[Sinopsis K-Drama] Surgeon Bong Dal Hee Episode 4

0 comments

Surgeon Bong Dal Hee episode 4
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dal Hee dan Jae Bum memasuki ruang ICU. Saat mereka masuk, terlihat Dr. Ahn, Min Woo dan Dr. Hyun Bin sedang berusaha menyelamatkan pasien. Dal Hee dan Jae Bum pun mendekat. Setelah berhasil menyelamatkan pasien tersebut, Dr. Ahn segera meminta penjelasan dari para asistennya. Namun Dr. Hyun Bin juga tidak mengetahui penyebabnya. Dr. Ahn pun marah mendengar jawaban Dr. Hyun Bin. Ia segera meminta dibukakan data histori pasien.
Melihat daftar obat yang diberikan, Dr. Ahn bertanya siapa yang memberikan vitamin K pada pasien. Min Woo menjawab dirinya yang memberikan obat tersebut pada pasien. Mendengar jawaban Min Woo, Dr. Ahn menjadi marah besar. Min Woo berusaha membela diri sebab pasien saat itu mengalami pt (prothrombine time = waktu yang diperlukan untuk mengetahui berapa lama darah membeku) 5.0. Dr. Ahn marah karena dengan memberikan vitamin K pada pasien tersebut akan mempercepat pembekuan darah. Ia pun mengusir Min Woo keluar. Tiba - tiba kondisi pasien memburuk. Dr. Ahn pun segera memberikan pertolongan. Saat Dr. Ahn berusaha menolong pasiennya, Dal Hee dan Jae Bum mengamati jumlah vitamin K yang digunakan untuk pasien tersebut. Dal Hee lalu teringat bahwa sebelum menjalani operasi, pasien tersebut melakukan perjalanan bisnis dan duduk di pesawat selama 10 jam.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Setelah berhasil menyelamatkan pasien, Dr. Ahn kembali memarahi Min Woo. Ia menanyakan berapa banyak vitamin K yang diberikan pada pasien. Dal Hee menyela dan mengatakan penyebabnya bukan karena vitamin K namun DVT (deep vein thrombosis = pembekuan darah yang terjadi di vena dalam, biasanya di bawah tungkai). Ia pun mempersilahkan Dr. Ahn untuk mengeceknya. (Dal Hee ga takut dimarahi Dr. Ahn nih, keren hehehe).
Dr. Ahn tidak bisa menerima penjelasan Dal Hee namun akhirnya ia mau mengecek pasien sesuai penjelasan Dal Hee (hore, hahaha). Setelah dicek, ternyata diagnosa Dal Hee benar.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dr. Ahn segera menginstruksikan para asistennya untuk mempersiapkan operasi, namun para asisten dan suster yang membantunya malah diam saja, hahahaha... Dr. Ahn pun kembali marah dan meminta mereka bergegas. Ia pun menanyakan keluarga pasien untuk segera diberitahunya. Setelah Dr. Ahn pergi, para asisten segera mengolok - olok Dr. Ahn.
Dokter yang menangani operasi pasien Jo Ara sedang memberikan penjelasan pada keluarganya. Belum selesai ia memberikan penjelasan, kondisi pasien menurun. Defibrillator segera digunakan, namun keadaan pasien semakin buruk. Dokter segera memompa jantungnya, namun pasien tidak tertolong. Dokter akhirnya mengumumkan waktu kematian pasien mereka. Jo Ara terlihat menyesal melihat pasiennya meninggal.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dr. Ahn bertemu dengan Dr. Jo di lobi rumah sakit. Dr. Jo senang kembali bertemu dengan sahabatnya yang kini bekerja di rumah sakit yang sama. Ia pun menanyakan keadaan Dr. Ahn dan sebaliknya. Saat mereka bercakap - cakap, Dr. Lee melihat mereka. Ia memandang mereka dengan tatapan tidak suka. Dr. Lee pun mendekati mereka dan memberi jawaban tidak atas pertanyaan Dr. Jo. Mendengar jawaban Dr. Lee, Dr. Jo pun segera memakluminya. Setelah memberikan jawaban, Dr. Lee pun segera meninggalkan mereka berdua.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Saat para dokter magang berkumpul, mereka membicarakan pasien Ara yang meninggal. Dr. Jung yang juga menjadi asisten selama operasi merasa hal ini merupakan sesuatu yang berbeda dengan kasus kebanyakan. Jae Bum menanyakan pada Dal Hee apakah pasien yang dimaksud adalah pasien yang menolak dioperasi waktu itu? Dal Hee mengiyakan. Min Woo mengubah topik pembicaraan dengan menceritakan tentang Ara. Jae Bum yang mendengarnya agak kesal dengan Min Woo. Tiba - tiba yang dibicarakan masuk dan mengambil daging yang ada di meja.
Semua temannya bengong melihat Ara yang sepertinya tanpa beban setelah kematian pasiennya. Saat teman - temannya menanyakan perasaannya, ia merasa bahwa itu bukan masalah baginya. Dr. Jung bahkan menimpali bahwa suami pasien tersebut juga tidak menangis. Ara malah berkata bahwa suaminya pasti senang istrinya meninggal karena ia memang bermaksud untuk menceraikannya. Tinggal teman - temannya yang kaget melihat reaksi Ara seperti itu.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Namun ternyata Ara pura - pura tidak merasa sedih di depan teman - temannya. Saat ia sendirian, ia terus terbayang permintaan pasiennya sebelum ia dioperasi. Dal Hee masuk ke kamarnya melihat Ara yang bersiap tidur. Saat Dal Hee mengajaknya minum, Ara menolak. Ia memarahi Dal Hee agar tidak minum bir dan memintanya agar segera tidur dan mematikan lampu. Ia pun berbaring sambil melatih jari - jarinya menggunakan benang. (wah keren ya mereka, ga istirahat, ga tidur, ga di konferensi mereka selalu “bermain - main” dengan benang lho). Dal Hee segera naik ke bednya dan memperhatikan Ara dari atas. Setelah melihat Ara baik - baik saja, iapun berbaring sambil melakukan kegiatan yang sama dengan Ara. Namun setelah Dal Hee tidak memperhatikannya, Ara kembali membuka mata.
Pagi hari, Dr. Jo mengantar Seung Min berangkat sekolah. Dr. Jo masih teringat jawaban Dr. Lee kemarin dan membuat dirinya terlihat begitu lesu. Sementara Seung Min berjalan di belakangnya dan terlihat tidak sehat. Seung Min berteriak kepada ibunya bahwa ia lelah, namun Dr. Jo yang sedang tidak dalam kondisi mood yang baik justru memarahi Seung Min. Terlebih saat Seung Min menanyakan ayahnya. Dr. Jo pun bergegas menarik Seung Min agar berjalan lebih cepat.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Setelah mengantar Seung Min, Dr. Jo bertemu Dr. Ahn. Mereka sarapan sambil berbincang - bincang. Saat itu, Dr. Jo bercerita bahwa ia telah bercerai dari Dr. Lee. Dr. Ahn yang baru mendengarnya kaget.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dal Hee masuk ke sebuah ruangan. Ia duduk di atas bed dan menyalakan lampu untuk belajar di sana. Saat lampu menyala, ternyata Dr. Lee telah duduk di sana sebelumnya tanpa sepengetahuan Dal Hee. Dr. Lee pun bertanya kenapa dia berada di sana. Dal Hee menjawab ia sering datang ke tempat itu untuk belajar, sebab suasana di situ tenang. Dal Hee pun menanyakan apa yang dilakukan Dr. Lee. Dr. Lee menjawab sebelum Dal Hee menemukan ruangan tersebut, ia telah lama menggunakannya. Setelah cukup bertanya dengan Dal Hee, Dr. Lee lalu meninggalkan Dal Hee sendiri di sana.
