[News] Poster IRIS 2 Dirilis

3 comments
IRIS, sebuah kelompok rahasia yang belum terungkap. Karena itu, tim NSS termasuk Jung Yoo Gun (Ja Hyuk) dan Ji Soo Yeon (Lee Da Hae) berusaha untuk mengungkap siapa sebenarnya kelompok IRIS. Mengambil latar waktu waktu tiga tahun setelah kematian agen Kim Hyeon Jun, IRIS 2 siap menggrebak layar mulai tanggal 13 Februari setiap hari Rabu dan Kamis.


Iris 2 didukung oleh deretan aktor dan aktris terkenal. Poster yang dirillis (gambar atas) berisikan tujuh orang di antara deretan aktor-aktris yang bermain di Iris 2. Deret pertama poster terdapat Lee Ja Hyuk sebagai Jung Yoo Gun, pemimpin tim yang sudah direkrut sejak usia muda. Lee Da Hae berperan sebagai Ji Soo Yeon, seorang pemegang medali emas Olimpiade cabang menembak yang berubah menjadi penembak rahasia. Lee Beom Soo sebagai Yoon Si Hyuk, agen Korea Utara. Deret kedua poster dibuka dari Oh Yeon Su sebagai Choi Min, Deputi Direktur NSS yang baru. Yoon Do Joon sebagai Seo Hyun Woo, agen yang tampan nan pintar. Lim Soo Hyang sebagai Kim yeon Hwa, adik Kim Sun Hwa. Terakhir Lee Joon sebagai Yoon Si Hyuk, agen NSS yang chic.

Akankah Iris 2 menyediakan cerita sebagus Iris dan meledak di pasaran? Well, kita tunggu tanggal mainnya...

Source : Asianwiki dan Dramabeans 
Image by Dramabeans 
shared by riri
Read more...

[Sinopsis J-Drama] Sprout Episode 10

2 comments
 Sinopsis Sprout Episode 10
Episode sebelumnya
Setelah mendengar pengakuan Miyuki tentang perasaannya pada Hayato dahulu, Sohei bertekad untuk tetap bersama dengan Miyuki meskipun perasaannya hancur dan kecewa. Namun di sisi lain, ia merasa nyaman saat bersama dengan Miku. Di tempat lain, Hayato mendengar sebagian pengakuan Miku pada teman - temannya yang membuat dirinya cemburu. Miyuki meminta agar Sohei pindah dari rumah Miku sebab ia beralasan Sohei tidak lagi sama seperti dulu, namun Sohei menolak. Akhirnya keduanya bertengkar dan Miyuki tidak pulang semalaman. Kemana perginya Miyuki?

~ Sprout Episode 10 ~
Miyuki berdiri di jembatan setelah tidak berhasil menghubungi Sohei. Waktu terus berlalu namun sepertinya Miyuki tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Kereta api berjalan di bawah tempat Miyuki berdiri. Setelah kereta berlalu, Miyuki tidak nampak di atas jembatan. Hanya topinya yang terlihat melayang dan jatuh ke bawah.
Sohei panik. Ia mengayuh sepedanya dengan sangat cepat. Miku masuk ke halaman, Kiyoka dan Taki sudah menunggunya di depan pintu. Keduanya bertanya apa yang terjadi. Miku berkata Miyuki semalam tidak pulang ke rumah.
 
Sohei menuju ke sekolah. Bahkan dengan tergesa - gesa ia melemparkan sepedanya dan berlari menuruni tangga. Saat berlari, dirinya mengingat janjinya pada Miyuki bahwa ia tidak akan pernah meninggalkan Miyuki. Sohei bergegas menuju ke ruang ganti klub sepakbola dimana ada Arata dan Takeru yang sedang berganti pakaian. Dengan panik, Sohei segera bertanya pada keduanya apakah melihat Miyuki. Ketiganya kemudian segera berpencar mencari Miyuki di seluruh area sekolah.
Di rooftop ketiganya bertemu. Takeru mengatakan satpam melihat seorang gadis mengenakan pakaian biasa berada di sekolah tadi. Arata meyakinkan bahwa melihat dari ciri - cirinya kemungkinan besar adalah Miyuki. Takeru lalu bertanya pada Sohei, apakah ada tempat yang belum Sohei cari sebab Miyuki pasti belum jauh dari sekolah. Arata berpendapat Miyuki pergi ke suatu tempat yang menjadi kenangan mereka berdua. Mendengar penuturan kedua temannya, Sohei terlihat berfikir sejenak dan bergegas berlari meninggalkan keduanya. Arata dan Takeru mengikuti Sohei dari belakang.
Even though I decided that we would always be together ~ Sohei
 
Miku berbicara melalui telepon dengan Hayato. Ia memberitahukan bahwa Miyu belum ditemukan hingga saat ini. Ia khawatir dengan Miyu, sebab Sohei berkata sebelum Miyu menghilang keduanya bertengkar. Hayato teringat saat dirinya melihat Miku dan Sohei yang berbicara dengan sangat akrab. Miku merasa Hayato tidak merespon perkataannya. Hayato tersadar dan segera merespon perkataan Miku.
Sohei mengayuh sepedanya menuju sebuah kuil. Setelah memarkir sepedanya, ia segera masuk ke halaman. Di sana ia melihat Miyuki. Sohei bergegas memanggil Miyuki dan berlari. Setelah berada di depan Miyu, Sohei lalu memeluk Miyuki namun Miyu hanya diam saja melihat Sohei. Wajahnya datar melihat Sohei yang panik mencarinya. Sohei buru - buru bertanya pada Miyu apa yang sedang dilakukannya di sana.
"Aku menunggu Sou-chan. Aku pikir kamu tidak akan menemukanku," kata Miyuki.
Sohei tidak merasa aneh dengan sikap Miyu, ia masih gembira bisa menemukan Miyu dan meminta agar Miyu tidak lagi menghilang. Sohei kembali memeluk Miyu. Miyuki masih bersikap dingin pada Sohei, namun akhirnya ia membalas pelukan Sohei.
Miku mendatangi tempat Hayato bekerja dengan wajah cerah. Ia mengabarkan pada Hayato bahwa Miyuki telah ditemukan. Mendengar berita tersebut, Hayato hanya menjawab pendek dan bersyukur sebab Miyu sudah ditemukan. Ia kemudian menawari Miku minum dan diiyakan oleh Miku. Hayato menarikkan kursi untuk Miku. Sambil duduk, Miku berkata ia merasa Sohei sudah lega menemukan Miyuki. Mendengar perkataan Miku, Hayato semakin kesal dan berkata bahwa yang dikhawatirkan Miku sebenarnya bukan Miyuki namun Sohei. Miku kaget mendengar perkataan Hayato. Ia berusaha menjelaskan namun segera dipotong Hayato, namun ia tidak jadi melanjutkan perkataannya dan memilih mengambilkan minuman untuk Miku. Melihat ekspresi dan sikap Hayato, Miku mulai menyadari kecemburuan Hayato.
Miyu dan Sohei berjalan di kuil sambil bercakap - cakap. Keduanya mengingat kencan pertama mereka di sana.
"Kalau sekarang dipikir-pikir, tempat ini sedikit terlalu suram untuk kencan pertama. Harusnya aku lebih memikirkannya dahulu," kata Sohei.
"Tidak, rasanya menyegarkan kok," jawab Miyuki.
"Aku jadi terlalu yakin saat Miyuki bilang oke waktu itu. Aku hanya ingin berterima kasih di kuil dan pergi untuk itu," kata Sohei menceritakan.
Flashback
Sohei dan Miyuki berdoa di depan kuil. Miyu sudah selesai berdoa, namun Sohei masih khusyuk berdoa. Miyu memandangi Sohei yang masih berdoa sambil tersenyum.
"Cukup lama kamu memohon," tegur Miyuki.
"Ini bukan permohonan, aku berterima kasih," jawab Sohei.
"Permohonanmu terkabul?" tanya Miyuki.
"Ya," jawab Sohei mantap.
"Apa itu? Aku ingin tahu," tanya Miyuki penasaran.
"Aku memohon agar Hayato, Ozawa, dan aku akan masuk ke SMA yang sama. Dan juga...Aku memohon agar Ozawa berkencan denganku." Keduanya tersenyum bersama mendengar jawaban Sohei.
Flashback End
Kini keduanya berdiri di altar yang sama seperti saat mereka berkencan pertama kali dahulu. Sohei terlebih dahulu selesai berdoa. Baru kemudian Miyu menyelesaikan doanya. Sohei lalu bertanya pada Miyu apa yang ia minta kali ini. Ia berseloroh, apakah kali ini Miyu tidak akan mengatakan lagi permohonannya pada Sohei seperti saat pertama mereka kesana. Miyu menjawab dengan wajah kembali datar dan memandang lurus ke depan.
"Aku memohon agar permohonanku sebelumnya dilupakan saja."

