My vow is never to kill.
Siapa yang tidak mengenal sosok
Kenshin Himura? Tentunya bekas luka berbentuk silang di pipi sebelah kiri ini
selalu mengingatkan kita tentang satu orang. Ialah mantan assassin tersadis nomor satu di masanya yang menjalani sisa
hidupnya sebagai rurouni untuk
menebus dosanya di masa lalu. Lika-liku kehidupan Hitokiri Battosai ini
menjadi salah satu kisah paling fenomenal sekitar 15 tahun yang lalu dan feel-nya masih terbawa hingga saat ini.
Jutaan fans di seluruh dunia selalu menunggu-nunggu kisah masterpiece yang lahir dari tangan dingin Nobuhiro Watsuki-sensei. Agustus 2012 merupakan bulan
dimana pada akhirnya, setelah diiringi berita simpang siur, versi live action pertama dari Rurouni Kenshin
akhirnya dirilis. Apakah live action
dari cerita legendaris ini memang sekeren versi manga dan anime-nya? Let’s find out together…
Detail:
Title: Rurouni Kenshin
Director: Keishi Outomo
Producer: Osamu Kubota, Takero
Hisamatsu, Tatsuro Hatanaka, Masahiko Ibaraki, Hiroaki Kitano, Hiroyoshi Koiwai
Original Writer: Nobuhiro
Watsuki
Screenplay: Kiyomi Fujii, Keishi
Outomo
Cinematographer: Takuro Ishizawa
Release Date: August 25th,
2012 (theatre), December 26th, 2012 (DVD)
Runtime: 134 min
Distributor: Warner Bros
Language: Japanese
Country: Japan
Award: Best Action Actor 2012 (Japan Action Award)
Cast:
Satō Takeru (Himura
Kenshin),
Takei Emi (Kamiya Kaoru),
Aoi Yu (Takani Megumi),
Aoki Munetaka (Sagara Sanosuke),
Kagawa Teruyuki (Kanryu Takeda),
Kikkawa Koji (Udo Jin’ei),
Tanaka Taketo (Myojin Yahiko),
Eguchi Yosuke (Saito Hajime),
Ayano Gou (Gein),
Sudo Genki (Inui Banjin), dsb.
Humans eventually become what they fear,
monsters, for yourself, for profit, and, for pleasure.
Sepuluh tahun setelah Restorasi
Meiji merubah struktur pemerintahan dan kondisi masyarakat Jepang, muncul
kekhawatiran baru berupa rumor kembalinya Hitokiri Battousai, assassin berdarah dingin yang membunuh
siapa saja tanpa pandang bulu. Kondisi yang mencekam ini menyebabkan Kamiya Kaoru, salah mengira seorang rurouni sebagai Battousai. Dengan
membabi buta, Kaoru menyerang sang rurouni
hingga jatuh gelundungan. Serangan Kaoru berhenti setelah rurouni tersebut menjelaskan bahwa dirinya sama sekali bukan orang
yang dicari oleh Kaoru, dan untuk meyakinkan gadis tersebut, ia memperlihatkan katana-nya, Sakabatou, yang memiliki mata pedang berkebalikan dengan mata
pedang katana pada umumnya. Merasa
bersalah, Kaoru pun meminjamkan saputangannya pada sang rurouni untuk digunakan membersihkan pakaiannya yang kotor.
Once you become a murderer, there’s no
turning back. That is the life of a ‘hitokiri’.
Sementara itu, Takani Megumi, seorang dokter yang
selama ini dieksploitasi oleh saudagar kaya raya Kanryu Takeda (saudagar aneh yang wajahnya tonjok-able alias bikin pingin nonjok),
melarikan diri dan meminta perlindungan pada polisi. Namun, di luar dugaan
Megumi, seluruh korps polisi justru menjadi korban pembantaian sadis oleh
Battousai. Kaoru tanpa sengaja menyaksikan momen kematian salah seorang anggota
polisi dan munculnya sosok misterius yang tak lain adalah Battosai. Dengan
berani (atau dengan bodohnya?) Kaoru menantang Battousai dengan menggunakan
pedang kayu miliknya, yang (tentu saja) berakhir dengan kekalahan telak Kaoru. Battousai
nyaris membunuh Kaoru jika saja rurouni
yang diserang Kaoru sebelumnya tadi tidak datang untuk mengembalikan saputangan
Kaoru (dan melindungi Kaoru, tentunya :p).
