~Sinopsis Why Why Love Episode 8 ~
Ahahahay! Ins balik lagi nih!!!
Jia-you buat episode delapan yiaaaak!
==========================================================================
Kemarin episode tujuh kalau nggak salah sampai yang Jia Di tatapan muka sama Miss Yan Shu, bukan?
Nah..! Bo Zi yang jaga di depan rumah Huo Da saja sampai ketakutan tuh lihat Miss jutek satu itu ketemu Jia Di si cewek miskin ):
"Aneh banget"celetuk Miss Yan Shu. "Nggak ada tuan rumahnya kamu masuk gitu aja". Dasar! Nggak lihat Bo Zi sudah ngejagain apa?!
Intinya, kata-kata Yan Shu makin nyelekit aja pas tahu kalau Jia Di baru keluar dari rumah Huo Da tanpa Huo Da.
Jia Di jelas makin nggak terima dong, yak? Masa dia dianggap pencuri gitu? Huh!
Mereka pun debat, dan Bo Zi yang niat mau bentak Yan Shu...tiba-tiba aja Huo Da datang.
"Jia Di bukan pencuri"kata Huo Da [ihiiir ihiiir! Belain juga niyeeee XD].
Iyeee! Kirain bakal belain beneran. Nggak tahunya pas Yan Shu ngerangkul2 tangan kanannya Huo Da sambil sok perhatian, Huo Da balas senyuman -____- dasarrrr.
Terus Huo Da bilang ke Jia Di kalo Yan Shu sudah bantu Huo Da buat nemuin mentor pintar yang mendampingi Huo Da. Wajah Jia Di ya jelas langsung kecut gimanaaa gitu. Orang dia kapan hari juga sudah merayu-rayu cowok yang dipajang di mading kampus itu loh.
Jia Di pulang~
Di depan pagar, mentornya Huo Da papasan sama Jia Di. Jia Di senang lagi deh!!Mentor yang dipilih Yan Shu itu kan juga mentor yang dirayu-rayu Jia Di. Hassssek! :D
Eh, sang mentor malah bilang ke Huo Da kalau kapan hari Jia Di juga sempat mohon-mohon ke dia buat mentorin Huo Da. Pikir sang mentor Huo Da populer gituh dehhhh.
Selesai percakapan di teras... Huo Da masuk ke rumahnya!
JENGG JENGG!!!!
Huo Da langsung mendelik pas liat BUWANYAAAAAK tempelen note paper melekat di sekujur rumahnya!!
Di lampu, tembok, jendela, pintu kulkas, vas bunga, pot, mobil-mobilan [yang Huo Da sering jadiin pelampiasan kalo lagi sumpekk], rak buku, dimanaaaaa aja! Semua penuh note paper!!.
Isinya rumus-rumus sama penyemangat gitu!!
Yan Shu sendiri sampai melongo. Padahal mau ujian, dan buat gitu banyak kok Jia Di mau ya? Ck ck..
Tapi di depan Yan Shu, Huo Da sok jual mahal. Padahal beberapa menit lalu dia juga terkesima. Terpancar dari wajahnya kalau dia berterimakasih banget sama yang sudah Jia Di lakukan.
Ehhhhh pas Yan Shu mengungkapkan kalimat yang lumayan memuji Jia Di, Huo Da malah mengubah ekspresi dan bilang rumahnya keliatan kemproh, alias berantakan! [alibi banget deh, Da!].
Sang mentor juga kagum banget! Jia Di segitunya demi meluluskan ujiannya Huo Da beberapa hari lagi! Kagum!.
Pas sang mentor lagi mengajak ngobrol Huo Da... Yan Shu yang duduk-duduk dekat jendela lagi melepon Huo Yan. Yan Shu bilang berbagai macam hal yang membuat Huo Da cemburu. Secara, Yan Shu cewek idamannya Huo Da.
Sampai puncaknya yang buat Huo Da marah sangat, bentak-bentak Yan Shu, dan mengusir sang mentor...
