[Sinopsis K-Movie] 200 Pounds Beauty Part 2 (END)

4 comments

=Part 2=

Jenny benar-benar menemui Sang Joon. Saat itu Sang Joon baru saja selesai mandi. Sang Joon terkejut melihat kedatangan Jenny namun pada akhirnya mempersilahkan Jenny masuk dan mengajaknya makan malam bersama.
Jenny membuka pembicaraan dengan bertanya apa pendapat Sang Joon tentang wanita yang melakukan operasi plastik?
Tiba-tiba sebuah makhluk muncul, anjing kesayangan Jenny yang dulu sempat dibuangnya sebelum melakukan operasi plastik dan merubah diri dari Hanna menjadi Jenny. Jenny sontak terkejut dan bertanya-bertanya dalam pikiran kenapa anjingnya bisa berada di rumah Sang Joon?
“bukankah kamu yang sudah memberitahuku bahwa kamu tidak akan mengerti? Kamu mengatakan itu untuk mereka yang tidak percaya diri, aku pikir juga begitu” jawab Sang Joon.
Sarangha (nama anjing Hanna) menjilat wajah Jenny dan bermanja-manja pada Tuan yang entah sudah berapa lama tak dijumpainya tersebut. Jenny juga ingin sekali melakukan hal yang sama, meluapkan rasa rindunya pada anjing kesayangannya yang selalu menemaninya di kala dirinya kesepian tetapi dirinya tidak mungkin melakukannya apalagi di depan Sang Joon. (pasca Hanna membuang Sarangha, Sarangha kembali ke rumah Hanna dan disaat yang bersamaan, Sang Joon datang ke rumah Hanna untuk mencari keberadaan Hanna).
“tetapi keinginan untuk tampil cantik bukanlah hal yang buruk, lagipula laki-laki sangat menyukai wanita yang cantik” ucap Jenny. Jenny mengucapkan sebuah kalimat “Bang” dan Sarangha tiba-tiba tenang dan berbaring di sudut kaki Jenny dengan manis. Sang Joon merasa heran melihatnya namun memilih mengabaikannya.
“kenapa kemudian mereka menyembunyikannya? Mereka benci berterus terang, pertimbangan yang salah. Dapatkah kamu melihat? Itu makanya kamu bertahan di bisnis ini” jawab Sang Joon.
Di perjalanan pulang
Sang Joon mengantar Jenny pulang. Jenny menatap kosong ke kaca jendela mobil, pikirannya benar-benar sedih. Sang Joon membenci wanita yang melakukan operasi plastik dan dia tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada kekasihnya kelak.
Jenny berjalan gontai menuju rumahnya. Dari kejauhan Sang Joon mengucapkan selamat tinggal dan meminta Jenny untuk tetap semangat. Tiba-tiba, Sang Joon berteriak memanggil nama Jenny dan berlari menuju sebuah mobil.
Seorang stalker/fans Jenny diam-diam mengabadikan dan mendokumentasikan keseharian Jenny. Dia adalah pengantar Jajangmyeon yang pernah terjatuh karena terpana dengan kecantikan Jenny.

Sang Joon memarahi dan bahkan menjorokkan tubuh pengantar Jajangmyeon tersebut ke pagar besi seolah-olah dirinya sudah melakukan kesalahan yang teramat besar. Jenny yang sedaritadi hanya diam segera menarik Sang Joon menjauh.
“Tunggu jangan terlalu kasar, berikan dia waktu… dia melakukannya hanya karena menyukaiku. Apa masalahnya? Apa yang dilakukan seseorang disaat semua orang mampu melakukannya… hanya bisa memperhatikan dari jauh? Apa kamu pernah merasakannya? Tidak mampu mengungkapkan cinta” teriak Jenny sedih.
“bagaimana kamu tahu perasaanku?” Tanya ahjussi pengantar Jajangmyeon pada Jenny yang sibuk memarahi Sang Joon.
“ini yang harusnya kamu katakan” jawab Jenny dan memilih pergi meninggalkan 2 orang yang memandangnya dengan tatapan bingung…
Keesokan harinya
Jenny terlihat berada di koridor rumah sakit, memperhatikan Ayahnya dari kejauhan yang sedang menyuapi dirinya sendiri. Rasa rindu dan teramat sangat sedang dirasakan Jenny dan sekaranglah saat yang tepat untuk menemui Ayahnya sebagai pribadi yang baru. Sayang niat tersebut batal, karena disaat yang bersamaan Ammy muncul.
Untuk menjadi seseorang yang baru kamu harus melupakan dirimu sendiri, masa lalumu, kenangan, hapus semuanya.