Certainly, it’s been said that the katana is
merely a tool, and the person kills.
Pertemuan kembali Kaoru dan sang
rurouni terjadi saat doujou Kaoru diserang oleh kawanan perampok.
Kaoru dan ‘murid’-nya, Myojin Yahiko, berusaha mempertahankan doujou tersebut, namun kalah jumlah. Sang
rurouni melindungi doujou Kaoru dan menunjukkan kepiawaiannya
menggunakan katana istimewanya menghadapi
belasan orang tanpa melukai seorangpun. Kaoru pun akhirnya menyadari
bahwa sang rurouni yang awalnya
nampak lemah dan sedikit o’on ini *jangan timpuk saya plis* adalah Hitokiri Battousai yang asli. Namun sesuai dengan adanya larangan
menggunakan katana, maka sang rurouni pun akhirnya diciduk polisi, dan
untuk kali pertama ia menyebutkan namanya, Himura
Kenshin.
Samurai is long gone, time has changed.
Beruntung, Kenshin dibebaskan
tak lama setelah ia ditahan di penjara. Kaoru menjemputnya di kantor polisi dan
membawa Kenshin pulang. Pada awalnya, Kenshin menolak ajakan Kaoru, namun ia
luluh setelah Kaoru mengatakan bahwa Kenshin yang diketahui Kaoru hanyalah
seorang rurouni, dan Kaoru tidak mempermasalahkan
masa lalu Kenshin. Di saat bersamaan, Yahiko menemukan Megumi yang ketakutan
dan meminta perlindungan. Yahiko pun akhirnya membawa Megumi ke doujou dan mereka bertemu dengan Kaoru
yang membawa Kenshin pulang.
Everyone has a past that they want to erase.
Kehidupan damai yang dialami
Kenshin tidak berlangsung lama. Pembunuhan demi pembunuhan oleh Battousai terus
berlangsung. Hal ini membangkitkan kembali kenangan masa lalu dari Kenshin termasuk
asal muasal bekas luka di pipi kirinya. Selain itu, rumor tentang Kenshin yang mampu
mengalahkan belasan orang sendirian membawa Kenshin bertemu dengan Kanryu.
Pertemuan keduanya juga mengawali pertemuan Kenshin dengan Sagara Sanosuke, yang mengaku telah lama terobsesi untuk
mengalahkan Kenshin. Meskipun demikian, pertarungan Kenshin dan Sanosuke
ternyata justru merubah cara pandang Sanosuke terhadap Kanryu…
The style of Hitokiri Battosai is Hiten
Mitsurugi Ryuu, it’s a style meant to fight many.
Kekacauan memuncak saat puluhan
orang di sekitar doujou jatuh sakit.
Megumi menemukan bahwa air sumur di sekitar doujou
telah diracuni. Kondisi ini berlanjut dengan menghilangnya Megumi setelah gadis
tersebut mengungkapkan sakit hati terdalamnya pada Kenshin. Mampukah Kenshin
dkk menyelamatkan orang-orang tersebut? Mampukah Kenshin dkk menemukan Megumi
sebelum terlambat? Jika memang Restorasi merupakan hal terbaik bagi rakyat
Jepang, mampukah Kenshin membuktikan bahwa samurai masih merupakan profesi yang
terhormat? Dan saat nyawa Kaoru menjadi taruhan, mampukah Kenshin tetap
bertahan pada sumpahnya untuk tidak akan pernah membunuh lagi?
How does one protect people without killing?
Review
Kakkoii… saya jarang berkedip selama nonton movie ini. Kakkoii
banget. Saya sempat bilang ke Saa-nee pagi harinya bahwa saya masih belum bisa
membayangkan Satō Takeru memainkan peran se-wow Himura Kenshin. Dan ternyata memang
jauh dari bayangan saya. Jauh, jauh banget. Jauh di atas ekspektasi saya
maksudnya. Tidak salah juga banyak reviewer
menyebutkan bahwa movie ini nearly perfect for first live action of manga/anime’s legendary story.
