[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 13

1 comments
=Full House Episode 13=

=Part 1=
Kang Hwi mengajak Man Ok ke ruang bawah tanah, tempat favoritnya dan juga merupakan kamar tidur baginya. Kang Hwi berusaha terlihat baik-baik saja di depan Man Ok tapi tetap saja hal tersebut membuat Man Ok khawatir. Besok Kang Hwi akan berangkat ke China untuk pemotretan dan mengajak Man Ok untuk menemaninya tetapi hanya kata maaf yang terucap dari bibir Man Ok yang berarti penolakan.
Niat Kang Hwi mengantarkan Man Ok pulang juga kembali ditolak Man Ok. Dari kejauhan Man Ok memperhatikan Kang Hwi yang berjalan kembali ke Full House dengan perlahan-lahan dan sesekali hampir terjatuh. 
Dan akhirnya di depan pagar Full House, Man Ok berjongkok. Ke dua tangannya mendekap ke dua lututnya. Air matanya kembali jatuh, dada Man Ok terasa sesak mendapati kondisi Kang Hwi yang sangat memprihatinkan. Pertahanan yang sedaritadi dibangunnya pada akhirnya runtuh jua. Ucapan Se Ryeong benar tentang Kang Hwi dan sekarang apa yang harus dilakukannya untuk membantu Kang Hwi, sahabatnya...
Tak hanya itu, Man Ok juga harus menghadapi kekesalan Tae Ik karena tindakannya yang pergi begitu saja tanpa sempat berpamitan pada Tae Ik dan bahkan mengabaikan teleponnya.
“ada apa? Apa terjadi sesuatu?” tanya Tae Ik mendapati Man Ok yang hanya diam dan tak membalas ocehannya seperti yang biasa dilakukannya “ekspresimu tak terlihat seperti itu?” tanya Tae Ik lagi namun Man Ok hanya menjawab jika dirinya hanya lelah. Aneh….
Dan kejanggalan terus dirasakan Tae Ik bahkan hingga di meja makan saat semua penghuni Man Ok Kwan makan malam bersama. Man Ok hanya mengeluarkan beberapa patah kata saat makan dan meminta ijin masuk ke kamarnya terlebih dulu di saat semuanya masih makan. 
Di dalam kamar
Man Ok terus memandangi boneka kucing pemberian Tae Ik, tetapi tiba-tiba saja pikirannya melayang pada Kang Hwi. Sementara itu
“apa sebenarnya yang terjadi? Aku hanya bisa tahu jika dia memberitahuku” gumam Tae Ik di dalam tenda. Tae Ik sama sekali tidak bisa memejamkan mata.
Dan hal tersebut tak hanya dirasakan Tae Ik dan Man Ok tetapi juga Kakek… ucapan Manager Hwang di meja makan tadi yang mendorong Tae Ik untuk terus semangat untuk mendapatkan Full House membangkitkan ingatan masa lalunya tentang Full House.

=flashback=
Kakek sedang bersama seorang pria yang tak lain adalah muridnya. Latihan baru saja selesai mereka gelar dan sang murid terlihat senang saat menceritakan tentang rumah yang sedang dibangunnya sebagai hadiah untuk keluarganya. Sebuah rumah yang akan diberinya nama ‘FULL HOUSE’ nama yang disalinnya dari nama Man Ok Kwan, rumah Kakek…. Yang berarti rumah penuh atau bisa diartikan rumah yang di dalamnya terdapat kebahagiaan. 

=flashback end=

Lamunan Kakek terhenti ketika Man Ok muncul dan hendak membicarakan sesuatu hal yang sangat penting.

