[Sinopsis K-Drama] Cheongdam-Dong Alice Episode 7

2 comments
 
 ~Sinopsis Cheongdam-dong Alice Episode 7~

Se Kyung dan Seung Jo minum2 di warung tenda pinggir jalan. Se Kyung mengajak Seung Jo berdiri  dan mereka melakukan high five! Sambil tersenyum riang, mereka saling menggenggam tangan dengan erat. Seorang pria yang duduk di belakang Se Kyung tiba2 berdiri dan tanpa sengaja menyenggol Se Kyung yang membuat Se Kyung terhuyung ke depan dan jatuh tepat ke dalam pelukan Seung Jo.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Mereka berdua sama2 terkejut. Suasana menjadi kikuk. Wajah mereka saling berdekatan, debaran jantung mereka semakin kencang. Se Kyung berusaha melepaskan diri dari pelukan Seung Jo. Seakan takut kehilangan momen itu, Seung Jo tiba2 menarik pinggang Se Kyung. Seung Jo menatap ke dalam mata Se Kyung. Seung Jo semakin mendekatkan wajahnya ke Se Kyung, hendak menciumnya. Se Kyung tampak gugup namun tidak berusaha menolak. Tiba2 Se Kyung melepaskan dirinya dari pelukan Seung Jo, dan gagal lah mereka kissu….

Tampak raut kekecewaan di wajah Seung Jo. Se Kyung sendiri berusaha mengendalikan perasaannya. Merasa suasana semakin canggung, Seung Jo berusaha tersenyum dan berkata apa mereka pergi sekarang? Se Kyung mengangguk mengiyakan. Seung Jo lalu membayar bill-nya. Se Kyung mendesah karena gugup.
Mereka berdua berjalan pulang dalam diam. Se Kyung menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Seung Jo. Se Kyung menyuruh Seung Jo pulang duluan karena dia akan naik bus di halte. Seung Jo mengiyakan dan berkata hati2. Se Kyung lalu berbalik pergi dengan hati galau. Seung Jo memandangi kepergiaan Se Kyung dengan tatapan penuh arti.
Yoon Joo sedang beristirahat di kamarnya di rumah sakit. Ponselnya berdering, Yoon Joo melihat sekilas siapa yang menelpon, dan terlihat enggan mengangkatnya. Ponselnya terus berdering. Yoon Jo memperbaiki posisi duduknya lalu mengangkat telpon itu yang ternyata dari Se Kyung. Se Kyung menelpon Yoon Joo sambil berjalan pulang.
“Ada yang ingin kutanyakan padamu. Dari ketiga krisis yang kau sebutkan, krisis pertama itu apa?” tanya Se Kyung. Yoon Joo terdiam sesaat. “Cinta!” ucap Yoon Joo yang membuat Se Kyung terkejut dan menghentikan langkahnya. Se Kyung berbalik menatap Seung Jo yang melambai ke arahnya seraya tersenyum lebar. Se Kyung tertegun memandang Seung Jo dengan tatapan penuh arti. Kini, Se Kyung semakin bingung akan perasaannya terhadap Seung Jo.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Se Kyung lalu duduk di bangku depan area pertokoan. Dia tampak termenung memikirkan perasaan yang dirasakannya kini. Dia memegang dadanya, merasakan debaran jantungnya yang semakin berdetak kencang. Perasaaanya semakin tak menentu, apakah perasaan yang dia rasakan pada Seung Jo adalah krisis yang Yoon Joo katakan, yaitu cinta?

Seung Jo masih berdiri termangu, tak bergerak dari tempatnya. Dia melangkah dengan wajah galau ke pinggir trotoar. Tiba2 Seung Jo berpegangan pada pohon di pinggir trotoar dan berputar2 kegirangan. Seung Jo lalu memegang dadanya seraya tersenyum senang. Seung Jo mencoba merasakan debaran jantungnya. Seung Jo semakin yakin kalau apa yang dirasakannya kini adalah cinta.

Se Kyung juga melakukan hal yang sama. Dia memegang dadanya dengan kedua tangan. Namun sebaliknya, Se Kyung berkali2 menggeleng berusaha menyangkal bahwa perasaan yang dia rasakan kini adalah cinta. Sementara Seung Jo melakukan celebrasi dengan berputar2 kesenangan. Dia memegang dadanya yang berdebar seraya tersenyum riang. Seung Jo benar2 sedang jatuh cinta.
Presdir Cha Il Nam sedang makan malam di sebuah restoran bersama Presdir Shin dan adiknya, Shin In Hwa. Presdir Cha bertanya pada In Hwa, “Kau menyarankan aku membangun sebuah departemen store di daerah pinggiran Seoul?” In Hwa membenarkan. “Saat ini jumlah orang yang pergi berbelanja, termasuk juga para wisatawan itu sedang meningkat. Dan saat ini, banyak outlet2 justru di buka di daerah pinggiran,” terang In Hwa. Presdir Shin menimpali ucapan adiknya,”Akan tetapi, istilah toko disebut departemen store itu kan, karena kredibilitasnya, lokasinya haruslah berada di tengah kota, bukan begitu?” In Hwa berkata kalau ia tidak bilang hal itu diperuntukkan untuk semua departemen store. In Hwa menyarankan pada Presdir Cha Il Nam agar menciptakan konsep semacam ‘Departemen Store untuk santai’ pada beberapa toko miliknya. Presdir Cha Il Nam tampak bingung, Departemen Store untuk santai?
“Kalau anda pergi ke mal2 perbelanjaan di Dubai atau Orlando, anda tak hanya akan menikmati berbelanja saja, tapi juga bisa menikmati budaya dan santainya,” terang In Hwa. Presdir Cha Il Nam mulai mengerti, apa maksudnya suatu komplek perbelanjaan? Presdir Shin bertanya apa Presdir Cha Il Nam pernah ke sana? Presdir Cha Il Nam mengiyakan, ia pergi ke sana tahun kemarin dan menurutnya orang2 yang ke sana banyak melakukan aktivitas yang santai dan menarik. In Hwa tersenyum menimpali ucapan Presdir Cha, “Iya, itu sebuah taman hiburan, akan lebih bagus kalau di situ juga ada Departemen Store atau mall perbelanjaan. Terutama mengingat generasi muda saat ini yang gemar berbelanja.” Presdir Cha mengangguk2 mengerti.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Presdir Cha berkata pada Presdir Shin bahwa di tengah kota saat ini juga tak ada tempat lagi untuk membangun Departemen Store karena ada pengaturannya. Presdir Shin mengangguk mengiyakan. Presdir Cha memuji In Hwa yang visinya benar2 segar apalgi ia masih muda. In Hwa tersipu, ia merasa tersanjung karena Presdir Cha mau mendengarkan pendapatnya yang seorang anak muda. Presdir Cha melarang In Hwa bersikap rendah diri seperti itu. “Aku tak tahu apa karena kau bergerak di industri model, tapi kau memiliki mata yang cermat dalam mengenali trend yang ada,” puji Presdir Cha. In Hwa tersipu mendengar pujian Presdir Cha, ia meminta agar Presdir Cha mengatakan hal seperti itu telalu sering. Presdir Cha dan Presdir Shin tertawa mendengarnya.

Presdir Shin bertanya pada Presdir Cha apa ia berniat mencari lokasi berpotensi mulai besok? Presdir Cha mengiyakan. Ia lalu bertanya pada In Hwa apa In Hwa tak punya suatu lokasi yang bisa direkomendasikannya? Namun ia meralat ucapannya, “Kepala Tim Shin, maukah kau melakukannya sendiri?” Presdir Cha secara langsung memberikan kesempatan pada In Hwa untuk ikut menangani proyek yang sedang mereka bahas. In Hwa tertawa mendengarnya, ia bertanya apa Presdir Cha sedang bercanda dengannya sekarang? Presdir Cha menggeleng, ia benar2 serius saat ini. In Hwa benar2 merasa senang karena mendapatkan kepercayaan Presdir, ia tersenyum kegirangan. Presdir Shin melirik adiknya dan ikut tersenyum senang.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Sementara itu di rumah sakit, Yoon Joo tampak merenung di atas tempat tidurnya. Ia kembali teringat kejadian 6 tahun lalu, saat ia bertemu dengan Presdir Cha Il Nam di Paris.

= Flashback = Yoon Joo mengajukan syarat pada Presdir Cha sebagai imbalan karena ia setuju meninggalkan Seung Jo atas permintaannya.
“Pertama2, ijinkan aku untuk menyelesaikan sekolah ini. Saat aku kembali ke Korea setelah lulus, mohon Presdir menuliskan surat rekomendasi untukku. Tempat manapun di mana aku bisa terhubung dengan masyarakat paling elit di Negara kita. Di manapun itu.”
Presdir Cha mengiyakan permintaan Yoon Joo. Setelah Yoon Joo lulus, ia akan mendapatkan sebuah surat rekomendasi darinya. Yoon Joo berterima kasih lalu beranjak dari kursinya hendak pergi. Tiba2 Presdir Cha bertanya apa perasaan Yoon Joo pada Seung Jo itu tulus? Mendengar pertanyaan itu, Yoon Jo tampak emosi, tangannya gemetaran, ia berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah. Yoon Joo memalingkan wajah, menatap Presdir Cha dengan mata nanar. “Kenapa hal itu dipermasalahkan sekarang? Presiden,” tanya Yoon Joo berusaha menahan tangisnya. Presdir Cha hanya menghela nafas mendengar pertanyaan Yoon Joo. =Flashback End =

Yoon Joo tampak frustasi mengingat masa lalunya yang harus meninggalkan orang yang ia cintai karena tekanan dari Presdir Cha. Ia tampak menyesal karena masa lalunya itu.
Se Kyung sedang berjalan pulang saat melihat kedua orang tuanya sedang mengejar Se Jin yang hendak kabur. Ibu berseru pada Se Kyung agar menangkap Se Jin. Se Kyung berhasil menangkap Se Jin, ia merasa heran kenapa lagi adiknya ini hendak kabur? Se Kyung bertanya pada kedua orang tuanya apa lagi yang terjadi? Ayah menjelaskan kalau ia meminta Se Jin untuk mengambil cuti satu semester untuk bekerja paruh waktu dan dia malah membuat kekacauan seperti ini. Ayah dan Ibu tampak ngos2an karena mengejar Se Jin. Se Kyung tidak habis pikir kenapa Se Jin harus cuti kuliah? Ibu berkata kalau ia berniat kursus perawat. “Ayahmu baru saja mulai bekerja. Jadi kita masih dalam kondisi kesusahan. Kita masih harus hidup setidaknya selama 30 tahun lagi. Jadi kurasa kita juga perlu semacam rencana darurat,” terang Ibu.
Se Jin protes apa untuk membayar biaya kursus Ibu ia harus berkorban? Se Jin merasa itu tidak masuk akal, “Semua orang di kelasku melanjutkan sekolah keluar negeri untuk belajar Bahasa Inggris. Aku bukannya pergi, malah…”. Ayah memotong ucapan Se Jin dengan bentakan, “Melihat situasi kita, apa masuk akal untuk keluar negeri?! Se Jin menangis karena bentakan ayah.
 Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Se Kyung kasihan melihatnya, ia berusaha menghibur Se Jin. “Saat aku sudah selesai dengan pekerjaanku yang di bidang mode, meski aku tak mampu membiayaimu untuk belajar keluar negeri, aku akan membelikanmu tas yang bagus,” bujuknya. Se Jin berhenti menangis, “Benarkah? Merek desainer?” Se Kyung mengiyakan, tapi ia akan memakainya dua kali seminggu karena ia juga perlu barang2 bagus. Se Jin kegirangan. Se Jin lalu berbalik menatap kedua orang tuanya. “”Aku akan ambil cuti 1 semester, jadi pada saat itu pastikan ibu sudah mendapatkannya,” tegas Se Jin seraya tersenyum.