Pada awal movie, saya sempat heran kenapa logo Warner Bros muncul disitu, dan
saya sempat teringat beberapa karya masterpiece
Jepang yang entah bagaimana jadi amburadul saat diangkat ke movie besutan WB. Tapi syukurlah
kekhawatiran saya sama sekali tidak terjadi. This masterpiece remains
masterpiece, walaupun efek CG khas WB banyak muncul, namun tidak mereduksi
alur cerita. Dominasi konflik internal dari diri Kenshin Himura yang merupakan
kekuatan manga Rurouni Kenshin masih
terjaga dan tersampaikan dengan baik pada penonton.
Just give me a reason to keep my heart
beating.
Oh ya, sebelumnya saya harus
meluruskan bahwa saya berusaha mereview
movie ini seobjektif mungkin. Saya
tidak akan membahas perbedaan macam apa saja yang ada di movie ini dengan yang ada di manga
maupun di anime, karena menurut saya,
semua cerita yang berasal dari manga
maupun anime PASTI akan mengalami banyak penyesuaian jika diangkat ke live action, apalagi kalau live action-nya hanya sebuah movie. Bayangkan saja, manga dan anime itu berapa panjangnya, dan movie cuma berapa lamanya. Kalau harus sama, arienai deshou?
Saya termasuk satu dari jutaan
orang yang pernah mengalami demam Rurouni Kenshin, jadi beberapa perbedaan
sempat membuat saya tergelitik. Beberapa hal penting dalam cerita ini juga
mengalami sedikit pergeseran, walaupun menurut saya gesernya ndak jauh-jauh
amat. Saran saya, ada bagusnya jika tidak mengharapkan movie ini semirip mungkin dengan cerita yang biasa kita lihat
di manga
maupun anime.
As the world falls apart around us, all we
can do is hold on.
Dari segi cerita, movie ini memiliki pace cerita yang lumayan cepat, tapi untungnya, tidak terlalu
terburu-buru, sehingga cukup mudah diikuti. Alur ceritanya bisa dinikmati oleh
semua kalangan, baik fans lama Kenshin maupun yang pertama kali terketuk
hatinya untuk mengenal Kenshin. Outomo-sensei
berhasil meramu cerita legendaris ini menjadi sebuah cerita yang indah dan very well-woven. Tidak ada tahapan yang
terasa dipaksakan, semacam setiap event
terjadi karena ada alasan yang mudah dipahami oleh penonton. Selain itu, grafis
dari movie ini bisa dibilang sangat
mumpuni. Kesan masa Meiji begitu terlihat. Pemilihan scene, angle kamera,
serta backdrop yang sangat
detil membuat cerita menjadi jauh lebih hidup dan sayang untuk dilewatkan.
Memang sih, beberapa scene nampaknya ‘kelewat gak mungkin’
buat terjadi. Apakah ini kelemahan movie ini?
Atau kelebihan? Your choice :). Dan
sepertinya saya perlu sedikit mengingatkan untuk yang belum nonton, beberapa scene nampak sadis (beberapa malah DP
banget), dan masalahnya, nampak real
banget. Buat yang tidak kuat menonton scene
seperti itu, silakan tutup mata saat scene
tersebut berlangsung :p
Don’t worry, it’s save right here in my
arms.
Sound, ah ini dia. Harus bilang apa nih? Menurut saya bukan ‘pas’,
tapi ‘sempurna’. Wow, semacam bisa ikutan merasakan emosi sang Battosai hanya dari mendengarkan musik latarnya.
Saya sangat menyarankan agar menonton film ini dengan pakai surround mode, atau theatrical mode atau
yang sejenisnya. Pasti lebih terasa sensasinya. Seru! Sampai ending song-nya pun ‘kena’. Sebuah lagu upbeat berjudul The Beginning yang dibawakan oleh One OK Rock, liriknya sempurna sebagai penutup movie ini, semacam Kenshin sedang menyuarakan isi hatinya :p
I risk everything if it’s for you.
Oke, beranjak ke pemain. Fyuh…
maafkan saya Satō -san, sudah (agak) underestimate
:p. Harus saya akui, Satō Takeru
menghidupkan Himura Kenshin dengan nyaris sempurna. Wajah Satō memang bukan wajah yang ‘dewasa’ (beberapa
orang menyebut wajahnya masih kayak bocah *no
offense*), tapi gesture, cara
bicara dan mata, semua mampu bicara tentang gejolak internal dari Kenshin. Satō
mampu menghidupkan “oro~?” dengan konyol, dan bisa mengeluarkan suara berat saat
kemarahan Kenshin memuncak. Beberapa ekspresi wajah Satō juga sempat membuat saya ngakak. Tapi yang
paling membuat saya terpaku di depan laptop adalah Satō mampu memainkan katana dengan luwes sekali, semacam itu sudah mainan sehari-hari.
