[Sinopsis K-Drama] Cheongdam-dong Alice Episode 3

0 comments
~Sinopsis Cheomdang-dong Alice Episode 3~
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Han Se Kyung menemui Seo Yoon Joo  di apartemennya. Yoon Joo menatap Se Kyung dengan perasaan gelisah (jujur, sebenarnya aku sendiri bingung mengartikan tatapan Yoon Joo di sini, marah? Gelisah? Takut?).  “Ajari  aku,”  pinta Se kyung. 
“Apa?” tanya Yoon Joo ketus.
Se Kyung : “L’effort est ma force. ‘Usahalah yang membuatmu berhasil’, ajari aku. Seperti yang kau katakan, apa yang telah kau capai lewat keterampilan dan usaha. Itu! Ajari aku itu.”
Yoon Jo merasa heran, kenapa Se kyung tiba2 melakukan itu? Se Kyung menghela nafas, dia berkata kalau dirinya telah menemukan harapan. Yoon Joo tampak bingung, harapan? .
“Semua orang telah memberitahuku kalau hidupku telah ditentukan saat aku dilahirkan. Dan tidak ada yang dapat mengubah nasibku tidak peduli seberapa keras aku mencoba, “ terang Se Kyung. Yoon Joo tampak memikirkan kata2 Se Kyung. Se Kyung melanjutkan, “Aku pikir mereka benar. Sampai aku melihat seseorang. Kau!” Yoon Joo tersentak mendengar penuturan Se Kyung, sekilas tersungging senyum di bibirnya. Tapi Yoon Joo berusaha menyembunyikan keterkejutannya.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Sementara itu, Cha Seung Jo berada di kamar apartemennya. Dia terus memutar ulang rekaman suaranya saat berbicara dengan Yoon Joo.  Seung Jo merasa ada yang aneh pada dirinya. Dia tidak merasa senang sama sekali walaupun sudah membalas dendam-nya pada Yoon Joo. Ponselnya berbunyi, ternyata  dari Dr. Heo Dong Wook yang sudah tiba di apartemen Seung Jo.
Seung Jo bercerita dengan antusias tentang pertemuannya dengan Yoon Joo. Seung Jo menirukan detak jantungnya yang berdebar kencang saat di lift menuju apartemen Yoon Joo dan ekspresi terkejut Yoon Joo saat melihat dirinya. “Balas dendam memang terapi penyembuhan yang terbaik,” ujar Seung Jo tertawa senang. Dr. Heo yang sudah mengenal sifat Seung Jo, hanya mendengarkan cerita Seung Jo tanpa ekspresi. “Menangislah!” pinta Dr. Heo. Seung Jo merasa bingung kenapa dia harus menangis?
“Saat ini waktu yang tepat untuk menangis,” ujar Dr. Heo. Seung Jo semakin bingung kenapa ini waktu yang tepat untuknya menangis?. “Apa kau menangis saat kau senang?”
“Kau tidak merasa lebih baik setelah kau melakukannya. Kau  merasa seperti sampah. Kau tidak tahu kerja keras apa yang telah kau lakukan. Seperti waktu itu?” Dr. Heo menjelaskan perasaan sebenarnya yang Seung Jo rasakan. Alih2 mengerti penjelasan Dr. Heo, Seung Jo malah menyuruh Dr. Heo pergi. Bukannya menuruti permintaan Seung Jo, Dr. Heo malah bertanya apa Seung Jo takut? Apa Seung Jo takut tidak bisa menangis. “Kenapa aku takut tidak bisa menangis?” Seung Jo coba membela diri. “Kalau begitu menangislah!” perintah Dr. Heo. Seung Jo tidak mau, tapi Dr. Heo terus memaksanya untuk menangis. Seung Jo semakin kesal dan berteriak kenapa dia harus menangis?
“Kau ingin menangis sekarang. Kau depresi dan cemas. Kau tidak bisa mengendalikan amarahmu sekarang,” bentak Dr. Heo.
“Apa aku menelponmu untuk berkonsultasi. Aku tidak memanggil psikiater. Aku menelpon teman. Pergi saja kalau kau bersikap seperti ini.”
Seung Jo berusaha mengusir Dr. Heo seraya menarik paksa tangannya, tapi Dr. Heo coba menyadarkan Seung Jo. Tapi yang ada Seung Jo malah membentak Dr. Heo.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Kembali ke Se Kyung dan Yoon Joo.
“Aku pikir, aku bekerja untuk orang yang sangat berbeda. Tapi, itu kau. Kita berdua berasal dari keluarga miskin. Tak satupun dari kita orang kaya. Itulah bagaimana aku menemukan harapanku. Kau berhasil, kenapa aku tidak bisa?” ujar Se Kyung.
“Karena aku berhasil melakukannya, kau pikir kau bisa melakukannya juga?”
“Karena kau akan membantuku. Kau harus membantuku!”. Yoon Joo menarik napas mendengar ucapan Se Kyung.
Se Kyung berjalan pulang dari apartemen Yoon Joo. Se Kyung berbalik dan menatap Apartemen Yoon Joo yang mewah. Sebuah motor melintas di samping Se Kyung. Pengendara motor tersebut melirik Se Kyung dan tiba2 menghentikan laju motornya lalu membuka helmnya. Pria itu memandangi kepergiaan Se Kyung dengan tatapan heran, “Apa itu Han Se Kyung?”
Yoon Joo sedang bersama pria pengendara motor tadi yang ternyata adalah adiknya, Seo Ho Min. Yoon Jo mengambil sebuah amplop berisi uang di brangkasnya lalu memberikan amplop itu pada Ho Min.  Ho Min melirik isi amplop itu dan merasa kalau isinya kurang, dia meminta Yoon Joo untuk memberinya tambahan karena bisnisnya sedang buruk. Alih2 memukul adiknya, Yoon Joo berkata kalau dia tahu. “Sudah kukatakan bahwa kau harus bekerja seakan-akan hidupmu bergantung pada pekerjaanmu.” Yoon Joo lalu memberikan beberapa lembar uang tambahan untuk Ho Min. Ho Min bertanya Han Se benar2 datang ke apartemen Yoon Joo? Kakaknya Se Jin? (Ho Min dan Se Jin sepertinya saling mengenal). Yoon Jo tidak menjawab pertanyaan adiknya, dia malah cemberut. Ho Min menyarankan agar Yoon Joo membantu Se Kyung karena mereka teman satu SMA. “Aku tidak bisa membiarkan Se Kyung berada di sekitar sini,” ujar Yoon Joo. Ho Min seperti tersadar kalau kakaknya bisa terlibat dan membenarkan ucapan kakaknya.  “Hei, kau pikir mereka bekerja sama? Cha Seung Jo. Waktunya sangat kebetulan. Mereka datang pada saat yang bersamaan,” ujar Ho Min  tiba2. Yoon Joo tampak memikirkan kecurigaan adiknya.
Se Kyung berjalan pulang tanpa semangat, tiba2 ponselnya berbunyi. Ah Jung menelponnya untuk memberitahu kalau perusahaan mereka menggugat So In Chan atas tuduhan penyelundupan. Se Kyung  terkejut mendengar berita itu. Tapi, bukan hanya itu masalahnya, Ibu In Chan meninggal dan sekarang di semayamkan di Rumah Duka di Rumah Sakit Sedo.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo menemui Dr. Heo di rumah sakit. Sambil memegang spidol Seung Jo tampak menjelaskan sesuatu pada Dr. Heo dan melingkari tulisan di white board di sampingnya. “Kemarahan datang ketika kau menahan hasratmu. Atau ketika kau dipaksa melakukan sesuatu. Ini adalah emosi alami yang timbul untuk melawan tekanan dari luar. Tapi, apa itu artinya aku menahan hasratku? Tidak. Atau aku dipaksa untuk melakukan sesuatu? Jawabannya, tidak!” Seung Jo lalu mencorat coret white board itu (huahahha...ekspresinya PSH bikin ngakak).
“Oh ya! Aku dipaksa untuk melakukan sesuatu. Kau menyuruhku untuk menangis. Kau memaksaku menangis,” ujar Seung jo seraya mengacungkan spidol yang dipegangnya pada Dr. Heo. Dr. Heo menatap Seung Jo dan bertanya kapan terakhir kali Seung Jo menangis? Alih2 menjawab pertanyaan Dr. Heo, Seung Jo malah berteriak kalau dia sudah menyuruh Dr. Heo berhenti mengatakan hal itu. Dr. Heo berusaha menegur Seung Jo, tapi Seung Jo malah balik bertanya kapan Dr. Heo menangis? Dr. Heo menghela napas berat melihat tingkah Seung Jo, “Mengakui keadaanmu adalah langkah pertama untuk penyembuhan.” Seung Jo tidak peduli akan hal itu, dia meminta Dr. Heo cukup memberinya obat2an saja.  Seung Jo mengambil botol obatnya yang tergeletak di meja Dr. Heo lalu keluar dari ruangan Dr. Heo.
Seung Jo yang masih merasa kesal menuju ke mobilnya sambil bergumam pria macam apa yang menangis setiap hari? Seung Jo masuk ke mobilnya. Dia menarik nafas lalu menyalakan mesin mobilnya. Seung Jo termangu, tiba2 dia menangis  terisak diiringi alunan seriosa yang menyayat hati. Tiba2 Seung Jo berhenti menangis seiring dengan alunan seriosa itu yang mendadak seperti pita kaset yang kusut. Seung Jo mengecek matanya di spion dan merasa heran kenapa air matanya tidak keluar sama sekali. 
Mata Seung Jo tertumbuk pada dua orang yang bertengkar di depan mobilnya yang ternyata adalah Se Kyung dan In Chan. In Chan menyuruh Se Kyung pergi karena dia tidak ingin Se Kyung melihat kondisinya yang seperti ini. “Aku tidak ingin menemuimu. Aku rasa kita sudah pernah membicarakan ini. Pergilah! Pergi!” bentak In Chan sambil berlalu pergi dari hadapan Se Kyung. Seung Jo yang belum tahu kalau itu adalah Se Kyung dan In Chan mengira kalau itu adalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar.