Itu gara-gara Yan Shu bilang ke Huo Yan via telepon gini, "Huo Yan. Sebenarnya apapun yang sudah aku lakukan ini semata-mata bukan buat Huo Da. Tapi cuma buat kamu, Huo Yan".
Jdarr! Jdarr! Jdarr!!
Bagaikan disambar geledek di tengah hujan lebaaaaat...itulah amarah Huo Da.
Sang mentor diusir, Huo Da nutup pintu, JBRAKK! Gradak gradak gradak, hujan lebat turun, seakan-akan tahu perasaan Huo Da kala itu kayak gimana.
Di tengah jalan, Jia Di kedinginan diterpa lebatnya hujan. Dia bingung cari tempat berteduh. Dan ditemukanlah sebuah wartel gitu lah. Jia Di berdiri disana. Untunglah sang ganteng Huo Yan menelepon. Itung-itung sebagai teman ngobrol Jia Di lah. hehe
Sekarang Huo Da mulai berdebat dengan Yan Shu.
Yan Shu minta Huo Da jangan salah paham, tapi Huo Da sudah terlanjur marah. Mereka pun bertengkar!
Tiba-tiba... di tengah pertengkaran itu, Huo Da buka pintu dan langsunglah lari keluar buat cari Jia Di.
Dia khawatir di tengah hujan gini, apa yang terjadi sama Jia Di ya? [mulai so suit deh].
Huo Da nggak hilang akal. Dia langsung menelepon Jia Di dan tanya keberadaanya. Jia Di bilang, dia lagi enak-enakan makan pork rice. Ituloh...yang nasi ada daging babinya.
Selain menelepon, Huo Da juga masih muter-muterin kepala ke kanan, ke kiri, melihat sekeliling. Ternyata apa yang dia lihat di seberang? Jia Di yang lagi sibuk gosok-gosok tangannya biar hangat! Ketangkap basah lah Jia Di masih basah-basahan. Tapi untunglah Jia Di nggak tahu kalau dia lagi diperhatikan orang yang dia telepon.
Jia Di masih melanjutkan kibulannya. Jia Di bilang makanannya enak, lezat, hmmm gitu deh pokoknya! Sampai dia kekenyangan.
Di tengah jalan...
Sebuah mobil keren warna kuning melenggok-lenggok melewati setiap jalanan.
Jengkel dikibulin, Huo Da pun berniat menyeberang menghampiri cewek yang masih ngibul itu.
Jbrett!
Mobil keren warna kuning berhenti PASSSS depan wartel!
Huo Da keduluan. [maapin kakakmu ya, Huo Da.... T,T].
Huo Yan menyuruh Jia Di segera masuk ke mobilnya. Sambil menggosok-gosok telapak tangan Jia Di, Huo Yan mengomelin Jia Di buat cepat pulang. Sudah tahu dingin, kenapa masih di situ [kalo lihat ini, Ins jadi bingung. Enaknya Huo Yan jadi kakak, apa pacar Jia Di yak?]
Kecewa, itu perasaan Huo Da sekarang ):
Agak malaman, Huo Da baru aja sampai rumah. Ternyata Yan Shu masih menunggu loh...
Eh, mereka malah bertengkar lagi T,T.
Huo Da bentak Yan Shu, "Kalau kamu masih sok-sokan menunjukkan perhatianmu ke aku... Maka hubungan kita selama ini... NOL!"
Dengan muka lunglai, Yan Shu mengakhiri pertengkaran mereka ini dengan cara pulang.
Huo Yan sudah mengantar Jia Di sampai ruang tamu rumah Jia Di.
Enak-enak mau mengucapkan terimakasih...tiba-tiba aja dingin yang mengendap di tubuh Jia Di langsung membuat Jia Di pusing dan pingsan!.
Walau bingung, Huo Yan langsung membopong Jia Di ke kamarnya. Menyelimuti Jia Di. Damai bangeeeet lihat Huo Yan senyam-senyum mendampingi Jia Di.
