[Review J-Movie] Rurouni Kenshin

36 comments

My vow is never to kill.

Siapa yang tidak mengenal sosok Kenshin Himura? Tentunya bekas luka berbentuk silang di pipi sebelah kiri ini selalu mengingatkan kita tentang satu orang. Ialah mantan assassin tersadis nomor satu di masanya yang menjalani sisa hidupnya sebagai rurouni untuk menebus dosanya di masa lalu. Lika-liku kehidupan Hitokiri Battosai ini menjadi salah satu kisah paling fenomenal sekitar 15 tahun yang lalu dan feel-nya masih terbawa hingga saat ini. Jutaan fans di seluruh dunia selalu menunggu-nunggu kisah masterpiece yang lahir dari tangan dingin Nobuhiro Watsuki-sensei. Agustus 2012 merupakan bulan dimana pada akhirnya, setelah diiringi berita simpang siur, versi live action pertama dari Rurouni Kenshin akhirnya dirilis. Apakah live action dari cerita legendaris ini memang sekeren versi manga dan anime-nya? Let’s find out together…


Detail:
Title: Rurouni Kenshin
Director: Keishi Outomo
Producer: Osamu Kubota, Takero Hisamatsu, Tatsuro Hatanaka, Masahiko Ibaraki, Hiroaki Kitano, Hiroyoshi Koiwai
Original Writer: Nobuhiro Watsuki
Screenplay: Kiyomi Fujii, Keishi Outomo
Cinematographer: Takuro Ishizawa
Release Date: August 25th, 2012 (theatre), December 26th, 2012 (DVD)
Runtime: 134 min
Distributor: Warner Bros
Language: Japanese
Country: Japan
Award: Best Action Actor 2012 (Japan Action Award)

Cast:
Satō Takeru (Himura Kenshin), Takei Emi (Kamiya Kaoru), Aoi Yu (Takani Megumi), Aoki Munetaka (Sagara Sanosuke), Kagawa Teruyuki (Kanryu Takeda), Kikkawa Koji (Udo Jin’ei), Tanaka Taketo (Myojin Yahiko), Eguchi Yosuke (Saito Hajime), Ayano Gou (Gein), Sudo Genki (Inui Banjin), dsb.


Humans eventually become what they fear, monsters, for yourself, for profit, and, for pleasure.

Sepuluh tahun setelah Restorasi Meiji merubah struktur pemerintahan dan kondisi masyarakat Jepang, muncul kekhawatiran baru berupa rumor kembalinya Hitokiri Battousai, assassin berdarah dingin yang membunuh siapa saja tanpa pandang bulu. Kondisi yang mencekam ini menyebabkan Kamiya Kaoru, salah mengira seorang rurouni sebagai Battousai. Dengan membabi buta, Kaoru menyerang sang rurouni hingga jatuh gelundungan. Serangan Kaoru berhenti setelah rurouni tersebut menjelaskan bahwa dirinya sama sekali bukan orang yang dicari oleh Kaoru, dan untuk meyakinkan gadis tersebut, ia memperlihatkan katana-nya, Sakabatou, yang memiliki mata pedang berkebalikan dengan mata pedang katana pada umumnya. Merasa bersalah, Kaoru pun meminjamkan saputangannya pada sang rurouni untuk digunakan membersihkan pakaiannya yang kotor.

Once you become a murderer, there’s no turning back. That is the life of a ‘hitokiri’.

Sementara itu, Takani Megumi, seorang dokter yang selama ini dieksploitasi oleh saudagar kaya raya Kanryu Takeda (saudagar aneh yang wajahnya tonjok­-able alias bikin pingin nonjok), melarikan diri dan meminta perlindungan pada polisi. Namun, di luar dugaan Megumi, seluruh korps polisi justru menjadi korban pembantaian sadis oleh Battousai. Kaoru tanpa sengaja menyaksikan momen kematian salah seorang anggota polisi dan munculnya sosok misterius yang tak lain adalah Battosai. Dengan berani (atau dengan bodohnya?) Kaoru menantang Battousai dengan menggunakan pedang kayu miliknya, yang (tentu saja) berakhir dengan kekalahan telak Kaoru. Battousai nyaris membunuh Kaoru jika saja rurouni yang diserang Kaoru sebelumnya tadi tidak datang untuk mengembalikan saputangan Kaoru (dan melindungi Kaoru, tentunya :p).