Betapa terkejutnya Seung Jo saat Se Kyung berbalik memandangi kepergiaan In Chan. Seung Jo tersadar kalau pria yang bersama Se Kyung tadi adalah So In Chan, pacar Se Kyung sekaligus karyawan di perusahaannya yang terlibat masalah.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo lalu keluar dari mobil dan menemui Se Kyung. Se Kyung yang masih mengira kalau Seung Jo adalah Sekretaris CEO artemis, menyapa Seung Jo dengan sebutan Sekretaris Kin. Se Kyung  yang merasa heran dengan kehadiran Seung Jo, bertanya apa dia datang karena gugatan terhadap In Chan itu? Seung Jo balik bertanya memangnya kenapa? Se Kyung menarik nafas, “Tapi saat ini...masih berkabung. Ku mohon!” pinta Se Kyung sambil berlalu pergi dari hadapan Seung Jo. Seung Jo menatap kepergiaan Se Kyung, Seung Jo sepertinya sadar kalau ibu In Chan meninggal dunia.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo menuju ruang duka tempat Ibu In Chan di semayamkan. Seung Jo merasa iba melihat In Chan dan adiknya yang menangis karena kehilangan ibu mereka tercinta. Seung Jo lalu menelpon Sekretaris Moon. Tanpa Seung Jo sadari, Se Kyung berada di belakang Seung Jo.

Sekretaris Moon yang sedang menyetir berkata kalau dia sudah menemukan In Chan dan sedang menuju ke rumah duka. Tapi Seung Jo meminta Sekretaris Moon agar mengirimkan karangan bunga terlebih dahulu. Seung Jo lalu menutup telpon dan berbalik. Seung Jo  terkejut melihat Se Kyung yang mondar mandir dengan gelisah di depan ruang duka.

Seung Jo lalu bersembunyi agar Se Kyung tidak melihatnya. Seung Jo terus memandangi Se Kyung yang terlihat sedih. Tanpa mereka sadari, seorang pria memotret mereka.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Di apartemennnya, Yoon Joo menerima kiriman foto2  Seung Jo dan Se Kyung.  Yoon Joo terkejut melihat foto2 itu. Ho Min mengirim pesan apa Yoon Joo sudah melihat foto2 yang dia kirimkan itu? Ternyata stalker yang mengikuti Seung Jo adalah orang suruhan Ho Min. Yoon Joo membalas pesan adiknya  dan meminta adiknya mencari bagaimana Se Kyung dan Seung Jo bisa saling berhubungan.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo meninggalkan Rumah Sakit. Tampak stalker tadi membuntuti mobil Seung Jo. Saat mobil Seung Jo berlalu pergi, Se Kyung hendak meninggalkan rumah sakit bersama Ah Jung.
“Apa yang terjadi dengan gugatan itu?” tanya Se Kyung. 
“Aku tidak tahu banyak. Yang aku tahu hanya itulah perintah dari CEO.”
Se Kyung tampak bingung, perintah CEO? Ah Jung melarang Se Kyung khawatir tentang  gugatan In Chan karena itu bukan urusan Se Kyung lagi.  “So In Chan bilang putus. Ya sudah putuskan saja! Kenapa berlarut2? Kau tidak perlu bertindak seperti orang baik. Kau akan dicampakkan setelah semua ini selesai,” ujar Ah Jung kesal.
“Aku mencoba untuk mengakhirinya. Aku ingin mengakhiri hubungan antara aku dan So In Chan,” terang Se Kyung.

Tiba2 Ah Jung melihat rombongan resmi perusahaan Artemis yang baru saja tiba. Ah Jung lalu memberitahu Se Kyung.  Se Kyung memandang Sekretaris Moon yang baru keluar dari mobilnya.
Se Kyung dan Sekretaris Moon berbicara di kafe rumah sakit. “Aku tahu kalau ini permintaan yang berlebihan. Tapi ibunya meninggal,” ujar Se Kyung. Sekretaris Moon mengerti maksud Se Kyung, “Aku juga merasa bahwa menggugat bukanlah pilihan yang baik. Tapi kau tahu...aku hanya seorang Sekretaris. Keputusan ini adalah milik CEO.” Se Kyung berkata kalau dia tidak bisa hanya diam saja, “Bolehkah aku mengirim surat permintaan maaf?” Sekretaris Moon mempersilahkan Se Kyung menulis surat untuk CEO Artemis dan dia akan membantu Se Kyung menyerahkan surat itu. Se Kyung merasa senang dan berterima kasih pada Sekretaris Moon.
Seung Jo sedang latihan Yoga. Tapi dia tidak bisa fokus, badannya selalu miring bahkan Seung Jo hampir terjatuh. Instruktur Yoga  Seung Jo yang melihat Seung Jo tidak bisa berkonsentrasi beranggapan kalau Seong Jo terlalu banyak pikiran. “Lihat tubuhmu dan energinya dengan mata hatimu. Tarik nafas, hembuskan dan tahan,” ujar Instruktur Seung Jo sambil menirukan gerakan Yoga. Tapi tetap saja Seung Jo terus miring ke kiri-kanan.

Tiba2 seseorang masuk ke ruang latihan dan meminta maaf karena datang terlambat. Seung Jo terkejut karena ternyata orang itu tak lain dan tak bukan adalah Presdir Cha, ayahnya. Seung Jo protes pada instrukturnya karena itu adalah latihan pribadi tapi kenapa ada orang lain. Instruktur itu mengizinkan Presdir Cha ikut latihan karena berpikir dia adalah ayah Seung Jo. Presdir Cha menyapa Seung Jo dengan santainya. Presdir Cha lalu berbalik menatap Instruktur. “Atas nama cinta dan hormat. Namaste,” Presdir Cha memberi salam pada Instruktur sambil mengedipkan matanya. Seung Jo semakin kesal karenanya.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo berada di ruang ganti, baru saja selesai mandi. Seung Jo berdiri di depan meja rias sambil mengoleskan lotion di wajahnya. Tak lama kemudian Presdir Cha berdiri di samping Seung Jo lalu ikut memakai lotion menirukan gerakan Seung Jo. Seung Jo berbalik dan bertanya apa ayahnya itu seorang penguntit? Kenapa ayahnya mengikutinya? Presdir Cha yang kesal mendengar ucapan putranya itu bertanya memangnya hotel itu milik Seung Jo? Apa dia membeli hotel ini? Seung Jo berkata kalau dia datang lebih dulu ke hotel itu. Presdir Cha merasa heran kenapa Seung Jo begitu mengerikan? Presdir Cha mengejek Seung Jo dengan menirukan gerakan Yoga Seung Jo yang terus berkelok-kelok. Seung Jo mengacak2 rambutnya karena merasa frustasi mendengar ejekan ayahnya.
Presdir Cha memasang kacamatanya, tanpa sengaja dia melihat stalker yang mengintai Seung Jo dari pantulan cermin. Presdir Cha berbisik pada Seung Jo, “Kau berkencan dengan wanita yang sudah menikah?” Seung Jo yang bingung berbalik menatap ayahnya. “Dia mengikutimu. Lihatlah selera wanitamu,” cibir Presdir Cha seraya berlalu pergi meninggalkan Seung Jo yang  kebingungan. Seung Jo tampak memikirkan ucapan ayahnya barusan. Saat berbalik menatap cermin, Seung Jo akhirnya paham maksud ayahnya saat melihat stalker yang sedang memotretnya.
Presdir Cha tiba di kantor Tommy Hong. Presdir Cha menemui Tommy Hong. Tommy Hong menyambut kedatangan Presdir Cha sambil menundukkan kepala memberi hormat. Presdir Cha memperkenalkan dirinya sebagai Presiden Direktur Royal Grup. Tommy Hong lalu menyalami Presdir Cha sambil memperkenalkan dirinya. Tommy Hong  berkata kalau dia mendengar Presdir Cha membutuhkan  bantuannya. Presdir Cha berkata kalau semua orang merekomendasikan Tommy Hong. Tommy Hong merasa tersanjung mendengar ucapan Presdir Cha. Tommy Hong bertanya Putra Presdir Cha akan menikah? Presdir Cha menjawab kalau putranya tidak menikah. Tommy Hong tampak bingung dengan maksud Presdir Cha.
“Ini tentang Jean Thierry Cha, CEO Artemis Korea,” ujar Presdir Cha tampak berpikir. Tommy Hong semakin bingung. Tiba2 Presdir Cha tertawa, “Ini lain.”
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Stalker yang mengikuti Seung Jo sedang melihat hasil buruannya di kamera yang dipegangnya. Tanpa dia sadari,  Seung Jo mengintainya dari samping mobil dengan gaya yang... (alamak jaaang...Oppa PSH ngapain atuh gayanya kayak kecoa nungging gitu??).  Seung Jo menatap Stalker itu dengan tatapan mata dan senyum yang mematikan (weetsss). Seung Jo tahu2 sudah berada di samping posisi stalker itu duduk dan mengetuk kaca mobilnya. Saat menengok, stalker itu hanya bisa pasrah karena ketahuan  oleh Seung Jo.  Seung Jo memberi isyarat agar stalker itu menurunkan kaca mobilnya. Dan saat stalker itu menurunkan kaca mobilnya, dengan sigap Seung Jo langsung merampas kamera yang dipegangnya. Seung Jo menatap stalker tersebut dengan tatapan mematikannya, “Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?”
Di Apartemennya, Yoon Joo sedang makan malam bersama suaminya (Presdir Shin), ibu mertua (Ny. Shin) dan adik iparnya (In Hwa). Ny. Shin membahas tentang reaksi Artemis mengenai kolaborasi dengan perusahaan mereka, GN Fashion. Presdir Shin berkata kalau Artemis sedang meninjau,  dan juga respon dari Jean Thiery Cha tampaknya positif. Tiba2 Ny. Shin menyinggung tentang status Jean Thierry Cha (Seung Jo) yang masih single. Yoon Joo mendelik mendengar ucapan ibu mertuanya itu. In Hwa menegur ibunya. Sambil tersipu dia berkata kalau bisnis yang utama. Jangan libatkan soal pernikahan  (kayaknya In Hwa mulai demen nih ama Seung Jo).  Ny. Shin yang berniat menjodohkan In Hwa dengan Jean Thierry Cha beranggapan akan menyenangkan jika keduanya (bisnis dan pernikahan) sukses. Yoon Joo tampak kehilangan selera mendengar perbicangan kedua orang itu.

