[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 8

3 comments
=Sinopsis Full House Take 2 Episode 8=
~Mantan kekasih~

=Part 1=

Kemunculan Se Ryeong di Full House membuat seisi Full House heboh tak terkecuali Tae Ik dan Kang Hwi.
Di ruang bawah tanah
Man Ok menjelaskan bagaimana Se Ryeong memeluk Tae Ik dan sikap manjanya kepada Tae Ik. Kang Hwi sepertinya tidak tertarik dengan sikap Se Ryeong yang lebih dikhawatirkannya adalah perasaan Tae Ik karena Se Ryeong adalah cinta pertama Tae Ik.
Cinta pertama Tae Ik? Ekspresi wajah Man Ok seketika berubah. Man Ok memilih mengalihkan pembicaraan dan sikap Man Ok tidak disadari Kang Hwi… Apa mungkin Man Ok cemburu?

Tae Ik terlihat sangat tidak menyukai kehadiran Se Ryeong di rumahnya. Rasa ingin tahunya tentang kehidupan pribadi Tae Ik selama kepergiannya membuat Tae Ik meradang. Tae Ik meminta Se Ryeong untuk pergi tapi Se Ryeong malah berkata jika dia akan tinggal di Full House sampai renovasi bangunan utama Full House selesai. Se Ryeong sudah menandatangani kontrak dengan U Entertainment.
Tae Ik memutuskan keluar mencoba menghilangkan rasa kesalnya karena kehadiran gadis yang sangat tidak ingin dilihatnya lagi. Tae Ik bahkan mengabaikan pertanyaan Man Ok yang bertanya ingin kemana dirinya?
Tae Ik terus saja mengemudikan mobilnya tanpa arah dan tujuan yang jelas. Bayangan pengkhianatan Se Ryeong dan juga Kang Hwi sahabatnya kembali berkelebat di kepalanya. Keputusan Se Ryeong untuk meninggalkan dirinya dan juga Full House tanpa pernah memikirkan perasaannya

=flashback=
Se Ryeong menarik kopernya. Keputusannya untuk meninggalkan Full House dan Tae Ik sudah bulat, apalagi Tae Ik semalam sudah melihatnya bersama dengan Kang Hwi jadi tidak ada alasan bagi Tae Ik untuk menahannya lagi.
“mengapa kamu membuatku menjadi begitu menyedihkan? Kamu mengatakan akan membiarkanku hidup seperti Ratu, jadi apa ini? Apa semua ini, hanya rumah dan rumah. Apakah rumah ini jauh lebih penting dariku? Aku benar-benar benci dengan semuanya… semoga sukses dan dapatkanlah banyak uang untuk membeli kembali rumah ini lalu aku akan memikirkannya kemudian” ucap Se Ryeong
=flashback end=

Setelah semua yang sudah dilakukan Se Ryeong, membuat luka di hati Tae Ik dan di saat Tae Ik sudah bisa menyembuhkan luka di hatinya, Se Ryeong kembali muncul dan membuka kembali memori lama. Arrrhhhh, Jinja…
Man Ok membantu mengganti perban yang membebat kaki Kang Hwi. Kang Hwi mulai bercerita jika renovasi ruang utama sudah selesai dan kakinya tidak sakit lagi, dirinya akan bergegas menemukan tape recorder dan membantu Man Ok keluar dari semua masalah ini. Bukannya mendengarkan cerita Kang Hwi, Man Ok malah sibuk dengan Hpnya. Man Ok menjelaskan jika Tae Ik sama sekali belum pulang dan dia tidak mengangkat telepon. Kekhawatiran jelas tergambar di wajah Man Ok dan hal tersebut membuat Kang Hwi menjadi iri. Tae Ik bukanlah anak-anak lagi yang masih harus diperhatikan.