Keesokan harinya
Kang Hwi memegang 2 buah tiket pesawat, satu tiket miliknya dan satunya lagi untuk Man Ok. Puas menatap tiket di tangannya, Kang Hwi memutuskan pergi dengan sebuah koper di tangan kirinya dan sebuah tiket pesawat di tangan kanannya. Tapi kenapa hanya satu? Ternyata satunya lagi, telah bertengger manis di tempat sampah, ya Kang Hwi telah membuangnya.
Kang Hwi sekarang berdiri di tempat di mana Tae Ik terakhir kali berdiri memandangi Full House sebelum pergi… pandangannya diedarkan ke sekeliling sama persis yang dilakukan Tae Ik, tunggu dulu… seseorang berdiri dan tersenyum padanya… Kang hwi tak salah mengenali, dia adalah Man Ok, gadis yang dicintainya.
Dan di saat Kang Hwi bahagia karena kehadiran Man Ok, Tae Ik justru uring-uringan karena tak melihat Man Ok sedaripagi bahkan hingga latihan bela diri.
China
Nama Kang Hwi terus saja diteriakkan. Para fans terlihat sangat gembira dengan kembalinya Kang Hwi ke jagad hiburan. Mereka dengan setia memberikan support kepada Kang Hwi yang melakukan pemotretan. Tak hanya para fans, Man Ok pun senang melihat Kang Hwi yang kembali bangkit dari keterpurukan meskipun kembali terselip kekhawatiran pada kondisi Kang Hwi.
Hp Man Ok berdering dan yang menelepon tentu saja Tae Ik. Tae Ik menanyakan keberadaan Man Ok sekarang dan tiba-tiba saja sebuah suara mengejutkan mereka berdua, suara Kang Hwi yang muncul tiba-tiba. Ekspresi Tae Ik seketika berubah di seberang sana… Man Ok bersama dengan Kang Hwi, bagaimana mungkin? Baru saja Tae Ik ingin meminta penjelasan, percakapan mereka terputus… ternyata Hp Man Ok lowbath.
Sementara alasan Kang Hwi sengaja menemui Man Ok lagi di sela-sela pemotretan adalah berusaha meminta bantuan Man Ok agar dirinya tetap fokus ke arah kamera.
“Kang Hwi, kamu terlihat hebat secara alami bahkan jika kamu diam saja di depan kamera. Jangan gugup dan lakukan seperti biasa ya” pesan Man Ok
“kamu tak akan pergi kemanapun kan? Aku akan menyelesaikan pemotretan ini secepatnya jadi jangan pergi kemanapun. Kamu harus tetap di sini di mana aku bisa melihatmu” ucap Kang Hwi dengan tatapan mata penuh arti dan Man Ok tersenyum mengiyakan.
Selepas kepergian Kang Hwi, Man Ok memandangi Hpnya dan bergumam “maafkan aku, aku akan menceritakan semuanya nanti”.
Tae Ik masih berada dalam zona tak nyaman. Man Ok pergi secara tiba-tiba dan teka teki keberadaan Kang Hwi dengan Man Ok saat ini masih menjadi pertanyaan yang harus segera dipecahkannya. Tae Ik akhirnya menemukan jawaban atas semua kegelisahannya saat tak sengaja mendengar percakapan antara Manager Hwang dan Go Dong. "Rupanya Stylist Jang telah memutuskan kembali bekerja di U Entertainment dan sekarang Stylist Jang sedang menemani Kang Hwi untuk melakukan pemotretan."
Kembali ke Man Ok
Baru saja Man Ok mencoba menikmati pekerjaannya, kemunculan Se Ryeong membuat moodnya menjadi buruk. Seperti biasa, Se Ryeong melayangkan cacian dan hinaan pada Man Ok yang menurutnya plin plan. Tetapi kondisi ini jauh lebih baik bagi Se Ryeong, Man Ok bersama Kang Hwi, terus bersama Kang Hwi sebagai seorang stylist…
Pemotretan Kang Hwi dan Se Ryeong berjalan mulus. Pesona bintang mereka terpancar dengan jelas dan mampu membuat yang melihatnya akan terpesona… sayang saat pemotretan dengan baju ke 3, Kang Hwi mendadak pusing. Se Ryeong yang berada di sampingnya berusaha mengarahkan Kang Hwi kemana arah kamera namun Kang Hwi menanggapinya dengan dingin.
“aku hanya sedikit gugup karena sudah lama tak melakukan ini” ucap Kang Hwi dan mengucek matanya beberapa kali.
Man Ok mendekati Kang Hwi yang sedang duduk di atas hamparan rumput yang hijau. Tujuan Man Ok adalah berusaha menghibur Kang Hwi dengan memperlihatkan hasil pemotretan tadi di mana Kang Hwi terlihat sangat pas mengenakan baju hasil rancangan Win dan bahkan terlihat baju itu seolah-olah dibuat hanya untuk Kang Hwi. Hal tersebut berhasil membuat Kang Hwi sedikit tersenyum.
Lain Kang Hwi, lain pula Tae Ik. Tae Ik saat ini sedang berusaha menikmati kesendiriannya tanpa ditemani sosok Man Ok. kenangan ulang tahun Man Ok yang mereka rayakan bersama kembali berkelebat di pikiran Tae Ik di mana Man Ok menyatakan rasa sukanya dalam kondisi Man Ok. Saat itu Tae Ik sangat senang walaupun keesokan harinya Man Ok sama sekali tak mengingatnya. Panggilan telepon dari Manager Hwang diabaikan Tae Ik bahkan ketika Manager Hwang datang menyambanginya.