Adegan pertarungan nampak real.
Dengan ini, bertambah satu lagi variasi peran yang pernah dimainkan oleh Satō Takeru. Berkat peran ini pula, Satō mendapatkan penghargaan Best Action Actor pada Japan Action Award :)
Cuma satu hal yang saya heran…
kenapa di jaman itu sudah ada cat rambut coklat ya? Atau karena Kenshin itu rurouni, jadi dia kurang gizi dan
rambutnya jadi gak hitam lagi? *dilempari sepatu sama fans Kenshin*
They might call me crazy for saying I’d
fight until there’s no more.
Menghidupkan tokoh heroine yang merupakan pendamping dari hero memang bukan hal mudah. Apalagi
serial Rurouni Kenshin adalah salah satu serial dengan character design yang sangat solid dan kental dengan unsur historis
tentang Jepang pada masa Meiji. Saya
pikir menghidupkan tokoh Kaoru sama sulitnya dengan menghidupkan tokoh Kenshin.
Ikonik banget sih soalnya… f(-__-“). By
the way, Takei Emi kalau tidak
salah kemarin masuk Big5PD, ya nggak? *lirik para author*. Peranan Kaoru di movie ini memang agak lebih sedikit dari
ekspektasi saya, tapi cukup membuat saya berpendapat bahwa Takei cocok
memerankan Kaoru. Bisa jadi seorang yang feminin, bisa jadi seorang yang super
keras kepala. Nice couple with Kenshin
:)
Tapi walaupun saya bilang nice couple, jangan mengharapkan ada romantic scene dalam movie ini. Sepertinya timing-nya masih terlalu dini buat
munculnya scene seperti itu. Yah,
siapa tahu, setelah ini bakal ada follow
up dari Rurouni Kenshin Live Action untuk mengeksplorasi hal-hal yang belum
tereksplorasi di movie ini. Mari ber-positive tingting :p
So blinded I can’t see the end.
Seperti halnya banyak movie angkatan manga/anime lainnya, porsi kemunculan supporting character seperti Megumi, Sanosuke dan Yahiko mungkin
tidak akan sebanyak harapan kita. Well,
it’s a movie guys, not yet a TV series. Meskipun demikian, saya sudah bisa
menangkap kesan kepribadian Megumi, Sano dan Yahiko dengan baik. Menurut saya
sih, sudah cukup sesuai dengan penokohan mereka di manga/anime. Deretan pemeran
tokoh antagonis juga menunjukkan kualitas akting yang bagus dan memunculkan
kesan supervillain (terutama Jin’ei,
kalau menurut saya). Dan seperti yang saya bilang tadi, adegan pertarungannya
nampak real. Pastinya tiap-tiap aktor
dan aktris telah menjalani sejumlah training
khusus buat menghidupkan karakter mereka masing-masing. Kakkoii!
Kalau begitu, apa kekurangan movie ini? Kurang panjang. Hehehe…
(padahal udah 135 menit). Kalau menurut saya, tidak ada kekurangan yang secara
signifikan menurunkan kualitas dari movie
ini. Bagaimana readers?
Look how far we made it.
Secara keseluruhan, hikmah
penting dari kisah Rurouni Kenshin adalah bahwa setiap orang berhak memiliki
masa lalu, masa kini dan masa depan. Sekelam apapun masa lalu, tidak ada
seorang pun yang tidak berhak memiliki masa depan. Seperti sebuah quote, every saint has a past and every sinner has a future. Tidak ada
manusia biasa yang sepanjang hidupnya suci tanpa kesalahan. Yang terpenting
adalah menerima masa lalu hanya sebagai
masa lalu, kemudian membentuk masa kini dan masa depan yang jauh lebih baik.
Lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali…
Oke, kesimpulannya, movie ini merupakan movie
wajib tonton buat semua penikmat movie,
terutama sekali fans serial Rurouni
Kenshin alias Samurai X. Untuk yang belum pernah mengikuti kisah Kenshin, movie ini bakal bisa menjadi alasan
kalian ngefans sama Kenshin. Keren sekali. Nearly
perfect. Nice in almost everything.
