[Sinopsis K-Drama] Cheongdam-dong Alice Episode 5

0 comments
~Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5~ 

Seung Jo menyiramkan saus ke kepala Tommy Hong yang sedang membungkuk. Tommy Hong menegakkan badannya dan merasa terkejut kenapa Presdir Jean Thierry Cha melakukan hal itu padanya. Seung Jo menatap tajam Tommy Hong dan bertanya dia sudah pernah menonton Ben Hur, kan? (Film Epic Amerika tahun 1959). Tommy Hong tampak bingung dengan maksud Seung Jo. “Arius muda yang tempramental,” ujar Seung Jo.

Seung Jo lalu mendekati Tommy Hong dan membisikkan sesuatu, “Ingat itu. Begitu pun  Ceo Artemis yang baru memiliki tempramen yang buruk!” Seung Jo tiba2 melayangkan pukulan ke wajah Tommy Hong. Tommy Hong jatuh tersungkur ke lantai. Semua tamu undangan terkejut melihat hal itu, termasuk Presdir Jang.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Sementara itu, Se Kyung berbicara dengan Yoon Joo di ujung telpon. Yoon Joo  memberitahu kalau Se Kyung hanya punya satu cara yang tersisa, yaitu harus mencari Kelinci Putih yang baru. Se Kyung tampak syok mendengar hal itu, dia menutup telpon. Se Kyung memikirkan kata-kata Yoon Joo barusan dan tidak habis pikir, bagaimana orang seperti dirinya bisa mendapatkan Kelinci Putih baru. Se Kyung semakin bingung.
 
Seung Jo berlari keluar berusaha mengejar Se Kyung sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang sakit karena menonjok Tommy Hong. Seung Jo tampak kebingungan kemana arah Se Kyung pergi.
Tommy Hong meminta maaf kepada para tamu undangan yang hadir karena keributan yang  terjadi. Tommy Hong beralasan kalau itu adalah kesalahpahaman. Tommy Hong lalu membungkuk dan memohon maaf pada Presdir Jang karena melakukan dua kali kesalahan dihadapan Presdir Jang. Presdir Jang tersenyum sinis mendengar permohonan maaf Tommy Hong. “Aku hampir saja membuat kesalahan besar dihadapan CEO Artemis. Untuk orang yang mata pencahariannya bergantung pada hubungan pribadi, apa kau telah kehilangan kepekaanmu?” cibir Presdir Jang.

Tommy Hong sangat terkejut mendengar ucapan Presdir Jang yang tidak dia sangka-sangka itu. Presdir Jang yang merasa kesal sekaligus malu,  meletakkan minumannya di meja dan memutuskan untuk pergi, meninggalkan pesta Tommy Hong. Tommy Hong ingin mencengahnya tapi urung dan hanya bisa menahan kesal.
 
Setelah pesta selesai, Tommy Hong masuk ke ruangannya dengan kesal seraya membuka dasinya dan melemparnya ke meja. Sekretarisnya mengikuti dibelakangnya (aku sampe sekarang belum tahu siapa nama Sekretaris Tommy Hong ini). Sekretarisnya membuka suara, dia beranggapan sepertinya bos-nya itu telah melakukan kesalahan. “Penampilan Nona Han Se Kyung dan gayanya sesungguhnya tidak tampak seperti itu.” Tommy Hong menghela nafas mendengar ucapan Sekretarisnya. Sekretarisnya tidak habis pikir bos-nya yang biasanya menilai orang begitu baik bisa salah menilai orang seperti itu… (namanya juga manusia biasa bu,,,gak ada yang sempurna, gak selamanya benar).

Sementara itu, Seung Jo masih berusaha mencari Se Kyung. Dia mencari di jalan yang biasa dilewati Se Kyung. Seung Jo tampak kebingungan karena tidak menemukan jejak Se Kyung sama sekali. Dia lalu meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Se Kyung. Tapi, ponsel Se Kyung tidak aktif.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5 
Ternyata, Se Kyung kembali ke kantor Tommy Hong. Se Kyung tergiang ucapan Yoon Joo yang mengatakan kalau hari ini Se Kyung kehilangan Kelinci Putih terbaik. “Kau tidak boleh kehilangan seperti ini,” batin Se Kyung. Se Kyung menetapkan hatinya untuk menemui Tommy Hong kembali.

Di ruangannya, Tommy Hong tampak memikirkan kejadian tadi. Sekretarisnya masuk untuk menyampaikan kedatangan Se Kyung, tapi Se Kyung keburu masuk ke dalam ruangan Tommy Hong. Tommy Hong mendengus melihat kehadiran Se Kyung.
 
Se Kyung dan Tommy Hong berdiri berhadapan. Tommy Hong menatap tajam Se Kyung, menunggu kata2 keluar dari mulut Se Kyung. Se Kyung akhirnya buka suara. Tommy Hong mendengus karena mengira Se Kyung akan meminta maaf padanya. Tapi ternyata dugaannya salah, karena kehadiran Se Kyung sebenarnya adalah untuk mendengar permohonan maaf dari Tommy Hong. Tommy Hong sangat terkejut mendengar hal itu. “Anda bilang Presdir Jean Thierry Cha merekomendasikan saya sebagai seorang desainer. Jika saya tidak cocok bekerja dengan anda, anda bisa menolaknya. Dan itu akan menjadi yang terakhir kalinya. Atas perlakuan anda yang saya dapatkan sebelumnya…saya rasa, saya perlu menerima permintaan maaf resmi,” tegas Se Kyung.

Tommy Hong menghela nafas mendengar permintaan Se Kyung. Tommy Hong menatap Se Kyung dengan tatapan menyelidik, “Nona Se Kyung, segera setelah kau memasuki pesta, kau berdiri di pintu masuk sekitar 10 detik. Kau tampaknya sedang menunggu seseorang, tapi tidak ada orang yang kau tunggu. Dan juga, untuk semua tamu yang kuperkenalkan kepadamu, kau sudah tahu profil mereka semua. Tentu saja ada kemungkinan seorang perempuan yang tertarik dalam sejarah, bisbol dan drama, termasuk masalah perekonomian Costa Rica. Tapi, bagi wanita yang memiliki ketertarikan tentang masalah itu, sangatlah mencurigakan.”

Se Kyung tampak gugup karena semua dugaan Tommy Hong padanya memang benar. Tapi Se Kyung berusaha menutupi kegugupannya dengan pura2 tidak mengerti maksud ucapan Tommy Hong. Alih2 menjawab pertanyaan Se Kyung, Tommy Hong malah melanjutkan ucapannya, “Dan yang paling penting. Saat bicara dengan orang lain, orang yang paling mencurigaimu adalah aku. Bukankah begitu?” Se Kyung hanya terdiam. “Kau membuatku curiga. Kenapa? Jika kau sedang disponsori oleh CEO Artemis, kau tidak perlu terlihat baik dihadapanku. Kenapa?”
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Se Kyung tersenyum tipis mendengar penuturan Tommy Hong. “Aku sedang mempertimbangkan hubungan anda dengan Presdir dan mencoba untuk menyelesaikan ini, tapi kurasa anda tidak merasa menyesal. Aku mengerti,” ujar Se Kyung seraya pamit dan berbalik pergi. Tommy Hong buru2 menahannya. Se Kyung berbalik. Tommy Hong menatap lekat2 mata Se Kyung, seakan mencari tujuan Se Kyung yang sebenarnya. Se Kyung merasa grogi ditatap seperti itu. Tiba2 Tommy Hong menjentikkan jari, seakan dia sudah menemukan jawaban yang dia cari dari tatapan mata Se Kyung.
“Sekarang saat aku melihat matamu, aku mengerti. Ekspresi di matamu,” ujar Tommy Hong. Tommy Hong yang akhirnya mengerti keadaan yang sebenarnya, meminta maaf pada Se Kyung dengan tulus. Se Kyung tampak bingung dengan permintaan maaf Tommy Hong padanya. Tommy Hong berkata kalau sepertinya dirinya sudah salah paham pada Se Kyung. Se Kyung pasti merasa terhina karena dikiranya Se Kyung yang mencari sponsor. Se Kyung kembali terdiam. Tommy Hong mendekatkan wajahnya dan menatap Se Kyung, “Han Se Kyung-shi, yang kau inginkan adalah masuk Cheongdam-dong, kan?” Se Kyung tampak terkejut mendengar hal itu.

Melihat raut keterkejutan di wajah Se Kyung, Tommy Hong tertawa karena dugaannya memang benar. Tommy Hong bertanya apa yang harus mereka lakukan? Tiba2 raut muka Tommy Hong berubah, “Kau sudah ketahuan olehku.” Se Kyung tampak gugup karena Tommy Hong sudah mengetahui maksud Se Kyung yang sebenarnya mendekati Tommy Hong. Tommy Hong yang melihat hal itu tersenyum sinis. Se Kyung berusaha mengendalikan kegugupannya, dengan tenang Se Kyung menatap Tommy Hong, “Apa yang kau lihat dimataku?”
Tommy Hong mendekatkan wajahnya ke Se Kyung, “Ke-se-ra-ka-han!”
“Kemarahan. Kehancuran. Kau tidak melihatnya?” tanya Se Kyung lagi.

Se Kyung keluar dari kantor Tommy Hong dengan perasaan kacau. Se Kyung dengan langkah gontai berusaha berpegangan pada tiang pembatas agar dia tidak terjatuh. Se Kyung menghela nafas berkali2, berusaha menenangkan dirinya.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Sementara itu di ruangannya, Tommy Hong duduk di kursinya sambil memikirkan pertemuannya dengan Se Kyung tadi. “Aku tidak salah menilaimu, Han Se Kyung-shi. Semua sama,” gumam Tommy Hong seraya tersenyum sinis. Sekretarisnya tampak bingung siapa yang Tommy Hong maksud. “Dengan orang yang sebelumnya,” terang Tommy Hong. (Yoon Joo kah?)

Se Kyung berjalan pulang seraya termenung. Tiba2 hak sepatunya patah, Se Kyung hampir terjatuh karenanya. Se Kyung memeriksa sepatunya, ternyata haknya rusak parah. Se Kyung terduduk, merasa kesal mengingat semua kesialan yang dialaminya hari ini. Se Kyung menghela nafas berat seraya berusaha menahan air matanya.

Se Kyung terpaksa berjalan pulang dengan hanya menggunakan satu sepatu, seraya memegang satu sepatunya yang rusak. Karena merasa kakinya kedinginan karena tidak menggunakan alas kaki, Se Kyung lalu duduk di salah satu bangku di pinggir jalan. Seung Jo yang dari tadi berusaha mencari Se Kyung, merasa lega karena menemukan Se Kyung sedang duduk sambil memijat kakinya yang sakit. Seung Jo memandang Se Kyung dari jauh dengan perasaan iba.
 
Seung Jo lalu menghampiri Se Kyung. Se Kyung mendongakkan kepala menyadari kehadiran Seung Jo. Seung Jo bergumam kesal bisakah Se Kyung tidak mematikan ponselnya? Se Kyung yang tampak bingung dengan kehadiran Seung Jo bertanya Seung Jo tidak mungkin mencarinya, kan? Alih2 menjawab pertanyaan Se Kyung, Seung Jo menghela nafas seraya duduk di bangku di samping Se Kyung. Seung Jo berkata kalau ini adalah rahasia besar. Seung Jo yang belum menyebutkan jati dirinya yang sebenarnya, berpura2 mengumpat CEO Artemis, “Kenapa dia membuat Sekretaris melakukan hal2 semacam ini?” Se Kyung tampak bingung dengan maksud Seung Jo. Seung Jo lalu berdiri dan menyuruh Se Kyung untuk mengikutinya. Se Kyung yang tidak mengerti maksud Seung Jo sebenarnya, hanya duduk terdiam seraya menatap Seung Jo. Seung Jo lalu meraih tangan Se Kyung dan menariknya pergi.
Ternyata Seung Jo membawa Se Kyung ke kantor Artemis. Seung Jo lalu mengambil salah satu sepatu yang terpajang di rak lalu memberikannya pada Se Kyung untuk dipakai. Seung Jo lalu mengajak Se Kyung ke bagian kemeja yang terpajang dan menjelaskan sejarah pembuatan kemeja. “Kau tahu kan kalau pembuatan pakaian dimulai dari kemeja?  Tepatnya, sampai akhir abad ke-18, kemeja dipakai untuk mencegah keringat dan digunakan sebagai pakaian luar. Oleh karena itu, mereka pasti perlu kapas murni 100%. Warna putih dan biru sebagai dasar,” terang Seung Jo seraya menunjuk dua kemeja yang terpajang.

Se Kyung tampak bingung dengan maksud Seung Jo kenapa tiba2 membicarakan tentang hal ini? Alih2 menjawab kebingungan Se Kyung, Seung Jo melanjutkan penjelasannya tentang jas, “Dasarnya, dengan dua kancing yang ramping. Warna abu2 sebagai dasar. Grand Check. Menggunakan titik pola seperti pinstripes (garis yang sangat sempit pada kain, khususnya dari jenis yang digunakan untuk pakaian formal) untuk menambahkan variasi juga bagus. Se Kyung memanggil Seung Jo dengan sebutan Sekretaris Kim. Seung Jo tidak mengindahkan panggilan Se Kyung dan kembali menjelaskan tentang sepatu. “Kebanyakan dengan garis klasik. Wingtips, sepatu tassle, sepatu boat, sepatu dengan motif.