Tapi, suasana yang damai tadi harus diberontak sama Huo Da yang masih teringat Yan Shu lebih mementingkan Huo Yan daripada dirinya. Huo Da yang dilahirkan jadi setan, langsung melemparkan seluruh buku yang ada di atas meja.
Tringgg!
Tiba-tiba note paper bentuk stroberi yang lengket diatas meja terbaca oleh Huo Da. Isinya kurang lebih begini, "Hayyo! Aku tahu kalau kamu mulai jenuh sama buku-bukumu kamu bakal membuang semuanya, kan???". Huo Da senyum baca kalimat itu.
Langsung muncul di sekeliling otak Huo Da wajah-wajah Jia Di yang lagi nyerewetin dia.
"Cicit cuitt cicit cuitt, bla n bla n blaaaa~"
Sampai Huo Da berniat mengambil bir saja masih ketemu note papernya Jia Di lagi!! Toengg!
Kata Jia Di lebih baik susu daripada bir..! Bla n bla n bla~
Yahhhh memang nggak salah sih apa yang sudah dikerjakan Jia Di lewat note papernya. Membawakan hasil!! XD
Huo Da langsung mau merapikan buku-bukunya...belajar...belajar...dan belajar.
Di lain tempat, Huo Yan masih sibuk menjaga Jia Di sambil senyum-senyum.
Balik lagi ke Huo Da yang sudah mulai ngantuk nih!
Tiba-tiba aja kepalanya yang sudah nggak kuat nyangga badannya sendiri... ditahan sama tangan kecil! Tangan siapakah???
TANGAN TONG JIA DI!!
Jia Di masih teriak-teriak menyemangati Huo Da meski Huo Da nggak kunjung bangun melanjutkan belajarnya.
"Jia-you! Jia-you! Jia-you!!"gitu seru Jia Di. Tapi Huo Da tetap teler! Sampai akhirnya dia dijedotin Tong Jia Di ke meja!
Jduakk!
Eh, ternyata Huo Da cuma mimpi Jia Di datang ke rumahnya...eaaa -____-.
Balik lagi ke rumah Jia Di~
Nampaknya Jia Di sudah siuman. Akhirnya....
Walhamdu?? Lillah...!
"Aku rasa, aku tadi mimpi deh"ucap Jia Di lirih di sela-sela siumannya.
Huo Yan cuma senyum menanggapinya. [duhhhh senyumnya itu loh! XD]
Yuuuk! Sekarang waktunya kita intip rumah Huo Da! :D
Ternyata Huo Da masih sibuk belajar lohhhh! Benar-benar Jia-you lah pokok e!
Dia masih sibuk catet ini catet itu, ini dan itu dia catetin.
Buku ini, buku itu, buku ini dan itu dia bacain!
Pokoknya Jia-you buat Huo Daaaaa!!!! XD
Nggak sia-sia!!! Ayyyye!
Paginya Huo Da bisa mengerjakan ujian! Yah...walaupun banyak ujian dalam mengahadapi ujian tersebut [halah].
Ingatt ini...ingat itu...ingat ini dan itu deh pokoknya!!
Tapi untung Huo Da sudah belajar. Dan waktu ujian pun habis.
Di lain ruangan~
Xiao Nan masih saja mempertanyakan perasaan Jia Di ke Huo Yan.
Apakah benar hubungan antara sahabatnya dan Guy No. 10 berakhir begitu saja?.
Tapi Jia Di teteeeeup bersikeras jawab, "YA!".
Xiao Nan benar-benar bingung kenapa. Emangnya ada yang salah sama semalam?
Centringggg..!
Jia Di langsung ingat kalau semalam itu dia mimpi melihat Huo Da nungguin dia yang jatuh pingsan. Sambil setengah teler, Jia Di bilang kalau dia jatuh cinta sama itu setan.
"Nggak! Nggak! Nggak! Semoga aja itu cuma mimpi!"tukas Jia Di berkelut dengan otaknya sendiri.
