarganya. Belum selesai ia memberikan penjelasan, kondisi pasien menurun. Defibrillator segera digunakan, namun keadaan pasien semakin buruk. Dokter segera memompa jantungnya, namun pasien tidak tertolong. Dokter akhirnya mengumumkan waktu kematian pasien mereka. Jo Ara terlihat menyesal melihat pasiennya meninggal.
Dr. Ahn bertemu dengan Dr. Jo di lobi rumah sakit. Dr. Jo senang kembali bertemu dengan sahabatnya yang kini bekerja di rumah sakit yang sama. Ia pun menanyakan keadaan Dr. Ahn dan sebaliknya. Saat mereka bercakap - cakap, Dr. Lee melihat mereka. Ia memandang mereka dengan tatapan tidak suka. Dr. Lee pun mendekati mereka dan memberi jawaban tidak atas pertanyaan Dr. Jo. Mendengar jawaban Dr. Lee, Dr. Jo pun segera memakluminya. Setelah memberikan jawaban, Dr. Lee pun segera meninggalkan mereka berdua.
Saat para dokter magang berkumpul, mereka membicarakan pasien Ara yang meninggal. Dr. Jung yang juga menjadi asisten selama operasi merasa hal ini merupakan sesuatu yang berbeda dengan kasus kebanyakan. Jae Bum menanyakan pada Dal Hee apakah pasien yang dimaksud adalah pasien yang menolak dioperasi waktu itu? Dal Hee mengiyakan. Min Woo mengubah topik pembicaraan dengan menceritakan tentang Ara. Jae Bum yang mendengarnya agak kesal dengan Min Woo. Tiba - tiba yang dibicarakan masuk dan mengambil daging yang ada di meja.
Semua temannya bengong melihat Ara yang sepertinya tanpa beban setelah kematian pasiennya. Saat teman - temannya menanyakan perasaannya, ia merasa bahwa itu bukan masalah baginya. Dr. Jung bahkan menimpali bahwa suami pasien tersebut juga tidak menangis. Ara malah berkata bahwa suaminya pasti senang istrinya meninggal karena ia memang bermaksud untuk menceraikannya. Tinggal teman - temannya yang kaget melihat reaksi Ara seperti itu.
Namun ternyata Ara pura - pura tidak merasa sedih di depan teman - temannya. Saat ia sendirian, ia terus terbayang permintaan pasiennya sebelum ia dioperasi. Dal Hee masuk ke kamarnya melihat Ara yang bersiap tidur. Saat Dal Hee mengajaknya minum, Ara menolak. Ia memarahi Dal Hee agar tidak minum bir dan memintanya agar segera tidur dan mematikan lampu. Ia pun berbaring sambil melatih jari - jarinya menggunakan benang. (wah keren ya mereka, ga istirahat, ga tidur, ga di konferensi mereka selalu “bermain - main” dengan benang lho). Dal Hee segera naik ke bednya dan memperhatikan Ara dari atas. Setelah melihat Ara baik - baik saja, iapun berbaring sambil melakukan kegiatan yang sama dengan Ara. Namun setelah Dal Hee tidak memperhatikannya, Ara kembali membuka mata.
Pagi hari, Dr. Jo mengantar Seung Min berangkat sekolah. Dr. Jo masih teringat jawaban Dr. Lee kemarin dan membuat dirinya terlihat begitu lesu. Sementara Seung Min berjalan di belakangnya dan terlihat tidak sehat. Seung Min berteriak kepada ibunya bahwa ia lelah, namun Dr. Jo yang sedang tidak dalam kondisi mood yang baik justru memarahi Seung Min. Terlebih saat Seung Min menanyakan ayahnya. Dr. Jo pun bergegas menarik Seung Min agar berjalan lebih cepat.
Setelah mengantar Seung Min, Dr. Jo bertemu Dr. Ahn. Mereka sarapan sambil berbincang - bincang. Saat itu, Dr. Jo bercerita bahwa ia telah bercerai dari Dr. Lee. Dr. Ahn yang baru mendengarnya kaget.
Dal Hee masuk ke sebuah ruangan. Ia duduk di atas bed dan menyalakan lampu untuk belajar di sana. Saat lampu menyala, ternyata Dr. Lee telah duduk di sana sebelumnya tanpa sepengetahuan Dal Hee. Dr. Lee pun bertanya kenapa dia berada di sana. Dal Hee menjawab ia sering datang ke tempat itu untuk belajar, sebab suasana di situ tenang. Dal Hee pun menanyakan apa yang dilakukan Dr. Lee. Dr. Lee menjawab sebelum Dal Hee menemukan ruangan tersebut, ia telah lama menggunakannya. Setelah cukup bertanya dengan Dal Hee, Dr. Lee lalu meninggalkan Dal Hee sendiri di sana.