Saat akan keluar, tiba - tiba ia berbalik dan mendekati Dal Hee. Dal Hee sudah berfikir yang bukan - bukan namun ternyata Dr. Lee hendak mengambil handphonenya yang berada di belakang Dal Hee, hahaha
Pagi hari, rumah sakit telah sibuk dengan pasien gawat yang baru datang. Seorang pasien wanita yang baru saja tertembak. Setelah diperiksa, ternyata terjadi pendarahan di otaknya. Dokter yang merawat pasien tersebut menjelaskan kondisi pasien pada suaminya. Suaminya meminta agar istrinya dapat disembuhkan, namun dokter belum bisa menjamin, mereka harus melihat bagaimana hasil operasi yang akan dilakukan.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Belum selesai, tiba - tiba pasien lain datang. Ternyata pasien tersebut Seung Min. Ia pingsan saat berjalan di tangga. Dr. Hyun Bin memeriksa keadaan Seung Min dan menanyakan kondisinya pada guru yang mengantar ke sekolah. Dr. Hyun Bin mendiagnosa Seung Min mengalami kelelahan dan detak jantungnya abnormal (S3, S4), seperti pasien gagal jantung. Ia segera meminta untuk dilakukan pemeriksaan menggunakan sinar X. Jae Bum mengamati Seung Min dan merasa wajahnya familiar. Gurunya memberitahu bahwa ibunya bekerja di rumah sakit dan Seung Min berkata ibunya bernama Jo Moon Kyung.
Sementara itu, Dr. Jo sedang mengunjungi pasiennya yang sedang koma. Setelah diberitahu bahwa putranya masuk rumah sakit, ia segera berlari menuju tempat Seung Min dirawat. Sesampainya ia di sana, Dr. Jo segera memeluk Seung Min dan menenangkannya agar jangan takut. Setelah menenangkan Seung Min, Dr. Jo segera menemui Dr. Hyun Bin yang menangani Seung Min. Ia kaget mendengar Seung Min menderita DCMP (dilated cardiomyopathy = keadaan di mana jantung menjadi lemah dan membesar serta tidak dapat memompa darah secara efisien. Kondisi ini dapat mempengaruhi kinerja paru - paru, hati dan sistem tubuh lainnya). Dr. Jo meminta agar Seung Min ditangani oleh Dr. Ahn.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Jae Bum dan Ara sedang mengunjungi pasien untuk diperiksa keadaannya. Namun pasien Ara menolak diperiksa dan meminta dokter lain, terutama yang pria. Ara semakin kesal ketika pasiennya memanggilnya agassi (nona), bukan dokter. Ia pun marah - marah dan meninggalkan pasiennya. Jae Bum yang saat itu berada di ruangan yang sama buru - buru mengejar Ara. Ia lalu menegur Ara yang dua hari terakhir terlihat dalam mood yang buruk. Ara justru meledak mendengar teguran dari Jae Bum dan bergegas meninggalkannya.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dr. Ahn memeriksa Seung Min menggunakan USG. Dr. Jo yang mengikuti pemeriksaan Seung Min terlihat sangat khawatir dengan hasilnya. Setelah Seung Min dibawa ke kamarnya, Dr. Ahn memberitahu kondisi Seung Min pada Dr. Jo. Ia memastikan bahwa Seung Min positif mengalami DMPC dan satu - satunya metode pengobatannya adalah transplatasi jantung. Dr. Jo menanyakan berapa lama Seung Min mengalami DMPC dan Dr. Ahn memperkirakan lebih dari 6 bulan atau 1 hingga 2 bulan dan ia berada di baris kedua untuk daftar penerima transplatasi. Oleh sebab itu, sebelum menerima transplatasi ia harus benar - benar menjaga kondisinya. Dr. Jo benar - benar terpukul mendengar kondisi Seung Min. Ia bahkan menyalahkan dirinya sendiri sebab ia tidak tahu kondisi putranya. Dr. Ahn menenangkan Dr. Jo dan menawarkan untuk memberitahu Dr. Lee. Dr. Jo menolak tawaran Dr. Ahn dan memintanya agar tidak mengatakan apapun pada Dr. Lee, yang membuat ia menceritakan alasan sebenarnya mereka bercerai bahwa Seung Min bukan anak biologis Dr. Lee.
Setelah selesai berbicara dengan Dr. Jo, Dr. Ahn menyusul para asistennya mengunjungi pasien. Di tempat yang sama, Dr. Lee juga sedang memeriksa pasiennya. Sebelum memeriksa pasiennya, Dr. Ahn memandang Dr. Lee dengan tatapan kurang suka. Pasien Dr. Ahn mengeluh sakit yang dirasakannya. Setelah berbicara dengan Min Woo tentang hasil pemeriksaan, Dr. Ahn menyimpulkan apa yang dirasakan pasien tersebut masih wajar dan akan memberikannya pereda sakit. Dr. Lee mendengar pembicaraan mereka. Setelah di luar, Dr. Lee mendatangi Dr. Ahn dan menegur bahwa pengobatan yang diberikan Dr. Ahn tidak tepat dan memintanya melakukan operasi, namun Dr. Ahn menolak nasihat dari Dr. Lee dan meminta agar ia tidak ikut campur dalam urusannya menangani pasien dan memintanya agar memberi perhatian pada Seung Min yang sedang sakit. Dr. Lee yang baru mendengarnya syok.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dr. Lee berlari menuju kamar Seung Min dirawat. Di saat yang sama Dr. Jo hendak meninggalkan kamar Seung Min. Melihat mantan suaminya akan menengok Seung Min, Dr. Jo melarangnya masuk ke kamar Seung Min dan berkata bahwa Seung Min sudah bukan urusan Dr. Lee lagi.
Demi mengetahui kondisi Seung Min yang sebenarnya, Dr. Lee rela menunggu Dr. Ahn keluar dari ruang operasi untuk bertanya. Namun Dr. Ahn menyarankannya agar melihat dari EMR (Electronic Medical Record = data medis pasien yang telah dikomputerisasi). Dr. Lee tidak mau dan tetap meminta penjelasan dari Dr. Ahn, sayang Dr. Ahn malah menolak untuk memberitahu dengan alasan hal itu bukan urusan Dr. Lee lagi. Setelah beberapa langkah, Dr. Ahn berkata bahwa apa yang dilakukan Dr. Lee meninggalkan seorang anak kecil yang telah dibesarkannya meskipun tidak ada kaitan darah tidak dilakukan oleh binatang sekalipun. Mendengar perkataan Dr. Ahn, Dr. Leepun naik pitam dan meninju Dr. Ahn.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Empat dokter magang berkumpul bersama. Mereka membicarakan Seung Min yang didiagnosa menderita DMPC. Jae Bum berharap agar Seung Min segera mendapatkan donor sehingga ia bisa diselamatkan. Dal Hee menimpali ucapan Jae Bum dan berkata pasti mereka akan mendapatkan donor untuk Seung Min. Mendengar perkataan Dal Hee, Ara dengan sinis berkata bahwa hal itu bukan urusan mereka maka Dal Hee tidak perlu repot - repot ikut memikirkannya.