Xiao Nan masih cerewet ria. Jia Di pun menegaskan kalau dirinya bakalan segera keluar dari kehidupan Huo bersaudara itu. Harusss!.
Xiao Nan lagi-lagi nggak setuju! Dia nggak setuju sama keputusan Jia Di!.
Yahhhh walaupun Jia Di bilang, Jia Di sudah punya banyak memori menyenangkan karena Huo bersaudara itu. Xiao Nan tetap nggak terima.
Akhirnya Xiao Nan memberi bermacam-macam exchange coupon buat Jia Di.
Mulai dari happiness exchange coupon [biar Jia Di bahagia selamanya], Forever Smilling exchange coupon, Love coupon, sampai Xiao Nan nyanyi-nyanyi kebahagiaan biar Jia Di senang.
Belum selesai Xiao Nan nyanyi, Jia Di langsung meluk Xiao Nan dan sangat berterimakasih sama sahabatnya itu. Jia Di tahu, Xiao Nan cuma mau yang terbaik buat dirinya.
Dari kejauhan, Huo Da senyum-senyum lihat kejadian 'peluk-pelukan' dua cewek bersahabat itu.
Sampai akhirnya, pas Tong Jia Di hampir saja ngaku ke Xiao Nan kenapa Tong Jia Di sudah nggak suka Guy No. 10 lagi...
Huo Da mengganggu!
Ffyuhhh untung belom keceplosan...terimakasih Tuhan...terimakasihhhhh.
Karena malu [hampir ketahuan]. Jia Di langsung cepat-cepat narik Xiao Nan [sebelum benar-benar ketahuan] buat menjauh dari sana.
"Note papermu yang kamu pasang di rumahku, itu berguna banget loh!"celetuk Huo. Da membuat Jia Di menghentikan langkah dan malah balik badan menanggapi Huo Da. Jia Di senang banget rupanya, behhh -____-"
Tiba-tiba, di tengah perbincangan yang seru, Jia Di menyeletuk, "Huo Yan juga pasti senang kalau kamu sudah berubah gini!"sambil cengengesan.
Tapi berbeda denga Huo Da, dia langsung merasa hopeless!.
"Jadi, selama ini aku kerja keras cuma buat menyenangkan hati Huo Yan?".
Jia Di bingung, dia gelagapan menjelaskannya. Untung Huo Da bisa senyum lagi pas Jia Di muji-muji Huo Da.
"Makasih!"seru Jia Di memulai pembicaraan yang Ins yakin bakal suram. "Karena kamu sudah menyelesaikan semuanya, jadi... aku bisa bilang selamat tinggal tanpa ragu!".
"Maksudmu?" Huo Da beneran nggak ngerti.
"Tidak ada kesenangan yang tak berakhir. Tidak ada exchange coupon yang tak berakhir pula". Jia Di senyum. "Jadi...mulai sekarang aku kan bisa bilang selamat tinggal ke kamu"tambahnya.
Walau muka Huo Da langsung cemberut, tapi Huo Da langsung menutupi kesedihannya, "Baguslah! Dengan begitu nggak akan ada pengganggu lagi!" benear-benar jleb!
"Benar!" Jia Di ikutan pura-pura semangat. "Makanya, mulai sekarang kita nggak usah saling bertemu"tambah Jia Di tegas.
Tapi bukannya langsung pergi, Huo Da malah nimpali kata-kata pedas lainnya yang membuat Xiao Nan harus segera narik tangan Jia Di pergi dari sana.
"JANGAN MENAMPAKKAN LAGI MACAM-MACAM EXCHANGE COUPON BODOH DI HADAPANKU!!"teriak Huo Da mengiringi langkah kaki Jia Di.
Nggak terima, Jia Di langsung balik badan.
"Awas kamu! Kalo sampai kakimu saki! Kelaparan! Butuh pencuci buat mencuci seluruh pakaian dalammu...JANGAN PANGGIL AKU!" Jia Di langsung melangkah pergi lagi.
"BERHENTI!!" Huo Da melarang Jia Di melanjutkan langkahnya.