Man Ok memilih jalan-jalan keluar menghirup udara bebas. Tanpa sengaja pandangannya menangkap sebuah benda yang sangat familiar, mobil Tae Ik…itu artinya Tae Ik sudah pulang. Man Ok berlarian ke dalam rumah tetapi yang ada di ruang tamu hanya Se Ryeong…
Se Ryeong mengatakan jika Tae Ik tidak akan pulang sebelum dirinya tertidur. Dia sebenarnya senang melihat kedatangan Se Ryeong tapi sedang berpura-pura. Pede amat ya.

Man Ok kembali mencari Tae Ik dan langkah kakinya membawanya mendekat ke mobil Tae Ik. Man Ok mencoba menghubungi Hp Tae Ik tapi sayangnya Hp Tae Ik sengaja ditinggal di dalam mobil. Man Ok kembali berjalan dan kali ini dirinya berhasil menemukan sosok Tae Ik yang sedang duduk di ayunan. Man Ok berusaha membuat wajahnya terlihat ceria dan mendekat menyapa Tae Ik yang hanya melihat sesaat ke arah Man Ok dan kembali menunduk. Man Ok meminta Tae Ik untuk masuk tapi Tae Ik menolak karena Se Ryeong masih ada di dalam. Man Ok memakluminya dan berusaha menghibur Tae Ik dengan tendangan revitalisasinya.
Bukannya berhasil melakukan tendangan revitalisasi, Man Ok justru membuat hati Tae Ik semakin galau. Tae Ik dengan sigap menangkap Man Ok yang hampir saja terjatuh karena tindakan cerobohnya. Kedekatan mereka yang sangat, sangat dekat membuat jantung Tae Ik berdetak keras. Tae Ik tersadar ketika Man Ok mengatakan jika Tae Ik sangat reflex. Tae Ik membangunkan Man Ok dan bergegas berlalu pergi.
Keesokan harinya
Man Ok telah selesai menyiapkan sarapan. Tae Ik yang baru saja turun dari lantai 2 kembali mengingat kejadian semalam saat menyadari kehadiran Man Ok. Tae Ik segera menepis semua kejadian semalam dari ingatannya dan bergegas ke meja makan. Berselang beberapa menit kemudian Se Ryeong muncul dan ikut bergabung
Se Ryeong mulai menanyai Man Ok apa dia tunangan Tae Ik dan dijawab iya. Se Ryeong meminta Man Ok untuk mengambilkannya makanan, setelah itu kembali melanjutkan obrolannya dengan Man Ok. Tae Ik yang duduk persis di hadapan Se Ryeong hanya duduk diam dan tak berniat untuk ikut ambil bagian namun perkataan Se Ryeong seketika membuat selera makan Tae Ik hilang… Se Ryeong membahas tentang kiss antara Tae Ik dan Man Ok yang tak pernah mereka lakukan selama mereka berpacaran.
Tingkah laku Se Ryeong bak Nyonya di Full House membuat Man Ok sedikit kesal terlebih karena Se Ryeong lebih memilih duduk di ruang tamu daripada beristirahat di kamar. Man Ok bingung dengan apa yang harus dilakukannya lagi, sebenarnya Kang Hwi ingin sekali ke kamar mandi tetapi karena Se Ryeong semuanya jadi terasa sulit.