Dal Hee mengikuti dokter seniornya yang mengunjungi pasien mereka yang terkena luka tembak kemarin. Dokter senior menjelaskan kondisi pasien tersebut pada suaminya, bahwa pasien tersebut mengalami mati otak yang disebabkan karena banyaknya pendarahan dan kerusakan pada otak. Suami pasien tersebut menolak penjelasan dokter sebab detak jantung istrinya masih normal. Dokter menjelaskan bahwa hal itu dibantu oleh mesin yang ada dalam tubuh istrinya, sebab otak pasien sudah tidak bisa berfungsi. Melihat kondisi pasiennya, dokter menyarankan agar suami pasien tersebut berfikir untuk mendonorkan organnya yang masih berfungsi. Mendengar perkataan dokter, suami pasien tersebut marah dan mengancam dokter. Ia belum bisa menerima kondisi yang dialami oleh istrinya.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dal Hee mengunjungi adiknya yang bekerja di cafe dekat rumah sakit. Ia bercerita tentang kondisi para pasiennya. Saat mereka sedang bercakap - cakap, ibu menelepon Mi Hee untuk menanyakan apakah weekend nanti ia akan pulang. Ibu lalu berencana akan berada di Seoul sebelum Dal Hee pulang. Mi Hee tentu saja menolak rencana ibunya sebab jika itu terjadi maka Dal Hee akan ketahuan tidak berada di London.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dr. Lee berada di ruang sidang rumah sakit sambil mengingat perkataan Dr. Jo dan masa - masa indah mereka sebagai keluarga. Saat Dr. Lee akan menjenguk Seung Min, Dr. Jo tidak memperbolehkannya masuk.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dal Hee menjenguk Seung Min. Ia bahkan berhasil membuat Seung Min tertawa bahagia melihat Dal Hee yang menghiburnya. Dal Hee berjanji akan mengunjungi Seung Min lagi lain kali.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dr. Ahn akan melakukan operasi dan mencari asisten. Namun Min Woo tidak ada di tempat dan Dr. Hyun Bin juga akan melakukan operasi. Tidak ada yang lain kecuali Dal Hee. Awalnya Dr. Ahn menolak Dal Hee menjadi asistennya, namun akhirnya setelah ia memberi pertanyaan pada Dal Hee dan dapat dijawab dengan benar, akhirnya Dr. Ahn mengijinkannya menjadi asistennya dan memintanya bersiap - siap. Ternyata mereka akan mengoperasi bayi bernama Min Ji.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dr. Ahn sedang bersiap - siap di ruangannya saat Dal Hee masuk. Dal Hee memberitahukan bahwa ibu Min Ji menghilang. Dr. Ahn lalu teringat ia bertemu dengan seorang ibu muda yang terburu - buru masuk ke dalam lift. Dr. Ahn pun segera mengambil jaketnya dan berlari tanpa menunggu Dal Hee menyelesaikan perkataannya. Ia berlari mengejar ibu Min Ji yang menurutnya belum jauh dari rumah sakit. Dal Hee pun ikut berlari mengejar Dr. Ahn. Di halte bus, Dr. Ahn akhirnya berhasil menangkap ibu Min Ji. Saat Dr. Ahn berbalik, ia melihat Dal Hee yang ikut berlari di belakangnya dan memberikan dua jempol padanya.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Di ruangannya, Dr. Ahn bertanya pada ibu Min Ji mengapa ia berniat meninggalkan anaknya. Ibu muda itu lalu beralasan bahwa ia seorang ibu yang tidak terikat pernikahan dan biaya operasi yang dibutuhkan juga cukup besar. Ia merasa tidak mampu untuk membesarkan anaknya. Mendengar alasan tersebut, Dr. Ahn memarahi ibu muda itu. Dr. Ahn meminta agar perempuan itu mau memberikan pernyataan untuk segera melakukan tindakan operasi pada putrinya, namun ibu itu menolak. Ia meminta surat perjanjian untuk menyerahkan haknya sebagai ibu kepada kantor pelayanan sosial. Saat Dal Hee memintanya untuk menandatangani terlebih dahulu surat pernyataan ia menolak. Mendengar permintaan ibu itu, Dr. Ahn meminta Dal Hee untuk mengambil surat pernyataan penyerahan hak asuh anaknya. Dal Hee pun dengan enggan meninggalkan mereka berdua.
Dr. Ahn : Saya mengetahui ada seseorang yang memiliki bayi prematur. Ia lahir lebih cepat dari Min Ji, hanya 26 minggu dan beratnya 1,7 kg. Ketika bayi itu lahir, paru - parunya tidak berfungsi dengan baik sehingga bayi itu tidak bisa bernafas. Anda bisa mengatakan bahwa bayi itu tidak normal. Setelah melahirkan, ibunya menyerahkan bayinya ke panti sosial. Bayi tersebut tinggal selama 3 bulan di inkubator. Seiring berjalannya waktu, hari demi hari... kulit, tulang dan paru - parunya berkembang semakin baik. Hingga akhirnya, bayi tersebut terlihat normal sama seperti bayi lainnya. Setelah sehat, pihak rumah sakit mengirimnya ke panti sosial. Meskipun bayi lahir prematur, namun bila dijaga dan dirawat dengan benar maka ia akan tumbuh sehat.
Ibu Min Ji : Lalu bagaimana anak itu sekarang? Apakah dia tumbuh dengan sehat?
Dr. Ahn : Ya, anak itu sudah dewasa. Ia telah menjadi dokter di rumah sakit. (T_T)
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Mendengar cerita Dr. Ahn, ibu Min Ji berharap semoga putrinya kelak akan tumbuh dengan sehat dan mendapatkan orangtua yang baik. Mendengar ucapan ibu Min Ji, Dr. Ahn kembali marah.
Dr. Ahn : Seperti apa orangtua yang baik itu? Orangtua yang baik menjaga anak - anak mereka sendiri saat mereka tumbuh dewasa.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dr. Ahn merenung seorang diri di teras rumah sakit. Saat ia berbalik, matanya menatap Prof. Lee yang sedang berjalan bersama asistennya. Dr. Ahn sepertinya menyimpan suatu kenangan dengan Prof. Lee. Tiba - tiba, Prof. Lee dihentikan oleh Prof. Seo yang pura - pura bersimpati atas penyakit yang diderita Seung Min. Namun akhirnya, ia menekan Prof. Lee untuk segera membangun pusat jantung di rumah sakit tersebut dengan alasan banyaknya kasus penyakit yang serupa dengan Seung Min. Setelah selesai berkata demikian, ia meninggalkan Prof. Lee yang kesal karenanya. (hahaha, prof Seo ini, menggunakan senjata yang jitu untuk “menyudutkan” lawannya).