Se Kyung yang kesal karena dari tadi dicuekin, bertanya apa yang Seung Jo lakukan sekarang? Lagi2 Seung Jo mengindahkan pertanyaan Se Kyung dan bertanya perlukah mereka pindah ke bagian aksesoris? Se Kyung semakin kesal, “Sekretaris Kim!”
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
 Seung Jo berbalik menatap Se Kyung, “Tinggi 180 cm. Kaki ukuran 280 mm. Berat : 72 kg. Warna favorit : Biru, abu-abu dan putih. Jenis kain favorit : linen, katun dan suede.” Se Kyung yang kesal tampak tidak peduli dengan penjelasan Seung Jo dan hendak berbalik pergi, urung karena mendengar penjelasan Seung Jo yang terakhir. “Nama : Jean Thierry Cha. Pekerjaan : CEO Artemis Korea, “ tukas Seung Jo.

Se Kyung yang terkejut berbalik menatap Seung Jo dengan tatapan bingung. “Orang yang kau butuhkan untuk style. Apa kau ingin?” tanya Seung Jo. Se Kyung yang tampak syok hanya terdiam. “Presdir Jean Thierry Cha ingin mempekerjakanmu sebagai stylist pribadinya,” ujar Seung Jo seraya menyerahkan kartu namanya.
 
Se Kyung mengambil kartu nama itu dengan tatapan bingung, “Tapi kenapa aku?” Seung Jo pura2 menjelaskan kalau Presdir tahu semua yang terjadi hari ini. “Dan juga,  sudah lama dia ingin membantumu. Aku tidak tahu alasannya. Dia melihat profil dan portofolio-mu. Dia menemukan kelebihanmu. Bagaimana menurutmu? Kau akan mencobanya?”

Se Kyung hanya terdiam seraya menunduk. Seung Jo berkata tentu saja Se Kyung harus mengambil barang2 CEO Artemis dan berjalan kesana kemari. Bukan sebagai pesuruh, tapi untuk melakukan hal2 yang seharusnya Se Kyung lakukan, sebagai Stylist CEO Artemis Korea. “Dan  memadumadankan gaya sekelas CEO,” terang Seung Jo. Se Kyung hanya terdiam. Seung Jo bertanya bagaimana? Bukankah ini yang Se Kyung inginkan?

Se Kyung akhirnya bicara, “Apa yang terjadi hari ini bisa memfitnah Presdir juga. Aku pikir akan lebih baik jika dia tidak terlibat denganku.” Seung Jo bertanya jadi Se Kyung tidak akan menerima bantuan Presdir?. “Kau mengatakannya sendiri, bahwa kau belum pernah bertemu seseorang seperti Presdir. Ini  kesempatan sekali seumur hidupmu, tapi kenapa kau berfikir menyerah sebelum berperang, orang normal akan mengambil keuntungan ini. Mereka akan mengambil kesempatan ini. Kalau kau tidak menerima bantuan seperti ini, tidakkah kau merasa ada sesuatu yang salah denganmu?”
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Se Kyung kembali terdiam. “Kenapa kau pikir hal seperti ini tidak bisa terjadi dalam hidupmu? Ini adalah kesempatan. Ambil saja,” ujar Seung Jo. Se Kyung mengangkat kepalanya seraya memikirkan ucapan Yoon Joo untuk mencari Kelinci Putih yang baru.

Se Kyung lalu memandang pakaian yang terpajang pada manekin di ruangan itu. Seung Jo bertanya apa Se Kyung tertarik? Se Kyung tidak menjawab dan hanya memandangi Seung Jo. Se Kyung tampak memikirkan tawaran itu.

Seung Jo pulang ke apartemennya. Tanpa menyalakan lampu, Seung Jo termenung di sofa ruang tamu, memikirkan saat Se Kyung duduk di bangku di pinggir jalan sambil memijit kakinya yang sakit.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Sementara itu di kamarnya, Se Kyung memikirkan kembali kejadian memalukan saat Tommy Hong menyiram wajahnya dengan saus. Se Kyung merasa kesal. Tapi, Se Kyung kembali teringat tawaran Seung Jo untuk menjadi stylist CEO Artemis Korea dan mengambil kesempatan itu. Se Kyung melirik diary rahasia Yoon Joo yang tergeletak di meja dan mengambilnya. Se Kyung membuka diary itu dan membacanya.
~Jembatan Menuju Orang Kaya~
Caranya dari; dorong dan tarik, pendekatan, waktu yang tepat, jangan cemas. Tapi ketika ada kesempatan, raihlah segera.Jangan menampakkan dirimu, tapi tampilkan semua ketulusanmu.

Se Kyung lalu membaca penjelasan di diary Yoon Joo dengan suara pelan, “Kelinci putih adalah seorang manusia juga. Meraih kelinci putih, tidak hanya berarti memperalat dia, tapi juga mendapatkan hati orang tersebut.” Se Kyung tampak memikirkan kata2 di diary itu. Se Kyung lalu mengambi kartu nama CEO Artemis yang disimpannya. Se Kyung menggenggam kartu nama itu sambil memikirkan sesuatu. “Jean Thierry Cha. Kelinci putih yang baru...”
 
Keesokan harinya, Se Kyung menemui Seung Jo di sebuah cafe. Se Kyung menerima tawaran Seung Jo untuk menjadi stylist CEO Artemis. Seung Jo berkata pertama2 mereka harus mengatur jam kerja. Seung Jo menanyakan jam kerja paruh waktu Se Kyung di GN Fashion. Se Kyung menjelaskan jam kerja paruh waktunya dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Seung Jo menjadikan jam 4 sore sebagai jam kerja Se Kyung sebagai stylist-nya. Se Kyung mencatat jadwal kerjanya. Se Kyung bertanya apa yang harus dia lakukan pertama kali? Seung Jo menberitahu tentang pesta natal yang mana Artemis akan menjadi tuan rumah dua minggu lagi. Ini akan menjadi acara resmi pertama yang akan dihadiri oleh Presdir sejak pengangkatannya sebagai CEO Artemis Korea. Se Kyung tampak mencatat semua penjelasan Seung Jo. “Kau akan memadukan pakaian pesta Presdir.”

Se Kyung menanyakan tema pestanya. “Paris. Paris la france,” ujar Seung Jo. Se Kyung bertanya, Paris jenis apa? Seung Jo menjawab itu hanya Paris biasa. Seung Jo tampak bingung sendiri, “ Masih ada yang dibutuhkan untuk lebih rinci lagi?”
“Bagaimana bisa Paris menjadi ‘Hanya Paris biasa’?” tanya Se Kyung. Seung Jo tampak berpikir, “ Lalu..Dinamis Paris? Hai~Paris? Hai~ Hai!” ujar Seung Jo seraya melambaikan pelan tangannya. Se Kyung menegur Seung Jo, apa dia menganggap ini bercanda? Seung Jo membantah hal itu, dia sedang bersungguh2 sekarang.

“Seperti yang kau katakan sebelumnya, aku mengambil kesempatan pertamaku untuk pertama kalinya. Aku benar2 ingin melakukan yang terbaik dengan pekerjaan ini dan terlihat baik di depan Presdir. Dan mudah2an dapat mengubah hidupku yang sedikit berliku,” ujar Se Kyung. Seung Jo mengerti hal itu dan berjanji akan merincikan lebih spesifik saat mereka bertemu lagi. Se Kyung  meminta agar Seung Jo memberikan semua informasi yang dia dapat yang berkaitan dengan pesta natal. Seung Jo mengiyakan. Seung Jo lalu berkata kalau Se Kyung itu tipe orang yang ‘cluck’. Seung Jo terus menirukan bunyi ‘cluck’ seraya menggoyangkan kedua tangannya meniru ayam.
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Seung Jo menghentikan aksi anehnya itu saat Se Kyung menanyakan kapan dia bisa bertemu Presdir. Seung Jo buru2 menjawab kalau Se Kyung tidak bisa bertemu Presdir. Se Kyung bertanya apa Presdir ke luar negeri? Seung Jo dengan gugup berkata tidak, bukan seperti itu. “Presden tidak akan bertemu Han Se Kyung-shi. Sekalipun,” tegas Seung Jo seraya menyilangkan kedua tangannya. Se Kyung terkejut mendengar hal itu. Kalau dia tidak bisa bertemu dengan Presdir, berarti harapannya untuk menjadikan Presdir sebagai Kelinci Putihnya yang baru pupus sudah. “Aku...tidak boleh bertemu dengannya?” tanya Se Kyung. Seung Jo membenarkan seraya menyilangkan kembali kedua tangannya. “Kenapa kau mengharapkan aku menjadi stylist-nya jika aku tidak bisa bertemu dengannya?” tanya Se Kyung.
Siapa yang pernah tidak bertemu dengan Kelinci Putihnya,” batin Se Kyung.
“Dengarkan baik2 Han Se Kyung-shi. Bosku, membenci, benar2 membenci, bertemu dengan orang2, dan itulah salah satu alasan kenapa aku memiliki pekerjaan ini,” ujar Seung Jo berbohong.

Se Kyung tidak habis pikir, apa masuk akal memintanya menjadi stylist kalau dia tidak bisa bertemu dengan Presdir. Seung Jo berkata kalau itu beralasan. Tapi Se Kyung tidak terima, “Bagaimana aku bisa menata gayanya kalau aku tidak pernah melihat wajah atau badannya? Lagipula bagaimana jika aku ada pertanyaan atau lainnya?” Seung Jo meminta Se Kyung memberitahu padanya apa yang perlu dia ketahui. “Aku akan memberitahu semuanya padamu!” Se Kyung kembali bertanya apa dia tidak bisa bertemu dengan Presdir? Alih2 menjawab pertanyaan Se Kyung, Seung Jo malah berkata itu bukan alasan, menghambat Se Kyung melakukan perkerjaannya. Se Kyung lagi2 bertanya apa dia tidak bisa bertemu dengan Presdir? Sekalipun? Seung Jo berkata kalau Se Kyung hanya perlu mengikuti instruksi darinya. Se Kyung menghela nafas menyadari kesempatan bertemu dengan Presdir hilang sudah (padahal orangnya ada di depan mata).
“Dengarkan dengan seksama apa yang kukatakan. Kau..hanya perlu mengikuti instruksiku. Aku akan memberitahu lebih detail tentang Presdir, dari Presdir, dirinya, aku akan memberitahukan padamu,” terang Seung Jo. Se Kyung berkata tetap saja tidak ada yang bisa Seung Jo lakukan. Seung Jo kembali menjelaskan kalau Presdir tidak pernah pergi ke acara resmi. Ini akan menjadi acara resmi pertamanya, “Dia benar2 membenci sorotan publik. Itu penyakit serius!” Se Kyung mendengar penjelasan Seung Jo dengan wajah cemberut. Seung Jo malah menyuruh Se Kyung searching di google tentang Presdir Jean Thierry Cha. “Aku akan bertaruh, kau tidak akan menemukan foto2 dirinya!”
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Se Kyung sedang bersama Ah Jung di toko tempat Se Jin bekerja paruh waktu. Se Kyung benar2 mencari tentang Jean Thierry Cha di google dan tidak menemukan fotonya satupun. Se Kyung bahkan tidak mengindahkan ucapan Ah Jung yang memberitahunya kalau Se Kyung tidak akan menemukan foto Jean Thierry Cha di google. Se Kyung tidak habis pikir, bagaimana bisa sama sekali tak ada foto2 Jean Thierry Cha secara online? Ah Jung yang sedang asyik mencoba kacamata2 lucu di toko itu berkata ada banyak artikel namun tidak ada gambar. “Sejak dia menjadi CEO termuda, dia mungkin cukup muda. Tapi di sini tidak ada informasi apakah dia sudah menikah atau belum,” timpal Ah Jung.

Tiba2 terdengar suara Se Jin yang menyambut pembeli yang datang. Ah Jung berbisik pada Se Kyung tentang Se Jin yang tampak lebih dewasa dengan bekerja paruh waktu. Se Kyung yang sibuk sendiri mencari info tentang Jean Thierry Cha melalui ponselnya, tidak mengindahkan ocehan Ah Jung. Ah Jung yang kesal karena dicuekin membentak Se Kyung, “Kukatakan padamu. Kau tidak akan menemukan apapun!” Se Kyung akhirnya berhenti mengutak atik ponselnya. Se Kyung berbalik menatap Ah Jung, “Hei, kau bilang kau belum pernah benar2 melihatnya, kan? Bagaimana reputasinya di perusahaan?” Ah Jung menjawab kalau Presdir-nya itu memiliki imej “Presdir Setan Iblis!” Se Kyung tampak heran, iblis? Kenapa?

