[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 9

0 comments
=Sinopsis Full House Take 2 Episode 9=

=Part 1=
~Terungkapnya Rahasia~

Tatapan mereka bertemu… tatapan mata Man Ok dan Tae Ik, entah apa yang ada di pikiran kedua orang tersebut. 
Man Ok menyadari rasa canggung yang terjadi di antara mereka. Man Ok bergegas pergi dengan alasan hendak mengambil pakaian yang dijemur di luar karena sebentar lagi akan hujan. 
Selepas kepergian Man Ok, Tae Ik melepaskan diri dari pelukan Se Ryeong
“jangan salah paham, aku hanya tak ingin terjerat denganmu lagi. Daripada bersamamu lagi lebih baik aku terlibat scandal dengan Kang Hwi” ucap Tae Ik tegas
“aku tahu kamu dan Jang Man Ok hanya berpura-pura. Aku Jin Se Ryeong bintang dunia, jika aku menginginkan sesuatu aku akan mendapatkannya. Jika aku ingin membuangnya maka aku akan membuangnya! Tak perduli apapun itu!” balas Se Ryeong tak kalah tegasnya.
Sementara itu di halaman depan, Man Ok sedaritadi hanya memainkan sekop berkebun dengan menancapkannya ke tanah berulang kali. Ingatannya melayang ke beberapa menit sebelumnya dimana Se Ryeong dan Tae Ik terlibat perdebatan. Apakah saat ini dirinya cemburu?
“apa kamu bodoh Jang Man Ok? Kenapa kamu keluar seperti itu? Aku merasa kedinginan” keluh Man Ok dan menundukkan kepalanya sambil memeluk erat tubuhnya berusaha menciptakan kehangatan tersendiri. 
Tiba-tiba seseorang menyampirkan jaket ke tubuhnya dan membuat Man Ok mendongakkan kepala dan melihat sosok tersebut.
“apa kamu bodoh? Apa kamu sedang berolahraga di bawah sinar bulan? Kenapa kamu berkebun di tengah malam?” teriak Tae Ik namun Man Ok tak menjawab dan merapatkan jaket yang diberikan Tae Ik padanya “ayo masuk di luar dingin” ajak Tae Ik
“bagaimana dengan Jin Se Ryeong?” tanya Man Ok
“aku tak peduli” ucap Tae Ik. “kamu tak mau masuk?” tanya Tae Ik sekali lagi berusaha mengalihkan pembicaraan yang saat ini menjurus kepada Se Ryeong
“aku akan masuk” jawab Man Ok sambil tersenyum dan mengikuti Tae Ik dari belakang.
Dari jendela kamarnya Se Ryeong merasa kesal dan sedih melihat pemandangan tersebut. Foto kebersamaannya dengan Tae Ik dan Kang Hwi diremasnya.
“aku tidak akan tinggal diam” ucap Se Ryeong kesal.
Keesokan harinya
Se Ryeong menjalani sesi wawancara dari sebuah stasiun tv tentang kehidupan pribadi dan alasannya kembali ke Korea. Dari kejauhan seorang pria berkacamata telah memperhatikannya dan menunggunya untuk melakukan pekerjaan yang sama, mewawancarai Se Ryeong.
Pasca diwawancarai wartawan Tv, Se Ryeong meminta kepada Manager Hwang yang sedaritadi menemaninya di lokasi syuting untuk segera membelikannya stocking dan memanggil pria berkacamata yang diketahui bernama Direktur Nam untuk segera memulai wawancaranya.
Se Ryeong tersenyum licik saat memberikan foto Tae Ik dan Man Ok (foto bukti pertunangan mereka kepada media) yang tertera tanggal kapan foto tersebut dibuat. OMG!!!
Di kantor U Entertainment
Direktur Lee dan Se Ryeong tengah duduk bersama. Berselang beberapa menit kemudian Tae Ik muncul dan ikut bergabung. Tapi hal tersebut tak berlangsung lama, Tae Ik bergegas pergi karena tujuan dipanggilnya dirinya oleh Direktur Lee adalah ajakan untuk makan siang bersama.
Tak terima dengan kata penolakan, Se Ryeong mengejar Tae Ik hingga ke mobil dan dengan kasar mendorong Man Ok yang baru saja mau masuk ke dalam mobil.
“apa yang kamu lakukan?” tanya Tae Ik, kesabarannya sudah di ambang batas “keluar”
“ayo pergi makan, aku belum pernah makan denganmu sejak aku kembali ke Korea. Apa kamu harus bertindak sejauh ini?” teriak Se Ryeong
“aku benar-benar lelah dan muak padamu” teriak Tae Ik kesal dan memutuskan keluar dari mobil. Tae Ik menutup pintu mobil dengan kasar dan menepis tangan Go Dong yang berusaha menahannya.
Sementara di dalam mobil, Se Ryeong menelepon seseorang dan meminta untuk mengungkapkan segalanya secepat mungkin… Eottoke???