Sekarang Huo Da yang melangkah maju, bersejajar dengan Jia Di.
Tiba-tiba kalimat lirih tapi menyakitkan, muncul.
"Aku nggak mau lihat, seorang yang arogan...jalan mendahuluiku. Jika orang itu ingin pergi...maka aku harus pergi terlebih dulu".
Dan pelan-pelan punggung Huo Da makin menjauh dari pijakan dimana Jia Di berada..
Di sebuah kantor~
Nampaknya Huo Yan lagi sibuk mengikuti sebuah meeting formal. Di sana... dia masih teringat sebuah kalimat, "Aku rasa...aku mulai jatuh cinta sama kamu...devil".
Siapakah pengungkap kalimat itu?
Yap!
Jia Di yang masih setengah siuman di malam yang dingin.
Di sebuah jalan yang lebar~
Tiba-tiba aja seorang setan menampakkan hidungnya. Jelas aja teman-temannya kebingungan ada apa setan ini datang mendadak.
Sang setan marah-marah, dia ingin balapan motor saat itu juga di sana! Tanpa basa-basi...
Huo Da langsung menyalakan motornya dan,
NGUEEEEENGGG! motor melaju cepat.
Lagi-lagi teman Huo Da dibuat bingung. Setan satu ini nggak mungkin tiba-tiba seperti itu kalau nggak lagi stress. Motor dilajukan sangat kencang! Bahkan saat mengganti gigi motor, Huo Da tetap memutar gas sangat kencang. Jelas aja temannya Huo Da ngomel-ngomel, karena itu berbahaya banget!
Tapi Huo Da cuma berlalu pergi setelah puas mengendarai motor balap dengan kecepatan abnormal.
Di sebuah Departement Store~
Ada seorang mandor cewek gitu deh. Lagi kebingungan mencari pengganti karyawati baru. Soalnya karyawati yang lama mau melahirkan. Hm..kira-kira gimana ya? Terus apa hubungannya sama cerita ini?
Ternyata itu Departement Store milik keluarga Huo.
Malamnya~
Xiao Nan yang berniat kerja di Departement Store milik keluarga Huo karena habis ditelepon si mandor cewek, langsung meluncur ke SPBU tempat Jia Di kerja. Xiao Nan mengajak Jia Di kerja disana, itung-itung nambah penghasilan gitu pikir Xiao Nan.
Tapi Jia Di menolak! Dia sudah nggak mau berurusan dengan Huo bersaudara! Benar-benar nggak mau!.
Xiao Nan kecewa, baru kali ini sahabatnya satu itu nggak bisa diajak kompromi dan malah meninggalkannuya ke ruang karyawan SPBU.
Nah, pas itu juga Ah Ken, pacar Xiao Nan muncul di SPBU tempat Jia Di kerja.
Awalnya Xiao Nan senang banget tumben pacarnya nyusulin dia ke sana.
Di ruang karyawan~
Ternyata Jia Di mau menelepon adik cowoknya yang paling nakal! [memang adiknya cuma satu, kaleeee -____-].
Di seberang sana, si adik malah karaoke nggak jelas bareng teman-temannya. Pantas aja si adik males banget jawab telepon dari sang kakak.
Nggak banyak yang diomongin Jia Di, toh suara adiknya gak begitu kedengeran. Jia Di cuma bilang kalau adik dan ibunya sudah boleh balik lagi ke rumah. Karena sudah nggak akan ada rentenir yang bakal mengganggu lagi.
Yah...tapi si adik malah nggak seberapa menghiraukan. Akhirnya Jia Di berniat memberi tahu ibunya.
Eh, lha kok ponsel ibu Jia Di non-aktif soalnya masih dicharge. Sayang banget. ):
Ya udah deh, karena sudah nggak ada yang mau ditelepon, Jia Di keluar dari ruangan karyawan.
"Aku sudah kasih semua uangku ke kamu!"suara Xiao Nan terdengar oleh Jia Di.