Kang Hwi hanya bisa berdiri di balik pintu gudang bawah tanah menunggu kode dari Man Ok saat yang tepat dirinya bisa ke kamar mandi. Tingkah Man Ok yang gelisah membuat Se Ryoeng bertanya-tanya dan membuat Man Ok terpaksa berbohong jika dirinya sedang memikirkan kucing yang ditaruhnya di ruang bawah tanah, sudah saatnya chaton makan siang.
Wajah Se Ryeong seketika ceria mendengar kata kucing, dirinya sangat menyukai kucing… Se Ryeong bangkit dari duduknya dan bergegas menuju ruang bawah tanah namun apa yang terjadi, bukannya kucing yang ditemukannya tetapi Kang Hwi yang terjatuh tepat di hadapannya.
Tae Ik yang turun untuk menemui Man Ok guna memberikannya kaset terapi penyakit tidur sambil berjalan terkejut ketika menyadari kehadiran Kang Hwi, rekan satu timnya yang selama ini selalu dicarinya. Tae Ik disusul Se Ryeong bergerak menuju ruang bawah tanah. Mimik wajah tak percaya ditunjukkan Tae Ik, jadi selama ini Kang Hwi tinggal di Full House. Se Ryeong, sama seperti Tae Ik tak kalah terkejutnya… pasca scandal yang menimpanya ternyata Kang Hwi menetap di ruang bawah tanah Full House dan fakta yang mengejutkan, Man Ok yang notabene tunangan Tae Ik ikut ambil andil dalam persembunyian Kang hwi. Daebak…
Kang Hwi memberi penjelasan kepada Tae Ik jika ada sesuatu hal yang harus ditemukannya dan dirinya berjanji akan segera pergi jika benda tersebut sudah ditemukan. Kang Hwi tak ingin apa-apa, Kang Hwi hanya ingin membuktikan jika dirinya tidak bersalah hanya itu saja… Kang Hwi meminta kelonggaran kepada Tae Ik mengingat mereka pernah bersama selama 5 tahun sebagai duo, setidaknya Tae Ik bisa bersifat loyalitas…

Tae Ik terdiam dan merenung sambil memperhatikan kondisi Kang Hwi dan ruang bawah tanah yang selama ini ditempatinya.
“Jika kamu tertangkap LJ, kamu tahu itu adalah akhir bukan? Apapun itu, cepat temukan dan tinggalkan rumah ini dalam waktu satu minggu… Jin Se Ryeong jika kamu tetap ingin tinggal di rumah ini akan lebih baik jika kamu menjaga mulutmu, jika tidak kamu adalah orang pertama yang akan pergi” ucap Tae Ik pada Kang Hwi dan Se Ryeong.
Kekesalan bercampur amarah sedang dirasakan Tae Ik. Kang Hwi dan Man Ok membohonginya dengan semua kebohongan yang mereka ciptakan.
Tae Ik menangkap sesuatu di layar cctv. Man Ok tengah berdiri di depan kamarnya dan terlihat sangat sedih (Man Ok merasa bersalah). Tae Ik menyentuh layar computer di hadapannya dan terlihat sedih dan tak tega melihat keadaan Man Ok.
Direktur Lee bertemu dengan Tae Ik untuk membahas proses rekaman album solo Tae Ik. Tae Ik menolak dan belum ingin memikirkan hal tersebut. Tiba-tiba Tae Ik mengungkit masalah Kang Hwi dan membuat Direktur Lee sedikit kesal dan meminta untuk tak membahas Kang Hwi lagi. Tae Ik juga membahas masalah Se Ryeong dan status tempat tinggalnya yang menetap di Full House, kediaman Tae Ik. Tae Ik tidak terima apalagi Direktur Lee tak meminta persetujuannya dan mempersilahkan Se Ryeong untuk tinggal di Full House.
Sepeninggal Tae Ik, gantian Se Ryeong yang berbicara dengan Direktur Lee. Mereka membahas masalah acara yang harus dihadiri Se Ryeong karena dapat semakin menaikkan popularitasnya. Se Ryeong setuju asalkan dia datang bersama Tae Ik tetapi sepertinya bukanlah hal yang mudah untuk melakukan hal tersebut tapi Direktur Lee akan mencobanya.
Man Ok kelelahan melakukan pekerjaan rumah sepanjang hari. Sms dari Kang Hwi yang meminta Man Ok ke ruang bawah tanah, Tae Ik yang menanyakan dimana pelembab wajahnya yang mahal serta Se Ryeong yang memintanya membersihkan kamar mandi membuat Man Ok semakin meradang. Tapi tiba-tiba Man Ok mendapat ide segar.
Tae Ik baru saja membersihkan kamarnya dan berjalan ke luar Full House untuk membuang sampah. Kejadian dihadapannya membuatnya seketika terkejut. Man Ok sedang mengacak-acak kebun bunganya dan mengatakan jika dirinya ingin membuat kebun sayuran karena Tae Ik sangat menyukai makan sayuran organic. Man Ok mulai menjelaskan jika mereka memiliki kebun sendiri biaya makanan dapat diminimalisir dan artinya uang yang keluar untuk biaya makan Tae Ik akan berkurang… Tae Ik terlihat berpikir seolah membenarkan perkataan Man Ok barusan.. Man Ok tak tinggal diam dan berpura-pura punggungnya tiba-tiba sakit dan meminta Tae Ik untuk melanjutkan pekerjaannya.
Se Ryeong mencari Tae Ik ke kamarnya tapi Tae Ik tak berada di sana
Se Ryeong duduk di tempat tidur Tae Ik sambil menatap foto keluarga Tae Ik yang terletak di atas meja