Ny. Shin tiba2 berkata pada Yoon Joo kalau dia sudah mengganti rumah sakit, “Istri Direktur Kang akhirnya hamil setelah perawatan di Rumah Sakit Sedo. Aku sudah membuat janji.”  Yoon Joo tersenyum mendengar ucapan mertuanya dan menyetujui untuk pergi ke rumah sakit. Mereka lalu melanjutkan makannya. Tiba2 sebuah pesan masuk ke ponsel Yoon Joo. Yoon Joo memeriksa pesan itu yang ternyata kiriman foto Seung Jo. Yoon Joo tampak cemas lalu menutup ponselnya. In Hwa tampak memperhatikan tingkah laku Yoon Joo.
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Yoon Joo menuju kamarnya lalu memeriksa kembali pesan itu. Sebuah pesan baru masuk dari nomor tak di kenal. ‘Ini CEO Artemis Korea, Jean Thierry Cha. Aku pindah ke seberang apartemenmu. Datanglah. Atau aku yang harus pergi ke tempatmu sekarang?’ Yoon Joo langsung syok membaca pesan itu. Yoon Joo lalu menatap ke arah jendela apartemen di depannya, tiba2 lampu apartemen itu menyala. Yoon Joo makin syok.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo sedang melihat  foto2 hasil intaian stalker dari kamera  yang dirampasnya saat bel rumahnya berbunyi. Seung Jo membuka pintu dan ternyata yang  datang adalah Yoon Joo yang menatapnya tajam. “Welcome!” sambut Seung Jo sambil tersenyum manis.  Yoon Joo buru2 masuk ke dalam apartemen Seung Jo lalu menuju ke jendela. Yoon Joo lalu menyibak tirai jendela. Dan dugaannya benar, ternyata jendela itu berhadapan langsung dengan jendela apartemennya. Seung Jo tersenyum sinis di belakangnya. Yoon Joo yang syok berbalik  menghampiri Seung Jo, “Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila?” Sambil tersenyum sinis Seung Jo menjawab kalau Yoon Joo yang memulai duluan. Yoon Joo beranggapan kalau tingkah Seung Jo ini kekanak-kanakan. Seung Jo balik bertanya apa Yoon Joo anak kecil? Seung Jo lalu menyuruh Yoon Joo duduk seraya menghempaskan dirinya di sofa. Yoon Joo enggan duduk dan tetap berdiri sambil menatap tajam Seung Jo.
Seung Jo : “Apa kau pernah merasa takut akan tidur? Kopi, teh hitam, cola. Aku tetap terjaga meskipun aku minum segala jenis kafein. Setiap kali aku tertidur, kau terus meninggalkanku. Dokter menyebutnya kerusakan saraf. Shock, ketakutan, kemarahan. Tapi itu yang membuatku bertahan. Hanya balas dendam yang membuatku bertahan. Berdiri di hadapanmu sebagai pribadi yang baru. Dengan begitu aku akan tersenyum dengan bangga.”
Seung Jo lalu bangkit dan berjalan mendekati Yoon Joo, “Bagaimana? Kau menyesal meninggalkanku?” Yoon Joo terdiam tak menjawab pertanyaan Seung Jo.  “Aku telah mencapai tujuanku. Berhentilah bertindak bodoh seperti itu,” ujar Seung Jo sambil menunjuk ke kamera yang tergeletak di meja. Yoon Joo melirik ke arah kamera itu, dia sadar kalau Seung Jo sudah tahu bahwa dirinya menyuruh orang untuk menguntit Seung Jo. Yoon Joo berusaha tetap terlihat tenang, dia tidak ingin menampakkan keterkejutannya di hadapan Seung Jo. “Kaget, kan? Tapi...aku tidak menyesal. Kau pikir kau sudah berubah? Kau belum berubah sedikit pun. Aku yakin kau masih bicara dengan Sattorimu (dialek desa) saat kau merasa gelisah,” cibir Yoon Joo. Seung Jo terkejut mendengar Yoon Joo menyinggung tentang dialek desa. “Aku? Sattori? Jean Thierry Cha? Sejak kapan?” Seung Jo tertawa sinis.
“Kau pikir aku meninggalkanmu karena kau tidak punya apa2?” tanya Yoon Joo lagi.
“Tentu saja tidak. Orang hanya bisa hidup ketika mereka membenarkan kesalahan mereka,” jawab Seung Jo. Yoon Joo menarik nafas lalu tersenyum miris, “Kau benar2 tidak berubah sedikit pun. Sikap egoismu hanya menjadikan dirimu sebagai korban. Kau pikir kau begitu jantan ketika kau meninggalkan ayahmu dan kekayaannya? Kau pasti bangga. Keberanian kekanak-kanakanmu yang membuatmu menyerahkan segalanya untuk cinta. Kau pasti berpikir bahwa kau melakukannya untukku. Tetapi kenyataanya adalah kau tidak memikirkanku sedikitpun. Apa yang benar2 kuinginkan, hidupku dan apa yang kubutuhkan. Benar, kan?”
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo balik bertanya apa yang benar2 Yoon Joo inginkan? Uang ayahnya? Seung Jo berpikir setidaknya Yoon Joo akan pergi dengan membawa uang 1 milyar won, tapi dia hanya mendapat 30 juta won. “Investasi yang kau sia2kan untuk 30 juta won, sekarang bernilai lebih dari 10 milyar won. Kau tidak menyesalinya?”sindir Seung Jo sambil tersenyum. Yoon Joo tiba2 tersenyum dan hal itu jelas membuat Seung Jo kaget. “Hanya orang miskin yang melakukan itu. ‘Aku seharusnya tidak menjual itu. mereka menyesal dan mengulanginya. Lalu mereka menyesal dan mengulanginya lagi. Bukan aku! Kau tahu betapa tingginya roller coaster? Mereka tidak melihat ke belakang jika mereka sudah menjualnya. Setelah mereka menjualnya, barang itu di buang. Setelah mereka membuangnya, meskipun itu menjadi satu juta atau satu miliar, itu bukan lagi milikku.” Seung Jo yang syok mendengar penuturan Yoon Joo tidak bisa berkata2. Yoon Joo menyindir apa itu masih mengejutkan Seung Jo?. “Seperti yang kukatakan, ini hanya bisnis!” Seung Jo menatap tajam Yoon Joo, Yoon Joo tersenyum mengejek melihat keterkejutan Seung Jo. “Inilah alasannya. Kau anak kecil yang  belum dewasa,” ujar Yoon Joo tersenyum sinis seraya berlalu pergi dari hadapan Seung Jo. Seung Jo tampak syok berat.
Yoon Joo meninggalkan apartemen Seung Jo dengan hati teriris, berusaha menahan air matanya. Yoon Joo tampak terluka setelah mengatakan semua itu pada Seung Jo. Dia berbalik menatap apartemen Seung Jo. Tiba2 ponselnya berbunyi, dari adiknya, Ho Min.  Di ujung telpon Ho Min meminta maaf karena orang yang dia kirim untuk membuntuti  Seung Jo ketahuan oleh Seung Jo, padahal sebelumnya orang itu tidak pernah tertangkap. Yoon Joo yang kesal bertanya apa yang sebenarnya terjadi? Ho Min menjelaskan kalau dia sudah memastikan bahwa Cha Seung Jo dan Han Se Kyung tidak bekerja sama. Rekaman itu adalah pemakaman dari ibu salah satu karyawan Artemis sekaligus kekasih Se Kyung. Yoon Joo mulai paham, dia meminta agar Ho Min melupakan tentang Seung Jo dan mencari tahu tentang Han Se Kyung dan pacarnya. Yoon Joo menutup telpon.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Tiba2 ada yang memanggil Yoon Joo. Yoon Joo berbalik dan terkejut saat melihat In Hwa berdiri di belakangnya. Yoon Joo pura2 tersenyum lalu menghampiri In Hwa, dia bertanya kenapa In Hwa kembali? In Hwa berkata kalau ponselnya ketinggalan. In Hwa merasa heran apa yang Yoon Joo lakukan di luar apartemen? Yoon Joo beralasan kalau dia sedang jalan2. Yoon Joo lalu mengajak In Hwa untuk segera masuk ke apartemen seraya berjalan duluan. In Hwa menatap curiga pada Yoon Joo yang berlalu seraya mengikutinya masuk ke apartemen.
Selepas kepergian Yoon Joo, Seung Jo tampak termenung di apartemennya. Seung Jo mengingat kembali alasan Yoon Joo meninggalkannya. Seung Jo mulai menangis, tapi lagi2 air matanya tidak keluar. “Setidaknya, anak kecil bisa menangis,” batin Seung Jo.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Sementara itu di kamarnya, Se Kyung mulai mengetik surat permohonan maafnya untuk CEO Artemis.  Se Kyung tampak bingung dengan apa yang harus dia katakan di surat itu. Dia lalu meraih ponselnya dan menghubungi Ah Jung.  Se Kyung bertanya apa Ah Jung tahu sesuatu tentang CEO Artemis? Alih2 menjawab pertanyaan Se Kyung, Ah Jung  malah mengomeli Se Kyung dan menasehatinya agar tidak memperdulikan In Chan lagi karena hubungan mereka sudah berakhir. Se  Kyung yang kesal mendengar omelan Ah Jung lalu menutup telpon.  Se Kyung menarik nafas kesal. Dia bingung apa yang harus di ketiknya. Se Kyung lalu mengambil kertas di laci meja, lalu memutuskan menulis surat dengan tulisan tangannya.
Keesokan harinya, di kantor Pusat Artemis, Seung Jo yang berjalan memasuki kantornya masih tampak emosi karena percakapannya dengan Yoon Joo semalam. Seung Jo tampak mengomentari guci yang terpajang di sisi ruangan itu dan menyuruh Sekretaris Moon mengganti interior ruangan itu. Sekretaris Moon yang hendak menyerahkan surat titipan Se Kyung pun urung melakukannya. Saat mereka berada di koridor menuju ruangan Seung Jo, Sekretaris Moon hendak menyampaikan surat itu. Seung Jo tiba2 berhenti dan meminta Sekretaris Moon agar  mengatakan apa yang ingin disampaikannya dengan keras. Sekretaris Moon lalu menyerahkan surat itu sambil mengedip2kan matanya pada Seung Jo. Seung Jo jelas kaget melihat tingkah Sekretaris Moon (dikiranya Sekretaris Moon naksir Seung Jo kali ya ;p). Sekretaris Moon lalu menjelaskan kalau itu adalah surat dari Se Kyung, pacar So In Chan. Seung Jo lalu mengambil surat itu.
Di kantornya, Se Kyung sedang dimarahi oleh Manajer Kim karena Se Kyung tidak masuk kerja karena menghadiri pemakaman ibu pacarnya. “Apa kau melakukan ini karena kau teman Ny. Shin?” sindir Manajer Kim. Se Kyung hanya bisa meminta maaf dan bertanya apa ada yang Ny. Shin ingin tanyakan padanya? Manajer Kim menjawab kalau Ny. Shin tidak akan menanyakannya melalui dirinya lagi. “Bukankah kau temannya?” sindir Manajer Kim seraya berlalu pergi dari hadapan Se Kyung. Se Kyung hanya bisa terdiam.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Se Kyung lalu menuju ke mejanya dan termenung. Se Kyung lalu meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Ah Jung untuk bertanya apa ada kabar baru tentang In Chan? Ah Jung yang membalas sms Se Kyung berkata tidak tahu dan melarang Se Kyung ikut campur. Se Kyung tampak frustasi membaca balasan sms Ah Jung.
Di ruangannya, Seung Jo membuka amplop surat dari Se Kyung dan mulai membaca isi suratnya dengan suara keras, “Halo, aku Han Se Kyung. Aku mantan pacar So In Chan.” Seung Jo berhenti sejenak dan tampak berpikir, “Mantan pacar? Sudah kuduga.” Seung Jo melanjutkan membaca surat itu tetap dengan suara keras, “Aku meminta maaf atas ketidaknyaman suratku ini.” Seung Jo berhenti sejenak dan berkomentar, “Setidaknya kau tahu.” Seung Jo melanjutkan bacaannya, “Aku minta maaf.” Seung Jo berhenti membaca surat itu dengan suara keras, lalu berganti dengan narasi  Se Kyung . “Aku minta maaf. Aku juga minta maaf karena meminta sesuatu seperti ini.”  Seung Jo tampak tertarik membaca surat Se Kyung.