"Ya udah. Tolong pinjam ke Jia Di, aku masih butuh nih!"bentak pacar Xiao Nan.
Ternyata, pemandangan yang nggak sengaja dilihat Jia Di adalah pemandangan Xiao Nan yang lagi bertengkar sama pacarnya. Nggak tahu sudah keberapa kali tuh cowok minta duit melulu ke Xiao Nan.
Karena Xiao Nan cinta banget sama Ah Ken, makanya Xiao Nan mau aja diporotin seperti itu.
Tapi malam itu, Xiao Nan sudah nggak punya duit lagi. Si pacar marah-marah dan langsung meninggalkan Xiao Nan gitu aja.
Melihat kejadian itu, Jia Di cuma bisa sembunyi sambil terus memperhatikan. Jia Di ikut nelangsa lihat sahabatnya nangis sesenggukan.
Sampai Xiao Nan ijin pulang pun Jia Di masih kepikiran sama sahabatnya itu...
Di tempat karaoke~
"Heh! Anak itu nggak jelek-jelek amat"lirih salah satu teman Jia Hui [adik cowok Jia Di]."Kita bisa dapat uang karena dia, nih".
Ternyata oh ternyata..
'Dia' yang dimaksud teman Jia Hui barusan nggak lain dan nggak bukan adalah Jia Hui sendiri.
Benar, beberapa saat setelah temannya bisik-bisik gitu, Jia Hui langsung dicekokin banyak bir sampai mabuk berat dan akhirnya dibawa ke suatu tempat.
Pagi hari~
Dua orang cewek yang memampangkan senyum sumringahnya sedang sibuk memakai seragam baru. Mereka senang banget pakai seragam itu.
Dan ternyata...
Mereka adalah Xiao Nan dan Jia Di.
Yah, memang. Demi sahabatnya, Jia Di harus menerima tawaran kerja di Departement Store keluarga Huo buat membantu Xiao Nan mendapatkan uang lebih.
Tapi apa?
Di sana mereka malah ketemu miss Yan Shu dan Jia di malah di tuduh ingin dekat Huo Yan, makanya sampai sok-sok kerja giat di sana. Ah, egepe lah. Yang penting niat gue nggak begitu, pikir Jia Di.
Enak-enak kerja giat sambil senyam-senyum, tiba-tiba Xiao Nan dihadang pengagum setianya, siapa lagi kalo bukan BO ZI!! Haha!
Na'asnya, Bo Zi nggak sendiri. Tapi dia juga membawa seorang setan yang perlu diwaspadai, Huo Da! Duh...duh..kalo Bo Zi siap menggoda Xiao Nan. Kalau Huo Da siap menggoda siapa yahhhh? Suiiit suiiit!
YA, TONG JIA DI, LAAAAH!
Yah...walau Jia Di sudah nggak seberapa menanggapi kata-kata Huo Da yang mirip kata-kata Yan Shu, yaitu Jia Di kerja di sana cuma buat mendapatkan perhatian Huo Yan...
Lagi-lagi Jia Di cuma egepe.
Malangnya, Jia Di tiba-tiba ditarik lari oleh Huo Da ke suatu tempat gelap gara-gara Huo Da nggak sengaja melihat Yan Shu berjalan mendekat ke arah mereka. [Maklumlah...namanya juga Huo Da-Yan Shu baru saja bertengkar]
Jia Di jelas uring-uringan, ngapain dia yang enak-enak kerja dan nggak ada urusan sama Yan Shu ikut diajak lari ke tempat gelap begitu [suiiit suiiit]. Karena Jia Di terus ngolok-ngolok Huo Da blaaaa blaaa n blaaaa.
Huo Da ganti membentak Jia Di, "Kalau kamu nggak diam, aku bakal mencium kamu!" eh...emang bukan berharap dicium Huo Da sih, tapi Jia Di kan memang cerewet, makanya dia masih cicit cuitt dan jadilah...
Jeng jengg!!
Huo Da memajukan kepalanya hingga tinggal beberapa senti tepat di depan bibir Jia Di.
