[Review Singapore-Movie] I Not Stupid Too ~Saat Anak-anak Dilarang Membantah~

9 comments
Pernah mendengar filosofi yang mengatakan bahwa setiap anak di ciptakan bagai selembar kertas putih, dan kitalah sebagai orang di sekitarnya yang akan melukisnya menjadi pribadi seperti apa. Itulah pesan yang ingin disampaikan film berjudul I Not Stupid Too.

Judul: I Not Stupid Too
Sutradara: Jack Neo
Produser: Chan Pui Tin & Seah Saw Yam
Penulis Skenario: Jack Neo
Asal Negara: Singapura
Bahasa: Inggris, Mandarin, Hokkian
Durasi: 124 menit
Tanggal Rilis: 26 Januari 2006

Pemain:
Shawn Lee sebagai Tom Yeo
Ashley Leong sebagai Jerry Yeo
Joshua Ang sebagai Lim Chengcai
Jack Neo sebagai Mr Yeo
Xiang Yun sebagai Mrs Yeo
Huang Yiliang sebagai Mr Lim

Tom dan Jerry adalah kakak beradik yang dibesarkan oleh dua orang tua yang sibuk bekerja. Ibunya sibuk mengurusi majalahnya dan Ayahnya sibuk dengan pekerjaan di perusahaan tempatnya bekerja. Bagi kedua anak itu, omelan Ayah dan Ibunya sudah menjadi makanan sehari-hari nya yang masuk ke telinga kanan dan keluar ke telinga kiri.

Tom sebenarnya memiliki bakat, dia adalah Blogger hebat yang pernah mendapatkan penghargaan blogger terbaik, namun ibunya tidak menghargai bakatnya tersebut. Dia sama sekali tidak senang saat Tom mendapatkan penghargaan tersebut. Dia hanya menyuruh Tom belajar-belajar dan belajar saja untuk mendapatkan nilai yang baik di sekolahnya.

Teman baik Tom yang bernama Chengcai, memiliki nasib yang tidak jauh berbeda dengan Tom di rumahnya. Ayahnya yang mantan napi hanya bisa memukulinya saat Chengcai tidak menuruti perintahnya dan berbuat onar di sekolah. Chengcai sangat suka beladiri, tapi Ayahnya tidak suka Chengcai mendalami hobbynya itu, dia tidak ingin Chengcai menjadi pincang sepertinya. Namun caranya melarang Chengcai membuat Chengcai menjadi pembangkang dan sangat membenci sang Ayah.

Di sekolah pun, Tom dan Chengchai, juga teman-temannya yang lain diperlakukan tidak jauh berbeda dengan di sekolah. Mereka semua selalu diomeli guru saat mendapatkan nilai yang buruk. Saat mengerjakan PR tapi salah tetap juga dimarahi. Mereka semua membenci Pak Fu, guru bahasa China mereka sebenarnya telah berusaha keras untuk membuat mereka rajin belajar, namun dengan metode yang salah sehingga anak-anak nya malah semakin malas belajar bahasa China. Mereka malah iri pada kelas Pak Hao yang selalu mendapatkan pujian walau pun kenaikan nilai mereka sangat kecil. Hmm,, rumput tetangga selalu tampak lebih hijau bukan^^

Sementara Jerry sebenarnya anak yang tidak neko-neko, karena masih SD dia belum mengerti tentang banyak hal. Saat Jerry terpilih menjadi peran utama dalam pertunjukkan di sekolahnya, Jerry dikerjai teman-temannya. Dimulai dari menjorokan Jerry saat dia dan Xiao Xi saling berhadapan hingga mereka tak sengaja kissu. Saat istirahat latihan pertunjukkan, Jerry dan Xiao Xi ditidurkan berdekatan dan saling memeluk, hingga keduanya kaget saat terbangun.