Tae Ik menghentikan salah satu taksi yang lewat dan bergegas masuk ke dalamnya, Man Ok yang sedaritadi mengikuti Tae Ik tak kalah cepat dan ikut menerobos masuk ke dalam taksi. Pikiran Tae Ik sekarang sedang kalut dan Tae Ik pastinya membutuhkan seseorang untuk menghiburnya.
Di dalam taxi
Man Ok meminta kepada supir taxi untuk membawa mereka ke Full House tapi Tae Ik segera menyela dan mengatakan jika dirinya saat ini tidak ingin pulang ke Full House (sudah jelas alasannya)… Terus kemana?

Tae Ik terlihat ngos-ngosan saat mendaki gunung… Tae Ik yang awalnya dengan percaya diri meminta Man Ok menaiki gunung seperti foto virtual mereka akhirnya menyerah dan mengatakan hendak turun… dirinya sudah tidak sanggup mendaki lebih jauh lagi. 
Sisa-sisa tenaga yang dimilikinya akhirnya berhasil membawa Tae Ik ke puncak… Man Ok tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan mengajak Tae Ik berfoto bersama. Terasa menyenangkan setelah berada di puncak.
Man Ok meminta Tae Ik untuk berteriak. Tae Ik awalnya menolak tetapi setelah dibujuk akhirnya Tae Ik menuruti perkataan Man Ok. “Dengan berteriak perasaanmu menjadi terasa lebih lega” ucap Man Ok.
Setelah hiking yang melelahkan Man Ok mengajak Tae Ik untuk bersepeda… kali ini semuanya terasa lebih nyata dan bukan virtual seperti dalam foto. Kegiatan bersepeda yang mereka lakukan menarik perhatian khalayak ramai terlebih yang melakukannya adalah artis terkenal. Man Ok menghentikan sepedanya dan mengajak Tae Ik untuk membeli topi tapi Tae Ik menolak dengan tegas, lagipula apa yang harus mereka tutupi… semua orang mengetahui jika Tae Ik dan Man Ok sekarang sudah bertunangan.

Di sebuah ruangan
Ga Ryun diminta Ji Seung untuk menuliskan segala hal tentang Man Ok baik itu kebiasaan buruknya ataupun hal yang berkaitan tentangnya. Ji Seung meminta khusus kepada Ga Ryun karena Ga Ryun adalah salah satu orang terdekat dan mengenal Man Ok dengan sangat baik. Dengan serta merta Ga Ryun menolak karena biar bagaimanapun Man Ok adalah sahabatnya… sayang semuanya hanya berlangsung sementara. Teriakan dan pingsannya No Ra secara tiba-tiba setelah melihat berita yang beredar di internet
Cinta Murni Lee Tae Ik ternyata sebuah kontrak

Membuat Ga Ryun meradang dan merasa dikhianati untuk yang kedua kalinya. Dengan semangat 45 Ga Ryun mengetik sesuatu di layar komputer

Informasi pribadi Nona Jang terungkap. Nama Jang Man Ok, usia 24 tahun angkatan 2006 di SMU Sang Sang, ahli Hapikdo dan dijuluki Dewi Perang di Dohwadong…..

