[Sinopsis K-Drama] Full House Take 2 Episode 16 (END)


Episode 16

-Part 1-

Pengumuman pemenang We Are Rivals sesaat lagi akan diumumkan…
“hitungan akhir dari semua suara baru saja selesai,siapakah yang akan menjadi pemenangnya? Kami akan mengumumkannya sekarang”
5… 4… 3… 2… 1…
Take Two
Para fans pendukung Take Two bersorak gembira, hal yang sama pun dirasakan Tae Ik dan Go Dong. Mereka sama sekali tak menyangka jika merekalah yang terpilih sebagai pemenang. 
Sementara itu di sisi lain, lampu yang menyorot Kang Hwi perlahan padam dan sekilas terlihat bayangan beberapa orang melintas. Saat lampu kembali dinyalakan Kang Hwi sudah tidak berada di tempatnya dan akhirnya menimbulkan banyak spekulasi.

Aku tidak berpikir dia seperti itu tapi aku benar-benar kecewa. Bahkan jika dia merasa buruk karena kalah apakah tindakan keluar begitu saja baik. Mc juga sepenuhnya terperangah dan berbicara omong kosong, bahkan ekspresi Tae Ik menegang. Pada satu titik mereka pernah berada di tim yang sama dan hubungan mereka sepertinya tidak baik. Aku pernah mendengar jika Won Kang Hwi adalah orang yang kasar.
Pembicaraan seputar Kang Hwi sampai juga di telinga Direktur Lee yang masih berada di sekitar gedung acara. Direktur Lee menelepon asistennya dan meminta untuk memblok semua blog dan web yang mengulas kejadian yang terjadi pada Kang Hwi hari ini.

Belum selesai satu masalah, masalah yang lain kembali muncul… Manager Hwang tiba-tiba muncul dan mengingatkan Direktur Lee akan janjinya untuk memberikan Full House kepada Tae Ik jika Take Two menang namun seperti yang sudah kita ketahui mengenai watak Direktur Lee, dengan seenaknya Direktur Lee menolaknya dan meminta dibawakan bukti jika dirinya pernah menjanjikan hal tersebut. Persis yang pernah terjadi dengan Man Ok.
Tidak hanya Manager Hwang kemunculan Tae Ik membuat situasi semakin memanas. Tae Ik tidak menuntut penjelasan tentang janji Direktur Lee akan Full House tetapi penjelasan mengenai kondisi kesehatan Kang Hwi.
“kenapa? Apa karena Kang Hwi tidak dapat melihat kamu tiba-tiba menjadi simpati?” tanya Direktur Lee dan membuat Tae Ik menjadi tersudut
“jika sesuatu terjadi pada Kang Hwi aku tidak akan membiarkanmu” ucap Tae Ik emosi namun bukannya takut Direktur Lee justru mengabaikan peringatan Tae Ik dan memilih pergi karena banyak hal yang harus segera diurusnya akibat kejadian hari ini.
Manager Hwang, Man Ok dan Tae Ik menemui dokter yang merawat Kang Hwi. Satu-satunya jalan yang bisa menyelamatkan Kang Hwi adalah dengan donor kornea tapi hal tersebut sangat sulit mengingat donor kornea di Korea sangat sedikit. Dokter menyarankan agar menghubungi keluarga Kang Hwi terlebih dahulu.
Hwa Ming terkejut saat mendengar kabar dari Man Ok. Hwa Ming berusaha menenangkan dirinya agar bisa berpikir jernih dan hal pertama yang harus dilakukannya adalah menghubungi Direktur Lee.
Dan saat dihubungi, Direktur Lee justru berusaha menampakkan suara seolah tak terjadi apa-apa dan semuanya bisa diselesaikan. Tindakan Direktur Lee justru membuat emosi Hwa Ming semakin memuncak. Kesehatan adiknya jauh lebih penting dan sekarang Direktur Lee hanya bersikap santai dan lebih memikirkan bisnisnya. Hwa Ming mempertegas jika dirinya tidak akan berinvestasi di U Entertainment lagi.

Bukannya takut Direktur Lee justru balik mengancam Hwa Ming. Senjata utamanya tentu saja hubungan adik kakak antara Hwa Ming dan Kang Hwi. Direktur Lee bahkan menyeret-nyeret nama Tuan Won selaku Ayah Hwa Ming dan Kang Hwi.
“jadi kamu berani mengancam keluarga kami sekarang? itu tidak akan pernah terjadi sesuai yang kamu inginkan” tegas Hwa Ming dan menutup telepon dengan kasar
“jika itu yang kamu inginkan aku akan mengungkapkan semuanya ke publik” gumam Direktur Lee dan meminta asistennya untuk segera menyiapkan konferensi pers.
Rumah sakit
Kang Hwi masih belum sadarkan diri. Man Ok,Tae Ik dan Manager Hwang dengan setia menunggunya. Manager Hwang menyesalkan apa yang sudah terjadi pada Kang Hwi, jika saja dirinya mengetahuinya lebih awal tentu saja Manager Hwang akan segera menarik Kang Hwi dari jeratan Direktur Lee. Tae Ik berusaha menenangkan Manager Hwang jika ini bukan salah mereka begitupun dengan Man Ok yang meminta maaf karena tidak memberitahu semuanya. 