Esoknya Jerry semakin dikerjai teman-temannya dengan mengatakan bahwa Jerry akan menjadi seorang Ayah karena apa yang telah dilakukannya bersama Xiao Xi. Jerry tentu saja tidak percaya, namun teman-temannya mengingatkan apakah Jerry tidak menonton TV semalam, apa yang dilakukan tokoh utama dalam film itu hingga mereka memiliki seorang anak sama dengan apa yang dilakukan Jerry dan Xiao Xi. Dimulai dari berciuman, saling memeluk dan tidur berdampingan.

Jerry galau, setiap kali melihat Xiao Xi, dia jadi melihat Xiao Xi yang sedang hamil besar dan mengendong anak. Jerry pun mencoba bertanya pada orang-orang di rumahnya, tentang dari mana bayi berasal. Yati, pembantunya, Ommanya, Ayahnya juga ibunya, tapi jawaban mereka sama, bahwa Jerry akan tahu jika sudah waktunya nanti. Mereka tak tahu bahwa jawaban mereka sangat penting untuk Jerry.

Melihat gurunya yang sedang hamil, Akhirnya Jerry bertanya pada gurunya tentang proses terjadinya bayi. Gurunya mencoba menjelaskannya dengan halus, menggunakan istilah ‘cacing’ ayah dan ‘telur’ ibu hingga mengasilkan bayi yang akan berkembang di perut ibu. Tapi saat Jerry bertanya tentang bagaimana ‘cacing’ bisa masuk ke perut ibu, sang guru jadi kebingungan sendiri dan memutuskan pergi meninggalkan Jerry dalam rasa penasaran yang besar. Saat berbalik, Jerry bertemu dengan pria gendut dengan perut buncit, dia bertanya pada pria itu, “Apakah Perutmu juga hasil dari Cacing dan Telur?” Si pria manjawab tentu saja, perutnya ini bahkan hasil dari Ayam, sapi, babi, mie goring, roti, coklat dan minuman bersoda tiap hari. (wkwkwk,, kocak banget tuh orang^^)

Jerry pun memastikan lagi pada teman-temannya tentang kehamilan Xiao Xi, mereka berkata itulah yang diperlihatkan acara TV, bukan kan kah apa yang ada di TV tidak pernah salah (*pikiran anak SD*) Jerry pun memberitahu Xiao Xi, bahwa mungkin saja Xiao Xi hamil. Xiao Xi menangis, dia tidak ingin tubuhnya menjadi melar seperti seorang ibu yang sedang hamil yang ditunjuknya. Jerry melihat Ibu hamil yang ditawari Nanas oleh temannya, tapi dia menolak karena takut membahayakan janinnya.

Jerry pun mendapat ide bagaimana caranya menggugurkan kandungan Xiao Xi, yaitu dengan makan Nanas. Xiao Xi memakan Nanas, hingga Jerry membawanya ke klinik karena sakit perut. Dokter kaget mendengar pengakuan Jerry bahwa Xiao Xi sengaja memakan banyak Nanas agar bayinya keluar. Dan Bayi itu adalah anaknya, (Aish,, kocak banget itu pas Jerry ngomong kayak gitu) Akhirnya Orang tua Jery dan Xiao Xi datang ke rumah sakit. Saat Itu Jerry sadar jika cara menggugurkan kandungan dengan Nanas hanyalah Mitos^^

Masalah ini tentu saja membuat Orang tua Jerry dipangil dan akhirnya memarahi Jerry habis-habisan. Ujungnya, mereka menjadi bertengkar hebat hingga Ibunya minta cerai. Mereka melakukan itu di depan Jerry. Sementara Tom menguping sambil melakukan taruhan dengan pembantunya bahwa ibunya pasti akan meminta Cerai, jika mereka sedang bertengkar seperti itu.

Masalah semakin besar terjadi saat Tom tidak sengaja menabrak anak berandal dan dia tidak sempat meminta maaf, dia pun langsung di kepung para berandalan itu. Dia menelpon Chengcai yang bergegas datang menolong Tom, naasnya kejadian ini dilihat oleh Pak Fu yang melaporkan mereka ke kepala sekolah. Orang tua Tom dan Chengcai dipanggil, dan kepala sekolah memperingatkan mereka berdua untuk mendidik anak mereka baik. Kepala sekolah yang melihat sikap kasar Ayah Chengcai berkata bahwa Chengcai menjadi anak yang senang berkelahi pasti karena Ayahnya yang selalu menunjukkan sikap kasar di rumah.