Sikap diam Tae Ik tak luput dari pandangan Kakek.

=flashback=
“untuk beberapa waktu aku akan pergi dari Man Ok Kwan. Aku tak bisa memberitahu semuanya tapi ada seseorang yang benar-benar membutuhkan bantuanku sekarang Kakek” ucap Man Ok semalam saat meminta ijin pada Kakeknya.
“lalu bagaimana dengan mereka, kamu yang memanggilnya kemari?” tanya Kakek
“aku tak mengkhawatirkan hal tersebut, Manager Hwang akan mengurus segalanya. Kakek dimanapun aku berada, aku tak akan membuatmu khawatir. Kumohon percaya padaku dan ijinkan aku pergi. Saat aku tak di sini, tolong jaga mereka dengan baik” pinta Man Ok

=flashback end=

Keesokan harinya
Kakek memaksa Tae Ik yang masih berada dalam balutan selimut untuk segera bangun dan mengajaknya latihan di luar rumah dan alhasil membuat Tae Ik ngos-ngosan. Saat beristirahat Kakek tiba-tiba berucap jika nama Tae Ik berarti Rentangkan sayap besarmu yang dimaksudkan agar Tae Ik dapat terbang mengelilingi dunia luas dengan bebas. Kakek menambahkan jika Tae Ik sangat jauh berbeda dengan Ayahnya yang sangat fokus dan bukan seperti Tae Ik yang bertingkah seperti perempuan (maksud di sini sepertinya Tae Ik kebanyakan mengeluh). 
Ekspresi muka Tae Ik seketika berubah heran dan sedikit penasaran, Kakek mengenal Ayahnya? Ya, Kakek adalah guru Hapkido Ayah Tae Ik dan sewaktu rumah baru Tae Ik selesai dibangun, Kakek mengunjungi rumah Tae Ik. Sekelebat bayangan masa kecil berusaha kembali digali Tae Ik dan ingatannya berhasil menemukan sosok Kakek Man Ok dan juga Man Ok kecil.

Kamu tak bisa melakukan apa-apa hanya dengan pikiran saja. Apapun yang terjadi, berdasarkan keinginanmu, jika ada sesuatu yang harus kamu hadapi kamu harus menghadapinya dan menang agar kamu takkan malu di depan Ayahmu yang bangga padamu 
Tae Ik kembali mengunjungi Full House. Pandangannya diedarkan ke seluruh penjuru Full House, rumah yang seharusnya menjadi miliknya.
“aku akan merebutnya kembali, Ayah! Rumah ini dan juga Jang Man!”
Sementara itu di Negeri Tirai bambu
Man Ok masih gelisah, baterai Hpnya habis… dan dirinya juga tak punya keberanian untuk menghubungi Tae Ik terlebih dahulu. Lagipula apa yang akan dikatakannya pada Tae Ik, tak mungkin jika Man Ok memberitahukan kondisi kesehatan Kang Hwi di saat kondisi Tae Ik sendiri sedang terpuruk.
“apa kamu baik-baik saja?” tanya Man Ok pada boneka kucing pemberian Tae Ik. Sebuah ketukan terdengar di pintu kamar. Seorang petugas layanan kamar datang membawa sarapan pagi untuk Man Ok dan membuat Man Ok bingung karena dirinya sama sekali tidak memesannya. 