=flashback=
Tae Ik melarang Se Ryeong menyentuh pigura foto di atas meja.
“kenapa? Apa yang kamu sembunyikan di sana?” tanya Se Ryeong dan berusaha merebut pigura foto dari Tae Ik
“bukan apa-apa” ucap Tae Ik dan berusaha menjauhkan pigura dari Se Ryeong namun pada akhirnya Se Ryeong berhasil merebutnya.
“apa yang kamu sembunyikan” ucap Se Ryeong dan mendapati foto Tae Ik dan keluarganya. “kenapa kamu menyembunyikannya di sini?”
“karena itu sangat berharga” jawab Tae Ik tersenyum
=flashbcak end=

Se Ryeong membalik pigura foto Tae Ik. Dulu pigura foto tersebut diisi foto dirinya, Tae Ik dan Kang Hwi. Se Ryeong tersenyum dan bergumam “kebiasaannya masih sama”.
Kembali ke Tae Ik dan Man Ok
Tae Ik terlihat senang dan semangat melakukan pekerjaan berkebun. Man Ok memanfaatkan situasi ini untuk meminta maaf karena sudah membohonginya tentang Kang Hwi. Tae Ik hanya terdiam dan bertanya bagaimana tentang kebiasaan Man Ok tidur sambil berjalan. Man Ok tertawa dan mengatakan jika dia sama sekali tidak seperti itu dan membuat Tae Ik tersenyum senang ketika mengingat kejadian di Hutan tempo hari (episode 4).
Se Ryeong kembali membuat Tae Ik kesal dengan keputusannya untuk membeli perabotan baru dan meletakkannya di lantai 2. Man Ok menceritakan hal tersebut kepada Kang Hwi dan Kang Hwi berucap jika Se Ryeong selalu berbuat seenaknya dan sesuai keinginannya dan Kang Hwi sama sekali tidak menyukai orang seperti itu, seperti semangka… Hijau di luar tetapi merah di dalam.
Orang yang disukai Kang Hwi adalah seperti Man Ok, putih di luar dan putih di dalam. Kang Hwi memakaikan syal miliknya kepada Man Ok. Mereka berdua bernyanyi bersama.
Tiba-tiba Kang Hwi mencium hidung Man Ok dan membuat Man Ok terkejut dan terdiam seketika.

=Part 2=
Man Ok tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah. Tindakan Kang Hwi secara tiba-tiba yang mencium hidungnya membuat Man Ok menjadi salah tingkah.
Sebuah suara memanggil Man Ok, dia Tae Ik. Tae Ik meminta Man Ok untuk melanjutkan pekerjaan berkebun karena Man Ok lah yang memulai semua ini jadi dia juga yang harus menyelesaikannya. (setidaknya Man Ok sudah mengerjai Tae Ik, hehehe).
Se Ryeong menelepon Direktur Lee dan mengatakan ada seseorang yang ingin bertemu dengannya, seseorang yang akan menguatkan posisi Direktur Lee.
Direktur Lee terlihat menemui seorang wanita cantik berusia 30 tahun.. Wanita yang diketahui bernama Hwa Ming dan berkewarganegaraan Cina. Tujuan pertemuan kali ini adalah Hwa Ming ingin berinvestasi di U Entertainment dengan syarat Kang Hwi harus kembali ke dunia hiburan Korea. Direktur Lee merasa aneh, kenapa Kang Hwi? Hwa Ming akan mengeluarkan produk terbaru dan dia ingin Kang Hwi menjadi brandnya karena baginya Kang Hwi adalah inspirasinya…

