[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 10

1 comments
~Full House Take 2 Episode 10~

Part 1

Di sebuah kamar terlihat Kang Hwi merebahkan diri di kasur. Tatapannya tertuju pada lampu kamar yang berada tepat diatasnya. Percakapannya beberapa hari yang lalu dengan dokter yang melarangnya untuk melihat cahaya yang terang membuat Kang Hwi memejamkan mata seketika. Kang Hwi terbangun dan menatap layar ponselnya, tanpa berpikir panjang Kang Hwi melangkahkan kakinya menuju suatu tempat.
Dan tempat yang dituju Kang Hwi adalah U Entertainment. Kang Hwi datang di saat yang tepat, saat dimana Direktur Lee dipenuhi dengan beban akan pertanyaan Hwang Mi yang menanyakan keberadaan Kang Hwi dan beban sepeninggal Tae Ik.
Kang Hwi membuka pembicaraan dan langsung ke inti pembicaraan, kenapa Direktur Lee menginginkannya kembali padahal dirinya sudah mengetahui kenyataan tentang mata Kang Hwi yang sebentar lagi akan mengalami kebutaan. Direktur Lee memiliki alasan tersendiri tapi dirinya tidak mungkin bodoh untuk mengatakan kebenaran kepada Kang Hwi. Akhirnya dipilihlah alasan jika Direktur Lee hanya ingin membantu, membantu Kang Hwi sampai akhir. Tapi jangan sebut Kang Hwi jika semudah itu menyetujui permintaan Direktur Lee untuk bergabung kembali dengannya… Kang Hwi mengajukan syarat jika Man Ok yang harus menjadi stylistnya!!!
Di ruang bawah tanah
Sedaritadi Kang Hwi mencoba menghubungi Hp Man Ok tapi sama sekali tidak aktif. Saat ini Kang Hwi ingin sekali bercerita dan berbagi keluh kesah dengan seseorang dan orang itu adalah Man Ok. Kang Hwi mencari Man Ok ke kamarnya tetapi tidak ada seorang pun di sana. Yang Kang Hwi temukan justru gambar dimana Tae Ik sedang berkebun. Kejadian beberapa hari yang lalu saat Konferensi Pers di mana Man Ok terlihat sangat mengkhawatirkan Tae Ik jelas menunjukkan jika Man Ok menyimpan rasa untuk Tae Ik.
Kang Hwi memainkan saklar lampu dan suasana berganti menjadi terang ke gelap sama seperti suasana hatinya dan suasana Full House.
Sementara di tempat lain
Man Ok, Tae Ik dan Manager Hwang berkumpul di sebuah ruangan dan menikmati segelas teh yang sengaja disiapkan Bibi Tae Ik. Tae Ik yang sedaritadi hanya diam sambil mendengarkan percakapan antara Bibinya dan Man Ok-Manager Hwang meminta Man Ok dan Manager Hwang untuk segera pergi tetapi jangan sebut Man Ok jika menyetujui permintaan Tae Ik. Man Ok bersikeras akan tetap tinggal sampai Tae Ik pulang dan Manager Hwang dengan cepat mengikuti perkataan Man Ok jika dirinya juga akan tinggal menemani Tae Ik. Daebak^^
Malam harinya
Tae Ik tidak dapat tidur dengan nyenyak… kejadian yang baru saja dialaminya kembali berkelebat di pikirannya.
Sementara di Full House
Suasana masih sepi, matahari belum menunjukkan dirinya. Seorang pria tengah tertidur di ruang tamu dan terkejut ketika seseorang membangunkannya. Belum hilang keterkejutannya sekarang kabar jika dirinya hari ini harus berangkat ke Jepang untuk menghadiri festival film membuatnya semakin tak percaya.
Man Ok melepas letih yang menderanya. Olahraga pagi yang dilakukannya sudah cukup membuatnya kelelahan sekarang Man Ok harus kembali bersepeda mengejar Tae Ik yang pergi entah kemana.