Saat akan keluar, tiba - tiba ia berbalik dan mendekati Dal Hee. Dal Hee sudah berfikir yang bukan - bukan namun ternyata Dr. Lee hendak mengambil handphonenya yang berada di belakang Dal Hee, hahaha
Pagi hari, rumah sakit telah sibuk dengan pasien gawat yang baru datang. Seorang pasien wanita yang baru saja tertembak. Setelah diperiksa, ternyata terjadi pendarahan di otaknya. Dokter yang merawat pasien tersebut menjelaskan kondisi pasien pada suaminya. Suaminya meminta agar istrinya dapat disembuhkan, namun dokter belum bisa menjamin, mereka harus melihat bagaimana hasil operasi yang akan dilakukan.
Belum selesai, tiba - tiba pasien lain datang. Ternyata pasien tersebut Seung Min. Ia pingsan saat berjalan di tangga. Dr. Hyun Bin memeriksa keadaan Seung Min dan menanyakan kondisinya pada guru yang mengantar ke sekolah. Dr. Hyun Bin mendiagnosa Seung Min mengalami kelelahan dan detak jantungnya abnormal (S3, S4), seperti pasien gagal jantung. Ia segera meminta untuk dilakukan pemeriksaan menggunakan sinar X. Jae Bum mengamati Seung Min dan merasa wajahnya familiar. Gurunya memberitahu bahwa ibunya bekerja di rumah sakit dan Seung Min berkata ibunya bernama Jo Moon Kyung.
Sementara itu, Dr. Jo sedang mengunjungi pasiennya yang sedang koma. Setelah diberitahu bahwa putranya masuk rumah sakit, ia segera berlari menuju tempat Seung Min dirawat. Sesampainya ia di sana, Dr. Jo segera memeluk Seung Min dan menenangkannya agar jangan takut. Setelah menenangkan Seung Min, Dr. Jo segera menemui Dr. Hyun Bin yang menangani Seung Min. Ia kaget mendengar Seung Min menderita DCMP (dilated cardiomyopathy = keadaan di mana jantung menjadi lemah dan membesar serta tidak dapat memompa darah secara efisien. Kondisi ini dapat mempengaruhi kinerja paru - paru, hati dan sistem tubuh lainnya). Dr. Jo meminta agar Seung Min ditangani oleh Dr. Ahn.
Jae Bum dan Ara sedang mengunjungi pasien untuk diperiksa keadaannya. Namun pasien Ara menolak diperiksa dan meminta dokter lain, terutama yang pria. Ara semakin kesal ketika pasiennya memanggilnya agassi (nona), bukan dokter. Ia pun marah - marah dan meninggalkan pasiennya. Jae Bum yang saat itu berada di ruangan yang sama buru - buru mengejar Ara. Ia lalu menegur Ara yang dua hari terakhir terlihat dalam mood yang buruk. Ara justru meledak mendengar teguran dari Jae Bum dan bergegas meninggalkannya.
Dr. Ahn memeriksa Seung Min menggunakan USG. Dr. Jo yang mengikuti pemeriksaan Seung Min terlihat sangat khawatir dengan hasilnya. Setelah Seung Min dibawa ke kamarnya, Dr. Ahn memberitahu kondisi Seung Min pada Dr. Jo. Ia memastikan bahwa Seung Min positif mengalami DMPC dan satu - satunya metode pengobatannya adalah transplatasi jantung. Dr. Jo menanyakan berapa lama Seung Min mengalami DMPC dan Dr. Ahn memperkirakan lebih dari 6 bulan atau 1 hingga 2 bulan dan ia berada di baris kedua untuk daftar penerima transplatasi. Oleh sebab itu, sebelum menerima transplatasi ia harus benar - benar menjaga kondisinya. Dr. Jo benar - benar terpukul mendengar kondisi Seung Min. Ia bahkan menyalahkan dirinya sendiri sebab ia tidak tahu kondisi putranya. Dr. Ahn menenangkan Dr. Jo dan menawarkan untuk memberitahu Dr. Lee. Dr. Jo menolak tawaran Dr. Ahn dan memintanya agar tidak mengatakan apapun pada Dr. Lee, yang membuat ia menceritakan alasan sebenarnya mereka bercerai bahwa Seung Min bukan anak biologis Dr. Lee.