Tiba-tiba petugas layanan kamar membuka topi yang dikenakannya dan ternyata dia adalah Kang Hwi yang sedang menyamar. Kang Hwi mengajak Man Ok sarapan bersama dan setelah itu mereka akan ke suatu tempat bersama-sama. 
Kemana? Dan tempat yang dituju Kang Hwi adalah butik milik Hwa Ming. Man Ok seketika shock sekaligus bahagia karena akan bertemu dengan desainer idolanya yang tak lain dan tak bukan adalah kakak Kang Hwi (dan hal tersebut tak diketahui Man Ok).
Kang Hwi memperkenalkan Man Ok kepada Hwa Ming dan sebaliknya. Seringnya Kang Hwi menggunakan bahasa Korea dengan Hwa Ming membuat Man Ok bertanya apa Hwa Ming mengerti dengan semua ucapan Kang Hwi? Kang Hwi dan Hwa Ming sama-sama tersenyum. "Hwa Ming walaupun tidak bisa berbahasa Korea dengan lancar tetapi dirinya sangat mengerti dengan bahasa Korea," jelas Kang Hwi.
Pertemuan mereka berlangsung dengan baik meskipun terjadi insiden kecil di mana Man Ok tanpa sengaja menumpahkan minuman ke roknya. Kang Hwi kemudian mengajak Man Ok berkeliling kota. Banyak hal menarik yang mereka jumpai di antaranya adalah berkenalan dengan seorang anjing tanpa pemilik yang membuat Man Ok mengetahui cinta pertama Kang Hwi adalah seekor anjing #gubrak.
Dan tak selamanya senyuman itu akan terus menghiasi wajah seseorang, ada kalanya kita harus mengalami kesedihan dan kerinduan. Hal tersebut juga berlaku pada Man Ok, saat mendapati foto Tae Ik yang terjejer rapi di sebuah kios. Kang Hwi yang melihatnya menjadi ikut sedih. Raga Man Ok memang berada di dekatnya tetapi hatinya justru berada jauh, yang sangat sulit dijangkaunya. 
Dan saat kembali ke Hotel tepatnya di Loby, langkah Man Ok terhenti saat mendengar seseorang yang memanggil namanya. Suara yang sangat familiar dan sangat dirindukannya.
Tae Ik menarik paksa tangan Man Ok dan anehnya Man Ok menurut dan tak melakukan perlawanan.
“kenapa kamu bisa ada di sini?” tanya Man Ok ketika dirinya dan Tae Ik berada jauh dari keramaian
“dirimu sendiri bagaimana?” tanya Tae Ik balik. “tanpa memberitahuku datang ke sini dan melakukan hal ini… apa karena Kang Hwi?”
“kamu jauh-jauh datang kemari hanya untuk menanyakan hal ini?”
“kamu takkan mungkin melakukan ini tanpa berkata apapun padaku karena aku tahu, kamu pasti memiliki alasan” jawab Tae Ik

Man Ok terdiam sesaat, “hanya saja,,, ini pekerjaanku”
“hei, kamu pikir itu masuk akal. Kamu tahu benar apa yang dilakukan LJ pada kita selama berada di Full House dan kamu kembali kesana untuk bekerja. Setelah membayar kembali hutangmu dengan susah payah? Kamu memintaku untuk mempercayai itu?” ucap Tae Ik sedikit emosi mendengar jawaban tak masuk akal Man Ok
“percaya atau tidak, hanya itu yang bisa kuberitahu Lee Tae Ik. Tapi apa kamu datang setelah memberitahu Manager Hwang. Kamu datang tanpa memberitahunya? (Tae Ik hanya terdiam dan itu artinya Tae Ik pergi secara diam-diam tanpa memberitahu siapapun) kenapa kamu sangat tak dewasa? Manager Hwang banyak menderita karenamu” cecar Man Ok
“Jang Man Ok” teriak Tae Ik kesal dan berhasil membungkam mulut Man Ok. “apa itu masalahnya sekarang?” tanya Tae Ik namun sebuah sms dari Kang Hwi yang mengabarkan 5 menit lagi mereka akan berangkat mengalihkan perhatian Man Ok dari Tae Ik

Tae Ik kembali menarik paksa tangan Man Ok dan berhasil membuat Man Ok berhenti. “ada apa denganmu? Apa kamu benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu? Baiklah, karena kamu benar-benar tidak mengingatnya aku akan memberitahumu sekali lagi. Aku… suka padamu”.