Tiba-tiba Go Dong muncul dengan nafas terengah-engah. Go Dong mengabarkan jika sebuah artikel telah keluar yang mengabarkan jika Kang Hwi akan mengalami kebutaan dan U Entertainment besok akan menggelar konferensi pers.
“konferensi pers… Direktur Lee tidak akan menciptakan masalah lain kan?” tanya Man Ok semakin khawatir. Sebuah suara memanggil nama Man Ok, suara yang berasal tepat di samping Man Ok.
“Bum Soo Hyung, Go Dong aku baik-baik saja” ucap Kang Hwi lemah saat terbangun dari tidurnya “bagaimana semuanya? Karena aku semuanya menjadi kacau kan?”
“apakah itu pertama kali kamu membuat semuanya kacau? Jangan khawatirkan hal itu” ucap Tae Ik dengan mata sendu
“benar.. tapi kemudian semua orang tahu tentang mataku” tambah Kang Hwi dengan tatapan kosong. Semua yang mendengarnya hanya bisa terdiam dan tak tahu harus bicara apa lagi.

Artikel, majalah, media online telah dibanjiri berita tentang Kang Hwi dan sesuai dengan jadwal hari ini U Entertainment diwakili oleh Direktur Lee akan menggelar konferensi pers guna menjernihkan semua masalah yang ada. Masalah kecil muncul dengan hadirnya ke 3 pengganggu yang tak lain adalah Tae Ik, Manager Hwang dan juga Go Dong. Mereka berusaha mencegah konferensi pers yang akan digelar tapi Direktur Lee mampu mengatasinya dengan mengerahkan anak buahnya.
Tapi tunggu dulu… kenapa ruang konferensi kosong. Bukannya hari ini adalah hari yang sudah ditentukan? Di mana para wartawan? Seorang pria paruh baya memasuki ruang konferensi. Direktur Lee seketika memberi hormat dan meminta pria tersebut untuk tak terlalu khawatir karena dirinya akan segera menyelesaikan semuanya.
Direktur Cha selaku pemilik U Entertainment sudah bosan dengan semua masalah yang diciptakan Direktur Lee. Ketidakhadiran wartawan pada konferensi pers yang sudah dijadwalkan adalah karena Direktur Cha membatalkannya. Dan yang harus dilakukannya sekarang pada pria sombong dihadapannya ini adalah memecatnya karena kerugian yang sudah disebabkannya pada Perusahaan sudah terlalu banyak.
“Ketua, kamu tidak dapat melakukan ini padaku” teriak Direktur Lee frustasi
“sampai akhir jika kamu tidak berencana untuk menghadapiku menyingkirlah saat ini juga” teriak Direktur Cha tak kalah emosinya.
Ya, itulah ganjaran untuk orang sombong dan menghalalkan segala cara untuk menggapai semua keinginannya. Mengorbankan orang-orang tak bersalah dan menyakiti hati siapapun yang dijumpainya. Kurasa Direktur Lee memang pantas mendapatkannya dan ketiga pria tangguh kita juga sepertinya setuju^^
Manager Hwang dan Tae Ik yang mendengarkan dan melihat semua tindakan Direktur Cha pada Direktur Lee sekarang berada di ruangan yang sama dengan Direktur Cha. Tujuan mereka ada untuk membicarakan tentang janji Direktur Lee pada Tae Ik.
Direktur Cha terlihat serius mendengarkan rekaman percakapan antara Tae Ik dan Direktur Lee. Ternyata sewaktu Tae Ik dan Direktur Lee membuat taruhan, Tae Ik merekam semua percakapan mereka. Tae Ik sepertinya tahu hal seperti ini akan terjadi dan memang benar. Brilliant
“jadi kamu memintaku untuk mengembalikan Full House padamu?” tanya Direktur Cha. “ini hal yang harus kamu bicarakan dengan Direktur Lee” tambahnya
“aku tahu tapi Full House dalam kepemilikan U Entertainment dan Tae Ik menjadi penyanyi untuk mendapatkan kembali Full House, anda juga mengetahuinya Ketua” jawab Manager Hwang dan Tae Ik yang duduk di sebelahnya memilih diam dan membiarkan Manager Hwang mewakilinya
“Direktur Lee mengenal Tae Ik karena aku” ucap Direktur Cha dan mengingat saat dirinya memperkenalkan Direktur Lee dengan keluarga Tae Ik beberapa puluh tahun silam
“Direktur Lee menjadikan Full House sebagai alasan untuk melakukan hal buruk pada Tae Ik, kita tahu ini sama dengan kontrak yang tidak adil. Sudah banyak keuntungan yang diberikan Tae Ik dan itu lebih dari cukup untuk mengambil kembali Full House jadi tolonglah”
Setelah berpikir beberapa saat, “baiklah aku akan mengembalikannya tapi dengan satu syarat, aku ingin kamu menjadi presiden U Entertainment” ucap Direktur Cha dan sontak membuat Manager Hwang terkejut terlebih Tae Ik.
Sementara itu
Rasa marah, sesal dan sedih dirasakan Direktur Lee. Dengan susah payah dirinya mencapai posisi ini dan sekarang dirinya harus meninggalkan posisinya. Direktur Lee ingat betul bagaimana Direktur Cha mengangkatnya sebagai Direktur dan memberikannya sebuah papan nama berukirkan namanya, membuatnya senang setengah mati. Tapi sekarang?