Setelah selesai berbicara dengan Dr. Jo, Dr. Ahn menyusul para asistennya mengunjungi pasien. Di tempat yang sama, Dr. Lee juga sedang memeriksa pasiennya. Sebelum memeriksa pasiennya, Dr. Ahn memandang Dr. Lee dengan tatapan kurang suka. Pasien Dr. Ahn mengeluh sakit yang dirasakannya. Setelah berbicara dengan Min Woo tentang hasil pemeriksaan, Dr. Ahn menyimpulkan apa yang dirasakan pasien tersebut masih wajar dan akan memberikannya pereda sakit. Dr. Lee mendengar pembicaraan mereka. Setelah di luar, Dr. Lee mendatangi Dr. Ahn dan menegur bahwa pengobatan yang diberikan Dr. Ahn tidak tepat dan memintanya melakukan operasi, namun Dr. Ahn menolak nasihat dari Dr. Lee dan meminta agar ia tidak ikut campur dalam urusannya menangani pasien dan memintanya agar memberi perhatian pada Seung Min yang sedang sakit. Dr. Lee yang baru mendengarnya syok.
Dr. Lee berlari menuju kamar Seung Min dirawat. Di saat yang sama Dr. Jo hendak meninggalkan kamar Seung Min. Melihat mantan suaminya akan menengok Seung Min, Dr. Jo melarangnya masuk ke kamar Seung Min dan berkata bahwa Seung Min sudah bukan urusan Dr. Lee lagi.
Demi mengetahui kondisi Seung Min yang sebenarnya, Dr. Lee rela menunggu Dr. Ahn keluar dari ruang operasi untuk bertanya. Namun Dr. Ahn menyarankannya agar melihat dari EMR (Electronic Medical Record = data medis pasien yang telah dikomputerisasi). Dr. Lee tidak mau dan tetap meminta penjelasan dari Dr. Ahn, sayang Dr. Ahn malah menolak untuk memberitahu dengan alasan hal itu bukan urusan Dr. Lee lagi. Setelah beberapa langkah, Dr. Ahn berkata bahwa apa yang dilakukan Dr. Lee meninggalkan seorang anak kecil yang telah dibesarkannya meskipun tidak ada kaitan darah tidak dilakukan oleh binatang sekalipun. Mendengar perkataan Dr. Ahn, Dr. Leepun naik pitam dan meninju Dr. Ahn.
Empat dokter magang berkumpul bersama. Mereka membicarakan Seung Min yang didiagnosa menderita DMPC. Jae Bum berharap agar Seung Min segera mendapatkan donor sehingga ia bisa diselamatkan. Dal Hee menimpali ucapan Jae Bum dan berkata pasti mereka akan mendapatkan donor untuk Seung Min. Mendengar perkataan Dal Hee, Ara dengan sinis berkata bahwa hal itu bukan urusan mereka maka Dal Hee tidak perlu repot - repot ikut memikirkannya.
Dal Hee mengikuti dokter seniornya yang mengunjungi pasien mereka yang terkena luka tembak kemarin. Dokter senior menjelaskan kondisi pasien tersebut pada suaminya, bahwa pasien tersebut mengalami mati otak yang disebabkan karena banyaknya pendarahan dan kerusakan pada otak. Suami pasien tersebut menolak penjelasan dokter sebab detak jantung istrinya masih normal. Dokter menjelaskan bahwa hal itu dibantu oleh mesin yang ada dalam tubuh istrinya, sebab otak pasien sudah tidak bisa berfungsi. Melihat kondisi pasiennya, dokter menyarankan agar suami pasien tersebut berfikir untuk mendonorkan organnya yang masih berfungsi. Mendengar perkataan dokter, suami pasien tersebut marah dan mengancam dokter. Ia belum bisa menerima kondisi yang dialami oleh istrinya.
Dal Hee mengunjungi adiknya yang bekerja di cafe dekat rumah sakit. Ia bercerita tentang kondisi para pasiennya. Saat mereka sedang bercakap - cakap, ibu menelepon Mi Hee untuk menanyakan apakah weekend nanti ia akan pulang. Ibu lalu berencana akan berada di Seoul sebelum Dal Hee pulang. Mi Hee tentu saja menolak rencana ibunya sebab jika itu terjadi maka Dal Hee akan ketahuan tidak berada di London.