“Aku mengerti, gadisku,” ucap Ibu seraya tertawa senang pada putri bungsunya itu. Se Jin akhirnya berhasil di bujuk dengan iming2 tas desainer oleh Se Kyung. Se Jin lalu mengampiri kedua orang tuanya, lalu mengapit lengan mereka berdua sembari  mengajak mereka masuk ke rumah. Ayah dan Ibu menjitak pelan kepala Se Jin sambil tersenyum senang. Se Kyung mengamati keluarga kecilnya itu dari belakang seraya mendesah pelan, “Dia benar2 belum dewasa…”
Se Kyung termenung, ia membatin, “Yang belum dewasa sebenarnya itu aku. Memangnya kau pikir kau punya waktu untk berdebar2?” Ia memukul pelan dadanya seraya menghela nafas berat.
Se Kyung masuk ke kamarnya dengan lesu. Ia lalu duduk di meja kerjanya seraya memandangi hiasan pita dari hadiah pemberian Seung Jo yang tergeletak di atas mejanya. Ponsel Se Kyung berbunyi, ia lalu mengangkatnya, ternyata dari Ah Jung. Ia bertanya Ah Jung belum pulang? Di ujung telpon, Ah Jung sedang berada di café memegang sebuah botol soju kosong. Ia bertanya maukah Se Kyung keluar sebentar, ia sedang minum bersama Sekretaris Moon. Se Kyung balik  bertanya kenapa Ah Jung minum2? Se Kyung mengambil hiasan pita itu dan mengamatinya. Ah Jung melirik kiri kanan, memastikan Sekretaris Moon tidak berada di sekitar situ dan menguping pembicaraannya dengan Se Kyung.
“Ini semua untukmu, bocah? Bukankah kau ingin tahu soal Presiden? Sekretaris Moon juga seorang Sekretaris. Jadi dia pasti tahu banyak soal Presiden. Makin kucoba memikirkannya, rasanya makin tak masuk akal kalau kau bahkan tak bisa mencari Kelinci Putih sendiri. Kita harus mencari cara agar kau bisa bertemu dengan dia secara langsung,” terang Ah Jung.

Se Kyung tampak lesu hanya menjawab begitukah? Ah Jung membentak Se Kyung di telpon agar berhenti mendekati Sekretaris Kim (padahal itukan Seung Jo juga). Ah Jung beranggapan kalau Se Kyung itu punya kebiasaan naksir pria yang menyedihkan. “Aku sudah bilang atau belum kalau Sekretaris Kim punya hutang besar,” ucap Ah Jung. Ah Jung lalu berkata akan menutup telpon karena melihat kedatangan Sekretaris Moon.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Sekretaris Moon kembali duduk di kursi depan Ah Jung.  Ah Jung nyengir saat Sekretaris Moon tersenyum padanya. “Apa kau tahu…haruskah kita…melakukan itu juga?” tanya Ah Jung seraya menunjuk ke pengunjung di meja seberang yang sedang memainkan permainan dengan memutar botol sebagai medianya. Sekretaris Moon menoleh ke meja seberang dan tersenyum melihat permainan itu, “Jawab jujur atau berani?” Ah Jung mengangguk mengiyakan. Sekretaris Moon bertanya haruskah? Alih2 menjawab pertanyaan Sekretaris Moon, Ah Jung berseru senang seraya mengangkat botol soju kosong yang sedari tadi di pegangnya. “Kita mulai!” seru Ah Jung seraya meletakkan botol itu di meja dan mulai memutarnya.

Dalam keadaan setengah mabuk, Ah Jung mulai menjalankan rencananya mengorek informasi tentang Presiden Jean Thierry Cha dari Sekretaris Moon. Ia menatap Sekretaris Moon dengan tatapan mematikannya (halahh bahasanya hahaha).
 
Beralih ke Se Kyung yang sedang menatap hiasan pita dari Seung Jo yang berada di genggamannya. Ia tergiang ucapan Ah Jung yang menganggap dirinya punya kebiasaan naksir pria yang menyedihkan. “Itu benar. Dalam hidupku, sesuatu seperti itu tak akan pernah terjadi lagi,” gumam Se Kyung.

“Dalam hidupku, sesuatu seperti itu tak akan pernah terulang lagi,” ucap Seung Jo yang selaras dengan ucapan Se Kyung. Bola billiard yang tersusun rapi di meja mulai berhamburan saat Dr. Heo menyodok bola putihnya pertanda ia memulai permainan. Seung Jo dan Dr. Heo sedang berada di tempat billiard. Seung Jo menceritakan kejadian di pojangmancha (warung kaki lima), saat ia hampir berciuman dengan Se Kyung.
 Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
 “Saat Han Se Kyung jatuh, aku menangkapnya seperti ini,” terang Seung Jo sembari menjatuhkan stick billiardnya dan menangkapnya lagi, seakan2 stick itu adalah Se Kyung. “Wajah kami sedekat ini…dan aku menangkapnya seperti ini..” ujar Seung Jo seraya menaruh stick itu tepat di depan wajahnya.
Dr. Heo yang hendak menyodok bola, melenceng gara2 cerita Seung Jo membuatnya terkejut. Dr. Heo menoleh pada Seung Jo yang tampak antusias bercerita, “Jantungku waktu itu…berdegup kencang dan menggila. Saat Han Se Kyung  mencoba melepaskan diri, aku mencengkramnnya seperti ini lagi, tapi….” Dr. Heo tampak penasaran mendengar cerita Seung Jo yang tiba2 berhenti, “Tapi?” Seung Jo ber-aiisshhh panjang, wajahnya tampak frustasi mengingat kejadian itu, “Aku tak mampu melakukannya.” Dr. Heo yang terlihat antusias tampak terkejut mendengarnya, kenapa? Seung Jo hanya terdiam. Dr. Heo menyadari sesuatu, ia menebak kalau Seung Jo melakukan hal itu karena ingin membuat wanita lebih resah lagi. Ia menilai kalau banyak orang melakukan hal seperti itu.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Seung Jo berkata bukan seperti itu. Dr. Heo semakin bingung, lalu kenapa? Seung Jo memegang pipinya dan berkata, “Aku merasa gugup.” Dr. Heo tersenyum geli melihat tingkah Seung Jo dan bertanya benarkah Seung Jo merasa gugup? Alih2 menjawab pertanyaan Dr. Heo, Seung Jo malah melamun seraya terus memegang pipinya. Tiba2 Dr. Heo memukulkan stick-nya ke lantai yang membuat Seung Jo terhenyak kaget, menyadarkan Seung Jo dari lamunannya. “Itu pertanda yang bagus. Sejujurnya, merasa gugup itu normal. Mungkin tidak bagi orang yang sudah sering melakukannya,” terang Dr. Heo. Seung Jo hanya manggut2 bingung. Dr. Heo tersenyum dan melirik Seung Jo. “Bagaimanapun, perasaanmu…” Dr. Heo meniru gerakan Seung Jo yang pura2  menjatuhkan tongkatnya, “….berkembang sampai titik itu. Ini adalah bukti untuk itu.”
Seung Jo tampak cemas mendengar penjelasan Dr. Heo dan dengan gugup bertanya apa yang harus ia lakukan? “Lakukan (mencium Se Kyung)!” tegas Dr. Heo. Seung Jo tampak bingung, lakukan? Dr. Heo mengiyakan. “Itu juga salah satu penyembuhan. Meskipun kau gugup, pastikan melakukannya nanti kalau ada kesempatan bertemu dia lain kali,” saran Dr. Heo. Seung Jo panik mendengar saran Dr. Heo, ia tampak gelagapan, “La…la…lain kali? Lain kali.” Seung Jo mulai membayangkan ‘lain kali’ yang dimaksud Dr. Heo. Ia nyengir lebar. Perlahan ia memejamkan matanya dan menganggap stick yang di pegangnya adalah Se Kyung dan memonyongkan bibirnya untuk mencium stick itu. Tiba2 Dr. Heo memukul stick Seung Jo hingga mengenai bibirnya (huahahahha…ngakak abis liat adegan). “Berhentilah berkhayal! Berhentilah berkhayal!” seru Dr. Heo gemes. “Berkhayal itu salah satu bentuk pelarian. Lakukan secara nyata! Lakukan dan ceritakan padaku,” saran Dr. Heo. Seung Jo terpana mendengar saran Dr. Heo. Ia kembali memegang pipinya tersipu.

Se Kyung yang kembali mempelajari poin2 penting Diary Rahasia Yoon Joo. “Emosi yang paling harus diwaspadai’Cinta’. Cinta akan melumpuhkan logikamu, memgaburkan penilaianmu dan membuatmu menunda semuanya. Ada 2 hal yang tak boleh kau  campur adukkan : Bisnis dan Cinta.” Se Kyung terdiam memikirkan maksud dari poin itu. Iya tampak ragu dan menghela nafas pelan.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Seung Jo berada di apartemennya. Ia sedang menikmati musik klasik yang diputarnya, sembari setengah berbaring di kursi dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Seung Jo memejamkan mata tampak menikmati alunan musik klasik itu seraya mengayungkan tangannya bak seorang konduktor. Ia lalu mengeluarkan boneka kelinci berwajah senyum dari dalam selimut dan memeluknya dengan erat. Seung Jo lalu mengambil CD di yang tergeletak di pangkuannya lalu membaca cover CD tersebut. “Love Affair. Ditulis oleh Glenn Gordon Caron.” Seung Jo lalu memejamkan mata dan mulai  berfilosofi, “Bahaya yang bisa terjadi pada siapa saja. Tapi resikonya setimpal dengan tingkat bahayanya. Itulah….Cinta.”  Seung Jo mengangkat kedua tangannya dan menggerak2annya, semakin lama semakin kencang. Ia lalu memeluk boneka kelinci itu. “CINTA!” serunya seraya mendengus pelan dan tersenyum.

Se Kyung menutup Diary Rahasia Yoon Joo. Ia melirik hiasan pita yang tergeleta k di atas meja.  Ia mengambil hiasan pita itu dan menggegamnya erat. Se Kyung memandangi hiasan pita itu sendu lalu menghela nafas berat. Ia lalu memasukkan hiasan pita itu ke dalam laci. Sementara Seung Jo ketiduran di kursinya sembari memeluk boneka kelincinya. 
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Paginya, Se Kyung yang hendak berangkat kerja membangunkan Ah Jung yang masih tertidur pulas di tempat tidur. Ah Jung yang  bangun dan duduk di tempat tidur dengan mata yang masih terpejam. Ia bertanya jam berapa ini. Se Kyung menjawab pukul 8. “APA?!” Ah Jung terkejut dan buru2 bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas ke kamar mandi, ia terlambat. “Aku sudah membuatkanmu sup, jadi jangan lupa meminumnya,” ucap Se Kyung bersiap berangkat kerja. Ah Jung buru2 keluar dari kamar mandi mencegat Se Kyung, ada hal yang ingin ia beritahukan pada Se Kyung. “Presiden itu belum menikah,” terang Ah Jung. Se Kyung tersenyum tipis. Ia berkata ia tahu, ia membacanya dari ‘100 Daftar Pertanyaan’. “Kalau begitu kau bisa langsung saja mengejarnya, bukannya membuatnya sebagai Kelinci Putih-mu,” saran Ah Jung antusias. “Presiden Artemis?” tanya Se Kyung. Ah Jung mengangguk mengiyakan. Se Kyung berkata kalau itu namanya serakah.

“Karena aku tak bisa terus2an bersama Sekretaris Kim, jadi tolong dapatkan jadwal Presiden. Aku perlu mencari cara lain,” pinta Se Kyung. Ah Jung mengerti, ia berbalik hendak ke kamar mandi. Tiba2 ia berbalik menatap Se Kyung dan bertanya jam berapa ia pulang semalam? Se Kyung menjawab jam 3. Ah Jung tercengang, ia menutup mulutnya yang terbuka lebar saking  terkejutnya seakan tak percaya ia pulang selarut itu. “Aku berterima kasih atas apa yang kau lakukan untukku, tapi…kau tidak bicara yang tidak2 pada Sekretaris Moon, kan?” selidik Se Kyung curiga. Ah Jung tampak bingung, yang tidak2? Se Kyung menggangguk mengiyakan. Ah Jung tertawa berusaha menepis kecurigaan Se Kyung padanya. Se Kyung mengerti dan ia percaya pada Ah Jung. “Bagaimanapun, berhati2lah,” ujar Se Kyung seraya menepuk bahu Ah Jung yang menghalangi jalannya.

Selepas kepergian Se Kyung, Ah Jung merengut, “Gadis itu, seperti aku bisa bicara yang tidak2 saja…” Ah Jung berusaha mengingat kejadian semalam saat ia mabuk. Ia ingat saat ia sudah mabuk, ia tampak frustasi dan mengacak2 rambutnya seraya memandangi ponselnya. Ah Jung terperangah menyadari sesuatu, semalam ia sudah mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak  ia katakan pada Sekretaris Moon.  “Apa yang sudah aku katakan?” gumam Ah Jung frustasi.
Seung Jo sedang rapat bersama para bawahannya, mereka sedang membahas tentang pesta natal Artemis yang akan segera digelar. MC untuk ‘Art Talk’ nanti adalah Kim Hong Gi, seorang kurator mode. Ketua Tim persiapan pesta natal Artemis beranggapan kalau itu akan jadi karya seni yang berhubungan dengan natal. Seraya membaca proposal yang dipegangnya, Seung Jo bertanya tentang tamu pesta, apa sudah final? Ketua Tim menyebut nama tamu VVIP satu persatu dan berkata kira2 ada 30 tamu VVIP yang akan hadir. Seung Jo melirik Sekretaris Moon yang berdiri di sampingya tidak fokus pada rapat, ia tampak berusaha mengingat sesuatu. Seung Jo memanggil Sekretaris Moon dan bertanya apa ia mendengarkan? Sekretaris Moon tersadar dan buru2 membungkuk meminta maaf pada bos-nya itu.