“Caranya menaikkan angka penjualan, sejak pengangkatannya, tidak ada lelucon! Itu yang terburuk!” terang Ah Jung seraya bergidik merinding. Se Kyung tampak memikirkan kata2 Ah Jung.
Seung Jo berada di kantornya. Seung Jo menanyakan pada Sekretaris Moon tema Paris apa untuk pesta natal itu seraya berjalan menuju meja kerjanya, Sekretaris Moon mengikutinya. Sekretaris Moon menjawab hanya Paris biasa. Tiba2 Seung Jo menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Sekretaris Moon dengan tatapan mengerikannya (pas Seung Jo mutar kepalanya, terdengar bunyi ‘Kreeeek~’ kayak pintu dibuka di film horor :p). Seung Jo meniru kata2 Se Kyung dan membentak Sekretaris Moon, “Bagaimana bisa Paris menjadi ‘hanya Paris biasa’? Arsitektur, Revolusi, Seni! Yang mana?” Sekretaris Moon yang terkejut malah menggerutu kenapa Seung Jo tidak membaca proposal yang dipeganganya dari tadi, soal tema itu sudah lama diputuskan.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Seung Jo lalu duduk di kursinya seraya membaca proposal yang dipegangnya. “Sejarah Fashion,” gumam Seung Jo. Sekretaris Moon lalu menjelaskan tentang pesta itu, “Kurator Fashion Kim Hong Ki akan menjadi pembicara dan menyampaikan tentang Paris dan sejarah fashion hingga “Bicara Tentang Seni (Art Talk).” Seung Jo menanyakan tentang tamu undangan. Sekretaris Moon menjelaskan karena semua tamu ‘VVIP’, pesta ini akan menjadi pesta informal yang privat. Seung Jo tiba2 menjetikkan jarinya seperti mendapat ide, “Tres bien! ‘Bicara tentang Seni’! (Art Talk). Berikan aku rincian tentang persiapan pesta dan prosedurnya. Dan juga, siapkan profil Kim Hong Ki. Bawa semua informasi tentang pihak yang terkait padaku.”

Sekretaris Moon yang tampak heran kenapa bos-nya itu tiba2 tertarik dengan pesta?. “Pada awalnya, anda orang yang menentang gagasan pelaksanaan pesta..” Alih2 menjawab pertanyaan Sekretaris Moon, Seung Jo malah menatap Sekretaris Moon dengan tatapan mengerikannya. “Aku akan bertemu klienku untuk pertama kalinya di pesta! Siapa yang tidak tertarik dengan pesta? Aku?!” bentak Seung Jo yang membuat Sekretaris Moon melompat saking kagetnya. Sekretaris Moon berusaha tersenyum seraya membungkuk “Tentu saja, tidak.” Sekretaris Moon lalu pamit pergi. Setelah Sekretaris Moon pergi, Seung Jo tampak tersenyum kegirangan seraya membuka kembali proposal di hadapannya.

Ah Jung yang berkunjung ke rumah Se Kyung tampak berunding dengan ibu Se Kyung. Keluarga Se Kyung akan pindah (sepertinya apartemen Se Kyung sudah dijual). Ah Jung menyarankan agar ibu membuang rak dan sofa karena semua perabotan itu tidak akan muat di rumah Ah Jung yang kecil (apa keluarga Se Kyung tinggal di rumah Ah Jung ya?). Ibu merasa enggan membuang perabotan itu karena ibu membelinya dengan harga yang mahal.
Tiba2 Ayah muncul seraya kejar2an dengan Se Jin. Ayah mengejar Se Jin yang berusaha melindungi pakaian dan tasnya yang akan dibuang oleh Ayah. Se Jin berkata kalau dia akan mengemas semua barang-barangnya itu dan membawanya. “Kapan kau akan menggunakan akal sehatmu? Berapa banyak pasang sepatu yang kau miliki? Paling tidak kau punya seratus tas!” teriak Ayah kesal seraya mengejar Se Jin. Se Jin yang berlindung di belakang Ibu merasa kesal mendengar ocehan ayahnya, “Katakanlah Ayah benar-benar membelikanku seratus tas!”

Ibu menyuruh mereka menghentikan pertengkaran kecil itu, ibu merasa gila karenanya.  Ah Jung yang merasa canggung dengan pertengkaran kecil keluarga itu, pura2 mencari Se Kyung seraya ngibit ke kamar Se Kyung. Sementara Se Jin dan Ayah kembali melanjutkan aksi kejar2an  mereka.
Se Kyung sedang mencari info tentang Jean Thierry Cha di internet saat Ah Jung masuk ke kamarnya. Tiba2 Ah Jung memukul pundak Se Kyung dengan keras yang membuat Se Kyung meringis kesakitan seraya memegangi pundaknya. Ah Jung  merasa kesal pada Se Kyung karena masih saja mencari informasi tentang Jean Thierry Cha di internet padahal Ah Jung sudah memberitahu Se Kyung kalau dia tidak akan menemukan satu pun foto Jean Thierry Cha. Se Kyung berusaha membela diri, dia hanya merasa hal itu aneh. Bagaimana bisa hanya ada sedikit informasi tentang Jean Thierry Cha.
“Bukan berarti aku tidak bisa menemukan informasi apapun dengan keahlianku. Hanya saja benar2 sedikit informasi tentang dia! Maksudku, paling tidak ada beberapa clue, seperti ID-nya atau nomor telponnya, aku akan coba melacaknya. Tapi, tidak ada!” terang Ah Jung. Se Kyung meraih mouse lalu kembali mencari info tentang Jean Thierry Cha. Ah Jung menyemangati Se Kyung, “Mungkin saja ada sedikit, atau paling tidak, ada informasi karena baru2 ini dia bermigrasi ke Korea. Jadi bersabarlah, aku yakin sesuatu akan muncul.” Ah Jung menggumamkan nama Seung Jo, “Jean Thierry Cha”, lalu menertawakannya karena nama keluarganya ‘Cha’ (dibaca : ssha/ Pengucapan ‘Cha’ jarang di Korea). Se Kyung ikut tertawa. “Lalu, Nancy Lang, Lang-sshi. (Lang-sshi : nama terakhir Lang),” timpal Se Kyung. Ah Jung tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
“Aku yakin dia punya nama Korea yang berbeda dari Jean Thierry Cha,” ujar Se Kyung seraya kembali menatap laptopnya. Ah Jung berhenti tertawa. “Omong2, kenapa kau bertingkah seperti ini? Terakhir kali Tommy Hong. Kali ini, dengan Jean Thierry Cha. Ada apa?” tanya Ah Jung curiga. Se Kyung tampak gugup, takut kalau rencananya untuk mencari Kelinci Putih ketahuan oleh Ah Jung. Se Kyung hanya tersenyum tipis seraya menyenggol Ah Jung. “Aku akan memberitahumu lain kali.” Ah Jung tersenyum penuh curiga seraya menunjuk sahabatnya itu, Se Kyung juga melakukan hal yang sama. Tiba2 terdengar teriakan ibu yang menyuruh mereka segera keluar. Ah Jung mengajak Se Kyung keluar seraya keluar duluan dari kamar Se Kyung.

Alih2 mengikuti Ah Jung keluar kamar, Se Kyung malah kembali menatap laptopnya. “Aku tidak bisa melihatnya atau bertemu dengannya, hah?” gumam Se Kyung seraya menghela nafas.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Sementara itu, orang yang sedang Se Kyung pikirkan sedang berkonsultasi dengan Dr. Heo di rumah sakit. Seung Jo menemui Dr. Heo menceritakan tentang Se Kyung yang kini menjadi stylistnya. “Karena aku sangat sibuk, kupikir aku akan menambah pegawai kontrak. Seorang pegawai kontrak sementara. Ini akan membantu seseorang dalam situasi yang buruk. Jika Han Se Kyung mulai memadumadankan untukku, dia akan meningkatkan kejelian matanya dan menjadi seorang desainer yang baik. Inilah apa yang kau sebut, ‘berbagi pada masyarakat’ dan ‘Membutuhkan kaum bangsawan’,” tutur Seung Jo. Dr. Heo ingin tertawa mendengar penuturan Seung Jo. Dr. Heo mencibir apa Seung Jo menyukai itu? Apa Seung Jo main2?. “Kau bilang itu penyembuhan! Itu adalah….”

Dr. Heo memotong ucapan Seung Jo, “Aku tanya apa itu terasa baik? Penyembuhan? Apa kau sedang dalam penyembuhan?” Seung Jo tampak berpikir. “Aku bertanya karena kau terlihat baik sekarang,” ujar Dr. Heo. “Sebenarnya….” ucap Seung Jo tiba2. Dr. Heo tampak antusias ingin mendengar cerita Seung Jo. “…aku penasaran!” lanjut Seung Jo. Dr. Heo membenarkan ucapan Seung Jo, “Tepat! Kau ingin tahu tentang dia dan ingin tahu lebih banyak hal tentang dia.” Tapi Seung Jo memotong ucapan Dr. Heo. “Bukan wanita itu,” ujar Seung Jo seraya menunjuk dirinya. “Tapi aku. Aku ingin memahami diriku sendiri. Aku rasa aku benar2 tertutup. Tapi aku merasa perlahan2 diriku membuka.”

Dr. Heo tampak penasaran, apa? Apa kau merasa terbuka? Seung Jo mengangkat kepalanya dan menatap Dr. Heo, “Hatiku. Aku ingin tahu... Seberapa jauh hatiku akan terbuka.”
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Kembali ke kamar Se Kyung. Se Kyung sedang membaca poin2 di Diary Rahasia Yoon Joo dengan suara pelan. “Pekerjaan tersulit di dunia adalah mendapatkan hati orang lain dan kepercayaan. Mendapatkan hati orang tersebut yang berarti orang itu yang mampu percaya padaku. Dan, biasanya datang dari komunikasi. Komunikasi adalah empati. Empati berasal dari emosi. Dan, emosi harus mengandung ketulusan.”
Se Kyung mencoba memahami maksud dari poin2 itu. Dipercaya. Komunikasi. Empati. Emosi. “Tetap saja…terlepas dari apa yang aku lakukan atau bukan, setidaknya, bertemu orang itu terlebih dahulu?” gumam Se Kyung seraya menghela nafas.
Presdir Cha Il Nam mengunjungi Tommy Hong di kantornya. Tommy Hong membahas tentang Seung Jo yang menjadi sponsor seorang gadis. Presdir Cha tidak percaya begitu saja dan menganggap kalau Tommy Hong mengatakan hal2 yang konyol. “Jean Thierry Cha. Seseorang yang baik miliknya atau bukan, dia bukan tipe orang yang akan memiliki hubungan seperti itu dengan seorang gadis,” tukas Presdir Cha Il Nam. Tommy Hong menduga tampaknya Presdir Cha tahu banyak tentang Jean Thierry Cha. “Aku penasaran sejak anda memberiku pengabdian ini. Seperti…alasan kenapa anda memintaku untuk mencari tahu hubungan antara Jean Thierry Cha dan wanita itu?” selidik Tommy Hong. “Untuk membuatnya menyerah sebelum aku!” jawab Presdir Cha Il Nam seraya mengacungkan jempolnya ke bawah. Tommy Hong tampak terkejut dengan pernyataan Presdir Cha Il Nam.

Selepas kepergian Presdir Cha Il Nam, Tommy Hong masuk ke ruangannya diikuti Sekretarisnya. Tommy Hong tampak memikirkan maksud dan tujuan Presdir Cha yang sebenarnya yang memintanya untuk menjodohkan Jean Thierry Cha dan Putri dari Grup GN, Shin In Hwa. “Pengabdian? Apa bisa disebut begitu?” Sekretarisnya menimpali, “Bukankah karena itu?” Tommy Hong berbalik dan bertanya apa Sekretarisnya itu tahu sesuatu?
“Royal Departemen Store berusaha untuk membawa Artemis ke toko mereka, tapi sepertinya kesepakatan itu tidak terwujud,” terang Sekretaris itu.
“Membuat dia menyerah karena gagalnya kesepakatan bisnis?  Jika ingin mendapatkan bisnis mereka, maka ia harus menurunkan posisinya atau lainnya. Selain itu, Royal Departemen Store ditolak oleh semua dari 3 nama-nama brand yang mereka coba dapatkan. Jika itu alasanya, kenapa dia bilang dia hanya akan membuat Jean Thierry Cha tunduk padanya?” pikir Tommy Hong.