Dal Hee dengan telaten memeriksa Min Ji. Ia bahkan menepuk - nepuk dada Min Ji untuk menenangkannya agar tertidur. Dal Hee dengan rutin memeriksa kondisi Min Ji lewat EMR serta belajar dari buku tentang penyakit yang diderita Min Ji. Namun tiba - tiba kondisi Min Ji memburuk saat operasinya akan dilaksanakan. Dr. Ahn bertanya mengapa hal ini bisa terjadi dan Dr. Hyun Bin berkata bahwa platelet (keping darah/trombosit) - nya mencapai 30.000 (normalnya keping darah berkisar antara 200.00 hingga 300.000 per mm3. Jika kurang dari jumlah normal akan menyebabkan pendarahan, namun jika lebih akan meningkatkan resiko trombositas). Dr. Ahn memarahi Dal Hee yang tidak mengetahui kondisi Min Ji tersebut. Dal Hee meminta maaf namun ia juga tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi karena dihari sebelumnya plateletnya normal. Dr. Ahn pun meminta agar Dal Hee mempersiapkan operasi setelah memarahinya tentu saja, hehe.
Pasien baru datang dan mengalami luka di panggulnya. Dr. Hyun Bin yang memeriksa merasa panggulnya retak dan meminta bantuan dokter bedah untuk segera melihat keadaan pasien sebab kondisinya semakin menurun. Sesaat pasien tersebut sadar. Ia bernama Jung Eun Joo. Luka yang dialaminya sepertinya serius, maka Dr. Hyun Bin segera memberitahukan keadaannya pada Eun Joo. Asistennya berkata dokter ortopedi tulang tidak bisa membantu mereka sebab saat ini ia sedang melakukan operasi. Eun Joo meminta pada para dokter untuk menjaga kakinya sebab ia bercita - cita seorang balerina. Ia mau mereka melakukan operasi pada kakinya terlebih dahulu. Namun Dr. Hyun Bin berkata yang paling penting mereka harus menghentikan pendarahannya terlebih dahulu. Saat mereka berdiskusi, ruang operasi telah siap. Dal Hee berusaha membujuk Dr. Hyun Bin agar menjaga kaki Eun Joo.
Di ruang operasi, Dal Hee berusaha membujuk para dokter yang mau membantunya menangani Eun Joo di operasi. Dal Hee berbicara saat para dokter itu sedang melakukan operasi. Tentu saja ia diminta keluar oleh dokter lainnya. Ara ternyata juga melakukan hal yang sama. Keduanya keluar masuk ruang operasi untuk mencari dokter yang bisa membantu mereka.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Akhirnya Dr. Lee mau membantu mereka berdua. Namun Dr. Lee merasa operasi tersebut bukan kemampuannya, sebab ada dua diagnosa untuk pasien tersebut. Mereka berdua berusaha meyakinkan Dr. Lee hanya dia yang bisa melakukannya. Dr. Lee tersebut heran dengan keduanya yang ngotot memintanya membantu menangani operasi tersebut, padahal mereka tidak mengenal pasien sebelumnya. Dal Hee dan Ara beralasan bahwa pasien tersebut masih muda dan memiliki mimpi menjadi balerina maka mereka berdua berusaha membantu pasien tersebut sebelum kondisinya semakin memburuk. Dr. Lee pun akhirnya mau mencoba melakukan operasi. Ia meminta keduanya membantu untuk menjadi asistennya dalam operasi ini.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dal Hee menunggu lift. Saat pintu terbuka, ternyata ada Dr. Lee di dalamnya. Setelah Dal Hee masuk, Dr. Lee memuji pekerjaan Dal Hee. Dal Hee pun balas memuji dan mengucapkan terimakasih pada Dr. Lee sebab mau membantu mengoperasi Eun Joo. Dr. Lee pun akhirnya curhat pada Dal Hee mengapa ia mau membantu mengoperasi pasiennya. Ia beranggapan jika ia mau membantu maka Seung Min juga akan tertolong. Sayang hingga saat ini, ia belum pernah menengok Seung Min sebab Dr. Jo melarangnya menemui Seung Min. Namun ia berharap setelah ia membantu pasien tersebut, ia akan mendapatkan kesempatan bertemu Seung Min. Dr. Lee bahkan bertanya bagaimana penampilannya saat itu. Dal Hee memuji penampilan Dr. Lee.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dr. Lee berdiri di depan kamar Seung Min. Ia meminta pada mantan istrinya agar dapat menemui Seung Min. Dari dalam, Seung Min melihat Dr. Lee datang dan berseru memanggilnya. Mendengar panggilan Seung Min, akhirnya Dr. Jo mengalah dan membiarkan Dr. Lee menemui anaknya. Di dalam, keduanya berpelukan sangat lama. Seung Min terlihat bahagia melihat appa-nya bersama dengan dirinya sekarang. Dr. Jo yang melihat keduanya dari luar hanya bisa menahan perasaannya.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Tiba - tiba kondisi Seung Min memburuk. Dr. Ahn dan asistennya buru - buru membawa Seung Min ke ruang ICU. Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Dr. Lee dan Dal Hee. Keduanya kaget melihat Seung Min dibawa menuju ICU. Dr. Lee bertanya apa yang terjadi dan Dr. Hyun Bin menjelaskan pada Dr. Lee keadaan Seung Min. Dr. Ahn hanya melihat sekilas Dr. Lee dengan tatapan kurang bersahabat.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dr. Jo berlari menuju tempat Seung Min. Di sana, ia bertanya apa yang terjadi pada Seung Min pada Dr. Ahn. Dr. Ahn mengatakan bahwa kondisi Seung Min memburuk. Ejection fractionnya (persentase darah yang dipompa keluar dari hati) tidak mencapai 25%. Mendengar hal tersebut Dr. Lee menanyakan berapa sisa waktu yang tersisa sambil menunggu donor. Dr. Ahn berkata satu bulan dan Seung Min akan masuk dalam daftar penerima donor di urutan pertama. Mendengar penuturan Dr. Ahn, Dr. Jo syok dan meminta agar Dr. Ahn menyelamatkan putranya. Dr. Lee menyarankan bagaimana jika mereka menggunakan Ventricular Assist Device (perangkat yang dipakai untuk menggantikan sebagian atau keseluruhan fungsi jantung). Mendengar perkataan Dr. Lee seperti mengingatkan Dr. Jo. Ia mengusir Dr. Lee untuk meninggalkan Seung Min.
Dr. Hyun Bin memberikan instruksi pada Dal Hee untuk membantu pasien yang tertembak pindah ke rumah sakit lain. Ia diminta untuk membantu pernafasan pasien menggunakan ambu bag selama perjalanan menuju rumah sakit lain.
Sinopsis Surgeon Bong Dal Hee Episode 4
Dr. Jo menunggui Seung Min. Dr. Ahn yang baru saja datang memberitahu bahwa Seung Min telah ia pindahkan ke dalam daftar penerima donor urutan teratas. Ia juga meminta maaf atas kondisi Seung Min. Dr. Jo yang telah mereda emosinya mengatakan bahwa itu bukan kesalahan Dr. Ahn. Saat Dr. Jo berdiri, ia melihat pasien yang ditanganinya berada di depannya. Dr. Jo lalu menanyakan berapa usia yang cocok untuk menjadi cangkok jantung bagi Seung Min. Dr. Ahn menjawab sekitar 5 hingga 6 tahun lebih tua dari usia Seung Min. Dr. Jo berkata bagaimana bila berusia 13 tahun. Ia berkata ada seorang pasien yang mengalami mati otak dan ia meminta tolong Dr. Ahn untuk membantunya meyakinkan ibu pasien tersebut agar mau mendonorkan jantungnya bagi Seung Min.
Sementara ambulans yang membawa pasien tertembak dibantu Dal Hee meninggalkan rumah sakit.
Bersambung....