Flashback
Setelah selesai berdoa, Miyu dan Sohei berjalan pulang. Saat itu, Sohei bertanya pada Miyu.
"Kamu memohon apa, Ozawa?"
"Tidak akan kukatakan," jawab Miyuki.
"Kenapa tidak?" tanya Sohei heran.
"Kalau aku katakan, tidak akan jadi kenyataan," jawab Miyuki.
Flashback End
Sohei kembali bertanya apa permohonan Miyuki saat mereka datang pertama kali ke sana. Terlihat tidak nyaman dengan pertanyaan Sohei, Miyuki akhirnya menjawab pertanyan Sohei.
"Aku memohon agar bisa bersama dengan Sou-chan selamanya."
Sohei kaget mendengar jawaban Miyu. Ia lantas bertanya mengapa Miyu meminta agar permohonannya dibatalkan. Melihat reaksi Sohei, Miyu justru semakin yakin.
"Sou-chan. Ayo kita putus."
Miku selesai makan di restoran tempat Hayato bekerja. Ia akan pulang dan menyemangati Hayato yang harus menyelesaikan pekerjaannya. Hayato mengiyakan perkataan Miku dan akan berbalik. Tiba - tiba Miku menanyakan kapan mereka pergi ke Tokyo Tower sebab liburan musim panas akan segera berakhir. Hayato terlihat malas menanggapi perkataan Miku. Ia hanya berkata akan mengabari Miku nanti. Melihat reaksi Hayato, Miku hanya tersenyum kecut.
Sohei yang masih syok dengan permintaan Miyuki bergegas menyusul Miyu yang sudah berjalan di depan. Ia berusaha membujuk Miyu agar membatalkan keinginannya untuk putus dengan dirinya. Namun Miyuki sudah yakin dengan keputusannya. "Jangan pergi begitu saja sesukamu! Kita ini berdua kan? Aku ingin terus bersama Miyuki dari sini. Aku akan berusaha hingga kamu akan menyukaiku lagi!" bujuk Sohei.
"Kamu tidak perlu berusaha. Aku tidak ingin Sou-chan memaksakan diri," kata Miyuki.
"Meskipun aku memaksakan diri, aku ingin terus dengan Miyuki!" paksa Sohei.
"Aku tidak suka itu!" balas Miyuki.
"Kenapa?" tanya Sohei.
"Karena itu bukan Sou-chan yang sesungguhnya! Yang pergi begitu saja sesukanya itu Sou-chan," jawab Miyuki.
"Miyuki..." gumam Sohei.
"Kamu berusaha untuk menepati janjimu untuk berada di sisiku selamanya kan? Kamu tidak ingin mengkhianatiku, jadi kamu mencoba untuk membuang perasaanmu kan? Meskipun perasaanmu yang sesungguhnya tidak lagi di sini untukku. Itu bodoh. Kamu seperti orang bodoh. Tapi... Aku suka Sou-chan yang itu. Aku pikir, kalau bukan Sou-chan mungkin tidak akan berjalan baik. Aku pikir aku tidak akan bisa hidup tanpa Sou-chan. Tapi... Aku mengerti. Aku sekarang berdiri dengan kakiku sendiri. Makanya... Aku tidak apa-apa sekarang Sou-chan. Aku sekarang tidak bingung. Waktu kita bersama tidaklah sia-sia, iya kan?" kata Miyuki sambil berusaha menahan tangis. Mendengar penjelasan Miyuki, Sohei juga menahan tangisnya. Sohei mengiyakan pertanyaan Miyuki. Ia kemudian meminta maaf pada Miyuki. Miyuki menangis mendengar permintaan maaf Sohei. Sohei sendiri menahan tangisnya di depan Miyuki dengan mengepalkan tangannya erat - erat.
Keduanya kini berdiri berhadapan di atas jembatan. Miyuki berusaha tersenyum. Ia meminta Sohei berpisah di sana sambil tersenyum. Sohei merasa hal itu tidak mungkin dilakukan. Miyuki mengatakan saat ini adalah waktunya mereka memaksakan diri untuk melakukannya meski berat. Keduanya terlihat berat untuk mengucapkan salam perpisahan, namun akhirnya Miyuki yang memulai terlebih dahulu. Dengan berat, Sohei akhirnya membalas salam Miyuki. Keduanya berpisah sambil menahan tangis. Sohei masih berdiri terpaku di tempatnya berdiri sambil memandang Miyu hingga menghilang dari pandangannya.
Miku pulang ke rumah. Saat ia hendak masuk, ia melihat Sohei yang juga baru pulang dan sedang memarkir sepedanya. Miku segera memanggil Sohei dan menanyakan keadaan Miyuki. Sohei terlihat tidak nyaman dengan pertanyaan Miku namun ia berusaha menguasai dirinya. Ia mengatakan Miyuki baik - baik saja dan meminta maaf karena membuat Miku khawatir. Taki membuka pintu dan Sohei segera menyapanya. Sohei bertanya Taki akan pergi kemana dan Taki menjawab akan ke toko. Sohei lalu mengomentari kaus yang sedang dipakai Taki. Ia berkata kaus tersebut sangat cocok dipakai Taki. Mendengar pujian dari Sohei, Taki menawarkan kausnya untuk Sohei, namun Sohei tidak menanggapinya. Ia justru masuk ke dalam sambil berkata ia lapar. Tinggal Miku dan Taki yang heran dengan sikap Sohei yang aneh dan tidak seperti biasanya.
Sohei duduk merenung di depan tanaman yang ditanam Ayah. Taki kemudian mendekati Sohei dan menawarkan koleksi game miliknya. Sohei menolak sebab ia tidak bermain game. Taki masih membujuk Sohei. Ia berkata untuk menjernihkan pikiran, maka harus bermain game.
"Aku tidak punya game tentang percintaan atau shoujo sih," kata Taki. Sohei heran dengan perkataan Taki.
"Souhei-kun, kamu seperti Masao," lanjut Taki. Sohei makin heran dengan apa yang dikatakan Taki. Ia lalu bertanya siapa itu Masao.
"Karakter sahabatku di Love Rocket. Masao berpura-pura bahwa ia baik-baik saja setelah putus dari pacarnya seperti Souhei hari ini. Maaf kalau aku salah."
Sohei kaget mendengar perkataan Taki barusan. Ia lalu berkata akan meminjam kaset game koleksi Taki.
"Kalau Souhei-kun sudah dewasa (di atas 20 tahun), aku akan mentraktir bir untukmu," kata Taki berusaha menghibur Sohei.
"Kalau begitu, sebagai gantinya... Apa bisa kamu mendengarkanku sebentar?" pinta Sohei pada Taki.
"Tentu," jawab Taki.
Miku berada di belakang mereka berdua saat Sohei memulai curhatnya pada Taki. Ia memilih berdiri di sana sambil mendengarkan apa yang mereka berdua bicarakan. (wah, Miku nguping nih, hehe).
"Aku suka sekali Miyuki. Dia tidak mengatakan apapun dan tinggal di sisiku saat aku sedang menghadapi masa sulit. Tapi...aku tidak bisa berbuat apa-apa. Pada akhirnya, aku membuatnya merasa begitu. Meskipun aku sudah berjanji padanya. Aku tidak akan pergi kemana-mana. Aku akan selalu aa di sisi Miyuki. Aku tidak berbohong. Aku pikir aku tidak akan berubah. Bahkan aku memaksakan diri sendiri, aku ingin menjaga janjiku," curhat Sohei.
"Souhei-kun. Kalau orang tidak berubah, mereka tidak bisa bergerak maju. Agar berubah, kita terluka, dan melukai orang lain. Kita terima rasa sakit itu dan menaklukannya. Itulah petualangan. Dengan kata lain, kehidupan. Aku belajar itu dari Rurika," nasihat Taki setelah mendengar curhat Sohei.
Sohei menangis mendengar nasihat yang diberikan Taki. Melihat Sohei menangis sedih, Taki menepuk bahu Sohei untuk memberi support pada Sohei. Taki sendiri juga berusaha menahan haru melihat Sohei yang sedang bersedih karena putus cinta dan akhirnya merangkul bahu Sohei. Diam - diam, di balik pintu Miku masih memperhatikan keduanya. Ia juga ikut terharu mendengar curhatan Sohei pada Taki.
Pagi hari, Sohei dan Miku bangun bersamaan. Keduanya berjalan ke balkon. Setelah saling mengucapkan salam, Sohei berjalan menuju ke kamarnya kembali. Tiba - tiba Miku menghentikan Sohei dan mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat kapan - kapan. Miku gugup dan berkata agar mengajak Taki dan yang lainnya juga. Sohei merasa heran dengan ajakan Miku yang mendadak tersebut. Miku akhirnya mengaku kalau semalam ia mendengar pembicaraan Sohei dengan Taki. Sohei mengatakan Miku menguping pembicaraannya dengan Taki. Miku malu dengan apa yang ia lakukan, namun ia menawarkan diri untuk membantu Sohei. Sohei tersenyum mendengarnya, ia tersenyum dan berkata pada Miku bahwa ia tidak apa - apa. Tiba - tiba, ponsel Sohei bergetar. Ternyata Ibu Sohei menelepon.
Miku beranjak dari balkon untuk memberi kesempatan pada Sohei berbicara pada ibunya. Namun, ia kembali menengok ke arah Sohei saat Sohei mengulang permintaan ibunya untuk meninggalkan tempat kosnya dan pulang ke rumah. Sohei menatap Miku. Miku merasa tidak enak sebab kembali tertangkap basah sedang "menguping" pembicaraan Sohei.
Souhei's going to be gone ~ Miku