Certainly, it’s been said that the katana is merely a tool, and the person kills.

Pertemuan kembali Kaoru dan sang rurouni terjadi saat doujou Kaoru diserang oleh kawanan perampok. Kaoru dan ‘murid’-nya, Myojin Yahiko, berusaha mempertahankan doujou tersebut, namun kalah jumlah. Sang rurouni melindungi doujou Kaoru dan menunjukkan kepiawaiannya menggunakan katana istimewanya menghadapi belasan orang tanpa melukai seorangpun. Kaoru pun akhirnya menyadari bahwa sang rurouni yang awalnya nampak lemah dan sedikit o’on ini *jangan timpuk saya plis* adalah Hitokiri Battousai yang asli. Namun sesuai dengan adanya larangan menggunakan katana, maka sang rurouni pun akhirnya diciduk polisi, dan untuk kali pertama ia menyebutkan namanya, Himura Kenshin.


Samurai is long gone, time has changed.

Beruntung, Kenshin dibebaskan tak lama setelah ia ditahan di penjara. Kaoru menjemputnya di kantor polisi dan membawa Kenshin pulang. Pada awalnya, Kenshin menolak ajakan Kaoru, namun ia luluh setelah Kaoru mengatakan bahwa Kenshin yang diketahui Kaoru hanyalah seorang rurouni, dan Kaoru tidak mempermasalahkan masa lalu Kenshin. Di saat bersamaan, Yahiko menemukan Megumi yang ketakutan dan meminta perlindungan. Yahiko pun akhirnya membawa Megumi ke doujou dan mereka bertemu dengan Kaoru yang membawa Kenshin pulang.

Everyone has a past that they want to erase.

Kehidupan damai yang dialami Kenshin tidak berlangsung lama. Pembunuhan demi pembunuhan oleh Battousai terus berlangsung. Hal ini membangkitkan kembali kenangan masa lalu dari Kenshin termasuk asal muasal bekas luka di pipi kirinya. Selain itu, rumor tentang Kenshin yang mampu mengalahkan belasan orang sendirian membawa Kenshin bertemu dengan Kanryu. Pertemuan keduanya juga mengawali pertemuan Kenshin dengan Sagara Sanosuke, yang mengaku telah lama terobsesi untuk mengalahkan Kenshin. Meskipun demikian, pertarungan Kenshin dan Sanosuke ternyata justru merubah cara pandang Sanosuke terhadap Kanryu…

The style of Hitokiri Battosai is Hiten Mitsurugi Ryuu, it’s a style meant to fight many.

Kekacauan memuncak saat puluhan orang di sekitar doujou jatuh sakit. Megumi menemukan bahwa air sumur di sekitar doujou telah diracuni. Kondisi ini berlanjut dengan menghilangnya Megumi setelah gadis tersebut mengungkapkan sakit hati terdalamnya pada Kenshin. Mampukah Kenshin dkk menyelamatkan orang-orang tersebut? Mampukah Kenshin dkk menemukan Megumi sebelum terlambat? Jika memang Restorasi merupakan hal terbaik bagi rakyat Jepang, mampukah Kenshin membuktikan bahwa samurai masih merupakan profesi yang terhormat? Dan saat nyawa Kaoru menjadi taruhan, mampukah Kenshin tetap bertahan pada sumpahnya untuk tidak akan pernah membunuh lagi?


How does one protect people without killing?


Review
Kakkoii… saya jarang berkedip selama nonton movie ini. Kakkoii banget. Saya sempat bilang ke Saa-nee pagi harinya bahwa saya masih belum bisa membayangkan Satō Takeru memainkan peran se-wow Himura Kenshin. Dan ternyata memang jauh dari bayangan saya. Jauh, jauh banget. Jauh di atas ekspektasi saya maksudnya. Tidak salah juga banyak reviewer menyebutkan bahwa movie ini nearly perfect for first live action of manga/anime’s legendary story.

Pada awal movie, saya sempat heran kenapa logo Warner Bros muncul disitu, dan saya sempat teringat beberapa karya masterpiece Jepang yang entah bagaimana jadi amburadul saat diangkat ke movie besutan WB. Tapi syukurlah kekhawatiran saya sama sekali tidak terjadi. This masterpiece remains masterpiece, walaupun efek CG khas WB banyak muncul, namun tidak mereduksi alur cerita. Dominasi konflik internal dari diri Kenshin Himura yang merupakan kekuatan manga Rurouni Kenshin masih terjaga dan tersampaikan dengan baik pada penonton.