Sementara itu, Se Kyung berada di kantornya tampak sibuk bekerja mengerjakan hal2 kecil, bahkan menyiapkan minuman untuk Manajer dan para staf desain GN yang sedang meeting. Se Kyung melihat desain2 di meja, tapi Manajer Kim malah memberinya isyarat agar keluar dari ruang meeting (poor Se Kyung gak di ajak meeting, kerjaan Se Kyung malah kayak OG di sini).
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Narasi surat Se Kyung pun berlanjut.  “Jujur, aku tidak mengenal anda dengan baik. Aku tidak tahu bagaimana caranya supaya anda memaafkan  So In Chan. Hanya saja, aku berpikir bahwa kehidupan seseorang yang sibuk seperti anda mungkin tidaklah mudah.”  Seung Jo lalu menuju mejanya seraya melewati bawah lampu hias di samping meja kerjanya (Oppaaaa.....ngapain lewat situ atuh?). Seung Jo lalu melanjutkan membaca surat Se Kyung sambil duduk.
Ya, begitu juga dengan kehidupanku. Dan cinta juga sulit. Alasan aku putus dengan So In Chan adalah karena uang. Jika anda bertanya kenapa aku sekarang menulis surat seperti ini, anda boleh mengatakan bahwa ini adalah sebuah alasan. Tapi, tidak ada lagi yang bisa kulakukan. Aku tidak bisa menyembuhkan So In Chan. Aku tidak bisa membayar hutangnya, aku tidak bisa membayar kerugian yang disebabkan olehnya, aku bahkan tidak bisa menghiburnya. Karena aku tahu, semua ini tidak akan mengubah apapun. Dulu aku berpikir lawan dari cinta adalah benci. Tapi, sekarang aku percaya, kebalikan dari ‘Aku mencintaimu’ adalah ‘Aku tidak bisa melakukan apapun untukmu’. Ya! Aku putus dengan So In Chan karena aku tidak bisa melakukan apapun untuknya. Aku percaya bahwa dengan berada di sisinya berarti cinta. Akhirnya aku menyadari, betapa konyolnya itu. Seperti itu juga, hubungan enam tahunku berakhir. Ini adalah semua yang bisa aku berikan untuk anda.
Seung Jo lalu memeriksa amplop surat itu dan menemukan buku rekening Se Kyung beserta cap stempelnya (Di Korea, biasanya stempel  digunakan sebagai pengganti tanda tangan). Seung Jo lalu membuka buku tabungan itu lembar demi lembar dan tersenyum penuh haru melihat isinya. Di beberapa halaman buku itu, tertulis catatan Se Kyung. Seung Jo melihat total saldo Se kyung di lembar terakhir, dan di lembar terakhir itu pulalah Se Kyung menulis ‘Aku ingin pergi ke Paris.’
Tiba2 setetes air mata Seung Jo terjatuh dan membasahi  buku tabungan itu. Seung Jo yang menyadari hal itu tampak terkejut dan meraba pipinya. Seung Jo akhirnya menangis setelah 6 tahun! Seung Jo tertawa senang dan menengadahkan kepalanya seraya berjalan menuju meja rias di toilet (dan kali ini gak lewat di bawah lampu hias...hehehe).  Seung Jo melihat wajahnya di cermin, dia kegirangan seakan tidak percaya air matanya benar2 keluar. Seung Jo yang terharu melanjutkan membaca surat Se Kyung. “Aku tahu ini tidak cukup untuk menebus kerugian perusahaan. Tapi, itu bukan hanya sekedar uang. Anggap saja ini sebagian pengabdianku. Tolong anggap ini sebagai usaha terakhirku untuk In Chan. Jika anda memaafkan kesalahanku, aku tidak akan pernah melupakan kebaikan anda."
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo kembali terisak. Dia menangis sejadi-jadinya sambil menatap saldo di buku tabungan Se Kyung. Setelah cukup puas menangis, Seung Jo berusaha menenangkan dirinya. Dia kembali terngiang ucapan Yoon Joo yang menganggap cinta hanya sekedar bisnis. Seung Jo menatap dirinya di cermin seakan2 berbicara dengan Yoon Joo. “Seo Yoon Joo, kau salah. Cinta itu...ada!” Seung  Jo yang masih meneteskan air mata, tampak tersenyum penuh arti.
Seung Jo lalu keluar dari ruangannya dengan langkah mantap. Seung Jo lalu berbalik menatap Sekretaris Moon dan memerintahkan Sekretaris Moon agar membatalkan gugatan terhadap So In Chan. Sekretaris Moon tampak bingung dengan perintah mendadak bos-nya itu. Sekretaris Moon menjelaskan, karena kasus So In Chan adalah kasus pidana, maka mereka tidak bisa membatalkan gugatan itu begitu saja. Jadi, tidak peduli seberapa banyak mereka mencoba, mereka harus membayar denda untuk membatalkannya. Seung Jo bertanya apalagi yang di perlukan?. “Pemberitahuan untuk pembatalan gugatan, penyelesaian dan petisi. Bagaimana kita mengakhirinya dengan denda sebagai masa percobaan? Sekretaris Moon tampak berpikir, Seung Jo menyadarkan Sekretaris Moon dan memerintahkan Sekretaris Moon agar segera pergi mengurus pembatalan gugatan itu.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Tampak barisan karyawan Artemis yang dipimpin oleh Sekretaris Moon berjalan menuju ruang duka Rumah Sakit Sedo, tempat Ibu In Chan disemayamkan. Se Kyung dan In Chan yang berada di ruang duka terkejut melihat kehadiran Sekretaris Moon dan anak buahnya. Sekretaris Moon memberi hormat pada altar Ibu In Chan. Sekretaris Moon lalu menjelaskan maksud kedatangannya untuk menyampaikan perihal gugatan perusahaan Artemis terhadap In Chan. Artemis Korea telah membatalkan gugatan terhadap So In Chan. Kasus ini berakhir dengan denda sebagai masa percobaan. Se Kyung dan In Chan terkejut mendengar hal itu, mereka membungkuk berterima kasih pada Sekretaris Moon. “Dan juga CEO kami akan membayar denda anda,” lanjut Sekretaris Moon. “CEO Artemis, Jean Thierry Cha!” ucap Sekretaris Moon mengumumkan kedatangan Seung Jo.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo melangkah masuk ke ruang duka sambil memejamkan mata dan tersenyum penuh wibawa, para bawahannya menunduk memberi hormat. Se Kyung terkejut dan menyadari kalau orang yang selama ini dia kira Sekretaris Kim ternyata CEO Artemis Korea, Se Kyung merasa kagum melihatnya. Seung Jo lalu mengeluarkan buku tabungan Se Kyung dari balik jasnya. Sekretaris Moon lalu mengambil buku tabungan tersebut dan memberikannya pada Se Kyung.
“Han Se Kyung. Kemiskinan tidak bisa mengalahkan cinta. Mimpi dan semangat di dalamnya, dan juga keinginan! Cinta kalian...kalian bisa melindunginya!” ujar Seung Jo dengan penuh wibawa. Se Kyung dan In Chan merasa sangat terharu mendengar ucapan Seung Jo. Se Kyung dan In Chan lalu berpelukan, menangis bahagia. Tampak Sekretaris Moon berusaha menahan air matanya.  Se Kyung semakin kagum pada sosok CEO Artemis Korea tersebut, “Tuan Cha! Aku tidak tahu harus bagaimana berterima kasih pada anda.” Seung Jo tersenyum lebar mendengarnya, “Kamsha...? (terima kasih)”.