Seluruh penjuru kapal sudah ditelusuri Man Ok tetapi sosok Tae Ik tak jua ditemukannya padahal Man Ok yakin dan dengan jelas melihat Tae Ik dengan mobil berwarna merahnya masuk ke dalam kapal.
“yang benar saja” keluh Man Ok saat melihat sosok Tae Ik dalam mobil sport merahnya. Rupanya sedaritadi Tae Ik tak beranjak meninggalkan mobilnya dan berdiam diri di sana. Tae Ik membuka mata saat mendengar seseorang mengetuk-ngetuk kaca jendela mobilnya. Kemunculan Man Ok yang mendadak dan mengagetkannya hampir saja membuat jantungnya hampir copot.
“aku sudah mencarimu daritadi” ucap Man Ok dari luar jendela mobil
“ada apa?” teriak Tae Ik yang kesal karena kemunculan Man Ok yang tiba-tiba.
“apa kamu daritadi di dalam mobil? Apa tak pengap?” tanya Man Ok begitu berada di dalam mobil
“bagaimana kamu bisa mengikutiku?” tanya Tae Ik balik dan tak menjawab satu pun pertanyaan yang dilontarkan Man Ok
“sejak subuh, kamu membawa tas dan pergi diam-diam seperti kucing liar, aku tahu kamu ingin melarikan diri makanya aku langsung mengikutimu”
“jika kamu tak segera turun aku akan menurunkanmu di tengah jalan, pulanglah sendiri” ucap Tae Ik dan membuka pintu mobil mempersilahkan Man Ok untuk turun
“wow, apa kamu akan bertindak seperti ini? Kamu ingin bersenang-senang sendirian kan? Jangan seperti itu… aku tak tahu kamu mau kemana, tapi aku tetap mengikutimu. Aku ingin jalan-jalan, ini pertama kalinya aku berada di Jepang, aku akan membelikanmu makan siang yang enak” bujuk Man Ok dan ucapannya justru membuat Tae Ik langsung turun dari mobil. Rupanya Tae Ik ingin bertukar tempat dengan Man Ok dan artinya Tae Ik setuju dengan usul Man Ok walaupun tidak ditunjukkannya secara nyata.
Man Ok terlihat senang ketika tiba di sebuah pulau. Beberapa kulit kerang yang telah dihiasi dengan bermacam-macam permintaan tertulis dari para pengunjung membuat Man Ok takjub. 
“aku mencintaimu, tetaplah di sampingku selamanya” ucap Tae Ik tiba-tiba dan membuat Man Ok sontak terkejut
“Tae Ik jangan seperti ini…”
“jangan mengatakan apa-apa” balas Tae Ik dan membuat Man Ok menunduk dan memejamkan mata. Tae Ik mendekatkan wajahnya ke wajah Man Ok dan melihat lebih detail wajah Man Ok yang mulai memerah “kenapa wajahmu memerah?” tanya Tae Ik
“itu, itu karena kamu mengatakan selamanya…” jawab Man Ok gelagapan
“apa kamu pikir aku mengaku cinta padamu? Tertulis di situ pada kulit kerang yang sedang kamu lihat” jawab Tae Ik
“Lee Tae Ik apa kamu sedang mengolokku?” tanya Man Ok sedikit kesal
“aku hanya membaca apa yang tertulis di sana” jawab Tae Ik tak merasa bersalah
Man Ok menarik tangan Tae Ik dan mengajaknya menuju suatu tempat. Hukuman untuk Tae Ik karena sudah mengolok dan mempermainkan Man Ok adalah membelikan Man Ok sebuah kerang… Mwo? Tae Ik tentu saja tak ingin melakukannya tapi Man Ok memiliki beribu akal… Man Ok duduk di lantai dan mulai merengek layaknya anak kecil yang meminta dibelikan mainan dan bisa ditebak, Tae Ik langsung menyetujuinya meskipun hatinya dongkol.
Tae Ik memperhatikan Man Ok yang tengah sibuk mengikat kerangnya… awalnya Tae Ik tersenyum melihat Man Ok namun semuanya berubah ketika Tae Ik membaca tulisan yang tertera di kerang milik Man Ok 