Kang Hwi sendirian di dalam kamar. Seseorang datang menjenguknya dan dia adalah Se Ryeong. Saat hendak pergi, Kang Hwi mengatakan sebuah kalimat positif pada Se Ryeong
“sebagai bintang internasional kamu paling cantik saat tampil percaya diri”
Saat berjalan meninggalkan rumah sakit Se Ryeong tanpa sengaja berpapasan dengan Tae Ik. Mereka memutuskan berbicara 4 mata dan hal yang dibicarakan adalah kegiatan mereka masing-masing hingga akhirnya
“aku ingin bertanya kepadamu sekali lagi, apakah kamu ingin pergi bersama denganku (Tae Ik terdiam), bahkan jika aku bisa membantumu menjadi lebih terkenal daripada sekarang? jika kamu menolak proposalku sekarang, kamu mungkin menyesal” ucap Se Ryeong sedih
“Se Ryeong apakah kamu menyesal meninggalkanku saat itu? Yang paling penting bagiku sekarang adalah hidup melindungi orang yang aku cintai dan kemudian aku tidak akan menyesal”
“jadi kamu mengatakan aku pasti bukan dia? Baik…. seperti Jin Se Ryeong aku akan membiarkanmu pergi” ucap Se Ryeong dan mengulurkan tangan untuk melakukan salam perpisahan dan disambut baik oleh Tae Ik. Se Ryeong memilih pergi terlebih dulu sebelum Tae Ik melihat betapa hancurnya hatinya saat ini. Pasti ini yang dialami Tae Ik saat dulu dirinya memilih pergi, rasanya sangat sakit.
Tae Ik duduk di salah satu kursi taman. Sebuah sms dari Se Ryeong tengah dibacanya
“Sebagai perpisahan aku akan memberitahumu sebuah rahasia. Ciuman dengan Won Kang Hwi 5 tahun lalu aku sengaja melakukannya agar kamu melihatnya dan aku memanfaatkan Kang Hwi. Won Kang Hwi mengkhawatirkanmu dan aku tidak tahan melihatnya. Persahabatan antara lelaki sangat mengesankan”
Tae Ik melangkahkan kaki memasuki kamar inap Kang Hwi namun yang didapatinya hanyalah tempat tidur yang kosong. Berselang beberapa detik kemudian terdengar derik langkah kaki dan disusul keluarnya Kang Hwi dari dalam kamar mandi. Tepat di saat Kang Hwi akan terjatuh, Tae Ik dengan sigap menahannya.
"jika kamu ingin ke kamar mandi harusnya kamu memiliki seorang ahjumma yang membantumu” ucap Tae Ik saat posisi mereka berdua untuk mengobrol telah nyaman. Kang Hwi kembali ke tempat tidurnya dan Tae Ik duduk manis di sampingnya
“tidak peduli seberapa sakit, bagaimana aku mengatakannya pada ahjumma yang ternyata adalah penggemarku” jawab Kang Hwi dan membuat Tae Ik tertawa kecil
“apakah kamu sudah merasa baikan?” tanya Tae Ik
“aku baik-baik saja”
“kapan kamu keluar?” tanya Tae Ik lagi
“besok” jawab Kang Hwi dan mereka berdua terdiam sesaat “ngomong-ngomong aku mendengar kamu kembali mendapatkan Full House, selamat”
“terima kasih”
“kemudian kamu akan segera bergerak”
“kupikir aku akan tinggal beberapa hari dulu, ada beberapa hal yang perlu aku urus”
“lalu aku harus segera mengosongkan kamarku, pemiliknya akan datang kembali. Jika aku tidak ingin dianiaya olehnya aku harus segera pergi. Aku tidak bisa mendapatkan pengobatan lagi jadi aku harus segera dioperasi. Ibuku menyuruhku kembali ke China dan aku merasa buruk karena membuat mereka khawatir. Pada awalnya aku sangat marah kenapa sesuatu seperti ini terjadi padaku, aku dalam keadaan menyerah pada diriku sendiri jadi aku harus mencoba segala sesuatu yang aku bisa”
“kamu berpikir dengan baik, aku minta maaf padamu Kang Hwi” ucap Tae Ik
“apa katamu padaku? Kamu minta maaf padaku?”
“aku telah salah paham selama ini, maafkan aku”
“hey! Mengapa kamu bertingkah seperti ini? Mereka mengatakan orang yang akan mati akan berubah tiba-tiba”
“5 tahun yang lalu kamu dan Se Ryeong, aku pikir kamu melakukannya dengan sengaja meskipun kamu sudah mengetahui hubunganku dan Se Ryeong”
“apa aku gila merebut pacar teman sendiri, lagipula aku tidak menyukai wanita seperti Se Ryeong daripada rubah aku lebih menyukai anjing yang manis” tambah Kang Hwi dan meminta agar Tae Ik mengabulkan permintaannya karena hanya Tae Iklah yang bisa melakukannya.
Full House
Sebuah mobil berwarna putih berhenti tepat di depan Full House. Seorang pria berjas hitam turun dan disusul kemudian oleh Kang Hwi. Kang Hwi tersenyum senang dan berhenti sesaat saat mencium aroma wangi yang berasal dari dalam rumah, rupanya Man Ok telah memasak hidangan special untuk menyambut kepulangan Kang Hwi.