Setelah insiden itu, Ayah Chengcai mulai mencoba berkomunikasi dengan anaknya. Dia membelikan tas baru seharga 20 dollar yang tidak disukai Chengcai, dan mencoba mengatakan “I Love You” pada Chengcai, namun saat melihat hasil ulangan Chengcai yang hanya 16 dari skor 100, Ayahnya mulai marah-marah lagi dan memukuli Chengcai membuat Chengcai cepat-cepat pergi dari rumah.

Keluarga Tom dan Jerry pun tidak jauh beda, setelah kedua anaknya bermasalah, mereka malah semakin menekan sang Anak. Suatu malam, ayahnya meluangkan waktunya untuk menemai Jerry dan Tom membuat PR. Saat Jerry bertanya PR matematika, Ibunya menyuruh Jerry bertanya pada ayahnya, tapi Ayahnya sedang sibuk mengerjakan materi persentasinya besok, dia melirik PR Jerry dan mencoba mengajarkannya, namun Jerry salah tangkap karena terlalu cepat. Ayah menerima telepon dari klien. Setelah selesai, Ayah berkata bahwa dia akan mendapatkan uang 500 Dollar dalam waktu satu jam saja. Tapi dia mencoba meluangkan waktunya untuk mengajarkan Jerry dan Tom, tapi mereka malah belajar dengan tidak serius.

Besoknya, Laptop Ayah rusak dan dia tidak bisa melakukan persentasi, saat Ayah sedang diomeli Atasannya, Tom datang mengantarkan Laptop Ayah yang telah dia perbaiki. Bukannya berterimakasih, Ayah malah menuduhnya yang sengaja merusakkannya semalam dan sekarang memperbaikinya karena merasa bersalah. Ayah memperingatkan Tom untuk tidak menyentuh barang-barangnya. Tom hanya bisa bengong melihat perilaku yang dia dapat dari Ayahnya, dia hanya ingin membantu, tapi Ayah malah menuduhnya yang tidak-tidak. *keegoisan Orang Tua*

Jerry meminta uang pada Ayahnya untuk membeli kartu Pokemon, tapi Ayahnya tidak memberikannya dan hanya menyuruhnya belajar, dia berjanji jika Jerry rajin belajar dan mendapatkan hasil memuaskan di sekolah, dia akan memberikan segalanya untuk Jerry, bahkan dia akan membelikan Bulan. Jerry berkomentar jika mereka tidak bisa menyimpan Bulan di rumah, ayah jadi berang dan memarahi Jerry. Bagi Orang tua Tom dan Jerry, anaknya selalu salah.

Jerry ingin Ayah dan Ibunya datang ke pertunjukan sekolahnya. Dia menjadi pemeran utama, dia ingin mereka datang, tapi dia tidak tahu bagaimana cara memberitahu Ayah dan Ibunya tentang hal ini. Ibu sangat membenci Jerry mengikuti latihan pertunjukkan karena itu menyita waktu belajarnya. Apalagi Ayah dan Ibu masih bertengkar dan saling berdiam satu sama lain. Jerry mendamaikan mereka, setelah Atmosfer antara kedua orang tuanya cukup baik, Jerry mengirim sms pada ayahnya menanyakan apakah Ayahnya bisa menonton pertunjukkannya selama satu jam saja. Ayah membalas, dia tidak bisa, kemungkinan besar dia harus pergi ke luar negeri.