Sekretarisnya menimpali kalau Jean Thierry Cha dikenal sebagai karakterk eksentrik, “Sesuatu mungkin telah terjadi.” Tommy Hong tampak membenarkan dugaan Sekretarisnya. “Bisa jadi seperti itu. Atau, mungkin ada beberapa konflik emosional atau mungkinkah ada hubungan di masa lalu yang tidak kita ketahui?” Sekretarisnya tampak kurang paham dengan maksud hubungan masa lalu yang Tommy Hong katakan. “Bahkan dalam soal perjodohan, mereka tampaknya saling kompak, tetapi mereka bersikeras kalau mereka tidak cocok satu sama lain. Lalu, apa?” ujar Tommy Hong seraya mengatupkan kedua tangannya dan tampak berpikir. “Itu 100% tentang mantan kekasih atau teman kekasih mereka di masa lalu. Jika tidak, maka dia berkencan dengan adiknya. Dan jika tidak, maka…dia berkencan dengan kakaknya,” duga Tommy Hong seraya tersenyum lebar mengira dia sudah menemukan jawabannya. Namun, Tommy Hong tiba2 merasa ada yang salah dengan hal itu. Dia tampak berpikir.
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Tiba2 muncul kumpulan majalah ekonomi di atas kepala Tommy Hong, yang salah satunya berisikan artikel ‘Penerus Baru Royal Group tidak jelas’. Tommy Hong seperti menyadari sesuatu. “Presdir Cha Il Nam dan putranya,” gumam Tommy Hong. Tiba2 Tommy Hong berbalik dan memerintahkan Sekretarisnya untuk menyiapkan informasi tentang keluarga Presdir Cha Il Nam. Sekretarisnya merasa heran atas perintah Tommy Hong, “apa anda merasakan sesuatu?” Tommy Hong tersenyum penuh arti seraya berkata, “Orang yang memiliki tempramen buruk. Presdir Jean Thierry Cha.”
Seung Jo dan Se Kyung sedang berada di butik Artemis. Seung Jo tampak menjelaskan pada Se Kyung tentang kriteria pakaian dan bahan yang akan dikenakan oleh Presdir Jean Thierry Cha a.k.a dirinya sendiri pada pesta natal nanti. Di belakangnya, Se Kyung tampak sibuk mencatat di buku catatannya semua penjelasan yang Seung Jo berikan.  Seung Jo mencoba mengintip catatan Se Kyung tapi Se Kyung dengan sigap menyembunyikannya. Seung Jo bertanya apa Se Kyung menulis semuanya? Seung Jo beranggapan semestinya merekamnya. Sekarang ada banyak perekam suara. “Semakin aku melihatmu, kau begitu norak. Tapi, Se Kyung tampak cuek tidak mempedulikan ucapan Seung Jo dan kembali melanjutkan catatannya. Se Kyung mengeluarkan ponselnya dan memotret jas yang di depannya untuk dijadikan referensi pakaian yang akan dia buat untuk Jean Thierry Cha.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Seung Jo mengomentari ponsel Se Kyung yang tampak jadul. “Wanita saat ini berani berhutang untuk membeli ponsel terbaru. Inilah sebabnya kenapa kau mendengar kalau pengamatanmu sangatlah buruk.” Se Kyung melirik Seung Jo dengan tatapan sinis. Seung Jo buru2 meralat ucapannya, “Tidak…untuk hidup serajin mungkin.” Se Kyung kembali mengantongi ponselnya dan menatap kesal Seung Jo, “Jadi?” Seung Jo tampak bingung. “Itu norak?” tanya Se Kyung lagi. Seung Jo tampak berpikir dan sambil tersenyum lebar dia berkata, “Jadi itu bagus.”
Se Kyung menghela nafas kesal seraya menatap Seung Jo. “Sekretaris Kim, aku  katakan ini sekali lagi. Aku benar2 tulus. Kau mungkin memilik prospek cerah karena kau melayani Presdir. Tapi tidak untukku.” Seung Jo yang diceramahi panjang lebar oleh Se Kyung malah berkata, “Tampang seriusmu keluar lagi. Oke, oke.” Seung Jo malah meledek Se Kyung yang punya tampang serius ‘Cluck’, sambil mengekspresikan bunyi ‘cluck’ dengan mengangkat kedua tangannya. Se Kyung yang kesal diledek bertanya apa itu bagus?. “Kau mengatakan itu jelek. Apa kau pikir aku orang bodoh?” Seung Jo yang melihat Se Kyung mulai marah, buru2 mengalihkan pembicaraan seraya menuju ke arah kemeja yang terpajang. (hahahah…uri-oppa sepertinya takut kalau Se Kyung bakalan ngamuk).
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Seung Jo hendak menjelaskan tentang kemeja, tapi Se Kyung yang menghampirinya buru2 memotong ucapannya. “Presiden…aku harus bertemu dengannya. Tidak peduli bagaimanapun, aku harus mengukurnya untuk mendapatkan ukuran yang tepat. Aku cukup yakin dia mau diukur untuk mendapatkan pakaian yang sesuai dengannya.” Seung Jo yang, tampak panik, berusaha menahan kepanikannya. Se Kyung melanjutkan, “Dan juga, meskipun aku mungkin hanya stylist, tapi ini merupakan penghinaan terhadap pekerjaanku. Terlebih, sebagai Presiden dari perusahaan fashion, harusnya dia tidak mengabaikan pekerjaan spesialis dengan sikap seperti ini, aku percaya. Oleh karena itu, anggap saja aku hanya ingin mem-pas-kan pakaian dan menatanya agar sesuai dengannya.”

Seung Jo yang takut rahasianya ketahuan  buru2 berkata kalau dia akan mengambilkan ukuran Jean Thierry Cha untuk Se Kyung. Se Kyung berusaha membujuk Seung Jo dengan memasang wajah memelas. Tapi Seung Jo tidak kehabisan akal. Seung Jo memasang wajah menyesal seraya berkata kalau dia tidak berniat mengatakan hal ini, “Tapi…Presiden kita orang yang sangat, sangat aneh.”
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Seung Jo meminta tali pengukur pada pramuniaga dan meminta Se  Kyung mengajarinya bagaimana menentukan ukuran tubuh. “Aku akan mengukurnya dengan pas,” ujar Seung Jo seraya membentangkan meteran itu dan mengukur tubuhnya dengan asal2an. Se Kyung yang melihatnya dengan enggan berjalan menghampiri Seung Jo dan meminta meteran itu. Seung Jo memberikan meteran pada Se Kyung. Se Kyung kini berhadap2an dengan Seung Jo. Dengan wajah cemberut, Se Kyung meminta Seung Jo berbalik, “Mulai dari bahumu, aku akan mengajarkan cara menghitung ukuran tubuh.” Seung Jo menuruti permintaan Se Kyung dan berbalik memunggungi Se Kyung.
Se Kyung mulai menerangkan seraya mengukur bahu  Seung Jo, “Dari bahu kiri ke kanan, ambil ukuran saat tali pengukurnya dalam garis lurus.” Seung Jo mengerti. Se Kyung menegur Seung Jo agar jangan sembarangan mengambil ukuran dan meminta Seung Jo agar memperhatikan dengan baik. “Selanjutnya lengan, ambil pengukuran dari bahu ke sendi. Berikutnya pada pergelangan tangan sampai tulang. Oke?” terang Se Kyung seraya mengukur lengan Seung Jo. Seung Jo mengiyakan.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
“Selanjutnya dada,” ucap Se Kyung yang membuat Seung Jo terkejut. Se Kyung meminta Seung Jo mengangkat tangannya setinggi dada. Saat Se Kyung hendak mengukur Seung Jo, Seung Jo merasa kegelian. Se Kyung menegur Seung Jo dan memberi isyarat agar lebih serius. Seung Jo memasang tampang seriusnya. Se Kyung lalu mengukur bagian dada Seung Jo seraya memberi penjelasan, “Dari sisi kiri ke kanan. Buat lingkaran di sekitar tubuhnmu dan tutup sekitar bagian terluas dari dadamu.” Seung Jo mengerti. Selanjutnya bagian leher. Se Kyung meminta Seung Jo untuk sedikit membungkuk. Seung Jo menuruti permintaan Se Kyung. Tapi, Seung Jo merasa sangat canggung wajahnya berdekatan dengan wajah Se Kyung. Berkali-kali Seung Jo menelan ludah.
 
Se Kyung terus mengukur bagian leher Seung Jo seraya memberi penjelasan, “Ini harusnya cukup besar jadi ukur dengan menggunakan jarimu agar bisa muat di dalamnya. Dan tengah leher, bagian paling tebal.  Dengan rendah sebagai dasar, seperti ini. Oke?” Seung Jo yang menutup matanya saat diukur (hayoooo…ngayalin apa oppa? :p) mengangguk. Pengukuran selesai, Seung Jo masih merasa canggung. Se Kyung bertanya apa Seung Jo ingin mencoba mengukur? Seung Jo mengiyakan seraya mengambil meteran dari tangan Se Kyung dan mulai mengukur tubuhnya. Seung Jo senyum2 sendiri sambil mengukur tubuhnya.

Se Kyung berbalik mengabaikan Seung Jo yang asyik sendiri dengan meterannya. Se Kyung kembali cemberut. “Apa yang harus kulakukan? Apakah benar2 tidak ada cara untuk bertemu dengannya?” batin Se Kyung. (pan orangnya udah dibelakang neng).
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Se Kyung dan Seung Jo keluar dari butik. Seung Jo tampak merasa senang. Sebaliknya, Se Kyung dengan tampang kusutnya. Se Kyung pamit duluan, tapi Seung Jo menahan langkahnya dengan bertanya apa Se Kyung sudah makan, dia merasa lapar. Se Kyung menolak dengan halus. Seung Jo bertanya lagi apa dia harus memberi Se Kyung tumpangan? Se Kyung menolak karena dia harus pergi ke kantor mengambil beberapa bahan yang tertinggal. Seung Jo bertanya bahan apa? Urus saja besok. Alih2 menuruti permintaan Seung Jo, Se Kyung hanya menghela nafas seraya berpamitan pada Seung Jo. Se Kyung membungkuk memberi hormat lalu berbalik pergi. Seung Jo menatap kepergian Se Kyung sambil senyam senyum seraya memegang lehernya yang tadi di ukur Se Kyung.

Sementara itu, Yoon Joo sedang bersama ibu mertuanya, Ny. Shin, di galeri melihat2 lukisan. Yoon Joo tampak terkejut saat ibu mertuanya membahas tentang pernikahan In Hwa. Ny. Shin  berkata Tommy Hong lah yang menjadi mak comblang. Yoon Joo yang tersenyum lebar mendengar hal itu bertanya siapa pasangan In Hwa? Alih2 menjawab pertanyaan Yoon Joo, Ny. Shin malah menyindir Yoon Joo, “Hanya karena In Hwa akan menikah, tidak berarti kalau GN Fashion akan menjadi milikimu.” Seraya tersenyum lebar, Yoon Joo berkata tidak seperti itu. “Seleramu benar2 tidak sama denganku, tapi apa boleh buat? Aku tidak bisa melawan kakak dan adik,” ujar Ny. Shin seraya berhenti di depan sebuah lukisan.
Ny. Shin memutuskan membeli lukisan itu. Ny. Shin berbalik menatap Yoon Joo dan meminta Yoon Joo memberikan lukisan yang baru dibelinya itu pada Tommy Hong. “Kau yang mengurus pernikahan In Hwa dari sekarang. Apa kau mengerti apa yang kumaksud?” Yoon Joo terkejut mendengar ucapan ibu mertuanya itu. Yoon Joo kegirangan karena akhirnya mendapat kepercayaan ibu mertuanya mengurus pernikahan In Hwa. “Ya, ommo-nim. Aku akan melakukan yang terbaik!” (belum tau aja si Yoon Joo mau ngurus nikahan siapa).
In Hwa sedang berada di ruangan kakaknya, Presdir Shin, membahas tentang kolaborasi antara GN Fashion dan Artemis. In Hwa menerangkan kalau mereka akan menyelesaikan kolaborasi merchandise untuk musim tahun depan, jadi dia berencana untuk menyelesaikan brand sepatu untuk bulan depan. Presdir Shin bertanya apa Artemis memberikan persetujuan akhir mereka? In Hwa menjawab kalau Artemis bilang akan menyelesaikannya dalam minggu ini. Presdir Shin berkata kalau mereka diminta untuk wawancara mengenai kolaborasi oleh agensi laporan. “Aku bilang aku akan kembali pada mereka setelah aku meminta pendapat Jean Thierry Cha dulu,” ujar Presdir Shin. In Hwa beranggapan kalau Jean Thierry Cha tidak akan melakukannya. In Hwa berkata kalau dia akan menghubungi Tim PR Artemis seraya mencatat di jurnalnya.