Kang Hwi tengah berada di salah satu tempat favoritnya di Full House, sebuah ayunan. Walaupun saat ini Kang Hwi tak dapat melihat, tapi hal tersebut tak menjadi masalah baginya. Hari ini adalah hari yang sangat penting baginya dimana Kang Hwi akan melepaskan salah satu hal yang paling berharga yang tiba-tiba datang dan menyihirnya dengan pesonanya dan menguatkannya di saat dirinya putus asa tanpa adanya tempat untuk bersandar.
Seorang gadis menyodorkan teh raspberry pada Kang Hwi dan duduk di sebelah Kang Hwi. Mereka terlibat perbincangan singkat hingga akhirnya Kang Hwi mengeluarkan sebuah jepit rambut beserta amplop sebagai hadiah pada gadis tersebut.
“Man Ok, kamu mengatakan kamu tidak dapat memiliki keduanya, kamu tidak bisa memiliki segalanya. Aku pikir aku sudah tahu bagaimana perasaanmu. (Kang Hwi meminta Man Ok membuka amplop). Melihat rok yang kamu buat di China, Noona mengatakan kamu akan menjadi seorang designer yang baik. Aku sudah mendaftarkanmu karena aku berpikir sangat baik jika kamu bisa belajar secara formal, apakah kamu suka? Jika kamu menjadi seorang designer seperti Noona aku akan menjadi model eksklusifmu” ucap Kang Hwi tersenyum
“terima kasih Kang Hwi-nim” balas Man Ok

Tiba-tiba ekspresi wajah Kang Hwi berubah sendu, “aku juga berterima kasih padamu Man Ok. Kamu harus menjadi seorang designer yang baik. Selama berada di sampingku kamu sudah menderita sepanjang waktu, sekarang stylist Jang pergilah kemanapun kamu ingin pergi. Stylist Jang kamu dipecat sekarang”.

-Part 2 (Episode terakhir)-

Man Ok terlihat sedih saat melihat Kang Hwi dijemput Hwa Ming kakaknya. Hal yang sama pun dirasakan Kang Hwi saat berdiri di depan pintu mobil. Meskipun Kang Hwi tak dapat melihat Man Ok dengan jelas tetapi Kang Hwi dapat merasakan Man Ok saat ini sedang berdiri beberapa meter darinya dan terdiam.