Just give me a reason to keep my heart beating.

Oh ya, sebelumnya saya harus meluruskan bahwa saya berusaha mereview movie ini seobjektif mungkin. Saya tidak akan membahas perbedaan macam apa saja yang ada di movie ini dengan yang ada di manga maupun di anime, karena menurut saya, semua cerita yang berasal dari manga maupun anime PASTI akan mengalami banyak penyesuaian jika diangkat ke live action, apalagi kalau live action-nya hanya sebuah movie. Bayangkan saja, manga dan anime itu berapa panjangnya, dan movie cuma berapa lamanya. Kalau harus sama, arienai deshou?

Saya termasuk satu dari jutaan orang yang pernah mengalami demam Rurouni Kenshin, jadi beberapa perbedaan sempat membuat saya tergelitik. Beberapa hal penting dalam cerita ini juga mengalami sedikit pergeseran, walaupun menurut saya gesernya ndak jauh-jauh amat. Saran saya, ada bagusnya jika tidak mengharapkan movie ini semirip mungkin dengan cerita yang biasa kita lihat di  manga maupun anime.

As the world falls apart around us, all we can do is hold on.

Dari segi cerita, movie ini memiliki pace cerita yang lumayan cepat, tapi untungnya, tidak terlalu terburu-buru, sehingga cukup mudah diikuti. Alur ceritanya bisa dinikmati oleh semua kalangan, baik fans lama Kenshin maupun yang pertama kali terketuk hatinya untuk mengenal Kenshin. Outomo-sensei berhasil meramu cerita legendaris ini menjadi sebuah cerita yang indah dan very well-woven. Tidak ada tahapan yang terasa dipaksakan, semacam setiap event terjadi karena ada alasan yang mudah dipahami oleh penonton. Selain itu, grafis dari movie ini bisa dibilang sangat mumpuni. Kesan masa Meiji begitu terlihat. Pemilihan scene, angle kamera, serta backdrop yang sangat detil membuat cerita menjadi jauh lebih hidup dan sayang untuk dilewatkan.

Memang sih, beberapa scene nampaknya ‘kelewat gak mungkin’ buat terjadi. Apakah ini kelemahan movie ini? Atau kelebihan? Your choice :). Dan sepertinya saya perlu sedikit mengingatkan untuk yang belum nonton, beberapa scene nampak sadis (beberapa malah DP banget), dan masalahnya, nampak real banget. Buat yang tidak kuat menonton scene seperti itu, silakan tutup mata saat scene tersebut berlangsung :p


Don’t worry, it’s save right here in my arms.

Sound, ah ini dia. Harus bilang apa nih? Menurut saya bukan ‘pas’, tapi ‘sempurna’. Wow, semacam bisa ikutan merasakan emosi sang Battosai hanya dari mendengarkan musik latarnya. Saya sangat menyarankan agar menonton film ini dengan pakai surround mode, atau theatrical mode atau yang sejenisnya. Pasti lebih terasa sensasinya. Seru! Sampai ending song-nya pun ‘kena’. Sebuah lagu upbeat berjudul The Beginning yang dibawakan oleh One OK Rock, liriknya sempurna sebagai penutup movie ini, semacam Kenshin sedang menyuarakan isi hatinya :p

I risk everything if it’s for you.

Oke, beranjak ke pemain. Fyuh… maafkan saya Satō -san, sudah (agak) underestimate :p. Harus saya akui, Satō  Takeru menghidupkan Himura Kenshin dengan nyaris sempurna. Wajah Satō  memang bukan wajah yang ‘dewasa’ (beberapa orang menyebut wajahnya masih kayak bocah *no offense*), tapi gesture, cara bicara dan mata, semua mampu bicara tentang gejolak internal dari Kenshin. Satō  mampu menghidupkan “oro~?” dengan konyol, dan bisa mengeluarkan suara berat saat kemarahan Kenshin memuncak. Beberapa ekspresi wajah Satō  juga sempat membuat saya ngakak. Tapi yang paling membuat saya terpaku di depan laptop adalah Satō  mampu memainkan katana dengan luwes sekali, semacam itu sudah mainan sehari-hari. Adegan pertarungan nampak real. Dengan ini, bertambah satu lagi variasi peran yang pernah dimainkan oleh Satō Takeru. Berkat peran ini pula, Satō mendapatkan penghargaan Best Action Actor pada Japan Action Award :)

Cuma satu hal yang saya heran… kenapa di jaman itu sudah ada cat rambut coklat ya? Atau karena Kenshin itu rurouni, jadi dia kurang gizi dan rambutnya jadi gak hitam lagi? *dilempari sepatu sama fans Kenshin*

They might call me crazy for saying I’d fight until there’s no more.