Jia Di diam seketika, dia gelagapan. Huo Da ternyata langsung tersadar kalau dia hampir aja mencium Jia Di lagi, fyuuuh..
"Hah. Enak banget yah ngerjain kamu"kata Huo Da nutupin 'keceplosannya'. "Untuk apa juga aku mencium orang yang nggak aku suka"kata Huo Da, dan masih menambahkan beberapa kalimat pedas lainnya.
Jia Di langsung keluar dari ruangan itu tanpa jawaban apapun. Dan Huo Da memandangi Jia Di dengan leganya, untung nggak ke cium. Fyuuuh..
Di tengah mall~
Huo Da yang enak duduk-duduk diganggu Bo Zi tanpa di undang. Bo Zi curhat, kalo dia senang banget Maha Dewinya kerja di sana, di Departement Store keluarga Huo. Permintaan Bo Zi nggak banyak, dia cuma minta tolong ke Huo Da, biar ngasih tahu Huo Yan kalau Bo Zi juga ingin kerja di sana.
Yah... tapi Huo Da sih cuma whatever lah.
Nggak mau kalah, Bo Zi langsung menimpali, "Heh! Aku ini sama aja kayak kamu".
"Apanya?" Huo Da nggak terima disamakan dengan cowok blak-blakan macam Bo Zi.
"Punya kesempatan buat mendekati seseorang.."jelas Bo Zi sambil cengar-cengir
plakk! Huo Da memukul kepala Bo Zi, "Bukannya sudah aku bilang! Aku sudah nggak ada urusan sama Yan Shu! Hubungan kami nol!".
"Yeee, siapa yang ngomongin Yan Shu!".
"Terus?" Huo Da makin nggak ngerti.
"Kamu masih nggak mau ngaku ya? Aku jelasin. Kalau kamu melihat Jia Di, raut wajahmu itu langsung berubah lebih dari tigaratus kali dalam sedetik! Yang grogilah, gelisahlah, heranlah, senanglah~" [lebay amat sih, Bo?]
"Siapa yang menyuruhmu ngomong terus?!!"bentak Huo Da nggak mau ngaku. Ish, siapa juga yang seperti itu. Orang gue nggak pernah gitu, ish. [halah....ngaku aja deh, Da, Huo Da! Haha!]
Akhirnya Bo Zi pegel juga. Pokoknya Bo Zi datang ke situ kan cuma mau minta tolong biar bisa kerja bareng Xiao Nan.
"Kalau aku sudah bilang tiga kali..." Huo Da menegaskan.
"Itu artinya sangat benar"jawab Bo Zi dan langsung mampang raut nggak enak. Firasat buruk nih.
"Bye! Bye! Bye!" tiga kali sudah Huo Da bilang gitu. Yah...mau nggak mau Bo Zi harus pergi dengan tangan hampa.
Yang ditinggal pergi, malah masih kepikiran kata-kata Bo Zi, tiga ratus kali berubah wajah dalam sedetik. Toengg! -____-
==========================================================================
Yeyayeyyy!! Episode delapan selesai juga nih...! Ihiiir! Makasih ya, ceman-ceman yang sudah mau mantengin ketikan Ins terus...peyuk ciyum atu-atu, ah... ^_< sok imut -___-
==Bersambung==
Posted only on PelangiDrama
DO NOT REPOST TO OTHER SITE/FP !!!
Don't ask next episode OK!!!!!




















































Penasaran banget..gmn yh klnjtn x??
Ayo kak semangat, biar cpet slesai sinopsis WWL x...
Fighting!!fighting!!..^_^
Kak,, tetap semangat yah..*_*
Qu slalu, slalu, & slalu menunggu sinopsis selanjutnya..
Walau dh nontn drma x..tp lw gk bca sinopsis di PD,, kyk da yg kurang gtu...
Jd kurang W0WW..hehehe..lebay.com
*FW*