Direktur Lee memerintahkan asistennya untuk segera menemukan Kang Hwi bagaimanapun caranya… Direktur Lee menerima syarat Hwa Ming karena tawaran investasi yang ditawarkan Hwa Ming bukanlah nominal kecil.
Sementara itu Kang Hwi sendiri berusaha mencari rekaman yang memuat percakapan antara Direktur Lee dan Jay… Pembangunan gedung utama menyulitkan Kang Hwi, jalan-jalan rahasia yang diketahuinya tanpa sengaja tertutup… Kang Hwi memilih kembali ke ruang bawah tanah, tempat istirahatnya sementara waktu.
Di sana Kang Hwi menemukan sosok Se Ryeong sedang duduk sambil memeluk Chaton dan membuat Kang Hwi menjadi sedikit kesal melihatnya. Se Ryeong bertanya apa Kang Hwi mengenal Hwa Ming dan membuat Kang Hwi sedikit terkejut. Se Ryeong bercerita jika Hwa Ming sedang berada di Korea dan dirinya bisa membantu Kang Hwi untuk mengembalikan popularitasnya dengan mempertemukan Kang Hwi dan Hwa Ming.
Kang Hwi tentu saja menolak namun Se Ryeong berucap jika dirinya tidak suka keberadaan Kang Hwi di Full House… Se Ryeong juga tidak terlalu mengkhawatirkan kehadiran Man Ok begitu Kang Hwi mengungkit jika Man Ok dan Tae Ik sekarang bertunangan. Se Ryeong juga mengingatkan Kang Hwi untuk pergi secepat mungkin karena dirinya tidak tahu sampai kapan bibirnya akan terus terkunci…
“kamu masih sama Jin Se Ryeong, tapi dimana dia mengenal Hwa Ming?” gumam Kang Hwi selepas kepergian Se Ryeong.
Keesokan harinya
Di meja makan, Kang Hwi dan Tae Ik bertengkar… yang menjadi bahan pertengkaran mereka adalah masalah makanan (mereka berdua berebut makanan),ckckck. Man Ok yang melihatnya memberi peringatan jika mereka terus bertengkar dan tak ingin makan sekarang, tidak ada jatah makan lagi untuk sebentar. Se Ryeong ikut-ikutan membuat Man Ok kesal dengan mempermasalahkan sayur buatan Man Ok yang terlalu asin. Tatapan tajam seketika diberikan Man Ok kepada Se Ryeong dan membuat Se Ryeong menunduk dan mulai fokus pada makanan di hadapannya.

Kang Hwi mencoba memanggil makanan dengan sumpit tetapi anehnya makanan tersebut tak bisa diangkat Kang Hwi karena pandangannya tiba-tiba kabur… Man Ok yang melihatnya mencoba membantu Kang Hwi.
“Jang Man Ok, tampaknya kamu lebih memperhatikan Kang Hwi daripada tunanganmu?” tanya Se Ryeong dan membuat Man Ok, Tae Ik dan Kang Hwi saling menatap.
“itu karena Kang Hwi sedang sakit” kilah Man Ok. Kang Hwi memilih kembali ke ruang bawah tanah begitupun dengan Tae Ik setelah kepergian Kang Hwi. Selera makan Tae Ik mendadak lenyap karena Se Ryeong terus saja mengoceh dan menyuruh Man Ok melayani semua permintaannya.
Di ruang bawah tanah
Kang Hwi mengangkat tangannya ke langit dan mencoba fokus melihat dalam keremangan tetapi semuanya tampak kabur…
“mengapa terasa begitu sulit melihat? Apakah aku harus pergi ke rumah sakit?” gumam Kang Hwi
“mengapa kamu mematikan lampu?” tanya Man Ok yang datang dengan membawa nampan yang berisi makanan.