=Part 2=

Pengakuan cinta Tae Ik membuat Man Ok terdiam “…….. aku tak mau wanita yang kusukai berada di sebelah orang lain, jadi Jang Man, aku ingin kamu berada di sampingku. Aku datang untuk mengatakan ini” ucap Tae Ik mengakhiri ucapannya. Man Ok masih saja terdiam, Tae Ik segera menarik tangan Man Ok dan menuliskan hotel tempatnya menginap dan memintanya untuk bertemu nanti malam tepat pukul 8. 
Gladi bersih untuk acara peluncuran pakaian terbaru Hwa Ming digelar. Di belakang panggung terlihat Kang Hwi dan Man Ok. Kang Hwi sedaritadi tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya dan juga rasa nyeri yang terus menyerang matanya. Man Ok menjadi khawatir namun Kang Hwi berusaha meyakinkan jika dirinya baik-baik saja.
Sementara itu Hwa Ming sedang berbincang dengan Direktur Lee dan Se Ryeong. Di saat Se Ryeong pergi karena akan melanjutkan latihan, seorang wanita muncul dan terlihat akrab dengan Hwa Ming. Mereka terlibat percakapan yang cukup serius. 

Di belakang panggung
Se Ryeong terlihat sangat lelah menjalani gladi bersih dan memutuskan beristirahat sejenak di café sedangkan Kang Hwi sendiri mendapat kabar dari Hwa Ming jika ibu tiri (Ibu Kang Hwi) berada di China dan sangat ingin berjumpa dengannya.
Kang Hwi terlihat berlarian menuju sebuah kafe. Seorang wanita setengah baya sedang menunggunya dan sangat senang ketika Kang Hwi muncul. Percakapan ringan pun terjadi hingga akhirnya sampailah ke pembicaraan utama dimana Ayah Kang Hwi sangat ingin bertemu dengan Kang Hwi, anak lelaki satu-satunya.
Senyum di wajah Kang Hwi perlahan memudar. Bujukan ibunya tak mampu menggoyahkan hati Kang Hwi yang telah membatu. Berat rasanya bagi Kang Hwi untuk melangkahkan kaki ke rumah Ayahnya di mana semua orang membencinya (kecuali Hwa Ming) walaupun kondisi Ayahnya yang saat ini sedang tidak sehat.
Seorang wanita yang duduk tak jauh dari tempat Kang Hwi sebelumnya mendadak terdiam. Kepergian Kang Hwi dan Ibunya membuatnya menurunkan majalah yang digunakannya sebagai pelindung wajahnya sedaritadi. Dia adalah Se Ryeong.
Kang Hwi masih memikirkan perkataan Ibunya. Sebuah sms dari Hwa Ming membuatnya kembali berpikir
“Kamu sudah bertemu Ibumu? Kamu akan pulang ke Korea setelah acara ini. Sebaiknya berkunjunglah ke rumah sebelum pulang, Ayah sedang sakit parah”
Kang Hwi berjalan meninggalkan Hotel. Tanpa disadarinya seseorang diam-diam membuntutinya
“Kang Hwi-nim apa yang harus kulakukan” 
Sementara itu di Korea
Ga Ryun terus memandangi foto Kang Hwi yang beredar di internet. Foto yang berhasil dibadikan fans China aka fancam. Ji Seung tiba-tiba muncul dan meminta Ga Ryun untuk tak memandangi terus foto Kang Hwi namun Ga Ryun terlihat acuh dan kembali fokus pada kegiatannya. Tiba-tiba, Ji Seung menangkap sosok yang sangat mereka kenali, sosok yang tanpa sengaja ikut tertangkap kamera bersama dengan sekumpulan fans Kang Hwi… Nora!!!
Nora tengah fokus mengendarai mobil mengikuti mobil di hadapannya. Sebuah pesan suara masuk di Hpnya dan tentu saja berasal dari Ga Ryun yang menuntut penjelasan kenapa Nora bisa berada di China. Nora tak punya pilihan lain selain menelepon balik Ga Ryun dan menjelaskannya jika mereka tak mungkin melepas Kang Hwi sendirian ke China apalagi ini debut pertamanya setelah sempat vakum beberapa saat. Dan untuk meredakan amarah Ga Ryun, Nora berjanji akan segera mengirim gambar Kang Hwi kepada Ga Ryun. Ji Seung yang ikut mendengarkan percakapan ikut menenangkan Ga Ryun. Anggap saja Nora sedang melakukan liputan di luar negeri.
Sesaat sebelum menutup pembicaraan, Nora memberitahukan jika dirinya melihat sahabat malang Ga Ryun yang tak lain dan tak bukan adalah Man Ok.
Seorang pemuda terlihat menatap pagar yang menjulang tinggi di hadapannya. Jepretan kamera dari beberapa orang wartawan yang tiba-tiba muncul tak menggoyahkan langkahnya. Teriakan para bodyguard yang berusaha menghentikan para wartawan dan merebut paksa kamera milik mereka pun tak dipedulikannya. Satu yang harus dilakukannya, menemui pemilik rumah yang saat ini tengah terbaring sakit.
Senyuman terus terlihat di wajah pria baya yang hanya bisa berbaring di tempat tidur. Kedatangan putra semata wayangnya membuatnya melupakan sejenak sakit yang tengah dideritanya. Hanya ucapan maaf yang terucap dari bibirnya meskipun terdengar lirihan lemah.
“maafkan aku karena aku gagal jadi ayah yang baik untukmu”
Kang Hwi berjalan lesu menuju ruang tamu. Dua orang wanita sedaritadi menunggunya, mereka adalah Ibu kandung Kang Hwi dan Ibu tiri Kang Hwi. Kedatangan Kang Hwi kembali ke rumah yang sama sekali tak ingin dipijaknya lagi membuat seorang gadis yang tak lain adalah adik tiri Kang Hwi meradang dan meminta Kang Hwi untuk segera pergi.
“Kang Hwi mianhae” sebuah suara berhasil menghentikan langkah kaki Kang Hwi. Ibu kandung Kang Hwi terlihat menangis dan meminta maaf atas semua yang terjadi pada Kang Hwi, satu-satunya anak yang dimiliknya.
“kenapa ibu, kenapa Ibu meminta maaf padaku?” teriak Kang Hwi. Sang ibu menggenggam tangan Kang Hwi dan hanya bisa menangis. “aku pergi” sambung Kang Hwi dan melepaskan genggaman Ibunya.
Dari awal tak ada yang mengharapkan kembali kehadirannya di rumah keluarga Won… Ya, mungkin hanya Hwa Ming, ibu kandungnya dan Ayahnya yang sakit. Selebihnya, mereka hanya menggangap Kang Hwi sebagai parasit. Statusnya sebagai hallyu star yang digilai setiap wanita tak mampu mematahkan pandangan keluarga Won jika dirinya adalah anak dari istri ke dua Tuan Won. 