Dan kembali ke dunia nyata. Ternyata semua itu hanya khayalan Seung Jo semata. Seung Jo tampak berdiri di depan cermin di ruang kerjanya, sambil menggumamkan kata ‘Kamsha’. Seung Jo bahkan mencoba solmisasi untuk mengucapkan kata ‘Kamsha’ agar terdengar bagus. Seung Jo lalu melanjutkan pidato yang akan dia sampaikan pada Se Kyung. “Jangan berterima kasih padaku. Saling berterima kasihlah, Se Kyung dan In Chan.” Seung Jo kegirangan sendiri karena merasa kata2nya sangat hebat. Seung Jo lalu memperbaiki dasinya di depan cermin.
Tiba2 Seung Jo berbalik dan melanjutkan pidatonya, “Han Se Kyung-shi. Apa kau bilang kalau berada di sisi orang lain adalah bentuk dari cinta yang belum dewasa?” Seung Jo menggeleng sambil menggerakkan jarinya sebagai tanda ketidaksetujuan. “Winston Churchill pernah berkata seperti ini,” Seung Jo mengangkat jari telunjuknya dan hal itu membuat dia merasa bangga pada dirinya sendiri. Seung Jo melanjutkan teori Winston Churchill-nya, “ ’Cinta yang belum dewasa mengatakan, aku mencintaimu, karena aku membutuhkanmu. Cinta yang dewasa mengatakan, aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu.’  Apa yang kau butuhkan sekarang bukanlah uang ataupun kenyataan. Kalian saling memiliki satu sama lain. Itu sudah cukup.” Seung Jo merinding sendiri mendengar kata2nya. Seung Jo tersenyum puas, dia lalu memasukkan buku tabungan Se Kyung ke dalam saku jasnya. Seung Jo bersiap untuk menemui Se Kyung.
Sekretaris Moon  masuk ke ruangan Seung Jo dan bertanya apa mereka sudah siap untuk pergi. Seung Jo mengiyakan. Sekretaris Moon lalu memberitahu kalau Han Se Kyung datang ke kantor mereka. Seung Jo tampak terkejut, Han Se Kyung? Sekretaris Moon menjelaskan kalau Se Kyung datang untuk mengucapkan terima kasih. Seung Jo tampak bingung? Kamsha (berterima kasih)? Seung Jo tiba2 panik, dia heran kenapa Se Kyung sudah datang untuk berterima kasih padahal dia belum menyampaikan tentang pembatalan gugatan terhadap In Chan. Sekretaris Moon memberitahu kalau dirinya yang memberitahu Se Kyung tentang hal itu. Mendengar hal itu  Seung Jo berteriak kesal pada Sekretaris Moon, Seung Jo merasa kesal karena pidato yang sudah dia siapkan untuk Se Kyung malah batal di gunakan..lol. Sekretaris Moon  tampak ketakutan melihat Presdir-nya itu tiba2 marah.
Seung Jo melirik ke kotak yang dipegang Sekretaris Moon dan bertanya apa itu? Sekretaris Moon menjelaskan kalau Se Kyung memberikan hadiah itu padanya sebagai ucapan terima kasih. Seung Jo semakin frustasi, “Kamsha?? Bukan padaku, tapi padamu?” Sekretaris Moon lantas memberikan kotak yang paling kecil dengan bungkusan sederhana, hadiah dari  Se Kyung untuk Seung Jo. Seung Jo mengambil kotak itu dan membukanya. Seung Jo terkejut karena isinya hanya sebuah gelang buatan tangan yang terlihat sederhana. Seung Jo lalu melirik kotak hadiah Sekretaris Moon yang lebih besar dengan bungkusan lebih mewah. Seung Jo berusaha mengambil kotak itu, tapi Sekretaris Moon enggan memberikannya. Seung Jo berhasil merampas kotak itu dari tangan Sekretaris Moon dan melihat isinya. Betapa terkejutnya Seung Jo saat melihat hadiah untuk Sekretaris Moon berupa jepitan dasi yang mahal. Seung Jo kesal kenapa hadiah Sekretaris Moon lebih bagus dan lebih mahal daripada hadiahnya? Apa Sekretaris Moon menukarnya? Sekretaris Moon yang ketakutan, mengelak tuduhan Seung Jo. Seung Jo berteriak marah dimana Se Kyung? Dengan takut2 Sekretaris Moon mencoba menjelaskan kalau Se Kyung baru saja pergi.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo lalu berusaha mengejar Se Kyung sambil membawa kedua kotak hadiah itu. Di loby, Seung Jo melihat Se Kyung berjalan keluar dari kantor Artemis. Seung  Jo berusaha mengejar Se Kyung sambil menyodorkan kotak hadiahnya. Se Kyung berbalik dan tampak bingung mengapa kotak hadiah itu ada pada Seung Jo. Seung Jo beralasan bukankah Se Kyung seharusnya berterima kasih pada CEO? Se Kyung mengiyakan. Seung Jo bertanya kenapa Se Kyung memberikan hadiah jepitan dasi yang mahal untuk Sekretaris Moon, sedangkan untuk CEO, Se Kyung malah memberikan sebuah gelang sederhana.
Se Kyung lalu menjelaskan arti hadiahnya, “Pertama! Aku berterima kasih pada Sekretaris Moon. Dia-lah yang menyarankanku dan menyampaikan surat itu. Apa yang akan kau lakukan jika itu kau? Kau akan bilang ‘Sadar akan tempatmu’, ‘Cinta tidak akan membuatmu bahagia’. Kedua, kenapa aku memberikan ini kepada CEO?” tanya Se Kyung sambil melirik gelang sederhana itu. Seung Jo menjelaskan kalau harga penjepit dasi itu mungkin 55 dolar di departemen store, sedangkan gelang itu dia bahkan tidak tahu dimana Se Kyung mendapatkan sesuatu seperti itu. Apa harganya 5 dolar?. “Aku yang membuatnya. Ini sesuatu yang aku buat pertama kali saat aku di Perguruan tinggi. Aku memberikannya kepada CEO sama seperti aku membungkusnya.” terang Se Kyung.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo terkejut mendengar penjelasan Se Kyung dan tersenyum senang. Sebaliknya, Se Kyung merasa kesal karena Seung Jo membuka kado itu. Seung Jo beralasan kalau dia harus membukanya karena dia asisten CEO. Se Kyung membentak Seung Jo, “Apa kau pikir aku akan meletakkan bom di sana?” Se Kyung berbalik hendak pergi, tapi Seung Jo berteriak menahan langkahnya. Se Kyung berbalik, apa lagi sekarang?
“Berhentilah marah padaku. Aku tidak datang ke sini untuk menanyakan hal itu. Kau pikir aku akan melakukan hal itu?” pinta Seung Jo. Seung Jo lalu mengeluarkan buku tabungan Se Kyung dari balik jasnya dan memberikannya pada Se Kyung. “Dia bilang padaku untuk mengembalikan ini padamu,” ujar Seung Jo beralasan.
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Dalam hati, Seung Jo sangat berharap Se Kyung akan mengucapkan ‘Kamsha’ padanya (Si Seung Jo kayaknya terobsesi banget denger ucapan ‘Kamsha’ dari  Se Kyung). Seung Jo berkhayal  Se Kyung mengucapkan ‘Kamsha’ padanya. Seung Jo sangat kegirangan dan mulai mengucapkan pidatonya dengan penuh wibawa. Tapi lamunannya tersebut buyar karena tiba2 Se Kyung berkata kalau dia tidak bisa mengambil kembali buku tabungan itu. Seung Jo tampak kaget, kenapa tidak?. “Ini...aku tahu itu berarti banyak untukku. Aku juga membutuhkan uangnya. Tapi, aku tidak akan mengambilnya. Jika aku ambil, semuanya akan sia2. Semua tekadku. Semuanya,” ujar Se Kyung. Seung Jo bertanya tekad apa? Se Kyung menjawab dengan ketus kalau dia tidak perlu tahu hal itu. “Tuan Cha  hanya ingin kalian berdua tetap bersama. Kau tidak berterima kasih? Setidaknya kau berterima kasih,” ujar Seung Jo seraya menyelipkan buku tabungan itu ke kantong Se Kyung. Alih2 menerima buku tabungan itu, Se Kyung malah mengembalikan buku tabungannya ke tangan Seung Jo. “Aku merasa bersalah, bukan berterima kasih,” terang Se Kyung. Seung Jo membatin, bukan berterima kasih tapi merasa bersalah?
“Tak bisakah kau katakan saja? Kamsha-heyo! Kamsha-heyo!” bentak Seung Jo tiba2. Se Kyung yang kaget balas membentuk Seung Jo, Kau ini CEO atau apa? .“Kenapa kau peduli sedangkan Tuan Cha tampaknya tidak peduli!” Seung Jo tampak syok mendengar bentakan Se Kyung. Se Kyung yang kesal meminta Seung Jo menyampaikan pesannya pada Tuan Cha (padahal orangnya ada di depan mata :p) kalau dirinya sangat menyesal.
Se Kyung berbalik pergi meninggalkan Seung Jo. Tiba2 Se Kyung menghentikan langkahnya, lalu berbalik menghampiri Seung Jo. “Juga, kau terdengar seperti orang kampung saat kau berbicara menggunakan Sattori (dialek desa)” ledek Se Kyung  seraya menjulurkan lidahnya dan berbalik pergi meninggalkan Seung Jo yang  tampak syok.

Se Kyung pulang menggunakan bus. Se Kyung membuka jendela bus, menikmati semilir angin malam kota Seoul. Se Kyung menyeka air matanya yang perlahan menetes. “Selamat tinggal....Selamat tinggal, So In Chan,” batin Se Kyung.
Sementara itu, Yoon Joo menemui Ho Min di tokonya. Ho Min menceritakan siapa So In Chan beserta masalah2 yang sedang dihadapinya, termasuk gugatan Artemis terhadap In Chan. Yoon Joo tampak terkejut mendengar hal itu. Ho Min menduga kalau Se Kyung menginginkan uang, jadi dia menyarankan kakaknya agar menyingkirkan Se Kyung dengan memberikan sejumlah uang pada Se Kyung. Yoon Joo merasa heran kenapa Se Kyung menginginkan uang? Ho Min beranggapan Se Kyung itu seperti dirinya, tidak secara langsung meminta uang pada Yoon Joo. “Pokoknya, terlusuri lebih dalam lagi,” perintah Yoon Joo.
Se Kyung berjalan pulang menuju apartemennya. Setibanya di apartemen, Se Kyung melihat keluarganya berkumpul di ruang tamu sedang memeriksa sesuatu. Se Kyung bertanya apa itu? Se Jin menjawab kalau mereka mendapat ‘Pemberitahuan Penyitaan’. Orang tua Se Kyung tampak lesu memikirkan hal itu. Ayah berkata kalau mereka membayar angsuran 50 juta won dalam beberapa hari, pihak apartemen akan memberikan mereka waktu 1 tahun lagi. Ibu  memotong ucapan ayah, ibu berkata mereka melakukan riset. Mereka akan mendapat pinjaman uang dari bank jika dalam keluarga mereka ada seseorang yang bekerja. “Toko roti kita, sejak pasar itu dibangun, setiap bulan mengalami kerugian. Kita tidak bisa menjaminkan pinjaman dengan toko roti itu,” ujar ayah. Ibu menambahkan kalau mereka akan menggunakan nama Se Kyung untuk mendapat pinjaman 50 juta won. Ibu berusaha membujuk Se Kyung. Ayah dan ibu memandang wajah Se Kyung dengan penuh harap. Se Kyung tampak memikirkan permintaan kedua orang tuanya. Alih2 menjawab permintaan kedua orang tuanya, Se Kyung malah beranjak menuju kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Se Kyung masuk ke kamarnya dan menutup pintu. Se Kyung menghela nafas berat. Se Kyung memandangi sekeliling kamarnya dengan penuh arti.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Se Kyung keluar menemui orang tuanya yang masih sibuk memeriksa berkas2 di ruang tamu. Se Kyung lalu berlutut di depan kedua orang tuanya, bersiap mengatakan keputusan yang dia ambil, “Aku tidak bisa melakukannya.” Ayah, Ibu serta Se Jin berbalik menatap Se Kyung.
“Kalian tidak bisa menggunakan namaku. Aku tidak akan membiarkan kalian menggunakan namaku,” tegas Se Kyung. Ayah berusaha membujuk Se Kyung dengan berkata kalau mereka hanya meminjam nama Se Kyung. Mereka yang akan membayarnya kembali, bukan Se Kyung. Se Kyung menyarankan agar mereka menjual rumah itu saja. Se Jin bertanya apa Se Kyung tidak tahu harga pasaran rumah itu sekarang? Rumah itu berharga 300 juta won jika di jual kembali padahal mereka membelinya seharga 500 juta won. Se Kyung berkata jual saja 300 juta won untuk membayar utang. Se Kyung malah menyarankan agar mereka mengontrak rumah saja. Se Jin tidak setuju dengan usul Se Kyung. Se Jin beranggapan dia tidak akan bisa menikah jika tinggal di rumah kontrakan, “Lebih baik aku mati bersama apartemen ini.” Ibu juga tidak setuju dengan usul Se Kyung, “Kau tidak tahu bagaimana ibu membeli rumah ini.” Se Kyung tahu bagaimana ibu membeli rumah itu, ibu membelinya setelah berhutang 250 juta won dengan 7 tahun angsuran. Tapi mereka hanya membayar 50 juta won, jadi mereka tidak akan pernah bisa melunasinya. Jika harga bergerak naik…
Ayah memotong ucapan Se kyung dan berkata kalau harga apartemen itu tidak akan naik. “Bahkan jika kalian menunggu hingga harganya sampai naik, hutang kalian juga akan terus meningkat,” terang Se Kyung. Ibu tidak habis pikir, bagaimana bisa Se Kyung mengatakan hal seperti itu dengan mudah?. “Apa kau tahu bagaimana kami membayar biaya kuliahmu? Kita memiliki apartemen ini sebagai jaminan untuk pinjaman kuliahmu!” bentak ibu kesal. Se Kyung mengerti maksud ibu. Se Kyung berkata kalau dia masih belum bisa membayar pinjaman biaya kuliahnya. Apa ibu ingin dia melunasinya sekarang? Ibu jelas terkejut mendengar ucapan Se Kyung. Se Kyung dengan tegas berkata kalau dia tidak bisa melakukan itu (menjaminkan namanya).
“Aku tidak bisa melakukan itu. Aku tidak akan melakukannya. Bahkan jika kita kehilangan tempat ini. Aku tidak akan meminjam uang atas namaku!” tegas Se Kyung.