“PERTUMBUHAN”.

“tumbuh sebagai pribadi yang baik, tumbuh sebagai stylist, sangat indah kan?”
“apa kamu tak tahu berapa harga kerang tersebut dan kamu hanya menuliskan pertumbuhan?” tanya Tae Ik
Man Ok ikut kesal karena Tae Ik tetap tak berubah tetap saja penuh perhitungan… berapa harga kerang ini, jika aku kembali ke Korea aku akan menggantinya 2 kali lipat setidaknya itulah yang diucapkan Man Ok untuk menyampaikan kekesalannya dan akhirnya dijawab Tae Ik 11.000 won. Mwo??? Man Ok tak percaya, jika dirinya tahu harga kerang semahal itu lebih baik jika menggunakan kerang yang bertebaran di pantai… 

“Aku ingin menjaga orang yang kucintai” tulisan Man Ok yang sebenarnya

Perjalanan kembali dilanjutkan… Man Ok dan Tae Ik tanpa sengaja melihat sekumpulan orang yang sedang menonton sebuah pertunjukan rakyat dan memutuskan untuk ikut bergabung. Saat ditanya oleh salah seorang pengunjung apa mereka adalah turis dijawab ya oleh Tae Ik dan Man Ok dengan cepat mengikutinya dan saat ditanya apa kalian adalah pengantin baru, Man Ok dengan cepat menjawab ya… dan membuat Tae Ik tertawa dan bertanya “apa kamu mengerti yang dia katakan?”.
Suasana terasa sepi, sekarang Man Ok dan Tae Ik menyusuri jalan yang dihiasi dedaunan yang berguguran. Tae Ik bertanya kenapa Man Ok datang mencarinya dan dijawab Man Ok jika dirinya takut jika Tae Ik memarahinya nanti… Hanya itu? Ya, hanya itu jawaban Man Ok. Padahal yang sesungguhnya, Man Ok mengkhawatirkan kondisi Tae Ik yang sedang down.
Tae Ik dan Man Ok kembali ke kapal dan segera menuju ke mobil Tae Ik. Mungkin karena faktor kelelahan, Man Ok seketika jatuh tertidur sedangkan Tae Ik bingung hendak melakukan apa…. Pandangan Tae Ik tiba-tiba teralihkan pada wajah Man Ok dan tertuju pada bibir Man Ok. Tae Ik mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Man Ok dan di saat bersamaan Man Ok membuka mata dan terkejut karena Tae Ik sangat dekat dengannya. Tak ingin disangka melakukan hal yang tidak-tidak pada Man Ok, Tae Ik berpura-pura hendak muntah karena mabuk laut.
Udara laut dihirup Man Ok, senyum tak pernah terlepas dari wajahnya. Man Ok kemudian bertanya apa keadaan Tae Ik sekarang sudah baikan? Tae Ik kembali mengajukan pertanyaan yang sama apa alasan Man Ok menemuinya di sini dan bukannya menjawab Man Ok justru balik bertanya kenapa Tae Ik menyerahkan Full House? Mata Man Ok tiba-tiba membulat, Tae Ik tak menjawab pertanyaannya dan malah melakukan hal yang tak pernah sekalipun pernah dipikirkan Man Ok… Tae Ik mencium Man Ok…. 
Di rumah pemandian air panas tepatnya di meja makan
Manager Hwang memarahi Tae Ik dan Man Ok karena pergi tanpa sempat meminta ijin pada dirinya… apa kalian bertengkar lagi? Bibi Tae Ik ikut menambahkan jika Tae Ik tak boleh memarahi seorang wanita… manager Hwang bergantian melihat Tae Ik dan Man Ok, sepertinya ada sesuatu hal yang telah terjadi pada ke dua orang tersebut.
Kedatangan Kang Hwi dan Se Ryeong ke Jepang untuk menghadiri festival film mengundang perhatian dari khalayak public Jepang. Berita tersebut sampai jumpa di telinga Tae Ik, Manager Hwang dan Man Ok… yang menjadi pertanyaan kenapa Kang Hwi bisa kembali bergabung dengan U Entertainment? Bukankah kasus yang kemarin dibuatnya membuat Direktur Lee mengeluarkannya secara sepihak dari managementnya?
Kemunculan kembali Kang Hwi membuat Tae Ik sedih… sedih bukan karena Kang Hwi kembali bangkit tetapi situasi sekarang berbalik… dulu Tae Ik bersinar di saat kondisi Kang Hwi terpuruk dan hanya bisa bersembunyi di ruang bawah tanah Full House sedangkan sekarang dirinya yang mengalami hal tersebut, bersembunyi dari incaran wartawan dan jepretan kamera.
Manager Hwang segera menelepon Go Dong untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Mereka pun akhirnya membuat janji untuk bertemu. Dari perwakilan Manager Hwang, Man Ok-lah yang mewakili sedangkan dari Go Dong, Kang Hwi-lah yang akan menemui Man Ok. Manager Hwang-Man Ok, Kang Hwi sangat penasaran alasan masing-masing dari mereka bisa berada di Jepang.
Keesokan harinya, di tempat yang telah disepakati... 
Seseorang berpakaian layaknya seekor bebek mendekati Man Ok dan bertanya kepada Man Ok menggunakan bahasa Jepang yang sama sekali tidak dimengerti Man Ok. Pria tersebut melepaskan kostumnya dan tersenyum pada Man Ok… Kang Hwi^^
Pasca berbelanja bersama Man Ok, Kang Hwi mengajak Man Ok menuju suatu tempat… tempat di mana seseorang berteriak dan suara yang kita teriakkan akan bergema atau kembali dipantulkan.
“Jang Man Ok, dibanding aktris lain kamu jauh lebih cantik”… teriak Kang Hwi