Seung Jo lalu meminta rapat di lanjutkan sembari mengecek proposal di tabletnya. Ketua Tim menjelaskan goodie bag untuk para tamu itu berupa majalah Artemis musim berikutnya dan gantungan kunci special dan juga diari dengan inisial dari setiap tamu akan diberikan sebagai hadiah. Seung Jo melirik Sekretaris Moon yang lagi2 sibuk sendiri dan tidak fokus pada rapat. Sekretaris Moon tampak berpikir keras, berusaha mengingat sesuatu. “Kenapa aku merasa begitu tidak nyaman? Aku yakin aku mengatakan sesuatu pada Choi Ah Jung. Tapi apa?” batin Sekretaris Moon. Tiba2 Seung Jo memukul lengan Sekretaris Moon dengan proposal, berusaha menyadarkannya. Sekretaris Moon tersentak kaget, ia malah nyengir lalu kembali berusaha mengingat hal apa yang sudah dilupakannya.
Ah Jung jalan di koridor menuju ruangannya. Ia tampak frustasi dan menjitak kepalanya sendiri karena tidak berhasil mengingat hal apa yang sudah ia katakan pada Sekretaris Moon. Ah Jung berjalan berpapasan dengan Seung Jo yang sedang berjalan keluar kantor sembari bersiul. Ah Jung yang berjalan tertunduk tidak menyadari hal itu.

Se Kyung berada di butik Artemis, ia sedang mendesain dengan ponselnya setelan yang akan Presiden Jean Thierry Cha kenakan di pesta natal Artemis nanti. Tak lama kemudian Seung Jo datang dengan senyum mengembang di wajahnya, ia berseru memanggil Se Kyung. Se Kyung bangkit dan memberi hormat pada Seung Jo. Seung Jo melambaikan tangan pada Se Kyung, tapi Se Kyung tidak menanggapinya sama sekali.
 
 “Kau ada di sini,” ujar Se Kyung tanpa menoleh sama sekali. Seung Jo tetap mengangkat tangannya ke udara memberi isyarat untuk ‘High Five’, tapi Se Kyung malah tidak mengacuhkannya. Seung Jo memandangi tangannya yang dicuekin Se Kyung, ia pun terpaksa menurunkannya. Se Kyung sebenarnya berusaha mengabaikan perasaannya pada Seung Jo dengan tidak mengganggap kejadian di pojangmancha tempo hari itu pernah ada. Se Kyung lalu menyampaikan kalau ia sudah membuat beberapa mode untuk tahap akhir. Ia berkata akan menjelaskannya. Seung Jo yang sebenarnya masih bingung kenapa Se Kyung mengabaikan ‘High Five’nya akhirnya mendengarkan penjelasan Se Kyung.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Se Kyung mulai menjelaskan desain setelan yang pertama yang terpajang di manekin. “Yang pertama adalah warna Burgundi dengan kerah selendang. Dibandingkan dengan kemeja tradisional, aku menyarankan dipadankan dengan kemeja denin agar penampilan menjadi lebih unik.” Se Kyung menoleh dan mendapati Seung Jo sedang menatapnya. Se Kyung merasa kikuk, ia buru2 melanjutkan penjelasannya. “Dan yang kedua adalah jas dengan kerah lebar dipadankan dengan kemeja hitam. Keduanya dipadankan dengan sabuk ikat pinggang yang lebar,” terang Se Kyung. Seung Jo menunjuk jas pertama yang menurutnya tampak bagus, ia ingin mencobanya. Se Kyung lalu membantu Seung Jo mencoba jas itu. Seung Jo lalu berbalik, kembali berhadapan dengan Se Kyung. Se Kyung membantu Seung Jo mengancingkan jasnya. Seung Jo malah berusaha mengambil kesempatan untuk mencium Se Kyung, tapi gagal…hahahahaha.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Se Kyung berkata sudah selesai. Seung Jo tampak kelimpungan, ia lalu bertanya bagaimana dengan dasinya? (nyari kesempatan lagi nih orang…hahahahha). Se Kyung mengambil dasi yang cocok untuk setelan Seung Jo di meja. Ia lalu memakaikan dasi itu pada Seung Jo. Dan…lagi2 Seung Jo nyuri2 kesempatan biar bisa nyium Se Kyung. Ia terngiang ucapan Dr. Heo yang memintanya untuk melakukannya (mencium Se Kyung). Tangannya gemetar ingin memeluk pinggang Se Kyung, namun urung karena Se Kyung sudah selesai memasangkan dasinya. Seung Jo tampak kecewa karena gagal lagi…hahaha. Ia lalu bertanya tentang sapu tangan. Seung Jo menunjuk sapu tangan warna anggur di meja, menurutnya itu terlihat bagus. Se Kyung mengambil sapu tangan yang ditunjuk Seung Jo. Belum sempat Se Kyung memasangkannya, Seung Jo tiba2 maju sehingga wajah mereka dekat sekali, seperti ingin mencium Se Kyung. Se Kyung merasa canggung. Seung Jo terkejut sendiri dengan tingkahnya dan buru2 mundur, menyesali kebodohannya…hahahaha. Se Kyung memasangkan sapu tangan itu dan meminta Seung Jo melihat ke cermin.

Raut kecewa tampak jelas di wajah Seung Jo. Ia lalu berjalan ke arah cermin untuk melihat penampilannya. Se Kyung berdiri di belakangnya. Seung Jo mematut diri di cermin, ia memejamkan mata berusaha menenangkan diri seraya perlahan2 mengusap kepala hingga wajahnya. “Aku memerlukan waktu. Waktu,”  batin Seung Jo berusaha menenangkan diri. Sementara Se Kyung di belakangnya juga tampak gusar, Se Kyung membatin, “Ayo fokus pada kerjaan. Kerjaan.”
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Seung  Jo dan Se Kyung turun dari lantai 2 butik itu dengan pikiran berkecamuk. Langkah Seung Jo terhenti, ia memejamkan mata dan menengadah seraya menghela nafas berat, merasa putus asa. Ia membuka matanya dan terkejut melihat Se Kyung yang sudah berjalan menjauh, ia buru2 mengejarnya. Di ujung tangga, Se Kyung membungkuk memberi hormat pada Seung Jo seraya berpamitan, “Aku akan pergi sekarang.” Seung Jo yang masih ingin berduaan dengan Se Kyung tiba2 bertanya apa Se Kyung tak punya model lain? Se Kyung tampak bingung, “Sebelumnya kau bilang kau akan memilih di antara dua.” Seung Jo beralasan bila ia memikirkannya lagi, setelan2 itu terlalu formal. “Terlebih lagi, ini adalah acara publik yang pertama dari Presiden..Seperti ada beberapa poin yang kurang…?” Seung Jo berusaha mencari alasan. Se Kyung mengerti. Dia akan menyiapkannya malam ini. Se Kyung bertanya pestanya besok, kan? Seung Jo mengangguk mengiyakan.
“Tapi, Sekretaris Kim…Apa aku tak diperkenankan untuk memastikan sendiri apa yang kusiapkan untuk Presiden cocok untuknya atau tidak?” tanya Se Kyung. Seung Jo berkata kalau ia sudah menjelaskan hal itu pada Se Kyung. Presiden itu… Se Kyung memotong ucapan Seung Jo, ia berkata kalau ia mengerti. Se Kyung membungkuk memberi hormat pada Seung Jo lalu pamit pergi. Ia berbalik, namun Seung Jo berseru menahan langkah Se Kyung. Se Kyung berbalik, “Ya?”
Ternyata Seung Jo memilihkan setelan untuk Se Kyung. Sambil memilih beberapa pakaian dan mencocokkannya pada Se Kyung, Seung Jo berkata kalau model minimalis dan warna yang hidup cocok untuk Se Kyung. Se Kyung yang tampak bingung bertanya apa yang Seung Jo lakukan sekarang?
“Aku sudah memberitahumu, bukan? Presiden yang mengurus lemari pakaianku. Presiden kita benci pada orang yang bekerja padanya tidak terlihat modis. Bukannya bermaksud mengatakan kau berpenampilan buruk, Nona Se Kyung. Bagaimanapun, Presiden yang memerintahkan. Karena kau perlu ke banyak tempat sebagai penata busananya, dia ingin kau juga memperhatikan pakaianmu,” terang Seung Jo beralasan. Se Kyung tampak terkejut, Presiden yang mengatakannya? Seung Jo membenarkan. Ia lalu memberi isyarat pada para pegawai di butik itu untuk membawakan setelan2 yang ia minta.

Para pegawai itu berjalan menghampiri mereka seraya membawa beberapa setelan wanita yang keren. Seung Jo menjelaskan bahwa itu semua mewakili mode dari Presiden Jean Thierry Cha. Se Kyung termangu memandangi setelan2 itu, ia mendesah pelan.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Se Kyung mencoba salah satu pakaian yang ia pilih, ia keluar dari ruang ganti dan berdiri di depan cermin seraya tertunduk lesu. Se Kyung tampak cantik dengan mini dress hitam bercorak abstrak warna ungu. Seung Jo berdiri lalu mengambil sebuah mantel putih gading yang terpajang dan memakaikannya pada Se Kyung. Se Kyung termangu karena berdekatan dengan Seung Jo, jantungnya kembali  berdebar. Seung Jo lalu mengambil sebuah kalung dari batu ruby bermotif bunga dan menyematkannya di leher Se Kyung. “Pakaikan kalung dan…penataan sudah selesai,” tukas Seung Jo tersenyum puas melihat hasil penataannya pada Se Kyung. Ia bertanya apa Se Kyung suka? Se Kyung terpana melihat dirinya sendiri di cermin. Ia menggangguk mengiyakan, “Aku suka.” Seung Jo langsung sumringah mendengarnya, ia lalu meminta Se Kyung menunggu sebentar lalu berbalik pergi.

Se Kyung masih terpaku di depan cermin,memandangi dirinya yang tampak begitu berbeda. Tak lama kemudian Seung Jo menghampiri sembari membawa sepasang high heels warna hitam. Seung Jo meminta Se Kyung duduk di sofa, Se Kyung mengerti. Ia meminta Se Kyung mencoba high heels yang dibawanya. Se Kyung mengiyakan dan akan memakainya sendiri, tapi Seung Jo yang sudah berlutut di depan Se Kyung melarangnya. Ia yang akan memakaikannya. Seung Jo lalu membuka sepatu yang Se Kyung kenakan dan memakaikan High Heels yang dibawanya. Se Kyung terenyuh melihatnya, ia semakin berdebar berusaha menahan perasaannya. “Selesai,” ujar Seung Jo lalu berdiri. Ia mengulurkan tangannya membantu Se Kyung berdiri.
 Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Alih2 meraih uluran tangan Seung Jo, Se Kyung malah berdiri sendiri. Tiba2 ia terkilir dan hampir terjatuh, namun dengan sigap Seung Jo menangkapnya. Seung Jo memeluk pinggang Se Kyung dengan erat. Mereka menyadari kalau mereka berpelukan, suasana menjadi canggung. Wajah mereka sangat dekat. Menyadari hal itu, Se Kyung hendak melepaskan diri dari pelukan Seung Jo, namun Seung Jo menarik Se Kyung ke dalam pelukannya and then….kissu. Seung Jo akhirnya mencium Se Kyung lumayan lama.

Se Kyung melepaskan diri dari ciuman Seung Jo. Perasaannya benar2 kacau, ia bergegas menuju ke ruang ganti. Sementara Seung Jo tampak merasa bersalah karena sudah mencium Se Kyung. Di dalam ruang ganti, Se Kyung memegangi dadanya. Ia syok karena ciuman yang tidak disangka2nya itu. Seung Jo memandang ke arah ruang ganti dengan perasaan bersalah. Se Kyung yang masih syok bergantian menatap pakaiannya yang tergantung di ruang ganti dan pakaian yang ia kenakan sekarang.