Full House kembali sepi, Man Ok merasakan kesepian pasca rumah indah ini ditinggal Se Ryeong dan Kang Hwi. Bunyi bel pertanda ada seseorang yang datang membuat Man Ok sedikit terperanjat.
“Kang Hwi-nim?” panggil Man Ok namun yang muncul justru sosok Tae Ik-nim.
Man Ok sekarang berdiri di depan Man Ok Kwan. Tae Ik memaksanya untuk datang kemari meminta pengampunan dari Kakeknya atas sikapnya tempo lalu.
“Lee Tae Ik kamu tidak tahu Kakek. Jika Kakek marah dia benar-benar sangat menakutkan” tolak Man Ok saat Tae Ik terus menariknya masuk ke Man Ok Kwan
“lantas kenapa kamu memberontak melawan Kakek ketika kamu mengetahuinya? Tanpa rasa takut!” ucap Tae Ik dan terus memaksa Man Ok. Tiba-tiba pintu Man Ok Kwan terbuka, Kakek keluar dengan memasang wajah garam dan seketika membuat adegan tarik menarik antara Man Ok dan Tae Ik terhenti.
Man Ok duduk bersila di depan Kakek dan meminta maaf dengan tulus
“hanbeomman…. Maafkan aku Kakek kali ini” pinta Man Ok dan menggosok-gosokkan kedua tangannya seperti Super Junior dalam lagu Sorry Sorry^^
Kakek memilih meninggalkan Man Ok dan masuk ke dalam Man Ok Kwan. Man Ok dengan cepat mengikuti dan kembali meminta maaf. Di depan pintu ke 3 pahlawan super kita hanya berdiri menonton. Untuk kali ini mereka tidak bisa mencampuri urusan keluarga Jang.
“Kakek, kamu pernah mengatakan seorang teman sejati adalah yang tetap tinggal berada di sisi temannya ketika temannya berada dalam kesulitan. Aku, seperti yang aku pelajari dari kakek, aku hanya mengikutinya. Jadi Kakek tak bisakah memaafkan aku sekali ini saja” pinta Man Ok sekali lagi. Sekeras-kerasnya hati manusia pasti akan luluh juga. Hal yang sama pun berlaku pada Kakek, kemarahannya kemarin semata-mata karena dirinya takut terjadi sesuatu pada Man Ok, cucunya.
Man Ok merebahkan diri di tempat tidur kesayangannya. Tak mau kalah, Tae Ik yang membantu mengangkatkan koper Man Ok ke kamar pun melakukan hal yang sama dan membuat Man Ok sontak terkejut dan memutuskan bangun. Tae Ik sekali lagi melakukan hal yang sama dan tanpa sengaja kedua tangan mereka bersentuhan. Entah darimana munculnya keberanian tersebut, Tae Ik mendekatkan wajahnya ke wajah Man Ok dan tiba-tiba terdengar suara deheman Kakek. Sontak saja, Man Ok mendorong Tae Ik hingga terjerembab dari tempat tidur.
Dan tiba akhirnya Tae Ik, Manager Hwang dan Go Dong harus berpamitan pada Kakek. Ingatan Tae Ik melayang ke masa-masa di awal kedatangannya di Man Ok Kwan di mana Man Ok menyuruhnya tidur di dalam tenda dan ulang tahun Man Ok. semuanya terasa indah dan sangat menyenangkan. Sepertinya baru kemarin semuanya terjadi.
Dan di sinilah Tae Ik, Full House… rumah hadiah dari Ayahnya dan Tae Ik berhasil memenuhi janjinya untuk mendapatkan kembali Full House.
Tempat yang pertama kali ditujunya adalah ruang bawah tanah tempat Kang Hwi tidur.
“jangan pernah terpisah dan teruslah berada di sampingnya. Aku menyukaimu dan mengatakan hal-hal yang baik sehingga dia tidak akan pernah menangis, sehingga dia selalu bisa tersenyum. Jaga dia. Tidak peduli berapa banyak aku mencobanya itu adalah sesuatu hal yang tidak dapat aku lakukan dan kamu, kamu adalah orang yang dapat membahagiakan Man Ok”
Ucapan Kang Hwi sekaligus permintaannya untuk menjaga Man Ok kembali diingat Tae Ik. Dan sebagai seorang sahabat Tae Ik akan memenuhi permintaan tersebut bahkan tanpa diminta sekalipun.
Keesokan harinya
Man Ok tengah bersiap untuk olahraga pagi aka jogging. Sayang niatan tersebut sepertinya harus segera ditepiskannya karena Tae Ik telah berdiri di depan pintu dan menunggunya sedaritadi. Tae Ik hendak mengajak Man Ok ke suatu tempat, tapi tunggu dulu setidaknya biarkan aku berganti pakaian….
Full House? Tempat yang didatanginya bersama dengan Tae Ik adalah Full House. Tae Ik meminta Man Ok bergegas ke kamarnya dan di sana dirinya dapat menemukan pakaian ganti. Pakaian? Seingat Man Ok semua pakaiannya telah dibawanya dan tidak ada satupun yang tertinggal…
“pakaian apa?” oceh Man Ok dan ucapannya terhenti saat melihat tempat tidur yang pernah disinggahinya sekarang berhiaskan balon berwarna ungu dan hijau. Diatas seprai terdapat sebuah kotak yang dikelilingi bunga. Senyum seketika terhias di wajah Man Ok, di dalam kotak terdapat sebuah gaun berwarna biru tua dan terlihat sangat indah.
Di lantai dasar, meja makan yang semula kosong telah disulap Tae Ik penuh dengan makanan. Saat Man Ok menuruni tangga, terdengar dentingan piano dan sang pangeran kita menyanyikan sebuah lagu special untuk Man Ok. Makan pagi romantis pun dimulai dan Tae Ik tak pernah melepaskan pandangannya dari wajah Man Ok.
“kenapa kamu menatapku?” tanya Man Ok
“karena kamu cantik” jawab Tae Ik dan membuat Man Ok tersipu malu. “ketika kamu datang pertama kali dengan pakaian aneh, aku tidak membayangkan ini akan terjadi, wow aku gila!!!”
“ini sama juga bagi aku, aku juga gila!!!”
“tetaplah di sisiku. Aku mengatakan ini secara resmi kepada Jang Man Ok. Menjadi stylistku, aku tidak ingin berpisah darimu ketika aku berada di tempat kerja maupun di rumah” pinta Tae Ik namun Man Ok menolak karena dirinya akan mengikuti kelas designer. Ucapan Man Ok membuat Tae Ik kesal dan merajuk layaknya anak kecil. Ah satu lagi, kenapa Man Ok selalu memanggil Kang Hwi dengan tambahan nim sedangkan dirinya dengan tambahan si. Tae Ik juga ingin dipanggil dengan sebutan Tae Ik-nim. Tae Ik bahkan menirukan cara Man Ok memanggil Kang Hwi dan meminta Man Ok untuk mengikutinya. Bukannya menuruti permintaan Tae Ik, Man Ok justru tertawa dan dimulailah aksi kejar-kejaran.