Thanks to : withs2 & doramax264
Written by Yohana @PelangiDrama
Capture image by Ari Aruto@PelangiDrama
Posted only on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!
Read more...

[Sinopsis J-Drama] Rich Man, Poor Woman Episode 5

10 comments
Cerita sebelumnya,
Setelah tahu kenyataan nama Sawaki, ditambah lagi kinerja karyawan yang dinilainya kurang baik, Hyuga mengamuk di perusahaan. Di lain pihak, Natsui yang merasa bersalah, mencoba menebus kesalahan dengan mengadakan riset pemanfaatan personal files yang justru membawanya ke kantor polisi. Hyuga datang membebaskannya, mereka menghabiskan malam bersama untuk membuat interface personal files, tidak hanya itu, Hyuga juga sudah memaafkan Natsui dan menerimanya sebagai karyawan kontrak NI.

~Rich Man, Poor Woman Episode 5~
Asahina berjalan di lapangan parkir, sebuah mobil mengikutinya dan berhenti tepat dihadapannya lalu keluarlah seorang pemuda. Asahina terkejut melihatnya.
Hyuga melakukan presentasi mengenai sistem Personal Files di depan dewan direksi dan tamu, ia menyampaikan dengan penuh wibawa dan menakjubkan. Natsui memandanginya sambil terpesona begitu juga karyawan lainnya. Beberapa dewan direksi tidak setuju karena dinilai akan memakan banyak uang perusahaan, mereka pun mempersoalkan tentang penempatan server untuk India yang tempo hari belum berhasil di negosiasi oleh Yamagami. Hyuga terhenyak, dewan direksi pun meninggalkan auditorium sambil mengatakan kalau proyek ini hanyalah mimpi belaka. Hal ini membuat Hyuga semakin berang, ia berniat melabrak para direksi, namun Asahina mencegahnya, ia berjanji akan berbicara lagi dengan dewan direksi. Natsui memperhatikan Hyuga dengan wajah ketakutan.
Karena terlalu konsentrasi dengan sistem Personal Files, ternyata pendapatan dari bagian game menurun, Hyuga pun meminta Hosoki kembali ke bagian game. Hyuga mengamuk di ruangannya, ia masih tidak terima atas keputusan dewan direksi.
Hyuga memasuki lift dengan wajah kusut, Natsui ternyata ada dalam lift itu juga, ia teringat ciuman Hyuga-Yoko, Natsui jadi salah tingkah, ia pun menampar pipinya sendiri. Hyuga yang melihatnya terkejut bukan main. Ia menanyakan ada apa, namun Natsui berpura2 tidak ada apa2. Beberapa saat kemudian pintu lift terbuka, Yoko pun masuk ke dalam, hal ini membuat Natsui semakin salah tingkah, ia pun memutuskan keluar dari lift. Hyuga heran, Yoko tersenyum penuh tanya. Yoko melihat wajah salah tingkah Hyuga, ia pun meminta Hyuga melupakan ciumannya tempo hari, karena dinilainya hanya sebagai salam persahabatan. Mendengar hal itu, Hyuga kembali tersenyum.
Yoko berjalan melewati restonya, ia melihat Nogi sedang membuang sayuran yang tidak terpakai, Nogi yang melihat penampakan Yoko segera mengomel dan mengatakan kalau semua ini adalah salah Yoko. Yoko jadi merasa bersalah, ia meminta maaf pada Nogi. Nogi tersenyum kelu mendengarnya.

Yoko membuka-buka sebuah majalah yang menuliskan artikel tentang keburukan reputasinya, tidak hanya itu di situs online pun mereka mencela masakan Yoko. Tetiba datang sebuah komentar yang mengatakan kalau ia melihat Yoko dalam resto dan sedang membaca Hpnya, Yoko terhenyak, ia segera keluar mencarii si penulis komentar. Namun sayangnya tidak ada siapa-siapa diluar. (hemmm, kira2 siapa ya yang ngirim komentar itu? Nogi kah? atau ada orang lain yang ga suka Yoko?).
Natsui bersantai di rumahnya menikmati oleh2 bawaan Haruka. Haruka menyinggung masalah ciuman Hyuga-Yoko, Natsui pun segera memintanya diam, dan berhenti membahas itu lagi. Haruka menyemangati Natsui.
Keesokan harinya Hyuga berkumpul dengan tim Personal Files, ia memperlihatkan video wawancara pengusaha terkenal bernama Aoyama, ia mendapatkan ide untuk menawarkan personal files padanya. Ia memutuskan untuk datang mengunjungi pengusaha tersebut dengan mengajak Ogawa dan beberapa timnya. Melihat wajah Natsui, ia kembali mengajak Natsui masuk dalam project itu, dan merekayasa kembali posisi Natsui, kali ini Hyuga menciptakan peran pada Natsui sebagai pecinta barang2 milik pengusaha tersebut dan akan datang mengucapkan terimakasih sambil menawarkan sistem personal files. Natsui terkejut, namun sebenarnya ia bahagia, karena itu artinya ia akan bepergian bersama Hyuga.

Malam hari saat Asahina keluar kantor seseorang menabraknya kemudian mendorongnya sampai terjatuh menggelindingi anak tangga.
Hyuga datang menjenguk Asahina, Asahina mengatakan kalau dirinya tak sengaja terjatuh. Hyuga lega melihat kondisi Asahina yang tak terlalu parah dan menganggap kejadian ini sebagai kesempatan yang bagus untuk istirahat. Asahina berterimakasih atas perhatian Hyuga. Hyuga segera mendekati Asahina, ia menyampaikan kabar baik, karena dirinya bertemu Tohno. Asahina tampak terkejut, karena ia merasa sudah lama sekali tak bertemu Tohno, sejak Tohno meninggalkan mereka.
Flashback beberapa jam sebelumnya,
Hyuga bertemu Tohno di depan kantornya. Awalnya ia tidak mengenali Tohno karena penampilannya sekarang berubah menjadi eksekutif muda, namun gayanya masih saja selenge’an seperti dulu. Tohno mengatakan kalau dirinya mengambil alih perusahaan keluarga. Ia merasa malu karena dulu meninggalkan Next Inovation dan saat ini hanya mengelola bisnis keluarga. Hyuga mengatakan kalau dirinya mengingat Tohno karena kebaikan yang diberikan Tohno, namun Tohno membantah, ia mengatakan kepergiannya karena ia merasa tak bisa mengimbangi Hyuga, namun saat ini ia berfikir untuk membangun sebuah perusahaan juga. Flashback End.