Kakkoii. Tidak mengecewakan. Breathtaking. Dan sangat re-nonton-able!
We’ll be fighting all night, make sure to
have breakfast ready for us!
OMAKE
- Judul asli dari manga Rurouni Kenshin adalah Rurouni Kenshin: Meiji Swordsman Romantic
Story (Rurouni Kenshin Meiji Kenkaku Roumantan /るろうに剣心 -明治剣客浪漫譚) namun seiring dengan semakin kompleksnya cerita, Nobuhiro
Watsuki-sensei akhirnya mengumumkan
bahwa serial Rurouni Kenshin lebih cocok disebut sebagai Meiji Swordsman Story.
- Serial Rurouni Kenshin telah
dirilis dalam bentuk manga, anime, OVA (original video animations), light
novels, drama CD, game dan terakhir adalah live action. Kesemuanya sukses, baik di
dalam maupun di luar Jepang.
- Original run dari manga
Rurouni Kenshin adalah 11 April 1994 hingga 4 November 1999 di Weekly Shounen Jump, dan di-re-release pada tahun 2006. Menakjubkan
ya kisahnya masih dicintai sampai sekarang… :’)
- Watsuki-sensei mencintai kendo,
dan hal ini adalah salah satu inspirasinya untuk menciptakan cerita tentang
samurai.
- Salah satu spin-off dari Rurouni Kenshin
yang diterbitkan terpisah berjudul Yahiko
no Sakabatou (Yahiko’s Reversed-Edge Sword) yan menceritakan Yahiko sebagai
samurai dengan sakabatou yang serupa
dengan milik Kenshin.
- Judul Samurai X sebenarnya
merupakan judul yang dipergunakan untuk rilis di Amerika. Pada rilis berbahasa
Inggris lain, ditambahkan subtitel Wandering
Samurai pada serial Rurouni Kenshin. Ide awalnya memang Kenshin adalah wanderer yang wandering kemana-mana, namun sepertinya cerita yang tercap di
ingatan sebagian besar fans adalah Kenshin semasa di Kamiya-doujou :p
- Sekedar informasi untuk yang
belum pernah mengikuti serial ini, versi manga
original dari Rurouni Kenshin lebih kompleks dan terkesan lebih dark dibandingkan dengan versi live action movie ini.
- Ide awal serial manga Rurouni Kenshin adalah
menyelesaikan dengan bad ending
dimana Kaoru terbunuh, namun dirubah oleh Watsuki-sensei, mengingat pembaca serial ini termasuk anak-anak juga.
- Cerita dalam live action movie ini telah dirilis oleh
Watsuki-sensei dalam bentuk manga pada bulan Juni 2012. Watsuki-sensei menghentikan sementara
pekerjaannya di serial lain demi ‘menghidupkan’ kembali Kenshin Himura. Serial
yang akan diangkat ke live action ini
diberi judul Rurouni Kenshin Cinema-ban,
dan untuk rilis di Amerika di-retitle
menjadi Rurouni Kenshin: Restoration.
Watsuki-sensei mengakui bahwa cerita
didalamnya dibuat berbeda dengan cerita original Rurouni Kenshin. Jadi jangan
khawatir dengan perbedaan yang nantinya kamu temukan di movie ini, karena cerita dalam movie
ini masih original langsung dari Watsuki-sensei.

Tadaima de gozaru…
DO NOT REPOST TO OTHER SITE!!!
Satu kata: Kerennnnn, baik movie maupun review nya semua kerennn...
Dua kata: The Beginning... lirik dan musik yg perfect untuk mengiringi kisah Kenshin dan Kaouru..."don't worry is safe in my arms". The beginning juga bisa bermakna sebuah awal bagi kenshin untuk memulai kehidupan baru nya...