6 bulan kemudian
Seorang pria tampan tertidur pulas. Seseorang terus saja memanggilnya agar pria tersebut bangun.
“Tae Ik-nim, Tae Ik-nim” panggilnya dan membuat Tae Ik menggeliat dan memeluk mesra seseorang di sampingnya.
“Hyungnim” panggil Go Dong dan berhasil membangunkan Tae Ik yang terkejut karena ternyata sedaritadi yang berada di sampingnya adalah Go Dong. Gaya bicara Go Dong telah berubah 180◦, setelah menjadi seorang Hallyu Star dan hal itu membuat Tae Ik menjadi ingin muntah.

Sebuah kiriman paket datang untuk Man Ok. Wajah Man Ok seketika berubah ceria ketika melihat nama si pengirim.

“Man Ok, apakah kamu baik-baik saja? Aku telah melakukan dengan baik dan chaton telah berubah menjadi kucing paling populer di lingkungan ini. Bagaimana dengan keadaan semuanya? Aku sangat ingin melihat mereka semua. Pokoknya Man Ok jangan sampai sakit dan makanlah yang banyak”
“Kang Hwi-nim semua di sini baik-baik saja. Apa kamu sudah mendengar kabar tentang Take Two? Go Dong telah menjadi benar-benar keren meskipun ada satu masalah, Go Dong meniru kamu terlalu banyak. Tampaknya Lee Tae Ik mengalami kesulitan karena itu dan Manager Hwang anio Presiden Hwang benar-benar sibuk karena bekerja di Perusahaan.
Take Two makin terkenal dan Style Go Dong 100 % menyerupai Kang Hwi
Presiden Hwang memimpin U Entertainment. Kepemimpinannya berbanding terbalik dengan Direktur Lee sebelumnya. Presiden Hwang jauh lebih bijaksana dan tenang.
Kakek sangat bahagia dengan meningkatnya murid Man Ok Kwan akhir-akhir ini. 
Temanku Han Ga Ryng masih tetap seperti dulu menulis artikel aneh namun akhir-akhir ini dia semakin membaik sedikit demi sedikit. SS Majalah atau apapun yang dia dirikan bersama kedua temannya juga semakin baik, aku membantu memberikan informasi Take Two pada mereka. 
Ah dan aku…. Pada siang hari aku mengajar anak-anak di Man Ok Kwan, pada sore hari aku belajar. Aku benar-benar sibuk tapi ini menyenangkan, aku pikir aku terlahir untuk memegang 2 pekerjaan, mengajar anak-anak dan belajar design semuanya menyenangkan. Tapi Kang Hwi-nim semua orang benar-benar ingin melihatmu, kapan kamu ke Korea?”
Kang Hwi mematikan recordernya. Suara Man Ok dan pertanyaannya membuat Kang Hwi terlihat berpikir. Seorang ahjumma berteriak dan mengatakan jika Kang Hwi memiliki seorang tamu.
“apa? Seorang tamu datang tapi kamu tidak meihatnya?” tanya Tae Ik dan membuat Kang Hwi sontak berbalik dengan raut wajah terkejut. “lama tidak bertemu Won Kang Hwi”
Ada yang ingin mengetahui kabar Direktur lee, ah salah Lee Joon? Lee Joon sekarang masih sibuk mempromosikan diri sebagai Direktur tetapi Direktur sebuah perusahaan hiburan baru, LJ Entertainment.
“ah ya, aku dengar kamu tertarik pada hiburan. Silahkan pikir baik, apa kamu pernah mendengar Hallyu Star?”.
Showcase Take Two resmi digelar hari ini
Tapi Showcase belum dimulai, Tae Ik sudah meminta yang macam-macam. Tae Ik meminta kepada Man Ok untuk membawakannya pakaian ganti dengan alasan pakaian yang dipakainya robek tetapi menurut Man Ok pakaian yang dipakai Tae Ik baik-baik saja? Sesaat sebelumnya kita bisa meihat seorang pria berambut kuning keemasan menyelinap ke dalam sebuah ruangan.
Take Two selesai melakukan perform untuk lagu pertama mereka berjudul “Hello, Hello”. Panggung mendadak gelap dan muncullah Tae Ik dengan memainkan piano.
“sekarang tahap yang sangat istimewa, untuk seorang teman yang paling penting bagiku… aku menyiapkan sebuah lagu untuknya”.