Lelah bersepeda membuat Man Ok dan Tae Ik memutuskan minum kopi di sebuah kafe. Mereka belum mengetahui informasi yang beredar di Internet tentang terbongkarnya rahasia yang mereka ciptakan dan jaga selama ini.
“Tae Ik bukankah ini terasa seperti kencan rahasia?” tanya Man Ok dan kembali menyesap kopinya. Tae Ik yang duduk di belakang Man Ok (duduk saling membelakangi) tersenyum malu.
“taruh tanganmu di belakang” ucap Tae Ik. Tae Ik mengaitkan jari jemarinya dengan jari jemari Man Ok dan membuat gadis di sampingnya diam, terkejut dan merasa shock dengan perlakuan manis Tae Ik.
“jika kita melakukan ini, rasanya seperti kencan rahasia kan?” ucap Tae Ik. Kegiatan tersebut berlangsung selama beberapa menit hingga akhirnya Tae Ik memutuskan untuk menarik tangannya terlebih dahulu, “tak bagus jika terus melakukan postur ini” gumam Tae Ik.
Man Ok merasa malu dan mencoba mengatasinya dengan berdehem. Man Ok mengangkat cangkirnya dan berpindah duduk di hadapan Tae Ik (Man Ok merasa tidak nyaman dengan posisi mereka sekarang). Tae Ik kembali menggoda Man Ok dengan mengatakan jika wajah Man Ok sekarang memerah, tak hanya itu Tae Ik berdiri dari bangkunya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Man Ok dan memandangi wajah Man Ok dengan lekat.
Semakin salah tingkah, itulah yang sekarang dialami Man Ok. Beberapa orang yang berada di dekat mereka mencoba mengabadikan moment tersebut. Tae Ik kemudian menjauhkan dirinya dari Man Ok beranjak ke toilet,perasaannya sekarang sangat senang dan plong karena telah berhasil menggoda gadis di hadapannya. Sedangkan Man Ok sendiri masih belum bisa meredakan groginya akibat tindakan Tae Ik yang tak terduga.

“Lee Tae Ik dan tunangan palsunya berada di café W Sinsadong”

Informasi keberadaan Tae Ik dan Man Ok menyebar luas di internet dan hal tersebut disebarkan salah satu pengunjung kafe yang mengabadikan moment Tae Ik dan Man Ok tadi.
“kamu harus mati… beraninya kamu melakukan ini pada Tae Ik, kamu harus mati hari ini” teriak salah satu siswi SMA. Tak cukup sampai disitu, bersama dengan kedua rekannya mereka menarik Man Ok dan menjorokkannya ke tanah.
Sedangkan Tae Ik sendiri sibuk melayani fansnya yang ingin meminta tanda tangannya dan tak menyadari hal apa yang sedang terjadi pada Man Ok di luar sana. Hp Tae Ik tiba-tiba berbunyi. Go Dong memberitahunya jika berita pertunangan palsunya bersama dengan Man Ok telah diketahui…
Tae Ik berlari secepat kilat mencoba menghentikan tindakan brutal fansnya pada Man Ok. Amarah dan teriakan dilontarkan Tae Ik pada Man Ok karena Man Ok tak berusaha membalas dan membiarkan dirinya menjadi bulan-bulanan padahal dirinya adalah ahli Hapkido.
Di Rumah sakit
Man Ok dan Tae Ik duduk di salah satu kursi… mereka bukan datang untuk mengobati luka Man Ok tetapi mengantarkan salah satu fans yang terluka akibat dorongan Tae Ik. Omg, satu masalah belum selesai masalah lain kembali berdatangan.
Atas saran Go Dong, Man Ok dan Tae Ik kembali ke Full House… hari ini hari yang sangat berat untuk Tae Ik dan tentu saja Man Ok. Dimulai dari Se Ryeong dan berakhir pada fans Tae Ik yang terluka….
Tak cukup sampai disitu, kedatangan Direktur Lee dengan amarah yang meledak-ledak dan mempersalahkan Man Ok atas semua kejadian yang terjadi membuat Tae Ik yang awalnya pasrah atas kemarahan Direktur Lee berusaha melawan.
“dia sengaja mendekatimu dan memulai semua ini” ucap Direktur Lee
“apa yang kamu katakan?” tanya Tae Ik
“apa kepalamu sama sekali tidak berfungsi.. satu-satunya cara agar kamu bisa bertahan adalah itu. Seorang bintang yang dilecehkan oleh seorang penguntit dan akhinya terpaksa bertunangan”
“apa kamu gila? Siapa yang mengusulkan kontrak pertunangan dengan Stylist Jang?” teriak Tae Ik
“situasi telah berbeda sekarang… setelah banyak uang dan waktu yang kuhabiskan mengurus kekacauanmu, aku akan membuat Stylist Jang menjadi kambing hitam dan mengatasi semua ini”
“aku, bagaimana jika aku tak mengikuti perkataanmu? Apa yang akan kamu lakukan?” ucap Tae Ik tiba-tiba…
“kamu, karena stylist Jang? Kamu tak berpikir kamu bisa menghentikanku kan? Jangan lakukan hal bodoh. Jika kamu melupakan wanita itu dan tetap tenang, semua ini akan segera teratasi. Besok jam 2 siang kita akan tetap mengadakan konferensi pers perilisan albummu. Masalah ini kita akan menutupinya dan kita mulai dari awal lagi” ucap Direktur Lee