“Man Ok, aku ingin memberitahumu sesuatu…. Terima kasih telah berada di sampingku saat aku berada dalam kesusahan. Untuk sekarang dan seterusnya, maukah kamu berada di sampingku?”


Part 2

Pertemuan dengan Man Ok membuat Kang Hwi sangat senang… Kang Hwi mengajak Man Ok makan udon dan mengajaknya berbelanja… pertanyaan Man Ok sedaritadi yang menanyakan kenapa Kang Hwi bisa berada di Jepang sama sekali tidak ingin dijawab Kang Hwi, Kang Hwi bahkan terkesan berusaha mengalihkan pembicaraan.
“aku tak bertanya kenapa kamu datang ke Jepang? Jadi kamu juga tak boleh menanyakan itu padaku. Hari ini ayo kita lakukan hal yang tak bisa kita lakukan sewaktu berada di ruang bawah tanah” ucap Kang Hwi pada akhirnya… Kang Hwi kemudian mengajak Man Ok ke sebuah tempat yang menurut kabar yang beredar dan brosur yang dibacanya adalah tempat yang sangat hebat.

Tempat yang dimaksud Kang Hwi adalah tempat dimana seseorang bisa berteriak dan suara yang dihasilkan akan bergema atau kembali dipantulkan.

Penyataan Kang Hwi untuk Man Ok “Man Ok, aku ingin memberitahumu sesuatu…. Terima kasih telah berada di sampingku saat aku berada dalam kesusahan. Untuk sekarang dan seterusnya, maukah kamu berada di sampingku?” tak sempat dijawab Man Ok…. Di saat yang bersamaan Hp Man Ok berbunyi dan di waktu yang bersamaan pula Hp Kang Hwi berbunyi.
Kang Hwi mengakhiri pembicaraannya dengan Direktur Lee yang menanyakan keberadaannya dan menyuruhnya segera kembali ke Hotel. Tatapan Kang Hwi sekarang tertuju pada Man Ok yang masih berbicara dengan seseorang.. penyataannya tadi dan bisa dikatakan ungkapan perasannya, ungkapan cintanya untuk Man Ok sepertinya harus di simpannya untuk sementara waktu.
Tae Ik terlihat uring-uringan, Man Ok keluar sedaritadi dan sampai sekarang belum kembali… menelepon Man Ok dan memintanya untuk segera pulang dan diiringi dengan sedikit bumbu penyedap aka berpura-pura marah adalah pilihan Tae Ik… Nah kan, Tae Ik selalu saja mengganggu kencan Man Ok-Kang Hwi.
Manager Hwang mengajak Tae Ik minum bersama… Manager Hwang meminta Tae Ik untuk kembali ke Korea, kembali ke atas panggung.. merebut semuanya yang memang seharusnya menjadi milik Tae Ik… ketenaran, Full House dan orang yang dicintainya. Dan hanya Tae Ik-lah yang bisa melakukan tersebut.
“aku tak membutuhkannya, tinggalkan aku sendiri” teriak Tae Ik emosi
Langkah gontai dan wajah lesu itulah sekarang yang dapat dilihat dari wajah Man Ok. Sms dari Kang Hwi semakin membuatnya bingung

“Man Ok! Aku benar-benar harus bicara denganmu, sampai jumpa di Seoul”

Sekumpulan gadis-gadis di depan pemandian air panas menarik perhatian Man Ok. Mereka terus meneriakkan nama Tae Ik, saranghaeyo dan tak lupa menunjukkan banner jika mereka ingin Tae Ik segera kembali.
Sementara yang dipanggil hanya duduk diam di dalam kamar. Ketukan pelan di pintu membuat Tae Ik tersadar dan mengerucutkan bibirnya ketika Man Ok muncul dan mengajaknya minum bersama…. Malam ini adalah malam terakhirnya di Jepang karena besok dirinya harus kembali ke Korea. Tae Ik terlihat tak percaya, bukankah Man Ok akan pulang jika Tae Ik juga ikut pulang… dan dijawab Man Ok jika dari jauh hari dirinya telah memesan tiket dan tidak mungkin tanggal kepulangan bisa dirubah begitu saja.