Seung Jo mondar2 tidak sabar menunggu Se Kyung keluar dari ruang ganti. Ia menyesali kebodohannya yang mencium Se Kyung seperti itu. Se Kyung keluar dari ruang ganti. Seung Jo menghampirinya. Se Kyung memberi hormat dan pamit dan berbalik pergi. Seung Jo hendak menjelaskan kejadian tadi tapi Se Kyung tidak mengidahkannya dan berjalan keluar dari butik itu.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Se Kyung keluar dari Departemen Store itu dengan pikiran berkecamuk, ia berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah. Di belakangnya, Seung Jo berusaha mengejar Se Kyung ingin mengatakan yang sebenarnya tentang dirinya. Langkahnya terhenti saat melihat Se Kyung yang bediri terdiam membelakanginya. Saat Se Kyung beranjak pergi, Seung Jo berteriak memanggilnya, “Nona Se Kyung!” Seung Jo berusaha mengejarnya, tapi Se Kyung keburu naik bis. Se Kyung memandangi Seung Jo dengan pandangan sedih dari dalam bis yang berjalan pergi. Sementara Seung Jo hanya bisa memandangi kepergian Se Kyung dengan putus asa.

Se Kyung duduk di samping jendela. Ia berusaha menahan tangisnya mengingat kejadian tadi. Sulit baginya untuk mengabaikan perasaannya yang sebenarnya pada Seung Jo yang dipikirnya adalah Sekretaris Kim. Seung Jo masih berdiri di trotoar, ia tampak merasa bersalah pada Se Kyung karena gagal memberitahu siapa sebenarnya dirinya. Se Kyung termenung di dalam bis. Ia melihat sepasang kekasih yang duduk di depannya sedang bercengkrama dan tampak bahagia. Se Kyung merasa iri, ia hanya bisa menghela nafas.
Sementara itu di kantor Artemis, tampak Ah Jung sedang berjalan sembari sibuk mengacak2 layar ponselnya. Ia berusaha mengingat apa yang sudah ia katakan pada Sekretaris Moon. Ah Jung  ingin menangis karena tidak bisa mengingat hal itu, ia malah menggetok kepalanya dengan ponsel (aneh2 aja nih Ah Jung). Sekretaris Moon juga melakukan hal yang sama. Ia yang sedang mengatur ruangan yang akan digunakan untuk pesta natal Artemis, tampak mondar mandir seraya memejamkan mata, berusaha mengingat hal apa yang sudah ia katakan pada Ah Jung. Sekretaris Moon merasa yakin ada yang ia katakan pada Choi Ah Jung. Sekretaris Moon tampak frustasi karena tidak menemukan jawabannya. Tiba2 dari balik lengan bajunya keluar sebotol serum wajah (hahahaha…jadi ingat orang2 jaman Joseon yang lengan bajunya bisa jadi kantong Doraemon :p). Ia lalu menyemprotkan serum itu ke udara dan membiarkan wajahnya menangkap serum itu (hahaha…Sekretaris Moon ini dandy juga ternyata). Sekretaris Moon takut wajahnya penuh kerutan gara2 stres.

Tiba2 Sekretaris Moon tampak menyadari sesuatu. “Apa mungkin aku memberitahunya Sekretaris Kim sebenarnya adalah Presiden? Tidak begitu kan?” batin Sekretaris Moon panik. Ponselnya berdering, ia buru2 mengangkatnya.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Ah Jung berada di café, ia membawa nampan berisi berbagai macam roti. Ia meminta kasir membungkus roti2 itu beserta sebuah cake. Ah Jung lalu duduk sembari merapikan dua kotak roti di depannya. Ia tampak menunggu seseorang. Tak lama kemudian orang yang ia tunggu akhirnya tiba juga. Ternyata Ah Jung sedang menunggu Sekretaris Moon, orang yang tadi menelpon Sekretaris Moon adalah Ah Jung. Tampak Sekretaris Moon masuk terburu2 ke dalam café, ia mengintarkan pandangannya mencari Ah Jung. Ah Jung menoleh dan melihat Sekretaris Moon, ia lalu melambai pada Sekretaris Moon dengan ekspresi wajah yang aneh dan senyum yang dipaksakan. Sekretaris Moon juga melambai pada Ah Jung dengan ekspresi yang sama. Sekretaris Moon lalu duduk di kursi depan Ah Jung.

Ah Jung berusaha tersenyum manis. Namun Sekretaris Moon menyipitkan mata curiga, “Ada apa? Tiba2?” Alih2 menjawab kecurigaan Sekretaris Moon, Ah Jung menyodorkan dua kotak roti yang sudah disiapkannya. Sekretaris Moon tampak bingung, apa ini? Ia lalu mengeluarkan isi kotak yang berisi cake strawberry dan meletakkkannya di atas kotak. “Tada! Ini untukmu karena aku merasa bersalah soal semalam,” aku Ah Jung. Sekretaris Moon pura2 curiga dan bertanya ada apa dengan…semalam?  “Sekretaris Moon, kau yang membayar semua minuman,” terang Ah Jung.  Sekretaris Moon terkejut mendengar penjelasan Ah Jung barusan dan spontan memegang kantung bajunya, “Aku?” Ah Jung mengangguk mengiyakan.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Sekretaris Moon buru2 mengambil ponselnya dan mengecek jumlah tagihan minuman semalam. Ia tebelalak melihat jumlah tagihan kartu kreditnya, 170.000 won? Ah Jung pura2 tidak tahu apa2 dan merapikan poninya. Sekretaris Moon menoleh pada Ah Jung dengan ekspresi seakan2 ingin mencekik Ah Jung karena tagihan itu, “Kau teman minum yang mengerikan.” Ah Jung terkejut mendengar sindiran Sekretaris Moon, “Aku?” Sekretaris Moon tampak kesal dan bertanya apa ia benar2 yang membayar semuanya?
“Apa ini bukan kau hanya memakai kartuku?” tuduh Sekretaris Moon. Ah Jung tampak kesal dituduh seperti itu, padahal mereka minum bersama , “Jiah, benar2….” Ah Jung tidak melanjutkan ucapannya, tiba2 ia bersikap manis. “Sepertinya kau tidak ingat semalam dengan baik,” terka Ah Jung. Sekretaris Moon melunak, ia tampak berpikir dan berkata kalau ia benar2 mabuk. “Aku sama sekali tidak berbuat kesalahan, kan?” tanya Sekretaris Moon.

Ah Jung tampak lega, ia tersenyum dan berkata kalau ia juga tidak ingat. Ah Jung berpura2 kalau biasanya ia tidak pelupa seperti itu. “Jadi Nona Ah Jung juga tidak ingat apa yang terjadi semalam?” terka Sekretaris Moon. Ah Jung balik bertanya apa Sekretaris Moon juga? Mereka seperti tersadar dan tertawa terbahak2 karenanya. Keduanya merasa lega karena mereka berdua tidak mengingat rahasia apa yang sudah mereka bocorkan satu sama lain. “Yah, kurasa kita benar2 mabuk berat semalam,” ujar Sekretaris Moon sumringah. Ah Jung membenarkan. Merasa satu masalah sudah beres, Sekretaris Moon lalu mengajak Ah Jung memakan cake itu bersama2. Mereka memuji kelezatan kue itu. Sekretaris Moon berkata kalau ia yang akan mentraktir kopi.

Sekretaris Moon bangkit hendak memesan kopi. Ia terdiam sejenak, tiba2 ekpresinya berubah. “Dia takkan ingat nanti, kan?” Di belakangnya, Ah Jung memikirkan hal yang sama, ia tampak khawatir seraya menggigit garpunya.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Di apartemennya, Seung Jo sedang duduk di sofa seraya menyelimuti dirinya dengan selimut seperti orang sakit. Ia tampak gelisah memikirkan saat ia mencium Se Kyung. Dr. Heo berusaha menghibur Seung Jo, ia menilai kalau Se Kyung mungkin syok karena ciuman yang tiba2 itu. “Apa kau pikir dia akan menangkap lehermu seperti ini di saat pertama?” terang Dr. Heo seraya memegang leher Seung Jo. Seung Jo yang merasa cemas berpikir kalau ia terlalu terburu2 (mencium Se Kyung). “Aku terlalu tenggelam dalam perasaanku,” ujar Seung Jo pilu. Dr. Heo tersenyum geli mendengar ucapan Seung Jo. “Aku juga, tidak terpikir aku akan bisa seperti ini,” lanjut Seung Jo merasa bersalah. Dr. Heo semakin geli melihat tingkah Seung Jo, ia mencibir Seung Jo, “Itulah yang kukatakan. Hanya karena sebuah ciuman, pria yang sudah lebih dari 30 tahun gemetar dan membuat keributan karena sudah melakukannya.”

“Hanya karena seorang wanita, aku menangis dan tertawa. Aku khawatir dan marah. Aku menjadi gugup…dan tegang. Perasaan ini…aku tak pernah terpikir kalau aku akan merasakannya lagi,” terang Seung Jo tentang perasaannya terhadap Se Kyung seraya menyembunyikan wajahnya dibalik selimut karena merasa malu. Dr. Heo tersenyum melihat perubahan sahabatnya itu yang mulai membuka hatinya untuk wanita lain selain Yoon Joo. Dr. Heo bertanya apa Se Kyung juga tahu soal itu? Seung Jo mengangkat wajahnya, ia tampak bingung dengan maksud Dr. Heo. “Perasaanmu, apa dia tahu?” tanya Dr. Heo lagi. Seung Jo tampak berpikir.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Di kamarnya, Se Kyung termenung mengingat kejadian saat Seung Jo menciumnya. Ia merasa dilema tentang perasaannya yang sebenarnya terhadap Sekretaris Kim a.k.a Seung Jo. Ia tergiang ucapan Yoon Joo, “Jika kau tidak menghentikannya, krisis ini akan datang padamu 3 kali.” Se Kyung membuka laci meja dan mengeluarkan hiasan pita berbentuk bunga pemberian Seung Jo. Se Kyung memandang hiasan pita itu penuh arti. Ia tergiang ucapan Ah Jung yang menganggap dirinya punya kebiasaan menaruh hati pada pria menyedihkan. Se Kyung menghela nafas, “Orang yang menyedihkan, bisa tetap menyedihkan.” Se Kyung berkata pada dirinya sendiri kalau ia bisa menolong mereka (orang2 menyedihkan) bila ia sukses nanti. Se Kyung lagi2 menghela nafas.

Ponsel Se kyung berbunyi, sebuah pesan masuk. Se Kyung membukanya yang ternyata dari Seung Jo. Seung Jo mengajak Se Kyung bertemu besok karena ada yang ingin ia katakan. Se Kyung hendak membalas sms itu dengan menulis ‘Oke’, namun ia nampak ragu akan mengirim pesan itu atau tidak. Se Kyung memutuskan mengirim pesan itu. Ia lalu membuang hiasan pita yang sedari tadi dipegangnya ke tempat sampah. Se Kyung sudah memutuskan untuk melupakan kejadian ciuman itu dan mengabaikan perasaannya, ia akan meneruskan rencananya mencari Kelinci Putih.
Di kantor Tommy Hong. Sekretaris Tommy Hong menyerahkan undangan Private VVIP Party Artemis pada Tommy Hong dan menyampaikan kalau acara itu diadakan pukul 7 malam nanti dan pihak GN Fashion juga akan hadir. Tommy Hong membaca sekilas undangan itu lalu membuangnya ke meja. Ia tampaknya masih kesal pada Presiden Jean Thierry Cha karena  kejadian ‘saus kecap’ tempo hari. Sekretarinya lalu menyerahkan CV Han Se Kyung yang ia minta. Tommy Hong tampak  berpikir sambil menutup mata, “Hal yang penting sekarang bukanlah Jean Thierry Cha. Artemis, GN Group dan Royal Group. Pernakah ada penyatuan seperti ini?” Sekretarisnya mencoba memahami maksud bos-nya itu. “Jika tercapai, pergolakan besar akan terjadi di dunia fashion. Yang artinya, insiden terbesar tahun ini akan muncul. Dan tentu saja, ini akan menjadi perjodohan pernikahan terbesar yang pernah kulakukan,” ujar Tommy Hong mantap seraya memandang lurus ke depan. Sekretarisnya menilai kalau perjodohan itu tercapai, biaya komisi yang didapatkan takkan bisa dibandingkan dengan perjodohan yang lain. Tommy Hong tersenyum simpul. Ia nampak berpikir dan bergumam, “komisi.”
Tiba2 di samping kepala Tommy Hong, muncul majalah sport tahun 2012. Lembaran majalah itu terbuka dan di berhenti di salah satu halaman yang menayangkan artikel ‘Presiden Royal Grup Chairman Cha Il Nam Terpilih sebagai Wakil Komite Perencanaan Olimpiade di Pyeongchang’.
“Presiden Cha Il Nam sekarang menjabat sebagai Wakil Komite Perencanaan Olimpiade di Pyeongchang, kan?” tanya Tommy Hong pada sekretarisnya. Sekretarisnya membenarkan. Tommy Hong seperti menyadari sesuatu dan tersenyum senang. “Jika bisa menjadi sponsor dari pakaian para atlit, namamu akan terkenal di seluruh dunia,” tebak Sekretarisnya. Tommy Hong menggeleng dan berkata kalau itu tidak akan menjadi masalah. Ia lalu beranjak dari kursinya lalu berjalan mengintari sekretarisnya.