Jenny membakar semua foto-foto dirinya sewaktu masih menjadi Hanna.
Latihan vocal pun dijalani dengan serius begitupun dengan latihan di Gym.
Jenny mengagumi sosok dirinya di cermin, cantik dan sexy. Samar-samar Jenny mendengar suara seseorang yang sedang berlatih menyanyi. Ya, Ammy sedang latihan vocal, sayang suara yang dihasilkannya sangat parau dan tak terdengar merdu sama sekali.

Jenny menyarankan Ammy untuk latihan menyanyi di sauna
“lakukan apa yang kamu mampu, kamu akan terlihat bagus jika melakukan apa yang kamu inginkan. Ayahku berkata ‘Hanya Tuhan yang mampu melakukan segalanya, kita manusia mempunyai kemampuan yang terbatas”. Ammy terdiam dan merenung sambil menatap punggung Jenny yang berjalan di depannya. Kalimat yang diucapkan Jenny, Ammy pernah mendengarnya… Ya, kalimat itu sering diucapkan Ayah Hanna setiap kali Ammy mengunjunginya untuk mencari tahu keberadaan Hanna.

Teror mulai menghantui Jenny. Van yang sering digunakannya dicoreti oleh orang tak dikenal  
“Kamu itu palsu”.
Jenny mengemudikan mobilnya seperti orang gila. Baru saja dirinya menerima kabar jika sahabatnya Jung Min dilarikan ke rumah sakit karena mengkonsumsi 30 pil tidur sekaligus. Beruntung Jung Min tak mengalami hal serius.
Jenny mencari kartu nama yang pernah ditemukannya pada kantong baju. Tatapan Jenny terlihat penuh kebencian, dirinya tidak terima jika temannya mendapat perlakuan seperti ini. Dicampakkan oleh seorang pria hanya karena sosok mereka tidak sempurna.
“apakah kamu mencampakkannya karena kamu mencintainya? Kenapa begitu cepat? Harusnya kamu menunggu apa yang bisa dilakukan Home Sauna (Jung Min baru saja membelinya, sepertinya dia ingin seperti Jenny). Apakah kamu memberitahunya untuk tidak diet? Aku akan samgat kecewa jika kamu menurunkan berat badan? Kenapa kamu tidak bisa jadi pria sejati dan katakan yang sebenarnya. Jika kamu mencintainya kenapa kamu mencampakkannya”. Jenny sedang berada di dalam lift bersama pacar Jung Min. Jenny tahu seberapa besar rasa sakit hati yang dialami sahabatnya tersebut. Pukulan demi pukulan diberikan Jenny dengan segenap kekuatan yang dimilikinya.
Pintu lift terbuka. Sang joon orang pertama yang melihat aksi Jenny segera masuk ke dalam lift dan menekan tombol agar lift segera menutup kembali, sebelum orang lain melihat dan akan membahayakan bagi karir Jenny ke depannya. Sang joon terlihat khawatir dengan kondisi Jenny dan memberikan bogem mentah kepada pacar Jung Min. Sang joon meminta pacar Jung Min untuk menutup mulut dan memberikannya uang.
Sang joon dan Jenny berlarian menuju tempat konser. Tidak ada waktu lagi untuk berganti kostum dan yang terpenting semua orang akan melihat Jenny dari suara dan bukan pada penampilannya, hemmmm…. Let see

Jenny merasa risih dengan tatapan semua orang yang berada di bawah panggung yang memandanginya dengan tatapan aneh karena pakaiannya yang terlihat sedikit lusuh dan tatanan rambutnya yang sedikit awut-awutan. Music mulai terdengar dan Jenny mulai bernyanyi. Sesekali Jenny berbalik ke belakang dan meminta bantuan dari Sang Joon namun Sang Joon bingung hendak berbuat apa.
Jenny tetap focus bernyanyi dan tepat saat reff semua tatapan aneh penonton berubah menjadi tatapan kagum. Suara Jenny sangat bagus dan mampu menyihir semua yang hadir termasuk Sang Joon dan rival Sang Joon.