Tae Ik tersenyum melihat makanan yang sengaja disiapkan Man Ok di depan pintu kamarnya dan pesan khusus untuknya.

“setiap orang makan makanan mereka sendiri, nikmatilah bahkan jika kamu makan sendirian”

Man Ok dan Kang Hwi kekenyangan… Man Ok tiba-tiba bertanya kenapa Se Ryeong dan Tae Ik bisa putus? Kang Hwi menjelaskan jika Tae Ik sangat mencintai Se Ryeong seolah-olah hanya dialah satu-satunya wanita di dunia ini tetapi Se Ryeong mencampakkan Tae Ik.
“bagaimana denganku? Apa kamu tidak ingin tahu tentang diriku?” tanya Kang Hwi balik. “apa kamu tidak ingin mengetahui tentang diriku? Kamu tidak mungkin berpikir bahwa aku menyukai pria kan?”
“tidak mungkin”
“kamu bisa menanyaiku kapan pun kamu mau” ucap Kang Hwi dan membuat Man Ok mengangguk sambil tersenyum.

Man Ok kemudian mengatakan jika mulai besok dirinya akan sibuk karena Tae Ik akan mempersiapkan album solonya. Kang Hwi berusaha tersenyum mendengar ucapan Man Ok meskipun hatinya merasa sedih dan sakit melihat rekannya akan bersolo karir.
Proses rekaman dimulai. Tae Ik terlihat serius dan Direktur Lee tak lupa datang ke studio untuk melihat persiapan album solo Tae Ik. Berlanjut ke pemotretan, Man Ok dari kejauhan membantu mengarahkan gaya Tae Ik dan mempersiapkan baju khusus yang akan dipakai Tae Ik.Karena terlalu fokus dan memporsir seluruh tenaga, Man Ok ketiduran selama perjalanan pulang.
Tae Ik mengajak Man Ok singgah ke sebuah toko kosmetik. Tae Ik meminta kepada pelayan toko untuk memberikannya krim yang dapat merevitalisasi kulit yang kusam, terbakar dan hitam dengan cepat.
Sepanjang jalan menuju Full House, Man Ok terus saja berkomentar karena Tae Ik membeli kosmetik dengan harga selangit. Man Ok sudah berjanji akan menggantikan krim wajah Tae Ik tapi nanti saat dirinya memiliki uang. Tae Ik tiba-tiba berucap sesuatu hal yang membuat Man Ok tak percaya… krim wajah yang mereka beli tadi adalah untuk Man Ok, Tae Ik beralasan jika orang-orang nanti akan mengira Tae Ik membuat Man Ok menderita karena tidak memperhatikan tunangannya padahal kenyataannya Tae Ik memang benar-benar perduli pada Man Ok, sepertinya ucapan Se Ryeong sewaktu di meja makan yang menyinggung kulit wajah Man Ok yang kusam membuat Tae Ik berpikir…

Man Ok baru saja menyelesaikan pekerjaannya, tatapannya kemudian terarah pada krim wajah yang diberikan Tae Ik padanya. Man Ok mengumpat karena Tae Ik menghadiahkannya krim tetapi memberikannya dengan cara yang tidak sopan…
Man Ok mengambil buku tulisnya dan mulai menggambar. Man Ok tersenyum melihat hasil gambarnya yang terpampang wajah Tae Ik yang sedang menggunakan baju berkebun lengkap dengan gunting kebunnya.
Di kamarnya, Se Ryeong melihat berita yang memuat pertunangan antara Tae Ik dan Man Ok. Berita tersebut membuatnya tidak senang.
Se Ryeong berjalan lesu menuju pagar Full House… kacamata serta topi tak lupa dikenakannya guna melindungi jati dirinya sebagai seorang artis. Tak ada seorang pun di rumah (Kang Hwi berada di ruang bawah tanah dan tentu saja tidak mendengarnya) dan membuat Se Ryeong terpaksa turun tangan membuka pintu pagar. Seorang pria berdiri di depan pintu pagar dan bertanya apa benar ini rumah Tae Ik?