“Choi Seok, Kim Bong Gi, Park Jin Joo, Yoon Philip. Apa mereka pikir aku tak tahu mereka menyebutku apa?” Raut muka Tommy Hong berubah saat menyebutkan nama2 orang yang meremehkannya. Sekretarisnya hanya mendesah seraya menundukkan kepala. “Itu benar. Jika aku tidak bisa menjodohkan pernikahan ini, tindakan mucikari ini, akan berakhir sampai di sini,” janji Tommy Hong pada dirinya sendiri. Ia berencana mengambil sebuah keuntungan yang besar untuk dirinya dalam perjodohan itu.

Tommy Hong menemui Presdir Cha Il Nam di kantornya. Ia menanyakan pendapat Presdir Cha Il Nam tentang Kepala Tim Shin In Hwa. “Aku cenderung yakin. Jiwa muda dan wirausahanya juga tajam,” puji Presdir Cha Il Nam. Tommy Hong tersenyum simpul mendengarnya. Presdir Cha Il Nam lalu bertanya bagaimana dengan pihak Seung Jo? Kenapa sama sekali tidak ada tanggapan? Alih2 menanggapi pertanyaan Presdir Cha Il Nam, Tommy Hong beranjak dari duduknya lalu berjalan dan mengamati foto2 yang terpajang di dinding di ruangan itu. Tommy Hong menghentikan langkahnya lalu menoleh ke Presdir cha Il Nam, “Segera, sponsor seragam atlit untuk Olimpiade Musim Dingin. Sejauh yang kuketahui, akan ada tender publik untuk itu.” Presdir Cha Il Nam menoleh mendengar ucapan Tommy Hong, ia tampak bingung dengan maksud Tommy Hong.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
“Anda mungkin tahu dengan baik, tapi putramu bukan pria yang mudah. Tak peduli betapa anda suka dengan Kepala Tim Shin, jika kita tidak bisa melunakkan hati anakmu, perjodohan ini tidak akan berhasil,” terang Tommy Hong. Presdir Cha Il Nam tampak risau mendengar penjelasan Tommy Hong, lalu bagaimana?
“Tentu saja, aku akan melakukannya seperti hidupku. Dan dalam hal ini dengan mempertaruhkan hidupku, jika Presiden, bisa memberiku sedikit motivasi.” Presdir Cha Il Nam mulai paham maksud tersembunyi Tommy Hong. “Kau meminta hak sponsor?” tebak Presdir Cha Il Nam. Tommy Hong pura2 segan dan menundukkan kepala seraya berkata kalau dia tidak akan berani membuat kesepakatan dengan Presdir Cha Il Nam. “Anak muda ini. Tolong ubah hidupnya kali ini. Aku tidak akan membuatmu menyesal,” pinta Tommy Hong sembari menundukkan kepala memberi hormat. Walaupun sedikit kesal tujuan Tommy Hong yang sebenarnya, Presdir Cha Il Nam tetap menyetujui untuk membantu Tommy Hong mendapatkan hak sponsor dan berkata kalau mereka harus bertemu di Pyeongchang. Tommy Hong sangat berterima kasih atas bantuan Presdir Cha Il Nam dan membungkuk memberi hormat pada Presdir Cha Il Nam, “Aku akan berusaha sebaik mungkin, Presiden.” Presdir Cha Il Nam melirik Tommy Hong kesal.
Ho Min menjenguk kakaknya di rumah sakit. Ia membaca undangan Private VVIP Party Artemis yang ditunjukan kakaknya. Yoon Joo tampak risau karena undangan itu. Ho Min terkejut membaca undangan itu, “Pesta besok malam di Artemis? Bersama suami?” Yoon Joo berkata dia mungkin tidak datang karena berada di rumah sakit. Ho Min merasa cemas melihat kakaknya, “Sampai kapan kau akan menghindar seperti ini? Cha Il Nam juga terlibat. Masalahnya hanya waktu sebelum kau ketahuan.” Yoon Joo berusaha menenangkan adiknya. “Kalau begitu, aku juga akan hancur,” cemas Ho Min (ihh…nih Ho Min ternyata egois juga, kirain khawatir ama kakaknya ternyata ujung2nya takut kalau dia juga ikut hancur). Yoon Joo terkejut mendengar ucapan adiknya itu. Ho Min beralasan kalau ia gugup setengah mati hari ini, itu karena Presdir Cha Il Nam selalu datang ke toko roti miliknya, tempat Ho Min bekerja.

Ho Min tiba2 punya ide, ia berkata bagaimana kalau ia menggerus toko roti itu?
“Gunakan uangnya jika ada keperluan darurat…” Yoon Joo memotong ucapan Ho Min, ia kesal mendengar ide bodoh adiknya itu dan menyuruhnya pergi. Ho Min bingung kenapa kakaknya tiba2 menyuruhnya pergi? “Aku bilang pergilah. Aku lelah,” ujar Yoon Joo. Ho Min berseru kalau noona-nya itu perlu berpikir. “Pergi, kataku!” bentak Yoon Joo tiba2 yang membuat Ho Min kaget. Ho Min yang merasa kesal karena dibentak kakaknya lalu beranjak pergi sembari membawa undangan Private VVIP Party Artemis yang sedari tadi dipegangnya. Yoon Joo hanya bisa menahan tangisnya.

Presdir Cha Il Nam sedang berada di mobilnya menuju ke suatu tempat. Ia merogoh ponsel di sakunya lalu menghubungi seseorang. Ternyata Presdir Cha Il Nam menghubungi Dr. Heo. Ia bertanya apa Dr. Heo berada di rumah sakit.
Dengan langkah lesu, Ho Min keluar dari rumah sakit tempat kakaknya di rawat. Tiba2 ia melihat kakak iparnya , Presdir Shin, baru saja tiba. Ia buru2 menghampiri Presdir Shin lalu membungkuk memberi hormat, “Kakak ipar, kau datang?” Presdir menyapa adik iparnya itu dan bertanya apa dia datang untuk menjenguk kakaknya? Ho Min mengiyakan seraya mempersilahkan Presdir Shin menjeguk Yoon Joo. Tepat saat itu, mobil Presdir Cha Il Nam tiba di rumah sakit tempat Yoon Joo di rawat. Ho Min menoleh dan melihat Presdir Cha Il Nam turun dari mobilnya. Presdir Shin juga menoleh melihatnya. Ho Min tercengang, ia tampak panik. Apalagi saat Presdir Shin menghampiri Presdir Cha Il Nam dan menyapanya. Ho Min yang panik, mundur perlahan kembali ke dalam rumah sakit untuk menemui kakaknya.

Presdir Shin menyalami Presdir Cha Il Nam dan bertanya kenapa Presdir Shin ke rumah sakit itu? “Direktur rumah sakit ini teman lamaku, jadi aku sering ke sini. Bagaimana denganmu, Presdir Shin?” tanya Presdir Cha Il Nam. Presdir Shin menjelaskan kalau istrinya mengalami kecelakaan kemarin. Presdir Cha Il Nam turut prihatin dan bertanya apakah istri Presdir Shin dirawat.
Yoon Joo sedang tertidur pulas saat ponselnya berbunyi. Dengan kesal ia meraih ponselnya yang tergeletak di sampingnya. Melihat nama Ho Min tertera di layar ponselnya, Yoon Joo malas menjawab panggilan masuk itu. Karena ponselnya terus berdering, dengan ogah2an Yoon Joo menjawab telponnya. Ho Min berkata kalau Presdir Cha Il Nam datang. Mendengar hal itu, Yoon Joo terlonjak kaget. Ho Min yang panik menambahkan kalau Presdir Cha Il Nam bertemu dengan kakak iparnya di pintu masuk. Ho Min semakin panik saat melihat Presdir Shin dan Presdir Cha Il Nam masuk bersama. Ia memberitahu kakaknya hal itu. Yoon Joo panik dan nampak ketakutan, “Masuk bersama? Apa maksudmu dia ke rumah sakit?” Ho Min tidak yakin, ia menyarankan kakaknya untuk menghindar dulu.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Yoon Joo memakai mantelnya lalu keluar dari kamarnya untuk menghindar dari Presdir Cha Il Nam. Ia menyusuri koridor rumah sakit. Ia tampak gelisah dan bingung harus kemana untuk bersembunyi. Yoon Joo hendak naik lift, namun urung karena melihat lift sedang menuju ke lantai atas. Ia melihat pintu menuju tangga darurat, Yoon Joo lalu memutuskan untuk bersembunyi di situ. Tepat saat Yoon Joo masuk ke ruang tangga darurat, pintu lift terbuka dan Presdir Cha Il Nam dan Presdir Shin keluar dari lift itu. Yoon Joo yang mengintip dari balik pintu, tampak ketakutan melihat suaminya dan Presdir Cha Il Nam sedang berjalan bersama menuju kamar tempat ia dirawat.

Presdir tiba di depan kamar Yoon Joo dirawat. Ia hendak masuk namun Presdir Cha Il Nam menghentikan langkahnya. “Sebenarnya, menurutku tidak sopan untuk pertemuan pertama. Aku akan menyapanya lebih formal saat dia baikan,” ujar Presdir Cha Il Nam. Ia batal bertemu istri Presdir Shin, Yoon Joo. Presdir Shin mengerti dan berkata akan mencoba mengatur pertemuan dengan Presdir Cha Il Nam. Presdir Cha Il Nam lalu pamit seraya menyalami Presdir Shin. Presdir Cha Il Nam pun berbalik pergi. Yoon Joo yang mengintip dari balik pintu tangga darurat, panik saat melihat Presdir Cha Il Nam berjalan ke arahnya. Ia buru2 menutup pintu dan bersembunyi.

Yoon Joo bersandar di dinding. Dia benar2 ketakutan melihat kehadiran Presdir Cha Il Nam. Tubuhnya gemetar, ia menangis tanpa suara. Ia benar2 ketakutan, ia takut bertemu Presdir Cha Il Nam. Ia takut Presdir Cha Il Nam membongkar rahasianya selama ini, membongkar siapa sebenarnya Seo Yoon Joo. Ia merasa posisinya sebagai istri seorang chaebol terancam dengan kehadiran Presdir Cha Il Nam. Ia benar2 takut kehilangan impiannya, kehilangan semua yang sudah dicapai hingga saat ini. Tubuh Yoon Joo merosot ke lantai, ia bingung harus berbuat apa. Ia hanya bisa menangis sejadi2nya.
Ponsel Yoon Joo berdering, Presdir Shin menelpon. Yoon Joo memandangi ponselnya dengan ragu, ia mengabaikan telpon suaminya. Ponselnya akhirnya berhenti berdering. Ia lalu memeriksa daftar panggilan di ponselnya. Tertera nama Min Hyuk (Presdir Shin), Ho Min, Han Se (Se Kyung) dan Agashi (In Hwa). Yoon Joo memandangi nama2 itu, ia lalu memutuskan menghubungi salah satunya.

Se Kyung sedang berada di kantor GN Fashion. Ia duduk di mejanya sembari memandangi pesan gambar yang dikirim Jean Thierry Cha. Se Kyung merasa galau. Tiba2 layar ponselnya berubah, sebuah panggilan masuk dari Yoon Joo. Ternyata Yoon Joo memutuskan menghubungi Se Kyung. Se Kyung tampak ragu memandangi ponselnya, namun ia pun menjawab panggilan Yoon Joo.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Di Rumah sakit tempat Yoon Joo dirawat, Yoon Joo tampak merenung di kamarnya. Ia masih memikirkan kejadian tadi. Tak lama kemudian Se Kyung datang menjenguk Yoon Joo sembari membawa sesuatu. Se Kyung tampak khawatir melihat kondisi Yoon Joo yang dirawat di rumah sakit dan bertanya ada apa? Yoon Joo menjawab kalau dirinya kecelakaan. “Apa kau terluka?” tanya Se Kyung. Yoon Joo hanya terdiam seraya mendesah pelan. Se Kyung mengerti kalau Yoon Joo sedang tidak mood. Se Kyung lalu menyerahkan tas barang yang dibawanya, “Ini yang kau minta.” Yoon Joo memandangi tas itu dan meminta Se Kyung meletakkannya di samping tempat tidur.