Di luar apartemen Se Kyung, tampak Yoon Joo sedang memandang ke arah apartemen Se Kyung dari dalam mobilnya. Yoon Joo terngiang ucapan adiknya yang memberitahu jumlah utang keluarga Se Kyung dan apartemen Se Kyung yang akan di lelang. Adiknya beranggapan kalau Se Kyung membutuhkan uang.

Yoon Joo sudah berada di apartemennya. Dia tampak termenung memikirkan kondisi Se Kyung. Yoon Joo tiba2 mengalihkan pandangannya lalu beranjak dari kursinya.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Di lain tempat, di apartemennya, tampak Seung Jo sedang mengamati gelang sederhana pemberian Se Kyung. Seung Jo merasa kalau gelang itu sangat jelek. “Tapi ini buatan tangan,”ujar Seung Jo seraya memasang gelang itu di tangannya, berdampingan dengan gelang couple-nya  Yoon Joo.  Seung Jo tersenyum senang memakai gelang pemberian Se Kyung. Seung Jo lalu mengambil buku tabungan Se Kyung dan membuka lembar demi lembar buku tabungan itu.

Beralih ke Yoon Joo. Yoon Joo membuka brangkasnya, lalu mengambil sebuah amplop coklat tebal dari dalam brangkasnya. Yoon Joo tampak berpikir sambil memegang amplop cokelat itu. Yoon Joo lalu memeluk erat amplop itu seakan amplop itu adalah sebagian dari nyawanya.

Beralih ke apartemen Seung Jo. Seung Jo menghubungi Sekretaris Moon untuk mengatakan pada So In Chan agar kembali bekerja besok.
In Chan kembali masuk kerja. Dia berjalan menuju ruangan Seung Jo dengan pikiran berkecamuk. Di ruangannya, Seung Jo mengamati buku tabungan Se Kyung sambil tersenyum. Saat mendengar In Chan sudah datang, dia buru2 memasukkan buku tabungan dan cap stempel Se Kyung ke dalam laci lalu berlari menuju jendela seraya memasang aksi cool-nya (gubrakkk...). Sekretaris Moon memberitahu kalau In Chan sudah datang. Seung Jo yang pura2 memandang ke arah luar jendela pun berbalik. Dia lalu menyuruh In Chan untuk mendekat. In Chan lalu menghampiri Seung Jo di meja kerjanya. In Chan membungkuk memberi hormat pada Seung Jo seraya meminta maaf. Seung Jo berkata kalau pengunduran diri In Chan sudah diproses, jadi apa rencananya sekarang?. “Aku yakin semua orang di bidang ini tahu tentang masalahmu.” In Chan hanya terdiam.
Seung Jo lalu memberikan kartu nama sebuah perusahaan pada In Chan dan meminta In Chan ke perusahaan tersebut. Seung Jo meminta In Chan tidak terlalu khawatir karena dia sudah memberi penjelasan pada perusahaan itu. In Chan sangat terharu dengan kebaikan Seung Jo yang bukannya memarahi dirinya karena telah merugikan perusahaan, tetapi malah membantunya mencari pekerjaan.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Dan jeennggg...jeeengg...! Akhirnya pidato Seung Jo yang sudah dia siapkan keluar juga, “Dalam kehidupan, ada beberapa hal yang bisa dihadapi dan ada yang tidak.” Seung Jo lalu berbalik membelakangi In Chan. Dan seperti tersadar kalau dia baru saja mengucapkan sebuah kalimat yang hebat, Seung Jo tersenyum kegirangan. Dia lalu melanjutkan pidatonya, “Kemiskinan adalah sesuatu yang bisa dihadapi. Aku pernah melalui cobaan itu.” Seung Jo pura2 memegang dahinya, lalu tersenyum sendiri karena merasa bangga sudah mengucapkan sesuatu yang hebat seperti itu. 
Seung Jo lalu berbalik seraya menuju mejanya. Dia lalu mengeluarkan buku tabungan dan cap stempel Se Kyung dari laci lalu memberikannya pada In Chan. In Chan mengambil buku tabungan itu dengan tatapan bingung. Seung Jo meminta In Chan mengembalikan buku tabungan itu pada Se Kyung. Seung Jo berkata kalau Se Kyung sudah bekerja keras untuk In Chan, dan karena Se Kyung pula-lah mereka membatalkan gugatan terhadap In Chan. “Bagus! Sekarang kau harus berterima kasih padaku. Berterima kasihlah padaku. Kamsha...” batin Seung Jo dengan penuh harap seraya memandang In Chan. In Chan berusaha menahan air mata haru-nya. In Chan ingin mengucapkan sesuatu..Seung Jo semakin menatap In Chan, berharap In Chan mengatakan sesuatu yang sangat dia nantikan.
Dan.....akhirnya meluncurlah ucapan terima kasih yang sangat di harapkan Seung Jo dari bibir In Chan. Seung Jo jelas merasa sangat kegirangan tanpa berusaha menutupi ekspresi senangnya. “Kamsha?? Jangan berterima kasih padaku. Saling berterimakasih-lah Se Kyung dan In Chan,” ujar Seung Jo seraya menggerakkan kedua tangannya. In Chan merasa heran melihat tingkah Presdir-nya itu.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo lalu melanjutkan pidatonya yang dulu batal dia sampaikan pada Se Kyung seraya berjalan menghampiri In Chan (dan seperti biasa, Seung Jo berjalan melewati bawah lampu hias...hahahahahaha). “Winston Churchill pernah berkata ‘Cinta yang belum dewasa mengatakan, aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu. Cinta yang dewasa mengatakan, aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu.” Seung Jo semakin mendekat ke arah In Chan, In Chan refleks mundur selangkah karenanya. “Berterimakasihlah karena kalian memiliki satu sama lain.” Tiba2 Seung Jo menggenggam kedua tangan In Chan, “Lindungi cintamu. Tidak peduli apapun itu.” In Chan terkejut berusaha menarik tangannya, tapi Seung Jo menggenggamnya dengan kuat dan tiba2 mencium tangan In Chan. In Chan yang syok melihat kelakuan Seung Jo hanya bisa berterima kasih.
Seung Jo yang masih menggenggam tangan In Chan, menatap In Chan penuh haru. “Kalian yang telah membuktikan padaku. Bahwa aku tidak salah,” batin Seung Jo.
Di Apartemennya, Seung Jo sedang menuang anggur untuk dirinya sendiri saat Dr. Heo datang. Seung Jo menyapa Dr. Heo. Dr. Heo menatap Seung Jo dengan tatapan heran. Seung Jo yang merasa risih dengan tatapan Dr. Heo berkata kalau Dr. Heo jangan memeriksanya. Dia tidak bipolar. “Kau tahu kapan hal ini membuat orang marah? Saat kau menyediakan layanan ini ketika kami tidak memintanya. Bekerja secara sukarela adalah penyembuhan yang terbaik untuk depresi,” tukas Seung Jo sambil mengacungkan jempolnya. Seung Jo cengengesan sendiri saat tersadar sudah mengucapkan kata2 yang hebat.   Dr. Heo hanya bisa melongo mendengar ucapan Seung Jo. “Tapi, aku rasa aku tahu apa artinya. Aku merasakan sesuatu di sini. Kesemutan, membuatku merasa nyeri,” ujar Seung Jo seraya memegang dadanya. Dr. Heo dengan polosnya malah bertanya apa ada serangga di dada Seung Jo? Alih2 menjawab pertanyaan Dr. Heo, Seung Jo malah berkata kalau mereka senang. “Ketika aku melihatnya, aku merasa lebih baik.” Dr. Heo tampak terkejut dan bertanya apa Seung Jo menjadi sukarelawan? Seung Jo berkata tidak, itu lebih seperti penyembuhan, “Penyembuhan secara nyata.” (Jujur, saia bingung sendiri, nih mahluk dua dari tadi ngomongin apaan sih? Pada kagak nyambung satu sama lain…hihihihii).
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Bel rumah Seung Jo berbunyi. Seung Jo membuka pintunya dan terkejut karena yang ada di hadapannya kini adalah Se Kyung. Se Kyung menatap kesal pada Seung Jo seraya mendesak masuk ke dalam aparteman Seung Jo, Seung Jo melangkah mundur saking terkejutnya. Se Kyung menatap tajam Seung Jo, “Sekretaris Kim. Tidak! Tuan Jean Thierry Cha dari Artemis Korea. Kau orang yang mengerikan. Kau berbohong padaku!” Seung Jo tersenyum dan meminta maaf pada Se Kyung karena sudah membohonginya seraya mengangkat jari telunjuknya di hadapan Se Kyung. Seung Jo mencoba menjelaskan, tapi Se Kyung malah menyingkirkan tangan Seung Jo dari hadapannya dan berkata kalau Seung Jo tidak hanya membohonginya tentang hal itu saja. “Kau berlagak seperti orang yang tidak mengenal cinta. Seseorang yang tidak pernah mengenal cinta. Kau melindungi cinta kami. Oh, kau tolol!” Se Kyung tiba2 mencium pipi Seung Jo dan terang saja Seung Jo syok karenanya. “Tapi, aku harus berterima kasih atas apa yang aku syukuri.” Se Kyung mengucapkan selamat tinggal pada Seung Jo seraya berlari pergi dari apartemen Seung Jo. Seung Jo memandang kepergian Se Kyung dengan tatapan penuh haru, “Han Se Kyung-shi…Hwaiting!!”
Dan lagi2 itu semua hanyalah khayalan Seung Jo semata. Seung Jo nge-dance dengan gaya yang super aneh karena kegirangan. Seung Jo menggoyang2kan kepalanya (Cara nge-dance Seung Jo lebih mirip kura2 lagi kejang2…wkwkwkwk). Dr. Heo melongo melihat tingkah Seung Jo. Dia memegang dadanya seraya menatap Seung Jo. Dr. Heo berteriak berusaha menyadarkan Seung Jo. Seung Jo berhenti berjoget. “Gila!” gumam Dr. Heo. Dr. Heo merasa heran dengan tingkah aneh Seung Jo bertanya apa itu?. “Sesuatu yang indah akan terjadi padaku,” ujar Seung Jo seraya tersenyum lebar. Seung Jo kembali nge-dance ala Kura2 Kejang2-nya.
Keesokan harinya di kantor Artemis, di ruangannya, tampak Seung Jo sedang mondar2 seraya bergumam kapan Se Kyung akan datang? Apa Se Kyung dan In Chan akan datang bersama? Apa mereka akan menelpon?. “Tidak, itu tidak sesuai dengan harapan. Mereka akan langsung datang sendiri,” ujar Seung Jo meyakinkan dirinya sendiri. Seung Jo lalu menghubungi temannya, pemilik perusahaan tempat Seung Jo merekomendasikan In Chan. Seung Jo bertanya apa So In Chan datang ke perusahaan itu. Seung Jo tampak terkejut karena ternyata So In Chan tidak datang ke perusahaan itu. Seung Jo tampak berpikir. Dia lalu memanggil Sekretaris Moon ke ruangannya lewat intercom, tapi urung karena Sekretaris Moon sudah masuk ke ruangannya. Seung Jo menatap intercom dan Sekretaris Moon bergantian. Seung Jo merasa takjub melihat Sekretaris Moon yang muncul di ruangannya dalam sedetik (mungkin Seung Jo mikirnya si Sekretaris Moon ini dipanggilnya lewat telepati kali yak? :p).