Masalah besar mulai timbul, saat Sekolah Tom mengadakan razia ponsel. Pak Fu, bisa mengetahui nomor ponsel anak-anak di kelasnya hingga mereka yang membawa ponsel tidak bisa berkelit, begitu juga Tom. Naasnya, saat Tom mengeluarkan ponselnya, jatuh juga kaset dvd blue film yang membuat Pak Fu terbelalak. Teman-teman Tom bekerja sama agar Pak Fu tidak bisa mendapatkan dvd itu, meski akhirnya setelah perjuangan panjang Pak Fu berhasil mendapatkan dvd itu. Pak Fu langsung memarahi Tom, Chengcai membela Tom dengan berkata, agar Pak Fu tidak perlu pura-pura, pasti Pak Fu juga pernah menonton begituan saat muda. Pak Fu kesal dan akhirnya mencoba memukul Chengcai, tentu saja Chengcai berhasil mengelak dan melawan dengan balik memukul, Tom pun membantu Chengcai, hingga Tom dan Chengcai akhirnya mengeroyok Pak Fu dan kejadian ini di rekam serta di Foto oleh teman-teman Tom dan Chengcai. Pihak sekolah datang dan melerai mereka.

Orang tua Tom dan Chengcai di panggil. Tom diberi hukuman cambuk di depan umum dan Chengcai dikeluarkan dari sekolah karena sudah terlalu banyak melanggar aturan sekolah. Orang tua Tom dan Chengcai mencoba membujuk kepala sekolah, bahkan Ayah Tom sudah bersedia memberikan uang sumbangan dan Ayah Chengcai rela menyapu sekolah untuk menggantikan hukuman kedua anak mereka. Tapi sikap mereka malah semakin membuat Tom maupun Chengcai kecewa. Mengapa? Karena mereka tidak mau mendengarkan dulu pembelaan dari mereka.

Sayangnya kepala sekolah sama sekali tidak menggubris permohonan dari Orang tua Tom dan Chengcai. Tom di hukum cambuk di depan teman-temannya, dengan tujuan memberikan efek jera padanya juga teman-temannya. Sementara Chengcai dikeluarkan dari sekolah dan berujung dipukuli Ayahnya di rumah. Chengcai mencoba melawan, Ayahnya membentak mengapa Chengcai berani melawan dan bersikap kasar padanya. Chengcai menjawab, karena dia meniru kelakukan Sang Ayah kepadanya selama ini. Chengcai sudah 15 tahun, sampai kapan dia akan selalu dipukuli.

Dampak Psikologi yang lebih besar di derita oleh Tom, karena merasa dipermalukan di depan teman-temannya. Tom menuliskan di blognya bahwa Tom Yeo telah mati di hari dia di cambuk di depan teman-temannya. Ibunya merasa bersalah pada Tom, tapi Tom sama sekali tidak mau didekati. Dia menjadi anak yang lebih pendiam dari biasanya.

Video pemukulan yang dilakukan Pak Fu sebelum dia dikeroyok Tom dan Chengcai tersebar. Hal itu mulai menjadi kontroversi di Singapura. Ibu Tom dan Kepala sekolah memberikan opini yang bertentangan terhadap kasus yang akhirnya merambat pada hukuman pemukulan Tom di depan teman-temannya, karena itu memberikan dampak Psikologis yang berat untuk Tom.

Ibu Tom akhirnya memutuskan keluar dari pekerjaannya. Namun sikapnya terhadap kedua anaknya belum berubah, dia masih menyudutkan dan menyalahkan Tom dan Jerry saat mereka tidak menuruti perintahnya. Tom menjadi kesal dan saat bertemu Chengcai, Tom dan Chengcai didatangi oleh anak-anak berandal yang dulu memukuli Tom. Mereka menghargai bakat Chengcai yang pandai berkelahi dan mengajak Chengcai bergabung dengan mereka. Otomatis Tom pun bergabung, dia senang karena teman-teman barunya ini mengakui bakatnya sebagai blogger, meski mereka tidak mengerti tentang masalah itu. Ketua kelompok itu akhirnya memberikan tugas membuat homepage kelompok mereka padanya, Tom senang bukan kepalang.