Di kamarnya Man Ok merasa menjadi seseorang yang tak berguna. Pembicaraan Direktur Lee dan Tae Ik tak sengaja didengarkannya… setelah menjadi stylist Take One, tunangan palsu Tae Ik sekarang Man Ok akan dijadikan kambing hitam. Telpon dari kakeknya membuyarkan lamunan Man Ok.
Dimana ada jalan disitu ada kemauan

Entah kenapa setiap Man Ok dirundung kesedihan dan masalah, Kakeknya selalu meneleponnya dan memberinya semangat.
“Maafkan aku, maafkan aku Kakek” isak Man Ok pasca menelepon kakeknya.
Keesokan harinya
Kang Hwi memanggil nama Man Ok berulang kali. Hari ini adalah hari dimana perban di kakinya dilepas. Tidak ada jawaban dan yang bersuara justru Se Ryeong yang berucap apa Kang Hwi tak mengetahui masalah yang sedang terjadi… Se Ryeong menceritakan semua kekacauan yang dialami Tae Ik dimulai dari pertunangan palsunya hingga pemukulan yang dilakukannya pada fans.

Kang Hwi bergegas ke kamar Tae Ik dan mencecar Tae Ik dengan pertanyaan, “apa yang akan dilakukan Tae Ik sekarang? Tae Ik telah melibatkan orang tak bersalah dan menjadikannya tunangan, apa Tae Ik akan menimpakan semua kesalahan pada Man Ok? Apakah itu yang akan dilakukan Tae Ik?”. Tae Ik enggan menatap lawan bicaranya dan berkata akan mengurus semuanya namun Kang Hwi meragukannya.
Bagi Direktur Lee, Tae Ik adalah boneka LJ dan tak bisa melakukan apa-apa. Tae Ik hanya akan membuat Man Ok terluka sama seperti yang dialami Kang Hwi sekarang. Perkataan Kang Hwi membuat Tae Ik geram.
“dengar baik-baik Lee Tae Ik, apapun yang terjadi… jika terjadi sesuatu pada Man Ok aku takkan melepaskanmu” ucap Kang Hwi.
Di halaman
Man Ok hanya menggaruk-garuk tanah dengan sekop. Senandung terdengar dari bibirnya, bukan karena senang tetapi karena Man Ok berusaha menghilangkan kesedihannya. Seseorang muncul dan mengajak Man Ok pergi, ya dia adalah Kang Hwi.
Kang Hwi sekarang bisa bernafas lega. Kakinya sudah sepenuhnya pulih tetapi Kang Hwi tetap harus berhati-hati… sebagai ungkapan rasa senangnya Kang Hwi ingin mengajak Man Ok makan tetapi Man Ok menolak dengan alasan keberadaan Kang Hwi akan diketahui khalayak ramai.
Telepon dari Go Dong menghentikan percakapan mereka. Go Dong mengabarkan jika Tae Ik menghilang.

=Part 2=
~Where are you Tae Ik?~
Tae Ik melangkahkan kakinya menunju sebuah tempat. Makam sang Ayah yang telah tiada beberapa tahun silam.

=flashback=
“saat Ayah berkata 1,2,3 kamu harus membuka matamu. Hana, Dul, Set”
Tae Ik kecil terperangah melihat bangunan megah di hadapannya. Sebuah rumah dengan tampilan minimalis dengan halaman yang sangat luas. Rumah yang dihadiahkan kedua orang tuanya kepada Tae Ik.

=flashback end=
Tae Ik tak sanggup menahan air mata yang sedaritadi ingin jatuh. Isak tangis terdengar dan kata “Ayah maafkan aku” terlontar dari bibir Tae Ik. Entah kesalahan apa yang sudah dilakukannya sehingga dirinya meminta maaf kepada mendiang Ayahnya.