Hyuga mengatakan kalu Tohno ingin berinvestasi untuk Next Inovation. Asahina terkejut,”Investasi? Tohno...?” ucapnya heran. Hyuga tersenyum dan menyerahkan kopi untuk Asahina.
Hyuga, Natsui, dan tim akhirnya sampai di desa kediaman Aoyama. Di sana mereka disambut ramah oleh Aoyama, terutama Natsui. Mereka juga menyediakan sebuah ruangan kerja untuk tim Hyuga. Natsui segera bercerita perihal kotak makan siang, hal ini membuat Aoyama memeluk Natsui dengan bahagia (atau mesum ya? ga tau juga, Xp). Natsui meminta maaf karena dirinya tak sempat membawakan oleh-oleh untuk Aoyama, namun Aoyama memakluminya dan kembali memeluk Natsui. Hyuga memandanginya dengan pandangan sebel (gimana ga, Natsui dikit2 dipeluk sama Aoyama).
Aoyama membawa mereka ke kebun tomat dan memberikan sebuah tomat pada Natsui. Natsui segera memberikan tomat itu untuk dicicipi oleh Hyuga, namun Hyuga menolaknya dengan alasan benci tomat, ia pun meminta Natsui memakannya. Natsui segera memakan tomat tersebut dan memuji kelezatannya, Hyuga yang memang tak suka tomat hanya menyeringai tak percaya mendengar ucapan Natsui.
Aoyama mendatangi sekretarisnya yang sudah renta dan mengenalkannya pada Natsui. Natsui terkejut dengan kinerja oba-chan tersebut, si Oba-chan pun tersenyum bangga.
Aoyama kembali mengajak Natsui berkeliling sambil bercerita, Hyuga hanya mengikuti dari belakang, kali ini Aoyama berterimakasih atas kemajuan internet yang telah memudahkan bisnisnya. Natsui tersenyum, ia segera mendekati Hyuga, “sekarang saatnya giliran anda?” ucapnya sambil tersenyum jahil pada Hyuga. Sayangnya Hyuga tak mengerti maksud Natsui, ia juga terlihat sangat lelah. “Apakah kau lupa?” tanya Natsui dengan dengan wajah lugunya. Hyuga mencoba mengingatnya, rupanya ia pernah mengatakan,”tekhnologi kami mengubah drastis kehidupan masyarakat”. Hyuga hanya tersenyum remeh mengingat ucapannya. Aoyama yang dari tadi melihat tingkah mereka berdua, segera memanggil dan mengajak jalan-jalan lagi. Natsui segera meminta maaf dan mengatakan kalau mereka tak punya banyak waktu, namun Aoyama segera menggendong Natsui dan membawanya pergi. Hyuga tertawa melihatnya dan mengabadikan moment itu dengan kameranya (dasar Hyugaa, iseng ajaaa).
Ogawa mengeluhkan tidak adanya respon dari penduduk desa tersebut mengenai personal file. Hyuga kesal, ia berniat mengeceknya keluar, namun tetiba Natsui datang dengan kondisi keringat bercucuran dimana-mana, Hyuga memandanginya dengan kesal dan segera menarik tangan Natsui. Rupanya Hyuga menyuruh Natsui menanyakan pendapat mengenai Personal Files ke masing2 pegawai. Ternyata para pekerja tidak menggubrisnya, mereka mengira ini adalah projeknya Aoyama. Ternyata para pekerja membenci Aoyama (kenapa ya? padahal Aoyama ceria dan baik banget...). Hyuga kesal mendengarnya, ia menyuruh Natsui melempar pekerja itu dengan tomat, namun Natsui menolaknya (ada-ada aja si Hyuga, kesel boleh, jangan iseng donk, hehehe).
Hyuga dan Natsui melanjutkan perjalanan mereka untuk survei, namun datang telpon dari Yasuoka yang mengabarkan kalau Ji Tech memberikan investasi 500 M $ dalam proyek personal files dan NI di hapus dari proyek Personal Files. Hyuga kesal mendengarnya, ia segera kembali ke ruangan servernya menemui Ogawa. Mereka pun mulai berhubungan dengan kantor. Hyuga spechless karena Personal Files tidak memiliki prospek yang bagus di desa ini.