Saat Tom sedang berkumpul dengan teman berandalnya, Ayahnya datang dan menyuruhnya pulang. Tom menolak, dia akhirnya berkelahi di jalananan. Karena polisi datang, teman-teman berandal Tom dan juga Chengcai pergi melarikan diri, sementara Tom dan Ayahnya berakhir di kantor polisi. Polisi sangat kaget, ketika mengetahui mereka adalah Ayah dan Anak, Tom bertanya pada Polisi, apakah dia boleh menuntut Ayahnya kerena telah melakukan tindak kekerasan padanya?

Sesampainya di rumah, Tom hanya menjawab, “Ah” “Oh” dan “Ehm” ketika dia ditanya oleh Ayah dan Ibunya. Nenek datang dan menyalahkan anaknya karena membuat cucunya menjadi seperti itu. Saat Nenek bertanya, Ayah pun hanya menjawab “Ah” “Oh” dan “Ehm” pantas saja Tom pun seperti itu, menurun dari Ayahnya. Nenek bilang, “So Lame” (payah). Ayah tidak mengerti maksud Ibunya itu, Nenek bilang itu bahwa gaul di antara anak-anak, pantas Ayah tidak bisa berkomunikasi dengan Anak-anaknya karena dia tidak bisa masuk ke dunia mereka.

Ayah mencoba memperbaiki hubungannya dengan Tom, dengan mengajaknya makan malam dan membelikannya Ponsel 3G, dia juga memuji pakaian yang dipakai Tom. Sepertinya Tom nampak mulai luluh, namun saat Ayah melarangnya menemui teman-teman berandalnya, Tom kembali melakukan sikap berontaknya dengan mengembalikan Ponsel 3G dari sang Ayah dan makan dengan wajah ditekuk.

Di sisi lain, Ayah Chengcai memohon pada kepala sekolah untuk kembali menerima Chengcai di sekolahnya. Tapi Kepsek bersikeras dia hanya menjalankan aturan sekolah dan akan memberikan agar Chengcai bisa diterima di sekolah lain. Ayah Chengcai pun berkeliling Singapur untuk mencari sekolah yang mau menerima Chengcai, tapi karena sikap kasar Ayahnya yang berkata dia akan memukuli Chengcai sampai mati jika Chengcai melakukan masalah di sekolah membuat tak ada sekolah yang mau menerima Chengcai.

Chengcai dan Tom semakin akrab dengan teman-teman berandalnya, mereka pun disuruh mencuri di toko elektronik. Tapi sayang aksinya ketahuan dan mereka dikejar-kejar polisi. Mereka mencoba melarikan diri namun tertangkap. Mereka memohon agar mereka tidak dimasukan ke penjara, kedua polisi itu memberi syarat, jika tidak ingin masuk penjara mereka harus menyediakan uang 2000 dolar dalam dua hari.

Jerry pun disibukkannya dengan masalahnya untuk mengumpulkan uang, dia mencoba mengambil tabungan Juniornya di Bank, tapi pihak bank tidak bisa memberikannya jika Jerry tidak didampingi oleh orang tuanya. Saat Jerry mencoba menelpon Ayahnya di warung dekat sekolahnya, Jerry melihat penjaga warung meninggalkan uangnya di meja, dan Jerry mencuri uang tersebut.

Tom yang butuh uang mulai mencari uang di rumahnya, dia malah menemukan celengan Jerry dan kaget karena adiknya punya banyak uang ketika dia membongkar celengan itu. Jerry melihat Tom membongkar celengannya, Tom meminta maaf pada Jerry dan  berkata dia butuh uang, dia ingin meminjam uang itu. Jerry galau, karena dia pun butuh uang itu. Tom mengerti, namun akhirnya Jerry meminjamkan juga uang itu pada Tom karena dia tahu Tom lebih membutuhkannya.