Yoon Joo tertunduk, ia tampak merenung. Melihat ekspresi Yoon Joo, Se Kyung bertanya apa ia baik2 saja? Alih2 menjawab pertanyaan Se Kyung, Yoon Joo malah balik bertanya, “Bagaimana denganmu? Kau mengalami krisis. Kau bisa menyelesaikannya?” Di balik masalahnya, Yoon Joo tetap mengkhawatirkan Se Kyung. “Aku akan melakukannya hari ini,” tukas Se Kyung. Yoon Joo bertanya bagaimana? “Hadapi langsung,” jawab Se Kyung mantap. Yoon Joo tercengang mendengar jawaban Se Kyung yang tidak disangka2nya itu. Se Kyung balik bertanya, Yoon Joo juga sudah mengalaminya, kan? Yoon Joo tertegun mendengar pertanyaan Se Kyung. “Bagaimana kau mengatasinya?” tanya Se Kyung. Yoon Joo tersenyum simpul, “Aku tidak bisa mengatasinya.” Ia lalu menatap Se Kyung, “Kupikir aku bisa. Ternyata tidak.” Se Kyung terdiam mendengar jawaban Yoon Joo.
“Jadi kali ini, kau harus mengatasinya. Atau, kakimu akan terikat (seperti dirinya),” tukas Yoon Joo. Se Kyung terdiam, ia menerka, “Apa mungkin, krisis kedua juga…” Yoon Joo membenarkan tebakan Se Kyung. “Yang kedua, juga….Yang ketiga, juga…cinta.” Mereka berdua termenung. Se Kyung mendesah pelan, “Bagaimana…cinta bisa menjadi krisis dalam hidupku?” Yoon Joo menoleh menatap Se Kyung.
“Aku orang yang tidak bisa hidup tanpa cinta. Jadi selama 6 tahun, aku juga menggantungkan diri pada cinta. Melihat orang menikah, berdasarkan latar belakang dan kondisi. ‘Kalian masih bahagia tanpa cinta, begitu rupanya’. ‘Tapi aku berbeda’. Aku seperti itu,” ujar Se Kyung pilu.

Yoon Joo menatap Se Kyung lekat2, matanya mulai nanar, “Berbeda? Di dunia ini, tidak ada hal yang bisa membuat bahagia selain cinta. Entah kau percaya atau tidak, aku juga tidak seperti itu. Kau melihat aku meraih semua mimpi besarku, kan? Aku hanya…ingin hidup lebih baik. Seperti yang kau mau sekarang.” Yoon Joo memalingkan wajah, berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah dihadapan Se Kyung.  Se Kyung terdiam. “Jadi cepat selesaikan. Seperti yang kau katakan, kau juga bukan orang yang menggantungkan dirimu pada cinta sekarang,” ujar Yoon Joo tanpa menatap  Se Kyung. Se Kyung menoleh pada Yoon Joo, matanya juga mulai nanar menahan tangis.

Se Kyung meninggalkan rumah sakit dengan pikiran berkecamuk. Selepas kepergian Se Kyung, Yoon Joo kembali termenung. Ia memikirkan langkah apa yang akan ia ambil untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya kini.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Sementara itu di kantor Pusat Artemis, di ruangan Presdir Jean Thierry Cha, tampak Seung Jo sedang melamun memandang ke arah luar jendela. Seung Jo tampak gelisah, ia berjalan bolak balik. Ia gelisah memikirkan apa yang harus dia lakukan jika ia bertemu Se Kyung setelah kejadian ia mencium Se Kyung. Ia bergumam menyebut dirinya sendiri bodoh. Seung Jo berusaha menyusun kata2 yang akan ia katakan pada Se Kyung nanti. “Nona Se Kyung…kemarin kau pasti sangat terkejut, kan? Aku tidak bermaksud untuk…Tidak, tidak, tidak…Aku bermaksud untuk…” Seung Jo tampak panik, ia buru2 meralat ucapannya (ngakak liat tingkah Seung Jo di scene ini…lol), “Tidak, tidak, tidak. Aku tidak bermaksud melakukannya, tapi..” Seung Jo menghela nafas, ia merasa ucapannya salah dan bergumam menyebut dirinya gila (emang gila koq :p).

Seung Jo menatap gelang pemberian Se Kyung yang terpasang di tangan kanannya. Ia mengelus sayang gelang itu, lalu ekspresinya berubah serius. Ia kembali berbicara seakan sedang berhadapan dengan Se Kyung. “Hal seperti ini…Sudah sangat lama. Jadi mungkin aku kelihatan aneh dan bodoh, tapi aku…jujur.” Setelah merasa yakin dengan apa yang akan ia katakan, Seung Jo pergi menemui Se Kyung.
Selepas menjenguk Yoon Joo di rumah sakit, Se Kyung tidak langsung kembali ke kantor. Ia berada di café, duduk termenung menunggu Seung Jo. Seung Jo berjalan ke café tempat ia dan Se Kyung janjian. Dari trotoar, ia bisa melihat Se Kyung sedang menunggunya sambil melamun. Seung Jo lalu naik ke lantai 2 café itu. Seung Jo menghentikan langkahnya, ia tampak ragu. Ia lalu menghela nafas dan dengan langkah mantap menghampiri Se Kyung. Seung Jo berusaha tersenyum saat ia berdiri di depan Se Kyung, ia lalu duduk di kursi berhadapan dengan Se Kyung. Seung Jo tampak gugup, sambil berusaha mengendalikan dirinya ia menyapa Se Kyung, “Kau datang lebih dulu.” Seung Jo hendak mengucapkan kata2 yang sudah disusunnya dari kantor, namun Se Kyung memotong ucapannya.

“Tokonya, mengkonfirmasi detil untuk pestanya. Aku juga sudah meminta untuk dikirim ke Kantor Sekretaris,” terang Se Kyung. Seung Jo tersenyum mengiyakan. Seung Jo lalu mengalihkan pembicaraan. Seakan tahu apa yang akan dikatakan Seung Jo, Se Kyung terlihat gelisah. “Kemarin…kau kelihatannya sangat terkejut. Maafkan aku. Dan membahasnya lagi. Aku tahu ini aneh, tapi..Sekarang aku benar2 kelihatan aneh, kan?” ujar Seung Jo seraya tersenyum berusaha mencairkan suasana yang sedikit canggung. Di bawah meja, tampak tangan Seung Jo berusaha menahan tangannya yang terlihat gemetar, pertanda ia sedang gugup, “Tapi…aku ingin kau tahu satu hal. Aku, padamu….”
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Se Kyung mengerti apa yang akan Seung Jo ungkapkan, ia buru2 memotong ucapan Seung Jo. “Sekretaris Kim. Aku tidak ingin berhubungan dengan Presiden, melalui Sekretaris Kim. Aku tidak mau lagi,” tukas Se Kyung. Seung Jo terkejut mendengar ucapan Se Kyung yang tidak disangka2nya itu. “Aku benar2 berterima kasih atas bantuanmu selama ini. Tapi, untuk melanjutkan kerja seperti ini, kurasa ini salah,” terang Se Kyung. Seung Jo yang nampak syok bertanya, apa ini karena kemarin? Se Kyung yang berusaha mengabaikan perasaannya sendiri dan ingin melupakan kejadian kemarin dengan tatapan bingung pura2 bertanya, “Apa yang terjadi kemarin?”

Seung Jo nampak syok mendengar pertanyaan Se Kyung barusan. Ia tidak menyangka Se Kyung melupakan kejadian ciuman kemarin. Seung Jo tahu kalau Se Kyung sedang berpura2 tidak mengingat kejadian kemarin, tapi dia benar2 syok karena Se Kyung berusaha mengabaikan kejadian kemarin, apalagi saat Se Kyung berkata kalau apapun yang terjadi kemarin itu tidak penting untuknya (sakiiiiittttt beud tuh). “Yang penting bagiku adalah mendandani Presiden dengan baik, seperti yang kau katakana sebelumnya,” tukas Se Kyung. Seung Jo mengerti. “Tapi, orang yang harus kudandani tidak di sini, dan, jika aku terus berhubungan dengan orang yang berbeda itu hanya….”
Seung Jo memotong ucapan Se Kyung dan dengan gugup bertanya apa karena Se Kyung tidak menyukainya? “Apa kau merasa tidak nyaman bersamaku? Karena kau membenciku, begitu?” Se Kyung terdiam, ia tampak sedih. Tapi ia menguatkan hatinya dan mengabaikan perasaan sebenarnya pada Seung Jo, “Suka dan benci, itu apa? Sekretaris Kim dan aku…hanya berhubungan soal pekerjaan?” Seung Jo benar2 syok, ia benar2 sedih karena penolakan Se Kyung. Seung Jo tampak gelagapan, “Jadi, uh…aku. Karena aku juga memendam perasaanku…Aku tidak memikirkan soal perasaanmu.”  Dengan perasaan sedih, Se Kyung terpaksa memotong ucapan Seung Jo. “Suka dan benci itu apa? Kelihatannya kau salah paham. Memang benar aku sangat berterima kasih pada Sekretaris Kim, tapi…” Se Kyung menghela nafas berat lalu melanjutkan ucapannya. “Ya, kau benar. Seperti katamu, tidak nyaman bekerja denganmu. Dan, tidak peduli kemampuan dan pengalamanku yang masih rendah, kurasa aku bisa bertemu dengan Presiden secara pribadi, sebagai stylistnya. Bertemu dan bekerja dengannya secara pribadi. Dan jika tidak, maka aku tidak mau bekerja lagi. Tolong katakan ini pada Presiden,” ujar Se Kyung tegas. Seung Jo semakin syok mendengar ultimatum yang diberikan Se Kyung. Terima kasih banyak, atas semuanya,” ujar Se Kyung seraya menundukkan kepala memberi hormat pada Seung Jo lalu beranjak pergi dari tempat itu meninggalkan Seung Jo yang masih terpaku. “Kau melakukannya dengan baik, Han Se Kyung,” batin Se Kyung.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Se Kyung berhenti di ujung tangga. Ia teringat kenangan saat Seung Jo yang tampak khawatir padanya setelah kejadian di pesta Tommy Hong. Ia juga teringat ekspresi Seung Jo saat bermain2 dengan boneka buatannya dan saat Seung Jo berkungjung ke rumahnya. Se Kyung menoleh memandangi Seung Jo yang duduk termenung dengan perasaan bersalah. Se Kyung lalu memutuskan membuang perasaannya jauh2 dan pergi dari tempat itu.

Begitu pun dengan Seung Jo, ia kembali teringat saat Se Kyung mengajaknya ‘High-five’, juga saat mereka bermain telpon2an dalam  bahasa Perancis. Juga kejadian di pojangmancha (warung kaki lima) saat mereka hampir berciuman.  Ia tidak dapat menahan perasaaannya lagi, ia lalu bergegas mengejar Se Kyung. Namun sayangnya, ia berlari ke arah yang salah. Seung Jo berjalan pulang dengan perasaan kacau. Ia berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah. Tiba2 ponselnya berdering, dari Ah Jung. Se Kyung lalu mengangkatnya.

Seung Jo yang tidak berhasil mengejar Se Kyung, kembali ke kantornya. Sekretaris Moon yang bersamanya memberitahu Seung Jo kalau tempat pesta sudah siap dan mereka bisa berangkat 3 jam lagi. Seung Jo seakan tidak mendengar ucapan Sekretaris Moon, ia lalu duduk di kursinya tanpa semangat. Melihat ekspresi Seung Jo yang tidak biasa itu, Sekretaris Moon tampak khawatir dan bertanya apa Presiden-nya itu merasa tidak sehat? Seung Jo berkata tidak seraya menyuruh Sekretris Moon keluar dari ruangannya. Sekretaris Moon mengerti, ia lalu membungkuk memberi hormat lalu  pamit pergi. Saat ia berbalik, tiba2 Seung Jo memanggilnya. Ia lalu berbalik menghadap bosnya itu.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
“Apa mungkin, setelah itu kau bertemu dengan Choi Ah Jung?” tanya Seung Jo menyelidik. Sekretaris Moon tampak panik mendengar pertanyaan Seung Jo. Seung Jo kembali bertanya apa Sekretaris Moon bertemu Choi Ah Jung? Sekretaris Kim semakin panik, dengan gugup ia bertanya, “Kenapa? Apa anda mendengar sesuatu?” Seung Jo semakin curiga dan bertanya, dengar apa? Sekretaris Moon memejamkan mata, menyadari kebodohannya yang keceplosan. “Kau bertemu dengannya? Kau bertemu dengannya, bukan?” tanya Seung Jo. Sekretaris Moon hanya terdiam, tidak berani menjawab pertanyaan Seung Jo. “Apa kau membicarakan tentang aku atau Han Se Kyung?” tanya Seung Jo sekali lagi. Sekretaris Moon membelalakkan mata, ia benar2 panik , “Apa Choi Ah Jung mengatakan bahwa aku bilang sesuatu?” Seung Jo semakin yakin kalau Sekretaris Moon sudah membocorkan rahasianya pada Choi Ah Jung, ia kembali bertanya apa yang dikatakan Choi Ah Jung? Apa yang mereka bicarakan? Sekretaris Moon kembali memejamkan mata, menyadari kecerobohannya karena termakan pertanyaan jebakan Seung Jo.