Setiap kali aku melihat matamu aku tidak bisa tertidur
Tonight
Ketika aku merasakan nafasmu, aku senang
Aku telah jatuh untuk kamu… sangat, lihatlah aku
Aku ingin memiliki kamu dengan lembut, semuanya begitu manis
Aku tidak berhenti sepanjang malam, aku ingin tertidur dalam pelukanmu
Berbisik dengan bibir lembab ke telingaku, aku ingin memelukmu

U can touch, be my girl
Let me love give for
U can touch, be my girl
U can fly , let me love, love you tonight
U make me cold, U make me hot
Aku menginginkanmu Baby tonight

Lampu di tengah panggung mendadak padam dan muncullah sosok yang sangat ingin dilihat fans Take two sejak lama. Dia adalah Kang Hwi. Single Take One yang berhasil merajai berbagai tangga malam ini kembali dibawakan kang Hwi dan Tae Ik. Para fans sontak histeris. Keinginan mereka untuk melihat Tae Ik dan Kang Hwi kembali berada di atas panggung akhirnya terwujud.
Di belakang panggung
Kang Hwi terlihat lelah selepas perform tadi. Tiba-tiba seorang gadis menyapanya dan dia adalah Man Ok. Man Ok terlihat sangat senang melihat Kang Hwi terlebih Kang Hwi pulang ke Korea tanpa sempat memberi kabar. Seseorang kembali menyambangi Kang Hwi, dia adalah Go Dong. Gaya bicara Go Dong kembali seperti semula dan kembali menjadi Go Dong si super star saat Kang hwi menegurnya. Wkwkwkw
Kang Hwi sangat merindukan Man Ok dan sebuah pelukan hendak diberikannya pada Man Ok namun sebuah tangan dengan cepat menariknya menjauh dari Man Ok. Kang Hwi kembali mengolong-ngolok Tae Ik dan meminta Man Ok untuk memilih karena sekarang belum terlambat. Aksi kejar-kejaran pun layaknya kucing dan anjing kembali dilakukan ke dua hallyu star kita.
Full House
Sedang diadakan pesta di Full House. Sepertinya pesta untuk menyambut kembalinya Kang Hwi. Terlihat Ga Ryun, Ji Seung, Nora, Kakek dan beberapa tamu lainnya. Saat pesta sedang berlangsung Tae Ik tiba-tiba mengajak Man Ok keluar.
“bukankah tempat ini membuat kamu memikirkan sesuatu?” tanya Tae Ik dan dijawab Man Ok –tidak yakin-
“chaton” ucap Tae Ik dan Man Ok mengulanginya
“idiot” tambah Tae Ik dan Man Ok tiba-tiba terpikirkan dengan sosok anak kecil yang dijumpainya dalam sebuah pesta beberapa tahun silam
“aku rasa aku ingat, anak laki-laki kasar” ucap Man Ok dan di depannya telah berdiri sosok Tae Ik kecil
“itu benar, anak laki-laki kasar dan gadis kecil yang sedang mencari Chaton, mereka bertemu lagi bukankah itu benar-benar menarik” ucap Tae Ik dan gentian sosok Man Ok kecil yang berdiri di depannya
“ini benar-benar menarik” ulang Man Ok dan suasana kembali seperti semula
Tae Ik meminta Man Ok memasukkan tangannya ke dalam lubang dan yang ditemukan Man Ok adalah sebuah keranjang berisi boneka kucing pemberian Tae Ik dan tersemat sebuah cincin di syalnya.
Tae Ik mengambil cincin tersebut dan memakaikannya di jari Man Ok, sangat indah… dan kabar baiknya Tae Ik juga telah memiliki satu di jari manis tangan kirinya. Tae Ik meminta Man Ok memanggilnya dengan sebutan Tae Ik-nim dan kali ini Man Ok menurut “Tae Ik-nim”.
“Jang Man Ok kamu sudah mengucapkannya. Jika kamu mengubahnya ke dalam bahasa inggris –Full House-. Kita dimaksudkan untuk menjadi seperti ini. Jang Man Ok mari kita tinggal di sini bersama-sama terus menerus, di sini, di Full House” ucap Tae Ik dan Man Ok mengangguk bahagia. Tae Ik mendekatkan wajahnya dan bisa ditebak selanjutnya apa yang mereka lakukan.