Tiba2 Presdir Shin menyinggung tentang pernikahan In Hwa. “Jean Thierry Cha?” tanya In Hwa tanpa memalingkan wajahnya dari jurnalnya. Kakaknya bertanya bagaimana menurut In Hwa? In Hwa akhirnya mengalihkan pandangannya dari jurnalnya dan memandang kakaknya seraya tersenyum. “Sudah kukatakan dari awal, kan? Kalau ini peluncuran yang pertama?” terang In Hwa seraya melanjutkan catatannya.
Yoon Jo tampak sumringah saat keluar dari lift. Dia tampak kegirangan karena mendapat kepercayaan dari mertuanya. Bahkan Manajer Kim yang menyambut kedatangannya pun tampak heran melihat istri bos-nya itu yang terus tersenyum bertanya apa ada sesuatu yang baik terjadi? Yoon Joo balik bertanya terlihat seperti itu? Manajer Kim mengiyakan. Mereka berdua tertawa. Tapi tiba2 Manajer Kim berhenti tertawa  melihat kedatangan In Hwa. Yoon Joo berbalik dan melihat In Hwa berjalan ke arahnya. Manajer Kim buru2 kabur dari situ.
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
In Hwa tidak berniat menyapa Yoon Joo dan berlalu begitu saja, tapi langkahnya terhenti saat Yoon Joo menyapanya. Yoon Joo menyapa In Hwa dengan sebutan Agashi. Seraya tersenyum lebar Yoon Joo berkata kalau dia baru saja mampir ke kantor In Hwa. Dengan ketus In Hwa bertanya kenapa? “Selamat! Aku sudah mendengar semuanya dari ibu mertua. Aku akan membantu mempersiapkan semuanya, jadi kau tak perlu khawatir tentang apapun. Selamat!” ujar Yoon Joo seraya berlalu pergi dari hadapan In Hwa.  In Hwa hanya tersenyum sinis. (sepertinya In Hwa gak suka Yoon Joo jadi iparnya deh..).
 
Yoon Joo menemui suaminya, Presdir Shin, di ruangannya dan menceritakan tentang lukisan yang dibeli ibu mertuanya untuk diberikan pada Tommy Hong. “Sepertinya dia benar2 ingin mewujudkan pernikahan ini,” ujar Presdir Shin. Yoon Joo membenarkan dugaan suaminya. Yoon Joo tersenyum kegirangan seraya menatap suaminya, “Dia bilang padaku untuk mengurus pernikahan In Hwa.” Presdir Shin tampak terkejut mendengar hal itu. “Dia bilang dia akan menikahkan In Hwa dan mengamankan posisimu juga,” terang Yoon Joo. Presdir Shin bertanya apa itu alasan Yoon Joo begitu bahagia? Yoon Joo membenarkan karena ini pertama kalinya ibu mertuanya itu telah mengakuinya.
“Aku akan melakukan tugas ini dengan baik dan menjadi istri yang hebat untukmu juga,” ujar Yoon Joo seraya tersenyum lebar. Presdir Shin juga ikut tersenyum mendengar penuturan istrinya.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Yoon Joo meninggalkan kantor suaminya sambil tersenyum. Saat pintu lift terbuka, tampak Se Kyung sendirian sedang melamun. Yoon Joo melangkah masuk ke dalam lift sambil tersenyum lebar. Yoon Joo bertanya Se Kyung belum mau pergi, kan?. “Pokoknya aku sangat penasaran,” ucap Yoon Joo. Yoon Joo berbalik menatap Se Kyung, “Kau, aku dengar kau menumpahkan kecap pada Tommy Hong.” Se Kyung merasa Yoon Joo salah paham, “Apa yang kau bicarakan? Aku yang terkena tumpahan kecap.” Yoon Joo yang terkejut mendengar penuturan Se Kyung, tidak bisa menahan tawanya. Se Kyung tidak menanggapi Yoon Joo yang tertawa. Yoon Joo melirik Se Kyung dan meminta maaf karena sudah menertawakan Se Kyung.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
 “Tapi, aku dengar Tommy Hong terkena tumpahan kecap. Direktur toko langgananku yang mengatakan, kalau Tommy Hong menjadi ‘Manusia Kecap’. Itu sangat bagus,” terang Yoon Joo. Se Kyung tampak bingung, “Aku-lah orang yang terkena tumpahan kecap, tetapi rumor yang menyebar seperti itu.” Yoon Joo berkata tidak, dia mendengar kalau Tommy Hong-lah yang terkena tumpahan kecap. “Jadi, bukan kau yang menumpahkannya. Kemarin pasti menyenangkan. Harusnya aku melihatnya,” ujar Yoon Jo seraya kembali tertawa. Se Kyung hanya terdiam.

“Pokoknya, kesepakatan antara kau dan aku sudah selesai. Sudah kukatakan sejak awal,  Diary Rahasia dan Kelinci Putih adalah segalanya yang bisa kulakukan untukmu. Tinggal terserah padamu, kau yang memutuskan apakah akan membuat sup atau memasak bahan makanan dengan bahan2 lainnya (ngelanjutin rencananya tanpa bantuan Tommy Hong sebagai Kelinci Putih-nya atau mencari Kelinci Putih yang baru),” terang Yoon Jo. Se Kyung tampak memikirkan kata2 Yoon Joo. Lift juga semakin mendekati lantai dasar.

Yoon Joo melanjutkan, “Sebaliknya, karena kau adalah temanku…” Yoon Joo berbalik menatap Se Kyung, “Aku akan memberikan saran bonus. Jika kau memutuskan untuk tidak berhenti, kau akan menemukan dirimu menghadapi tiga krisis. Se Kyung tampak bingung, tiga krisis? Yoon Joo hanya tersenyum dan mengingatkan Se Kyung ,“Maka, lakukanlah dengan baik. L’effort est ma force.”

Pintu lift terbuka, Yoon Joo akan keluar tapi urung karena Se Kyung memanggilnya. “Izinkan aku bertanya satu hal. Siapa kelinci putihmu? Dan juga, bagaimana kau mendapatkan hati Kelinci Putih jadi terbuka?” Yoon Joo hanya terdiam.
 
=Flashback=
6 tahun yang lalu, Paris
Yoon Joo menemui Presdir Cha Il Nam setelah perpisahannya dengan Seung Jo. Yoon Joo memiliki permintaan pada Presdir Cha Il Nam. Presdir Cha Il Nam bertanya apa 30 ribu dollar yang diberikannya tidak cukup? Lalu berapa banyak yang Yoon Joo inginkan? Alih2 menjawab pertanyaan Presdir Cha, Yoon Joo malah mengembalikan amplop berisi uang yang Presdir Cha Il Nam berikan padanya.

“Aku punya dua permintaan. Pertama, biarkan aku menyelesaikan belajar di sekolah ini,” pinta Yoon Joo. Presdir Cha Il Nam tampak terkejut dengan permintaan Yoon Joo dan bertanya apa yang kedua? Yoon Joo menarik nafas dan menyebutkan permintaan keduanya, “Ketika aku kembali ke Korea setelah lulus, dalam nama anda, tulislah surat rekomendasi untukku.” Presdir Cha Il Nam bertanya surat rekomendasi apa?. “Dimana aku dapta terhubung dengan kelas sosial tinggi di Negara kita. Tidak peduli dimana pun itu,” jawab Yoon Joo. Presdir Cha Il Nam tampak memikirkan permintaan Yoon Joo.
=Flashback End=
 
Yoon Joo menceritakan kisahnya dengan Kelinci Putih-nya, yang kita tahu adalah Presdir Cha Il Nam, pada Se Kyung di sebuah café. Se Kyung bertanya dimana itu (kelas sosial tinggi yang Yoon Joo maksud)? Yoon Joo menjawab kalau itu sebuah butik dimana banyak orang2 kuat dan kaya dari Negara mereka. “Jika bukan tanda tangan, hanya sebesar 1% diakui dari mulut ke mulut. Tanpa undangan, kau bahkan tidak bisa masuk sebagai karyawan.”

Yoon Joo lalu menceritakan kisahnya hingga bisa berada diposisinya sekarang, “Tahun pertama, aku benar2 merangkak dari bawah dan hanya bekerja. Aku tahu selera, pandangan selera (standar), gaya, usia, hobi, hubungan, keluarga, dan kenalan dengan Nyonya2. Aku tahu setiap detail yang bisa aku ketahui tentang mereka. ‘Bahkan jika kau tidak mengatakannya, aku tahu apa yang kau inginkan’, itulah nilai jualku. Lalu, aku mulai mengambil dan memberikan ke rumah salah satu Nyonya itu.” Se Kyung bertanya sama seperti cara Yoon Joo memesan dan dirinya mengambil? Yoon Joo membenarkan.

Yoon Joo kembali melanjutkan, “Untuk sementara, aku bolak-balik ke rumah itu dan aku belajar kalau Nyonya itu punya seorang putra. Seorang putra yang sudah berumur dan telah bercerai.” Se Kyung tampak menerka2 siapa orang yang Yoon Joo maksud. Seakan bisa membaca pikiran Se Kyung, Yoon Joo membenarkan kalau suaminya sekaranglah yang dia maksud. Dan Nyonya itu adalah ibu mertuanya. Se Kyung mengerti. Yoon Joo berkata tentu saja, tidak mudah setelahnya. Tapi yang penting adalah surat rekomendasi itu memberinya kesempatan.
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
“Orang-orang tidak berjalan di trotoar. Seperti ini,” Yoon Joo memutar telunjuknya membentuk lingkaran. “Mereka menggambar garis pada suatu titik tertentu, dan mereka tidak pernah menyebranginya. Untuk wanita seperti kita, bahkan sulit untuk bertemu dengan mereka sekali seumur hidup kita,” terang Yoon Joo. Se Kyung mengangguk-angguk mengerti. Yoon Joo hendak meminum kopinya namun urung dan bertanya pada Se Kyung, “Ngomong-ngomong, karena kau berpikir untuk pindah hati dari Kelinci Putih, sepertinya kau telah menemukan kelinci putih yang lain.” Se Kyung menghela nafas seraya membenarkan dugaan Yoon Joo, “Tapi, aku tidak bisa bertemu dengannya.”

Yoon Joo terbahak-bahak mendengar penuturan Se Kyung. Se Kyung tampak kesal dan bertanya apa itu lucu?. “Kau yang lucu! Kau pikir kelinci putih akan datang dan bermain-main denganmu? Semua orang kelas atas melakukan itu. Tidak ada yang akan membiarkanmu menemui mereka dengan mudah,” tukas Yoon Joo. Se Kyung berkata bukan itu, “Aku tidak akan pernah bisa melihatnya.” Yoon Joo tampak bingung dengan maksud Se Kyung, “Lalu apa alasannya kau menjadikan dia sebagai Kelinci Putihmu?”
“Dia pastinya pria berkelas tinggi dan aku tidak tahu alasan di balik itu, tapi dia mengganggapku positif. Hasilnya, dia memberiku pekerjaan yang berkaitan dengannya.” Yoon Joo bertanya tapi Se Kyung tidak bisa melihat wajahnya? Se Kyung membenarkan. “Lalu, siapa yang bisa kau lihat?” tanya Yoon Joo. “Sekretarisnya,” jawab Se Kyung.

Yoon Joo lalu mengajarkan strategi pada Se Kyung, “Maka, yang pertama…” Se Kyung segera mencatat poin2 yang akan diberikan Yoon Joo di jurnalnya. “Buat Sekretaris berada di sisimu tidak peduli apapun itu. Kedua : Serangan emosional.” Se Kyung tampak bingung, serangan emosional? Yoon Joo mengiyakan seraya melanjutkan, “Kebanyakan orang ada yang emosional atau individualistis. Jenis orang yang mudah terluka dengan emosional. Mereka yang terluka oleh orang lain. Jadi, jangan pernah memaksa, kukuh, tenang, bahkan jika mereka menunjukkan emosi yang sangat kecil, cari cara agar mereka menampakkan diri padamu. Seperti kebiasaan.”
“Bahkan tanpa melihat wajahnya?” tanya Se Kyung.
“Kau tidak perlu melihat wajah satu sama lain untuk berkomunikasi.” jawab Yoon Joo.
Yoon Joo mengangguk-angguk mengerti. Yoon Joo penasaran siapa yang jadi Kelinci Putih Se Kyung. “Jika itu orang yang kutahu, aku akan membantumu,” ujar Yoon Joo.
“Dia adalah…..” Se Kyung terdiam sejenak. Yoon Joo semakin penasaran mendengar siapa Kelinci Putih yang Se Kyung maksud. Tapi Se Kyung urung mengungkapkan siapa Kelinci Putih itu. “Tulis saja di buku harianmu. Jika seseorang tidak 200% di sisimu, jangan pernah membuka diri,” terang Se Kyung. Yoon Joo hanya tersenyum mendengar ucapan Se  Kyung.
Di kamarnya, Se Kyung sibuk mendesain pakaian yang akan Jean Thierry Cha kenakan di pesta natal Artemis nanti. Se Kyung kembali mengingat poin2 yang diberikan Yoon Joo padanya tadi siang. “Tanpa beban. Teguhlah. Tetap tenang. Seperti biasanya,” gumam Se Kyung. Se Kyung meletakkan pensilnya, lalu bangkit meraih mantelnya lalu keluar kamar. Se Kyung keluar menuju almamater-nya, Universitas Eunhwa.

Sementaran itu, di kantornya, Seung Jo menatap keluar jendela seraya tersenyum penuh arti.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Keesokan harinya, Se Kyung dan Seung Jo keluar dari butik. Se Kyung sedang memeriksa catatannya saat Seung Jo menanyakan hal yang sama padanya kemarin, “Apa kau ingin makan? Hari ini aku juga lapar.” Se Kyung tersenyum, makan siang? Seung Jo berkata kalau Se Kyung harus punya waktu hari ini. “Tolonglah, aku ambil mobilku dulu. Aku akan mentraktirmu makanan yang enak.” Se Kyung menolak, “Tidak. Hari ini, aku yang akan mentraktirmu makanan yang enak. Seung Jo langsung sumringah, serius? Se Kyung mengiyakan.