Tae Ik kembali ke mobil. Bayangan Man Ok yang disakiti fansnya, Direktur Lee yang berdebat dengannya kemarin dan ucapan Kang Hwi tadi siang menari-nari di kepalanya. Tae Ik menatap layar ponselnya, 32 panggilan tak terjawab.
Menghilangnya Tae Ik secara mendadak membuat semuanya panik tak terkecuali Man Ok yang sedang menemani Kang Hwi ke rumah sakit. Direktur Lee meradang, konferensi pers untuk album terbaru Tae Ik akan segera digelar.
Para wartawan mulai gelisah, sudah 1 jam mereka menunggu tapi Tae Ik sama sekali belum muncul dan dengan terpaksa Direktur Lee harus membatalkan pertemuan hari ini… tapi tunggu dulu, pintu terbuka dan muncullah sosok yang sedaritadi dinantikan.
Tae Ik memberi hormat kepada seluruh wartawan yang hadir dan mengambil posisi di samping Direktur Lee.

“Pertama ijinkan aku meminta maaf karena telah membuat kalian menunggu begitu lama. Hari ini aku datang bukan untuk memperkenalkan album soloku (semua mata tertuju pada Tae Ik tak terkecuali Direktur Lee), aku datang ke sini untuk mengungkap kebenaran. Artikel yang menyatakan pertunangan palsuku aku yakin kalian semua telah melihatnya. Artikel itu adalah yang sebenarnya, aku telah menipu semua orang”.

Jepretan kamera semakin banyak terdengar, semua wartawan yang hadir terkejut dengan pengakuan mendadak Tae Ik.
Sementara itu di sebuah taxi terlihat Man Ok dan Kang Hwi. Kang Hwi berusaha menenangkan Man Ok yang sedaritadi terus saja gelisah memikirkan keberadaan Tae Ik… Tiba-tiba Hp Man Ok berdering. Go Dong mengabarkan jika Tae Ik sudah berada di ruang pertemuan dan melarang Man Ok untuk datang karena masalah besar sedang terjadi sekarang.

Kembali ke Tae Ik

“Jang Man Ok tak bertanggung jawab atas semua kekacauan ini, semuanya dimulai karena tindakanku sendiri, aku bertanggung jawab atas semuanya. Jadi, aku akan bertanggung jawab atas semua ini dan meninggalkan U Entertainment” ucap Tae Ik mengakhiri pembicaraannya. 
Direktur Lee yang duduk tepat disamping Tae Ik menunjukkan wajah murka.. Tae Ik telah berani melanggarnya, membantahnya dan mengundurkan diri dari agensinya…
“kamu gila, apa yang kamu lakukan sekarang?” teriak Direktur Lee saat dirinya dan Tae Ik berada jauh dalam jangkauan wartawan
“aku takkan melakukannya lagi, menjadi bonekamu!!!” teriak balik Tae Ik dan menepis kedua tangan Direktur Lee yang menggenggam erat lengannya dan seolah ingin menelannya hidup-hidup
“beraninya kamu mengkhianatiku? Kamu tak ingin kontrakmu? Kamu tahu jika kamu melakukan ini kamu melanggar kontrak, bertanggung jawab atas semua ini apa kamu yakin?”
“masalah kontrak, semuanya akan cukup dengan biaya pembatalan kan?”
“kamu akan pergi dan menyerahkan Full House?”
“siapa bilang aku menyerah? Tanpamu aku akan mulai dari awal dan meraih kembali posisiku, aku akan mendapatkan semuanya kembali” jawab Tae Ik