Sekretaris Moon bingung apa yang harus ia katakan. Seung Jo yang mulai geram melihatnya bertanya apa itu? Sekretaris Moon memegangi lehernya sembari menggeleng, “Aku tidak ingat.” Seung Jo tampak tidak percaya, ”Kau..tidak ingat?!” Dengan takut2 Sekretaris Moon berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya, “Ini jelas sesuatu tentang Presiden yang seharusnya menjadi rahasia, tapi….” Seung Jo tampak panik “Rahasia…” Ia lalu menengadah, menatap tajam Sekretaris Moon.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Ah Jung mengajak Se Kyung bertemu di café. Ah Jung menceritakan kalau ia sudah memberitahukan sebuah rahasia tentang Se Kyung pada Sekretaris Moon. Se Kyung terkejut mendengar penuturan Ah Jung. “Apa yang kau katakan? Apa yang sedang kau bicarakan sekarang?” seru Se Kyung. Ah Jung menunduk, ia merasa bersalah pada Se Kyung. “Apa yang sudah kukatakan dengan Sekretaris Moon, aku tidak ingat!” terang Ah Jung tanpa memangkat wajahnya. Se Kyung tampak frustasi dan bertanya Ah Jung tidak ingat? Ah Jung menyadari arti  pertanyaan Se Kyung, ia mengangkat wajahnya dan buru2 menyangkal. “Tidak! Itu pasti bukan sesuatu tentang Kelinci Putih! Aku tidak akan mengangkatnya meski sudah gila! Tidak akan pernah! Bukan itu..” tukas Ah Jung. Se Kyung hanya bisa menundukkan kepala frustasi, dia benar2 tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan jikalau rahasianya yang mencari Kelinci Putih itu terbongkar.

Ah Jung berusaha menghibur Se Kyung dengan berkata kalau ia sudah memeriksa Sekretaris Moon dan sepertinya dia tidak mengingat apapun. “Kami berdua benar2 mabuk,” ujar Ah Jung yakin. “Jika dia ingat bagaimana? Kau memberitahunya bahwa aku berniat mendekati Presiden. Dan bagaimana jika Sekretaris Moon mengingat itu?” tanya Se Kyung. Ah Jung menggeleng merasa bersalah, bukan itu. Ia mengiba seraya mengatupkan kedua tangannya, memohon ampunan Se Kyung, “Mungkin bukan itu, Se Kyung.” Se Kyung hanya bisa mendesah pelan.
Kembali ke Seung Jo yang sedang mengintrogasi Sekretaris Moon. “Bahwa Sekretaris Kim yang kau temui itu adalah Presidennya! Apa kau memberitahu dia itu?!” terka Seung Jo. Sekretaris Moon memejamkan mata, berusaha mengingat apa yang sudah ia katakan pada Ah Jung. Seung Jo semakin cemas. “Tidak mungkin. Apa karena itu Han Se Kyung tadi…” batin Seung Jo. Sekretaris Moon berusaha menegaskan kepada Seung Jo dengan ekspresi yakinnya kalau mungkin yang dia katakan pada Ah Jung bukan hal itu. Ia juga merasa bersyukur karena menduga Ah Jung tidak ingat sesuatu. Seung Jo hanya bisa mengusap wajahnya seraya berpikir, “Apa yang harus kulakukan?”
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Setelah menyuruh Sekretaris Moon keluar dari ruangannya, Seung Jo lalu menghubungi Dr. Heo dan menceritakan tentang Sekretaris Moon yang mengungkapkan sebuah rahasianya pada Ah Jung. Dr. Heo terkejut mendengarnya. “Kau pikir dia memberitahunya bahwa sebenarnya kau adalah Presiden?” terka Dr. Heo. “Jika Han Se Kyung mengetahuinya, dia pasti akan bilang aku benar2 gila.  Selama ini, semua yang kulakukan untuk membodohinya,” ujar Seung Jo putus asa. Dr. Heo bertanya apa Seung Jo mengaku (pada Se Kyung)? Seung Jo berkata kalau ia tidak melakukannya. Dr. Heo merasa heran, kenapa? “Segera setelah kami bertemu, dia bilang dia tidak bisa bekerja denganku lagi. Dan terlebih lagi jika dia tahu bahwa aku Presidennya, dia akan berpikir orang psyco aneh mempermainkannya,” ujar Seung Jo hampir menangis.

Dr. Heo berkata kalau Seung Jo harus memberitahu Se Kyung sendiri tentang siapa dirinya sebenarnya. “Mendengarnya dari orang lain akan menjadi kasus yang paling buruk. Baik Han Se Kyung siap mendengarnya atau tidak. Pertama, temui dia dan ungkapkan segalanya dengan benar. Dan memberitahunya kenapa kau melakukan itu juga. Kau sendiri,” tegas Dr. Heo. Seung Jo terdiam, tak mampu berkata2 lagi. Ia benar2 bingung bagaimana cara mengungkapkan kebenaran tentang dirinya pada Se Kyung?

Tiba2 Sekretaris Seung Jo yang lain masuk seraya membawa sebuah paket besar. Ia memberitahu kalau pakaian pesta Presdirnya itu sudah siap. Ia lalu memberikan paket itu pada Seung Jo seraya pamit keluar dari ruangan. Seung Jo lalu membuka paket itu yang ternyata adalah jas, kemeja beserta dasi buatan Se Kyung. Seung Jo menatap pakaian di depannya itu seraya berpikir.
Di ruangannya, Shin In Hwa sedang menatap undangan VVIP Private Party Artemis yang diterimanya. Ia tersenyum simpul membaca undangan itu dan tampak merencanakan sesuatu. Tiba2 Manajer Kim menghadap dan menyampaikan kalau Tommy Hong datang untuk bertemu dengan Ketua Tim-nya itu. Shin In Hwa tampak bingung akan kehadiran Tommy Hong. Ia pun meminta Manajer Kim mempersilahkan Tommy Hong masuk ke ruangannya.

Tommy Hong melangkah masuk ke ruangan In Hwa. Ia lalu menundukkan kepala memberi hormat pada In Hwa seraya menyapanya. Melihat kehadiran Tommy Hong, In Hwa bergegas berdiri. Ia berkata kalau ia tidak tahu Tommy Hong datang menemuinya seraya mempersilahkan Tommy Hong duduk. Kini, mereka saling duduk berhadapan. “Pesta hari ini, kau akan datang, kan?” tanya Tommy Hong. In Hwa tersenyum mengiyakan. Ia lalu bertanya apa Tommy Hong sudah bertemu dengan Presiden Cha Il Nam? Alih2 menjawab pertanyaan In Hwa, Tommy Hong malah membuat penawaran, “Untuk Musim ini, bagaimana kalau kau berkolabrasi denganku?” In Hwa sedikit terkejut mendengar penawaran Tommy Hong, ia hanya tersenyum simpul.

“Pertama, masalah pernikahan antara GN Fashion dan CEO Artemis. Tapi Royal Group sudah masuk sekarang. Jadi menaikkan taruhannya…menjadi adil,” ucap In Hwa menerima tawaran Tommy Hong. Tommy Hong tersenyum senang mendengarnya, ia memuji In Hwa, “Seperti yang diharapkan, kau keren dan murah hati.” In Hwa hanya tersenyum, ia menilai kalau Tommy Hong terlalu yakin. Menurutnya, tidak akan mudah memperbaiki hubungan antara Presiden Cha Il Nam dan Jean Thierry Cha. “Serahkan semua itu padaku dan mulailah dengan Jean Thierry Cha,” yakin Tommy Hong. In Hwa berkata tentu saja. “Pesta hari ini waktu yang tepat, bukan?” tebak In Hwa.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Tommy Hong mencondongkan badan ke depan, alih2 membisikkan sesuatu pada In Hwa, “Jika ada satu tip yang bisa kuberikan padamu…dengan Jean Thierry Cha, kau harus memisahkan antara bisnis dan pernikahan.” In Hwa tampak penasaran dan menebak apakah itu ada kaitannya dengan masalah pribadinya (Cha Seung Jo)? Tommy Hong membenarkan tebakan In Hwa, ia berkata itu adalah cerita umum. “Seorang wanita yang merayu anak konglomerat sebagai  bisnis,” terang Tommy Hong. In Hwa mulai paham maksud Tommy Hong. Setelah dirasa cukup melakukan penawaran dengan In Hwa, Tommy Hong pun pamit pergi. Saat hendak berjalan keluar dari ruangan In Hwa, In Hwa mengucapkan sesuatu yang membuat Tommy Hong menahan langkahnya. “Tapi, berdasarkan yang kudengar dari ibuku, Jean Thierry Cha punya wanita,” ujar In Hwa. Tommy Hong tersenyum simpul dan meminta In Hwa tidak khawatir tentang hal itu. “Tidak akan ada masalah apapun,” yakin Tommy Hong seraya keluar dari ruangan In Hwa.
Se Kyung kembali ke kantor dengan langkah gontai sembari melamun mengingat pengakuan Ah Jung yang tidak mengingat rahasia apa yang sudah dia bocorkan pada Sekretaris Moon. Sebuah pesan masuk ke ponsel Se Kyung, ia pun membukannya yang ternyata dari Presiden Jean Thiery Cha. Ia tampak dilema membaca pesan itu.

Di ruangannya, Seung Jo sedang bersiap menghadiri pesta natal perusahaannya. Ia memakai setelan buatan Se Kyung. Ia lalu meraih gelang pemberian Se Kyung yang tergeletak di meja dan memandangnya dalam. Ia pun mengenakan gelang itu. Seung Jo menghela nafas berat memandangi dirinya di cermin. Ia lalu meraih ponselnya dan mengirim pesan ke Se Kyung. Seung Jo kembali mendengus pelan. Se Kyung akhirnya memberanikan diri membuka isi pesan yang dikirim Seung Jo. Ia tampak terkejut saat membaca isi pesan itu.

Di kantornya, Ah Jung yang mendapat telpon dari Se Kyung sangat terkejut saat Se Kyung memberitahu kalau dia mendapat undangan pesta natal Artemis langsung dari Presiden Jean Thierry Cha. Tepat saat itu, Tommy Hong yang  baru saja menemui In Hwa keluar dari gedung kantor GN Fashion dan mendapati Se Kyung sedang menelpon. Ia memandang penuh selidik ke  arah Se Kyung yang tidak menyadari kehadirannya.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Se Kyung berkata pada Ah Jung kalau Presiden Jean Thierry Cha bahkan mengiriminya pakaian yang akan digunakan untuk pesta. Ah Jung yang terkejut berseru senang, “Ah, daebak!” Se Kyung meminta pendapat Ah Jung kenapa Presiden Jean Thierry Cha mengundangnya ke pesta VVIP itu dan bahkan mengirimkannya pakaian. “Apa maksudmu, kenapa? Dia belum mendengar apapun,” sergah Ah Jung. Se Kyung bertanya menurut Ah Jung begitu? Ah Jung merasa yakin dan meminta Se Kyung percaya padanya. “Lupakan tentang itu dulu dan fokus pada pestanya,” hibur Ah Jung. Se Kyung masih merasa ragu dan berkata kalau hal itu membuatnya gugup. “Jika Presiden mendengar cerita itu sebelum aku bertemu dengannya, maka semuanya berakhir,” ujar Se Kyung pilu.

Ternyata Tommy Hong belum pergi dan menguping pembicaraan Se Kyung dari balik tembok. Ah Jung berusaha menenangkan Se Kyung dan berkata kalau ia akan mengingat apa yang dikatakannya pada Sekretaris Moon, tak peduli apapun yang harus ia lakukan.  “Untuk sekarang, pikirkan saja tentang ini. Pastikan mendapat kesan positif dari Presiden saat pesta,” saran Ah Jung. Se Kyung menggangguk mengerti lalu menutup telpon. Dari balik tembok, Tommy Hong tampak memikirkan maksud dari kata2 ‘cerita itu’ yang diucapkan Se Kyung. “Apakah mungkin, mereka membicarakan tentang Jean Thierry Cha?” batin Tommy Hong.
Malam hari akhirnya tiba. Sebelum berangkat ke pesta natal Artemis, Presdir Shin menyempatkan diri menjenguk istrinya di rumah sakit ditemani adiknya, In Hwa. Yoon Joo meminta maaf pada mereka karena tidak bisa ikut pergi. In Hwa bertanya apa hasil pemeriksaan Yoon Joo masih belum keluar? Yoon Joo menjawab kalau hasilnya akan keluar besok. “Jika tidak ada yang parah, aku akan keluar secepatnya,” terang Yoon Joo. Presdir Shin lalu meminta istrinya itu beristirahat. Yoon Joo mengiyakan. Presdir Shin dan adiknya pamit pergi lalu keluar dari ruangan Yoon Joo menuju pesta natal Artemis. Selepas kepergian mereka, Yoon Joo menghela nafas berat. Ia tampak memikirkan sesuatu lalu beranjak dari pembaringannya.
Sementara itu di kamarnya, Se Kyung sedang memandangi baju pesta yang tergeletak di tempat tidur yang dikirimkan Jean Thierry Cha untuknya. Ia kembali teringat saat Jean Thierry Cha yang menyamar menjadi Sekretaris Kim sedang memilihkan beberapa baju untuknya di butik. Ia lalu membuka kotak perhiasan dan menatap kalung di dalamnya. Ia teringat kalung saat Seung Jo memasangkan kalung itu di lehernya. Ia mendesah pelan memikirkan semua itu.