Man Ok mabuk dan mulai bicara ngawur. 
“dengar Tuan! Aku sudah datang jauh-jauh ke sini dan menghabiskan semua uangku. Kamu,!!!! apa kamu tahu seberapa mahal nilai tukar uang saat ini?” teriak Man Ok ngawur
“apa, kamu? (Man Ok biasanya memanggil Tae Ik dengan sebutan Tae Ik-si)… jangan minum lagi” ucap Tae Ik. Man Ok menyengir dan membuat Tae Ik terlihat ketakutan akan sikap Man Ok yang tak seperti biasanya
Man Ok menggelitik perut Tae Ik “apa yang hebat darimu? Tetap saja kamu sangat beruntung, punya orang-orang yang mencintaimu dan punya orang-orang yang mau melihatmu.. rasanya pasti menyenangkan. Jadi kamu tak boleh lari!!! Apa salah penggemarmu? Satu-satunya kesalahan mereka adalah mencintaimu”
“tampaknya kamu memiliki kepribadian ganda” ucap Tae Ik. Tae Ik tiba-tiba terkejut saat Man Ok memegang ke dua pipinya
“kenapa mereka menyukaimu? Kamu memang tampan” ucap Man Ok dan melepaskan tangannya dari kedua pipi Tae Ik. Man Ok tiba-tiba jatuh di pangkuan Tae Ik dan tertidur.
Tae Ik bingung dengan perasaannya sekarang.. bingung dengan apa yang harus dilakukannya? Bayangan para fansnya kembali berkelebat di kepalanya begitupun dengan teriakan fansnya yang saat ini masih setia berdiri di depan rumah pemandian air panas memanggil-manggil namanya.
“Tae Ik!Tae Ik! Kembalilah…. Tae Ik! Tae Ik! Kami mencintaimu”
Tae Ik melihatnya dan tanpa terasa air mata jatuh membasahi pipinya…
Keesokan harinya
Man Ok mulai mengemasi pakaiannya, tak lupa Man Ok mengirimkan sms pada Kang Hwi jika dirinya akan menghubungi Kang Hwi sekembalinya di Korea. 

Terasa berat saat mengucapkan kata perpisahan, begitupun yang dialami Man Ok terhadap Bibi dan Ibu Tae Ik. Ibu Tae Ik merengek minta ikut, entah kenapa dirinya terasa sangat nyaman bersama dengan Man Ok seolah mereka pernah bertemu dan bersua sebelumnya.
Sampai detik-detik kepulangan Man Ok dan Manager Hwang, Tae Ik sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya… tetapi tunggu dulu, sesampai di bandara seseorang memanggil nama Manager Hwang. Dia adalah Tae Ik, seseorang yang suka berbuat seenaknya dan suka membuat kejutan-kejutan bagi orang-orang di sekitarnya.
Senyum terus terlihat di wajah Man Ok. Man Ok sangat senang karena Tae Ik akhirnya memutuskan kembali. Keakraban mereka tanpa sengaja dilihat Kang Hwi yang saat itu juga dalam perjalanan kembali ke Korea… entah kenapa hati Kang Hwi terasa sedih sekaligus dongkol dan hal tersebut terus dibawanya hingga di pesawat.
Kembalinya serta kemunculan kembali Kang Hwi membuat fans-fansnya merasa sangat senang tak terkecuali Ga Ryun dan Nora… mereka rela menunggu di bandara demi melihat sosok idola mereka, Kang Hwi. 
Tae Ik, Man Ok dan Manager Hwang pun telah tiba di Korea… Man Ok dan Tae Ik terpaksa harus menyamar demi melindungi jati diri mereka. Tae Ik terlihat malas-malasan dengan alat penyamaran yang digunakannya tetapi mau tak mau dirinya tetap harus menggunakannya.
Baru saja mendarat di Korea, Kang Hwi sudah dijejali pertanyaan dari para wartawan. Kang Hwi terlihat tenang menjawabnya dan tak mempersilahkan Direktur Lee untuk mengambil alih pembicarannya, Daebak Kang Hwi.
Begitupun ketika berada di dalam mobil menuju Full House, Kang Hwi terlihat malas menjawab pertanyaan Direktur Lee yang menanyakan tentang di bagian Full House mana Kang Hwi akan tidur karena Full House telah selesai direnovasi. Hal yang sama pun terjadi pada Se Ryeong… Direktur Lee sekarang diabaikan.