Dr. Lee berada di ruang sidang rumah sakit sambil mengingat perkataan Dr. Jo dan masa - masa indah mereka sebagai keluarga. Saat Dr. Lee akan menjenguk Seung Min, Dr. Jo tidak memperbolehkannya masuk.
Dal Hee menjenguk Seung Min. Ia bahkan berhasil membuat Seung Min tertawa bahagia melihat Dal Hee yang menghiburnya. Dal Hee berjanji akan mengunjungi Seung Min lagi lain kali.
Dr. Ahn akan melakukan operasi dan mencari asisten. Namun Min Woo tidak ada di tempat dan Dr. Hyun Bin juga akan melakukan operasi. Tidak ada yang lain kecuali Dal Hee. Awalnya Dr. Ahn menolak Dal Hee menjadi asistennya, namun akhirnya setelah ia memberi pertanyaan pada Dal Hee dan dapat dijawab dengan benar, akhirnya Dr. Ahn mengijinkannya menjadi asistennya dan memintanya bersiap - siap. Ternyata mereka akan mengoperasi bayi bernama Min Ji.
Dr. Ahn sedang bersiap - siap di ruangannya saat Dal Hee masuk. Dal Hee memberitahukan bahwa ibu Min Ji menghilang. Dr. Ahn lalu teringat ia bertemu dengan seorang ibu muda yang terburu - buru masuk ke dalam lift. Dr. Ahn pun segera mengambil jaketnya dan berlari tanpa menunggu Dal Hee menyelesaikan perkataannya. Ia berlari mengejar ibu Min Ji yang menurutnya belum jauh dari rumah sakit. Dal Hee pun ikut berlari mengejar Dr. Ahn. Di halte bus, Dr. Ahn akhirnya berhasil menangkap ibu Min Ji. Saat Dr. Ahn berbalik, ia melihat Dal Hee yang ikut berlari di belakangnya dan memberikan dua jempol padanya.
Di ruangannya, Dr. Ahn bertanya pada ibu Min Ji mengapa ia berniat meninggalkan anaknya. Ibu muda itu lalu beralasan bahwa ia seorang ibu yang tidak terikat pernikahan dan biaya operasi yang dibutuhkan juga cukup besar. Ia merasa tidak mampu untuk membesarkan anaknya. Mendengar alasan tersebut, Dr. Ahn memarahi ibu muda itu. Dr. Ahn meminta agar perempuan itu mau memberikan pernyataan untuk segera melakukan tindakan operasi pada putrinya, namun ibu itu menolak. Ia meminta surat perjanjian untuk menyerahkan haknya sebagai ibu kepada kantor pelayanan sosial. Saat Dal Hee memintanya untuk menandatangani terlebih dahulu surat pernyataan ia menolak. Mendengar permintaan ibu itu, Dr. Ahn meminta Dal Hee untuk mengambil surat pernyataan penyerahan hak asuh anaknya. Dal Hee pun dengan enggan meninggalkan mereka berdua.
Dr. Ahn : Saya mengetahui ada seseorang yang memiliki bayi prematur. Ia lahir lebih cepat dari Min Ji, hanya 26 minggu dan beratnya 1,7 kg. Ketika bayi itu lahir, paru - parunya tidak berfungsi dengan baik sehingga bayi itu tidak bisa bernafas. Anda bisa mengatakan bahwa bayi itu tidak normal. Setelah melahirkan, ibunya menyerahkan bayinya ke panti sosial. Bayi tersebut tinggal selama 3 bulan di inkubator. Seiring berjalannya waktu, hari demi hari... kulit, tulang dan paru - parunya berkembang semakin baik. Hingga akhirnya, bayi tersebut terlihat normal sama seperti bayi lainnya. Setelah sehat, pihak rumah sakit mengirimnya ke panti sosial. Meskipun bayi lahir prematur, namun bila dijaga dan dirawat dengan benar maka ia akan tumbuh sehat.Mendengar cerita Dr. Ahn, ibu Min Ji berharap semoga putrinya kelak akan tumbuh dengan sehat dan mendapatkan orangtua yang baik. Mendengar ucapan ibu Min Ji, Dr. Ahn kembali marah.
Ibu Min Ji : Lalu bagaimana anak itu sekarang? Apakah dia tumbuh dengan sehat?