Jenny mendadak berubah menjadi bintang, semua menyorakkan namanya dan Jenny mendadak menjadi bintang bersinar. Tetapi terror tetap saja mengiri perjalanan karirnya
“Kamu Palsu”.

Hubungannya dengan Sang Joon pun semakin dekat.

Hakuna Matata, symbol afrika yang akan mengabulkan permintaanku
Jenny menggambar symbol Hakuna Matat di kaca jendela studio saat Sang Joon tidur terlelap dan disaat Jenny yang gantian tertidur di sofa, symbol tersebut tanpa sengaja dilihat Sang Joon.
Sang Joon bergegas membongkar semua file mencari note lagu yang pernah diberikannya kepada Hanna dulu. Tatapan Sang Joon terhenti saat pandangannya menangkap gambar aneh yang pernah dibuat Hanna. Kilatan peristiwa bersama dengan Jenny dan Hanna menari-nari di kepala Sang Joon. Jenny yang selama ini dikenalnya dan mulai dicintainya ternyata adalah Hanna.
Pesta Launching album Jenny
Acara launching album Jenny digelar. Jenny berusaha menikmati pesta meskipun hatinya bertanya-tanya kenapa Sang Joon menjauhinya? Tiba-tiba Ammy muncul dan mengatakan seorang penggemar ingin bertemu dengan Jenny.

Jenny terdiam, tidak tahu harus berbuat apa. Ayahnya sekarang berdiri di hadapannya dan berusaha ingin memberikan boneka Barbie kepada Jenny. Boneka yang selama ini selalu dibawanya kemana-mana disaat Hanna putrinya tidak ada.
Tatapan Sang Joon dan Jung Min membuat Jenny semakin tidak tenang dan tanpa sengaja bahkan mungkin sengaja menampis boneka Barbie dari tangan Ayahnya hingga terjatuh ke lantai.
Sang Joon segera menghampiri Jenny dan menarik Ayah menjauhi Jenny hingga Ayah terjatuh. Sang Joon berbalik menghadap Jenny.
“apa kamu mengenalnya?” Tanya Sang Joon dan dijawab Jenny
“hanya…. Seorang fans”. Jung Min yang mendengarnya menjadi kesal dan berusaha membantu Ayah berdiri.
“siapa yang membawanya? Kamu? Bawa dia pulang” ucap Sang Joon menuduh Ammy dan segera berlalu pergi.
Di studio
Sang Joon kembali menatap symbol Hakuna Matata dan tiba-tiba seseorang muncul. Jenny mendekati Sang Joon dan berusaha menjelaskan siapa pria tadi.
“aku tahu dia adalah fansmu, berhentilah Kang Hanna” ucap Sang Joon tiba-tiba
“kamu memanggilku apa?” ucap Hanna terkesiap dan seketika menatap Sang Joon yang hanya menatap lurus ke depan
“tenang, tidak ada yang mengetahuinya, akupun tidak tahu” lanjut Sang Joon
“darimana kamu mengetahuinya?” tanya Jenny berusaha tenang meskipun matanya sudah berkaca-kaca
“apakah penting? Kamu adalah Jenny sekarang dan besok konser pertama Jenny”
“bagaimana kamu tahu dia adalah ayahku?” tanya Jenny lagi
“aku memberikan Hanna dan Jenny kesempatan”
Jenny mulai menangis. Air mata yang sedaritadi ditahannya ahirnya tumpah jua.
“menakutkan, aku hanyalah sebuah produk dan Hanna tidak bernilai dan Jenny sangat berharga, iya kan? Karena kamu… soal aku membohongimu itu sangatlah sulit, sekarang aku bisa mengetahui kalau aku ini orang bodoh. Kenapa kamu mengambil anjingku? Sebagai sandera?” ucap Jenny mencecar
“cukup” teriak Sang Joon
“kamu jijik padaku karena aku operasi plastic jadi kamu menghindariku. Aku akan konser, aku akan membuatnya menjadi hebat tetapi buang ini… ini jijik dan terlihat sangat menakutkan” ucap Jenny dan berbalik melepaskan semua poster gambar dirinya di dinding dan melemparkan semua dvd album dirinya hingga menyebabkan tangannya terluka dan berdarah. Sang Joon bergegas memberikan tissue kepada Jenny untuk menghentikan pendarahannya.
“tidak apa-apa, ini tidak apa-apa dibandingkan semua hal yang sudah kulalui. Aku memotong tulang dan kulitku, berbaring di atas meja operasi… kamu tahu darimana aku mendapatkan pemikiran itu? Aku tidak pernah tahu, aku pikir itu sakit? Tapi ini lebih buruk” ucap Jenny. Tangisnya semakin keras, Jenny pun memutuskan pergi namun Sang Joon menahannya.
“kamu membuat hatiku hancur dan tissue tidak mampu memperbaikinya” ucap Jenny.