Sekretaris Moon yang tergesa2 masuk ke ruangan Seung Jo tampak gelagapan, “So In Chan…bajingan itu.” Seung Jo tampak terkejut karena Sekretaris Moon menyebut In Chan dengan bajingan dan bertanya apa yang terjadi?
Malamnya, Seung Jo tampak kedinginan menunggu Se Kyung di luar gedung GN Fashion. Saat melihat Se Kyung keluar dari kantornya, Seung Jo bergegas menghampirinya. Se Kyung menghentikan langkahnya dan tampak kesal melihat kehadiran Seung Jo. Se Kyung merasa heran ada apa lagi Seung Jo datang menemuinya? Alih2 menjawab pertanyaan Se Kyung, Seung Jo malah bertanya apa semuanya baik2 saja? Se Kyung tampak bingung dengan maksud Seung Jo dan bertanya apa Tuan Cha mengubah pikirannya? Seung Jo berkata tidak. Seung Jo bertanya apa Se Kyung sudah bertemu So In Chan? Se Kyung tampak bingung, In Chan? Se Kyung menghela nafas berat dan berkata kalau mereka sudah putus. Seung Jo tampak terkejut mendengar hal itu. Seung Jo kembali bertanya apa In Chan tidak menelpon Se Kyung ato mengirim sms? . “Kami sudah putus! Apa? Apa yang kau inginkan sekarang?” bentak  Se Kyung kesal mendengar pertanyaan Seung Jo yang berulang2.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Seung Jo bertanya dengan hati2 apa Se Kyung sudah menerima buku tabungannya kembali? Se Kyung tampak bingung tentang buku tabungan yang dimaksud Seung Jo. Se Kyung bertanya apa In Chan mendapatkan buku tabungan miliknya? Seung Jo hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Se Kyung. Se Kyung sadar kalau dugaannya tepat. Se Kyung bertanya apa Tuan Cha mengembalikan buku tabungan Se Kyung pada In Chan? Seung Jo mengiyakan. “Tapi So In Chan....dia pergi ke Brazil kemarin,” terang Seung Jo. Se Kyung tampak syok mendengar hal itu.
“Dia tampak telah mempersiapkan dirinya. Kau tidak tahu?” tanya Seung Jo. Se Kyung hanya terdiam dengan dengan pikiran kalut. Seung Jo merasa serba salah karenanya. Dia berusaha menenangkan Se Kyung dengan berkata kalau In Chan mungkin terburu2. Seung Jo beranggapan kalau In Chan mungkin hanya meminjam tabungan Se Kyung sebentar dan In Chan mungkin tidak akan melarikan diri. Se Kyung menatap Seung Jo dengan tatapan pilu yang membuat Seung Jo terdiam, tidak menyelesaikan kata2nya.
“Ya, aku tahu. So In Chan bukanlah orang jahat. Dia hanya orang miskin,” ucap Se Kyung yang diiyakan Seung Jo. Se Kyung sudah memutuskan untuk tidak mengambil buku tabungannya kembali. Jadi, So In Chan mengambilnya atau tidak, itu bukan milik Se Kyung lagi.  Seung Jo terdiam mendengar ucapan Se Kyung. Se Kyung berusaha tersenyum dan berkata kalau dia tidak apa2 lagi seraya berpamitan pada Seung Jo. Se Kyung menundukkan kepala memberi hormat pada Seung Jo lalu berbalik pergi, meninggalkan Seung Jo yang menatapnya dengan rasa iba.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Se Kyung berjalan pulang dengan langkah gontai. Pikiran Se Kyung berkecamuk. Dia merasa sangat kecewa pada In Chan yang tega mengkhianatinya dengan membawa lari buku tabungan milik Se Kyung. Tanpa Se Kyung sadari, Seung Jo berjalan mengikutinya. Tiba2 Se Kyung menghentikan langkahnya. Seung Jo gelagapan seraya berusaha mencari tempat persembunyian agar Se Kyung tidak melihatnya. Seung Jo pura2 mencari taksi saat melihat Se Kyung berjalan ke samping trotoar. Se Kyung menundukkan kepalanya seakan2 hendak menjatuhkan dirinya ke jalan. Seung Jo terkejut karena menyangka Se Kyung hendak bunuh diri. Se Kyung menundukkan kepalanya lagi, dan Seung Jo merasa cemas berusaha menahan Se Kyung dari jauh karena mengira Se Kyung benar2 akan melompat ke jalan dan bunuh diri.
Se Kyung lalu berlalu pergi, Seung Jo yang memandang Se Kyung dengan pandangan cemas kembali mengikutinya. Se Kyung berjalan di pinggir sungai Han. Seung Jo yang mengikutinya tampak khawatir kalau2 Se Kyung berniat bunuh diri dengan melompat ke Sungai Han. Tiba2 mata Seung Jo tertumbuk pada pelampung yang sudah disiapkan 119 di pinggir sungai. Seung Jo tampak memperhitungkan, kalau Se Kyung melompat ke sungai Han, dia akan langsung mengambil pelampung itu dan menyelamatkan Se Kyung. Se Kyung merenung seraya memandangi Sungai Han.  Ponselnya berbunyi, sebuah pesan masuk dari In Chan. Se Kyung membaca pesan itu.
‘Saat kau menerima pesan ini, aku sudah berada di Brasil. Aku berniat untuk mengembalikan buku tabunganmu. Tapi, aku menggunakannya untuk membayar sisa utangku. Aku ingin mengulang dari awal, Aku ingin mengulang semuanya. Di dunia dimana tidak ada hutang, ibuku, dan kau. Terima kasih, dan aku meminta maaf. Berbahagialah. Kau pasti akan baik2 saja. Selamat tinggal…
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Se Kyung tersenyum miris setelah membaca pesan In Chan. Se Kyung tampak berusaha mengikhlaskan In Chan pergi dari hidupnya. Tapi, sekuat dan setabah apapun hati Se Kyung menghadapi semua masalahnya, Se Kyung tetaplah seorang wanita yang tak mampu terus menahan berat beban yang menghampirinya. Se Kyung mulai terisak, perlahan air mata membasahi pelupuk matanya. Semakin lama isak tangis Se Kyung semakin keras. Seung Jo yang melihatnya tampak cemas. Rasanya dia ingin menghampiri Se Kyung dan menghiburnya. Tapi, Seung Jo tak dapat berbuat apa2 dan hanya memandangi Se Kyung yang terus menangis pilu.