Menghidupkan tokoh heroine yang merupakan pendamping dari hero memang bukan hal mudah. Apalagi serial Rurouni Kenshin adalah salah satu serial dengan character design yang sangat solid dan kental dengan unsur historis tentang Jepang pada masa Meiji. Saya pikir menghidupkan tokoh Kaoru sama sulitnya dengan menghidupkan tokoh Kenshin. Ikonik banget sih soalnya… f(-__-“). By the way, Takei Emi kalau tidak salah kemarin masuk Big5PD, ya nggak? *lirik para author*. Peranan Kaoru di movie ini memang agak lebih sedikit dari ekspektasi saya, tapi cukup membuat saya berpendapat bahwa Takei cocok memerankan Kaoru. Bisa jadi seorang yang feminin, bisa jadi seorang yang super keras kepala. Nice couple with Kenshin :)

Tapi walaupun saya bilang nice couple, jangan mengharapkan ada romantic scene dalam movie ini. Sepertinya timing-nya masih terlalu dini buat munculnya scene seperti itu. Yah, siapa tahu, setelah ini bakal ada follow up dari Rurouni Kenshin Live Action untuk mengeksplorasi hal-hal yang belum tereksplorasi di movie ini. Mari ber-positive tingting :p


So blinded I can’t see the end.

Seperti halnya banyak movie angkatan manga/anime lainnya, porsi kemunculan supporting character seperti Megumi, Sanosuke dan Yahiko mungkin tidak akan sebanyak harapan kita. Well, it’s a movie guys, not yet a TV series. Meskipun demikian, saya sudah bisa menangkap kesan kepribadian Megumi, Sano dan Yahiko dengan baik. Menurut saya sih, sudah cukup sesuai dengan penokohan mereka di manga/anime. Deretan pemeran tokoh antagonis juga menunjukkan kualitas akting yang bagus dan memunculkan kesan supervillain (terutama Jin’ei, kalau menurut saya). Dan seperti yang saya bilang tadi, adegan pertarungannya nampak real. Pastinya tiap-tiap aktor dan aktris telah menjalani sejumlah training khusus buat menghidupkan karakter mereka masing-masing. Kakkoii!

Kalau begitu, apa kekurangan movie ini? Kurang panjang. Hehehe… (padahal udah 135 menit). Kalau menurut saya, tidak ada kekurangan yang secara signifikan menurunkan kualitas dari movie ini. Bagaimana readers?

Look how far we made it.

Secara keseluruhan, hikmah penting dari kisah Rurouni Kenshin adalah bahwa setiap orang berhak memiliki masa lalu, masa kini dan masa depan. Sekelam apapun masa lalu, tidak ada seorang pun yang tidak berhak memiliki masa depan. Seperti sebuah quote, every saint has a past and every sinner has a future. Tidak ada manusia biasa yang sepanjang hidupnya suci tanpa kesalahan. Yang terpenting adalah menerima masa lalu hanya sebagai masa lalu, kemudian membentuk masa kini dan masa depan yang jauh lebih baik. Lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali…

 Oke, kesimpulannya, movie ini merupakan movie wajib tonton buat semua penikmat movie, terutama sekali fans serial Rurouni Kenshin alias Samurai X. Untuk yang belum pernah mengikuti kisah Kenshin, movie ini bakal bisa menjadi alasan kalian ngefans sama Kenshin. Keren sekali. Nearly perfect. Nice in almost everything. Kakkoii. Tidak mengecewakan. Breathtaking. Dan sangat re-nonton-able!


We’ll be fighting all night, make sure to have breakfast ready for us!