Jenny menemui Dokter untuk mengobati luka di tangannya. Dokter meminta Jenny untuk berhati-hati dan mengobati sendiri lukanya karena ini sangatlah sederhana. Jenny memberikan tiket konser kepada Dokter tetapi hal yang sebenarnya diinginkan dokter adalah uang.
Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga dan serapat apapun menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga. Seseorang mengirimkan foto Jenny di masa lalu, ya foto Jenny sewaktu menjadi Hanna.
Direktur perusahaan tempat Hanna bernaung meminta Sang Joon untuk mundur dan membatalkan konser. Saking marahnya Direktur menyiram air ke wajah Hanna. Sang Joon tak bisa mundur, tidak semudah itu. Konser tetap harus dilaksanakan apapun yang terjadi dan Sang Joon akan bertanggung jawab untuk semuanya. Sang Joon bahkan melukai tangannya dengan pecahan gelas karena emosi melihat sikap Direktur yang hanya ingin senangnya saja.
Sang Joon mengajak Jenny ke tempat konser. Dari kejauhan Jenny melihat sosok Ayahnya dan juga Jung Min.
Jenny menyusul Jung Min ke toilet dan meminta maaf atas sikapnya semalam yang sudah membuat Jung Min susah. Namun bukannya mendapat maaf, Jung Min malah mengatakan jika kehadiran Ahjussi mengganggu, Jenny cukup bilang dan Jung Min akan segera membawa Ahjussi pergi.

Konser segera dimulai
Para penonton sudah berada di posisi masing-masing. Nama Jenny terus diteriakkan tetapi Jenny belum jua muncul.Jenny merasa takut dan enggan untuk melakukan konser. Perasaannya bercampur aduk antara Ayah dan karirnya.
“tidakkah kamu mengerti? Ini bukan untukku ataupun Ammy, ini acaramu, jadi kamu harus melakukannya. Bukan untuk orang lain, tapi untukmu sendiri” ucap Sang Joon berusaha meyakinkan Jenny.
Musik terdengar dan lighting dipadamkan. Dari bawah panggung muncul sosok Jenny dan diantara deretan para penonton, Ayah duduk disana tentu saja dengan boneka barbienya. Ayah tersenyum melihat putri kesayangannya berdiri di atas panggung yang megah seperti keinginannya selama ini. Tidak ada rasa dendam ataupun benci karena Jenny tidak mengakuinya sebagai Ayah, yang tergambar di wajah Ayah hanyalah raut kebahagiaan.

Ayah bergerak maju ke depan dan berucap “Yeobo”. Ayah menari di deretan terdepan dan membuat para penjaga bergegas menariknya pergi. Jenny tiba-tiba berteriak “Hentikan”.