Di mobil, Seung Jo tampak sumringah karena akan makan siang dengan Se Kyung. Se Kyung tampak mengeluarkan sesuatu dari tasnya, “Ini adalah 100 Pertanyaan & Jawaban untuk CEO. Karena kau bilang kau tahu banyak tentang Presdir, tolong tuliskan untukku.” Seung Jo melirik berkas yang dipegang Se Kyung, “100 Pertanyaan & Jawaban untuk CEO? Umur. Tempat tinggal. Kesukaan. Apa yang sering dia dengar dari orang lain. Siapa orang yang akhir2 ini dia temui secara rutin.” Se Kyung manggut2 mengiyakan. Tiba2 Seung Jo merasa tertarik pada satu pertanyaan, “Apa arti cinta baginya?” Se Kyung tersenyum.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Seung Jo merasa heran kenapa Se Kyung perlu tahu semua itu untuk styling? Se Kyung beralasan kalau dirinya perlu memahami semua tentang Presdien untuk menghasilkan padu padan yang sempurna. “Aku harus tahu apakah orang-orang menganggapnya sebagai orang yang karismatik atau mempesona. Dan juga, siapa orang-orang yang dia temui dan dimana dia bertemu mereka. Seperti apa orang-orang itu. Jika aku tahu tentang ini, maka aku bisa membuat gaya yang sesuai dengan kepribadian orang-orang yang ditemuinya dan suasana tempat,” terang Se Kyung. Seung Jo tersenyum mendengar penjelasan Se Kyung.

“Tapi, ada 100 hal yang ingin kau tahu tentangnya?” tanya Seung Jo. Se Kyung menjawab kalau pertanyaan-pertanyaan itu sudah dipangkas. Se Kyung meminta Seung Jo mengambil berkas itu. Alih2 menuruti permintaan Se Kyung, Seung Jo malah menyuruh Se Kyung untuk tenang. “Kau yakin, teliti dan mantap,” ujar Seung Jo. Se Kyung meminta agar Seung Jo mengambil gambar di ruang ganti Presdir dengan kamera, seraya menunjukkan kameranya pada Seung Jo. Seung Jo tampak terkejut mendengar permintaan Se Kyung, lemari pakaian?
“Aku perlu tahu jenis pakaian apa yang Presdir miliki,” terang Se Kyung.
“Kau benar-benar total, ya? Ngomong-ngomong, dimana kau mentraktirku untuk makan siang?” tanya Seung Jo.
“Oh. Bisakah kau pergi ke arah Universitas Wanita Eunhwa?” pinta Se Kyung. Seung Jo menjentikkan jarinya. “Makanan enak apa yang ingin kau traktir di sana?” tanya Seung Jo seraya memainkan setir mobil seakan-akan dirinya seorang pembalap saking senangnya. Se Kyung hanya tersenyum melihat tingkah Seung Jo yang aneh itu.

Di ruangannya, Tommy Hong dan Sekretarisnya sedang membahas tentang Putra Royal Grup. Sekretarisnya bertanya apa Tommy Hong tidak ingat?. “Beberapa tahun yang lalu, ada rumor yang  beredar. Dia pergi untuk belajar di luar negeri pada usia 20 tahun, tapi menghilang. Ada desas desus kalau dia menjadi seorang pecandu narkoba atau dia dirawat di rumah sakit jiwa. Hanya saja siapa yang akan menjadi penggantinya…sangat genting,” terang Sekretaris Tommy Hong.
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Tommy Hong yang tersenyum sinis tampaknya mulai paham keadaan yang sebenarnya. Dia memejamkan mata dan menyenderkan kepalanya di kursi seraya berkata, “Dia membutuhkan seorang putra yang fresh dan putrid menantu yang menggantikannya.” Tiba2 Tommy Hong membuka mata dan bertanya pada Sekretarisnya bagaimana yang dia instruksikan?
“Mereka bilang mereka akan mengirimkannya melalui fax. Aku akan memeriksanya,” jawab Sekretarisnya. Resepsionis  masuk dan menyampaikan bahwa Putri Nyonya GN Fashion datang untuk bertemu dengan Tommy Hong.

Ternyata yang datang menemui Tommy Hong adalah Yoon Joo. Yoon Joo membawa lukisan yang terbungkus rapi pemberian ibu mertuanya untuk diberikan pada Tommy Hong.
“Tolong pilihkan jodoh yang cocok untuk pernikahan adik iparku,” ujar Yoon Joo.
Tommy Hong tersenyum dan berterima kasih atas hadiah lukisan itu. Sekretaris Tommy Hong lalu membawa lukisan itu untuk disimpan.
“Ibu mertuaku berharap tinggi untuk perjodohan ini. Kau…akan menyukseskannya, kan?” tanya Yoon Joo.
“Aku bekerja atas itu,” jawab Tommy Hong.
Yoon Joo tersenyum mendengarnya. Yoon Joo meraih cangkirnya dan meminum tehnya seraya bertanya, siapa yang bakal jadi calonnya?. “Oh, jadi kau belum mengetahuinya. Dia adalah CEO Artemis Korea, Jean Thierry Cha,” terang Tommy Hong.

Yoon Joo tampak syok mendengar nama itu. Tangannya gemetaran dan tanpa sadar menjatuhkan cangkir yang dipegangnya, sehingga minumannya membasahi kakinya. Tommy Hong terkejut dan bertanya apa Yoon Joo baik2 saja? Tommy Hong berteriak meminta handuk pada Sekretarisnya. Sekretarisnya segera datang membawa handuk, dan Tommy Hong buru2 membantu Yoon Joo membersihkan tumpahan minuman yang mengenai kakinya. Yoon Joo mengambil handuk itu dari tangan Tommy Hong dan berkata kalau dia tidak apa-apa. Tommy Hong tampak khawatir pada Yoon Joo, sedangkan Yoon Joo tampak frustasi.
Yoon Joo menemui Ho Min, adiknya, di café tempat Ho Min bekerja. Ho Min terkejut saat tahu kalau bakal calon pengantin saudara ipar kakaknya itu adalah Cha Seung Jo. Yoon Joo dan Ho Min sama-sama cemas. Ho Min bertanya apa Cha Seung Jo tahu tentang hal itu? Yoon Joo menjawab kalau dia tidak tahu. “Bagaimana kalau dia bilang dia akan menikahinya? Cha Seung Jo pasti akan menyiksamu dengan kepuasannya dan kemudian dia akan mengacaukan pernikahan,” ujar Ho Min khawatir. Yoon Joo semakin cemas mendengar dugaan adiknya.

Ho Min berkata kenapa mereka terus berhubungan dengan keluarga Cha? Yoon Joo tanya apa maksud adiknya itu?. “Aku rasa kau akan khawatir, jadi aku tidak mengatakan apa-apa, tapi beberapa hari lalu, Cha Il Nam datang ke sini,” ujar Ho Min. Yoon Joo tampak terkejut, Cha Il Nam?. “Tentang proyek Royal Group yang sedang dilakukan. Dia merekrut tukang roti pertama itu untuk bekerja di sini,” terang Ho Min seraya berdiri dan menghampiri tukang roti  yang Ho Min maksud.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Yoon Joo semakin frustasi. Yoon Joo melirik ke arah adiknya dan tukang roti yang sedang berbicara. Betapa terkejutnya Yoon Joo saat melihat itu adalah ayah Se Kyung. Yoon Joo buru-buru memalingkan wajahnya. Yoon Joo tampak syok.

Ayah Se Kyung mengeluh pada Ho Min karena tidak satu pun dari roti yang dipajang terjual. “Aku sudah katakan kalau kau harus memisahkannya menjadi beberapa bagian! Semuanya jadi kering. In sangat cepat mengering, sudah kubilang supaya selalu ditutup rapat,” tegur ayah Se Kyung.
Ho Min kembali menghampiri kakaknya dengan wajah kesal. Yoon Joo tampak syok bertanya apa itu tukang roti yang Cha Il Nam pekerjakan? Ho Min mengiyakan, kenapa?. “Dia ayahnya Han Se…” jawab Yoon Joo yang membuat Ho Min tak kalah terkejutnya.

Yoon Joo keluar dari café tampak frustasi. Dia menuju mobilnya seraya mencari2 sesuatu di tasnya. Yoon Joo memandang cemas ke arah café.