Bersambung..


Huaa.. akhirnya Miyuki dan Sohei mengakhiri kisah mereka. Sedih memang ketika harus berpisah dengan orang yang kita sayang dan telah bersama-sama sekian lama, namun ada berbagai hal yang memang harus kita lalui dan hadapi, termasuk perasaan sakit. Yo suka dengan nasihat Taki pada Sohei "Kalau orang tidak berubah, mereka tidak bisa bergerak maju. Agar berubah, kita terluka, dan melukai orang lain. Kita terima rasa sakit itu dan menaklukannya. Itulah petualangan. Dengan kata lain, kehidupan"
Lalu bagaimana dengan Miku dan Hayato. Apakah perpisahan Miyuki dan Sohei membuat Miku kembali bimbang dengan perasaannya? Jangan lewatkan sinopsis selanjutnya ya...


Thanks to : kazuo-ai & Dramacrazy
Written by Yohana (FB | Twitter)
Image by Ari ( Twitter | Blog )
Only posted on pelangidrama.net
DON'T REPOST TO OTHER SITE!!
Please be patient!!! don't ask next episode! OK!
Read more...

[Sinopsis K-Drama] Flower Boy Next Door Episode 4

4 comments
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4

~Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4 : “No such things as kind lies or white lies?” ~

Dok-mi dan Enrique akan pergi. Dok-mi terpaksa pergi dengan Enrique. Dok-mi berkata dalam hati, "aku selalu menjalani hidup dengan hati-hati, dari mana si brengsek ini datang?"
"Huh? Apa yang kamu katakan?" kata Enrique.
Dok-mi terkejut dengan yang dikatakan Enrique, lalu dia berkata, " tidak apa-apa.
“Ahjumma, tuliskan alamat tempat nenekmu tinggal di navigasi ini,” kata Enrique.