Man Ok memandangi tulisan Tae Ik di telapak tangannya-alamat hotel tempat Tae Ik menginap. Rasa ragu tiba-tiba muncul di hati Man Ok antara mengikuti kata hatinya untuk pergi atau menuruti logikanya untuk melupakan sejenak Tae Ik dan fokus membantu Kang Hwi.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7, artinya masih ada waktu 1 jam lagi bagi Man Ok bertemu Tae Ik. Sayang, di saat Man Ok telah mempersiapkan diri, berdandan secantik mungkin Hpnya tiba-tiba berbunyi. Kang Hwi meminta Man Ok untuk segera menemuinya… “aku terluka Man Ok…”
Sedaritadi yang bisa dilakukan Tae Ik adalah menunggu. Sesekali Tae Ik berjalan mondar mandir dan ketika lelah duduk adalah pilihan terakhirnya. 
Man Ok akhirnya sampai di tempat Kang Hwi. Entah kenapa Man Ok merasa harus menemui Kang Hwi sebelum menemui Tae Ik. Saat bertemu Kang Hwi, Man Ok merasakan aura kesedihan terlebih ketika Kang Hwi mengajaknya berdansa mengikuti seorang ibu dan anaknya yang sedang menari tak jauh dari mereka. 
Kang Hwi membenamkan kepalanya di pundak Man Ok. pertahanan yang sedaritadi dibangunnya akhirnya runtuh juga di hadapan Man Ok, gadis yang diam-diam dicintainya. Entah kenapa hanya di depan Man Ok, Kang Hwi bisa menangis, menumpahkan segala rasa perih yang dirasakannya sedaritadi.
Kesadaran Kang Hwi telah melemah di bawah pengaruh minuman. Man Ok berusaha mengajak Kang Hwi pergi tetapi Kang Hwi justru menahan Man Ok dengan cara menggenggam tangannya. “sekarang aku akan memberitahumu semuanya, rahasia tentang Won Kang Hwi, siapa sebenarnya aku”.
Tae Ik terus berusaha menghubungi Hp Man Ok tetapi tidak diangkat. Kesabaran Tae Ik telah habis dan akhirnya memilih pulang.