Man Ok dan Kang Hwi tiba di ruang konferensi sayang konferensi pers telah selesai dan yang terlihat hanya beberapa wartawan yang berseliweran menghubungi rekan mereka untuk segera mengumumkan berita tentang mundurnya Tae Ik secara sukarela. Man Ok bergegas menyusul Tae Ik karena Man Ok yakin Tae Ik sekarang kembali ke Full House.
Direktur Lee mengenali sosok yang berdiri tak jauh darinya dan mengajaknya bicara empat mata. Satu mangsa lepas, masih ada sasaran lainnya. Tatapan tak percaya ditunjukkan Kang Hwi. Setelah mengusirnya, mencampakkannya dan memfitnahnya sekarang Direktur Lee memintanya kembali…
“matamu sedang sakit kan? Tak lama lagi kamu akan buta dalam satu tahun” ucap Direktur Lee saat Kang Hwi beranjak pergi meninggalkannya
“apa yang kamu rencanakan?” tanya Kang Hwi sedikit terkejut. Kang Hwi sudah bisa menebak apa yang berada di pikiran Direktur Lee… pria yang selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan.
Di Full House
Tae Ik melemparkan pandangan ke setiap sudut Full House. Tempat yang sekarang dipijaknya adalah tempat pertama kali dimana Tae Ik melihat Full House sebagai hadiah dari kedua orang tuanya da di tempat ini pulalah Tae Ik akan melihatnya untuk terakhir kalinya.
Sebuah taxi berhenti di depan Full House. Man Ok turun dan berlari tergesa-gesa memasuki Full House. Nama Tae Ik terus diteriakkannya tetapi tidak ada jawaban, kamarnya pun kosong tak berpenghuni. Begitupun dengan seluruh pakaiannya telah dikosongkan… Tae Ik benar-benar pergi!!!

Kepergian Tae Ik dan keputusannya meninggalkan perusahaan sampai juga di telinga Manager Hwang. Apa yang sudah dilakukan Direktur Lee sampai Tae Ik pergi seperti ini bahkan tanpa sempat mengucapkan say good bye pada dirinya.
Kemarahan tergambar jelas di wajah Manager Hwang… kali ini Direktur Lee sudah keterlaluan, memaksa mereka bekerja seperti robot dan tidak pernah memperlakukan Tae Ik dan yang lainnya sebagaimana mestinya… Manager Hwang memperingatkan Direktur Lee untuk tak berbuat seperti ini lagi untuk mendapatkan kesuksesan dengan cara menghancurkan kehidupan orang lain, karena tak selamanya dirinya berada di posisi seperti ini, akan ada masanya roda kehidupan berputar…
Tapi yang menjadi pertanyaan Direktur Lee, siapa yang telah membocorkan rahasia pertunangan Tae Ik dan Man Ok? Mungkinkah itu Se Ryeong?

Kang Hwi sedang berada dalam kondisi tak baik… keputusannya untuk menemui dokter setelah mendengar perkataan Direktur Lee yang mengatakan dirinya akan mengalami kebutaan akhirnya terbukti… Dokter memvonis Kang Hwi kemungkinan besar akan mengalami kebutaan.
Dalam kondisi mabuk, Kang Hwi berjalan sempoyongan dan berhenti di depan sebuah toko yang saat itu sedang diputar penampilan Take One. Kang Hwi mulai bernyanyi dengan suara yang tidak jelas. Beberapa orang yang lewat berhenti dan ikut menikmati penampilan Take One dari layar kaca… dan beberapa dari mereka menyadari kehadiran Kang Hwi dan beberapa yang lainnya meragukan jika itu Kang Hwi Take One… Maldo Andwae!!!
Go Dong, Manager Hwang dan Man Ok menghabiskan malam dengan minum soju di sebuah kedai.. Go Dong masih tak percaya jika Manager Hwang telah memutuskan untuk berhenti dari U Entertainment mengikuti jejak Tae Ik, ingin rasanya Go Dong mengikuti jejak Sunbaenya.
Sampai sekarang tidak ada kabar dari Tae Ik, jejaknya seolah sengaja dihapusnya. Man Ok meminta Go Dong untuk menghubungi teman-teman terdekat Tae Ik tetapi Tae Ik tak memiliki satu orang teman pun kecuali Kang Hwi.
Kang Hwi berjalan tak tentu arah… langkahnya terhenti di pinggir sebuah jembatan. Air mata menetes membanjiri wajah tampannya, Kang Hwi tak sanggup membendungnya dan menghentikan alirannya, kepercayaan hidupnya perlahan meredup ketika mengetahui kenyataan jika dirinya sebentar lagi tidak akan melihat dunia ini.
Keesokan harinya
Akibat kebanyakan minum bersama Manager Hwang dan Go Dong, Man Ok tertidur pulas. Bunyi Hp membangunkannya dan memaksanya untuk menjawab. Mata Man Ok seketika membulat ketika Manager Hwang memintanya untuk menyiapkan paspor dan mengemasi barang-barangnya serta menyuruhnya sekarang juga ke Bandara. Tae Ik telah ditemukan!!!