Natsui yang melihat Hyuga hampir meledak, segera mengatakan kalau dirinya akan door to door menawarkan Personal Files kepada penduduk desa. Hyuga melarangnya, namun Natsui tetap bersikeras, Ia mengatakan kalau dirinya sangat takjub dengan presentasi Hyuga tentang Personal Files, ia akan berusaha menjelaskan sebaik mungkin agar para penduduk mengerti. Hyuga tetap melarangnya karena jam telah menunjukkan jam 12 malam, Natsui terkejut melihat jam, ia pun meminta izin melakukannya esok hari. Hyuga tersenyum melihat ulah Natsui.
Keesokan harinya, Natsui dan Hyuga mendatangi rumah penduduk, ada-ada saja penerimaan yang mereka dapatkan. Ada yang sibuk menawarkan makanan dan minuman, sedangkan seorang kakek kesulitan cara memakai laptop, ia memilih menggunakan Hp dengan emoji yang unyu-unyu. Hyuga mulai kesal, ia mengeram, perlahan-lahan Natsui menahannya. Mereka kembali memberi penyuluhan, namun kali ini sang nenek mengatakan kalau ia benci tekhnologi baru.
Hyuga sudah tidak bisa menahan emosinya, ia segera pergi dan kembali ke ruangan kerja.
Ia mengomel sambil mematikan semua komputer dan membantingnya. Ogawa hanya memandangi Hyuga dengan spechless ia kemudian mohon pamit pada Natsui untuk kembali ke Tokyo dengan alasan kantor sedang membutuhkannya. Hyuga memandangi kepergian Ogawa dengan kesal.
Hyuga mendengarkan hasil rapat dewan direksi yang menghina kerja Hyuga. Hyuga mulai emosi ia berniat menghancurkan komputernya, namun dengan sigap Natsui mencabut kabelnya dan menasehati Hyuga. Hyuga kesal, ia keluar ruangan dengan emosi. Natsui memanggilnya, namun Hyuga melarangnya ikut.
Natsui bersikeras ikut, namun Aoyama menahannya dan mengajaknya berpesta. Mau ga mau akhirnya Natsui terbawa suasana pesta, sesekali ia ingat Hyuga dan ingin pergi dari ruangan, namun Aoyama memeluknya dan membawanya duduk kembali. Natsui meminta maaf pada Aoyama dan mengatakan kalau dirinya harus menemui bossnya. Aoyama langsung memasang wajah serius dan mengatakan pada Natsui untuk memberi kesempatan Hyuga berfikir sendirian. Natsui terhenyak mendengarnya. Aoyama kembali tertawa-tawa2 dengan para anak buahnya dan mohon pamit ke belakang. Natsui keluar ruangan, ia melihat Aoyama berdiri di sana, “Hyuga masih belum berpengalaman” ucapnya pada Natsui lalu masuk kembali untuk bercengkrama dengan anak buahnya. Natsui mengintip Hyuga yang sedang terduduk lemas di depan laptopnya. Natsui sedih melihatnya.
Keesokan harinya, Natsui terbangun, ia langsung mengajak Hyuga yang sedang gosok gigi untuk jalan-jalan. Untungnya Hyuga sepakat untuk jalan-jalan. Merekapun berkeliling menikmati suasana persawahan di pagi hari. Natsui memuji kesegaran udara dan pemandangan di sana. Hyuga menyetujuinya namun ia meminta Natsui menjaga jaraknya 5 m darinya karena Natsui bau belum mandi (hahahaha... Hyuga ini melucu). Natsui meminta maaf dan menyiumi aroma tubuhnya sendiri.
Hyuga memandangi persawahan, “indahnyaaa” ucapnya memandangi persawahan yang begitu indah. Natsui tersenyum mengiyakan Hyuga.
“Mungkin aku akan menyerah untuk memberikan manfaat bagi orang lain” ucap Hyuga sambil duduk di pematang sawah.
Natsui memandanginya dengan iba, ia mendekat dan ragu-ragu ingin meraih pundak Hyuga. Namun ia dengan cepat meraih pundak Hyuga dengan memijit-mijit pundaknya, “Kau masih belum berpengalaman” ucap Natsui cepat (enaknya dipijitin gitu ya om....)
Hyuga terkejut, “apa?” ucapnya sambil menikmati pijitan Natsui.
“Itulah yang diucapkan Aoyama tentangmu” ucap Natsui riang sambil mengakhiri pijitannya. Hyuga tersenyum mendengarnya.
“Aoyama-san, setiap akan menciptakan produk baru, ia ia selalu memata-matai pelanggan, apa yang mereka beli, apa yang mereka gunakan. Dia mengintip .. dengan rahasia.” ucap Natsui sambil tersenyum pada Hyuga. Hyuga memandangnya sesaat kemudian kembali larut dalam lamunan.
“Apa yang membuat dia paling bangga adalah pena. Dia melihat ke banyak toko alat tulis. Aku bertanya mengapa tidak ada yang tersisa dari kerjanya. Ia melakukannya sebagai seorang pemuda. Dia mengatakan, ‘Karena saya gagal. Permulaan saya berantakan di bawah bos jelek yang mengerikan. Dia mengatakan saya tidak punya kreativitas. Tapi saya tetap membuatnya. Dan itu terjual’. Jika Anda memulai sesuatu yang baru, pasti akan menemui kegagalan dan menuai kritikan. Tapi Disitulah proses pembuatan dimulai” ucap Natsui sambil menerawang jauh.
Hyuga terhenyak mendengarnya, ia tersenyum lega kemudian memandangi Natsui yang masih melamun. Natsui memandangi Hyuga dan tersenyum sehingga Hyuga salah tingkah, “Bukan tempatmu untuk mengatakannya.. mengguruiku...” ucapnya kesal sambil bangkit meninggalkan Natsui. Natsui ikutan bangkit dan mengatakan apa yang diucapkannya semua adalah transfer kata-kata dari Aoyama. Hyuga tidak menggubrisnya, ia justru berlari lebih cepat menuju ruangannya.
Hyuga segera menelpon Ogawa dan memberikan perintah tentang projectnya dengan semangat. Ogawa merasa kewalahan mendengar perintah Hyuga, Hosoki segera mengambil alih telpon, ia bertanya apa yang bisa ia lakukan mengingat dirinya juga masih bagian dari tim personal files. Hyuga tersenyum mendengar suara Hosoki begitu juga Ogawa. Hyuga pun segera memberikan perintah kepada Hosoki. Natsui memandangi Hyuga yang bersemangat dengan penuh senyuman. Setelah selesai bertelponan, Hyuga memandang Natsui yang masih senyum-senyum, ia segara memarahi Natsui dan menyuruhnya mendata semua hasil wawancara dengan penduduk desa. Natsui mengiyakan ucapan Hyuga.
Keesokan harinya, Hyuga dan Natsui pamit pada Aoyama. Aoyama meminta mereka menuliskan alamat agar bisa mengirimkan tomat. Natsui memuji pena buatan Aoyama. Aoyama tersenyum dan segera melemparkan pena itu pada Hyuga. Hyuga menerimanya, mereka saling berpandangan tajam tanpa kata-kata. Hyuga pun membungkukkan badan dan berterimaksih.
Seorang nenek mendatangi Hyuga, ia menanyakan apakah Hyuga menyerah? si nenek yang kemarin membenci teknologi baru, ia mengatakan tidak mengerti apapun tentang tekhnologi jadi ia meminta agar Hyuga terus berusaha. Hyuga tersenyum dan mengatakan kalau dirinya tak akan menyerah, si nenek pun tersenyum. Natsui yang melihatnya ikutan tersenyum. Hyuga melihat Natsui tersenyum, ia kembali memarahi Natsui dan memintanya bergegas.
Di dalam pesawat, Hyuga tertidur dengan menyender di bahu Natsui, tentu saja hal ini membuat Natsui bahagia, ia senyum-senyum sendiri sampai digodain oleh anak kecil. Senyum mengembang Natsui belum juga hilang sampai di bandara.
Hyuga menanyakan kenapa Natsui senyum-senyum sendiri. Namun Natsui mengelak dirinya tersenyum. Hyuga menyuruh Natsui untuk kembali ke kantor karena Hyuga akan melanjutkan perjalanan ke India bersama Tohno. Hal ini membuat Natsui terkejut, namun Hyuga mengatakan dirinya sudah cukup istirahat dengan baik selama di pesawat jd tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Mendengar hal itu Natsui kembali tersenyum sambil melirik Hyuga. Hyuga penasaran dengan sikap Natsui yang satu ini, “Ada apa dengan lirikan itu?” tanyanya kesal.
“Saya tidak melirik sama sekali” elak Natsui.
“Tentu saja ya. Seperti seseorang membawa dendam. Kenapa kamu tidak mengatakan apa yang ada di pikiranmu? Ada masalah dengan caraku memperlakukanmu selama ini?” tanya Hyuga kesal. Mereka berdua pun menghentikan langkah dan saling memandang.
Hyuga salah tingkah dan Natsui menunduk, “Mmm, ada suatu hal... Ketika Anda dan Yoko ..” ucap Natsui terputus karena ada seseorang yang memanggil Hyuga.
Rupanya Yasuoka yang datang berteriak memanggil Hyuga, ia menyampaikan berita kalau Tohno telah menghilang. Hyuga terkejut, ia bergegas menuju kantor. Yamagami melaporkan kalau perusahaan Tohno belum memberikan dana investasi, bank-bank pun menutup kerjasama dengan NI. Hyuga semakin stress mendengarnya, suasana pun sesaat menjadi panik, kemudian muncullah Asahina sambil menggunakan tongkatnya. Ia menanyakan apakah ada yang bisa ia lakukan bersama. Hyuga memandangi Asahina dengan tatapan heran.
Asahina mengatakan kalau kerjasama dengan Ji Tech masih bisa di usahakan lagi untuk membagi biaya server. Yamagami senang mendengar kabar ini, namun tidak dengan Hyuga. Asahina mengatakan kalau Ji Tech meminta syarat yaitu dengan mengembangkan interface bersama-sama. Hyuga menolak, ia tidak ingin menjual programnya. Asahina menskaknya dengan mengatakan tidak ada pilihan lain sehingga Hyuga tertunduk dan berfikir. Hyuga segera mengatakan kalau dirinya akan menjual sahamnya. Asahina menolak karena itu akan membuat saham Hyuga berkurang dan posisinya sebagai president terancam. Namun Hyuga mengatakan tidak perlu khawatir karena posisi itu akan bergeser pada Asahina. Asahina terdiam kemudian tersenyum, “aku mengerti, lakukan seperti apa yang kau mau.” ucapnya. Hyuga pun tersenyum.
Hyuga menerima kiriman Tomat dari Aoyama, karena tidak menyukainya, ia pun segera membawanya pada Yoko. Yoko berjanji akan membuatkan menu yang enak agar Hyuga bisa menikmati tomat. Ternyata Hyuga menyukai masakan Yoko, ia juga menanyakan kabar resto Yoko. Di sana Yoko bercerita tentang tekanan yang ia terima dari komentar situsnya,
“Anonim sialan dan Otaku kasar dari web” ucap Hyuga menyemangati Yoko.
“Jika aku menyimpan hal-hal dengan sederhana sebagaimana seharusnya. Tidak ada yang akan menyalahkanku, tapi .. Aku bukan tipe orang yang diam saja demi kenyamanan.” ucap Yoko menghibur diri.
Tetiba Natsui datang dengan membawa dokumen titipan Asahina untuk Yoko, ia terkejut melihat Hyuga ada di sana. Hyuga menyapanya dari tempat duduk dan Natsui segera mohon pamit. Yoko segera mengejar Natsui. Ia menanyakan apa yang membuat Natsui jadi berubah aneh ahir-akhir ini. Natsui pun jujur dengan mengatakan kalau dirinya melihat Hyuga-Yoko berciuman di resto. Mendengar hal itu, Yoko tersenyum, “Aku mengerti mengapa bersikap aneh. Itu karena kamu suka Hyuga, kan?” ucap Yoko.
Natsui menyangkalnya “Tidak, hanya saja .. dia bos saya. Kami bekerja bersama sepanjang hari. Dia atasan saya” ucapnya salah tingkah.
“Kau bohong. Bagaimana tentang Hyuga? Bagaimana perasaannya?” ucap Yoko sambil menatap Natsui tajam.
Natsui memandangi Hyuga yang sedang asyik makan di dalam resto, “Yah .. dia menjengkelkan. Dia mengejek orang begitu mudah. Aku heran orang macam apa dia. Tapi .. Dia luar biasa .. pekerjaan yang dia lakukan. Aku mengaguminya. Aku berharap aku mendapatkan tantangan. Kamu tahu maksudku. Aku sendiri seolah-olah aku tidak punya banyak kekuatan. Tapi ... Aku ingin mendukung dia, berada di sisinya” ucapnya perlahan (jadi Natsui selama ini bersikap bodoh dan rela di bully Hyuga asal berada di sisinya, so sweet,,,).
Yoko terhenyak mendengarnya namun sesaat kemudian ia tersenyum, “Ini semua baik-baik saja” ucapnya ceria.
Hyuga muncul mendekati mereka, Natsui segera mohon pamit dan pergi. Hyuga mengucapkan terimakasih atas masakan Yoko kemudian pergi. Yoko memanggilnya dan meminta diantar pulang.
Yoko tertawa bersama Hyuga di dalam mobil, ia melihat Natsui sedang menunggu bus. Ternyata Natsui juga melihat mobil mereka, “Aku tampak seperti idiot sekarang” ucapnya lirih.
Yoko mengatakan pada Hyuga kalau ia baru saja melihat Natsui. Hyuga mengintip melalui spionnya, namun ia mengelak dengan mengatakan kalau ia tak melihat Natsui.