OMAKE
  • Judul asli dari manga Rurouni Kenshin adalah Rurouni Kenshin: Meiji Swordsman Romantic Story (Rurouni Kenshin Meiji Kenkaku Roumantan /るろうに剣心 -明治剣客浪漫) namun seiring dengan semakin kompleksnya cerita, Nobuhiro Watsuki-sensei akhirnya mengumumkan bahwa serial Rurouni Kenshin lebih cocok disebut sebagai Meiji Swordsman Story.
  • Serial Rurouni Kenshin telah dirilis dalam bentuk manga, anime, OVA (original video animations), light novels, drama CD, game dan terakhir adalah live action. Kesemuanya sukses, baik di dalam maupun di luar Jepang.
  • Original run dari manga Rurouni Kenshin adalah 11 April 1994 hingga 4 November 1999 di Weekly Shounen Jump, dan di-re-release pada tahun 2006. Menakjubkan ya kisahnya masih dicintai sampai sekarang… :’)
  • Watsuki-sensei mencintai kendo, dan hal ini adalah salah satu inspirasinya untuk menciptakan cerita tentang samurai.
  • Salah satu spin-off dari Rurouni Kenshin yang diterbitkan terpisah berjudul Yahiko no Sakabatou (Yahiko’s Reversed-Edge Sword) yan menceritakan Yahiko sebagai samurai dengan sakabatou yang serupa dengan milik Kenshin.
  • Judul Samurai X sebenarnya merupakan judul yang dipergunakan untuk rilis di Amerika. Pada rilis berbahasa Inggris lain, ditambahkan subtitel Wandering Samurai pada serial Rurouni Kenshin. Ide awalnya memang Kenshin adalah wanderer yang wandering kemana-mana, namun sepertinya cerita yang tercap di ingatan sebagian besar fans adalah Kenshin semasa di Kamiya-doujou :p
  • Sekedar informasi untuk yang belum pernah mengikuti serial ini, versi manga original dari Rurouni Kenshin lebih kompleks dan terkesan lebih dark dibandingkan dengan versi live action movie ini.
  • Ide awal serial manga Rurouni Kenshin adalah menyelesaikan dengan bad ending dimana Kaoru terbunuh, namun dirubah oleh Watsuki-sensei, mengingat pembaca serial ini termasuk anak-anak juga.
  • Cerita dalam live action movie ini telah dirilis oleh Watsuki-sensei dalam bentuk manga pada bulan Juni 2012. Watsuki-sensei menghentikan sementara pekerjaannya di serial lain demi ‘menghidupkan’ kembali Kenshin Himura. Serial yang akan diangkat ke live action ini diberi judul Rurouni Kenshin Cinema-ban, dan untuk rilis di Amerika di-retitle menjadi Rurouni Kenshin: Restoration. Watsuki-sensei mengakui bahwa cerita didalamnya dibuat berbeda dengan cerita original Rurouni Kenshin. Jadi jangan khawatir dengan perbedaan yang nantinya kamu temukan di movie ini, karena cerita dalam movie ini masih original langsung dari Watsuki-sensei.


Tadaima de gozaru…


written by siennra while listening to The Beginning by ONE OK ROCK
head image and details from asianwiki
captured images by siennra
posted only on pelangidrama.net
DO NOT REPOST TO OTHER SITE!!!

36 Responses so far.

  1. Satu kata: Kerennnnn, baik movie maupun review nya semua kerennn...
    Dua kata: The Beginning... lirik dan musik yg perfect untuk mengiringi kisah Kenshin dan Kaouru..."don't worry is safe in my arms". The beginning juga bisa bermakna sebuah awal bagi kenshin untuk memulai kehidupan baru nya...
    Tiga Kata: Taidama de gozaru... kalimat yg semacam puluhan tahun kenshin menghilang namun ia kembali untuk Kaouru....
    ah romantis banget >___<... *padahal ga ada scene romantis*

    Siennra-chan, arihgato na, otsukaresama deshita...

  2. Anonim says:

    liat Sato d sini langsung kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa... Den-ox ilank.... XDDDDDDD
    jEMPOL DAH BUAT NIE MOVIE....