Tiga Kata: Taidama de gozaru... kalimat yg semacam puluhan tahun kenshin menghilang namun ia kembali untuk Kaouru....
ah romantis banget >___<... *padahal ga ada scene romantis*
Siennra-chan, arihgato na, otsukaresama deshita...
liat Sato d sini langsung kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa... Den-ox ilank.... XDDDDDDD
jEMPOL DAH BUAT NIE MOVIE....
satu kata sasuga coba movie ini tayang dibioskop Indonesia pasti mantep dah, Okujo bener2 keren ya eh maksudnya Sato Takeru bwahahah senyumnya alamak #tepok jidat :XD, Emi chan juga keren sienra juga keren reviewnya :D
@saa: hehe.. makasiiii... makasi juga dipublishkan, maklum modem sy lagi demam T.T
kali pertama liat bener2 mata pedes soalnya lupa kedip XD
@ari: haduh jangan di bioskop lah... aku males ngantri, hihihihi :p
yg anonim: monggo didonlod mbak/mas :D
punya link buat download film nya gk min,,
cz kpingin bgt Q nonton,,,
cb cek di idws, kmrn pas ubek2 udh nemu. di dramcrazy jg ada :)
thank u kak siennra..blom sempet nonton padahal udah donlod..hehehheheehe
jadi tambah penasaran eng...
:)
@Blackshadow, kalo san, donlodnya di doramax264.com
kekeke ... pesona kenshin (ato sato takeru?)
emg ga ilang ya?
ad temen yg bilang, klo keluwesan gerakan sato takeru di sini karena doski juga emg ud jago breakdance dan seorang Parkour (Kelana lom nemu ini artinya ap)
ditunggu sinop lengkapnya ^_^
@susan: jgn lupa pakai surroundsound ya, hehehe :)
@kelana: pesona keduanya, hehehe XD
parkour tu freerunning, ngelewati obstacle2 gitu :D
Waahhh aku telat kasi komentar..
Keren.. Keren.. Asli keren.. Sato Takeru gerakannya cepat. Tapi yang aku suka ma megumi. Pas orang2 keracunan pada panik, nih cewek langsung sigap, ngecek air di sumur terus tau harus ambil langkah selanjutnya. Untung bukan langkah seribu ya.
udah nontonn.. dan saya kasi 4,75 bintang dari 5 bintang..
suka banget film ini, cukup mengakomodir apa yang pernah kita dapatkan dari manga dan anime nya...
berasa bgt emosi'nya ni pilem aplgi klo smbil dger lgu ONE OK ROCK yg jdi OST....#fans berat Taka :D
Wah ga nyangka ada movienya. Mesti nonton nih. Apalagi saya penggemar berat battosai. Jadi ingat jaman sekolah dulu.. bela-belain nonton samurai X walaupun udah bel masuk kelas tapi tetap aja nonton di perpustakaan sekolah buahahahahaha. Thanks PD udah bikin reviewnya...
keren banget filmnyaaa.. setiap kali adegan tebasan pedang, tiap kali itu juga saya ngerasa ngilu, hahahaa
@wewenk : yailaa, itu bintang nya pake dipotong jd 3/4 siih.. udah kasih langsung 5 bintang ajaahh :D:D
@amellia: pas nonton itu aku lgsg keluar komentar, "ni orang latian jadi samurai brapa lama ya?" kakkoii banget :')
@wewenk: keren ya :') aku sukaaa bagian 'tadaima de gozaru'-nya *lirik Saa*
@fian: jujur, aku betah ndengerin satu lagu itu selama berhari2 gak ganti lagu XD *demam The Beginning*
@niken: efek-efeknya keren ya :') warner bros sih... :D
untung WB gak ngutek2 jalan ceritanya, cuman efeknya doang :)
@polaris: ayo tos! mirip lah sama saya, hehehehe XD
Fian dan Siennra: aku demam suara Taka mulai agustus-desember tahun kemarin gegara just give a reason...
sekarang demam kalimat: tadaima de gozaru...
Suka kalo aktor dari Amuse yg main pastine sing ngisi ost ya musisi binaan Amuse juga.. . jd inget Bloddy monday dan Kimi todoke nya Miura yg ngisi ost flumpool... *ujung2 nya miura*
heeee jd flumpool sm oor itu punyanya amuse?! *barutau*
Mau nonton ahh, kayaknya seru nih.. Sato Takeru nya juga kayaknya kakkoi di sini. Pengen bedain dia di sini sama di Princess-Princess D yang kawaii.. Xixixi
bukan kayaknya seru lagi tapi emang seru,. bukan kayaknya kakkoi lagi, tapi sato takeru emang kakkoi... langsung nularin file biar semua temen pada nonton dan ternyata memang bener komen mereka sama : KEREEN BANGET!