Di belakang mobil mereka Jin-rak berusaha mengejar mobil mereka, ia berteriak, "berhenti!". Mobil tiba-tiba berhenti tapi mobil berhenti bukan kerena teriakan Jin-rak melainkan ada sepeda yang melintas di depan mereka. Enrique membiarkan sepeda itu melintas, karena mengerem mendadak Enrique refleks menahan Dok-mi dengan tangannya. Dok-mi yang menyadarinya menatap tajam dan mengisyaratkan agar Enrique menjauhkan tangannya. Jin-rak sudah tidak sanggup lagi mengejar mereka.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Dong-hoon datang melihat Jin-rak ia bertanya, ada apa? Apa yang kamu lakukan?. “Kamu tidak mungkin dapat mengejar mereka. Janganlah khawatir ini tidak akan terulang lagi. Webtoon kita akan ditanda tangani. Jadi tetaplah kuat. Semangat.”
“Aku yang pertama. Aku yang melihat dia pertama. Siapa sebenarnya bangsat itu! Kenapa semuanya begitu mudah bagi bangsat itu!” Jin-rak meluapkan rasa kekesalannya kepada Dong-hoon.
Setelah mengsms pacarnya Dong-hoon berbicara dengan Jin-rak, “kenapa kamu semarah itu?  aku jadi malu waktu dalam perjalanan ke rumah tadi.“
“Ada masalah apa? Apa dengan Enrique? masalah apa dengan dia? 'Zombie Soccer'? Tapi dia sudah melakukan itu kepada kita sebelumnya”,kata Dong-hoon.
“Jangan bicarakan masalah Enrique kepadaku,” balas Jin-rak. Tapi Dong-hoon tetap saja membicarakan tentang Enrique, ia bertanya kepada Jin-rak. Apakah Dok-mi berpacaran dengan Enrique. Hal itu semakin membuat marah jin rak.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Dok-mi meminta Enrique untuk menurunkan dia di depan. Tapi Enrique tidak mau. Dia berkata bukankah nenekmu dalam bahaya?
“Tapi aku tidak pernah mengatakan dia dalam bahaya,” kata Dok-mi. “Ketika orang tua sakit, itu selalu berbahaya, kita harus lebih baik dengan orang yang lebih tua... kita harus merawat mereka dengan baik.”

Lalu Dok-mi berkata, ia hanya membawa hp saja, dompet dan tas ia tidak bawa. “Aku rasa seharusnya kita pulang saja”.  (sebenarnya Dok-mi membawanya tapi duit di dompetnya sudah tidak ada). Enrique tidak mau kembali, dia berkata, " tidak apa-apa. Kamu bisa memakai uangku. Kita tidak akan pernah berhenti sampai kita sampai ke sana.” Dok-mi yang mendengar penjelasan Enrique menjadi lemas.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Dong-hoon bertanya kepada Jin-rak apakah kamu benar-benar marah kepadaku?.  “Apa yang terjadi padamu belakangan ini? Meskipun aku tahu kamu orangnya pemarah, tapi kamu belum pernah berteriak seperti itu kepadaku sebelumnya. Ketika hal yang kita mau tidak berjalan dengan baik, dan ada masalah keuangan, orang menjadi marah.” Jin-rak menatap Dong-hoon tajam,Dong-hoon keluar dari kamar.
Do-hwi menyuruh temannya untuk mencari surat Oh Jae Won.
“Apa Oh Jae Won?”.  Melihat temannya berteriak Do-hwi langsung menutup mulutnya, ia tidak mau kedengaran oleh orang lain. Tanpa sengaja Do-hwi membaca surat untuk Dok-mi ia pun terkejut dan tidak menyangka Dok-mi tinggal di sana karena Dok-mi menyangkal ke Do-hwi bahwa ia tidak tinggal di sana.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Dong-hoon turun dan ia melihat Do-hwi yang  bersama teman-temannya ada di bawah. Dong-hoon menyapa Do-hwi. “Ah yang kemarin, terima kasih atas bantuannya kemarin” kata Do-hwi. Teman-teman Do-hwi yang melihat tingkahnya menjadi ingin muntah.

Dong-hoon bertanya ada perlu apa kamu datang ke sini?. “Aku ingin melihat teman yang tinggal di sini apartemen 402.” Dong-hoon merasa berjodoh karena ia tinggal di apartemen 401.
“Bagaimana dengan pria yang tadi malam?”
“Oh, ya  aku belum tahu nama kamu sebelumnya.”
“Namaku Cha Do-hwi”jawab Do-hwi.  (dengan nada genit sambil memonyongkan bibirnya).
“Namaku adalah Yoo Dong-hoon” balas Dong-hoon dengan memonyongkan mulutnya. Dong-hoon memberitahukan nama temannya adalah Jin-rak.
Lalu datanglah bapak satpam dengan berpakaian formal, ia berkata bahwa seperti berada di padang rumput bunga melirik temannya Do-hwi.  Dong-hoon bertanya kenapa bapak satpam berpakaian formal?
“Kamu tahu aku, sebut aku kupu-kupu di tengah padang rumput bunga.“ Jawaban itu langsung membuat 'ilfeel' teman-temannya Do-hwi.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
"Aku baru saja menerima telepon dari kamar mandi...nenekku sekarang merasa baikan sekarang dan ia pergi ke spa" kata Dok-mi. Ia berlatih berbohong ke Enrique agar tidak jadi ke rumah neneknya.
Dok-mi melihat ada seorang anak sekolah yang berbohong kepada pacarnya yang mengatakan bahwa ia ada di perpustakaan. Dan pacarnya yang ke dua menelpon ia berkata bahwa ia bersama orantuanya saat ini. Pacarnya yang ketiga datang dan bertanya, "kenapa kamu lama sekali di kamar mandi? Siapa yang menelponmu dan apa yang kamu lakukan?"tanya pacar ketiga. Pacarnya merayunya dengan berkata,"kapan saja aku  melihatmu, aku  merasa tidak membutuhkan apapun lagi di dunia ini".