Masalahnya uang yang dipinjamkan Jerry masih kurang, Tom dan Chengcai tidak tahu harus kemana lagi mencari uang. Teman-teman berandalnya pun sepertinya malah tidak membantu sama sekali. Tom dan Chengcai akhirnya mengambil jalan terakhir, mereka memutuskan untuk menjambret sebuah kalung emas dari seorang nenek Tua. Saat dalam perjalanan melarikan diri mereka teringat pada cacian dan makian orang-orang tentang mereka yang tidak berguna, Tom dan Chengcai menyadari kesalahannya dan akhirnya bermaksud mengembalikan kalung sang nenek. Namun di sana sudah banyak orang yang mengetahui perbuatan jahat mereka. Walhasil meskipun mereka mengembalikan kalung tersebut dan meminta maaf pada sang Nenek orang-orang di sana tetap memukuli mereka. Bagaimana nasib Tom dan Chengcai selanjutnya???

Jerry pun dalam masalah karena pihak warung melaporkan kelakuan Jerry pada orang tuanya. Ayahnya langsung memarahi Jerry dan mencambuk telapak tangan Jerry, sambil menangis Jerry berkata dia mengambil uang itu bukan untuk membeli kartu Pokemon, dia bahkan sudah menjual sebagian kartu Pokemon dan mainannya untuk medapatkan uang, dia hanya ingin membeli 1 jam waktu Ayahnya yang seharga 500 Dollar agar bersedia datang untuk menonton pertunjukkannya. Tapi mengumpulkan uang sebanyak 500 Dollar butuh waktu bertahun-tahun, jadi mencuri adalah jalan terakhir yang bisa ditempuhnya. Ibunya menangis mendengar penuturan Jerry, dia tahu dia telah bersalah pada anak-anaknya, apalagi saat dia membaca catatan di blog pribadi Tom. Mereka sadar, merekalah yang bersalah hingga kedua anaknya menjadi seperti itu.

Akankah Kedua orang tua Tom diberi kesempatan untuk meminta maaf kepada Tom dan kembali membimbingnya ke jalan yang benar. Sementara Chengcai dan Tom masih dipukuli orang-orang, padahal mereka sudah menyadari kesalahan mereka?

Review:
Keren^^^ Meski tema yang diangkat cukup sederhana, tapi pesan yang ingin disampaikan di film ini sangat mengena terhadapku. Selama menontonnya aku berpikir apakah selama ini, aku pun bersikap seperti Pak Fu yang tidak menghargai kerja keras murid-muridku? Sekecil apapun perubahan yang mereka tunjukkan seharusnya aku bisa memuji mereka. Setiap orang butuh pujian untuk bisa lebih maju dalam hidup, jika kita hanya bisa menjugde dan melabel mereka, maka mereka tidak akan bisa maju.

Setelah menonton film ini, aku akan mencoba lebih sabar lagi menghadapi tingkah murid-muridku, dibalik kenakalan mereka pasti ada sebab yang membuat mereka menjadi seperti itu, orang tua yang sibuk bekerja dan tidak memperhatikan mereka? Label yang diberikan para guru di sekolah, juga orang-orang di sekitar mereka. Sebagai orang dewasa, kita harusnya bisa membimbing mereka kembali ke jalan yang benar, bukannya semakin menjerumuskan mereka ke dalam dunia yang salah dengan terus memberikan penilaian yang buruk terhadap mereka.

Setiap anak memiliki sisi gelap dan terang, temukanlah sisi terang mereka. Fokuslah pada bakat mereka, bukan pada kesalahan mereka. Hm~~ itu sulit,, sangat sulit,,, tapi aku akan mencobanya^^

“Kapan terakhir kali orang memujimu?”
“Kapan terkahir kali kau memuji orang lain?”
“Sudah lama bukan?”

Memberikan sanjungan, dan menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang di sekitar kita bukan lah hal yang sulit. Namun terkadang kita enggan melakukannya, mungkin sebenarnya mereka tak membutuhkan pujian dan sanjungan dari kita, tapi perhargaan yang kita berikan pada mereka akan memotivasi mereka untuk berbuat lebih baik lagi. Tidak ada salahnya kita mulai mencoba untuk memberikan pujian pada orang lain, baik itu sekedar dengan sebuah respon positif ataupun senyuman^^

Note:
-I Not Stupid Too merupakan sekuel dari film I Not Stupid produksi tahun 2002
-Film ini merupakan film kedua terlaris di Singapura setelah Money No Enough
-Film ini di nominasikan sebagai Best Asian Film dalam acara Hongkong Film Award tahun 2006, namun kalah oleh film Ridding Alone of Thousand Miles
-Versi Drama serinya di tayangkan di Singapura beberapa tahun setelahnya.
-Meskipun mendapatkan berbagai kritikan, namun respon positif terhadap film ini lebih banyak.