Sementara itu, Tommy Hong di ruangannya tampak memandangi lukisan pemberian Ny. Shin. Tommy Hong tanpa memikirkan sesuatu. Sekretarisnya menghampiri Tommy Hong seraya menyampaikan kalau fax yang Tommy Hong minta baru saja dikirim. Tommy Hong mengerti. Resepsionis Tommy Hong masuk dan menyampaikan bahwa seseorang bernama Shin In Hwa datang untuk menemui Tommy Hong.
Baru saja Tommy Hong selesai berbicara, In Hwa sudah menerobos masuk ke ruangan Tommy Hong (nih si In Hwa gak punya sopan santun banget main terobos ke kantor orang aja). Tommy Hong buru2 berdiri, merapikan pakaiannya seraya mengambil kartu namanya untuk diberikan pada In Hwa. In Hwa menghampiri Tommy Hong dan menyapanya seraya memperkenalkan diri. Tommy Hong juga memperkenalkan dirinya seraya memberikan kartu namanya. In Hwa mengambil kartu nama Tommy Hong. In Hwa berkata kalau dia tidak punya waktu. “Tolong luangkan waktu anda sebentar.” pinta In Hwa. Tommy Hong berkata tentu saja. Sekretaris Tommy Hong permisi, meninggalkan mereka berdua untuk berbicara.
“Saya akan langsung pada intinya. Anda jangan ikut campur masalah pernikahan antara Jean Thierry Cha dan aku,” tukas In Hwa. Tommy Hong terkejut. Tiba2 mesin fax berbunyi, Tommy melirik ke mesin fax. Fax yang Tommy Hong tunggu2 akhirnya datang juga. Tommy Hong tersenyum dan menduga kalau In Hwa sudah punya kekasih. In Hwa membantah tuduhan Tommy Hong. Tommy Hong semakin bingung dengan maksud In Hwa  yang sebenarnya.
“Ini mungkin tidak sopan untuk dibicarakan. Tapi seseorang setingkat CEO Artemis Korea bukanlah bakal calon pernikahan yang buruk,” ujar Tommy Hong seraya tersenyum. In Hwa tersenyum mencibir, “Namun, dia hanya pria bergaji.” Senyum di wajah Tommy Hong mendadak lenyap mendengar ucapan In Hwa.
“Saya akan memberitahu anda dengan tegas. Lihatlah ke anak-anak perusahaan dalam industri distribusi. Saya ingin membuat GN Fashion jadi lebih besar. Dan untuk melakukannya, saya perlu saluran distribusi yang handal (nih orang beneran pernikahan cuman dijadiin bisnis doang),” terang In Hwa.
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Tommy Hong mulai mengerti maksud In Hwa dan menebak, “Oh itu…pemilik Departemen Store?” In Hwa mengiyakan. “Tentu saja harus menjadi pemimpin dalam industri.” Tommy Hong tampak berpikir. Tommy Hong berkata kalau dia akan bertanya tentang keluarga JK Departemen Store untuk In Hwa, karena JK (bukan Jusuf Kalla, kan? Lol) nomor satu dalam bisnis. In Hwa berkata kalau untuk menjadikan Presdir Wanita Gong So Ho (Presdir JK) sebagai ibu mertua, itu akan sangat menakutkan. Tommy Hong membenarkan.
Tommy Hong juga menyarankan Grup Gusung yang berada di tempat kedua. Semua anak-anaknya sudah menikah, kecuali satu. Tapi usianya tidak cocok karena dia berumur 19 tahun. In Hwa memberikan kartu namanya pada Tommy Hong dan meminta Tommy Hong menghubunginya jika dia menemukan yang In Hwa cari. “Anda punya kemampuan untuk itu, kan? Dan juga, saya ingin menyimpan masalah hari ini antara anda dan saya,” pinta In Hwa. Tommy Hong mengangguk mengerti.
“Lalu, saya kira kita perlu merekap ini sedikit. Meskipun saya belum menyinggung tentang subjek dengan CEO Jean Thierry Cha, tetapi karena ibu anda menugaskan saya,” ujar Tommy Hong.
 “Beritahu ibu kalau CEO Jean Thierry Cha menolak usulan tersebut. Karena kolaborasi ini, itu akan menjadi alasan yang baik,” jelas In Hwa.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Tommy Hong berkata sekarang semuanya jelas. In Hwa pamit pergi. Saat In Hwa berbalik, Tommy Hong mengambil fax yang baru saja diterimanya. Tommy terkejut membaca isi fax itu. “Mohon tunggu sebentar,” ucap Tommy Hong menahan langkah In Hwa. In Hwa berbalik menatap Tommy Hong.
“Bagaimana dengan keluarga Royal Group?” tanya Tommy Hong. In Hwa tampak bingung, “Royal Group?” Tommy Hong mengangguk. 
“Bukankah anak mereka ada di rumah sakit jiwa?” tanya In Hwa.
“Bagaimana jika anak itu CEO Jean Thierry Cha?” tanya Tommy Hong.
In Hwa tampak terkejut, “Atas dasar apa?” Tommy Hong berkata 51%. In Hwa tanpak berpikir, “Bawa sampai 75%. Saya akan memenuhi 25% sisanya.” Tommy Hong memberi isyarat setuju. In Hwa pun berlalu pergi dari kantor Tommy Hong.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Tommy Hong kembali ke kursinya seraya membaca file yang  dipegangnya yang ternyata adalah kartu keluarga Cha Il Nam. Tommy Hong tampak berpikir. Dia lalu membuka album kartu namanya. Tommy Hong mencari kartu nama Cha Il Nam dan Jean Thierry Cha lalu membandingkan keduanya. Tommy Hong sepertinya menemukan sesuatu.
“Il Nam Cha…Seung Jo Cha. Jean Thierry Cha!”
Se Kyung dan Seung Jo akhirnya sampai di Universitas Wanita Eunhwa. Seung Jo terus mengoceh, “Kau bilang kau akan mentraktirku makanan enak. Tapi ini bukannya sekolahan? Apa seorang pria diperbolehkan masuk ke Universitas Wanita?” Se Kyung menjawab kalau pria boleh masuk ke kampus. Dia akan membelikan makanan untuk Seung Jo di luar. Se Kyung meminta Seung Jo cepat2 mengikutinya. Seung Jo protes dengan apa yang mereka lakukan. Se Kyung memberi isyarat dengan telunjuk di bibirnya agar Seung Jo diam. Mereka masuk dengan mengendap-ngendap karena sebenarnya kampus itu tertutup untuk orang luar. Seung Jo berbisik ke Se Kyung, “Kau bilang aku boleh masuk?” Se Kyung tidak meladeni pertanyaan Seung Jo. Dia melihat ke sekeliling, “Tidak ada satu orang pun. Ayo cepat…” Seung Jo mengikuti Se Kyung sambil nyengir lebar (Seung Jo kayak lagi main petak umpet…hahahaha).
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Mereka berdua mengendap-endap menaiki tangga. Se Kyung mengamati keadaan. Di belakangnya, Seung Jo ikutan mengintip. Se Kyung memintanya untuk tidak kemana-mana karena dia akan mengecek ada orang atau tidak. Se Kyung lalu berjalan sendiri untuk mengecek keadaan. Seung Jo yang bersembunyi tiba2 melihat mesin minuman di depannya, dan dengan santai menghampiri mesin minuman itu. Tiba2 dua orang mahasiswi muncul, Se Kyung tampak panik. Se Kyung segera berbalik dan terkejut melihat Seung Jo di depan mesin minuman. Se Kyung bertanya apa yang Seung Jo lakukan disitu seraya menarik Seung Jo bersembunyi di samping mesin minuman.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Posisi mereka saat bersembunyi seperti orang yang setengah berpelukan. Wajah mereka berdekatan. Seung Jo merasa canggung dan melepaskan pelukannya. Seung  Jo yang tidak habis pikir bertanya kenapa mereka harus masuk ke situ seperti itu? Tapi Se Kyung memberi isyarat agar Seung Jo diam dengan jari dibibirnya. Merasa keadaan sudah aman, Se Kyung keluar dari persembunyiaan seraya menyuruh Seung Jo mengikutinya. Saat melihat ada orang yang datang, mereka kembali bersembunyi. Saat keadaan sudah aman kembali, mereka berjalan dengan cepat dan masuk ke sebuah ruangan.
Se Kyung menyalakan lampu. Seung Jo tampak takjub melihat ruangan itu dan menebak kalau itu adalah studio kerja. Se Kyung mengiyakan, dia menggunakan ruangan itu sejak dirinya kuliah. Se Kyung berkata kalau gelang pemberiannya untuk CEO juga dibuat di sana. Seung Jo bertanya apa yang mereka lakukan di ruangan itu? Se Kyung meminta Seung Jo untuk menunggu seraya menghampiri sebuah meja yang di atasnya tergeletak beberapa boneka dengan mimik wajah yang berbeda dan mulai menjahit. Seung Jo mengamati Se Kyung yang menjahit bagian mata salah satu boneka itu.
Seung Jo menghampiri Se Kyung dan bertanya boneka apa itu? Se Kyung menjawab kalau dia belum menyelesaikan semuanya. Seung Jo kembali bertanya apa Se Kyung yang membuat semua boneka itu? Se Kyung mengiyakan, “Mereka adalah boneka emosi.” Seung Jo tampak bingung, “Boneka emosi?”
“Kebahagiaan, Kegembiraan, Jatuh cinta, Keprihatinan, Kecemasan, Kesedihan, Kemarahan, Karismatik. Tolong beri ini pada CEO,” terang Se Kyung seraya menunjuk boneka itu satu persatu. Seung Jo yang tampak terkejut bertanya dimana CEO akan menyimpan semua itu?
“Aku ingin CEO membiarkanku tahu suasana sehari-harinya. Jadi aku dapat menempatkan susasana hatinya ke dalam gayanya,” ujar Se Kyung.
“Memasukkan suasana hatinya ke gayanya? Bagaimana?” tanya Seung Jo.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Se Kyung berkata dia tidak yakin, “Tapi seseorang seperti CEO memiliki berbagai kegiatan yang dijadwalkan setiap hari. Ada kalanya, dia harus menunjukkan karismanya pada pertemuan Dewan,” ujar Se Kyung. Se Kyung lalu berdiri dan mengambil salah satu boneka itu seraya menunjukkan boneka itu di depan Seung Jo. “Apa ini yang terbaik?” ujar Se Kyung meniru ekspresi boneka itu. Seung Jo tertawa melihat tingkah Se Kyung.
“Ada kalanya juga sebaliknya, dia mungkin harus bertemu Presdir dari perusahaan pusat,” terang Se Kyung. Se Kyung lalu mengambil boneka yang lain lalu meniru ekpresi boneka itu seraya berbicara dalam bahasa Perancis (mian gak tau di sini SeKyung ngomong apaan, teksnya ilang). Seung Jo tertawa melihatnya. “Saat Private, dia mungkin sedang berkencan,” ujar Se Kyung seraya mengambil sebuah boneka yang lain. Seung Jo tampak tersipu mendengar kata kencan. “Kencan apaan?” gumam Seung Jo. Se Kyung yang mendengarnya bertanya kenapa? Apa Seung Jo tidak menyukainya?. “Apa CEO tidak menyukai mereka?” tanya Se Kyung. Seung Jo membantah, bukan begitu.
“Itu ide bagus. Dalam artian, kau ingin masukkan sisi sentimen ke dalam mode. Bukankah begitu?” terka Seung Jo. Se Kyung membenarkan, “Itulah filosofi desainku.” Se Kyung meminta  Seung Jo mengantarkan boneka2 itu ke CEO tanpa gagal. Seung Jo berkata kalau mengantarkan boneka2 itu bukan hal yang sulit. “Tapi tidak apa2 jika aku mengetahui mood CEO dan membiarkanmu tahu, Han Se Kyung?”
“Akan lebih baik jika CEO membiarkanku mengetahuinya sendiri,” jawab Se Kyung. Se Kyung lalu mengambil sebuah boneka bermimik sedih. “Tapi itu tidak diperbolehkan, kan?” Seung Jo tampak merasa bersalah, “Um, aku akan, setidaknya, memintanya untukmu.” Se Kyung tersenyum mendengarnya. Se Kyung meminta Seung Jo menunggu sebentar karena dia ingin menyelesaikan bonekanya. Seung Jo menurut.
Seung Jo mengamati Se Kyung yang tampak sibuk menjahit pipi bonekanya.Untuk mengusir waktu Seung Jo lalu mengamati sekeliling ruangan itu. Tiba2 matanya tertumbuk pada beberapa botol berisi cairan di atas meja. Seung Jo yang merasa haus mengambil salah satu botol itu dan bertanya pada Se Kyung bolehkah dia meminumnya. Tanpa berbalik, Se Kyung mengiyakan. Se Kyung seperti tersadar dan berusaha mengingatkan Seung Jo kalau cairan di botol itu bukan air mineral melainkan Benzena (kata kakakku, benzena biasanya digunakan sebagai pengeras kain). Tapi terlambat, Seung Jo sudah meminum cairan itu. Se Kyung histeris melihat Seung Jo memuntahkan Benzena yang diminumnya dan tidak sadarkan diri. “Sekretaris Kim!”
Seung Jo di bawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Se Kyung cemas karena Seung Jo tidak sadarkan diri. Saat di bawa ke UGD, salah seorang perawat seperti mengenali Seung Jo. Se Kyung menjelaskan pada dokter yang memeriksa Seung Jo kalau Seung Jo minum Benzena. Dokter kaget mendengar hal itu. Dia buru2 memeriksa Seung Jo. “Siapkan alat untuk membersihkan lambungnya (gastric irrigation), cepat,” perintah Dokter pada asistennya.

Seorang perawat menghampiri Se Kyung dan menanyakan identitas Seung Jo. Se Kyung berkata namanya  Kim Bi Seo (Bi Seo = Sekretaris). Perawat itu hendak mencatat Kim Bi Seo, tapi Se Kyung menahannya karena merasa ragu dengan nama Seung Jo sebenarnya. Se Kyung melirik Seung Jo yang sedang ditangani oleh Dokter, “Apa yang harus kulakukan? Aku tidak pernah menanyakan namanya. Se Kyung meminta perawat itu menunggu sebentar.
Se Kyung lalu menelpon Sekretaris Moon dan memberitahunya kalau Sekretaris Kim tidak sadarkan diri di rumah sakit. Sekretaris Moon yang belum ngeh malah bertanya siapa Sekretaris Kim? Se Kyung yang panik menanyakan siapa nama asli Sekretaris Kim. Tapi Sekretaris Moon yang belum ngeh juga balik bertanya siapa Sekretaris Kim yang Se Kyung maksud. Se Kyung menjelaskan kalau Sekretaris Kim yang dia maksud adalah orang yang datang di toko perhiasan Eclaire bersama Sekretaris Moon sebelumnya. Sekretaris Moon berusaha mengingat kejadian yang Se Kyung memanggil Seung Jo dengan sebutan Sekretaris CEO.
 
Se Kyung yang panik mencoba menjelaskan, “Sekretaris Kim minum benzena dan dibawa ke ruang gawat darurat. Tapi, aku tidak tahu namanya dan pihak rumah sakit tidak bisa memeriksa dia.” Sekretaris Moon yang baru ngeh siapa Sekretaris Kim yang Se Kyung maksud, terkejut bukan main.
Sementara itu, perawat yang tadi mengenali Seung Jo memberitahu Dr. Heo bahwa temannya, Presiden Cha dibawa ke ruang gawat darurat. Dr. Heo yang sama terkejutnya bergegas lari ke ruang UGD.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Se Kyung menunggui Seung Jo yang belum sadarkan diri. Se Kyung merapikan selimut Seung Jo. Ponsel Seung Jo bordering. Se Kyung tampak ragu mengambilnya, tapi akhirnya dia memberanikan diri mengambil ponsel Seung Jo dari kantong bajunya. Se Kyung melihat panggilan yang masuk, dari Tommy Hong. Se Kyung tidak berniat mengangkatnya, dia membiarkan ponsel itu berhenti berdering. Sebuah pesan masuk, dari Tommy Hong, “Aku Tommy Hong yang terkena tumpahan kecap. Aku ingin bertemu Presiden secara langsung dan meminta maaf.
 
Se Kyung tampak berpikir lalu melirik Seung Jo yang masih belum sadarkan diri, “Mungkinkah…” Se Kyung kembali mengingat saat Yoon Joo memberitahunya di lift kalau Tommy Hong yang terkena kecap. Se Kyung juga mengingat saat Seung Jo yang geram bertanya siapa apa Tommy Hong yang menumpahkan saus pada Se Kyung? Se Kyung tampak syok menyadari kenyataan bahwa Seung Jo lah yang menyiramkan saus ke Tommy Hong.
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Seung Jo akhirnya sadarkan diri. Se Kyung bertanya apa Seung Jo baik2 saja, sekarang? Seung Jo yang masih setengah sadar melihat sekeliling dan bertanya tempat apa ini? Se Kyung menjawab kalau ini rumah sakit dan Seung Jo meminum benzena. Seung Jo bergumam “Benzena…BENZENA!” Se Kyung mengiyakan. Seung Jo bangun dan membentak Se Kyung, “Kau memberiku benzena, kan! Bagaimana bisa? Aku baik2 saja? Apa ada yang salah?”