Teriakan penonton mendadak terhenti yang terdengar hanyalah suara Jenny
“aku tidak bisa melakukannya, aku betul-betul tidak bisa. Maafkan aku, aku sangat menyesal. Aku bukanlah Jenny, aku Hanna…. Kang Hanna. Aku adalah wanita yang jelek dan gendut, jadi aku bersembunyi dan menyanyi untuk orang lain, kemudian aku operasi plastik dari ujung rambut sampai ujung kaki, semuanya (bisik-bisik mulai terdengar, semua penonton tidak percaya dengan apa yang didengarnya) . sekarang aku bisa seperti ini, bisa menyanyi, jatuh cinta… aku sangat bahagia menjadi Jenny tetapi maafkan aku, aku telah merusaknya. Aku meninggalkan temanku, ayah dan diriku sendiri. Aku tidak tahu siapa diriku lagi, aku tidak bisa mengingat lagi aku dulu bagaimana, aku tidak bisa, aku merindukanmu Hanna”.
Banyak yang merasa iba dan ikut menangis bersama dengan pengakuan Hanna. Sang Joon yang berada di balik layar dan Jung Min yang memilih berada di belakang panggung pun merasakan hal yang sama. Mereka tersenyum karena Jenny telah memilih jalan yang benar, JUJUR.
Video penampilan pertama Hanna diputar di depan khalayak ramai
“Hanna itulah aku, Kang Hanna”

Pengantar Jajangmyeon yang juga stalker Hanna dan berada di barisan penonton tiba-tiba berucap “gwaenchana” dan entah mengapa kalimat itu seolah menyebar ke penonton lain dan akhirnya bergema di seluruh gedung.
“Jenny tidak disini, tetapi jika kamu ingin mendengarkan Hanna si gendut dan jelek bernyanyi tolong dengarkan nyanyianku untuk semuanya” ucap Jenny terisak
Hanna mulai bernyanyi di sela-sela isak tangisnya. Tiba-tiba terdengar suara yang ikut bernyanyi bersamanya, suara Jung Min sahabatnya. Hanna semakin terisak dan berjalan menuruni panggung menemui Ayahnya dan memeluknya.
Anak Direktur, Direktur dan Dokter Jenny. Mereka terharu melihat pengakuan dan keberanian Jenny

Pengakuan mengejutkan, bahwa ternyata Jenny adalah palsu

Jenny tidak melakukan yang demikian sepenuhnya tapi Hannalah yang melakukannya. Penggemarnya bertambah dan yang tidak menyukainya juga. Aku pikir dia tidak menyukaiku lagi. Aku tidak mau mengakuinya tapi orang-orang mengatakan sekarang aku yang menyukainya-Sang Joon

Album Jenny ditarik dari pasaran begitupun dengan poster-poster yang memuat wajahnya. Bukan berarti tidak laku tetapi karena ingin diganti dengan album yang tertera dengan nama Hanna^^. Bukannya meredup, Hanna justru semakin bersinar.
Sang Joon semakin menyukai Hanna dan dirinya sendiri tidak mengetahui hal apa yang membuatnya menyukai sosok gadis yang lugu dan lemah tersebut.
Hanna dan Jung Min kembali akur dan....
bagi Sang Joon tidak perduli Hanna ataupun Jenny yang pastinya Sang Joon sudah jatuh cinta.

Konser Hanna berlangsung meriah
Hanna melakukan kebiasaan lamanya, menemani Ayahnya berdansa
Dan Dokter kita, pasiennya mendadak membludak dan salah satu pasiennya adalah Jung Min.

Selesai^^

Ya, kadang kejujuran itu sangatlah sulit apalagi untuk mengakui kesalahan kita di depan umum. Tetapi kejujuran walaupun menyakitkan setidaknya itu jauh lebih baik dibandingkan dengan hidup dibalik kebohongan yang semakin hari semakin besar. Salut dengan film ini, daebak (menjelang ending aku nggak berhenti nangis T^T).

Just Be Your Self, syukuri apa yang sudah dianugerahkan Allah kepadamu
Sampai jumpa di sinopsis Korean Movie selanjutnya (Hemmmm, buat apa lagi ya???)


Written & Image : Dewi Rf [Blog]
Posted Only : Pelangidrama.net
DON'T REPOST TO OTHER SITE!!!!!!!!!!
HARGAI KERJA KERAS PENULIS

4 Responses so far.

  1. Aku juga sedih pas di ending, sepet sebel sama jenny yang gak nagkui ayahnya :'(

    Makasih wi sinopsisnya...

  2. Uyul says:

    K movie favoritku bgt *maria...ave maria XD
    wi buat recap A Werewolf Boy dong

  3. Anonim says:

    Makasih sinopnya...akhirnya happy ending^^

  4. Anonim says:

    Terima kasih sinopsisnya ... baru baca sekarang gak tahunya endingnya mengharukan ... kangen bapak deh .... hu hu

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here