Asahina datang ke parkiran untuk menemui Tohno, ia tersenyum begitu melihat penampakan Tohno.
Flashback.
Tohno dan Asahina berbicara di sebuah cafe. Tohno mengatakan kalau Asahina mendepaknya karena haus kekuasaan. Selain itu Tohno juga menunjukkan sebuah falshdisk yang berisi 500 data penduduk yang berhasil ia curi dari NI. Tohno mengatakan sebelum ia pergi, ia melakukan sebuah trik kecil, sehingga ia bisa menyadap informasi mengenai personal files beserta data infrmasi pribadi milik penduduk. Asahina segera menanyakan berapa yang diminta oleh Tohno. Dengan tersenyum Tohno mengatakan dirinya butuh 200 juta dollar dan meminta Asahina memberikannya dengan cepat.

Rupanya yang mendorong Asahina adalah Tohno. Namun Asahina dapat bangkit kembali setelah dahinya terluka, ia mengejek cara Tohno yang tak elegan itu. Kebetulan di sana terdapat lokasi perbaikan jalan, Asahina mengambil salah satu pembatas dan menghantamkan ke kakinya sendiri.
Tohno datang berkunjung, Asahina mengatakan kalau dirinya akan melaporkan Tohno dengan tuduhan pemerasan dan tindak kekerasan. Tohno tak mau kalah, ia segera mengancam akan membocorkan sistem keamanan NI sehingga Asahina juga terancam. Asahina tersenyum, “Ada jalan yang bagus untuk kita berdua. Tapi orang yang kau incar di depanmu adalah Toru Hyuga, kan?” ucap Asahina meraih pundak Tohno. Seketika itu juga Tohno terkejut tak percaya (apa yang membuat Tohno terkejut? karena ketahuan bahwa yang dibencinya adalah Hyuga atau kaget mengetahui fakta kalau Asahina juga menyerang Hyuga?), Asahina tertawa terbahak-bahak sendiri. Flashback End.
“Saham yang Hyuga jual, aku beli semua. Dengan saham milikmu, saham kita jauh melebihi persentase sahamnya” lapor Tohno pada Asahina.
Asahina tersenyum, “ikuti langkah selanjutnya,jangan lupa apa yang kau lakukan padaku” ucapnya sambil menunjuk kakinya yang diperban. Tohno pun tertawa sambil menyerahkan permen pada Asahina. Asahina tersenyum dan memakan permen itu.
Next Inovation kacau, 500.000 data penduduk bocor, televisi mulai menyebarkan berita buruk itu. Saat ini semua pihak sibuk komplain pada NI, Hyuga dan Yamagami stress menghadapi keadaan. Sementara Asahina hanya tersenyum menikmati kondisi yang porak poranda. Yamagami menghampirinya, dan menanyakan apa yang terjadi, “apa yang kau fikirkan, nama perusahaan akan hancur” tanyanya heran.
Asahina memasang wajah serius, “Jangan khawatir, satu-satunya yang akan hancur adalah Hyuga Tohru” ucapnya kemudian tersenyum. Yamagami terkejut tak percaya.
Hyuga mengamati kepanikan pegawai dari kantornya dengan wajah stress, Natsui memandanginya dengan iba.

bersambung...

Komentar:
Gimana? desperate ga baca sinopsis episode ini? saya aja yang nonton emosi banget, rasanya sakit banget, seorang sahabat yang kita percayai mengkhianati kita? Tapi nanti dulu, sebelum kita menjudge Asahina, kita harus cari tahu dulu kira2 apa ya alasan Asahina melakukan semua ini? apakah ia memang benar2 ular bermuka dua? atau punya cara lain untuk menyelamatkan perusahaan?
Siapakah Tohno? siapa yang sebenarnya ia benci? Asahina atau Hyuga?
Bagimana dengan Yoko? ia sudah tahu kalau Hyuga-Natsui saling suka. Apakah ia akan memanipulasi kondisi untuk mendapatkan Hyuga seperti dikebanyakan sinetron?

Side story: Sesuatu yang baru biasanya menuai penolakan dan kritikan
If you start something new, it has to meet failure,it has to be criticized. But This is where the creation process starts..” sebuah kalimat yang sangat pas menggambarkan setiap gebrakan yang dibuat. Hal yang wajar saat kita mengungkapkan sesuatu yang baru, kita akan dicemooh, ditolak, dianggap gila, dikritik, bahkan dicaci. Tapi jangan sedih karena semua itu merupakan sebuah proses menuju kesuksesan yg sebenarnya. Maju atau mundur ada ditangan kita, bila pilihannya maju maka kita harus siapkan mental kuat untuk menghadapinya.

Thanks for reading, jika kamu merasa terbantu dengan kehadiran sinopsis ini jangan lupa tinggalkan komentar sebagai bentuk dukungan untuk penulis....

Written by Saa ( Twitter | Blog )
Capture image by Ari ( Twitter | Blog )
Posted only on PelangiDrama
DO NOT REPOST TO OTHER SITE/FP !!!

Please be patient!!! don't ask next episode! OK!
Read more...
 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here