Se Ryeong meletakkan begitu saja sebuah paket yang ditujukan untuk Tae Ik di meja tamu, tapi rasa penasaran menderanya dan memutuskan membuka paket tersebut. Isinya ternyata adalah kumpulan foto Man Ok dan Tae Ik yang berasal dari sebuah studio foto dan tersebar luas di internet. Melihatnya membuat Se Ryeong menjadi kesal tapi tunggu dulu ada hal yang janggal dari foto tersebut.
Foto tersebut dicetak tanggal 24-04-2012 dan waktunya tidak terpaut jauh dengan pengumuman pertunangan Tae Ik dan Man Ok. Se Ryeong segera mengkonfirmasi hal tersebut pada studio foto dan si pemilik studio membenarkan hal tersebut. Tak cukup di situ saja, Se Ryeong mengkonfirmasi pada Direktur Kim yang ikut andil dalam proses pemotretan dan jawaban yang membuat Se Ryeong terkejut adalah pertunangan Tae Ik dan Man Ok telah diatur atau bisa dikatakan pertunangan tersebut hanya pura-pura. Omg o_O

Man Ok dan Tae Ik akhirnya pulang. Mereka berdua sempat berpapasan dengan Se Ryeong namun Se Ryeong hanya tersenyum.
Senyuman terlihat di wajah Man Ok ketika melihat t-shirt hasil rancangannya. Gambar wajah Tae Ik yang semalam digambarnya telah menghiasi depan t-shirt tersebut. Tanpa menunggu waktu lama, Man Ok segera memberikannya pada Tae Ik. Ya, bisa ditebak… Tae Ik awalnya menolak namun pada akhirnya menerimanya dan terlihat sangat senang ketika mengenakannya.
Tae Ik turun ke lantai dasar untuk mengambil minuman. Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang, dia adalah Se Ryeong…
“Tae Ik! Apa yang sedang kamu lakukan? Sampai kapan kamu akan seperti ini? Sampai kapan kamu akan memperlakukan aku seperti hantu? Aku tulus mengatakan ingin kembali memulai lagi semuanya denganmu” ucap Se Ryeong
Tae Ik melepaskan paksa tangan Se Ryeong yang memeluknya “tulus? Kamu tampaknya tidak ingat jika kamu mengatakan tidak tulus ketika putus denganku. Aku menyukaimu, aku tulus… mari kita putus, aku tulus… apakah orang lain menyukainya atau tidak, yang terpenting apakah kamu menyukainya itu baru ketulusan! Untuk orang sepertimu apa kamu benar-benar memiliki ketulusan?”
“bagaimana denganmu sendiri? Bertindak seperti ini kepadaku apakah itu tulus? Kamu masih belum bisa melupakanku, kamu bertindak seperti ini kamu sengaja melakukannya karena kamu belum bisa melupakanku. Foto yang tersembunyi di balik bingkai itu, kamu mengatakan kamu sangat menyukaiku buktinya kamu menyimpan foto dan ketika orang menyebutmu gay, kamu seharusnya menunjukkan foto tersebut dan tidak akan ada masalah. Aku mungkin akan terluka” isak Se Ryeong dan memeluk Tae Ik. Tae Ik berniat melepaskan pelukan Se Ryeong namun hal tersebut tidak dilakukannya ketika menyadari sosok Man Ok yang berdiri tak jauh darinya.

=Bersambung=

Written & Image by : Dewi Rf [Blog]
Posted only : pelangidrama.net
DON'T REPOST TO SITE!!!!!!!!!!
Hargai Kerja Keras Penulis

3 Responses so far.

  1. D'tnggu kelanjutan.a ya . . .
    Xlo bza cptan ya ngepost sinop nie. . .
    Gomawo. . .

  2. gak sabar nunggu sinopsis sejanjutnya...^^

  3. neng cahya azzah says:

    seru bray

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here