Dr. Ahn : Ya, anak itu sudah dewasa. Ia telah menjadi dokter di rumah sakit. (T_T)
Dr. Ahn : Seperti apa orangtua yang baik itu? Orangtua yang baik menjaga anak - anak mereka sendiri saat mereka tumbuh dewasa.Dr. Ahn merenung seorang diri di teras rumah sakit. Saat ia berbalik, matanya menatap Prof. Lee yang sedang berjalan bersama asistennya. Dr. Ahn sepertinya menyimpan suatu kenangan dengan Prof. Lee. Tiba - tiba, Prof. Lee dihentikan oleh Prof. Seo yang pura - pura bersimpati atas penyakit yang diderita Seung Min. Namun akhirnya, ia menekan Prof. Lee untuk segera membangun pusat jantung di rumah sakit tersebut dengan alasan banyaknya kasus penyakit yang serupa dengan Seung Min. Setelah selesai berkata demikian, ia meninggalkan Prof. Lee yang kesal karenanya. (hahaha, prof Seo ini, menggunakan senjata yang jitu untuk “menyudutkan” lawannya).
Dal Hee dengan telaten memeriksa Min Ji. Ia bahkan menepuk - nepuk dada Min Ji untuk menenangkannya agar tertidur. Dal Hee dengan rutin memeriksa kondisi Min Ji lewat EMR serta belajar dari buku tentang penyakit yang diderita Min Ji. Namun tiba - tiba kondisi Min Ji memburuk saat operasinya akan dilaksanakan. Dr. Ahn bertanya mengapa hal ini bisa terjadi dan Dr. Hyun Bin berkata bahwa platelet (keping darah/trombosit) - nya mencapai 30.000 (normalnya keping darah berkisar antara 200.00 hingga 300.000 per mm3. Jika kurang dari jumlah normal akan menyebabkan pendarahan, namun jika lebih akan meningkatkan resiko trombositas). Dr. Ahn memarahi Dal Hee yang tidak mengetahui kondisi Min Ji tersebut. Dal Hee meminta maaf namun ia juga tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi karena dihari sebelumnya plateletnya normal. Dr. Ahn pun meminta agar Dal Hee mempersiapkan operasi setelah memarahinya tentu saja, hehe.
Pasien baru datang dan mengalami luka di panggulnya. Dr. Hyun Bin yang memeriksa merasa panggulnya retak dan meminta bantuan dokter bedah untuk segera melihat keadaan pasien sebab kondisinya semakin menurun. Sesaat pasien tersebut sadar. Ia bernama Jung Eun Joo. Luka yang dialaminya sepertinya serius, maka Dr. Hyun Bin segera memberitahukan keadaannya pada Eun Joo. Asistennya berkata dokter ortopedi tulang tidak bisa membantu mereka sebab saat ini ia sedang melakukan operasi. Eun Joo meminta pada para dokter untuk menjaga kakinya sebab ia bercita - cita seorang balerina. Ia mau mereka melakukan operasi pada kakinya terlebih dahulu. Namun Dr. Hyun Bin berkata yang paling penting mereka harus menghentikan pendarahannya terlebih dahulu. Saat mereka berdiskusi, ruang operasi telah siap. Dal Hee berusaha membujuk Dr. Hyun Bin agar menjaga kaki Eun Joo.
Di ruang operasi, Dal Hee berusaha membujuk para dokter yang mau membantunya menangani Eun Joo di operasi. Dal Hee berbicara saat para dokter itu sedang melakukan operasi. Tentu saja ia diminta keluar oleh dokter lainnya. Ara ternyata juga melakukan hal yang sama. Keduanya keluar masuk ruang operasi untuk mencari dokter yang bisa membantu mereka.
Akhirnya Dr. Lee mau membantu mereka berdua. Namun Dr. Lee merasa operasi tersebut bukan kemampuannya, sebab ada dua diagnosa untuk pasien tersebut. Mereka berdua berusaha meyakinkan Dr. Lee hanya dia yang bisa melakukannya. Dr. Lee tersebut heran dengan keduanya yang ngotot memintanya membantu menangani operasi tersebut, padahal mereka tidak mengenal pasien sebelumnya. Dal Hee dan Ara beralasan bahwa pasien tersebut masih muda dan memiliki mimpi menjadi balerina maka mereka berdua berusaha membantu pasien tersebut sebelum kondisinya semakin memburuk. Dr. Lee pun akhirnya mau mencoba melakukan operasi. Ia meminta keduanya membantu untuk menjadi asistennya dalam operasi ini.