  3. satu kata sasuga coba movie ini tayang dibioskop Indonesia pasti mantep dah, Okujo bener2 keren ya eh maksudnya Sato Takeru bwahahah senyumnya alamak #tepok jidat :XD, Emi chan juga keren sienra juga keren reviewnya :D

  4. @saa: hehe.. makasiiii... makasi juga dipublishkan, maklum modem sy lagi demam T.T
    kali pertama liat bener2 mata pedes soalnya lupa kedip XD

    @ari: haduh jangan di bioskop lah... aku males ngantri, hihihihi :p

  5. yg anonim: monggo didonlod mbak/mas :D

  6. punya link buat download film nya gk min,,
    cz kpingin bgt Q nonton,,,

  7. cb cek di idws, kmrn pas ubek2 udh nemu. di dramcrazy jg ada :)

  8. thank u kak siennra..blom sempet nonton padahal udah donlod..hehehheheehe
    jadi tambah penasaran eng...
    :)
    @Blackshadow, kalo san, donlodnya di doramax264.com

  9. kekeke ... pesona kenshin (ato sato takeru?)
    emg ga ilang ya?
    ad temen yg bilang, klo keluwesan gerakan sato takeru di sini karena doski juga emg ud jago breakdance dan seorang Parkour (Kelana lom nemu ini artinya ap)
    ditunggu sinop lengkapnya ^_^

  10. @susan: jgn lupa pakai surroundsound ya, hehehe :)

    @kelana: pesona keduanya, hehehe XD
    parkour tu freerunning, ngelewati obstacle2 gitu :D

  11. Waahhh aku telat kasi komentar..
    Keren.. Keren.. Asli keren.. Sato Takeru gerakannya cepat. Tapi yang aku suka ma megumi. Pas orang2 keracunan pada panik, nih cewek langsung sigap, ngecek air di sumur terus tau harus ambil langkah selanjutnya. Untung bukan langkah seribu ya.

  12. udah nontonn.. dan saya kasi 4,75 bintang dari 5 bintang..
    suka banget film ini, cukup mengakomodir apa yang pernah kita dapatkan dari manga dan anime nya...

  13. fian says:

    berasa bgt emosi'nya ni pilem aplgi klo smbil dger lgu ONE OK ROCK yg jdi OST....#fans berat Taka :D

  14. polaris says:

    Wah ga nyangka ada movienya. Mesti nonton nih. Apalagi saya penggemar berat battosai. Jadi ingat jaman sekolah dulu.. bela-belain nonton samurai X walaupun udah bel masuk kelas tapi tetap aja nonton di perpustakaan sekolah buahahahahaha. Thanks PD udah bikin reviewnya...

  15. keren banget filmnyaaa.. setiap kali adegan tebasan pedang, tiap kali itu juga saya ngerasa ngilu, hahahaa
    @wewenk : yailaa, itu bintang nya pake dipotong jd 3/4 siih.. udah kasih langsung 5 bintang ajaahh :D:D

  16. @amellia: pas nonton itu aku lgsg keluar komentar, "ni orang latian jadi samurai brapa lama ya?" kakkoii banget :')

    @wewenk: keren ya :') aku sukaaa bagian 'tadaima de gozaru'-nya *lirik Saa*

    @fian: jujur, aku betah ndengerin satu lagu itu selama berhari2 gak ganti lagu XD *demam The Beginning*

    @niken: efek-efeknya keren ya :') warner bros sih... :D
    untung WB gak ngutek2 jalan ceritanya, cuman efeknya doang :)

    @polaris: ayo tos! mirip lah sama saya, hehehehe XD

  17. Fian dan Siennra: aku demam suara Taka mulai agustus-desember tahun kemarin gegara just give a reason...
    sekarang demam kalimat: tadaima de gozaru...
    Suka kalo aktor dari Amuse yg main pastine sing ngisi ost ya musisi binaan Amuse juga.. . jd inget Bloddy monday dan Kimi todoke nya Miura yg ngisi ost flumpool... *ujung2 nya miura*

  18. heeee jd flumpool sm oor itu punyanya amuse?! *barutau*

  19. Anonim says:

    Mau nonton ahh, kayaknya seru nih.. Sato Takeru nya juga kayaknya kakkoi di sini. Pengen bedain dia di sini sama di Princess-Princess D yang kawaii.. Xixixi

  20. bukan kayaknya seru lagi tapi emang seru,. bukan kayaknya kakkoi lagi, tapi sato takeru emang kakkoi... langsung nularin file biar semua temen pada nonton dan ternyata memang bener komen mereka sama : KEREEN BANGET!

    ima

  21. terus berasa jadi seleb soalnya banyak yg ngehub soalnya mau ngopi, hahahaha XD