Dok-mi yang melihat percakapan wanita itu dengan pacarnya. Ia pun meyakini dirinya sendiri kalau ini bukanlah suatu kebohongan.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
“Ahjumma! Toko snack Korea adalah yang terbaik. Betul-betul unik. Ada cumi-cumi yang bergerak.”kata Enrique dengan penuh semangat.
"Ahjumma, ada yang ingin aku katakan kepadamu" kata Enrique. "Tidak aku yang akan mengaku lebih dulu" kata Dok-mi.
“Nenekku sebenarnya tidak apa-apa. Aku berbohong karena aku tidak mau ikut pergi. Sekali aku berbohong maka itu akan menjadi besar. Maafkan aku. Kamu benar jika kamu marah. Kamu bisa marah jika itu membuat hati merasa lebih enak.” Mendengar pengakuan Dok-mi sebenarnya Enrique sedih, lalu mulai konyol lagi. “Kalau begitu kita bisa pulang. Tapi ada yang ingin katakan kepadamu juga. Ketika kamu mengatakan nenekmu sakit aku langsung pergi hanya dengan kunci mobil di tangan. Jadi aku tidak punya uang sekarang. Sekarang aku lapar dan mobil juga lapar. Apa yang harus kita lakukan sekarang?”.
Dok-mi meminta maafkan dan mengatakan kalau itu semua salahnya.
“Kalau kamu mengatakan minta maaf sekali lagi aku merasa akan marah,”jawab Enrique.
“Baiklah kalau begitu bisakah kita menyelesaikan masalah kita?”
Enrique pun mulai mendekati gadi-gadis yang ada di cafetaria, ia bertanya apakah mereka punya pacar?
“Tentu saja belum,” jawab mereka.
“Baiklah aku akan memperkenalkan teman-temanku asalkan kalian memberikan aku  uang 10.000 Won.”
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Enrique bertemu dengan paman dan bibi,  mereka juga memberikan uangnya kepada Enrique. Setelah ia memberitahukan artikel tentang dirinya. Enrique juga  menghibur seorang adik kecil dan orang tuanya, mereka juga memberinya uang. Lama-lama Dok-mi terenyuh melihat tingkah Enrique, namun begitu keduanya bertemu pandang\ Dok-mi segera mengalihkan pandangannya.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Lalu ada sekelompok anak SMA yang menabrak Dok-mi dan hal itu membuat Dok-mi teringat akan masa SMAnya yang di bully oleh teman-teman sekolahnya (termasuk juga dengan Do-hwi). Hal itu membuat Dok-mi keluar dari cafetaria.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Enrique berlari menghampirinya dan memanggilnya, “ahjumma, Gok Dok-mi ssi. Kenapa kamu duduk di sini? Tidakkah kamu kedinginan? Lihatlah dirimu, kamu sudah membeku. Apakah kamu baik-baik saja?”
Dok-mi mengajak Enrique untuk pulang sekarang. “Tapi kamu tidak kelihatan sehat,” jawab Enrique. Enrique pun mengajak Dok-mi untuk makan dan menghangatkan diri dulu.
Dok-mi berteriak kepada Enrique, "aku sudah bilang bahwa aku ingin pulang sekarang". Enrique terkejut mendengar Dok-mi berteriak seperti itu.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Watanabe memberikan Dong-hoon jus. Dong-hoon memujinya kecepatan belajar Watanabe. (karena Watanabe menggunakan bahasa gaul).
Dong-hoon sedang mengirim SMS ke Jin-rak tentang design yang ia buat., ia bertanya apakah Jin-rak suka?
"Tidak aku tidak suka kamu harus buat lagi.”jawab Jin-rak.
Melihat hal itu membuat Dong-hoon kesal. Melihat gambar Dong-hoon sebenarnya Jin-rak suka, ia tidak percaya karena Dong-hoon kerjanya pesta terus setiap malam.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Suasana hati Jin-rak sedang buruk tapi ketika ia melihat tulisan Dok-mi mengenai 'cara menghemat biaya perawatan' ia tersenyum lembut, “bahkan tulisannya pun sangat cocok dengan dirinya.”puji Jin-rak.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Dok-mi meminta maaf ke Enrique karena mengajaknya pergi tanpa makan terlebih dahulu. Mendengar Dok-mi meminta maaf  Enrique meyuruh Dok-mi untuk berhenti meminta maaf.
Enrique memasangkan sabuk pengaman untuk Dok-mi, ia menjadi terkejut karena muka mereka menjadi sangat dekat. Enrique juga mengatur tempat duduk Dok-mi agar ia bisa beristirahat. “Aku akan menggunakan navigasi yang akan membuat kita pulang dengan selamat.”
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Enrique melihat Dok-mi sudah tertidur, tapi terlihat tegang dalam tidurnya. Enrique teringat bagaimana tadi Dok-mi bersikeras untuk pulang, komentarnya tentang Dok-mi sebagai penjaga gawang dalam permainan sepak bola. Saat Dok-mi menangis dan memegang lengannya dengan erat lalu pingsan. Enrique pun membelokkan mobilnya menuju tempat lain.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Do-hwi pura-pura memencet bel yang salah. Ia sengeja menekan bel apartemen Jin-rak. “Maafkan aku telah salah pencet. Ini 401 yah?”. Jin-rak mengiyakan, lalu langsung menutup pintunya yang ditahan oleh kaki Do-hwi. "Kamu tidak apa-apa?" tanya Jin-rak.
“Iya aku tidak apa-apa.”jawab Do-hwi. Do-hwi bertanya kepada Jin-rak,"oh yah, apakah kita pernah bertemu? Aku ingat kita pernah bertemu kamu menolongku kemarin malam. Ketika hak sepatuku putus. Tidakkah kamu ingat padaku?” Jin-rak menjawab bahwa ia mengingatnya.

Do-hwi berkata bahwa ia ke sana untuk bertemu dengan 402. “Kalau begitu permisi.”pamit Do-hwi. Mendengar nomor apartemen Dok-mi, Jin-rak menarik tangan Do-hwi untuk menahannya pergi. Karena terlalu kencang menarik membuat Do-hwi jatuh dipelukkannya. Dengan genitnya Do-hwi memonyongkan mulutnya. Melihat itu Jin-rak menjadi 'ilfeel'. Lalu melepaskan pegangannya hinga Do-hwi terhempas ke dinding. Jin-rak bertanya, "kamu ke sini untuk bertemu dengan 402"? Do-hwi menjawab, "iya".
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Dok-mi terbangun dari tidurnya. Ia bingung kenapa mereka berada di pantai. Enrique meminta maaf kepada Dok-mi karena ia memberikan alamat yang salah ke alat navigasi.
Dok-mi pergi dari mobil dan berlari ke pantai.
Enrique : Dia pergi tanpa berkata apapun. Wah kenapa reaksinya seperti dia baru pertama kali melihat pantai?
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Begitu melihat di pantai ada ember, cangkul yang tertinggal Enrique ingin membuat istana pasir. Dok-mi menarik nafas dan menghirup udara di laut sebanyak mungkin. Wajahnya terlihat begitu damai.
Dok-mi melihat ke belakang dan di sana ia melihat Enrique sedang membuat istana pasir.
Selang beberapa waktu Dok-mi melihat istana pasir Enrique sudah jadi. Enrique ingin memfoto Dok-mi dan menyuruhnya untuk membuat 'V'. Enrique jalan mundur tanpa ia sadari di belakangnya ada ombak. Dok-mi berkata ada ombak di belakangmu. Tapi itu sudah terlambat. Enrique pun sudah terjatuh.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Do-hwi mencoba menelpon Dok-mi tapi tidak diangkat. “Telponnya tidak diangkat,” kata Do-hwi ke Jin-rak.
Jin-rak: Mengapa kamu menutup telponnya begitu cepat? Tidak yang aku katakan adalah telepon itu berdering di sana tapi bisa saja telponnya tidak menyala. Atau kalaupun menyala ia belum sempat mengangkatnya..”
“Tapi telpon ini sudah berdering 3kali. Bahkan kalau dia ada di Halla-san akan mengangkatnya.”ujar Do-hwi marah. Jin-rak mengoreksinya, kupikir gunung Baekdu.
“Aku datang ke sini untuk mengejutkannya, jadi aku datang tanpa menelpon terlebih dahulu. “
“Tapi apa yang kamu katakan? Cha... Cha...”
Do-hwi yang mengira Jin-rak menanyakan namanya, mengatakan namanya Cha Do-hwi.
Enrique dan Dok-mi masuk ke toko terdekat. Enrique menyapa seorang kakek, “kakek apa di sini ada toko yang lebih besar? Aku menjatuhkan kameraku ke dalam air.”
Dok-mi mengkhawatirkan Enrique karena sepatunya basah, kakinya bisa membeku. "Aku tidak apa-apa" kata Enrique sambil mengerak-gerakan kakinya. “Tapi lebih penting adalah kamera ini karena aku belum memasukkan banyak foto ke dalam komputerku.”
“Kakek, bisakah aku meminjam handuk kering? Ah... lebih bagus kalau kamu memberikan pengering rambut.”tanya Enrique. Tapi kakek sama sekali tidak menjawab pertanyaan Enrique. Dok-mi melihat pakaian dan sandal kakek. Dok-mi berbisik ke Enrique, nenek. Enrique tidak mengerti. Dok-mi pun menjelaskan kalau ia bukan kakek melainkan nenek.
Enrique baru sadar dengan malu-malu ia berkata, "Ah... Nenek. Wow, nenek, anda cantik! Dengan topi dan segalanya".
Nenek menoleh dan berkata: "Aku punya pengering dan handuk. Kamera itu kalau tidak terendam, tidak usah khawatir. Kau harus makan dulu. Itu adalah keharusan". Mendengar nenek menjadi ramah Dok-mi dan Enrique saling berpandangan.
 