Se Kyung yang terkejut mendengar bentakan Seung Jo mencoba menjelaskan yang sebenarnya terjadi, “Karena kau minumnya sangat sedikit dan segera memuntahkannya, sehingga tidak masalah sama sekali.” Seung Jo tampak cemas dan memeriksa tubuhnya apakah baik2 saja. Seung Jo bertanya apa yang dikatakan Se Kyung itu positif? Se Kyung mencoba menjelaskan apa yang dikatakan dokter padanya, urung saat melihat seorang dokter masuk ke ruang UGD. Se Kyung berniat memanggil dokter itu untuk menanyakan kondisi tubuh Seung Jo.
Seung Jo melihat ke dokter yang Se Kyung maksud. Betapa terkejutnya Seung Jo saat mengetahui ternyata Dr. Heo lah yang Se Kyung maksud. Seung Jo melirik nama rumah sakit yang terpampang di kaca UGD, ‘Rumah sakit Sedo’, yang tak lain adalah rumah sakit tempat Dr. Heo bekerja. Seung Jo panik, dia bergegas turun dan menghampiri Dr. Heo sebelum Dr. Heo membongkar identitasnya.
 
Seung Jo pura2 menangis terharu seraya memegang erat bahu Dr. Heo. “Ya, itu benar! Ini SEKRETARIS KIM!! Sekretaris Presiden Jean Thierry Cha. Sekretaris Kim!” Seung Jo memberi isyarat pada Dr. Heo agar ikut berpura2 memanggilnya Sekretaris Kim. Tapi Dr. Heo yang belum ngeh dengan isyarat Seung Jo malah bertanya apa yang Seung Jo katakan? Seung Jo yang masih dengan ekpresi terharu yang berlebihannya, berbalik menatap Se Kyung dan menyebut nama Se Kyung dengan keras. Seung Jo mengenalkan Dr. Heo sebagai kenalan Presiden Jean Thierry Cha.  Se Kyung memperkenalkan dirinya pada Dr. Heo. Dr. Heo yang akhirnya mulai ngeh dengan sandiwara Seung Jo, mengenalkan dirinya pada Se Kyung sebagai kenalan Presiden Jean Thierry Cha, Heo Dong Wook. Se Kyung membatin, “Kenalan Presiden?”

Dr. Heo yang tampak khawatir pada kondisi Seung Jo hampir saja menyebut nama asli Seung Jo, “Tapi kau…tidak…Sekretaris Kim, kenapa kau bisa terminum benzena?” Dengan ekspresi yang dibuat2, Seung Jo berkata kalau dia sekarang baik2 saja seraya memberi isyarat dengan bahasa bibir  agar Dr. Heo segera pergi.
Tiba2 Se Kyung menyapa Sekretaris Moon yang baru saja datang ke UGD. Seung Jo panik melihat kedatangan Sekretaris Moon. Sekretaris Moon hendak memanggil Seung Jo dengan sebutan Presdir, urung karena Seung Jo buru2 menghampirinya dan mencengkram kuat bahunya. Sekretaris Moon jelas terkejut karenanya. Seung Jo memasang aksi terharunya lagi dan berbicara dengan bahasa formal pada Sekretaris Moon, “Sekretaris Moon. Aigoo…” Sekretaris Moon menanyakan kondisi Seung Jo. Alih2 menjawab pertanyaan Sekretaris Moon, Seung Jo malah memberi isyarat pada Sekretaris Moon dengan berbicara menggunakan bahasa formal padanya. Sekretaris Moon jelas syok melihat kelakuan bos-nya itu. “Aku menelpon dia untuk kemari karena aku tidak tahu nama lengkap Sekretaris Kim,” timpal Se Kyung.

Mendengar penjelasan Se Kyung dan tingkah bos-nya yang mendadak aneh seperti itu, membuat Sekretaris Moon semakin bingung, “Aigoo…PERSISNYA SIAPA SEKRETARIS KIM?!” Seung Jo berusaha memberi isyarat pada Sekretaris Moon agar diam dengan memeluknya seraya menariknya menjauh dari Se Kyung.
Seorang perawat menghampiri Se Kyung dan memintanya mendaftarkan pasien. Dr. Heo buru2 menghampiri perawat itu dan berkata kalau dia yang akan melakukannya. Se Kyung yang berniat bertanggung jawab atas kondisi Seung Jo berkata kalau dia yang akan melakukannya. Tapi Dr. Heo bersikeras kalau dia yang akan mengurus masalah adminsitrasi seraya pamit pergi.
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Sementara itu, Seung Jo dan Sekretaris Moon berbicara di sudut ruangan.
“Presdien (kau) adalah Sekretaris Kim?” tanya Sekretaris Moon seakan tidak percaya dengan apa yang diketahuinya barusan.
“Jangan bertanya apa-apa, berdebat denganku, atau mengatakan apapun. Pergilah, CEPAT!” perintah Seung Jo.
Sekretaris Moon yang enggan untuk pergi hendak mengatakan sesuatu, tapi Seung Jo malah memaksanya untuk pergi, “Ahhh…Sekretaris Moon, kenapa kau seperti ini! Sudah kubilang cepatlah dan pergi!!”
“Oh! Han Se Kyung-shi!” Sekretaris Moon tiba2 menyapa Se Kyung yang muncul di belakang mereka. Seung Jo panik dan segera memperbaiki sikapnya. Se Kyung menghampiri mereka. “Semua registrasi sudah selesai. Kau hanya harus mendapatkan resep dan kemudian pulang,” terang Se Kyung. Seung Jo tampak sumringah bertanya begitukah? Seung Jo lalu berbalik menghadap Sekretaris Moon dan kembali berbicara menggunakan bahasa formal padanya.
“Sekretaris Moon, silahkan pulang saja,” ujar Seung Jo lalu membungkuk dalam memberi hormat pada Sekretaris Moon. Sekretaris Moon terkejut melihat tingkah Seung Jo. “Aku benar2 minta maaf. Silahkan masuk ke dalam (rumah),” ujar Seung Jo seraya kembali membungkuk dalam. Sekretaris Moon mulai paham isyarat yang Seung Jo lakukan. Sekretaris Moon lalu menepuk2 pundak Seung Jo seraya berbicara menggunakan banmal (bahasa Informal) pada Seung Jo, “Aku…aku mengerti.”
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Baru saja Seung Jo mengangkat kepalanya, mendadak dari pintu UGD muncul Supir Kim yang tampak panik mencari2 Seung Jo. Seung Jo yang melihat kedatangan supir Kim langsung berseru dalam bahasa formal, “AIGOOO SUPIR KIM!!” Seung Jo buru2 menghampiri Supir Kim seraya menggengam erat tangannya. Supir Kim tampak bingung dengan tingkah Seung Jo. Seung Jo memberi isyarat dengan bahasa bibir, “Diam dan pergilah!” Supir Kim semakin bingung dengan maksud Seung Jo. Sekretaris Moon juga kelihatan gugup.
“Siapa dia?” tanya Se Kyung pada Sekretaris Moon. Sekretaris Moon menjawab kalau itu adalah Supir Presiden. Sekretaris Moon lalu menghampiri mereka berdua dan memberitahu Seung Jo kalau dialah yang menghubungi Supir Kim untuk menjemput Seung Jo. Seung Jo memberi isyarat dengan bibirnya Sekretaris Moon dan Supir Kim segera pergi. Se Kyung tampak bingung melihat mereka bertiga. Sekretaris Moon buru2 mengajak Supir Kim pergi dari tempat itu.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Seung Jo akhirnya bisa bernafas lega. Dia berbalik menghampiri Se Kyung. Seung Jo sempoyongan dan hampir saja terjatuh kalau saja Se Kyung tidak buru2 menghampirinya dan memapahnya. Se Kyung bertanya apa Seung Jo baik2 saja? Seung Jo tertawa dan menjawab kalau dia baik2 saja. “Apa kau tidak perlu menginap semalam di rumah sakit?” tanya Se Kyung.

Seung Jo yang masih sempoyongan berjalan keluar dari rumah sakit. Se Kyung yang memapahnya bertanya apa Seung Jo benar2 baik2 saja?  Seung Jo tetap bersikeras kalau dia baik2 saja, padahal jalannya udah kayak orang lagi mabuk. Seung Jo mengajak Se Kyung pulang. Se Kyung yang khawatir dengan kondisi Seung Jo bertanya dimana rumah Seung Jo? “Aku akan mengantarmu ke sana.”

Seung Jo seperti mengingat sesuatu, “Kita harus pergi bersama mereka…” Se Kyung bingung dengan maksud Seung Jo.  Seung Jo berkata kalau mereka harus bergegas seraya menarik Se Kyung pergi. Se Kyung semakin bingung, “Kau mau kemana?”
 Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Ternyata, mereka kembali ke Universitas Wanita Eunhwa. ‘Mereka’ yang Seung Jo maksud adalah boneka2 emosi buatan Se Kyung. Seung Jo memasukkan boneka2 itu dengan hati2 ke dalam kotak seraya tersenyum senang. Se Kyung hanya mengamati apa yang Seung Jo lakukan.
“Kau tidak HARUS membawa mereka hari ini,” protes Se Kyung.
“Kau membuatnya semalaman. Jadi, aku harus memberikannya pada Presiden,” ujar Seung Jo seraya memasukkan boneka2 itu ke dalam kotak.

Se Kyung berkata kalau dia bisa pergi ke sana besok dan mengirimkan boneka itu. Alih2 mendengar ucapan Se Kyung, Seung Jo malah bertanya  Se Kyung sudah selesai membuat boneka2 itu, kan? Se Kyung mengiyakan. Seung Jo tersenyum lebar lalu mengambil dua boneka dan bermain2 dengan kedua boneka itu. Se Kyung tersenyum melihat tingkah Seung Jo. Se Kyung menatap Seung Jo dengan tatapan penuh arti. “Sekretaris Kim!” panggil Se Kyung. Seung Jo berbalik menatap Se Kyung, “Ya?”
“Siapa nama pertamamu?” tanya Se Kyung.
Seung Jo tampak gugup mendengar pertanyaan Se Kyung, “Namaku?”
“Selama ini, aku bahkan tidak tahu namamu,” terang Se Kyung.  Seung Jo membenarkan ucapan Se Kyung.
“Siapa namamu?” tanya Se Kyung lagi.
Seung Jo terdiam sesaat. Seung Jo menatap mata Se Kyung seraya berkata, “Aku Seung Jo.”
“Seung Jo?”
“Ya. Aku Kim…Seung Jo.”
Se Kyung tersenyum karena akhirnya mengetahui nama asli Seung Jo. Seung Jo yang melihat senyuman Se Kyung, juga ikut tersenyum.
Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 5
Mereka berdua keluar dari kampus. Seung Jo menenteng kotak berisi Boneka Emosi pemberian
Se Kyung. Di pelataran kampus, Se Kyung menyuruh Seung Jo pulang duluan karena dia akan naik bus di halte yang berbeda arah. Seung Jo melirik kotak itu dan berkata kalau dia akan mengirimkannya dengan baik. “Ya,” ujar Se kyung seraya tersenyum.
“Hati-hati di jalan,” ucap Seung Jo seraya berbalik pergi.
“Tunggu sebentar,” teriak Se Kyung. Seung Jo menghentikan langkahnya dan berbalik. “Kenapa?” tanya Seung Jo.
“Mungkin…hari itu…” ucap Se Kyung mengingatkan.
Seung Jo tampak bingung dengan maksud Se Kyung, “Hari itu? Kapan?”
Alih2 menjawab pertanyaan Seung Jo, Se Kyung hanya tersenyum karena sepertinya Seung Jo tidak mengingat hari yang dia maksud (waktu Seung Jo nyiramin saus ke Tommy Hong). “Tak apa2, cepatlah pulang,” ujar Se Kyung.
“Apa itu, tidak memberitahuku setelah memanggilku,” protes Seung Jo seraya pamit pergi.
Seung Jo hendak berbalik, tapi Se Kyung memanggilnya lagi, “Sekretaris Kim!” Seung Jo berbalik. Melihat Se Kyung yang terdiam, Seung Jo tersenyum geli.
“Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan? Apa itu?” tanya Seung Jo penasaran.
Se Kyung terdiam dan menatap Seung Jo. Seung Jo semakin penasaran mendengar apa yang akan Se Kyung katakan padanya. Se Kyung akhirnya buka suara.
“Kamsha-heyo! Aku ingin berterimakasih,” ucap Se Kyung.
Seung Jo tampak terkejut mendengar ucapan ‘Kamsha’ dari Se Kyung yang sudah sekian lama dia nanti2 itu. Seung Jo tersenyum penuh haru mendengarnya (akankah Seung Jo ngeluarin pidatonya? Hihihi). “Akhirnya, kau mengucapkan terima kasih padaku?” ucap Seung Jo seraya tersenyum lebar.
Se Kyung hanya tersenyum. “Tapi, untuk apa?” tanya Seung Jo penasaran.
“Hanya, berterima kasih untuk semuanya,” ujar Se Kyung seraya tersenyum lebar.
Seung Jo tersenyum penuh arti mendengar ucapan Se Kyung, begitu pula Se Kyung. Di pelataran kampus, mereka saling memandang dan tersenyum penuh arti.

+++++Bersambung+++++


Written by Ann [Twitter|FB]
Image by  Ari  [G+|Twitter]
Posted Only pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE!!!!

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here