Dal Hee menunggu lift. Saat pintu terbuka, ternyata ada Dr. Lee di dalamnya. Setelah Dal Hee masuk, Dr. Lee memuji pekerjaan Dal Hee. Dal Hee pun balas memuji dan mengucapkan terimakasih pada Dr. Lee sebab mau membantu mengoperasi Eun Joo. Dr. Lee pun akhirnya curhat pada Dal Hee mengapa ia mau membantu mengoperasi pasiennya. Ia beranggapan jika ia mau membantu maka Seung Min juga akan tertolong. Sayang hingga saat ini, ia belum pernah menengok Seung Min sebab Dr. Jo melarangnya menemui Seung Min. Namun ia berharap setelah ia membantu pasien tersebut, ia akan mendapatkan kesempatan bertemu Seung Min. Dr. Lee bahkan bertanya bagaimana penampilannya saat itu. Dal Hee memuji penampilan Dr. Lee.
Dr. Lee berdiri di depan kamar Seung Min. Ia meminta pada mantan istrinya agar dapat menemui Seung Min. Dari dalam, Seung Min melihat Dr. Lee datang dan berseru memanggilnya. Mendengar panggilan Seung Min, akhirnya Dr. Jo mengalah dan membiarkan Dr. Lee menemui anaknya. Di dalam, keduanya berpelukan sangat lama. Seung Min terlihat bahagia melihat appa-nya bersama dengan dirinya sekarang. Dr. Jo yang melihat keduanya dari luar hanya bisa menahan perasaannya.
Tiba - tiba kondisi Seung Min memburuk. Dr. Ahn dan asistennya buru - buru membawa Seung Min ke ruang ICU. Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Dr. Lee dan Dal Hee. Keduanya kaget melihat Seung Min dibawa menuju ICU. Dr. Lee bertanya apa yang terjadi dan Dr. Hyun Bin menjelaskan pada Dr. Lee keadaan Seung Min. Dr. Ahn hanya melihat sekilas Dr. Lee dengan tatapan kurang bersahabat.
Dr. Jo berlari menuju tempat Seung Min. Di sana, ia bertanya apa yang terjadi pada Seung Min pada Dr. Ahn. Dr. Ahn mengatakan bahwa kondisi Seung Min memburuk. Ejection fractionnya (persentase darah yang dipompa keluar dari hati) tidak mencapai 25%. Mendengar hal tersebut Dr. Lee menanyakan berapa sisa waktu yang tersisa sambil menunggu donor. Dr. Ahn berkata satu bulan dan Seung Min akan masuk dalam daftar penerima donor di urutan pertama. Mendengar penuturan Dr. Ahn, Dr. Jo syok dan meminta agar Dr. Ahn menyelamatkan putranya. Dr. Lee menyarankan bagaimana jika mereka menggunakan Ventricular Assist Device (perangkat yang dipakai untuk menggantikan sebagian atau keseluruhan fungsi jantung). Mendengar perkataan Dr. Lee seperti mengingatkan Dr. Jo. Ia mengusir Dr. Lee untuk meninggalkan Seung Min.
Dr. Hyun Bin memberikan instruksi pada Dal Hee untuk membantu pasien yang tertembak pindah ke rumah sakit lain. Ia diminta untuk membantu pernafasan pasien menggunakan ambu bag selama perjalanan menuju rumah sakit lain.
Dr. Jo menunggui Seung Min. Dr. Ahn yang baru saja datang memberitahu bahwa Seung Min telah ia pindahkan ke dalam daftar penerima donor urutan teratas. Ia juga meminta maaf atas kondisi Seung Min. Dr. Jo yang telah mereda emosinya mengatakan bahwa itu bukan kesalahan Dr. Ahn. Saat Dr. Jo berdiri, ia melihat pasien yang ditanganinya berada di depannya. Dr. Jo lalu menanyakan berapa usia yang cocok untuk menjadi cangkok jantung bagi Seung Min. Dr. Ahn menjawab sekitar 5 hingga 6 tahun lebih tua dari usia Seung Min. Dr. Jo berkata bagaimana bila berusia 13 tahun. Ia berkata ada seorang pasien yang mengalami mati otak dan ia meminta tolong Dr. Ahn untuk membantunya meyakinkan ibu pasien tersebut agar mau mendonorkan jantungnya bagi Seung Min.
Sementara ambulans yang membawa pasien tertembak dibantu Dal Hee meninggalkan rumah sakit.
Thanks to : withs2 & doramax264
Written by Yohana @PelangiDrama
Capture image by Ari Aruto@PelangiDrama
Posted only on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!
























































