ima
terus berasa jadi seleb soalnya banyak yg ngehub soalnya mau ngopi, hahahaha XD
4 jempol buat film ini, adegan pertarungan sangat bagus, cerita bagus pokoknya semuanya bagus, dijamin nonton berkali-kali ga bakalan bosan
waaaaaahhhhh, reviewnya juga gak kalah kakkoi sama movienyaaaa *.* review saya cuma berisi jeritan fangirling terhadap Samurai X sajaaaaaa wkwkwkwkw.... #melipir
salam kenal ahh semua,ditya desu.
sy dulu nonton animenya tapi dulu belom banyak temen jejepangan jadi gak begitu mendalami per-kenshin an..paling inget ceritanya saja.
Baca review ini jadi tahu detail dan seluk beluk dibalik RK ^^
xoxo
ditya
@anonim: setuju, aku udah nonton ada puluhan kali (endingnya), hehehe... *demam tadaima de gozaru*
@ditya: irasshai ditya, makasi sudah berkunjung ke 'rumah' kami :)
fans berat sato nih kayaknya.. hehehe :D
@siennraa : haiiii.. its my pleasure bisa berkunjung ke rumah kalian :)
bakalan sering berkunjung nih, kenapa gak dari dulu aku tahu blog ini nih ><
yang punya rumah ada berapa nih, pengen kenalan satu-satu ^^
ditya
wah welcome ditya... tidak hanya berkunjung, bergabung juga boleh keeke, kami ramean disini, ada yg spesialisasi di koreaan, jejepangan, mainlad, asian lainnya, dan indonesia juga... jadi sangat rame hihihi..
waaaahh kereeeenn....:D
@sakura waah! kalau disuruh rame2 sih paling seneng nih muehehehehe... sippp, bakal sering ubek2 dimari xD
@ditya: nah tuh Sakura21 sesepuhnya jejepangan XD
@anggrek: yang mananya nih yang keren? :D
Aku udah nonton. Sato nya Kakkoii, tpi kesan 'Kawaii' di wajahnya gak bisa ilang, apalagi pas dia ngenalin namanya sama ngomong 'oro~ ?' itu Kawaii banget >< jadi inget akting dia di Princess-Princess D yang juga Kawaii ^^
Jadi ngebandingin akting dia di sini sama sahabatnya yang juga suamiku #plak (red-Haruma Miura) di dorama Samurai High School yang juga ahli Samurai..
setuju sama yang re-nonton-able. sampe sekarang aku udah 3kali nonton nih Movie. tanpa ngeedip, nahan nafas terus. pokoknya sipp lah
@oki: wuih aku setuju pake banget, wajahnya masih cubit-able di banyak scene berbunyi ~oro?~ XD
tapi scene yg bikin meleleh emang scene "tadaima de gozaru"-nya T.T
my hubby...KH ^_^boleh g ya bsaing ma kaouru*grinning
maunya sy ksh bintang 5 u movie ini tp itu tllu bias :) jd bintang 4 sj. sy bharap ko film ini ad sekuelny akting emi lbh bkembang lg^_^ dan ttp sy ngarep bgt bs diputar di bioskop indo*ttp gondok g bs lht di bioskop*
u review bgus skli, bintang 4,91 sj y karena caps2 krng banyak ^_^ttp bias.
pokoknya tq author :)
hira
smoga menjadi film terbaik 2012 ;-) we all love u Kenshin.....love n peace..
@hira: jujur sih ya.. sebenernya screencaptnya byk lho... tp klo diuplod smua jadi spoiler dong, hihihihi...
arigatoo ne :)
@anonim: amiiiinn :D
Setuju. Film ini g ada kekurangan yang sampai menurunkan kualitas movie ini. Feelingnya kenshin dapat banget padahal awalanya saya g begitu suka sama aktornya. Maklum sempat liat dia maen di kamen rider heheh. Tapi Dengar-dengar ni film akan ada sekuelnya. Semoga benar..
aktingnya Sato Takeru emang gak mendadak bagus sih, ada masanya dia kaku kaku juga, tp di movie ini masterpiece banget :')
dan, eh majiii??!! sekuel?! *mendadak bola mataku berbentuk bintang*