  22. Anonim says:

    4 jempol buat film ini, adegan pertarungan sangat bagus, cerita bagus pokoknya semuanya bagus, dijamin nonton berkali-kali ga bakalan bosan

  23. waaaaaahhhhh, reviewnya juga gak kalah kakkoi sama movienyaaaa *.* review saya cuma berisi jeritan fangirling terhadap Samurai X sajaaaaaa wkwkwkwkw.... #melipir
    salam kenal ahh semua,ditya desu.
    sy dulu nonton animenya tapi dulu belom banyak temen jejepangan jadi gak begitu mendalami per-kenshin an..paling inget ceritanya saja.
    Baca review ini jadi tahu detail dan seluk beluk dibalik RK ^^
    xoxo
    ditya

  24. @anonim: setuju, aku udah nonton ada puluhan kali (endingnya), hehehe... *demam tadaima de gozaru*

    @ditya: irasshai ditya, makasi sudah berkunjung ke 'rumah' kami :)
    fans berat sato nih kayaknya.. hehehe :D

  25. @siennraa : haiiii.. its my pleasure bisa berkunjung ke rumah kalian :)
    bakalan sering berkunjung nih, kenapa gak dari dulu aku tahu blog ini nih ><
    yang punya rumah ada berapa nih, pengen kenalan satu-satu ^^

    ditya

  26. wah welcome ditya... tidak hanya berkunjung, bergabung juga boleh keeke, kami ramean disini, ada yg spesialisasi di koreaan, jejepangan, mainlad, asian lainnya, dan indonesia juga... jadi sangat rame hihihi..

  27. waaaahh kereeeenn....:D

  28. @sakura waah! kalau disuruh rame2 sih paling seneng nih muehehehehe... sippp, bakal sering ubek2 dimari xD

  29. @ditya: nah tuh Sakura21 sesepuhnya jejepangan XD

    @anggrek: yang mananya nih yang keren? :D

  30. Oki says:

    Aku udah nonton. Sato nya Kakkoii, tpi kesan 'Kawaii' di wajahnya gak bisa ilang, apalagi pas dia ngenalin namanya sama ngomong 'oro~ ?' itu Kawaii banget >< jadi inget akting dia di Princess-Princess D yang juga Kawaii ^^

    Jadi ngebandingin akting dia di sini sama sahabatnya yang juga suamiku #plak (red-Haruma Miura) di dorama Samurai High School yang juga ahli Samurai..

    setuju sama yang re-nonton-able. sampe sekarang aku udah 3kali nonton nih Movie. tanpa ngeedip, nahan nafas terus. pokoknya sipp lah

  31. @oki: wuih aku setuju pake banget, wajahnya masih cubit-able di banyak scene berbunyi ~oro?~ XD
    tapi scene yg bikin meleleh emang scene "tadaima de gozaru"-nya T.T

  32. Anonim says:

    my hubby...KH ^_^boleh g ya bsaing ma kaouru*grinning
    maunya sy ksh bintang 5 u movie ini tp itu tllu bias :) jd bintang 4 sj. sy bharap ko film ini ad sekuelny akting emi lbh bkembang lg^_^ dan ttp sy ngarep bgt bs diputar di bioskop indo*ttp gondok g bs lht di bioskop*
    u review bgus skli, bintang 4,91 sj y karena caps2 krng banyak ^_^ttp bias.
    pokoknya tq author :)

    hira

  33. Anonim says:

    smoga menjadi film terbaik 2012 ;-) we all love u Kenshin.....love n peace..

  34. @hira: jujur sih ya.. sebenernya screencaptnya byk lho... tp klo diuplod smua jadi spoiler dong, hihihihi...
    arigatoo ne :)


    @anonim: amiiiinn :D

  35. Setuju. Film ini g ada kekurangan yang sampai menurunkan kualitas movie ini. Feelingnya kenshin dapat banget padahal awalanya saya g begitu suka sama aktornya. Maklum sempat liat dia maen di kamen rider heheh. Tapi Dengar-dengar ni film akan ada sekuelnya. Semoga benar..

  36. aktingnya Sato Takeru emang gak mendadak bagus sih, ada masanya dia kaku kaku juga, tp di movie ini masterpiece banget :')

    dan, eh majiii??!! sekuel?! *mendadak bola mataku berbentuk bintang*

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here