~TAMAT~


==============================================================

==============================================================

Alhamdulillah, akhirnya project sinopsis Full House Take 2 rampung juga… Ini adalah sinopsis terpanjang yang pernah aku buat. (32 episode jika dihitung dari Partnya^^).
Salah satu daya tarik dari drama yang satu ini adalah lokasi syuting yang menggunakan 3 negara yaitu China, Jepang dan Korea. Walaupun dramanya tidak sebooming pendahulunya “Full House” tapi overall aku suka, suka banget dengan drama ini. No Min Woo salah satu actor favoritku semenjak melihat aktingnya di k-drama Midas begitupun dengan Hwang Jung Eum di k-drama Can You Hear My Heart dan sekarang nambah satu lagi Park Ki Wong.^^
Dari drama ini aku belajar banyak hal di antaranya persahabatan yang kuat antara Tae Ik dan Kang Hwi. Sebencinya apapun mereka tetapi di saat salah satu dari mereka terluka yang lainnya merasa khawatir begitupun dengan kisah cinta Man Ok-Tae Ik.... Kalau jodoh mah nggak bakalan kemana, buktinya jauh sebelum Kang Hwi bertemu dengan Man Ok, Tae Ik sudah lebih dulu bertemu dengan Man Ok. Satu lagi dengan semangat Tae Ik untuk mendapatkan kembali kejayaannya. Aku jadi berpikir apa jadinya jika saat di China Man Ok menerima cinta Tae Ik, mungkinkah Tae Ik akan kembali menjadi seorang Hallyu dan mungkinkah sebuah Take 2 akan tercipta???
Ngomong-ngomong gimana ya dengan nasib Sang Dae? hehehe
Sedikit bocoran, episode favoritku adalah episode terakhir…. Benar-benar so sweet >_<
Trims to Author Pelangi Drama special buat Aida Unnie (yang sudah bantuin di episode 1 dan 3), Kak Saa, Arichan,Asri, Aii (udah bantuin di episode 6), Ann (nyumbang di episode 4)^^

Salah satu kebahagiaan dan kebanggaan seorang penulis adalah disaat bisa menyelesaikan tulisannya hingga akhir. Sampai jumpa di sinopsis-sinopsis lainnya, doakan para author tetap sehat.
Kamsahamnida^^

Written & Image : Dewi Rf [Blog]
Posted Only : pelangidrama.net
DON'T REPOST TO OTHER SITE!!!!

8 komentar:

  1. hahahah ending yang so sweet wkkwkw chukae wi kelar juga hihihi
    btw ngikutin ini juga gegara oppa Min Woo wkwkkw mulai cinlok pas lihat Midas wwkwkkwkwkw

    BalasHapus
  2. I like this drama. In the first episode, it's very funny. Thanks eonni....

    BalasHapus
  3. ({})♡̷̬̩̃̊˚˚♥♍άKα§îîîîîĦ♥˚˚♡̷̬̩̃̊({}) buat pnulisnya,aq dh pnya kasetnya udah sejak febuari kmrn,n aq ska bnget2 sma park ki woong,gara2 film ini,wlo udh nnton tapi liat ad yg bkin sinopsisnya tetap aq baca!ska bnget sma lagu baby why....

    BalasHapus
  4. Makasih kakak sinopsisnya, padahal tadi niat mau tidur eh pas baca sinopsis episode 10 malah ketagihan. Alhasil bacanya sampe tamat walaupun mata udah picing nih gara-gara nahan kantuk :D

    BalasHapus
  5. Ending yang bikin puas ,,,
    Sukses terus pelangi drama dengan sinopsisnya ,,

    BalasHapus
  6. so sweat... trimsya. moga makin jaya dengan sinopsis2 yang lainnya. perbanyak terus a....

    BalasHapus
  7. Tulisannya bagus sekali. Benar-benar menjiwai. Terimakasih yaaa.

    BalasHapus

RULES BERKOMENTAR:
*Jangan lupa Like dan ReTweet Postingan di atas.
*Gunakan bahasa sopan.
*Sertai nama dalam berkomentar.
*Sebelum tanya episode selanjutnya, lihat dulu INDEX Sinopsis, bila belum ada, harap bertanya baik-baik.
*Kami akan sangat menghargai komentar berupa support dan kritik yang membangun demi perbaikan kualitas Pelangi Drama