Written by Irfa (Facebook| TwitterBlog
Image by Irfa, google
Sumber: Wikipedia
Only Posted on Pelangidrama.net
DO NOT REPOST TO OTHER SITE!!! 

9 Responses so far.

  1. 100 Porsen Wajib di tonton!

  2. baru sadar belum lama ini ngeh pas movie ini dibahas di PDL, ternyata p copiin movie ini sekitar 2 thn an lalu, jadi semangat nontonnya kalau begitu wkwkwkkwkwkw

  3. Sedih sedih.. Ngk jaman dulu ngk jaman sekarang ortu ttp juga menilai dirinya yg paling benar. Kasian buat anak2 yang hilang kepercayaan kpd ortu.

  4. hhmm, aku sering baca cerita2 motivasi soal anak yg pingin beli waktu sang ayah supaya mereka bisa sama2 deh.. ga nyangka ternyata diselipin sbg cerita di film ini..
    bisa jadi bahan pelajaran ku dalam mendidik anak niih :D

  5. Anonim says:

    film singapura yg bener2 recomended banget! >.<
    hanya agak terganggu dg singlish-y.. #sorry#

    Quote : 'so lame' hahaha

  6. Irfaa..sukkaa sama reviewnya..
    Jadi penasaran deee sama filmnya..
    Toek:ari..minta sembakonya duonk..
    Hahahhahahahahhaahhah
    Pas komen langsung minta sembako..
    Di doramax ada gak yaaa?!
    :)

  7. yang belum nonton,, ayo di tonton filmnya,, bagus banget lho,, aku aja nyesel nunda-nunda nonton film ini, padahal dah dapet dari dua bulan yang lalu, pas nonton berasa film ini bagus banget,, agak lebay sih ya,, sederhana, tapi penyampaian pesannya dapet banget,,, Banyak adegan lucu di film ini yang nggak bisa aku ceritakan, karena baru kerasa lucunya kalo nonton langsung,, sebuah pesan penting bisa terasa lebih berkesan saat disampaikan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami^^

    @rian: setuju banget 100% wajib ditonton
    @ari: ayo ditonton Ri,, bagus kok filmnya^^
    @mba amel: iya kasian ya mbak sama anak-anak kyk mereka, untung ortuku nggak gitu, dan semoga nanti kalo jadi ortu aku juga nggak kyk gitu
    @mba niken: jangan sampe ya mba,, kinara diperlakukan seperti Tom dan Jerry,, hehehehe,,
    @anonim: hehehe iya sih,, Singlish emang rada aneh,, tapi its OK lah,, So Lame, So Cool, whatever~~
    @susan: makasih susan^^ ayo nonton,, rampok aja dari Ari,, udah lama dianggurin juga tuh film sama Ari,, hehehe

  8. ini film emang oke banget penuh dengan pelajaran,,, ada tangis dan tawa,, sip jempol sepuluh,,,

  9. Movie ini juga pernah ada di lappy-ku cuman ga sempat ditonton.. Setelah di review akhirnya minta buat nonton muncul juga.. Hehehe :D

    Heran liat orang tua mereka.. Terkadang memang begitu, orang tua lebih memaksakan kehendaknya terhadap anak. Orang tuaku pun terkadang begitu, tapi mereka ga pake kekerasan. Ada baiknya jika orang tua lebih bersabar menghadapi anaknya, mencoba mengerti apa kehendak anaknya bukan melakukan kekerasan terhadap anak.. *jadi curhat -_-*

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here