Jepang

Seorang pemuda tampan dengan kacamata hitam dan koper berjalan santai… tujuannya adalah taman ritsurin.
Di tempat lain tepatnya sebuah rumah pemandian air panas terlihat seorang wanita tengah menyajikan teh kepada pengunjung yang datang. Wanita tersebut melangkah ke luar rumah dan terkejut saat melihat sosok yang sangat dikenalnya dan dirindukannya selama ini, putra kesayangannya.
Wanita tersebut memeluk pemuda tersebut erat seolah sudah lama mereka tak bersua…. Rasa rindu seketika lenyap dan tergantikan dengan kebahagiaan. Pemuda tersebut merasakan hal yang sama, ya dia adalah Tae Ik yang saat ini berada di Jepang untuk menemui Ibunya.
Tae Ik terlihat sedih sekaligus senang bertemu dengan Ibunya… sedih karena sang Ibu menanyakan kabar Ayahnya dan tak sabar ingin bertemu dengan Ayah Tae Ik… seulas senyum dilemparkan Tae Ik pada Ibunya. Seorang wanita yang ikut duduk di ruangan tersebut meminta Ibu Tae Ik untuk menyediakan teh untuk Tae Ik, bukan untuk menghalanginya bersama dengan anaknya tetapi banyak hal yang ingin dibicarakannya dengan Tae Ik.
“Ibumu sudah jauh lebih baik, dia sudah jauh lebih baik sekarang jadi kamu tidak perlu khawatir”
“maafkan aku karena tak sering menelepon dan meninggalkannya dalam pengawasanmu” ucap Tae Ik
“jangan berkata seperti itu, sebelum dia jadi ibumu dia adalah adikku, kita harus saling membantu” jawab Bibi Tae Ik

Bibi Tae Ik membawa Tae Ik ke sebuah kamar. Bibi meminta Tae Ik untuk istirahat dan menetap beberapa hari di Jepang sebelum kembali ke rutinitas hariannya, menetap untuk menemani Ibunya yang sudah lama ditinggalkannya. Kabar mengundurnya Tae Ik dari U Entertainment telah diketahui Bibinya tetapi sengaja disembunyikannya walaupun pada akhirnya Tae Ik mengetahuinya dari beberapa Koran yang berserakan di atas meja.

Tae Ik memandangi sebuah jembatan.. bayangan kejadian 5 tahun lalu kembali diingatnya
=flashback=

Tae Ik membawa Ibunya bertemu dengan sang Bibi. Tae Ik meminta tolong kepada Bibinya untuk menjaga Ibunya. Kondisi Ibu Tae Ik yang sedang terguncang pasca meninggalnya sang suami dan hilangnya Full House membuat Tae Ik mengambil keputusan berat ini. Ibunya yang seolah menghapus kenyataan jika suaminya telah meninggal membuat Tae Ik semakin sedih…

=flashback end=
Tae Ik kembali ke pemandian air panas… beberapa orang mengenalinya dan seketika menyerbunya dan berusaha mengambil foto Tae Ik. Dari kejauhan terlihat Ibu Tae Ik berteriak histeris dan menyangka jika fans Tae Ik adalah orang-orang yang ingin merebut Full House. Tae Ik berusaha melepaskan diri dari kerumunan fansnya dan meminta mereka untuk tak mengambil foto Ibunya.

Sekarang Tae Ik dan Ibunya berada di pinggir kolam. Mereka memberi makan ikan mas dan kenangan masa kecil Tae Ik kembali diucapkan Ibu Tae Ik. Betapa takutnya Tae Ik dengan kucing dan anjing tetapi tidak takut dengan ikan mas. Tae Ik tersenyum dan berucap jika mereka juga terlihat menakutkan apalagi jika bergerombol.
Tae Ik mengajak Ibunya kembali ke pemandian air panas… suara seorang pria terdengar sangat familiar di telinga Tae Ik begitupun dengan senyuman seorang gadis yang menyambutnya… Manager Hwang dan Man Ok!!!
=BERSAMBUNG=


Written & Image by : DewiRf [Blog]
Posted Only : pelangidrama.net
DON'T REPOST TO OTHER SITE!!!!
Hargai Kerja Keras Penulis

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here