Beralih ke Yoon Joo. Ia membuka lemari lalu mengambil tas berisi pakaian yang dibawakan Se Kyung untuknya. Ia lalu membawa tas itu ke tempat tidur dan memandanginya. Yoon Joo tersenyum simpul, sepertinya ia merencanakan sesuatu.

Se Kyung memakai pakaian yang dikirimkan Seung Jo. Ia lalu duduk di depan meja rias, mematut diri. Se Kyung mengambil kalung dari kotak lalu mengenankannya. Se Kyung tampak cantik dengan setelan dan kalung yang tersemat di lehernya. Ia sudah memutuskan akan menghadiri pesta natal Artemis, memenuhi undangan Presiden Jean Thierry Cha.

Sementara itu, Seung Jo yang sudah rapi dan terlihat sangat ganteng dengan setelan barunya, keluar dari gedung Artemis bersiap ke tempat acara pesta natal Artemis diadakan. Lain halnya dengan Se Kyung, Se Kyung singgah dulu ke salon untuk merias rambut dan wajahnya. Selesai dirias, ia  mematut dirinya di cermin. Se Kyung berusaha menenangkan dirinya, dan bersiap menuju tempat acara. Seung Jo juga bersiap menuju tempat pesta, ia masuk ke dalam mobilnya. Di dalam mobil, ia tampak termenung.
Alih2 menjalankan rencana yang ia buat, Yoon Joo ternyata menemui Presdir Cha Il Nam. Yoon Joo duduk menunggu di ruang tunggu seraya menggenggam erat tangannya, ia benar2 gugup harus kembali berhadapan dengan mantan mertuanya itu. Di ruangannya, Presdir Cha Il Nam tampak sibuk menandatangani berkas2 laporan saat sekretarisnya masuk dan memberitahu kalau menantu dari keluarga GN Fashion ingin menemuinya. Presdir Cha Il Nam menghentikan kegiatannya. Ia tampak berpikir, lalu beranjak dari kursinya dan keluar ruangan menemui Yoon Joo.

Presdir Cha Il Nam yang belum tahu siapa sebenarnya yang datang menemuinya, keluar ruangan dan tampak sumringah menyambut kedatangan menantu GN Fashion yang tak lain dan tak bukan adalah Yoon Joo. Presdir Cha Il Nam menyapa Yoon Joo seraya memperkenalkan dirinya. Yoon Joo yang sedari tadi menunduk, membungkuk memberi hormat pada Presdir Cha Il Nam tanpa mengangkat wajahnya. “Aku dengar kau di rumah sakit karena kecelakaan,” ucap Presdir Cha Il Nam seraya tersenyum. Perlahan, Yoon Joo mengangkat wajahnya dan menatap Presdir Cha Il Nam. Presdir Cha Il Nam yang belum sadar siapa orang di depannya itu merasa familiar dengan wajah Yoon Joo. “Kau tampak tidak asing. Apa kita sudah pernah bertemu sebelumnya,” tanya Presdir Cha Il Nam.

Yoon Joo akhirnya memberanikan diri membuka suara dan menyapa Presdir Cha Il Nam, “Halo, Presdir.” Yoon Joo menatap tajam Presdir Cha Il Nam dan memperkenalkan dirinya, “Aku Seo Yoon Joo.” Presdir Cha Il Nam tercengang saat menyadari wanita yang di berdiri di hadapannya kini adalah wanita yang pernah ia usir dari kehidupan anaknya.

Mobil Seung Jo akhirnya tiba di gedung tempat pesta natal Artemis diadakan. Di belakangnya, taksi yang ditumpangi Se Kyung baru saja tiba. Seung Jo keluar dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam gedung tanpa menoleh ke belakang. Se Kyung keluar dari taksi yang ditumpanginya. Ia memadangan tempat itu seraya menghela nafas berat.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Di dalam ruangan pesta, panitia acara sedang menyiapkan kue2 natal khas Perancis di meja2 para tamu undangan. Tampak Sekretaris Moon berkeliling sembari berusaha mengingat2 kembali rahasia apa yang sudah ia bocorkan pada Ah Jung. Ia melewati seorang bartender yang sedang melakukan atraksi dengan botol. Saat melihat botol yang dimainkan bartender itu berputar, Sekretaris Moon terkejut dan mulai mengingat sesuatu.

=  Flashback =
Sekretaris Moon dan Ah Jung mulai mabuk, mereka memainkan permainan ‘jujur atau berani’ menggunakan botol soju kosong. Ah Jung mulai memutar botol itu dan Sekretaris Moon terus memandangi botol yang terus berputar itu. = Flashback End =

Sekretaris Moon menggingit jarinya. Ia akhirnya mengingat rahasia apa yang sudah ia katakan pada Ah Jung.
 
Sementara itu, Ah Jung berada di café tempat ia dan Sekretaris Moon mabuk tempo hari itu. Ia berusaha me-reka ulang kejadian saat ia dan Sekretaris Moon mabuk di café itu dan memainkan permainan ‘jujur atau berani’ dengan memutar botol sebagai medianya. Ah Jung mulai menuangkan soju ke gelasnya, mengingat saat ia mulai minum, saat Sekretaris Moon dan saat mereka melihat orang di seberang meja mereka memainkan permainan itu dan memutuskan memainkan permainan itu juga. Ah Jung lalu mengambil botol kosong dan mulai memutarnya. Putaran pertama, Ah Jung belum mengingatnya. Begitupun putaran yang kedua, ia mulai tampak frustasi. Ah Jung lalu memutar botol itu sekali lagi. Ia terus memandangi putaran botol itu dan mulai mengingat sesuatu. Ah Jung ingat saat ia memberi isyarat pada Sekretaris Moon agar diam. Ia menyuruh Sekretaris Moon mendekat dan mulai membisikkan sesuatu. Ah Jung akhirnya mengingat rahasia apa yang sudah ia katakan pada Sekretaris Moon. Ah Jung mengacak rambutnya dan berteriak frustasi, “Aaahhhh….gila!” Ia menelungkupkan wajahnya ke meja saking frustasinya.
Seung Jo berjalan di lobi menuju ke ruang pesta diadakan. Se Kyung juga berjalan ke arah yang sama, tanpa sengaja melihat punggung Seung Jo. Ia mengenali setelan yang Seung Jo kenakan adalah setelan yang ia buat untuk Presiden Jean Thierry Cha. Se Kyung berusaha mengejarnya karena ia berharap bisa bertemu dengan Presiden Jean Thierry Cha, tapi terlambat karena Seung Jo keburu masuk ke dalam lift. Pintu lift tertutup tetap saat Se Kyung tiba di depan lift. Se Kyung mencari cara lain agar ia bisa menemui Presiden Jean Thierry Cha. Ia berbalik dan melihat lift kosong di belakangnya, ia pun lalu masuk ke dalam lift itu. Se Kyung menekan tombol menuju lantai 20. Begitu pun Seung Jo yang menuju ke lantai yang sama.

Di dalam lift masing2, mereka berdua tampak gugup. Seung Jo tampak tidak sabaran, ia merasa gusar akan pertemuannya dengan Se Kyung nanti. Sementara Se Kyung, tampak termenung. Ia meyakinkan dirinya untuk menemui Presiden Jean Thierry Cha. Seung Jo termenung, ia teringat saran Dr. Heo yang memintanya menemui Se Kyung dan mengakui jati dirinya yang sebenarnya dan alasan kenapa ia membohongi Se Kyung tentang jati dirinya. Seung Jo berusaha meyakinkan dirinya.
Sinopsis Cheongdam Dong Alice Episode 7
Tiba2 ponselnya berdering. Di saat yang sama, sebuah pesan masuk ke ponsel Se Kyung. Seung Jo mengangkat telponnya, yang ternyata dari Sekretaris Moon. Sekretaris Moon yang tampak panik berkata kalau ia sudah mengingat rahasia apa yang ia katakan pada Ah Jung. Sementara itu, Ah Jung mengirimkan sms ke Se Kyung kalau ia sudah mengingat hal yang ia katakan pada Sekretaris Moon. Sekretaris Moon menyampaikan kalau itu bukan apa yang ia katakan melainkan apa yang ia dengar. Seung Jo tampak bingung, apa yang kau dengar? Sementara Se Kyung mulai membuka sms dari Ah Jung.

Sekretaris Moon menceritakan saat Ah Jung memberi isyarat padanya agar tidak berisik seraya menyuruhnya mendekat. Ah Jung lalu berbisik pada Sekretaris Moon dan mengatakan rahasia Se Kyung.  Sekretaris Moon nampak terkejut, tapi sedetik kemudian dia kembali mabuk. Ah Jung kembali memberi isyarat agar dia diam. Seung Jo terkejut mendengar penjelasan Sekretaris Moon, “Han Se Kyung…aku?”

Beralih ke Se kyung yang sedang membaca sms dari Ah Jung : ‘Bukan apa yang kukatakan, tapi yang kudengar, Daebak!! Sekretaris Kim adalah…..Presiden Jean Thierry Cha!’
 
Se Kyung syok. Ia tidak tidak percaya kenyataan bahwa Seung Jo yang selama ini mengaku sebagai Sekretaris Kim yang selalu bersamanya, yang menciumnya dan membuat Se Kyung merasakan perasaan lain di hatinya adalah Presiden Jean Thierry Cha! Se Kyung tampak terpaku saat lift yang ia naiki tiba di lantai 20 dan pintu lift mulai terbuka. Tepat saat itu, pintu lift yang dinaiki Seung Jo terbuka. Se Kyung mengangkat wajahnya dan terpaku menatap Seung Jo yang juga memandangnya dari lift seberang. Mereka saling menatap satu sama lain.

***** BERSAMBUNG*****

Notes : Alhamdulillah akhirnya kelar juga. Mian fams sinopnya telat *nunduk dalem*

Huaa….Couple kita ini akhirnya kissu juga! Setelah Seung Jo berkali2 nyuri kesempatan biar bisa nyium Se Kyung. Walaupun sebenarnya kissunya setengah maksa, tapi…ya it’s okay lah. Lah wong mereka juga saling suka, kan? ^^

Sedikit komen soal Presiden Cha Il Nam. Beliau kembali berhadapan dengan satu persoalan yang sama yang pernah terjadi di masa lalunya, namun dengan orang berbeda. Berusaha mencampuri  kehidupan pernikahan anaknya yang sesuai dengan kriteria dan tingkatan derajatnya sebagai seorang Chaebol, dengan menjadi sebuah batu loncatan untuk orang lain. Di masa lalu, ia mengusir Yoon Joo dari kehidupan anaknya dengan menjadikan namanya sebagai jaminan untuk masa depan Yoon Joo, yang kini menjadi istri seorang Chaebol. Saat ini, berusaha merancang pernikahan Seung Jo dengan Putri GN Fashion, Shin In Hwa dengan bantuan Tommy Hong, dengan syarat membantu Tommy Hong mendapatkan hak sponsor. Walaupun tampak kesal dengan syarat2 itu, tapi Presdir Cha Il Nam tidak ambil pusing, karena baginya keuntungan yang akan dia dapatkan dari pernikahan anaknya, lebih besar daripada syarat2 itu. Presdir Cha Il Nam selalu beranggapan kalau sebuah pernikahan adalah bisnis.

Tunggu kelanjutannya ya fams….anyyeong ^^

Written by Ann [Twitter|FB]
Capture image by +ari airi [Twitter]
Only Posted On pelangidrama.net
DON’T REPOST TO OTHER SITE/FANSITE  
Don't ask next episode OK!

2 Responses so far.

  1. Anonim says:

    Annyeong, saya pembaca lama tapi susah mau comment coz sayah kudeth-_-
    tapi berusaha comment kok, sayah aulia maulida^^ eonn, saya mau tanya ini sinopsis bakal dilanjut sampe ending kan, coz bakal selalu nunggu, semangat yaa eonn, ajja-ajja hwaitingg!!

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here