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang dimana Tae Ik akan tinggal? Untuk saat ini Full House bukan menjadi miliknya lagi…
Man Ok, Tae Ik tampak heran ketika tiba di sebuah kamar yang terlihat sangat berantakan… kamar ini adalah kamar Manager Hwang dan di tempat inilah Tae Ik akan tinggal untuk sementara waktu. Jangan sebut Tae Ik jika dirinya setuju, Tae Ik lebih baik tinggal di hotel.. Manager Hwang dengan tegas melarangnya, selain mereka sekarang tidak memiliki uang, Direktur Lee akan menemukan dirinya dengan mudah begitupun dengan para wartawan. Man Ok menawarkan rumahnya sebagai tempat tinggal Tae Ik tapi Tae Ik menolak.
“apa kamu akan baik-baik saja?” tanya Man Ok sedikit khawatir
“aku akan baik-baik saja” jawab Tae Ik tegas dan menyuruh Man Ok segera pulang
Malam harinya
Tae Ik sama sekali tak dapat memejamkan mata. Selain tempat tidur yang sempit, dengkuran Manager Hwang juga menjadi penyebab utamanya. Ditambah dengan kemunculan serangga bernama kecoa, salah satu hewan yang dibenci Tae Ik.
Man Ok berjalan sempoyongan. Siang tadi tiba-tiba Direktur Lee meneleponnya. Bunyi Hp mengagetkan Man Ok. Tae Ik meneleponnya dan bercerita jika di sini terdapat banyak suara aneh dan dijawab Man Ok jika itu adalah kecoa… Tae Ik bertanya posisi Man Ok sekarang dan kembali dijawab Man Ok jika dirinya berada di rumah… omong kosong

Kemunculan Tae Ik tepat di belakang Man Ok membuat Man Ok sedikit terkejut…
“Tolong ijinkan aku tidur di sini".....
=BERSAMBUNG=


Episode 10 part 1 benar-benar milik Tae Ik dan Man Ok deh... Sikap keras kepala Tae Ik, egoisnya yang selangit dan sikap tukang marahnya entah kenapa dihadapi Man Ok dengan sabar, bahkan Man Ok selalu melemparkan senyumnya meskipun Tae Ik selalu mengatakan jangan tersenyum.
Tetap di episode ini, aksi No Min Woo tetap membuatku tertawa terbahak-bahak sangat jauh berbanding terbalik dengan aktingnya yang serius di drama korea Midas dan My Girlfriend is gumiho... Oppa, aku akan sabar menunggu drama terbarumu^^
Satu hal yang membuatku sadar, sekeras apapun hati manusia pasti akan tersentuh juga dengan ketulusan dan kelembutan seperti kata pepatah sekeras-kerasnya batu pasti akan berlubang juga jika terkena tetesan air terus menerus.. Begitupun dengan Tae Ik, dinasehati Manager Hwang dirinya tetap pada pendiriannya untuk tetap tinggal di Jepang, berlari dari masalah dan kenyataan tetapi begitu mendengar ucapan ngawur Man Ok saat mabuk, Tae Ik mulai berpikir keras terlebih melihat dukungan para fansnya...

Yang jadi pertanyaanku di sini? Apa Man Ok saat itu benaran mabuk atau cuma berpura-pura saja? hehehe, sepertinya cuma berpura-pura ya^^


Preview Episode Berikutnya

Kang Hwi akhirnya bertemu dengan Hwa Ming, seorang wanita yang bersikeras agar Kang Hwi menjadi model pakaian hasil rancangannya... Siapa sebenarnya Hwang Mi?

Di episode 11 kita bisa melihat penampilan terbaru Man Ok^^

Eottoke, apa yang terjadi? Kakek sudah pulang!!!!!! OMG


Written & Image by : DewiRf [Blog]
Posted only : Pelangidrama.net
DON'T REPOST TO OTHER SITE!!!!

One Response so far.

  1. hahaha memang ini No Min Woo beda2 banget di Midas, kalau Gumiho blm lihat hahaha, akhirnya selamat tinggal rambut mie keriting ya bentar lagi wkwkkw, suka head imagenya, hwaiting wi ^^

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here