Direktur Lee tanpa sepengetahun Kang Hwi menyuruh seseorang membuntuti Kang Hwi tetapi hasil yang didapatkannya hanyalah informasi yang sangat minim. Satu-satunya yang bisa membantu adalah clue di mana Kang Hwi siang tadi mendatangi rumah keluarga Won, orang yang sangat terkenal di China.
Lain Direktur Lee lain pula Se Ryeong. Kemunculan Ibu Kang Hwi di studio Hwa Ming dan percakapan yang tanpa sengaja didengarnya sewaktu berada di kafe tadi membuatnya mulai merangkai satu persatu benang merah penghubung di antara Hwa Ming, Kang Hwi dan wanita setengah baya di studio Hwa Ming. Bingo!!!
Se Ryeong mengajak Hwa Ming bertemu dan jawaban yang diterimanya tak pernah ada dibayangannya… Hwa Ming dengan tegas mengatakan jika Kang Hwi adalah saudara tirinya.
Man Ok memapah Kang Hwi yang tak sadarkan diri kembali ke kamarnya. Kebanyakan minum alcohol membuat Kang Hwi tertidur. Man Ok melirik jam tangannya dan waktu telah menunjukkan pukul 12 malam. Tae Ik pasti sudah pulang, tak mungkin dia masih menunggu sampai saat ini.
“kenapa kamu keluar dari kamar itu selarut ini?” tanya Se Ryeong saat tanpa sengaja berpapasan dengan Man Ok di lorong Hotel. “aku bertanya karena aku benar-benar penasaran. Kamu melakukan itu karena merasa kasihan pada Kang Hwi atau karena memiliki maksud tersembunyi”
“apa maksudmu?” tanya Man Ok. niat awalnya untuk tak mempedulikan Se Ryeong diabaikannya ketika mendengar tuduhan Se Ryeong
“kamu tahu apa yang aku maksud, misalnya karena latar belakang keluarga Kang Hwi”

Hwa Ming adalah saudara tiriku. Ayahku benar-benar kaya di China (Man Ok kembali mengingat percakapannya dengan Kang Hwi tadi)

“jadi benar, kamu sudah mengetahuinya. Tentu saja”
“dengar Jin Se Ryeong. Jangan salah paham dan berpikir setiap orang di dunia ini sepertimu, aku berbeda denganmu”
Man Ok kembali ke kamarnya. Ucapan Se Ryeong dianggapnya sebagai angin lalu dan sekarang yang dikhawatirkannya adalah Tae Ik.
“apa dia sudah tidur?” gumam Man Ok dan memandangi layar ponselnya. Niat untuk mengirim sms kepada Tae Ik setidaknya untuk memberitahukan alasannya tidak datang tadi dibatalkan Man Ok. “Maafkan aku”.
Tae Ik terbelakak dan tak percaya dengan isi sms dari Man Ok. Hanya tulisan maafkan aku… maldo andwae, setelah dirinya menunggu selama beberapa jam tanpa kepastian dan Man Ok hanya mengirimkan sms maafkan aku tanpa ada penjelasan apapun.
Keesokan harinya
Pagelaran busana Win digelar hari ini. Para penonton di antaranya penggemar Kang Hwi telah memadati tempat acara. Diantara mereka terlihat satu sosok pria yang terus menatap poster Kang Hwi dengan tajam. Dia adalah Tae Ik.

=BERSAMBUNG=



Written & Image By : DewiRf [Blog]
Posted Only : Pelangidrama.net
DON'T REPOST TO OTHER SITE!!!!

One Response so far.

  1. OOT itu Tai Qing somplak dikejar babi hutan kan wkwkwkwk
    Mulai episode sebel Kang Hwi masak ngegunain penyakitnya buat nahan Man Ok, bete habis deh tapi makin suka dengan Tae Ik rambutnya keren wkwkwkwkw

Leave a Reply

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama

 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here