Enrique meminjam baju, celana dan kaus kaki pink nenek. Ahjumma yang melihat itu tertawa melihatnya dan berkata, "dia seperti menantu perempuan". Melihat Enrique berpakaian seperti itu dan melakukan gaya yang lucu, Dok-mi pun tertawa.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Melihat ada kimchi di meja makan, Enrique memakannya. Mereka memakan kimchi, ubi rebus, dan gorengan. Enrique ingin minum makgeolli (arak beras), tapi Dok-mi melarangnya karena ia akan menyetir nanti. Enrique mengangguk. “Oh..Apa itu?” Dok-mi langsung melihat ke arah lain. Enrique cepat-cepat menuangkannya, ia pun tersenyum sambil meminum makgeolli.
Melihat itu Dok-mi marah, ia mengambil botol itu agar tidak diminum lagi. Enrique kelihatan murung. Dok-mi jadi kasihan dan memberikan botol itu.
Enrique: "Sinar di matamu... seperti kamu mengasihani aku sekarang. Itu tidak benar". Enrique kembali meminum makgeolli. 
Enrique makan gorengan sambil berkata, “Ahjumma... Meskipun Tae-joon tampak sempurna dari luar, tapi di sisi lain ia tidak kelihatan sempurna. Sebagai contoh ia pelit. Cinta tak berbalasmu tidaklah sesempurna itu. Dia hanya orang biasa.”
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
"Berhentilah mengatakan cinta tak berbalas. Aku yang memulainya dan aku juga yang akan mengakhirinya. Sebuah rahasia yang tidak satu orangpun yang boleh tahu. Itu tidak sebanding dengan cinta pertamamu", kata Dok-mi.
"Tapi aku sudah mengetahuinya. Itu bukan diam-diam, kamu mengetahuinya" kata Enrique. Dok-mi ingin tahu bagaimana Enrique mengetahuinya?
Enrique menjawab karena itu kelihatan mirip. “Cara kamu menatap Tae-joon dan caraku melihat Seo Young itu sama. Karena itulah aku mengetahuinya. Hanya karena kamu menyembunyikannya, bukan berarti orang lain tidak tahu.”
Jin-rak bertanya kepada Do-hwi apakah ia dengan Dok-mi teman baik? Do-hwi menjawab, "tentu saja. Dok-mi dan aku SD - SMA satu sekolah bareng. Apakah kamu sering melakukan telepon atau hal lainnya? Atau bahkan sms? Aku tidak menanyakan sms grup atau semacamnya. Tapi aku tinggal di sini selama 3tahun. Bagaimana  kau mengatakan bahwa kalian teman baik padahal kamu tidak pernah terlihat selama 3tahun?“. Do-hwi berkata ia tinggal di luar negeri. “Dan ketika aku kembali, aku sibuk bekerja di shopping mall. Dan telah capek secara fisik maupun mental. Jadi aku tak sempat bertemu dengan teman-teman lamanya. Kemarin aku bertemu dengannya dan itu membuat aku bahagia bertemu dengan dia lagi. Tapi... kamu mengatakan sudah tinggal di sini selama 3 tahun?”. Jin-rak mengiyakan.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Dok-mi dan Enrique sudah selesai makan. Enrique sudah mabuk setelah menghabiskan 2 botol makgeolli. Enrique mengecek kameranya, ternyata tidak rusak.
“Sepatuku sudah kering... dan kurasa bajuku juga sudah kering, aku bisa berganti baju sekarang.” Dok-mi mengajak Enrique ke pantai menyegarkan diri untuk menghilangkan mabuk.
“Kamu ingin aku tidak mabuk, jadi kita bisa kembali ke rumah? Kamu sangat menyukai tinggal di dalam rumah? Tidakkah merasa tercekik berada di dalam terus sepanjang waktu? Bukti keberadaan manusia di dunia ini adalah mereka mencuci muka saat bangun pagi dan berjalan sambil memberikan aroma pada dunia ini. Apakah kamu tidak pernah mendengar hal itu? Tapi kenapa kamu menggangap keluar itu begitu menakutkan? Atau kau tak suka mencuci muka?”
 Pada awalnya Dok-mi mendengar pertanyaan Enrique diam saja, ia pun menjawab, "aku merasa damai di tempatku yang kecil. Aku menyukainya".
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Do-hwi bertanya apakah kamu mengambar komik? Jin-rak tidak mudah melakukan hal itu. Do-hwi mengira tidak mudah menggambar komik. Jin-rak meralatnya, "tidak. Maksudku tidak mudah sekolah SD - SMA bersama". Do-hwi kembali bertanya, “Oh...kamu tidak melakukan yang lain selain menggambar komik?”.
“Aku mengerjakan Webtoon.”jawab Jin-rak.
 “Jadi kamu mengerjakan Webtoon? Jadi kamu punya pekerjaan yang lain, dan membuat komik itu sekedar hobby?”. Do-hwi mengajak Jin-rak pergi makan di luar. Tapi Jin-rak menyuruhnya untuk menelpon Dok-mi lagi. Mendengar Jin-rak hanya tertarik pada Dok-mi, Do-hwi menjadi kesal dan ia pun berkata aku akan pergi dari sini. Melihat hal itu Jin-rak menahannya. Do-hwi mengira Jin-rak menanyakan namanya. Sebenarnya Jin-rak ingin mengajaknya minum teh. (Cha=teh.)
“Kenapa kamu tidak menunggu sambil minum teh dan mencoba menelpon dia sekali lagi?”tanya Jin-rak. Do-hwi menggangukan kepalanya menjawab ajakan Jin-rak.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Dok-mi dan Enrique kembali ke pantai. Ia lari mengeliling Dok-mi lalu mengelilingi istana pasir. Enrique pun terjatuh.
Enrique menunjuk ke Dok-mi dan berkata, "aku mengambil yang aku katakan kemarin. Cinta sudah selesai... Sudah putus... Aku merasa mengatakan itu tidak benar. Karena cinta sudah selesai dan putus. Seharusnya aku mengatakan "YA, selamat datang tamu yang lain." Apakah kamu tidak berpikir demikian? Semua selesai dengan sendirinya. Jika kita meninggalkan membiarkannya, mereka akan kembali dengan sendirinya. Ahjumma, sepertinya melihat laut membuat aku merasa lebih baik. Hatiku lebih terbuka.”
Dok-mi melihat telponnya berdering, ia malas menjawab telepon karena ia tahu itu telepon dari Do-hwi dan ia tidak mau mengangkatnya.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
“Kamu tidak mengangkatnya? Itu sudah berdering seharian. Oh, apa itu?” Dok-mi menoleh. Enrique menekan tombol terima dan langsung melarikan diri. Melihat itu Dok-mi kesal.
“Dok-mi-ahh. Dok-mi, kamu ada di mana? Aku datang untuk mengunjungimu. Surprise...” Dok-mi dengan dingin berkata, kamu tak tahu di mana aku tinggal. Do-hwi menjawab,  “kamu tinggal di Ocean Village, apartement 402. Kapan kamu akan pulang?“ Jin-rak berbisik, “katakan padanya kamu akan tinggal sampai dia akan kembali ke rumah.” Do-hwi mengatakan bahwa ia akan menunggu sampai Dok-mi pulang. Dok-mi menjawab bahwa dia sekarang sudah jauh dari rumah.
“Jangan menunggu.” Dok-mi pun mematikan teleponnya. “Biarlah kita bersikap tidak saling mengenal.”
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Do-hwi tidak percaya kalau Dok-mi mematikan telponnya. Do-hwi berkata kepada Jin-rak kalau Dok-mi tidak akan pulang, karena ia pergi jauh. Mendengar hal itu Jin-rak terkejut. Ia tidak percaya kalau Dok-mi menginap di luar.
Jin-rak pun menyuruh Do-hwi untuk menelponnya lagi dan menanyakan pada dok-mi dimana dia sekarang berada?
“Aku mengenal dia karena aku telah mengamatinya selama beberapa tahun ini. Dia bukanlah tipe orang yang akan keluar sepanjang malam seperti itu.” Sebagai temannya, Do-hwi memilih lebih baik Dok-mi memiliki alasan untuk bermalam di luar dibandingkan Dok-mi tidak pernah keluar selama bertahun-tahun.
Jin-rak membentaknya, “omong kosong macam apa itu?” Do-hwi terkejut mendengarnya. Jin-rak merasa bersalah dan meminta maaf. Jin-rak merasa Dok-mi sedang berada dalam masalah. Tapi Do-hwi tidak merasa ia dalam suatu masalah. Dengan genitnya Do-hwi meminta teh. Dok-mi berkata bahwa ia tidak akan pulang malam ini. “Apakah kamu akan tetap akan di sini? Aku akan keluar.” Mendengar hal itu Do-hwi hanya tersenyum pahit.
Dong-hoon akan masuk ke dalam apartemen, bertemu dengan seorang petugas. Ia pun bertanya apakah kamu datang ke sini?. “Iya saya mengirim berkas dari pengadilan.” Mendengar dari pengadilan Dong-hoon kaget, apa mereka akan dituntut karena kasus plagiat?
Petugas berkata, “tunggu yang bisa membuka berkas ini hanya Oh Jae Won. Dong-hoon heran, dan berkata di sini tidak ada yang bernama Oh Jae Won.
Jin-rak membuka pintunya. Dong-hoon nyengir, “wah apa yang kalian lakukan berdua saja? Apa aku pulang terlalu cepat?”.
"Omong kosong apa yang kamu bicarakan", jawab Jin-rak. Dia hendak mengunjungi 402, tapi tidak ada seorang pun di sana. Jin-rak lalu menyuruh Do-hwi untuk pergi.