Se Kyung berjalan gontai menuju apartemennya dan tampak termenung. Seung Jo masih tetap mengikuti Se Kyung di belakangnya. Saat Se Kyung tiba di gedung apartemennya, Seung Jo hanya bisa memandanginya.
Se Kyung tiba di apartemennya dan terkejut melihat Yoon Joo mengobrol dengan orang tua dan adiknya di ruang tamu. Yoon Joo menyapa Se Kyung. Se Kyung yang tidak suka dengan kehadiran Yoon Joo bertanya apa yang Yoon Joo lakukan di rumahnya? Se Jin bertanya pada Se Kyung kenapa Se Kyung tidak memberitahu mereka kalau Yoon Joo adalah istri dari pemilik perusahaan tempat Se Kyung bekerja? Alih2 menjawab pertanyaan Se Jin, Se Kyung malah mengajak Yoon Joo untuk bicara di luar.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Di luar apartemen, Se Kyung berbicara berdua dengan Yoon Joo. Yoon Joo menatap Se Kyung sambil tersenyum simpul, sedangkan Se Kyung menatap Yoon Joo dengan tatapan kesal. “Kau datang untuk memberiku jawaban, kan? Jika tidak, maka kau membuat kesalahan besar. Kurasa aku bisa melakukan apapun sekarang,” ujar Se Kyung. Yoon Joo tersenyum simpul mendengar ucapan Se Kyung dan berkata kalau dia datang untuk memberi jawaban, jadi Se Kyung jangan marah. “Aku punya dua jawaban. Yang pertama adalah ini,” Yoon Joo membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah amplop putih berisi uang lalu menyerahkannya pada Se Kyung.
“Kau pikir aku bisa memberikan uang milyaran padamu karena aku hidup seperti ini? Tapi nyatanya tidak begitu. Sekarang, hanya ini yang bisa kulakukan. Ini dapat membantu kebutuhan yang mendesak. Dan pegang kata-katamu. Dan juga, kau tetap harus hidup dengan caramu, harga dirimu dan cintamu. Uang bukanlah segalanya,” terang Yoon Joo seraya menyodorkan amplop yang dipegangnya pada Se Kyung. Se Kyung tidak menyentuh amplop itu. Dia menatap tajam Yoon Joo seraya memikirkan kata2 Yoon Joo.
Sementara itu, Seung Jo berjalan tanpa arah dengan pikiran berkecamuk. Seung Jo ikut merasakan kesedihan yang dialami Se Kyung. Seung Jo menghentikan langkahnya lalu mengeluarkan sesuatu dari balik saku jasnya. Seung Jo mengeluarkan gelang pemberian Se Kyung dan memandangnya penuh arti. Seung Jo tampak memikirkan sesuatu.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Kembali ke Se Kyung dan Yoon Joo. Se Kyung bertanya berapa banyak lagi yang bisa Yoon Joo lakukan?. “Kami membeli apartemen ini dengan uang pinjaman, tapi harganya turun setengahnya.  Harganya hanya akan turun dan akhirnya menjadi tidak berharga. So In Chan..Dia belajar lebih keras dari siapapun. Dia mencoba lebih keras dari siapapun. Tapi dia hanya meninggalkan hutang. Dia meninggalkan hutang kuliahnya untuk saudara dan saudarinya. Lima juta untuk setiap semester atau lebih. Dan aku…aku mencoba segala cara untuk mendapatkan pekerjaan. Aku pikir bahwa hidup akan menjadi lebih baik jika aku mendapatkan pekerjaan. Tapi, mereka bilang aku perlu wawasan yang nyata untuk bisa   menjadi seorang desainer. Dan aku tidak bisa mendapatkannya dengan usaha. Itu diberikan sejak lahir.” Yoon Joo mengerutkan kening mendengar kata2 Se Kyung. Se Kyung menghela nafas seraya tersenyum simpul lalu melanjutkan kata2nya, “Tidak peduli berapa banyak aku mencoba, aku tidak bisa menjadi seorang desainer.” Se Kyung berbalik menatap Yoon Joo dan bertanya bisakah Yoon Joo mengurus masalah ini? Yoon Joo hanya terdiam. “Lalu apa? Cinta?” Se Kyung merampas amplop putih itu dari genggaman Yoon Joo. “Melindungi cinta dengan ini? Cinta apa? Cinta yang membuat enam tahun menjadi tidak berarti? So Yoon Joo! Apa kau lupa darat karena sekarang kau begitu kaya? Tak bisakah kau mengerti?” bentak Se Kyung. Yoon Joo benar2 spechless dibuatnya.
“Cinta itu tidak ada. So In Chan mencampakkan cinta enam tahunnya karena uang. Ya! Aku sebenarnya lega mendengar hal itu. Aku merasa bebas. Karena aku tidak harus terpaku dengan cinta yang menyedihkan. Aku ingin menyingkirkannya dengan lima juta won. Aku membuatnya terdengar mulia. Tapi, cukup itu saja. Tapi apa? Melindungi apa? Cintaku? Harga diriku? Kehidupanku?” Se Kyung berusaha menahan tangisnya seraya melempar amplop pemberian Yoon Joo ke tanah. “Ya! Apa yang kau tahu?”
Di lain tempat, Seung Jo ternyata mendatangi rumah sahabatnya, Dr. Heo, sambil berurai air mata. Dr. Heo terkejut melihat kedatangan Seung Jo yang menangis dan bertanya ada apa seraya memegang bahu Seung Jo. Seung Jo hanya terdiam sambil terisak. Dr. Heo semakin heran karenanya. “Aku pikir itu sudah punah. Seperti Dinosaurus. Seperti Mammoth. Tapi itu ada,”ujar Seung Jo sambil memandangi gelang pemberian Se Kyung yang dikenakannya. Air mata Seung Jo semakin mengalir, “Wanita seperti dia…masih ada.”
Kembali ke Se Kyung dan Yoon Joo.
 “Aku belajar bahwa kemiskinan itu tidak memalukan. Tapi, aku tahu sekarang. Jika aku miskin tidak peduli berapa banyak aku mencoba dan berapa banyak usaha yang aku lakukan. Kalau begitu, tidak seharusnya aku malu. Seharusnya aku marah pada dunia,” tukas Se Kyung. Yoon Joo tampak tersenyum simpul mendengar penuturan Se Kyung. “Dan?” tanya Yoon Joo.
“Orang hebat akan mengubah dunia pada saat seperti ini.  Tapi aku bukan salah satu dari mereka. Jika aku tidak bisa mengubah dunia, aku akan mengubah diriku. Aku akan hidup sepertimu. Aku menginginkannya. Aku menginginkan pakaianmu. Aku akan tinggal di Cheongdam-Dong dengan menikahi pria kaya seperti yang kau lakukan. Aku akan membeli semua pakaian yang kuinginkan. Aku akan membeli semua barang2 mahal. Aku ingin pergi kemanapun aku ingin. Aku tidak akan menyerah atas sedikit perubahan. Aku ingin berguna untuk keluargaku. Aku akan hidup sepeti itu. Sama sepertimu,” Se Kyung mengeluarkan perasaannya selama ini seraya berusaha menahan air matanya.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 3
Beralih ke rumah rumah Dr. Heo. Dr. Heo bertanya apa Se Kyung alasan Seung Jo menangis? Apa Seung Jo menangis karena Se Kyung? Seung Jo terdiam seraya mengangkat wajahnya menatap Dr. Heo.

Beralih Ke Se Kyung. Se Kyung berjalan meninggalkan Yoon Joo. Yoon Joo memanggil Se Kyung, yang membuat Se Kyung menahan langkahnya. Se Kyung berbalik menatap Yoon Joo. Yoon Joo tersenyum pada Se Kyung, “Kau belum mendengar jawaban yang kedua.” Yoon Joo menyerahkan amplop coklat yang diambilnya dari brangkasnya pada Se Kyung. “Ini memiliki semua yang kau inginkan. Aku…tidak. Aku yang tidak sebaik dirimu, menurut standarmu…bagaimana bisa aku sampai ke Cheongdam-Dong?” Se Kyung tampak berpikir, Yoon Joo membujuk Se Kyung untuk mengambil amplop itu, “Kau ingin mencobanya?” Se Kyung memandangi amplop di tangan Yoon Joo dan bergantian memandangi Yoon Joo.
Beralih ke Seung Jo. “Dia membuatku menangis..” terang Seung Jo pada Dr. Heo seraya meneteskan air mata.

Se Kyung akhirnya mengambil amplop coklat itu dari tangan Yoon Joo. Se Kyung membuka isinya yang ternyata berisi Diary Rahasia Yoon Joo hingga menjadi istri seorang Presdir dan sesukses sekarang ini.

 +++bersambung+++

Note : Alhamdulillah..akhirnya kelar juga nulis episode 3 ini, setelah kemarin2 sempat ke tunda. Mian ya fams… ^^. *Arigato ne Ari buat piku2nya :*
Mulai dari sini, prinsip Se Kyung yang sangat percaya akan cinta, mulai berubah karena pengkhianatan In Chan pada dirinya. Se Kyung tidak percaya lagi dengan cinta yang tulus. Kini baginya, cinta bukan lagi tentang ketulusan, melainkan tentang uang. Dengan bantuan Yoon Joo dan diary rahasianya, Se Kyung perlahan mulai mengubah dirinya untuk menjadi seperti Yoon Joo, menikah dengan seorang pria kaya dan hidup mewah di Cheongdam-dong.
Berbanding terbalik dengan Seung Jo yang kini mulai percaya akan adanya ketulusan cinta, bukan hanya karena uang dan bisnis semata. Seung Jo yang selama 6 tahun tidak pernah menangis, akhirnya meneteskan air mata melihat ketulusan cinta Se Kyung pada In Chan. Perlahan, Seung Jo mulai menaruh simpati pada In Chan.

Ngutip kata2 Se Kyung, ‘Orang hebat akan mengubah dunia seperti ini’. Orang yang sedang berada dalam masalah yang pelik, akan mengubah suatu masalah menjadi suatu peluang untuk membuat perubahan, bukannya berputus asa atau mengeluhkan hidupnya. Hal yang sering kita temui dalam kehidupan sehari2 di sekeliling kita. Bahkan mungkin terjadi pada kita. Dan semua kembali pada diri kita sendiri. Apakah kita akan menjadi orang hebat yang membuat perubahan yang lebih dari masalah yang dihadapinya, atau menjadi orang yang terpuruk, yang tenggelam dan tidak berusaha keluar dari masalah itu sendiri.
Oh iya, paling ngakak liat kelakuan Seung Jo di sini. Tiap dia nyiapin pidatonya ama nge-dance K4 (Kura-Kura Kejang-kejang). Kenapa aku nyebut dance ala Seung Jo itu kura-kura kejang-kejang? Itu karena ngingetin aku kalo kura2 lagi berusaha ngeluarin kepalanya dari cangkangnya. Mirip banget ama Seung Jo pas lagi goyang2in kepalanya…LOL.

Written by : Ann [Twitter| FB]
Picture by : Ari [G+]
Posted only on pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here