Petugas bertanya ke Jin-rak, “apakah kamu Oh Jae won?”. Jin-rak membenarkan. Dong-hoon kaget. Do-hwi juga kaget. Petugas meminta kartu identitasnya. Jin-rak memberikan kartu identitasnya. Petugas itu mengecek kartu identitas Jin-rak.
Do-hwi sengaja menunggu petugas di lift, karena ia ingin mengetahui apakah Oh Jae Won itu Jin-rak. Saat petugas masuk ke dalam lift ia bertanya, “apa kamu sudah mengecek IDnya? Apakah benar ia Oh Jae Won?” Petugas hanya bengong dan menganggukkan kepalanya, ia terkejut melihat sifat Do-hwi yang seperti preman.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Jin-rak membuka surat dari pengadilan. Dong-hoon kesal dengannya karena mengira Jin-rak mengganti namanya agar tidak tertangkap karena kasus plagiat. Dong-hoon bertanya mengapa ia mengganti namanya. Jin-rak tidak mau menjelaskan, yang pasti aku bukan penjahat. “Tidak perlu khwatir. Meskipun kau ingin tahu, jangan tanya. Kau mengerti?.”
Hari sudah malam, Dok-mi dan Enrique tidak bisa pulang karena pengaruh alkohol Enrique belum hilang. Nenek menutup tokonya.
Nenek: Selalu ada pasangan anak muda seperti yang kamu tanyakan. Dan selalu aku menjawab seperti ini bis menuju Seoul sudah tidak ada. Jadi kamu perlu bermalam di sini. Aku akan memberikan harga yang murah dan berikut dengan sarapan.
Enrique berkata ke Dok-mi, “ahjumma kau ingin tetap pulang aku tidak punya pilihan yang lain menyetir dalam keadaan mabuk. Tapi aku bukanlah seseorang yang bisa kena masalah dengan media (karena ia seorang artis). Kita hanya menunggu 5 jam saja. Kita tunggu saja beberapa jam lagi. Nenek memiliki kamar yang bisa disewakan.”
Setelah penghuni apartemen selesai berdemo, mereka pulang ke tempat masing-masing. Jin-rak melihat ke atas ia sebenarnya melihat apartemen Dok-mi. Jin-rak bertanya ke Dong-hoon, kenapa tidak mematikan lampu apartemen mereka. Apakah ia tidak membaca tips menghemat dari Dok-mi? Dong-hoon hanya mengingat bagian kencing itu saja. Jin-rak menendangnya dan berkata hanya mengingat itu dan melupakan bagian lainnya?
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Nenek mengantar Enrique dan Dok-mi ke kamar. Enrique membawa kayu bakar. Ia berkata, “setidaknya di sini lebih baik daripada kedinginan di dalam mobil. Tapi...hal seperti ini selalu terjadi di malam tahun baru.” Nenek meminta mereka berhati-hati karena para arwah berada di sekeliling mereka. Dok-mi dan Enrique yang mendengar hal itu hanya terdiam sambil menatap satu sama lain dengan takut.
Jin-rak mencari di internet, "alasan seorang gadis menginap di luar rumah?. Ada yang menjawab, melarikan diri dari cintamu? Mencoba menjadi pertapa? Ia tidak menyukaimu. Mereka mencoba berlari darimu. Mungkin mencoba menipumu?. Melihat jawaban tersebut Jin-rak menjadi tertekan.
Ia marah-marah sendiri, “di mana jawaban yang polos dan jujur? Kenapa tidak ada? Seharusnya ada walaupun hanya satu.”
Dong-hoon dan Watanabe bingung melihat tingkah Jin-rak yang marah-marah. Watanabe pun kembali ke dapur.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Dong-hoon bertanya, “kenapa kamu bersikap seperti ini? Memang wanita cenderung bersifat histeris dan suka berbicara seperti itu.” Ia menyuruh Jin-rak untuk memakan makannya. Dong-hoon bertanya, kenapa Jin-rak tidak mulai berkencan?.
“Aku dengar kamu belum pernah ciuman sebelumnya?”
Jin-rak: Siapa yang mengatakan hal itu?
Dong-hoon: Aku hanya menebak, tapi aku melihat kalau itu benar. Hyung, ia (Do-hwi) mendekati tipeku. Tapi aku tahu bahwa ia menyukaimu. Aku bisa tahu dari caranya melihatmu. Standar dia terhadap pria begitu rendah.
Jin-rak: Jika dia itu tipemu, kenapa kamu tidak mendekatinya? Aku dengar dia akan pindah ke apartemen kita secepatnya.
Dong-hoon: Kalau begitu seperti apa seleramu?
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Dok-mi dan Enrique menghangatkan diri mereka di api unggun. Enrique bertanya kepada Dok-mi, “ahjumma...apakah kamu merasa buruk dipanggil ahjumma?”.
Dok-mi tidak merasa keberatan sama sekali. Enrique bertanya apa pekerjaannya. Dok-mi menjawab bahwa ia seorang editor. “Aku mengedit untuk memastikan tidak ada kesalahan sebelum buku itu diterbitkan.”
“Benarkah berarti banyak kata sulit yang kamu tahu,” tanya Enrique. Dok-mi menjawab, “kadang aku menggunakan kamus ketika aku mengedit.”
"Oh,ya? Aku tahu aku buruk sebagai penulis. Aku begitu bagus dalam berbicara, tapi tidak dalam menulis", kata Enrique.
Enrique mengatur kayu bakar, “rasanya hangat kan?”
Dok-mi meminta maaf karena kebohongannya mereka terjebak di sana. Enrique berkata, “ia juga berbohong jadi tak perlu meminta maaf. “
“Kau bohong apa? Dan karena apa? Aku sudah mengatakan alasanku berbohong.” Enrique berpikir sejenak, ia bertanya kepada Dok-mi kenapa ia meninggalkan gedung yang begitu hangat dan pergi duduk di luar sendirian di taman seorang diri? “Daripada bertemu dengan orang, kamu lebih memilih mati kedinginan? Kau takut bertemu dengan orang? Ketika kamu tidur di mobil, aku berpikir aku tak mau membawamu pulang. Karena jika aku mengantarmu maka kamu akan kembali ke persembunyianmu lagi. Jika kamu takut terhadap orang. Kenapa kamu tidak mencoba mendekatkan diri ke dunia lebih dulu? Aku yakin jika kamu bisa melakukan hal itu maka kamu bisa berdiri di sekitar orang banyak. Sampai aku kembali ke Spanyol. Aku akan mengajakmu jalan-jalan dan menunjukkan dunia ini kepadamu.” Dok-mi diam saja mendengar Enrique. Dok-mi ada permintaan ke Enrique. Enrique pun berjanji akan mengabulkan apapun itu.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Dok-mi memintanya ketika mereka sudah pulang ke Seoul. Mereka berpura-pura tak saling mengenal. “Bisakah kamu pura-pura tidak mengenalku?”
Enrique terkejut mendengar permintaan Dok-mi, “bagaimana mungkin kamu begitu kejam ketika kamu mengetahui apa yang terjadi padaku. Kita berdua sudah mengenal satu sama lain.”
Dok-mi: Karena kamu sudah mengenalku begitu banyak. Hal itu membuat aku menjadi tidak nyaman.
Enrique: Bagaimana mungkin kita tidak saling kenal? Padahal kita sudah saling dekat.
Dok-mi: Karena itulah aku tidak menyukainya. Jangan mengatakan kamu mengetahui siapa aku? padahal kamu hanya mengenalku beberapa hari saja, kamu tidak mengenalku. Kalaupun nanti kita saling bertemu, abaikan saja aku. Mendengar itu Enrique cemberut. Ia terkejut Dok-mi bisa berkata seperti itu padanya. Padahal Dok-mi juga mengetahui banyak hal tentangnya, apa ia juga merasa tak nyaman dengan keberadaan Dok-mi?
Enrique: Okay, setuju! Kita akan tidak saling mengenal satu sama lain. Enrique mengatakan itu sambil tersenyum. Ia berjalan menuju mobil.
Jin-rak mengatakan tipe wanita yang ia sukai, wanita yang mengalah. Wanita yang mengucapkan kata maaf lebih dahulu. Wanita yang tidak serakah. Dan seorang wanita yang selalu jujur walaupun di dunia ini tidak ada seorangpun yang melihatnya.
Dong-hoon berkata, mana ada yang seperti itu. “Apa tipe wanita idealmu adalah pemenang nobel perdamaian?”.
Jin-rak: Wanita seperti itu ada. Apa yang diketahui anak muda sepertimu?
Dong-hoon: Apa maksudmu wanita seperti 402? Hyung, apa kamu menyukai wanita itu?
Jin-rak: (Tidak menjawab.) Tapi dengan tatapannya mengatakan bahwa ia sangat menyukainya.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Di mobil Enrique melihat hasil foto di kameranya. Ia melihat foto Dok-mi. Ia menghela napas panjang  dan tersenyum pahit.
Dok-mi duduk di dalam kamar. Ia mengetik di Hpnya. Apa kebenaranmu? Katakan padaku sejujurnya. Apapun yang orang lain tanyakan padanya ia menutup mulutnya. Kebenaran adalah sesuatu yang muncul seperti sepotong permen atau coklat yang manis saat bungkus luarnya dibuka. Sama seperti kulit dibutuhkan untuk melindungi daging dan darah di bawahnya, sebuah kebohongan diperlukan untuk menutupi kebenaran. Daripada jujur dan membuka semua lukanya, memasang senyuman di wajahnya dan berbohong terasa lebih aman baginya.
Sinopsis Flower Boy Next Door Episode 4
Selesai mengetik, tiba-tiba kamar tersebut lampunya kedap-kedip. Dok-mi teringat akan yang dikatakan nenek tentang roh yang gentayangan. Ia pun ketakutan dan berteriak.

Mendengar Dok-mi berteriak, Enrique langsung berlari menuju kamar. Ia membuka pintu, menabrak Dok-mi yang hendak menuju pintu untuk keluar. Saat lampu menyala Enrique berada di atas badan Dok-mi tanpa sengaja keduanya pun berciuman.

++Bersambung++

Thanks to Dramafever & IDWS
Written by Eva [FB]
Images by Ari [Twitter]
Only Posted on pelangidrama.net
DON'T REPOST TO OTHER SITE/Fanpage FB!!
Please be patient!!! don't ask next episode! OK!
Read more...
 
Pelangi Drama © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger . Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here